"A-aku akan mencoba nya..." ucap Kyuhyun setelah mendudukan diri nya di kasur itu. Mata nya akhir nya berani untuk menatap Jonghyun yang tengah menatap diri nya dengan lekat itu. "Satu bulan... dan jika aku tak jatuh cinta pada mu dalam kurun waktu satu bulan itu... kau harus menghilang dari hadapan ku." lanjut Kyuhyun yang agak membuat Jonghyun terkejut itu tapi senyuman itu tetap tak menghilang dari wajah tampan milik Lee Jonghyun itu.
"Baiklah." balas Jonghyun masih dengan nada lembut nya lalu menarik Kyuhyun untuk tidur di samping nya. "Sebagai permulaan nya dari usahaku untuk membuat mu jatuh cinta pada ku." lanjut Jonghyun kemudian memeluk erat Kyuhyun, menenggelamkan wajah Kyuhyun pada dada bidang nya. Kyuhyun entah kenapa tak dapat berkutik atau bahkan menolak nya. Ia ingin sekali menolak perlakuan Jonghyun ini tapi setengah dari diri nya menginginkan perlakuan Jonghyun. Perlakuan yang selama ini ia rindukan. Perlakuan kasih sayang juga cinta. Dan dalam dingin nya malam juga deras nya hujan malam itu, mereka berdua tertidur dengan pulas nya. Berbeda dengan seseorang yang justru tertidur di dingin nya air bathtub yang berada di kamar hotel nya. Malam yang sungguh indah dan juga tidak indah.
SparWonKyu present
.
.
Love Next Door!
Sequel of Handsome Next Door!
.
.
Rate T+ / Romance, Drama & Humor
Boys x Boys
Typo(s)
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.
Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?
ENJOY
.
.
.
CHAPTER 11
Mata indah itu akhirnya terbuka karena sinar mentari yang menganggu tidur nya. Dan hal pertama yang ia lihat adalah sosok Jonghyun yang masih setia memeluk nya. Kyuhyun dapat melihat senyuman Jonghyun yang tak berubah sama sekali, senyuman yang masih bisa menggetarkan hati nya tapi rasa nya ada sesuatu yang kurang bagi Kyuhyun. Dan ia tak tau itu apa.
Dengan perlahan, Kyuhyun melepaskan tangan Jonghyun yang terus saja memeluknya dengan erat lalu berjalan keluar dari kamar itu.
CKLEK
Kyuhyun terdiam di depan pintu kamar Jonghyun sembari menyenderkan punggung nya di pintu. Terlalu banyak hal yang terjadi kemarin sehingga ia tak dapat berpikir jernih. Kyuhyun memijit kening nya pelan, mengingat pembicaraan nya semalam dengan Heechul.
.
.
Flashback
Kyuhyun berlari pelan menuruni tangga dengan hati-hati, membuat Heechul yang tengah asik menonton televisi tak menyadari keberadaan nya.
"Umma..." Panggil Kyuhyun pelan hingga Heechul menolehkan kepala nya sembari tersenyum.
"Ada apa?" Tanya Heechul dengan suara lembut yang membuat hati Kyuhyun bergetar mendengar suara keibuannya yang sudah lama tak Kyuhyun dengar.
Kyuhyun berjalan mendekati Heechul sembari melepaskan cincin yang sedaritadi beradi di jari manis nya kemudian menunjukan nya pada Heechul. "I-ini... aku dan Jonghyun... a-aku... kami tidak-"
"Umma tau, Jonghyun sudah menceritakan semua nya." Potong Heechul yang membuat Kyuhyun terkejut.
"Lalu kenapa umma seperti... masih mendukung kami?" Tanya Kyuhyun ragu-ragu.
Heechul menghela nafas nya lalu menatap Kyuhyun lekat. "Hahhh... umma juga tak tau mengapa. Satu hal yang ingin umma pastikan, apa benar Choi Siwon menyakiti mu?" Kyuhyun membulatkan matanya saat pertanyaan itu terlontar dari mulut ibu nya. Apa jangan-jangan Jonghyun mengakatakan hal yang tidak-tidak, pikir Kyuhyun.
Kyuhyun menundukan kepala nya, bingung harus menjawab apa. "Seperti nya memang benar dia menyakiti mu-"
"Tidak!" Sanggah Kyuhyun dengan sedikit berteriak yang membuat Heechul tertegun. "Apapun yang umma pikirkan mengenai Siwon... ia tidak jahat maksudku ya.. dia memang pernah menyakiti ku tapi sungguh umma, Siwon tidaklah sejahat yang mungkin umma pikirkan."
Heechul masih diam menatap ke arah anak pertama nya itu. Ia dapat melihat ketidakpastian di mata Kyuhyun yang membuat nya bingung. "Apa... kau masih mencintai Siwon?" Tanya Heechul kembali yang kembali membuat Kyuhyun berpikir keras.
"A-aku tidak tau umma..." jawab Kyuhyun yang membuat Heechul menganggukan kepala nya pelan. Anak nya ini pasti sedang bingung kemana hati nya akan berlabuh. Satu sisi hati Kyuhyun masih memiliki perasaan pada Siwon sedangkan sisi yang lain ingin membuka perasaan yang baru pada Jonghyun. Dan Heechul bisa membaca dengan mudah isi hati Kyuhyun hanya dengan jawaban singkat tadi. Heechul memegang pundak anak pertama nya itu kemudian tersenyum.
"Soal urusan hati mu umma percayakan itu pada mu.. hanya kau yang bisa menentukan siapa yang bisa mendampingi mu" ucap Heechul kemudian tersenyum hangat yang hampir membuat Kyuhyun menitikan air mata nya. "Jadi bagaimana dengan Jonghyun?"
"Tak ada salah nya mencoba bukan umma?" Ucap Kyuhyun yang membuat Heechul membulatkan mata nya, terkejut.
Flashback End.
.
.
.
.
Siwon menyenderkan tubuh nya yang sudah demam selama beberapa hari ini di lift. Sekarang ia sudah berada kembali di Seoul. Dan semenjak kejadian di Jeju, ia semakin bertambah kurus. Rasa nya semua nafsu makan nya hilang entah kemana dan juga sudah beberapa projek film besar ia tolak karena ia sedang tidak mood dalam berakting. Saat pintu lift terbuka, ia dapat melihat Yunho dan Changmin tengah bergandengan tangan di depan pintu apartemen Changmin.
"Terima kasih atas bantuan dan segala nya di Jeju ya Changmin." Ucap Yunho sembari menggoyang-goyangkan tangan nya yang sedang menggenggam tangan Changmin. Changmin tertawa pelan.
"Tidak tidak.. akulah yang harus nya berterima kasih." Balas Changmin sembari tersenyum dan saat Yunho akan kembali berbicara, tiba-tiba saja terdengar suara deheman dari arah lift.
"Ehem." Changmin dan Yunho secara bersamaan mengalihkan pandangan mereka pada seseorang yang baru saja berdehem tadi.
"Eh Si-siwon?" Kaget Yunho lalu melepaskan genggaman tangan nya dengan Changmin. Ia memperhatikan Siwon yang tak seperti biasa nya. "Apa yang terjadi pada mu?" Tanya Yunho dan hanya di jawab Siwon dengan sebuah gelengan kepala.
"Aku baik-baik saja." Jawab Siwon yang nampak nya kesusahan membawa koper nya sendiri. Yunho menghela nafas nya dan berjalan mendekati Siwon.
"Perjalanan bisnis yang tak bagus kah?" Tanya Yunho lagi dan masih di jawab dengan jawaban yang sama seperti tadi. Siwon mengalihkan pandangan nya pada Changmin yang sedaritadi hanya diam memperhatikan. Siwon berjalan mendekat ke arah Changmin dan menatap Changmin dengan mata sayu.
"Changmin-ssi... bisakah kita berbicara?" Ucap Siwon dengan suara nya yang agak serak.
"Te-tentu saja." Jawab Changmin cepat-cepat.
"Kalau begitu aku duluan." Timpal Yunho lalu masuk ke dalam apartemen milik nya dengan Siwon. Changmin membuka kan pintu untuk Siwon kemudian mendudukan diri mereka masing-masing ke atas sofa.
"Mau minum apa, Siwon-ssi?"
"Tidak, tidak perlu. Aku hanya sebentar disini." Changmin menganggukan kepala nya tanda mengerti lalu menatap Siwon dengan lekat.
"Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanya Changmin dengan formal yang agak membuat Siwon terganggu.
"Tidak perlu formal begitu Changmin-ssi... aku hanya perlu memastikan sesuatu... apakah... Kyuhyun benar-benar akan menikah dengan Jonghyun?"
Changmin mengangguk-anggukan kepala nya padahal otak nya masih belum bisa memproses apa maksud dari pertanyaan Siwon. Dan Changmin langsung membulatkan mata nya saat otak nya selesai memproses apa yang Siwon tanyakan. "HEEEEE?!" Changmin berteriak terkejut. "Me-menikah kata mu?"
Siwon menatap Changmin dengan bingung. "Kau juga tidak tau?" Changmin menundukan kepala nya, biasa nya Kyuhyun akan selalu menceritakan semua kepada nya apapun penyebab nya dan tidak mungkin Kyuhyun tidak memberitahu nya. Changmin menatap Siwon yang masih setia menunggu jawaban nya. Changmin menghela nafas nya kasar.
"Aku juga tidak tau tapi pasti akan aku tanyakan jika dia sudah pulang."
"Terima kasih banyak, Changmin." Siwon tersenyum pahit.
"Jadi... kau benar-benar masih mencintai nya?" tanya Changmin dengan memberikan tatapan menyelidik pada Siwon.
"Harus berapa kali kukatakan pada mu? Aku masih sangat mencintai nya."
"Lalu kenapa tak langsung kau nyatakan saja? Lihat situasi nya sekarang, malah menjadi kacau balau." balas Changmin yang langsung membuat Siwon tertunduk lesu.
"Dia pasti akan menjauhi ku jika langsung menyatakan nya seperti itu. Aku harus mendekati nya dari awal." Siwon berdiri lalu membungkukan badan nya. "Terima kasih, Changmin. Akan ku tunggu pemberitahuan dari mu."
"O-oh... ne."
Siwon berjalan keluar dari apartemen Changmin lalu memasuki apartemen nya. Baru beberapa langkah ia masuk, Yunho kemudian muncul di hadapan nya dengan pandangan khawatir. "Hey... apa yang terjadi?"
Siwon mengalihkan pandangan nya lalu berjalan terlebih dahulu ke kamar nya. "Maaf... aku perlu beristirahat dulu."
CKLEK
Yunho dapat mendengar dengan jelas suara pintu kamar Siwon di kunci. Yunho menghela nafas nya dan masih menatap pintu itu. Apa yang sebenar nya terjadi disini, batin Yunho bingung.
.
.
.
.
"Kau yakin hanya ingin sampai disini saja?" tanya Jonghyun sembari memperhatikan Kyuhyun yang meminta nya untuk mengantarkan nya sampai di depan gedung apartemen nya saja. Kyuhyun menganggukan kepala nya pelan, tak ada niatan untuk memperhatikan Jonghyun.
"Ya, aku permisi dulu." Dan saat tangan Kyuhyun hendak membuka pintu mobil itu, Jonghyun segera menarik lengan Kyuhyun dengan kuat. "J-Jonghyun..." Kyuhyun membulatkan mata nya saat berhasil menahan dada Jonghyun, seperti nya Jonghyun hendak mencium nya barusan. Jonghyun menatap Kyuhyun dengan penuh kebingungan,dia benar-benar tak mengerti dengan pria manis dihadapan nya ini.
"Sekali lagi... permisi..." Dengan cepat Kyuhyun keluar dari dalam mobil Jonghyun dan berlari dengan cepat masuk ke dalam gedung. Sesekali Kyuhyun hampir terjatuh karena berlari sembari membawa bawaan yang berat di koper nya. "Hahhh hahhh..." Kyuhyun mengatur nafas nya yang memburu sehabis berlari. Tangan nya menekan tombol lift menuju ruang apartemen nya. Pandangan nya berubah menjadi kosong. Apa yang terjadi barusan? Kenapa cepat sekali reaksi ku untuk menolak nya? Batin Kyuhyun.
TING
Pintu lift terbuka dan Kyuhyun segera menarik koper nya menuju apartemen nya.
"Aku pulang. E-eh Changmin!" Kyuhyun terkejut saat Kyuhyun baru masuk dan membuka sepatu nya, dnegan cepat Changmin menghampiri nya kemudian menarik nya dengan kasar. "Sakit! Oy! Lepaskan!" Kyuhyun berusaha memberontak namun tak berhasil. Changmin mendorong Kyuhyun hingga ia terduduk di sofa lalu Changmin menatap Kyuhyun dengan pandangan menyelidik.
"Ada apa dengan kau ini huh?!" Kyuhyun tak terima diperlakukan seperti itu bahkan oleh sahabat nya sendiri. Changmin menghela nafas nya lalu melipat tangan nya di dada.
"Jelaskan pada ku... apa maksud mu tentang Jonghyun dan pernikahan huh?" Kyuhyun terkejut mendengar pertanyaan sahabat nya itu. Bagaimana ia bisa tau?
"I-itu kesalahpahaman, aku tak akan menikah dengan Jonghyun."
"Lalu? Cho Kyuhyun... kumohon jelaskan semua nya secara terperinci." Changmin berusaha terlihat setenang mungkin walaupun ia tidak tenang sama sekali. Kyuhyun menghela nafas nya, tak tau harus mulai dari mana.
"Aku juga tidak tau bagaimana ini bisa terjadi... yang ku tau aku tertidur lalu saat terbangun aku melihat umma ku bahagia dan mengatakan tentang pernikahan dengan Jonghyun yang tentu saja membuat ku bingung harus bereaksi seperti apa pada saat itu. Lalu ya aku bertanya pada umma ku apa yang terjadi yang ternyata..." Kyuhyun berhenti sebentar untuk menatap Changmin yang nampak nya sangat fokus mendengar kelanjutan nya. "Itu akal Jonghyun semata saat... Siwon membawa ku kembali ke rumah."
"Tunggu? Siwon?" Sela Changmin.
"Ya... aku sedang bersama si bodoh itu di Jeju. Dan untung nya umma sedang pengertian dan mengerti dengan kondisiku waktu itu."
"Jadi mm... bagaimana dengan kau dan Jonghyun sekarang?"
"Aku... akan mencoba melihat bagaimana seorang Lee Jonghyun yang sebenar nya terhadap diri ku dan jika ia tak bisa membuat sesuatu yang berarti dalam satu bulan... aku tak akan menemui nya lagi. Ahhhh... kenapa ini semua terjadi pada ku?" Kyuhyun mengacak-ngacak rambut nya kesal. Changmin menganggukan kepala nya pelan setelah mengerti.
"Maaf tiba-tiba saja menanyakan mu semua itu saat kau baru tiba. Biar ku ambil kan minum."
"Ya tolong ambilkan."
Changmin berdiri lalu berjalan menuju dapur dan tanpa sepengetahuan Kyuhyun, ia mengambil ponsel di dalam kantung celana nya yang sedaritadi menyala dan mendengar sebuah suara.
'Terima kasih.' Terdengar suara itu berterima kasih. Changmin lalu memutuskan panggilan yang ternyata diam-diam ia buat dengan seseorang. Sedangkan Kyuhyun yang menunggu Changmin untuk mengambilkan nya minuman tiba-tiba saja teringat sesuatu.
Ah iya... bagaimana dengan keadaan Siwon semenjak itu? Pikir Kyuhyun kemudian menggelengkan kepala nya. Lebih baik ia beristirahat dulu sebelum memikirkan hal lain nya.
.
.
.
.
"Eunghhhh..." Kyuhyun merentangkan tangan nya setelah terbangun dari tidur nyenyak nya. Pipi nya terasa gatal dan ia menggaruk nya hingga sedikit kemerahan. Dengan langkah malas, ia berjalan untuk mandi. Setelah mandi dan berpakaian santai, ia berjalan keluar untuk mencari Changmin.
"Changmin?" Panggil Kyuhyun namun tak ada sahutan. Kyuhyun membuka pintu kamar Changmin dan tak menemukan seorang pun didalam. Mata nya menangkap sesuatu saat ia berjalan menuju dapur. Secarik kertas yang di simpan di atas meja makan.
Oy! Aku ada urusan dengan seseorang maaf tak sempat membuatkan makanan, pergi saja sana makan di luar. Aku pergi sampai malam jadi seharian penuh aku tak akan membuatkan makanan. Dadah!
Tertanda, Changmin
SREK
Kyuhyun dengan cepat merobek kertas itu menjadi potongan-potongan kecil. Padahal ia sedang malas untuk berjalan keluar, apa boleh buat. Dengan terpaksa Kyuhyun berjalan keluar dan menemukan seseorang yang baru saja keluar dari lift. Kyuhyun terkejut melihat penampilan orang itu yang tak seperti biasa nya.
"Si-Siwon?" Panggil Kyuhyun pada orang yang ternyata Siwon itu. Siwon berjalan terseok-seok dan seperti nya tak mendengar panggilan Kyuhyun. Kyuhyun berjalan mendekati Siwon dan hendak menyentuh bahu nya. "Oy Si—"
BRUK
"SIWON!" Kyuhyun terkejut saat Siwon tiba-tiba saja terjatuh ke depan padahal ia hanya menyentuh bahu nya dengan pelan. Kyuhyun berusaha membuka pintu apartemen Siwon namun tak bisa. Berbeda dengan apartemen Kyuhyun yang menggunakan kunci, apartemen Siwon menggunakan password angka yang tak ia ketahui.
"Ah sial!" Kyuhyun memapah Siwon untuk masuk ke dalam apartemen nya lalu menidurkan Siwon di atas sofa nya. "Siwon! Bangunlah ayo!" Kyuhyun menepuk-nepuk pelan pipi Siwon dan tak ada reaksi sama sekali. Hangat, batin Kyuhyun saat ia memegang kening Siwon.
Kyuhyun melangkahkan kaki nya kembali untuk mengisi air dingin ke dalam mangkuk lalu mengambil sebuah handuk kecil. Kyuhyun segera mengompres kening Siwon lalu mendudukan diri nya di samping nya.
"Apa yang terjadi pada mu?" tanya Kyuhyun yang pasti nya tak akan di jawab Siwon karena ia masih pingsan. Tiba-tiba saja perut Kyuhyun berbunyi, ia sangat lapar sekarang tapi tak mungkin ia meninggalkan Siwon sendirian dalam keadaan seperti ini.
"Ha-haruskah?" Kyuhyu berjalan gontai ke arah dapur dan menatap nya sebal. Ia benci yang nama nya memasak. Tapi dalam keadaan ini ia harus memasak sesuatu yang sehat dan menyegarkan—melihat ia kedatangan tamu yang dalam keadaan tak sehat. "Hahhh... apa boleh buat..."
Kyuhyun menghela nafas nya lalu melihat-melihat isi di kulkas nya. Beberapa menit Kyuhyun terdiam.
"A-apa yang harus kubuat..."
.
.
.
.
"Ahhh... hahhhh..." Nafas Siwon mulai terdengar tidak memburu lagi dan perlahan ia mulai membuka mata nya. Ia menyangka diri nya masih di alam mimpi saat melihat wajah Kyuhyun lah yang pertama kali ia lihat saat membuka mata, tapi ini bukanlah mimpi.
"Akhirnya kau bangun juga." Ucap Kyuhyun yang meyakinkan Siwon kalau ini adalah dunia nyata. Siwon mengerjapkan mata nya beberapa kali sebelum mengeluarkan suara nya.
"Aku dimana?"
"Kau di apartemenku, aku tak bisa memasukan mu kedalam apartemen mu karena aku tak tau password nya. Apa kau sedang sakit? Kau tadi pingsan, apa kau ingat?" ucap Kyuhyun dengan cepat yang membuat Siwon sedikit kebingunan untuk menangkap nya.
"A-ah ya... aku ingat..." Kyuhyun menghela nafas nya lega lalu mengambil mangkuk yang sedaritadi ia simpan di atas meja.
"Makanlah cepat..." Siwon mengubah posisi nya menjadi duduk di atas sofa dan memperhatikan isi mangkuk itu yang ternyata bubur. "Jangan protes jika rasa nya aneh... aku tak suka memasak tau... kalau bukan karena kau... kau merepotkan..." lanjut Kyuhyun sembari mengalihkan pandangan nya. Siwon tersenyum kecil saat ia bisa melihat semburat merah di pipi chubby Kyuhyun.
"Terima kasih banyak." Siwon berucap pelan. Kyuhyun memperhatikan Siwon yang nampak nya masih dalam keadaan lemas, lihat saja tangan nya yang bergetar saat memegang sendok. Kyuhyun lagi-lagi menghela nafas nya dan mengambil mangkuk serta sendok dari tangan Siwon.
"Biar aku suapi." ucap Kyuhyun dengan semburat merah yang makin terlihat di pipi nya. Dalam diam, Kyuhyun terus menyuapi Siwon yang terus saja memandangi nya. Apa ada sesuatu yang salah di wajah nya? Dan tanpa terasa, isi mangkuk itu sudah kosong. Siwon meminum segelas air yang disuguhkan Kyuhyun dan menatap heran obat yang Kyuhyun tengah sodorkan pada nya.
"Obat sakit perut... siapa tau nanti makanan ku akan bereaksi ya kan?" Siwon menatap Kyuhyun kemudian tertawa pelan, membuat wajah Kyuhyun memerah malu. "H-hey! Jangan tertawa!" protes Kyuhyun dan tanpa sadar mempoutkan bibirnya.
"Kau... benar-benar tak berubah..." ucap Siwon yang langsung membuat Kyuhyun terdiam.
"Aku tak mengerti apa maksud mu." Kyuhyun mendudukan diri nya di samping Siwon dan menghela nafas untuk kesekian kali nya. "Jadi mau ceritakan pada ku apa yang membuat mu ping—"
BRUGH
Ucapan Kyuhyun terputus saat ia merasakan sesuatu di atas paha nya. Kyuhyun membulatkan mata nya terkejut saat Siwon menidurkan kepala nya di atas paha Kyuhyun. Kyuhyun melirik Siwon yang memejamkan mata nya kembali. Wajah Siwon terlihat sangat damai sekarang, bagaikan malaikat.
"Biarkan seperti ini dulu... kumohon..." ucap Siwon dengan suara serak nya dan menyamankan posisi kepala nya di atas paha Kyuhyun. Wajah Kyuhyun semakin memerah saat mendengar ucapan Siwon barusan. Kyuhyun menatap lurus ke depan, memejamkan mata nya lalu mengangkat tangan nya—
"Jangan membuat ku khawatir seperti ini... pabbo..." ucap Kyuhyun sembari mengelus lembut surai hitam Siwon. Waktu terasa berhenti saat itu juga, saat mereka berdua berbagi senyum tulus kembali. Senyuman yang sudah lama tak menghangatkan hati mereka berdua.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
Ciaooooo saya kembali aduh maafkan saya yang update nya lama binggo:( suka kadang ga ada motivasi buat ngetik bhak~
Walaupun update nya lama semoga saja review nya tak sedikit ya ya ya yaaaaa:( JADI KALAU TELAH MEMBACA CHAPTER INI TOLONG JANGAN LUPA TINGGALKAN REVIEW NYA NE JEBAL;3 ITUNG-ITUNG NAMBAH SEMANGAT AUTHOR BUAT NGETIK YE~
Ga terasa FF Parasyte udah end ya~ Saya ada niat buat FF WonKyu tentang Hybrid Chil gitu nyeheee tapi tunggu FF ini selesai dulu deh biar author ga banyak utang~
Gatau mau ngomong apa lagi harap maklumi aja kalau update nya lama soal nya saya suka ga kepikiran buat ngetik lanjutan nya gimana, otak author lelah:( so tungguin aja dengan penuh kesabaran next chap nya ya! CIAO!
