CHUP

Sesuatu yang lembut terasa di bibir Kyuhyun dan Kyuhyun menyukai nya. Ciuman lembut yang Siwon berikan tak menuntut nafsu sama sekali. Kyuhyun bahkan seperti bisa merasakan rasa cinta dan sayang Siwon dalam ciuman itu. Kyuhyun membuka kembali mata nya saat Siwon melepaskan ciuman mereka. Dan hal yang pertama Kyuhyun lihat saat ia membuka mata nya adalah... senyuman bahagia Choi Siwon.

"Aku tak akan pernah berhenti mencintaimu..."

Dan saat itu juga Kyuhyun tau...

Siwon telah kembali mencuri hati nya.

SparWonKyu present

.

.

Love Next Door!

Sequel of Handsome Next Door!

.

.

Rate T+ / Romance, Drama & Humor

Boys x Boys

Typo(s)

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.

Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?

ENJOY

.

.

.

CHAPTER 13

STEP STEP STEP

Suara langkah kaki terdengar menggema di lorong apartemen yang sepi itu, suara langkah kaki yang baru saja keluar dari dalam lift. Dan yang baru saja keluar dari sana adalah Siwon dan Kyuhyun. Siwon yang memasang wajah datar nya dan Kyuhyun yang menunduk malu akibat ulah Siwon yang ingin berjalan sambil bergandengan tangan sampai ke depan pintu apartemen masing-masing.

Mereka berdua akhirnya berhenti tepat di depan pintu apartemen Kyuhyun. Siwon mengubah pandangan nya ke arah Kyuhyun yang masih menundukan kepala nya dan semakin menggenggam erat tangan Kyuhyun. Kyuhyun pun masih setia menundukkan wajah nya yang merona malu. Siwon menghela nafas dan melihat jam tangan nya menunjukkan pukul 11.59 malam.

"Eh?" Kyuhyun terkejut saat Siwon mengangkat dagu nya lalu mencium bibir nya. Ciuman yang tak berlangsung lama itu berhasil membuat jantung Kyuhyun berdetak dengan cepat.

"Kurasa itu ciuman penutup untuk kencan kita hari ini." Ucap Siwon saat ia melihat kembali jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat 1. Siwon dengan terpaksa melepaskan genggaman tangan nya dan tersenyum. "Terima kasih untuk hari ini. Akan ku nantikan kencan-kencan selanjutnya." Lanjut Siwon lalu mengacak surai Kyuhyun.

"E-emm..." balas Kyuhyun malu-malu.

"Lalu? Masuklah. Aku akan kembali ke apartemen ku jika kau sudah masuk duluan." Siwon masih setia menatap Kyuhyun yang terus saja malu-malu kucing itu. Kyuhyun mengangguk pelan dan setelah mengucapkan selamat malam, ia masuk ke dalam apartemen nya dan bersender di pintu nya.

BLAM

Kyuhyun dapat mendengar suara pintu apartemen sebelah baru saja di tutup, tanda Siwon baru saja masuk ke apartemen nya. Kyuhyun menundukan kepala nya dan tubuh nya terseret ke bawah. Kyuhyun terduduk di lantai dan mengangkat tangan nya.

"Tidak... tidak..." Kyuhyun menatap tangan nya yang terangkat dengan pandangan kosong. Namun pandangan nya yang pertama jelas mulai berubah menjadi tak jelas karena air yang mulai menggenang di mata nya.

"Tidak... tak boleh ada perasaan lagi pada nya Kyuhyun... tak boleh... kau tak boleh jatuh cinta..." Air mata itu akhirnya mengalir menuruni pipi mulus nya. Tangan nya yang terangkat pun menutup wajah Kyuhyun. Membuat suara tangisan Kyuhyun teredam.

"Tak boleh... jatuh cinta hiks... aku tak ingin tersakiti lagi..." Kyuhyun menekuk lutut nya dan memedamkan wajah nya di antara lutut nya. Ia mulai menangis dengan cukup kencang hingga membuat Changmin yang sudah tertidur pulas menjadi terbangun. Changmin hanya bisa melihat dari celah pintu kamar nya yang terbuka. Entah mengapa ia tak ingin mengganggu Kyuhyun. Ia ingin membiarkan Kyuhyun mengeluarkan semua emosi nya yang terpedam agar besok mungkin saja perasaan nya bisa menjadi lebih lega.

.

.

.

.

Pagi akhirnya datang membangunkan semua orang yang harus kembali beraktivitas termasuk Cho Kyuhyun yang terbangun dengan mata sembab nya. Kyuhyun mengerang pelan saat ia mandi dan mengganti pakaian nya, ia tak mood untuk bekerja hari ini tapi ia tak boleh absen sehari pun karena ia harus terus melanjutkan naskah drama nya.

"Selamat pagi." Ucap Changmin dengan nada ceria saat melihat Kyuhyun masuk ke dapur. Kyuhyun mengangguk sebagai balasan dan mendudukan diri nya. Changmin segera memberikan sarapan pagi ini kepada Kyuhyun lalu duduk di hadapan nya sambil tersenyum.

"Kau tak makan?" Tanya Kyuhyun saat menyadari Changmin sama sekali tak makan. Changmin menggelengkan kepala nya masih sambil tersenyum.

"Tidak, aku sudah makan. Ah dan makanlah coklat ini. Ini bisa membuat mood mu lebih baik." Changmin memberikan satu bungkus coklat kepada Kyuhyun yang masih sibuk memakan sarapan nya. "Aku harus pergi duluan ya! Sampai ketemu di kantor!"

"O-oh..." Kyuhyun mengedipkan mata nya beberapa kali saat Changmin melesat dengan cepat keluar dari apartemen. Ada yang aneh dengan nya. "Hahhh..." Kyuhyun menghela nafas nya dan kembali melanjutkan acara makan nya yang sempat tertunda karena kelakuan ajaib Changmin. Setelah perut nya terisi penuh, Kyuhyun lalu mengambil tas nya dan melilitkan syal putih di leher jenjang nya.

CKLEK

Suara pintu berderit dapat terdengar di sana. Dengan perlahan Kyuhyun membuka pintu nya dan mengintip dari dalam jika ada seseorang yang sangat tak ingin ia temui sedang menunggu nya. Mata nya menginspeksi sekitar nya dan tak menemukan apapun.

"Bagus." Kyuhyun segera berlari menuju ke depan lift dan menekan-nekan dengan cepat tombol lift. 'Cepat terbuka bodoh.' rutuk nya dalam hati. Lalu saat pintu lift terbuka, Kyuhyun dapat mendengar suara pintu di buka di belakang nya. Bulu kuduk Kyuhyun mendadak merinding, dengan secepat kilat Kyuhyun masuk dan menekan tombol pintu lift agar menutup. Dan Kyuhyun hanya bisa melihat kaki jenjang yang berjalan keluar sebelum pintu lift benar-benar tertutup.

Lemas. Kaki Kyuhyun terasa sangat lemas hingga membuatnya harus menyenderkan tubuh nya pada lift. Kyuhyun menghela nafas nya lagi. Ia semakin merasa menua dengan semua helaan nafas yang terus ia hembuskan beberapa hari ini. 'Tak boleh Cho Kyuhyun... ingat... kau tak boleh jatuh cinta pada nya lagi...'

Kyuhyun menganggukan kepala nya dan berjalan keluar dari lift setelah meyakinkan kalau diri nya tak akan pernah jatuh cinta lagi pada seseorang, atau lebih tepat nya pada seorang Choi Siwon. Kyuhyun menundukan kepala nya selama perjalanan menuju kantor nya, ia berpikir lebih baik tak memiliki pasangan sama sekali daripada harus merasakan yang nama nya sakit hati terus menerus. Bisa-bisa suatu saat nanti Kyuhyun akan didiagnoas terkena penyakit hati akut karena itu semua.

"Huf..." Kyuhyun mendudukan diri nya di atas kursi kerja nya setelah berjalan. Sekilas Kyuhyun mengurut kaki nya yang terasa pegal lalu mengambil naskah drama yang selama ini belum di selesaikan nya. Kalau boleh jujur, ia sudah berada di jalan buntu. Ia tak tau harus menulis apa lagi. Semua inspirasi dan ide nya menghilang begitu saja. Daripada memikirkan ide nya yang menghilang entah kemana, Kyuhyun memilih menyalin dan mengetik semua tulisan sebelum nya ke dalam komputer. Terlalu fokus mengetik, Kyuhyun bahkan tak menyadari keberadaan Jonghyun yang tengah berdiri disamping nya.

"Wah fokus sekali."

"Ah!" Kyuhyun tersentak kaget saat Jonghyun berucap tepat di samping telinga nya. Melihat reaksi Kyuhyun yang lucu membuat Jonghyun terkekeh geli.

"Astaga... aku tak bermaksud menakuti mu." Ucap Jonghyun sembari tersenyum lalu mengacak surai Kyuhyun.

"T-tak apa-apa... kumohon hentikan itu. Semua orang melihat kita." ujar Kyuhyun dan menatap tak suka karena perbuatan Jonghyun yang terus mengacak rambut nya. Jonghyun memperhatikan sekitar nya dan melihat pegawai-pegawai nya yang tengah menatap mereka dengan penuh menyelidik. Jonghyun memberikan glare nya dan para pegawai itu langsung dengan cepat kembali ke pekerjaan masing-masing.

"Memang nya kenapa?" tanya Jonghyun bingung lalu menjauhkan tangan nya dari rambut Kyuhyun. Kyuhyun membenarkan rambut nya sejenak dan beralih kembali ke arah komputer nya.

"Aku tak mau orang-orang berpikir yang aneh pada ku."

"Apa? Seperti mereka menuduh mu sebagai kekasih ku?" bisik Jonghyun yang langsung membuat Kyuhyun tersipu.

"Bu-bukan begitu... bagaimana kalau mereka mengira aku dapat pekerjaan ini karena dekat dengan mu dan sebagai nya... ya... begitulah..." Jonghyun memasang pose berpikir kemudian menganggukan kepala nya.

"Kau benar hhh... itu tak baik. Ah ya, ngomong-ngomong kapan kita kencan?"

SRET

Suara Jonghyun yang lumayan besar disaat keadaan tengah hening itu membuat para pegawai langsung berhenti dari kegiatan mereka dan menatap dengan penuh keterkejutan kearah Kyuhyun juga Jonghyun.

"A-ah kencan?! Ti-tidak, aku tidak berniat memasukan adegan kencan ke dalam naskah nya ahahaha..." Kyuhyun tertawa kikuk membuat Jonghyun menatap nya bingung dan para pegawai yang langsung kembali ke kegiatan nya yang sempat terhenti. Kyuhyun menarik lengan Jonghyun membuat Jonghyun sedikit membungkuk agar Kyuhyun dapat membisikan sesuatu. "Bisakah kau tanya itu nanti? Aku harus fokus bekerja sekarang!" bisik Kyuhyun dengan penuh nada penekanan.

"Baiklah baiklah... maaf menganggu mu." ucap Jonghyun lalu berdiri dan membelakangi Kyuhyun. "Tapi lebih baik kau adakan adegan kencan ke dalam naskah mu itu." lanjut Jonghyun sembari tersenyum penuh arti ke arah Kyuhyun. Kyuhyun pun hanya bisa terdiam mendengar perkataan Jonghyun tadi.

'A-apa-apaan itu tadi...' Kyuhyun berusaha fokus kembali dalam pekerjaan sebelum para pegawai wanita berbicara dengan cukup keras dan menarik perhatian Kyuhyun karena topik yang mereka bicarakan.

"Hey kudengar hari ini Choi Siwon berulang tahun kan?"

"Ah kau benar! Ku harap hari ini ia datang ke kantor kita agar aku bisa memberikan nya hadiah!"

"Ya semoga saja ya hihihi..."

Seketika pikiran Kyuhyun tak lagi berada dalam ruangan ini, tak lagi pada pekerjaan nya. Besok ulang tahun nya? Bagaimana ia bisa lupa... atau mungkin tak tau?

'Ah! Sadar Cho Kyuhyun! Untuk apa kau memikir kan ulang tahun nya? Lebih baik kau cepat-cepat selesaikan naskah drama ini agar kau tak perlu lagi menemui nya!' Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala nya dengan cepat lalu kembali fokus mengetik. Tapi... tak bisa... pikiran nya terlalu fokus mendengar percakapan pegawai wanita itu.

.

.

.

.

Matahari sudah berganti bulan dan Kyuhyun tengah berjalan dengan lemas ke arah gedung apartemen nya yang sudah tak terlalu jauh lagi jarak nya. Setelah mengetik dengan kecepatan penuh dan menambah beberapa scene ke dalam naskah drama nya, akhirnya ia berhasil! Akhirnya setelah sekian lama, Kyuhyun berhasil menuntaskan naskah drama nya. Hanya perlu ia refisi ulang dan ia akan memberikan nya ke Hangeng, apakah naskah drama nya akan di terima atau tidak nya.

TRING TRING

"Yeoboseyo?" Kyuhyun berhenti tepat di depan mini market dan tanpa melihat siapa yang menelpon nya, ia mengangkat nya. Dan seketika tubuh Kyuhyun menjadi merinding mendengar suara berat dari ujung sambungan.

"Ini aku."

"Si-Siwon?" ucap Kyuhyun terkejut karena tak ada dalam benak nya kalau yang akan menelpon adalah Choi Siwon.

"Kau sekarang dimana?"

"Ke-kenapa kau bertanya itu?"

"Hanya ingin merayakan keberhasilan atas selesai nya naskah drama mu. Selamat."

"Te-terima kasih."

"Hah... semua nya tutup, jadi aku membeli beberapa cemilan dan minuman di mini market samping gedung apartemen kita." Kyuhyun menolehkan kepala nya dengan horror ke arah kanan nya. Wajah berubah memucat dan semua tubuh nya terasa lemas. Sekarang ini ia tengah berhenti tepat di depan pintu masuk mini market samping gedung apartemen nya. Yang berarti Siwon sedang berbelanjan di dalam sana.

"Oh, ma-maafkan aku! Aku baru saja keluar dari kantor, yang berarti aku akan pulang ma—" Kyuhyun berhenti berjalan saat seseorang menarik kerah bagian belakang baju nya dan ia tau siapa yang menarik nya. Terdengar dari suara gema suara nya yang terdengar. Kyuhyun menoleh ke belakang dan melihat Siwon yang baru saja menutup panggilan telepon nya.

.

.

.

.

"Selamat atas selesai nya naskah drama pertama mu."

"Terima kasih."

CLANK

GLEK GLEK GLEK

"Ah..." Kyuhyun tersenyum kecil merasakan nikmat nya rasa bir kalengan dari mini market di samping apartemen nya. Ia tak tau ada bir kalengan seenak itu di daerah nya. Mungkin karena selalu Changmin yang berbelanja dan Changmin selalu membeli makanan minuman yang menyehatkan, ia tak tau ada bir enak ini. Kyuhyun menundukan kepala nya dan menatap kaleng bir yang ia pegang, saat ini ia sedang berada di dalam apartemen Siwon untuk pertama kali nya. Apartemen nya terlihat bersih dan rapih. Awal nya ia tak ingin masuk ke dalam tapi Siwon dengan cepat menarik tangan nya masuk. "Kurasa... aku seharus nya pulang. Tak enak kalau Yunho pulang dan semua nya menjadi berantakan karena aku."

"Ia tak pulang hari ini, produser drama nya ingin mempercepat project nya dan kalau tak salah sahabat mu itu ikut terlibat bukan?"

"Ah Changmin? Ya dia juga ikut terlibat."

"Hm... begitu."

Dan keheningan kembali melanda mereka. Tak ada salah satu dari mereka yang ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu. Siwon membuka kantung berisikan kripik dan menaruh nya di atas meja. Meluruskan kaki nya di lantai dan memakan kripiki itu.

"Makanlah." Suruh Siwon dan kembali meminum bir nya. Kyuhyun menggaruk kaki nya yang sedikit kesemutan karena duduk dengan cara formal di atas lantai. Kyuhyun menatap kripk di atas meja lalu melirik ke arah Siwon. Pandangan Siwon yang tak tertuju pada nya dan nampak tak ada yang ingin ia bicarakan nya dengan diri nya membuat Kyuhyun sedikit kesal kemudian membuat Kyuhyun melanjutkan meminum bir nya.

.

.

.

.

"Aku yakin orang-orang tak suka minum dengan mu." Siwon berucap pelan sembari memperhatikan Kyuhyun di depan nya. Kyuhyun yang dalam keadaan mulai semakin mabuk.

"Hik... apa katamuhhhh?! Hik..." Suara cegukan keluar dari mulut Kyuhyun saat ia berbicara. Kepala nya tak kuat untuk tegak hingga ia menidurkan kepala nya di atas meja. Semua ini akibat Kyuhyun yang tanpa sadar sudah meminum lebih dari sepuluh kaleng bir.

"Benar-benar peminum paling buruk yang pernah aku lihat."

"DIAMHHHHH! Hik..."

"Sudah cukup. Jangan kau lanjutkan minum lagi." ucap Siwon lalu mengambil kaleng bir yang sedang di pegang Kyuhyun.

"Kembalikanhhhh..." ucap Kyuhyun sembari berdiri dan berjalan sempoyongan ke arah Siwon.

"Oy! Cho Kyuhyun, berhenti!" suruh Siwon yang tak di gubris oleh Kyuhyun yang sedang menarik-narik kaleng bir milik nya yang tadi diambil oleh Siwon. Adegan tarik-menarik pun tak terlepas hingga Kyuhyun merasa tak kuat berdiri lagi dan terjatuh ke depan hadapan Siwon. Siwon yang terkejut melihat Kyuhyun terjatuh membuat nya melepaskan kaleng bir di tangan nya hingga terjatuh ke lantai hanya untuk menangkap Kyuhyun.

"Ah... sayang sekali hik..." Kyuhyun yang terjatuh di depan Siwon melirik kaleng bir di belakang nya yang sudah terjatuh dan membuat lantai ruang tamu Siwon menjadi basah. Kyuhyun yang hendak meraih kaleng bir yang tadi terjatuh di buat terkejut oleh Siwon yang menangkup pipi nya kemudian mencium bibir nya itu. Ciuman yang hanya berlangsung selama beberapa detik sebelum akhirnya Siwon melepaskan ciuman juga tangan nya yang menangkup pipi Kyuhyun.

"Bisakah kau... hik... tak melakukan itu?" Pipi Kyuhyun yang memerah akibat mabuk semakin di buat merah oleh aksi Siwon barusan. Kyuhyun menundukan kepala nya. "Aku mau pulang saja." Kyuhyun hendak memindahkan tubuh nya sebelum tangan yang menopang tubuh nya itu terpeleset oleh tumpahan bir di lantai membuat wajah Kyuhyun menghantam lantai.

"Ahhhh..."

"Hah... apa yang akan aku lakukan dengan mu?" Siwon hanya bisa menggelengkan kepala nya saat Kyuhyun terduduk sambil memegangi wajah nya yang berdenyut sakit. "Ini handuk." Siwon berdiri dan mengambil handuk kecil di kamar nya dan melemparkan nya ke atas kepala Kyuhyun.

"Keringkanlah." Suruh Siwon saat melihat handuk yang ia lemparkan mendarat di atas kepala Kyuhyun. Melihat Kyuhyun yang hanya diam saja membuat tangan nya terangkat untuk membantu mengeringkan rambut Kyuhyun yang basah dan berbau bir itu, sebelum tangan nya di tangkis oleh Kyuhyun.

"Jangan sentuh aku!" teriak Kyuhyun dan handuk yang berada di kepala nya pun terjatuh ke lantai. "Aku tak bisa terus seperti ini... kenapa... kenapa aku merasa sakit hanya karena kau berada di sekitarku?" Siwon membulatkan mata nya terkejut melihat Kyuhyun yang tiba-tiba menangis di depan nya seperti itu. Namun tangisan Kyuhyun hanya terjadi selama beberapa saat saja sebelum akhirnya Kyuhyun berhasil berdiri. "Aku pulang."

"Oy... Kyuhyun tunggu..." Siwon segera menahan lengan Kyuhyun saat melihat nya berjalan sempoyongan.

"Lepaskan aku... aku bilang lepas—"

Kyuhyun seketika terdiam saat Siwon mendorong nya ke dinding dan menghimpit nya. Tangan kiri Siwon menahan lengan Kyuhyun dan tangan kanan nya di taruh tepat di samping kepala Kyuhyun. Siwon menatap mata Kyuhyun dengan lekat.

"Menurut mu kau berada di sekitar ku tak mempengaruhi ku sama sekali? Aku tak pernah main-main dengan mu..." Siwon memejamkan mata nya dan kembali mencium bibir Kyuhyun untuk beberapa saat sebelum kembali melepas ciuman nya. "Aku bilang pada mu... aku jatuh cinta pada mu. Dan jika aku bisa bilang seperti itu, kenapa tak kau akui saja? Kau cinta pada ku, bukan?" Jantung Kyuhyun berdegap semakin kencang saat tatapan mata Siwon seperti membuat nya meleleh. Wajah nya semakin dibuat merah dengan lanjutan kata Siwon.

"Aku terus bilang pada mu kalau aku cinta pada mu. Apalagi yang kau inginkan? Jika kau bilang itu masih tak cukup, lalu harus seberapa banyakkah aku cinta pada mu untuk membuat mu mengizinkan ku masuk ke dalam hati mu?" Tangan kanan nya yang menyentuh dinding, ia pindahkan menjadi menyentuh pipi kanan Kyuhyun. "Kyuhyun..." Siwon kemudian menarik Kyuhyun ke dalam pelukan nya dan memeluk nya dengan sangat erat, seakan ia tak akan pernah bertemu dengan Kyuhyun lagi jika ia tak memeluk nya dengan erat. "Ingat. Aku tak peduli seberapa benci nya kau pada diriku, aku—"

Ucapan Siwon terpotong saat ia mendengar suara Kyuhyun terisak. "Siwon..." Siwon terkejut saat Kyuhyun membalas pelukan nya.

"Kyuhyun... saranghae."

Dan malam itu mereka berdua lalui dengan tidur di dalam kamar Siwon, dengan Siwon yang sudah teridur nyenyak sembari memeluk Kyuhyun dari belakang. Memeluk pinggang Kyuhyun yang rasa nya mudah rapuh itu. Sedangkan Kyuhyun masih belum bisa tertidur dan hanya bisa mendengar dengkuran kecil di belakang nya. Siwon benar-benar memeluk pinggang nya dengan erat. Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan mata nya dan menahan isakan nya yang akan keluar.

Biasa nya ia selalu sarkastik kepada ku. Membercandakan ku. Menjahili ku. Tapi sekarang... ia memegangku seperti aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Aku tak akan bilang. Aku tak akan bilang pada nya... dalam hidup ku, tak ada orang yang pernah membuat jantungku berdegup kencang seperti ini. Sangat sakit untuk mengatakan nya. Sangat sakit untuk mengatakan...

Kau sudah selalu berada di dalam hatiku, Siwon.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

Ciaooooo saya kembali aduh maafkan saya yang update nya lama binggo:(

Walaupun update nya lama semoga saja review nya tak sedikit ya ya ya yaaaaa:( JADI KALAU TELAH MEMBACA CHAPTER INI TOLONG JANGAN LUPA TINGGALKAN REVIEW NYA NE JEBAL;3 ITUNG-ITUNG NAMBAH SEMANGAT AUTHOR BUAT NGETIK YE~

oh iya pemberitahuan nih.. mulai besok saya mulai besok dan seterus nya saya bakal disibukin banget dengan kegiatan sekolah:( bakal ada uprak, ujian sekolah, pra-un dan yang lain nya huhuuuuu... jadi maafkan ya kalau update nya bertambah lama:( doa'kan saya berhasil dengan ujian-ujian yang akan datang ya^^

Saya kok ngerasa pecinta FF ini mulai menurun ya hiks;-; moga dengan chap yang agak full/? wonkyu ini kalian seneng~

Gatau mau ngomong apa lagi harap maklumi ya:( so tungguin aja dengan penuh kesabaran next chap nya ya! CIAO!