Chapter two : Illusion

You will be mine !!

Disclaimer Masashi Kishimoto

Rate : M ( jaga-jaga )

Genre : fantasi, romance, and sadistic

Pairing : NaruSasu - Other's pair

Warn! Kekerasan, typo, BL, and mungkin Hentai

"Qeyra cantik" Normal

'Qeyra cantik' Inner

Uchiha Sasuke : 17 tahun

Namikaze Naruto : 17 tahun (mungkin)

Qeyra masih newbie

Don't Like

Don't read

Preview Chapter :" Malam pun tiba, aku tidur dengan tidak enak dan terbangun karena merasa diawasi, dan aku melihat ada Namikaze Naruto dikamarku.Aku bergegas menyalakan lampu tidurku dan, dia menghilang. Apakan ini cuman fantasiku saja?Entahlah, ini terasa begitu nyata. Atau aku memang sedng diawasi oleh seseorang. "

Sasuke's POV

Aku diambang ilusi dan realita, apakah malam tadi adalah kenyataan, atau cuman khayalan?

Mata merah itu, menatap ku tajam. Mata itu seolah-olah menghisapku kedalam dirinya.

Aku seolah lenyap tertarik oleh perasaan yang sangat menyesakkan, tetapi juga menyenangkan.

Aku, sangat menginginkan dirinya, mata itu, tubuh itu dahkan semua raganya.

Aku terlalu gila untuk memikirkan tentang kewarasan, dan aku terlalu terobsesi untuk mendapatkan nya.

" Sasuke, kita sudah sampai " ucap ayahku membuyarkan lamunanku.

" Hn, thanks dad" ucapku pelan sambil keluar dari mobil, sedikit melambaikan tangan saat mobil ayahku mulai keluar dari parkiran sekolah.

Aku harus menemuinya. Ya, untuk tau kebenaran dari hal yang mengganggu pikiran ku adalah bertanya langsung kepadanya, Sang Namikaze Naruto. Aku melangkahkan kakiku cepat melewati lorong-lorong kelas. Menghiraukan jeritan-jeritan perempuan yang mengagumi ketampananku.

Ya, rambut berwarna hitam khas Uchiha dengan style chicken butt, mata hitam yang tajam, wajah yang tegas dan tampan, kulit putih bersih hampir pucat. Well, aku hanya terus berjalan menyusuri lorong-lorong kelas. walau aku tampan, aku tidak pernah pacaran.

Dan aku tidak pernah tertarik dengan perempuan, bisa dibilang aku adalah Gay. Namun, aku masih belum pernah berpacaran dengan seorang pria.

Dan sekarang, obsesiku adalah seorang Namikaze Naruto.

Ya, aku harus memilikinya. Karena dia adalah orang yang bisa membuat ku selalu memikirkannya. Matanya, wajahnya, bahkan aroma tubuhnya.

Aku bahkan bisa gila jika terus memikirkan semua hal tentang dirinya.

Terus menyusuri lorong. Akhirnya sampai didepan kelas, aku menggeser pintu masuk kelas dan mata elang ku mulai menyusuri setiap orang dikelas. Namun Nihil, dia tidak ada disini. Aku berjalan menuju tempat dudukku. Dan bertanya kepada Lee yang duduk didepanku

" Lee, kemana Namikaze-san? " Tanyaku kepadanya

" Entahlah, saat cuaca di Konoha sedang cerah, Boom. Namikaze's clan menghilang " ucapnya dengan sedikit bergaya, yang menurutku sedikit menjijikkan.

" Menghilang? " Beoku bingung

" Dr. Namikaze-sama dan istrinya mengajak mereka jalan-jalan. Semacam ke pantai atau berkemah. Aku sudah pernah mencobanya ke orang tuaku, tetapi aku hanya dapat omelan " bukan Lee yang menjawab pertanyaan ku tetapi Ten-ten dengan sedikit cemberut diujung kalimatnya.

"Hn, souka" ucapku pelan

Pikiranku entah melayang kemana, bahkan saat kurenai sensei memasuki kelas untuk mengajar mata pelajaran seni lukis, Aku hanya berdiam diri memikirkan obsesiku.

Naruto, Naruto, dan Naruto, Hanya dia yang kupikirkan.

Satu jam berlalu dan mata pelajaran kurenai sensei pun telah selesai. Tetapi aku tetap saja menghiraukan dunia dan tenggelam bersama khayalan-khayalanku.

KRIING~

Bunyi bell pertanda istirahat pun berbunyi. Aku dengan enggan menutup buku dan merapikan tasku. Setelah selesai aku melangkahkan kakiku ke kantin. Karena perutku terus menjerit minta diisi.

Aku duduk bersama dengan Lee, Ten-ten, ini dan choji. Walau sedikit aneh, mereka adalah teman yang baik.

Berbincang kecil dengan mereka sambil menghabiskan makanan dan sedikit mencari tau tentang Namikaze's clan adalah hal yang tidak buruk.

Banyak hal yang terlalu aneh tentang mereka, Yang tentunya hanya aku yang menyadarinya.

Seperti warna mata mereka yang kadang berubah warna.

Kepintaran diatas rata-rata manusia.

Kekebalan tubuh mereka.

Dan menghilang saat konoha dimandikan cahaya matahari.

QEQEY

" Dady! " Panggilku

" Dady diluar! " Sahut ayahku, aku berjalan dan menengok kerah jendela melihat ayah dari atas.

Aku bergegas menuruni tangga dan menuju ketempat ayahku berada. Dia tidak sendirian disana, ada pria seumuran ayahku dengan menggunakan tongkat ditangannya, dan mungkin anaknya yang mungkin sebaya denganku.

" Sasuke, perkenalkan dia adalah Shimura Danzo dan Sai anaknya " ucap ayahku memperkenalkan mereka

" Salam kenal, Uchiha Sasuke desu " ucapku seadanya, Sedikit tidak tertarik.

" Well bagai mana? Apa kau suka? " Ucap ayahku sambil menepuk pelan mobil Mercedes Benz e-class berwarna hitam

" Ini untukku, dad? " Tanyaku sedikit kagum

" Yes, bagaimana? Kau menyukainya? " Tanya ayahku lagi

" Of course, i love it. Thank you so much dady " ucapku girang sambil memeluk ayahku sebentar

" Sai akan mengajarimu memakainya " ucap danzo-sama kepadaku

Tak menunggu lama aku langsung masuk kedalam mobil baruku.

" Oke, starternya disini, rem, gas, disini, lalu masukkan perseneling nya " jelas sai secara singgat lalu tersenyum, bukan aku tak menyadari. Tapi senyumnya itu sangat terlihat palsu dimataku

" Baiklah, kemana aku mengantarmu sekolah? " Tanyaku padanya

" Akan kutunjukkan jalannya " ucapnya

Aku membawa mobil ini dengan kecepatan sedang menuju sekolah ku KIHS.

Setelah memarkir mobil ini, aku segera menuju kelasku, sedikit berharap dia bersekolah hari ini.

Aku memasuki kelas dan sedikit senang, dia berada di tempat duduknya, aku segera melangkah ke kursiku dan mendudukkan pantatku.

" Hey, kau Sasuke kan. Aku Namikaze Naruto " ucapnya sedikit grogi

" Ya, kemana kau 3 hari belakangan ini? " Tanyaku sedikit mengintimidasi

" Hmm. Hanya pergi ke filla di atas bukit konoha, untuk refreshing " jawabnya

Setelah itu perbincangan kami terpaksa ditunda karena Ibiki sensei telah memasuki kelas, bagaimanapun wajahnya menjelaskan bahwa dia adalah guru killer.

KRIING~

Bunyi bell masih menggema, aku dan Naruto masih berbincang kecil dikelas. Aku sangat tidak sabar untuk memilikinya.

" Naruto " ucapku pelan

" Hm.. kenapa suke? " Tanyanya

" Kau tidak makan? Aku bawa bekal dari rumah " tanyaku padanya

" Ah, tidak. Aku mengikuti program diet " ucapnya

" Ah, sayang sekali " ucapku, tidak sengaja aku menjatuhkan sumpitku kelantai.

Aku mencoba mengambil nya dan Naruto membantuku, dan

Tek~

Tangan kami bersentuhan, tapi ..

" Tanganmu sangat dingin " ucapku

Dia menghiraukannya, mengambil sumpitku yang jatuh dan membersihkan nya menggunakan tisu lalu memberikannya kepadaku

" Thanks " ucapku pelan

QEQEY

" Sasuke! Turun nak " panggil ayahku, aku bergegas kebawah. Dan didapur aku melihat ada danzo-sama dan sai-san

" Ikutlah bersama sai, dia dan teman-temannya ingin pergi ke pantai " ucap/paksa ayahku

" Hn, baiklah " ucapku, bagaimanapun aku takut dengan ayahku jika dia sedang marah.

Aku dan Sai hanya diam selama perjalanan, dan aku juga sedang tidak ingin berbincang. Mobil nya mrnepi didepan rumah orang, ada dua laki-laki disana, aku yakin dia adalah teman Sai.

Aku hanya diam mendengarkan mereka bercanda, dan sedikit terkekeh dengan candaan mereka, tak berselang lama kami tiba dipantai. Aku segera turun dan mengambil alas untuk duduk di atas pasir nanti.

" Ini adalah pantai yang sangat lembab " ucapku kepada Sai

" Maklumi lah. Kau sekarang berada di Konoha, tempat terlembab ke dua di dunia " jelas Sai sambil melucu, dan aku hanya tersenyum kecil

" Bagai mana sekolahmu? " Tanyanya kepadaku

" Well, biasa saja. Aku memiliki lima teman baru dan salah satunya adalah Namikaze " ucapku sambil mengingat teman baruku

" Kau tak seharusnya berteman dengan para Namikaze, Uchiha-san " jawab teman Sai, dan itu membuatku bingung.

Saat temannya pergi kepantai, aku bertanya kepada Sai

" Apa maksud temanmu tadi? " Tanyaku

" Well, bukan salahnya jika berkata seperti itu, hal ini karena kami adalah musuh bebuyutan. Ini hanya legenda, yang masih dipegang teguh oleh bangsa kami " jelasnya

" Bangsa? " Beoku bingung

" Yeah, bangsa kami percaya bahwa nene moyang kami adalah seekor serigala " ucapnya sedikit bercanda

" Jadi apa yang terjadi? " Ucapku menuh penasaran

" Ini hanya legenda Suke, seperti si muka pucat Vs Srigala " candanya lagi

Tapi aku tidak menganggap ini adalah candaan, karena aku yakin. Dia berbohong untuk beberapa pernyataan, sebagai seorang Uchiha aku tidak sebodoh itu.

Aku terlalu memikirkan ucapan Sai, dan mengambil langkah ke meja belajarku, lalu membuka laptop, menulis pencarianku dan dapat!

' bangsa srigala, sejak dulu dikenal sebagai musuh alami bangsa vampir. '

aku membaca semua artikel itu dengan seksama dan tidak satupun yang kulewati.

Aku dangat Bingung, tidak mungkin kalau Namikaze's Clan adalah vampir dan Shimura Clan adalah werewolf.

Keningku terus berkedut bingung, semua hal ini membuatku sakit kepala. Aku menutup laptopku dan merebahkan diri dikasur. Tak berapa lama kemudian aku tertidur.

Aku mengingat semuanya ..

Mengapa kau tak makan,

Mengapa kau hilang saat matahati muncul,

Dan .. aku mengingatmu, kita pernah bertemu.

Saat aku masih berumur 5 tahun, dan kau masih tetap dengan tubuh 17 tahunmu.

Kriiiiinggg kriiiiing

Aku terbangun dari mimpiku, kepalaku seperti ditimpa batu seberat satu ton, ingatan dalam mimpiku mulai jelas dan akupun tersenyum penuh makna.

To be continued~

Hai reader's Qe-Qey tercinta,

Maaf ya Qe-Qey baru up because Qe-Qey magang, dan hal itu membuat waktu Qe-Qey buat kalian sedikit tersita Dan

Qe-Qey sedikit menjelaskan disini, ffn ini memang Qe-Qey buat dengan dasar cerita seperti twilight, tapi ini cuman dasarnya saja karena Qe-Qey sukaaaaa bangeeet sama twilight.Lebih lanjut lagi ceritanya murni dari fikiran nista Qe-Qey. Khe khe khe *devilsmirk

Oke Qe-Qey balas reviews dari reader's :

Kuraublackpearl :

Maafkan kesalahan Qe-Qey ya, maklum namanya juga Manusia

Minge-ni :

iya, ini sudah diubah. makasih buat tegurannya

review please