Disclaimer
Naruto dan chara lainnya hanya milik Masashi Kishimotto
Jinchuriki No Kitsune
Genre: Advanture
Pair: Rahasia
Warning
Femnaru bukan Naruko, OOC gaje, typo berserakan dimana-mana, cerita tidak sesuai dengan aslinya
Langsung aja ini chapter 5
Disebuah ruangan terlihat seorang gadis kecil uang tengah sibuk dengan kegiatannya
" NARUTO KENAPA AKHIR-AKHIR INI KBANGUN PAGI, KAU TAHU ITU SEDIKIT MENGGANGGU " kurama menguap melihat naruto yang tengah sibuk membuat bekal untuk latihan nanti
" hehehe gomen ne kurama, jika aku mengganggumu kau tahu aku sudah tidak sabar untuk berlatih menggunakan pedang milik ka-chan " naruto tersenyum tangannya bergerak lincah memotong bahan-bahan yang trsedia
" JIKA KAU INGIN MENJADI KUAT KAU BISA MENGGUNAKAN KEKUATANKU GAKI TIDAK PERLU BANGUN SEPAGI INI HANYA UNTUK MEMBUAT BEKAL " Ekor kurama terlihat melambai-lambai dibelakang tubuh besarnya menunggu jawaban dari teman kecilnya
" hahaha tidak terimakasih, aku akan berusaha menjadi kuat dengan kekuatanku sendiri aku tidak mau terlalu merepotkanmu kurama " naruto tertawa pelan mendengar tawaran dari temannya itu
" GAKI MASUKLAH AKU INGIN MEMBERIKAN SESUATU "Kurama tersenyum mendengar jawaban naruto
" eh memangnya apa yang ingin kau berikan kurama " naruto menutup bekal yang dibuatnya tadi dan berjalan pelan menuju kamarnya
" CEPATLAH GAKI AKU YAKIN KAU AKAN MENYUKAINYA NANTI "Kurama berucap lewat telepatinya kepada naruto yang kini duduk diatas tempat tidur miliknya
" haah baiklah-baiklah " naruto kemudian menutup matanya dan mulai berkonsentrasi, kini ia bias melihat jeruji merah besar yang menjulang tinggi didalamnya telah menunggu seekor rubah merah raksasa yang memiliki jumlah ekor yang lumayan wow
" ne ada apa kau memanggilku kesini kurama " nruto memasuki jeruji besar itu dan berdiri tepat didepan kurama sambil menyilangkan tangannya didepan dada
" KHU KHU KHU BAIKLAH GAKI AKAN MEMBERIKANMU SESUATU YANG SANGAT MENARIK " Kurama menyeringai kearah naruto dan mengangkat tangannya membentuk sebuah Handseal
BOOFT
Kini terlihat sebuah gulungan merah besar yang sedikit lebih tinggi dari naruto
" KAU TULIS NAMAMU DISNI MENGGUNAKAN DARAHMU SENDIRI GAKI "kurama membuka gulungan itu dan menyuruh naruto untuk menuliskan namanya, naruto kemudian menggigit ibu jarinya dan menggoreskannya membentuk sebuah tulisan diatas gulungan kosong itu
"KHU KHU KHU BAGUS SEKARANG KAU KELUAR DAN CABUT SEGEL YANG MENEMPEL DI KERANGKENG SIALAN INI " naruto hanya menurut dan berjalan keluar dari jeruji, dia mendongak ketas untuk melihat segel dengan tulisan kanji yang menempel ditengah pintu jeruji
" ano kurama aku tidak sampai " naruto terlihat sedang melompat-lompatmencoba meraih segel itu namu tiba-tiba sebuah benda berbulu melilit tubuhnya dan mengangkatnya hingga didepan segel, tanpa aba-aba lagi naruto mencabut segel yang kini ada didepannya
" HAHAHA GAKI SEKARANG KAU ANGIKAT BAJUMU SEBATAS PERUT " Mendengar itu naruto menyilangkan tangannya didepan dada dan menatap curiga kearah kurama yang terlihat cengo melihat tingkahnya
" BAKA AKU TIDAK MUNGKIN TERTARIK DENGAN TUBUH PAPAN SEPERTIMU "Kurama mendengus kesal melihat naruto yang menatapnya dengan curiga, akhirnya naruto mulai menggerakkan tangannya untuk sedikit mengangkat kimononya sampai perut hingga terlihat sebuah segel yang sangat mirip dengan segel yang ada dijeruji tadi, kurama kemudian menyentuh perut naruto tepat disegel itu dengan dua jari miliknya, setelah itu ia memutar kasar segel itu sampau membuat naruto meringis kesakitan.
BOOFT
Tiba-tiba asap besar mengepul didepan naruto dan terdengar suara asing dari kepulan asap itu.
" kyaaa minato lihat lihat naruto sangat manis kyaaa" terlihat seorang wanita berambut merah darah berlari dan meraih tubuh kecil naruto untuk masuk kedalam pelukannya
" kushina-cha kau bias membunuh naruto jika seperti itu " kini terlihat seorang pria dewasa berwajah tampan dengan rambut pirang agak panjang dibagian depan depan yang membingkai wajahnya
" hehe gomen gomen, naruto apa kau tidak apa apa " mendengar itu sang wanita melepaskan pelukannya dan menatap khawatir naruto
" ano siapa kalian " naruto memiiringkan kepalanya menambah kesan manis bagi siapapun yang melihatnya
" kyaa lihat lihat dia sangat menggemaskan minato, aku sampai harus menahan tubuhku agar tidak menelannya hidup-hidup " wanita itu berteriak histeris sambil mencubit pipi chuby milik naruto
" hwentwikwan " naruto mencoba melepaskan tangan wanita itu dari pipinya
" haaah gomen naru dia memang terlalu bersemangat " pria itu menghela napas lelah melihat tingkah istrinya
" APA KALIAN MELUPAKAN SESUATU " Kurama yang merasa diabaikan kini menyeringai melihat ekspresi orang yang tiba-tiba muncul tadi, dua orang itu terlihat bersiaga dan menggiring naruto untuk berlindung dibelakang mereka
GGRRROOOAAAAARRR
Kyuubi mengaum keras membuat air disana menjadi bergelombang, wanita berambut merah itu mengeratkan tangannya pada naruto yang telah diamakan dibelakang tubuhnya
"AKAN KU CINCANG KALIAN B******K '' kurama berjalan pelan kearah mereka dengan seringai yang terus menghiasi wajahnya, kedua orang itu terlihat semakin waspada melihat tatapan mengintimidasi dari kurama
" sekarang aku mengerti kenapa kita muncul secara bersamaan disini kushina, hanya ada dua kemingkinan pertama segel kyuubi telah rusak dan kedua segel itu telah dilepas oleh seseorang " pria itu mengambil kunai aneh bermata tiga dari balik jubahnya
" kau benar minato " wanita itu jga terlihat bersiaga melihat kyuubi yang terus berjalan kearah mereka hingga
" BWAHAHAHA WAJAH KALIAN BENAR-BENAR BODOH, HARUSNYA KALIAN MELIHAT WAJAH KALIAN ITU HAHA " kurama tertawa OOC sambil guling-guling
" ano kurama apa kau mengenal mereka " terlihat kepala naruto yang nongo; dari belakang tubuh wanita itu dengan tatapan bingung
" kurama? Apa maksudnya ini " pria itu menatap naruto dan kurama bergantian sedangkan wanitua yang berdiri disampingnya hanya memasang wajah bingung dan memilih untuk mendengarkan
" HAHA GAKI MEREKA ADALAH ORANG TUAMU, AKU MEMANGGILMU KEMARI KARENA AKU INGIN KAU BERTEMU MEREKA " Kurama menghapus air mata yang sempat menetes dari matanya dengan kuku tangan miliknya
" ma..maksudmu me..mereka " naruto tergagap mendengar ucapan teman besarnya itu
" aku tidak mengerti dengan situasi ini, tapi melihat interaksimu dengan kyuubi aku menyimpulkan kalau kalu sudah bias mengendalikannya " pria itu masih menatap curiga kurama
" HAHAHA KAU SALAHA MINATO DIA BUKAN MENGENDALIKANKU SEPERTI YANG KALIAN INGIN KAN " kurama balik menatap minato dengan tatapan khas seekor rubah
" jangan pernah memanggil temanku seperti dia adalah sebuah senjata " naruto menatap minato dengan tatapan serius, melihat hal itu tentu saja membuat minato dan kushina berpikir jika anak mereka telah di hasut oleh sang siluman rubah
" AKU TAHU APA YANG KALIAN PIKIRKAN, TAPI ANAK KALIAN BERBEDA DARI ORANG-ORANGYANG PERNAH KU TEMUI, DIA MENGANGGAPKU TEMAN TIDAK SEPERTI KALIAN YANG MENGANGGAPKU MONSTER " Kurama menatap kedua orang itu dengan mata merah menyala miliknya
" jangan coba-cob menghasut anak kami kyuubi " wanita itu lagi-lagi mengiring naruto kebelakang tubuhnya
" kushinaaku rasa dia tidak berbohong " minato berucap sambil menatap mata kyuubi yang memancarkan kejujuran
" HAHAHA APA KALIAN AKAN MENGHABISKAN WAKTU KALIAN UNTUK BERDEBAT DENGAN KU " lagi-lagi kurama tertawa melihat ekspresi yang diberikan kushina
" dia benar dia adalah temanku jadi jika kalian masih menganggapnya monster aku tidak perduli jika kalian adalah orang tuaku aku akan….hemm…aku…aku akan" otak kecil milik naruto tidak sanggup lagi untuk mencari kata-kata yang bias membuat kedua orang yang berdiri didepannya merasa taakut, naruto trlihat masih berpikir keras dank arena ekspresinya itu membuat semburat merah di wajah kushina
" ka…kawaii'' batin kushina melihat naruto yang mencoba mengintimidasinya
" ma ma ma aku mengerti aku tidak akan menganggap temanmu monster lagi " minato berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan naruto dan mengelus kepala pirang miliknya
" aku adalah namikaze minato maafkan aku, aku tidak bias merawatmu sampai kau sebesar naruto " mata pria itu terlihat berkaca-kaca saat mengatakannya
" umm tidak apa apa, aku mengerti kalian adalah shinobi kematian bias dating kapan saja, lagi pula sekarang aku punya kurama dan kakashi-nii yang mau menemaniku tou-chan kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu " naruto menyentuh pipi minato dan menatap dalam kearah matanaya
" kakashi-nii?aku tidak menyangka, kakashi terima kasih " batin minato yang mendengar penuturan naruto, kushina kemudian ikut berjongkok didepan naruto yang sudah menoleh kearahnya
" naru aku sudah pernah mengatakannya tapi tetap ingat kata-kata ini ya jangan pernah pilih-pilih makanan, makanlah yang banyak agar kau cepat besar, mandilah setiap hari, tidurlah yang cukup, dan bertemanlah tidak perlu banyak asal bisa dipercaya, belajarlah ninjutsu aku tidak terlalu mahir dalam bidang ini, tapi ka-san yakin kau akan menjadi master nijutsu kelak, tiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, jangan sedih jika kau tidak bisa melakukannya, patuhilah gurumu, dan ingat …tiga larangan shinobi, jangan meminjam uang jika kau tidak bisa mengembalikannya, tabunglah uang dari hasil misi yang kau jalankan, jangan meminum alcohol sebelum kau berumur 20 tahaun itu akan merusak tubuhmu dan untuk laki-laki " perkataan kushina terpotong oleh minato yang tiba-tiba menyela
" kau harus mencari laki-laki seperti oto-sanmu naru " minato tersenyum lembut kearah naruto yang tengah menatapnya
"tidak jangan, aku tidak mau kau menikah dengan orang bodoh sepertinya, dan minato kau jangan menyela saat aku sedang berbicara" kushina menatap minato yang sedang nyengir getir kearahnya
"Naruto kau akan mengalami banyak kesulitan dan rasa sakit, ingatlah siapa dirimu, kejarlah terus impian dan cita-citamu jangan berhenti mencoba sebelum terwujud" kushina kemudian memeluk tubuh naruto erat
"hiks masih banyak lagi yang ingin aku ucapkan padamu hiks aku masih ingin terus besamamu naruto hiks" terlihat beberapa bulir airmata yang turun membasahi leher naruto, minato yang melihat itu kemudian memluk kedua wanita itu untuk sekedar memberikan kekuatan agar mereka sedikit ebih kuat untuk menghadapi pertemuan pertama dan terakhir mereka.
" kushina waktu kita tidak banyak" minato berucap pelan sambil mengelus kedua kepala wanita itu
"Maafkan aku minato, aku akan menebus kesalahanku dulu dan aku akan menjaga naruto sampai dia berhasil mewujudkan cita-citanya"kurama yang melihat itu merasakan sedikit rasa bersalah kepada mereka
"terimakasih kyuubi aku akan mengandalkanmu" perlahan-lahan tubuh minato dan kushina bercahaya dan menghilang meninggalkan naruto yang terduduk sambil menahan isakan
"hiks a..ku akan mengingat kalian hiks hiks arigatoo oto-san oka-san huaa" tangis narutopun pecah membuat kurama harus menutup telinganya agar tidak terkena penyakit mematikan TULI
Real World
Didunia nyata naruto mulai membuka matanya secara perlahan setelah itu kini sebuah senyuman terukir manis diwajahnya, naruto kemudian bangkit dan mulai berjalan kearah pedang yang bertengger manis disamping tempat tidurnya setelah itu dia berjalan kembali menuju dapur untuk mengambil bekal yang telah dibuatnya tadi dan memasukannya kedalam tas kecil yang tadi ia bawa dari kamarnya, naruto kemudian berjalan menuju pintu dan mulai memakai sepatunya
"argato kurama"naruto kemudian bangkit menuju pintu dan tidak lupa untuk menguncinya
TBC
Terimakasih buat sarannya...
Mungkin kalo cerita initerlalu lambat saya akan menskiip saja nanti saat naru mulai latihannya, terimakasih kritik dan saran sangat dibutuhkan karena saya masih newbie
