Disclaimer

Naruto hanya milik masashi kishimoto

Jinchuriki no kitsune

Genre : Adventure

Pair : Rahasia

Warning

Femnaru bukan Naruko, OOC gaje, typo berserakan dimana-mana, cerita tidak sesuai dengan yang aslinya

Chapter 6

Naruto kini sedang berjalan sambil menenteng sebuah pedang ditangan kirinya menghiraukan tatapan menusuk dari para penduduk desa kepadanya, Naruto sesekali bersenandung sampai dikejauhan ia melihat seonggok pantat ayam yang baru keluar dari sebuah toko.

"Sasuke" Naruto melambaikan tangannya mencoba memberi isyarat bahwa dia yang telah memanggil anak itu, Sasuke yang merasa namanya dipanggil pun menoleh kini ia bias melihat seorang gadis yang seumuran dengannya sedang berlari sambil melambaikan tangan kearahnya.

"ohayo Sasuke, kau darimana?" Naruto berdiri didepan sasuke sambil menatap sebuah kantong plastik hitam yang ada ditangan Sasuke.

"aku habis belanja" ia mengangkat kantong plastik itu sebagai bukti ucapannya, kemudian dia berbalik dan mulai berjalan dengan Naruto yang yang berjalan disampingnya mata Sasuke melirik sekilas pedang dan tas kecil yang dibawa Naruto.

"kau mau kemana Naruto, tumben aku melihatmu pagi seperti ini membawa pedang lagi" Sasuke mengalihkan pandangannya kedepan

"oh iya aku lupa, Sasuke lain kali kita mengobrol lagi ya sekarang aku harus cepat-cepat ke rumah nii-chan jaa ne Sasuke" Naruto yang baru ingat alasan mengapa ia bangun pagipun pamit pergi meninggalkan Sasuke yang terlihat cengo

"ck dia mengabaikanku" Sasuke mendecih tidak suka sambil menatap Naruto yang kii berlari menjauh darinya

Disebuah ruangan terlihat seorang pria yang sedang serius membaca sebuah buku bersampul orange sambil bersandar pada dinding ruangan.

"akhirnya selesai juga sekarang waktunya tidur, wah sudah pagi ternyata" orang itu menutup bukunya dan melihat kearah jendela yang terbuka setelah itu dia mulai merebahkan tubuhnya keatas sebuah futon yang tergeletak ditengah ruangan.

"haah mungkin tidak apa-apa jika naru menunggu sebentar" orang itu bermonolog sebelum menutup matanya, tiba-tiba mata ptia itu terbuka kembali saat mendengar suara pinu yang diketuk cukup keras. Sedangkan diuar terlihat seorang gadis kecil yang sedang beridiri didepan pintu, gadis itu terlihat menggerutu karena sedari tadi dia mengetuk pintu sambil berteriak-teriak hingga suaranya serak memanggil nama penghuni rumah.

" kakashi-nii apa kau ada dirumah?" Naruto berteriak untuk kesekian kalinya, pintu itu kini mulai terbuka menampilkan seorang pria dewasa berwajah malas yang terlihat dari matanya yang sayu.

"Kakashi-nii kua ini tidur jam berpa sih, aku dari tadi berteriak-teriak disini tau" Naruto menyelonong masuk kedalam apartemen Kakashi , sedangkan Kakashi sendiri hanya menatap Naruto sebelum mengikutinya setelah menutup pintu apartemennya.

"hoaam naru misiku baru selesai tadi, aku baru saja mencoba untuk tidur, dan bukannya aku menyuruhmu untuk menungguku?" Kakashi berjalan kearah dapur untuk mengambil sebuah gelas dan menuangkan air kedalamnua kemudian dia berjalan menghampiri Naruto yang tengah berdiri dibelakangnya.

"tidak, kau tidak menyuruhku untuk menunggumu" Naruto mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan.

"benarkah?" Kakashi memberikan segelas air yang tadi diambi olehny didapur

" iya, ne nii-chan kapan kita mulai berlatih" Naruto mengambil gelas yang disodorkan kearahnya dan mendudukan tubuhnya disamping futon yang tadi digunakan Kakashi.

"haah setidaknya biarkan aku istirahat sebentar naru" Kakashi merebahkan tubuhnya lagi diatas futo dan mencoba kembali tidur

" haah baiklah" Naruto bangkit dan berjalan kearah dapur untuk melihat-lihat

" Kakashi-nii bangun" naruto menggoyang-goyangkan tubuh Kakashi untuk membangunkannya

"enghh jam berap sekarang" Kakshi mencoba untuk duduk dan menatap Naruto yang ada disampingnya

"kau lihat saja sendiri" Naruto menunjuk jam yang tertempel didinding

"sebaiknya kau makan dulu nii-chan" Naruto bangkit dan berjalan kearah dapur untuk mengambil makanan yang telah dia buat tadi dan memberikannya kepada Kakashi.

"kau membuatnya sendiri?" Kakashi mengambil sebuah nasi kepal yang disodorkan Naruto.

"kau pikir siapa lagi" Naruto hanya memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Kakashi.

"enak" Kakashi bergumam pelan saat lidahnya mengecap rasa makanan yang dibuat Naruto.

Setelah berkutat cukup lama akhirnya Naruto dan Kakashi kini sudah ada disebuah lapangan luas pinggir hutan konoha yang biasa dijadikan Kakashi untuk latihan

"nah naruto apa kau bias membacany" Kakashi membuka sebuah gulungan dan memberikannya kepada Naruto.

"um tentu aku bisa" Naruto merampas gulungan yang diberikan Kakashi, Kakashi sendiri hanya tersenyum melihat Naruto yang sangat serius membaca gulungan itu.

" itu adalah teknik kenjutsu milik ibumu, teknik yang mengandalkan kekuatan dan kecepatan dalam serangan" Kakshi menjelaskan isi dari gulungan yang dipegang Naruto sekarang, kemudian Kakashi berjalan kesebuah pohon dan mengmbil kembali buku yang selalu dibawanya, Kakashi sesekali melirik Naruto saat Naruto berteriak karena tidak mengerti.

"kau tidak boleh terlalu bergantung dengan apa yang dituliskan dalam gulungan, kau harus menemukan gaya bertarungmu sendiri naru " Kakashi berucap dengan mata yang masih terpokus kearah buku yang dipegangnya

"oh baiklah aku mengerti" Naruto mengangguk mengerti atas apa yang di katakana Kakashi tadi, dia kemudian bangkit dan mengambil pedang yang tergeletak disampingnya, Kakashi yang melihat itupun tersenyum dan memasukkan bukunya lagi

"apa kau sudah siap naru?" Naruto mengangguk mengangkat pedangnya kearah Kakashi, Kakashi sendiri hanya tersenyum melihat keyakinan dalam mata biru Naruto

Booft

Kini terlihat replika Kakashi yang sangat mirip berhadapan dengan Naruto

"kalau begitu kau lawan bunshinku, kita lihat apa kau benar-benar mengerti dengan apa yang aku katakana tadi" bunshin Kakashi melesat kearah Naruto yang mengeratkan pegangannya pada Masamune

Time Skiip

Hari sudah menjadi sore kini disebuah lapangan terlihat Naruto yang tengah tergeletak dengan napas yang tidak beraturan terlihat dari dadanya yang naik turun, tidak jauh dari sana Kakashi yang sedang menatap Naruto

" sensei aku rasa anakmu akan melampaui kalian" batin Kakashi kemudian berjalan kearah Naruto yang sedang tiduran diatas rumput dengan sebuah pedang hitam dengan aksen merah yang tergeletak disamping kirinya

"kerja bagus Naruto, kau mungkin hanya kurang dalam stamina jika aku boleh memberi saran aku rasa gaya bertarungmu tadi masih sangat berantakan dan benyak celah kau harus berusaha lebih keras lagi mulai sekarang" Kakashi mengambil tempat disamping Naruto dan bersandar pada sebuah batang kayu yang tertancap di tengah lapangan

" hah..benarkah nii-chan han..hah" naruto mencoba mendudukkan tubuhnya disamping Kakashi

"tentu kau sangat hebat untuk anak seusiamu" Kakashi mengambil kepala Naruto untuk bersandar pada pundaknya, keheningan sesaat menghampiri mereka, mereka berdua memilih diam dan menikmati suasana sore yang tenang dan angina yang terus membelai kulit mereka

" ne nii-chan apakah kau tidak merasa malu?" Naruto bertanya dengan posisi yang masih bersandar pada pundak milik Nii-channya

"malu?" Kakashi membeo dengan ucapan Naruto yang tiba-tiba

"kau tau kan mereka bilang aku ini monster apa kau ti_" ucapan Naruto terpotong oleh Kakashi yang yang menegakkan tubuhnya dan menangkup kedua pipi Naruto agar melihat kedalam matanya

"tidak, Naruto kau bukan monster kau adalah adikku, jangan pernah berkata seperti itu lagi kau mengerti?" Naruto yang mendengar itu langsung memeluk Kakashi dia tidak bias menyembunyikan rasa senangnya lagi setelah ucapan Kakashi tadi

"hiks arigatoo hiks arigatoo" Naruto terus menangis dan mengeratkan pelukannya pada Kakashi

"sudahlah naru jangan menangis lagi, bagaimana kalau kau aku traktir makan ramen sepuasnya sekarang sebagai imbalan karena hari ini kau sudah berusaha cukup keras" Kakashi mengangkat dagu Naruto dan tersenyum kearahnya

"hiks baiklah" Kakashi yang mendengar jawaban Naruto kemudian berjongkok membelakangi Naruto

"kalau begitu naiklah" Kakashi menoleh kearah Naruto yang berdiri dibelakangnya, Naruto melingkarkan tangannya dileher kakashi dan tersenyum senang

" yooshha ayo pergi nii-chan"Naruto berteriak sambil mengacungkan tangan kirinya kedepan Kakashi yang mendengar itu hanya tersenyum dan mulai berdiri meninggalkan lapangan sore itu

Kakashi terus menggendong Naruto yang menundukkan wajahnya dibahu miliknya, Kakashi terus berjalan dia merasakan tatapan dari para penduduk yang terkesan merendahkan karena dia menggendong jinchuriki dari kyuubi yang dulu menyerang desa ini

"naru apa kau akan terus menyembunyikan wajahmu terus?" Kakashi berucap pelan kepada naruto yang masih senantiasa menyembunyikan wajahnya.

"a..aku" naruto tidak tau bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Kakashi itu

"sudahlah kita sudah sampai " Kakashi kemudian menurunkan Naruto dan menggandeng tangannya masuk kedalam kedai ramen

"oh Naruto tumben kau baru dating dan dengan Kakashi?" Teuchi menyapa Naruto yang baru masuk bersama Kakashi

"Teuchi-san aku pesan ramen misho satu dank au naru mau pesan apa?"Kakashi mengambil sebuah bangku kosong diikuti oleh Naruto

"aku seperti biasa jiji" Naruto mengacungkan tangannya seraya tersenyum lima jari

"anak ini cepat sekali berubah suasana hatinya" batin Kakashi tersenyum melihat tingkah Naruto yang kembali ceria setelah sempat menangis tadi

"baiklah tunggu sebentar" Teuchi kemudian meninggalkan mereka untuk membuat pesanan mereka

"Naruto besok aku akan mengajarimu tentang chakra dan yang lainnya latihan kali ini lebih sulit dari tadi, aku tidak mau potensimu sia-sia jadi berjuanglah naru kau mengerti?" Kakashi menatap serius Naruto

"um aku akan berusaha untuk menjadi kuat, untuk diakui dan untuk menjadi hokage wanita pertema ttebayo aku mohon bantuannya onii-chan" Naruto menatap balik mata Kakashi

" orang tuamu pasti bangga naru" Kakashi memberikan eyes smilenya sambil mengelus kepala pirang milik Naruto

" ini dia pesanannya" Ayame dating sambil membawa pesanan Kakashi dan Naruto

"waaah ramen ramen ramen ittadakimasu" Naruto bersenandung sebelum menyantap ramennya

TIME SKIIP SEKITAR 6 TAHUN KEMUDIAN

Naruto kini tengah berdiri dengan pedang ditangan kanannya nafas gadis itu terengah-engah tidak jauh dari sana Kakashi sedang mengacungkan kunai kearahnya dengan sharingan di mata kirinya yang aktif, keduanya saling menatap sebelum melesat dengan kecepatannya masing-masing Naruto mengarahkan pedangnya kearah kepala Kakashi, dengan bantuan sharingannya Kakashi menghindar dari pedang itu pada detik-detik terakhir dengan menunduk dan mengarahkan kunainya kearah perut naruo yang tidak ada perlindungan, dengan reflek yang telah dilatih selama enam tahun Naruto melompat keudara dengan cepat dia melakukan sebuah segel tangan

Fuuton- Kazekiri No Jutsu

Sebuah hembusan angin yang cukup besar mengarah kearah Kakashi dengan cepat angina itu terus melaju bahkan memotong apa saja yang dilewatinya, Kakashi yang tidak mau mati terpotongpun mulai membentuk sebuah handseal dan mengehetakkan kedua tangannya ketanah

Doton- Doryuuheki

Sebuah dinding tanah muncul didepan Kakashi memunculkan suara gesekkan antara angina pemotong milik Naruto dan dinding tanah Kakashi, Naruto kemudian mendarat dengan mulus dan tidak membuang waktu dia kembali membuat segel lagi untuk menyerang Kakashi

Kat-

Jutsu Naruto terhenti ketika Kakashi sudah berdiri dibelakangnya sambil mengacungkan sebuah kunai kearahnya

"selesai"

" ya ini memang sudah selesai onii-chan" Kakashi melebarkan matanya saat merasakan sebuah benda tajam menempel dilehernya yang ia pastikan kalau benda itu adalah pedang milik Naruto

Booft

" menggunakan sebuah bunshin sebagai pengalihan mengesankan naru" Kakashi menjatuhkan kunainya ketanah dan membalikkan badannya menghadap Naruto yang lebih pendek darinya

" kau membuatku sangat bangga sebagai kakakmu naru" Kakashi mengelus lembut kepala pirang milik Naruto

"hehe" naruto memberikan cengiran khas miliknya

"baiklah kau sudah menguasai semua jutsu dalam kedua gulungan ini kau hanya perlu menyempurnakannya saja" Kakashi memberikan dua buah gulungan milik Naruto yang diambilnya dari tas kecil yang menempel di belakang celananya

"oh iya besok kau akan melakukan ujian tingkat gennin kan, aku rasa aku tidak punya apa-apa lagi untuk diajarkan kepadamu dan mulai besok kau akan belajar dengan jhonin pembimbingmu" Kakashi memberikan punggungnya kepada Naruto

"Onii-chan aku bukan anak kecil lagi" Naruto membuang mukanya dan mengercutkan bibirnya pertanda dia kesal

" yare yare baiklah ayo" Kakashi kini menyodorkan tangannya kepada naruto dan disambut oleh Naruto

chapter 6 selesai

kritik dan saran masih dibutuhkan disini...