Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena baru bisa update, dikarenakan datanya hilang membuat saya harus mengulang lagi dari awal dan ini silahkan yang mau baca langsung saja geser ke bawah happy reading.
Disclaimer
Naruto hanya milik masashi kishimo
Pairing : rahasia
warning
femnaru bukan naruko, OOC, gaje tidak sesuai dengan cerita aslinya
chapter 7
Hari ini adalah hari dimana ujian tingkat genin akan diselenggarakan dan kini Naruto sudah berada didalam akademi duduk bersama Sasuke, sesekali ia menggerutu tidak jelas karena mereka sekarang dikelilingi oleh fans girl Sasuke yang membuat kepalanya serasa ingin pecah.
"Gah Sasuke bisa kau menyuruh mereka diam?"Naruto yang sudah jengah dengan situasinya menyuruh Sasuke selaku biangnya untuk mengusir mereka, sedangankan yang diajak bicara hanya cuek melihat keluar jendela.
"kenapa tidak kau saja yang menyuruh mereka untuk pergi?"Sasuke berucap tanpa melihat Naruto yang menggerutu disampingnya itu.
"ck mereka itu fansmu uchiha jadi mereka pasti akan mendengarkanmu, tapi akan lain ceritanya jika aku yang menyuruh mereka, mungkin nanti akan banyak penghapus yang melayang kearahku?"Naruto berucap dengan menekankan kata Uchiha hingga membuat Sasuke menoleh kearahnya, karena ia sudah lelah mendengar dan melihat tingkah para fans girl Sasuke akhirnya Naruto menyerah menghea nafas kasar lalu menempelkan wajahnya pada meja, Sasuke yang melihat Naruto seperti itu merasakan sebuah perasaan aneh yang mampu membuatnya tersenyum
" Apa kau cemburu melihat mereka Naru?"Sasuke memberikan sebuah senyum yang menurut Naruto sangat-sangat aneh.
"hah!? kau ini bicara apa sih Sasuke"Naruto bertanya sambil menegakkan tubuhnya agar sejajar dengan sasuke.
"ya mungkin saja kau juga termasuk seperti mereka hanya saja kau malu untuk mengakuinya kan dobe?"Sasuke mendekatkan wajahnya kearah Naruto yang terlihat sedikit gugup karena jarak diantara mereka, dan entah kenapa saat melihatnya Sasuke lagi-lgi merasakan sedikit perasaan senang atau apa dia sendiri tidak bisa menjelaskannya.
"Haaa!padahal hari ini cuaca tidak panas tapi kenapa kau berhalusinasi haah!"Naruto menatap balik Sasuke membuat jarak diantara mereka semakin menipis, interaksi mereka membuat penghuni kelas dibuat melongo saat melihat Sasuke yang terkenal anti dengan wanita kini sacara terang-terangan menggoda wanita didalam kelas.
"Ayolah Naruto akui saja, kalau kau sebenarnya juga suka padaku kan?"kini muncul sebuah perematan didahi Naruto saat mendengar penuturan atau tuduhan dari Sasuke padanya.
"Ku hemp-" Ucapan Naruto terpotong saat seseorang menyenggol tubuhnya membuat jarak diantara Naruto dan Sasuke kini benar-benar hilang membuat bibir mereka kini bersentuhan, mata seluruh penghuni ruang kelas akademi khususnya para fans girl membola melihat adegan SasuNaru sekarang, Naruto yang merasakan sebuah benda lembut mulai bergerak-gerak dibibirnya membuatnya langsung tersadar dengan situasinya sekarang dengan sekali hentakkan keras ia mendorong Sasuke hingga terjungkal menabrak tembok yang ada dibelakangnya, lagi-lagi semua penghuni kelas melongo melihat Sasuke yang terjatuh dengan posisi yang sangat tidak Uchiha.
"a..apa yang kau barusan kau lakukan Sasuke!" Suara Naruto bergema memenuhi seisi ruangan akademi.
"hn aku tidak melakukan apa apa, tapi justru kau yang telah melakukannya kepadaku ingat"Sasuke bangkit dan membetulkan posisi tubuhnya.
"a..aku , haaah sudahlah lupakan saja"Naruto membuang wajahnya yang sudah semerah tomat agar tidak dapat dilihat oleh Sasuke ia merutuki siapa saja yang telah mendorongnya tadi.
"Ciuman pertamaku"Batin Naruto saat menyentuh bibirnya yang agak basah.
"Manis"Batin Sasuke yang juga menyentuh bibirnya yang sedikit melengkung membentuk sebuah senyum.
SRAAK
Suara pintu digeser cukup keras membuat ruangan kelas kembali menjadi sunyi lalu masuklah beberapa orang kedalam kelas yang dipimpin oleh guru mereka Iruka, iruka terlihat membawa sebuah papan kecil ditangannya.
"Ohayo, apa ada yang masih belum datang?"Ucap Iruka
"Ohayo sensei semuanya sudah datang"Ucap seorang anak yang duduk dibangku paling depan.
"Baiklah hari ini kita akan melaksanakan ujian tingkat genin yang akan langsung dinilai oleh Hokage dan para petinggi desa, apa kalian sudah siap!?"Siswa-siswa disana memberikan ekpresi yang berbeda-beda sebagai jawaban atas pertanyaan gurunya tadi ada yang takut, tegang,ada yang semangat ada juga yang terlihat malas.
"Dari ekspresi kalian aku anggap itu iya, kalau begitu kita langsung kelapangan sekarang"
Mereka sekarang sudah berada dilapangan belakang gedung akademi disana juga sudah terlihat Sandaime hokage dan petinggi desa lainnya seperti Danzo dan kepala clan yang duduk bersebelahan dipinggir lapangan.
"Baiklah kita langsung mulai saja, ujian genin memiliki tiga tahapan tahap pertama melempar shuriken di tahap ini akan dilihat sejauh mana kemampuan kalian dalam melempar shuriken lalu tahap kedua membuat henge dan terakhir ninjutsu yang kalian kuasai kemampuan klian akan dilihat dan langung dinilai oleh hokage-sama dan para petinggi desa lainnya"Iruka kemuidian melihat papan yang dari tadi ia pegang guna melihat urutan peserta ujian kli ini.
"Akimchi Choji silahkn maju"Iruja munudur beberapa langkah meberi ruang untuk seorang anak berbadan gempal yang maju untuk melakukan test.
"Selanjutnya uchiha sasuke"
"Kyaaa sasuke-kun"
"Ayo sasuke-kun"
"Kau pas-"
"Beriisiiik!"Iruka berteriak kearah fans girl sasuke yang terus meneriakkan nama Sasuke, ia merasa malu dengan tingkah mereka dihadapan petinggi desa yang hadir sekarang.
"Mulai sasuke"Iuka memberi isyarat kepada sasuke dan dibalas anggukan olehnya.
Syuut
Jleb
Jleb
Jleb
"9 dari 10 shuriken bagus sasuke selanjutnya henge"iruka tersenyum kearah sasuke, tanpa menjawab Sasuke langsung membuat sebuah segel tangan.
Boft
Kepulan asap muncul ditempat sasuke dan kini terliht Hokage ketiga lengkap dengan topi dan pipa rokoknya.
"Ya bagus, selanjutnya ninjutsu"Setelah mendengar ucapan iruka sasuke langsung membuat handseal cukup rumit lalu mulai mengambil napas panjang sampai membuat dadanya mengembung dan dengan sekali hentakkan keras
Katon-gokakyo no jutsu
Blaaaaar
Sasuke langsung menyemburkan sebuah bola api dengn intensitas cukup besar kearah boneka kayu yang menjadi sasaran, para petinggi konoha tersenyum melihat Sasuke yang memiliki potensi besar sebagai shinobi konoha kelak.
"Baiklah Sasuke kau bisa kembali, lalu sekarang giliran Uzumaki..."Iruka menggantungkan kata-katanya, ia sedikit mengerutkan keningnya dengan perubahan data yang dilakukan Hokage tadi sebelum ujian dimulai.
"...Namikaze Naruto"Para petinggi desa membulatkan matanya saat mendengar nama clan milik mendiang hokage mereka disebutkan Iruka.
"Jangan bercanda Iruka! Clan Namikaze sudah tidak ada lagi ingat"Seorang pria berambut cokelat panjang dengan iris mata violet khas hyuuga berdiri menghadap Iruka dengab tatapan tajam membuat suasana menjadi sedikit menegang.
"Ma ma ma Hiashi kau salah, disini masih ada seorang Namikaze"Sandaime Hokage berkata sambil berjalan menuju geromobolan murid akademi yang berdiri disamping lapangan, dia berhenti tepat didepan seorang gadis berambut pirang dengan tiga pasang wishker yang menghiasi masing-masing pipinya.
"Naruto, kalian pasti tau betul bukan dengan anak ini tapi apa kalian tau siapa dia sebenarnya?"Sandaime mengelus kepala Naruto saat sampai didepannya.
"Apa maksud anda bocah itu seorang Namikaze, maksudku bukannya dikonoha hanya Yondaime saja yang memiliki marga Namikaze apa bocah itu berasal dari luar desa Sandaime?"Hiasi bertanya sambil melihat Naruto yaang tengah menunduk
"Haha tidak semuanya salah, ya dikonoha hanya ada Minato dan orang tuanya saja yang memiliki marga Namikaze, tapi sepertinya kalian melupakan sesuatu?"Sandaime menatap Hiasi yang berdiri tidak jauh darinya
"Apa yang kau maksud sebenarnya Hiruzen?"Danzo mengambil bagian dalam percapan sedikit membuatnya tertarik.
"Apa kalian lupa kalau saat 'mereka' gugur dalam insiden itu Kushina sedang mengandung?"
"Jadi dengan kata lain Naruto adalah anak mereka?" seorang pria dengan rambut seperti nanas dan beberapa luka diwahahnya mengambil kesimpulan dari percakapan Sandaime dan Hiasi
"Haha tipikal Nara, ya Naruto adalah anak dari mendiang Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina"Ucapan Sandaime berhasil membuat sebagian dari para petinggi desa terkejut.
"Apa anda yakin dengan itu Sandaime-sama?" Hiasi kembali bertanya ditengah keterkejutannya.
"Tentu saja karena aku sendirilah yang telah menyembunyikan identitasnya mengingat dulu dia hanya hidup sendiri disini kalian pasti tau bukan apa yang akan terjadi jika semua orang tau bahwa dia anak Minato?"Sandaime membalikkan badannya menghadap para petinggi desa yang mengangguk atas ucapannya tadi.
"Kau sepertinya tidak terkejut Naru-chan?"Sandaime kembli melihat Naruto yang tengah menatapnya
"Nah sekarang tunjukkan hasil latihanmu selama ini dengan kakak angkatmu, tunjukka bahwa darah namikaze benar-benr mengalir dalam nadimu itu Naruto"Sandaime menatap Naruto dengan tatapan serius, Sandaime tau semuanya dari Kakashi entah itu mengenai latihan atau hari-hari Naruto, Naruto sendiri hanya memicingkan matanya kearah Sandaime yang kini tersenyum kearahnya.
"Kau bisa menanyakannya nanti"Sandaime kembali mengelus kepala Naruto
"Hai Hokage-sama"Naruto mengangguk dan berjalan ketengah lapangan
"Mari kita lihat apa yang bisa dilakukannya?"Danzo bergumam pelan sambil menatap intens Naruto
"Baiklah Naruto silahkan"Iruka kembali memberi ruang kepada muridnya itu untuk melakukan tes, Naruto mengangguk lalu mengambil shuriken yang telah disiapkan.
Syuut
Sleb
Sleb
Sleb
Done Naruto behasil membuat sebagian orang kaget dengan aksinya Kesepuluh shuriken menancap tepat disasaran membuat sandaime tersenyum senang.
"Nah selanjutnya henge"Ucap Iruka, Naruto kemudian membuat sebuah segel tangan
Boft
Asap mengepul cukup banyak ditempat narutotadi dan kini semua mata petinggi desa terbelakak saat melihat Yondaime Hokage lengkap dengan jubah dan senyum khas lima jari miliknya.
"Wo..wow Naruto kau meniru ayahmu? Apa kau sudah pernah melihatnya"Sandaime tergagap mengingat Naruto lahir saat konoha kehilangan seorang pemimpinnya dulu dan kini Naruto membuat henge dalam wujud Minato bahkan lengkap dengan cengiran khasnya
"Tidak jiji aku hanya pernah melihat gambar beliau diperpustakaan desa"Naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal saat ia berbohong, semua orang disana menganggukkan kepala sebagai jawaban
"Baiklah Iruka silahkan"Sandaime kini punya banyak pertanyaan yang akan dilemparnya kepada Naruto nanti
"Baik Hokage-sama"Iruka mengangguk dan berbalik menghadap Naruto
"Selanjutnya ninjutsu silahkan Naruto"Naruto mengangguk lalu ia mulai membuat sebuah handseal rumit dengan cepat
fuuton shinkuugakyu no jutsu
Lalu keluar peluru angin yang mengarah ke sebuah batang kayu yang dijadikan sasarannya, peluru angin Naruto melesat dengan kecapatan tinggi hingga menembus batang kayu tadi dan melubangi beberapa pohon dibelakangnya. Kini semua orang bergumam tidak percaya mengingat umur Naruto dan statusnya yang belum lulus akademi bisa menggunakan jurus level A dengan sempurna.
"Baiklah Naruto kau boleh kembali ketempatmu"Naruto kemudian berjalan pelan kearah teman-temannya yang kebanyakan terlihat masih belum sadar dengan kejadian yang baru saja mereka lihat, anak yang tidak terlalu menonjol ternyata anak seorang mendiang Hokage dan dia juga memiliki kemampuan yang sangat jauh diatas mereka.
"Baiklah besok hasil ujian bisa kalian lihat dan saya harap kalian semua hadir karena besok akan diumumkan kelompok kalian termasuk roty tahun ini apa kalian mengerti?" Ucap Iruka
"Hai sensei"Sahut mereka serempak kecuali satu orang, Sasuke tetlihat menunduk kemudian ia berjalan kearah Naruto yang sedang duduk sendirian dibangku pinggir lapangan.
"Na-"Ucapan Sasuke terpotong oleh seseorang
"Naru-chan bisa kau datang ke kantorku?"Sandaime lah yang telah memotong atau menyela ucapan Sasuke tadi, setelah memgatakannya Sandaime berjalan pergi meninggalkan mereka disana
"Ah Sasuke ada apa?"Naruto yang baru sadar kehadiran Sasuke langsung berdiri dan menghampirinya
"Na..naruto a..aku"untuk pertama kalinya Sasuke terlihat gugup saat berbicara dengan seseorang.
"Ya ada apa Sasuke"Naruto memiringkan kepalanya tanda tidak mengerti.
"Tidak, tidak ada apa-apa"Sasuke menggelengkan kepalanya pelan lalu berjalan meninggalkan Naruto yang masih melihatnya
"Ada apa dengannya?"Naruto bergumam pelan kemudian pergi meninggalkan lapangan akademi yang sudah sepi
Naruto kini tengah berjalan didalam lorong gedung Hokage untuk memenuhi undangan Sandaime tadi, disepanjang jalan banyak shinobi atau orang biasa yang menatapnya aneh, Naruto sudah biasa ditatap penduduk desa hanya saja ini bukan tatapan jijik seperti biasanya.
"Sepertinya berita tentang anak Yondaime Hokage sudah menyebar"Naruto kini berdiri didepan pintu ruangan Hokage, disana ada dua orang anbu yang tengah berjaga didepan pintu itu
"Naru-hime anda sudah ditunggu oleh Hokage-sama"kedua anbu itu member hormat kepadanya dan berbicara sangat formal hal yang sangat asing bagi seorang Namikaze Uzumaki Naruto
"Te...terima kasih"Naruto membungkukkan badannya sebelum masuk kedalam ruangan dengan dua pintu itu
"Ah Naru-chan aku sudah menunggumu"Sebuah suara yang sangat familiar menyapa indera pendengarannya saat memasuki ruangan itu disana sudah terlihat Sandaime Hokage aka Sarutobi Hiruzen dengan senyum dan pipa rokok yang selalu menemaninya.
"Jadi apa yang ingin jiji tanyakan kepadaku?"Naruto melangkah mendekati sang pemimpin desa dan berdiri tepat didepan mejanya
"Ma ma ma apa kau tidak mau menanyakan tentang tadi"Sandaime tersenyum melihat Naruto yang langsung membicarakan topik utama
"Haah aku sudah bisa menebak kalau jiji tau itu dari Kakashi-nii bukan?"Naruto memutar bola matanya malas menanggapi ucapan Sandaime tadi
"Hahaha baiklah kita langsung ke intinya saja"Sandaime tertawa renyah melihat Naruto yang terlihat tidak sabar
"Bisa kau jelaskan tentang ayahmu tadi?"kini Sandaime memberikan tatapan serius kepada Naruto
"Jangan mencoba membodohiku Naru-chan"Sandaime berdiri dan menghampiri Naruto yang berdiri didepannya
"Haah sudah ku duga, tidak akan mudah mengelabuhi seorang Hokage"Naruto menghela napas melihat Sandaime yang begitu tertarik dengan topik ini
"Haha seperti itukah?"Sandaime hanya tertawa melihat tingkah Naruto
"Aku bertemu tou-san dan ka-san saat aku melepas segel Kurama"Sandaime menaikkan sebelah alisnya tanda tidak mengerti
"Siapa kurama?"
"Kyuubi"Naruto menatap serius Sandaime yang terlihat syok mendengar ucapannya
"A..apa maksudmu Naruto, kau tau Kyuubilah yang telah merenggut nyawa orang tuamu dan sekarang kau melepas segelnya, meskipun aku kurang mengerti tapi aku tau yang kau lakukan itu berbahaya"Sandaime berbicara panjang lebar kepada Naruto yang masih menatapnya
"Yaa Kyuubi memang jelmaan dari kebencian dan dia juga yang telah mengambil nyawa orang tuaku tapi sekarang dia adalah rekanku temanku sahabatku, hanya dia yang ada disampingku saat warga desa mencemoohku saat belum ada Kakashi-nii dikehidupanku"Naruto berucap dengan mata yang mulai berair.
"Tapi tetap saja itu berbahaya Naruto"Sandaime menghapus air mata Naruto yang mulai menetes kepipinya
"Dia bukan monster jiji dia temanku"Ucap Naruto sambil menunduk menyembunyikan dua buah batu shapire yang terus mengeluarkan cairan bening mulai membanjiri pipinya. Didalam sana kurama terus memperhatikan Naruto yang membelanya didepan Sandaime
"Naru aku ingin keluar, ada yang ingin aku katakan padanya" Naruto mengangguk menanggapi ucapan kurama, sedangkan didunia nyata Naruto terlihat menggigit ibu jarinya membuat Sandaime mundur beberapa langkah setelah itu ia menghentakkan tangannya kelantai
Kuchiose no jutsu-Kurama
Boft
Kepulan asap mengepul ditempat Naruto membuat Sandaime memicingkan matanya untuk memperjelas penglihatan tuanya, setelah asap menghilang terlihat Naruto menggendong seekor rubah orange kemerah-merahan rubah itu memiliki ukuran tubuh sedikit lebih besar dari ukuran Akamuru kecil rubah itu memiliki ekor berjumlah sembilan yang tergerai kebah karena dekapan Naruto
"Kyuubi?"Sandaime kembali memicingkan matanya melihat Kyuubi mini yang digendong Naruto sekarang
"Bukan kyuubi adalah sebutan untuk seekor monster dan dia bukan monster dia temanku Kurama"Naruto menimpali ucapan Sandaime
"Lansung saja aku hanya ingin mengatakan kalau saat insiden dua belas tahun lalu bukan sepenuhnya salahku dan kau tahu itu bukan, aku memang sempat membenci manusia dulu tapi aku yang sekarang berbeda, bukan berarti aku menyukai manusia aku tetap membenci manusia tapi tidak dengan naruto, seperti katanya Naruto adalah rekanku juga temanku aku tidak akan pernah mencampuri urusan desa kalian jika tidak menyangkut Naruto"Kurama kecil menatap sandaime tepat dimatanya menunjukkan keseriusan dan kejujuran dari ucapannya
"Apa kau pikir aku akan percaya?"Sandaime balik menatap Kurama dengan tatapan seorang petarung profesional
"Aku tidak perduli kau percaya atau tidak tapi sekali lagi aku tekankan Naruto adalah prioritas utamaku aku tidak akan membiarkan siapapun mengusiknya karena itu janjiku"Kuram masih menatap mata Sandaime sengit
"Jiji dia temanku aku menjamin dia tidak akan membahayakan desa, aku sendiri jaminannya jika dia membahayakan desa kau bisa membunuhku dengan tanganmu sendiri"Naruto kini menatap Sandaime dengan tatapan sendu
"Naru kau tidak perlu menjadikan dirimu jaminan"Kurama kini mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Naruto
"Tapi"Ucapan Naruto terpotong oleh Sandamie
"Baiklah aku percaya padamu naruto tapi ingat kau harus berhati-hati jangan sampai orang lain mengetahui tentang Kyuu-"
"Kurama namanya Kurama"Naruto langsung memotong ucapan sandaime saat ia menyebut temannya dengan sebutan Kyuubi
"Baiklah Kurama, nah Naru bisa kau menyurug Kurama untuk menurunkan killing intensnya"Sandaime menggaruk belakang kepanya saat baru sadar rubah kecil digendongan Naruto terus menerus mengeluarkan killing intens yang bisa membuat shinobi sekelas chunin bergetar ketakutan, Naruto langsung menunduk melihat Kurama yang memalingkan wajahnya
"Ya aku tahu"Ucap Kurama
"Nah begini lebih baik, jadi kau bertemu Minato dan Kushina saat kau melepas segel Kurama begitu?"ucap sandaime
"Ya jiji saat itu mereka memberitahuku semua yang terjadi saat insiden waktu aku lahir dulu"Ucap Naruto
"Jadi kau sudah mengetahui semuanya?"Ucap Sandaime memastikan
"Ya jiji"Ucap Naruto
"Jadi begitu, lalu apa kau dan Kurama sudah berteman saat itu"Sandaime kembali bertanya kepada Naruto
"Kami sudah berteman sejak anak buah danzo mencoba membunuh Naru-chan ku"Bukan Naruto yang menjawab melainkan Kurama yang berada didalam dekapan Naruto
"Danzo apa maksudmu"Sandaime memicingkan matanya kepada Kurama saat mendengar nama Danzo terbawa dalam ucapan Kurama tadi
"Ya Danzo murid Nidaime Hokage dengan idealismenya"Ucap Kurama
"Lalu apa Dnzo masih menyuruh anak buahnya untuk mengejarmu Naruto"Sandaime kini menatap naruto
"Tidak jiji, sejak ada Kakashi-nii sudah tidak ada lagi orang suruhan Danzo yang mengejarku"Naruto menurunkan Kurama membiarkan dia meregangkan otot-otot dalam tubuhnya setelah lama terkurung
"Haah baguslah kalau begitu, oh iya aku ingin memberikan ini"Sandaime mengambil sebuah gantungan kunci dengan beberapa kunci yang bertengger dilingkarannya
"Ini adalah kunci mansion Namikaze kau boleh menggunakannya mulai sekarang dan disana jiji rasa Kurama bisa keluar lebih leluasa jika dibandingkan dengan apartementmu yang sekarang"ucap sandaime disertai sebuah senyum
"Terima kasih jiji tapi aku ma-"
"Sayangnya aku sudah memindahkan semua barang-barangmu kesana"Sandaime memotong ucapan Naruto saat mendengar sedikit penolakan dalam ucapannya
"Haah baiklah"Naruto menghela napas lelah mendengar nada memaksa dalam ucapannya, dengan ogah-ogahan Naruto mengambil kunci yang ada di tangan Sandaime
Di pinggir danau kini terlihat seseorang sedang duduk melamun sambil melihat matahari sore
"Anak yondaime hee? Jangan bercanda?"gumam anak itu sambil melempar sebuah batu kecil kedanau
"Sasuke!"Mendengar namanya dipanggil ia pun menoleh dan melihat seorang gadis seumuran dengannya melambaikan tangan kearahnya sebuah dengusan dengan manis keluar dari mulutnya saat melihat gadis itu berjalan mendekat.
"Apa yang kau lakukan? Melakukan rutinitas soremu?"Gadis itu bertanya saat sampai disampingnya
"Hn memurutmu?"Sasuke kembali memutar kepalanya menghadap danau tangannya meraih sebuah batu kecil dan melemparnya kedanau
"Apa kau tidak bosan melakukan ini setiap sore?"Gadis itu mendudukan dirinya disamping sasuke
"Hn"Hanya gumamam tidak jelas yang gadis itu dengar dari mulut orang yang duduk disampingnya itu
"Kau kenapa Sasuke? Apa kau sakit?"Ucap gadis itu
"Hn"Gumam Sasuke
"Hei kau lebih dingin dari biasanya apa kau tahu? Haah setidaknya katakan sesuatu selain hn mu itu agar aku mengerti"
"Bukan urusanmu"Sasuke kembali melempar batu kedalam danau
"Kau aneh sekali hari ini"
"Memangnya apa perdulimu?"
"Tentu saja aku perduli aku ini temanmu!"
"Teman? Cih jangan bercanda!?"
"Kau sebenarnya kenapa Sasuke?"
"Kau tadi bilang kalau kita ini teman dobe?"Sasuke kini berbalik dan mencengkram lengan gadis itu
"Te..tentu"gadis itu terlihat ketakutan melihat Sasuke yang seperti marah
"Jika kau merasa temanku kenapa kau berbohong padaku Naruto!"teriak murka sasuke kearah Naruto
"A...apa maksudmu?"Naruto terlihat semakin ketakutan saat tangan Sasuke semakin erat mencengkram lengannya
"Kenapa kau berbohong tentang identitasmu? Tidak tau asal-usulmu ehh dibesarkan di panti asuhan haah jangan bercanda!"Sasuke menghempaskan tangan Naruto kasar
"A..aku tidak be..bermaksud seperti itu a..aku hanya takut ka..kau men..menjauhiku saat tau i..identitas..ku"Naruto menunduk sambil mengelus tangan kanannya yang sedikit merah
"Kau pikir aku akan percaya Hime-sama?"Ucap Sasuke dengan nada mengejek
"Ka..kau adalah te..teman pe..pertamaku, aku ti..tidak mau kau me..menjauhiku sa..sasuke hiks"Senggukkan Naruto seperti sengatan listrik yang menyengat gendang telinga Sasuke, ia tersentak saat melihat Naruto menunduk sambil sesenggukkan
"Do..dobe a..aku"Tangan Sasuke terlihat mencoba menggapai pundak Naruto yang sedikit bergetar
"Aku hiks hanya tidak hiks mau"ucapan Naruto terpotong saat Sasuke memeluk Tubuhnya erat
"Ssst maaf jika aku menyakitimu Naru, maaf jika aku juga menyakitimu"Sasuke memeluk Naruto menyalurkan kehatan ketubuhnya, sejenak suasana menjadi hening Sasuke yang tidak tau apa yang akan dibicarakan disituasi seperti ini dan Naruto yang masih meresapi kehangatan tubuh Sasuke. Sudah cukup lama mereka terdiam hingga Sasuke mencoba menghentikan drama mereka
"Naru?"Sasuke menggoyangkan pelan tubuh Naruto tapi tidak ada tanda-tanda Naruto disana
"Naru"Sasuke kembali mencoba memanggil Naruto tapi masih tidak ada jawaban darinya akhirnya ia memutuskan untuk melepas pelukan mereka
"Na-"Ucapan Sasuke tidak dilanjutkan saat melihat Naruto tengah tertidur
"Ck kenapa dia selalu seperti ini?"Sasuke kemudian memposisikan Naruto dipunggungnya, ia kemudian mulai melangkahkan kakinya ditemani Naruto yang masih tertidur dipundaknya
akhirnya selesai juga chapter 7 saya masih pemula jadi mohon kritik dan sarannya
