Nagi : kita kembali!

Scarlet : sebelumnya, kita baca ripiunya dulu ya!

.

Dari pembaca setia kita, xtreme guavaniko :

Ga, ga garing kok! Bagus!
Narsis ini pengen banget wa ikat didekat pohon willow!
Mentang mentang pinter, dia ga mau belajar gitu?
Hahahaha! Para manusia, untungnya bukan para hewan... *dicakar*
Keep writing!

.

Nagi : silakan jika anda mau...*seret Zhong Hui*

Scarlet : *cabut pohon*

Nagi : ngapain u cabut pohon segala?

Scarlet : kan harus pohon willow, Nagi-san. Jadi dicariin biar enak.

Nagi : *facepalm*

.

Satu lagi, dari anon-san :

loooolll X'DDD
lucu banget, istri gue *eh maksudnya Zhong Huinya juga nggak OOC. jangan
bilang kalo Guo Hai itu benernya papynya istri gue /plak

.

Nagi : Hah? Zhong Hui itu istri lo?

Zhong Hui : sejak kapan aku yang ganteng ini ganti kelamin?

Scarlet : diem lo! *lakban mulut Zhong Hui*

.

Ada lagi nih, dari numpanglewatdotkom :

lanjut! lanjut! daku lagi ngefans ama zhong hui nih! wkwkw
trus nanti ada si imut xiahou ba dan si manis jiang wei gak? Maklum lagi ngefans ama tria zhong hui, xiahou ba, jiang wei wkwkwk

.

Nagi : Jiang Wei sempat kami munculkan. Tapi kalo Ba...

Scarlet : Jangan! Manajer kan ga suka Justin Bieber!

Nagi : apa hubungannya Xiahou Ba sama Justin Bieber?

Scarlet : Mukanya mirip, bisa-bisa Manajer gebukin kita!

Nagi : Maaf ya kalo rikuesnya ga dimuat. Mudahan chapter berikutnya kita keluarin Ba yang mirip Justin Bieber itu kok.

.

Lanjut, dari da'LoMar :

akhirny ad yng bikin crita tntang zhong hui jgga..
hha, si zhong hui it emang narsisny mirip bgt sama akku..
omong2x, zhang chunhua ama yinping it pairingny zhong hui ama guo hai gtu..
wah2x, dtnggu updateny ya

.

Nagi : MATAKUUU! Ambil obat tetes mata!

Scarlet : Siap! *ambil botol kuning*

Nagi : *netesin mata* kok mata gue lengket? Lu ambil botol apa?

Scarlet : *baca* U... HU...

Nagi : ITU LEM KAYU BEGO!

.

Ada anon males login namanya Yurianna Shan Liu :

AAAAAAHHH! Kembalikan muka gantengkuuuuuuu!
Dan bagi Guo Huai:
ALamaakkkk! Aku kok jadi 40-an tahun lebih mud... Uhuk, uhuk!
Dan bagi murid PMR:
Zhong Hui kok batuk2?
Ngakak deh.
Biasanya aku gak gitu perhatiin yang Jin sih, tapi selamat. aku makin ingin
liat lanjutannya. So update pliz...
Nb: Ginpei-chan ke mana? Papanya kuatir loh. (Dibelah jadi dua)
Kan Ginpei cara baca kanji Guan Yinping dalam bahasa Jepang.

.

Nagi : Maaf, tapi yang batuk itu kebalik.

Scarlet : harusnya si Zhong Hui yang begitu.

Nagi : problem, Zhong Hui? *pasang troll face*

Scarlet : WOKEH, mari kita CEKIDOT!

.


Dynasty Warriors series, belongs to Koei.

WARNING! This fic is high school AU, contains gaje-ness, abal-ness, OOCness, dan kemungkinan ness-ness lainnya...

Rate : T

Genre : Humor/Drama

Characters : Zhong Hui & Guo Huai, sedikit menyelip pair masing-masing dengan Guan Yinping dan tante Zhang Chunhua

Summary : Zhong Hui terperangkap dalam tubuh seorang lelaki tua. Kini dirinya harus bisa menyesuaikan diri seraya mencari cara untuk mengembalikan muka "gantengnya". Bagaimanakah reaksi yang lainnya?

.

Nagi and Scarlet, presents...

.

.

Mr. Narcisstic and The Old Fencing Master

.

.

First Day

.

-Guo Huai's PoV-

Buk! Buak! Brak!

"Aduh! Sakit!", teriakku terus merintih karena seseorang telah membantingku ke dinding dan ranjang UKS.

Aku berusaha bangkit dari tempat tidurku. Kulihat sekelilingku, tampak sosok lelaki tua dengan aura gelapnya sedang meloncat dan menghampiriku seraya berkata, "KAKEK TUA BANGKOTAN, BALIKIN MUKA GANTENG GUE!"

.

.

Buak!

Tubuhku jatuh tersungkur di lantai, kulihat sosok yang menarik kerah bajuku. Seorang lelaki tua berambut panjang yang tampak marah. Sosok itu, aku? Sebentar. Aku masih bisa merasa sakit, tapi aku sendiri menarik tubuhku. Lalu, aku siapa?

"Kau bingung? Itu karena kita sudah tertukar... Uhuk, uhuk! Kembalikan muka ganteng gu... uhuk!", katanya terbata-bata.

"Zhong Hui?", tanyaku pada sosok itu. "Bagaimana kau... aku... Oh..."

Aku berusaha mencerna kalimat sosok diriku yang kupanggil Zhong Hui. Kulihat tanganku yang tidak lagi berupa tulang berbalut kulit, melainkan sesuatu yang halus dan terasa kencang membahana.

"Aku... MUDA LAGI!"

GUBRAK!

"Grrr..."

DEBUAK!

"Aduh, kamu makin kasar saja...", kataku pada Zhong Hui.

"Kakek Tua Bangkotan, sekali lagi kau bertindak lebay dan pacarku ada diluar. Aku bisa membunuhmu!", kata Zhong Hui yang terjebak di dalam tubuhku.

"Bunuh saja. Aku tidak peduli dengan popularitasmu! Aku hanya ingin seorang murid yang sopan!", kataku berjalan tegap ke hadapanya, meski tubuhku yang sekarang ber-identitas Zhong Hui lebih pendek dari sebelumnya.

"Kau..."

"Pak Guo Huai, saya bawakan tas Zhong Hui. Saya sudah urus surat izin sakit untuk anda berdua agar bisa pulang...", kata sosok lelaki rambut rada emo berseragam hijau membawakan tas Zhong Hui.

"Jiang Wei, sebaiknya kau tidak membawakan tasku. Aku...mph!", kata Zhong Hui yang kemudian kubekap mulutnya karena lupa dengan perannya.

"Zhong Hui, kau apakan Pak Guo Huai? Aku harus beritahu Bu Zhang Chunhua!", kata lelaki itu seraya akan menutup pintu ruang UKS.

"Jiang Wei, sebaiknya jangan. Aku bisa mengurus Pak Tua ini sendirian!", kataku seraya mengikuti gaya Zhong Hui.

"Zhong Hui, sejak kapan kau memanggil nama lengkapku. Bukankah biasanya kau panggil aku Boyue?", tanya lelaki yang mengaku dirinya adalah Jiang Boyue alias Jiang Wei, ketua PMR dari kelas XI-Shu yang pertama kalinya dilantik langsung oleh kepala sekolah AKBDW, Pak Zhuge Liang.

"Sudahlah. Aku akan mengantarnya pulang. Pak Tua ini sudah pikun!", kataku berusaha meyakinkan Jiang Wei.

Zhong Hui berusaha melepas tanganku, kemudian berkata, "WOY! Ngaca yang aslinya pikun sia...mph! Uhuk-uhuk!"

"Ah... Kau jorok sekali!", kataku sambil melepas tangan yang selama ini membekap mulutnya.

Jiang Wei yang melihat tingkah kami hanya ber-sweatdrop, menjatuhkan tas Zhong Hui, kemudian meninggalkan kami berdua.

Zhong Hui yang berhasil lepas dari dekapan(baca : siksaan) langsung mengambil tasnya seraya berkata, "Ini semua salahmu! Jika saja kau tidak menarik lengan bajuku, aku tidak akan pernah menjadi seorang Pak Tua Bangkotan yang sudah penyakitan ini!"

"Salahku? Kamu bilang ini semua salah Bapak? Jika kamu tidak berlari di tengah hujan, kita tidak akan begini. Seharusnya ini salahmu!", balasku.

"Aku tidak peduli. Yang jelas, aku tidak akan bisa bersama pacarku jika kita masih begini terus!"

"Itu deritamu! Aku sendiri juga tidak bisa mendekati Bu Zhang Chunhua jika kita begini terus!"

"Sudah kuduga, kau mau selingkuhi Bu Zhang Chunhua yang sudah punya suami dan dua anak yang segede babon!"

"Kau tidak tahu permasalahannya. Bu Zhang Chunhua baru cerai tiga hari yang lalu. Makanya, liat infotainment dong!"

"Cih, untuk apa artis nontonin artis? Jadwalku terlalu padat untuk kegiatan mengumbar gosip palsu itu!"

.

.

.

Tak lama kemudian, seorang perempuan berseragam hijau datang ke ruang UKS. Ronce bunga melati yang menawan menghiasi rambutnya yang dikuncir dua.

"Ayang, kamu baik-baik aja kan? Kamu ga gila kan? Kamu ga...", katanya seraya menghampiri dan memegang wajahku.

"Stop! Aku baik-baik saja, kamu tidak perlu khawatir. Apa maumu kesini, Yinping?", tanyaku menghentikan ucapannya yang lebay membahana itu.

"Kalian berdua, bisakah kita berhenti dan pergi dari sini?", kata Zhong Hui yang ternyata makin iri melihatku bersama Yinping, anak bungsu Pak Guan Yu si guru Bahasa Mandarin dari kelas X-Shu.

"Oh, maaf saya lupa. Apakah saya mengganggu anda, Pak Guo Huai?", Yinping mendadak khilaf. "Ayang, kita makan di kantin yuk! Bareng Pak Guru juga boleh kok..."

-Guo Huai's PoV : off-

.

.

-Zhong Hui's PoV-

Apa? Apa maksudnya mengganggu? Aku pacarmu, Yinping! Jika saja aku tidak menjadi Pak Tua Bangkotan ini, aku yang akan merasakan hal itu...

"Ayang, kok kamu gitu sih? Kamu ga suka aku lagi ya?", kata Yinping kepada Pak Guo Huai.

"Hah? Bukan, bukan maksudku begitu. Aku...", jawabnya gugup.

"Kamu ga sayang aku lagi ya? Kamu mau bilang aku jahat banget?"

"Bukan, Sayang. Kamu baik-baik aja kok..."

"Ga usah ngomong. KITA PUTUS!"

Seusai percakapan tersebut, Yinping meninggalkan kami berdua dengan wajah merah padam.

"Ups, sepertinya ada yang membawa masalah. DAN ITU SEMUA SALAHMU! AKU KEHILANGAN PACARKU DAN AKU HARUS BERUSAHA BUAT BALIKAN!", kataku sambil menunjuk dan memojokkan lelaki tua itu di sudut ruangan UKS.

"Salahku? Semuanya salahku? Dia perempuan manja dan pikirannya terlalu berlebihan. Dia menolakku begitu saja!", bantahnya.

"Sudahlah. Kita ke kantin Pak Huang Gai saja. Aku yang bayar", kataku pasrah dengan keadaan.

"Kau yakin akan kesana? Warung Mbak Zhu Rong makanannya lebih enak loh! Aku yang bayar", kata Pak Guo Huai menawarkan diri.

"Itu tempat pertemuan pertamaku dengannya. Aku tak akan melihatnya lagi disana...", kataku dengan wajah yang mendadak galau.

Pak Guo Huai yang bersemayam di dalam diriku memegang bahuku. Dengan menyesal, ia berkata, "Sekali lagi, aku meminta maaf soal itu. Aku tahu kau sangat menyayanginya. Perasaannya sedang labil hari ini. Mungkin lain hari aku akan memperbaiki semuanya, jika Guan Yinping yang cantik itu mau percaya dengan apa yang terjadi pada kita sekarang. Itu masih saran, jadi kita bicarakan saja di kantin".

-Zhong Hui's PoV : off-

.

.

.

Di kantin...

Mereka sampai di sebuah kantin yang terletak di pojok kiri koridor. Disana, ada Pak Huang Gai dengan gerobak baksonya. Disana, tampak murid paling cerdas di kelas XI-Wu, Lu Xun, sedang makan bakso dengan lahapnya. Hingga akhirnya, ada sehelai rambut yang lumayan panjang ada di mulutnya. Lu Xun mengeluarkan rambut tersebut dan memandangi wajah si pedagang bakso dengan wajah aneh. 'Rambutnya panjang, putih, tapi tidak mungkin kalau ini jenggotnya atau rambutnya Pak Huang Gai...', batin Lu Xun.

Pak Huang Gai yang kepanasan menyingsingkan legan bajunya yang pendek, menunjukkan rambut di bawah lengannya (baca : ketek) yang sangat panjang hingga mirip rambut asli. Dan kejadian itu membuat murid XI-Wu yang merupakan langganan bakso Pak Huang Gai muntah 50 ember, dan Lu Xun yang tak sengaja termakan rambutnya muntah 100 ember.

.

.

-Zhong Hui's PoV-

"Bapak benar. Sebaiknya kita ke kantin Mbak Zhu Rong aja...", kataku sambil berlalu dari kantin Pak Huang Gai, menuju warteg Mbak Zhu Rong dua kantin setelah warung bakso.

Warung Mbak Zhu Rong dikenal sebagai warung yang paling sering didatengin warga AKBDW. Selain penampilan dan makanannya yang ala restoran bintang lima serta harga kaki lima alias murah banget, warung yang didirikan oleh Om Meng Huo sebagai sarana memuaskan hobi bersama partnernya, Dong Zhuo ini juga punya hiburan lain yang memuaskan mata. Salah satunya, Mbak Zhu Rong yang jaga warteg dan juga Mbak Diaochan yang kebetulan jadi pelayan kalau Mbak Zhu Rong sibuk. Meski Mbak Diaochan sudah berstatus pacaran dengan guru PKn super galak, Pak Lu Bu, pelanggan cowok ga bosen-bosennya mampir kesini dan pesan makanan hanya untuk ngintip Mbak Zhu Rong dan Diaochan.

.

Aku? Kalian tanya aku? Maaf, aku hanya setia pada Yinping cintaku sayangku tempat sampahku. Ups...

.

Kami mampir ke warung Mba Zhu Rong,tapi ternyata ada orang yang membuntuti kami dari tadi. Aku menoleh ke belakang, tampak seorang lelaki bercadar sedang mengepel lantai. Wajahnya yang suram dan misterius membuatku merinding.

-Zhong Hui's PoV : off-

.

-Guo Huai's PoV-

"Pak, apakah anda mengenal orang yang mengepel lantai disana?", tanya Zhong Hui.

"Oh, yang itu. Dia Pang Tong, cleaning service baru. Menurut yang Bapak dengar, tidak ada yang tahu asal usulnya. Bahkan ada yang bilang dia itu dukun...", jawabku ikut merinding.

Lelaki misterius tersebut terus mendekati kami berdua, kemudian menjatuhkan sesuatu dan meninggalkannya begitu saja. Sungguh hal yang aneh, tapi bisa saja dia ingin menunjukkan sesuatu.

Aku menghampiri dan mengambil benda yang terjatuh itu. Nampaknya sebuah kartu nama, merujuk kepada orang lain.

"Itu kartu apa, Pak?", tanya Zhong Hui.

"Entahlah. Tapi berdasarkan nama dan alamat yang tertera di kartu ini, kita harus menemuinya pulang sekolah nanti"

-Guo Huai's PoV : off-

.

.

.

~TBC~


Nagi : Ada apa ini?

Scarlet : maaf, jika review bertambah, kita tidak bisa memuat semuanya. Kita juga sibuk

Nagi : padahal Manajer kita libur, masa kita ga diliburin?

Scarlet : kasian pembacanya dong! KITA DEMO DEPAN RUMAH MANAJER!

Nagi & Scarlet : *demo di depan rumah Manajer* LIBURKAN DAN NAIKKAN GAJI KAMI, ATAU KAMI MOGOK KERJA!

Nagi : KITA BOSEN NGEMIS REVIEW! TAPI SEMUANYA TETEP HARUS REVIEW!

Scarlet : Jangan lupa, kasi ide buat chap berikutnya ya!