Nagi : heyheyhey!

Scarlet : RIPIU!

.

Dari Yurianna Shan Liu :

Wah wah... Zhong Hui naksir sama Yinping ya?
Guo Huai benar2 harus berusaha nih...
Zhong Hui, nih ada obat batuk u/ persediaan 21 hari. Jangan ODe alias overdosis ya ;)
Ngomong-ngomong Bu Chunhua apa kabar? Jangan bilang lagi selingkuhan sama... sama. ..

.

Nagi : Bu Zhang Chunhua baik-baik aja kok...

Scarlet : sebenarnya bukan selingkuh, tapi status hubungannya TTM

Nagi : temen tapi mesra gitu. Kita nanti kasi liat kok...

.

Dari da'LoMar :

0_o luxun maem rambut keteknya huang gai..!?
uih, kasian bgt luxun.. psti baksony jdi kecut rasany..
kayakny si pangtong ad sangkut pautny dngan hal yng menimpa zhonghui dn guo huai..
hmm.. update ya!

.

Nagi : Mbak, ini bukan sms. Tolong bahasanya sedikit sopan. Kita gabisa baca soalnya...

Scarlet : Nagi-san kan pake kacamata hitam, gimana mau baca?

Nagi : ga pengaruh, gue kan ga sekolah!

Scarlet : nanti kejadian beneran baru tau loh!

Nagi : ya engga lah, gue becanda doang

.

Dari anon yang dari tulisannya pembaca setia kita, xtreme guavaniko :

Akhirnya aku bisa baca Fic lagey! *Plakk!*
Oh? pohonnya untukku? Wokeh! *iket Zhong Hui dipohon*
Itu ke rumah siapa? Kerumah ku? *Plakk!*
entahlah, pokoknya... Keep writing!
Ku tunggu!

.

Nagi : bukan, rumah bapakmu!

Scarlet : selamat aja kalo berhasil. Kita beneran stuck gara-gara sepi...

Nagi : malah kejejel ide baru dah!

.

Masih dari seorang anon yang mengaku bernama Sayaka Ayano :

LoL #ngakak gelundungan
Sumpah parah" g kebayang kl ntar zhong hui bakal ber narsis ria pake badannya guo hai...
Terus kalo si Ba ngga di munculin kah nti ;;w;;
Sekian dah updet soon yah
keep it up
sayaka ayano ga log in

.

Nagi : Kurasa tidak...

Scarlet : Kami masih belum yakin mau ngelepas Xiahou Ba dimana...*ditebas Xiahou Ba*

.

Terakhir, dari seorang anon bernama Hideki :

Hahaha lucu aku tunggu adegan di kantin mpok Zhu Rong yaa,,,, #maap bru repiew

.

Scarlet : nanti traktirin ya!

Nagi : Sekarang, yok CEKIDOT!


Dynasty Warriors series, belongs to Koei.

WARNING! This fic is high school AU, contains gaje-ness, abal-ness, OOCness, dan kemungkinan ness-ness lainnya...

Rate : T

Genre : Humor/Drama

Characters : Zhong Hui & Guo Huai, sedikit menyelip pair masing-masing dengan Guan Yinping dan tante Zhang Chunhua

Summary : Zhong Hui dan gurunya mengunjungi sebuah rumah misterius sesuai alamat yang mereka dapat. Mereka berharap bisa melepas kutukan dalam diri mereka, namun apakah yang terjadi?

.

Nagi and Scarlet, presents...

.

.

Mr. Narcisstic and The Old Fencing Master

.

.

Eyang Kecebur dan Rumah Baru

.

-Zhong Hui's PoV-

Tep... tep... tep...

Kami menapaki jalan setapak seraya bergidik ngeri. Kami sampai di sebuah rumah kayu yang mewah, namun membawa kesan angker. Rumah itu memiliki api di sekelilingnya, namun tidak terbakar sama sekali. Bulu kudukku semakin merinding dengan keberadaan orang di rumah ini. Aku sangat yakin ada dukun yang sangat sakti di dalamnya.

Tok, tok, tok!

"Ada orang?", sahutku seraya mengetuk pintu rumah itu.

.

Tak ada suara yang terdengar dari rumah tersebut. Tapi kami tetap yakin pasti ada seseorang di dalamnya. Aku hanya bisa bergidik ngeri karena rasa takutku semakin memuncak.

.

-End of Zhong Hui's PoV-

.

-Guo Huai's PoV-

Aku menggantikan posisi Zhong Hui yang ketakutan. Giliranku mengetuk pintu.

Tok, tok, tok!

.

KRIIIIIIIIEEEEEK...

Derit pintu yang terbuka membuat suasana semakin tegang. Kami berdua mencoba memasuki rumah itu. Sesampainya di dalam rumah, pintu itu tertutup dengan sendirinya.

"Pak Tua, sebaiknya kita pulang saja. Aku tak mau bajuku kotor karena rumah ini!", keluh Zhong Hui yang terlihat angkuh di tengah ketakutannya.

"Pintunya tertutup sendiri. Bagaimana kita bisa pulang?", jawabku sambil menahan rasa takutku. "Kalau kamu mau coba pulang, silahkan dicoba..."

"Ada yang bisa saya bantu?"

"HIIIIIIEEE!", kataku kaget. Zhong Hui mendadak menoleh perlahan ke sumber suara.

Tampak seseorang lelaki bercadar dan mengenakan sarung lengkap dengan pecinya muncul tiba-tiba di hadapan kami berdua.

"S-s-s-siapa kau?", tanyaku.

"Kau tidak perlu tahu. Aku akan membantu masalah kalian...", kata sosok misterius itu. "Ayo, silakan masuk..."

Pria itu memanggil kami ke dalam ruangannya yang kelam. Dipenuhi dengan taburan bunga, kemenyan, dan hal-hal gaib lainnya. Bulu kudukku mulai berdiri dan menari disko tanpa mengajakku. Kami berdua duduk berhadapan, sementara sosok misterius tersebut merapal mantra aneh.

"Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang bareng mbak Diaochan. Kembalikan mereka..."

BYUUUR!

DUAK!

Pria bercadar itu menyembur kami berdua, lalu terpeleset air putih yang dibawanya. Kedok dibalik pria bercadar itu terbuka saat jatuh tersungkur di lantai. Kami terkejut dengan sosok tersebut.

"Xiahou Ba?", kataku kaget.

"Zhongquan?", kata Zhong Hui ikut kaget.

"Ehe...hehehe...", sosok yang ternyata adalah Xiahou Ba menggaruk kepalanya.

"Aku kira tadi apaan..", kata Zhong Hui pada Xiahou Ba.

"Bagaimana? Kalian sudah kembali?"

Kami meraba-raba. Lalu menjawab dengan serempak.

"Ga ada yang berubah tuh..."

GUBRAKK!

"Ngomong-ngomong, bagaimana kamu tahu kalau kita bertukar?", tanyaku padanya.

"Hehehe, Kakek, sebenarnya...", Xiahou Ba terdiam sejenak. "Aku yang membawa kalian ke UKS setelah tersambar petir hebat. Aku lihat kalian dari jendela saja, aku sadar ada yang aneh dari kalian sejak itu..."

Zhong Hui memijit kepalanya dan berkata, "Bagus. Kita tidak akan kembali sebelum ada hujan badai susulan. Sekarang bagaimana kami bisa pulang?"

"Pulang saja ke rumah kalian masing-masing. Kalian berpura-pura sebagai orang lain untuk sementara...", Xiahou Ba menerawang.

"Masalahnya, Kakek sialan ini tidak punya rumah! Gajinya aja kecil!", kata Zhong Hui menunjukku dengan menekankan kata "Kakek sialan".

Dengan marah yang tertahan, aku menghardiknya. "Jaga mulutmu! Omongan orang tua itu bisa terkabul kapan saja, dan sekarang, kau jadi orang tua!"

"Masalah buat lo?", Zhong Hui melipat tangannya.

Xiahou Ba menatap ke belakang, lalu berkata, "Ayahku bakalan pulang. Sebelumnya, aku antar kalian dulu. Mungkin, antar Kakek dulu, baru antar kamu, Shiji. Rumahnya Kakek kan satu lantai dari rumahku..."

"Apa? Jadi... aku serumah denganmu?", Zhong Hui terheran.

"Ya, begitulah... Zhang He juga tinggal disini."

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!"

.

.

.

"Kakek, aku hanya bisa mengantar sampai disini. Aku pulang duluan, semoga Kakek baik-baik saja...", Xiahou Ba berpamitan.

"Sampai besok!", salamku sambil melambaikan tangan.

Tep!

"GYAAA!", Aku terkaget setelah melihat ke belakang. Tampak seorang lelaki rambut hitam legam yang panjang menutupi wajahnya, dan berpakaian piyama serba putih. "Kukira hantu..."

"Mwahahahahahahahahahahahaha! Kau pulang juga. Aku sudah menunggumu...", kata lelaki itu dengan tawa seramnya.

"S-Sima Yi?", kataku menerka.

"Panggil Om!", seru lelaki yang ternyata adalah Sima Yi sambil menyibak rambutnya. "Sejak disini kamu tidak sopan sekali! Masih untung aku beri kesempatan hidup, bodoh!"

"M-maaf...", aku membungkuk untuk meminta maaf. 'matilah aku...'

~TBC~

Nagi : Terima kasih untuk yang sudah membaca. Maaf kalau ada delay...

Scarlet : Jika ada kritik dan saran, silakan hubungi kotak review di bawah ini

Nagi : Sampai jumpa!