Baekhyun melenguh, namja manis itu mengerjapkan matanya perlahan. Matanya terbuka dengan sempurna dan menyesuaikan cahaya yang perlahan masuk kedalam retinanya. Baekhyun sedikit melenguh sakit, badannya benar-benar terasa remuk apalagi bagian bawah tubuhnya. Baekhyun sedikit melenguh saat merasakan bagian bawahnya penuh dan terisi sesuatu, dan dia baru ingat jika dia belum melepaskan kontaknya.
Baekhyun perlahan melepaskan kontak tubuhnya dan bangkit dari tidurnya, dia menyandarkan diri dikepala ranjang.
DRTT DRTT
Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah nakas, disana ponsel Chanyeol terlihat menyala dan bergetar. Baekhyun mengambil ponselnya itu, dan bibirnya tersenyum miring seketika.
"namja yang malang" gumamnya. Yah, Baekhyun tersenyum miring saat melihat beberapa panggilan tak terjawab dan beberapa pesan yang masuk pada ponsel kekasihnya itu, dan itu semua berasal dari orang yang sama—berasal dari istri Chanyeol.
From : my wife
Chanyeol kau dimana? Apa kau lembur?
From : my wife
Chanyeol malam ini kau akan pulang
atau tidak?
From : my wife
Chanyeol angkat telponku sayang, kau
membuatku khawatir
"suamimu sedang bersenang-senang denganku disini, namja malang" gumam Baekhyun.
DRRTTT
Baekhyun sedikit membelalakan matanya saat ini. Istri kekasihnya kembali menelpon, Baekhyun menoleh sebentar kearah Chanyeol yang masih tidur pulas. Sampai akhirnya bibirnya melengkung membuat sebuah senyuman miring atau lebih tepatnya menyeringai.
pip
"Chanyeol kenapa baru diangkat, kau kemana saja? Kau lembur kau membuatku khawatir sayang"
Baekhyun sedikit menjauhkan ponsel itu dari telinganya.
"hallo" ucap Baekhyun.
"ini siapa? Kau siapa? Chanyeol mana?"
Baekhyun tertawa kecil saat mendengar nada terkejut istri Chanyeol disebrang sana.
"well, kau tidak perlu tahu namaku dan kau ingin tau dimana suamimu?" tanya Baekhyun.
"jangan main-main denganku, dimana suamiku?"
"tenang tenang, empph suamimu masih tidur pulas"
"ini siapa?"
"aku namja manis yang dicintai suamimu, dan aku namja sexy yang menemani tidur suamimu semalam" jawab Baekhyun tenang.
"maksudmu apa hah?"
"dua orang tidur dalam satu ranjang, saling mencintai, dan apalagi yang mereka lakukan selain memberikan kehangatan tubuh satu sama lain, lebih tepatnya kami bercinta..apa itu cukup jelas?"
"kau pelacur murahan, berapa uang yang suamiku berikan padamu hah?"
"pelacur? Hah, aku bukan pelacur..aku adalah kekasih suamimu..berapa uang yang diberikan Chanyeol padaku? Tidak ada. Chanyeol cukup memberikanku kehangatan penisnya pada lubangku"
"namja jalang, sialan.."
"santai saja, jika kau ingin tahu lebih jelas..datang saja ke apartement suamimu, dan kau akan tahu semuanya"
pip
Baekhyun menutup panggilan itu, namja manis itu tersenyum senang. Baekhyun bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Dia harus tampil menawan sekarang didepan istri kekasihnya itu…
Well, perang akan segera dimulai.
Baekhyun keluar dari dalam kamar mandi, si manis dan nakal itu sudah kembali rapih dan bibirnya tersenyum, senyuman senang penuh kemenangan. Baekhyun tersenyum kecil saat melihat sosok Chanyeol yang sedang duduk dipinggiran ranjang seraya merentangkan ototnya, dan namja tinggi itu hanya mengenakan boxernya saja. Baekhyun berjalan menghampiri Chanyeol.
"sudah bangun?" Baekhyun membungkuk dan melingkarkan tangannya dileher Chanyeol.
chuuu
Chanyeol melumat bibir merah itu sekilas.
"kau sudah wangi, kau sudah mandi?" tanya Chanyeol.
"mhmm" Baekhyun bergumam, dia duduk dipangkuan kekasihnya.
"ada apa hmm?" tanya Chanyeol seraya mengecupi pipi halus Baekhyun.
"aniya aku hanya ingin seperti ini saja"
"kau tidak membawa jaket?" tanya Chanyeol.
"jaket untuk apa?"
"lihatlah sayang, bahumu terekspos begitu saja aku tidak mau namja nakal diluar melihat lapar kearahmu" ucap Chanyeol seraya mengecup bibir Baekhyun.
"tak apa, tenang saja..jika ada lelaki yang melihatnya aku pastikan mata mereka akan segera buta, yah kecuali kau yang melihatnya"
"lucu sekali" kekeh Chanyeol, membenamkan wajahnya pada leher jenjang Baekhyun, menghirup aroma tubuh Baekhyun yang selalu menjadi candunya. Chanyeol mencium kuat-kuat leher jenjang itu dan kembali membuat tanda kepemilikannya disana.
BRAKKK
Chanyeol dan Baekhyun tersentak saat mendengar suara pintu yang terdobrak paksa, Baekhyun bangkit dari pangkuan Chanyeol dan kini matanya fokus pada sosok namja manis bermata bulat yang berjalan kearahnya dengan pipi yang berderai air mata.
"namja sialan.."
PLAKK
Namja itu menampar telak pipi mulus Baekhyun.
"Kyungsoo!" bentak Chanyeol. namja bernama Kyungsoo itu—istri Chanyeol menoleh.
"namja sialan, apa setan yang telah merasukimu sehingga kau berbuat seperti ini? " Kyungsoo memukuli tubuh Chanyeol dengan brutal.
"hiks..bahkan kita baru lima bulan menikah dan kau sudah berani seperti ini Chanyeol hiks..." isak Kyungsoo.
GREP
Chanyeol menarik Kyungsoo kedalam pelukannya, dia memeluk Kyungsoo dengan erat.
"lepaskan namja brengsek..hikks" berontak Kyungsoo.
"mianhae..maafkan aku"
"apa yang membuatmu seperti ini..hikkss" isak Kyungsoo.
"maafkan aku" ujar Chanyeol, mata elangnya menatap Baekhyun yang terdiam dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"Chanyeol, terima kasih untuk semuanya...terima kasih sudah mencintaiku meskipun aku hanya menjadi yang kedua dihatimu dan dimatamu...hubungan kita—" Baekhyun menggantungkan kalimatnya.
"—berakhir, terima kasih aku pergi" ujar Baekhyun.
Yah ini yang terbaik, Baekhyun memang harus mengakhiri hubungannya dengan Chanyeol meskipun dia amat sangat mencintai lelaki tinggi itu.
Bagaimanapun juga, Baekhyun tahu bagaimana perasaan Kyungsoo saat ini, Baekhyun tidak boleh terlalu dalam melukai namja baik seperti Kyungsoo. Baekhyun sudah merelakan Chanyeol sepenuhnya untuk Kyungsoo.
Chanyeol menatap lirih kepergian Baekhyun. Dia enggan melepas namja itu, namja yang dicintainya. Tetapi Kyungsoo…sudah sangat tersakiti disini.
"aku membencimu Chanyeol…hikks…mengapa kau tega melakukan ini padaku hiks.." isak Kyungsoo.
"maafkan aku, maafkan aku…aku tidak akan mengulanginya lagi…kumohon maafkan aku Soo…aku mencintaimu"
"kau bohong, jika kau mencintaiku kau tidak mungkin melakukan ini padaku hikks" Kyungsoo benar, jika dia mencintainya, Chanyeol tidak mungkin dengan tega melukai perasaan Kyungsoo, istrinya, namja yang telah lebih dahulu mengisi hatinya.
"apa yang kau inginkan dariku? Apa kita harus bercerai…"
"TIDAK SOO, KITA TIDAK AKAN BERCERAI..AKU MENCINTAIMU" teriak Chanyeol.
"kumohon aku akan memperbaiki kesalahanku, aku tidak akan menyakitimu lagi…aku mencintaimu Soo…hikkss" ujar Chanyeol dengan isakan kecil dibibirnya.
Chanyeol menangis, dia menangis merutuki kebodohannya sendiri…
"aku tidak ingin kau seperti ini lagi Chanyeol" lirih Kyungsoo.
"aku berjanji..kumohon tetaplah disini bersamaku disampingku.."
"aku akan tetap bersamamu..disampingmu..hidup bersamamu..juga bersama bayi kita" ujar Kyungsoo.
"bayi?"
"aku hamil Chanyeol..baru satu bulan, tuhan memberikannya untukku" Kyungsoo menundukan kepalanya, Chanyeol tersenyum kecil dia kembali merengkuh tubuh Kyungsoo kedalam pelukannya, dan mencium kening itu dengan lama.
"terima kasih Soo, kita akan menjaga bayi itu bersama-sama...tetaplah bersamaku.aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi aku berjanji"
"aku percaya padamu"
"saranghae..jeongmal saranghae.."
"nado saranghae.." jawab Kyungsoo, namja itu semakin memperat pelukannya.
Baekhyun tersenyum lirih dibalik pintu kamar itu. Dia masih disana dan mendengar semua percakapan Chanyeol dengan sang istri. Hatinya sedikit sakit mendengar janji manis penuh arti dari bibir Chanyeol untuk Kyungsoo. Namja yang telah lebih dahulu dicintai Chanyeol.
Baekhyun menghapus bulir air mata yang jatuh dipipinya. Dia harus rela… dia harus rela Chanyeol bersama Kyungsoo, meskipun dia harus menahan sakit yang lebih dihatinya.
Baekhyun menyesal, dia menyesal telah datang dikehidupan Chanyeol dan menjadi namja kedua yang dicintai namja tinggu itu. Dia menyesal bukan dalam artian apa - apa, dia menyesal karena telah menjadi orang jahat bagi Kyungsoo…
Baekhyun meronggoh ponsel dari dalam tasnya, dia akan menelpon seseorang saat ini. Seseorang yang mungkin akan menjadi sandarannya.
pip
"sehun...aku menerimamu..aku akan menjadi kekasihmu, apa penawaranmu masih berlaku?"
"kau melamarku? Baiklah..aku bersedia menikah denganmu"
"jemput aku di apartement holiday dua"
"i love you"
pip
Mungkin Oh Sehun adalah orang yang tepat untuk mengobati luka hatinya. Mungkin Sehun adalah orang yang tepat untuk Baekhyun menjalani kehidupan barunya.
Mungkin menikah dengan namja tampan berkulit pucat itu, akan membahagiakannya. Tidak, bukan MUNGKIN tetapi PASTI.
"semoga kalian bahagia..selamat atas anakmu..Kyungsoo, Chanyeol" gumam Baekhyun. Lalu benar - benar melangkah pergi dari sana.
.
.
.
.
.
Tbc
Review juseyo~
