Bagaimana cara Tao dan Kris menghabiskan waktu mereka bersama jika mereka adalah sepasang kekasih? (Tanpa kehadiran Seunghyun)
Let's a peek! ~
.
.
What Lovers Do
.
.
Tao sangat bosan, menghabiskan waktu kosongnya hanya diam menunggu di ruangan Kris yang cukup besar. Dia memang dibebaskan melakukan apapun, dari merebahkan tubuh semampainya di sofa, bernyanyi tanpa peduli nada sembari mengamati pemandangan di luar gedung dari dinding kaca ruangan, atau tertawa terbahak-bahak saat menonton video-video lucu di youtube untuk mengusir bosan, hingga dengan kasar menyeka air matanya ketika menonton film sedih di ponselnya.
Semua itu sudah dia lakukan dan Kris belum juga menampakkan diri. Alpha tampan itu sudah berjam-jam menghadiri rapat direksi, sementara menyuruh dirinya untuk menunggu di ruang kerja sendirian selama dia sibuk. Nyaris membuat meja sang kekasih berantakan karena tidak ada hal lain yang bisa dia lakukan.
Ruang kerja itu sangat lenggang dan sepi. Tao bukan type orang yang suka berdiam diri tanpa kegiatan. Andai hari ini dia memiliki jadwal untuk mengajar di yayasan atau setidaknya penulis asuhannya tidak mengulur waktu deadline, pasti dia tidak mati bosan di ruang kerja Kris.
Dia juga tidak memiliki kegiatan di rumah, tidak ada hal lain lagi yang bisa dilakukannya. Karena itu Tao datang ke kantor Kris berniat untuk membantu laki-laki itu, tapi ketika dia sampai, Kris justru akan menghadiri rapat dadakan. Alhasil mereka belum sempat bicara.
"Kenapa meja kerjanya sangat membosankan? Bahkan di sini tidak ada foto ku" gerutuan meluncur dari bibir persiknya, sembari menutup laci-laci meja kerja Kris yang dibukanya satu persatu.
Meja bercat hitam itu hanya berisi dengan dokumen dan benda-benda sejenisnya. Tidak ada benda mencurigakan, dan Tao cukup terkesan dengan prinsip kerja Kris.
"Oh god...aku benar-benar bisa mati bosan di sini. Berapa lama lagi dia selesai dengan rapatnya?" dia menggumam dengan dagu bertumpu pada tumpukan tangan di meja, kemudian menghela nafas.
Getaran kecil di saku mantelnya mengalihkan atensi. Tao mengangkat tubuhnya sambil merogoh saku mantel, dan mengeluarkan ponsel. Hanya sebuah notifikasi live instagram dari sebuah akun yang bahkan tidak dikenalnya, dan itu memberinya ide.
Kenapa tidak melakukan live instagram saja? Toh followers nya cukup banyak.
Tao tersenyum kecil, dia berencana untuk melakukan live instagram untuk tur ruang kerja kekasihnya. Tao yakin Kris tidak keberatan, toh laki-laki itu tidak ada di sana saat ini.
Tak lupa merapihkan pakainnya terlebih dahulu, kemudian menekan lembut tombol live yang ada di layar. Dan dia melakukan siaran langsung saat ini.
Tao jarang sekali melakukan hal seperti ini, mengingat jika dia bukan lagi seorang remaja, dan kegiatannya yang padat. Tao bahkan belum tentu memeriksa akun sosial medianya.
Dia nyaris selesai melakukan tur singkat itu, yang tak ia duga jika cukup banyak orang yang meluangkan waktu untuk menonton siaran langsungnya ㅡyang menurudnya tidak penting.
Cklek!
Pintu ruangan terbuka, Tao spontan menolehkan kepalanya, hingga senyum di bibir persiknya muncul.
"Itu dia Kris! Si pemilik ruangan datang" ucapnya pada kamera. Wajah senangnya tampak sekali, karena dia sudah cukup bosan menunggu.
Kris yang baru saja menutup pintu pun menoleh, satu alisnya terangkat melihat tingkah si manis yang sedang bicara sendiri menghadap kamera ponselnya. Satu tangannya membawa sebuah map berisi dokumen yang sudah dirapatkan.
"Apa yang sedang kau lakukan?" mengintip layar tampilan ponsel Tao yang malah menampilkan wajahnya sendiri. Kemudian menatap kekasihnya dengan kerutan samar di dahi.
"Ini live instagram, aku hampir mati bosan menunggumu di sini" Tao sedikit menggerutu. Dan Kris hanya menganggukkan kepalanya ㅡnyaris tak terlihatㅡ kemudian berlalu, sambil membuka kembali berkas di tangannya.
Tao berniat menyudahi kegiatan livenya saat sebuah komentar dari sebuah akun tertangkap kedua matanya.
'Aku ingin melihat Kris-ssi bertingkah manis. Apakah mungkin? Melihat wajah seriusnya tadi sepertinya dia tidak akan mau melakukannya'
Dan itu memberinya ide.
Tao berjalan mendekat, mengarahkan kamera depan ponsel tetap menyorot dirinya, dan berhenti tepat di samping meja kerja Kris, di mana laki-laki itu berkutat dengan laptop dan berkas-berkas yang tidak diketahuinya ㅡdia juga tidak mau tahu.
"Kris"
"Hm?"
Tao menyodorkan tangan kanannya selagi tangan yang lain membawa ponsel, mengarahkan telapak tangannya tepat di depan wajah sang alpha dan refleks membuat Kris berhenti membuka dokumennya.
Menoleh ke arah si manis, "Apa?"
"Letakkan dagumu di telapak tangan ku"
"Ha?"
Terpaksa meninggalkan kamera ponsel sejenak, Tao menoleh ke arah kekasihnya. "Letakkan saja"
"Untuk?" Kris bertanya bingung.
"Ini sedang trend di kalangan pasangan. Lakukan saja" ucap Tao gemas.
Kris tidak mengerti tentang dunia maya, apa yang sedang trend, atau berita apa yang sedang banyak dibicarakan. Dan dia juga tidak begitu mengerti dari mana Tao bisa mengetahui hal-hal semacam ini.
Tao tersenyum ke arah kamera saat Kris meletakkan dagu runcingnya di atas telapak tangannya. Melihat banyak sekali komentar yang bermunculan akan hal itu.
Tapi Tao tidak mengantisipasi saat tiba-tiba Kris bangkit berdiri dan, cup!
Sebuah kecupan mendarat di pipinya yang agak berisi. Tao belum sempat bereaksi akan serangan tiba-tiba itu, Kris menyambar laptop di atas meja, dan melangkah menuju sofa.
Tao terkejut sampai tidak bisa berkata-kata. Menyadari jika saat Kris mencium pipinya tadi, banyak orang yang menonton mereka, dan sekarang akun-akun itu menggila dengan memberikan banyak komentar histeris, juga emotikon hati dan sejenisnya.
Tao bisa melihat wajahnya bersemu merah di layar ponsel, cepat-cepat dia mengakhiri siaran langsung itu. Dan laki-laki yang mencuri ciuman di pipinya kini dengan santai kembali berkutat dengan pekerjaan.
Oh, Tao benar-benar malu. Sepertinya dia tidak akan melakukan live instagram lagi mulai sekarang. Karena Kris bisa saja secara tidak terduga melakukan hal yang membuatnya malu di depan penontonnya sendiri.
END
.
.
.
Iseng, hoho
Tau kan trend yang gw maksud di sini? Soalnya gw ga tau nama trendnya apa, dan ga tau juga trend kaya gitu dimulai di korea atau china duluan, wkwkw
Semoga bisa jadi obat kangen 3
Regards, Skylar
14/02/2018
