Forget me not

Ansatsu Kyoushitsu

Disclaimer : Ansatsu Kyoushitsu hanya milik Yuusei Matsui Sensei. saya hanya meminjam beberapa Propertinya saja.

Warning : banyak kesalahan mungkin dari tanda baca, EYD atau penggunaan Huruf Kapital. Typo mungkin akan bertebaran dimana-mana

Don't like Don't Read

ENJOY!


Musim semi tiba dan sekolah pun memulai kegiatan belajar mengajar.

Nagisa sampai didepan gerbang, dia melihat Kayano dan akhirnya mereka berjalan beriringan menuju halaman sekolah. "Kayano-chan selamat pagi"
"Ah Nagisa-chan.. Eh... Bagaimana kencanmu dengan Akabane" tanyanya.
"Heeh kau langsung menanyakan itu?! Uhm itu ceritanya panjang" gumam Nagisa. Kemudian dia teringat kejadian yang terjadi antara dia dan Karma.
Sesampainya di kelas, dia melihat Karma telah sampai di kelas sambil membaca buku dengan tenang.
"O-ohayou Karma-kun" sapa Nagisa pelan. Karma tidak membalas sapaan Nagisa. "E-etto kau sedang membaca apa?" Tanya Nagisa berusaha mendapat perhatian dari Karma.
Karma menghela napas lalu segera menutup bukunya dan segera pergi ke luar kelas.
"Ke-kenapa?" Tanya Nagisa heran dan sedih.

Saat istirahat, Nagisa dan Kayano makan bersama di atas atap. Nagisa membawa bento dan Kayano membawa sumpit.
Makan yang biasanya lahap kali ini Nagisa hanya melahap satu sampai dua suap saja. Setelah itu Nagisa menghentikan kegiatan makannya.
"ada apa Nagisa-chan? Kau sakit?" Tanyanya
"Ah tidak, aku tidak apa-apa." Ujarnya bohong. "Kayano-chan..."
"Hmmm?" Sahut Kayano.
"Kenapa akhir-akhir ini Karma-kun mengabaikanku?"tanya Nagisa.
Senyum jahil muncul dari wajah lugu Kayano. "Ah jadi kau suka pada Karma?" Ujarnya menggoda. Semburat merah mewarnai wajah Nagisa. Nagisa tertunduk lalu mengangguk pelan.
"Sudah kuduga... Hmm. Apakah pada saat kalian kencan terjadi sesuatu..."
Nagisa terdiam, Kayano pun memperhatikan teman bersurai birunya itu untuk memberikan jawaban. "Dia menciumku" jawabnya sambil tertunduk. Kayano tertegun lalu tertarik mendengar cerita Nagisa.
"Aku belum siap..." Tambahnya. Kayano mengangguk paham.
"Semuanya akan baik-baik saja. Ini bukan salahmu, ini hanya salah paham" ujar Kayano.

Sore itu selesai pulang sekolah, Nagisa mendapat giliran untuk piket dan membersihkan kelas. Setelah selesai menyapu dan membersihkan papan tulis, dia memutuskan untuk pergi ke atap sekolah.
'Tempat yang dekat dengan langit' Nagisa menamainya demikian karena hanya disitu tempatnya mencari ketenangan.
Langit sore ini mendung, awan hitam tampak menutupi langit. Sepertinya bukan waktu yang tepan untuk menikmati langit dengan cuaca yang seperti ini. Nagisa hanya menghela napas dan mendongak kearah langit dengan harapan agar langit cerah.
Kemudian Nagisa teringat sesuatu yang ada di saku roknya. Dia pun akhirnya merogoh saku roknya dan mengambil selembar foto saat berada di photobooth bersama Karma pada saat malam Natal. Senyum terukir dibalik kedua bibir mungilnya, namun perlahan senyum itu berubah menjadi muram.
"Andaikan dia mau mendengarkanku, andaikan dia tahu perasaanku" ujarnya sambil memandang foto itu.
Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan menerbangkan selembar foto yang sedang Nagisa lihat itu. "Ah... Gawat!" Nagisa berusaha meraih foto yang tertiup angin itu. Namun angin yang kencang itu meniup selembar kertas itu kearah semak-semak yang ada di taman sekolah.

Suara gemuruh petir mulai terdengar dari arah langit.

"gawat…" pekik gadis bersurai biru itu, lalu dia segera meninggalkan atak sekolah itu dan berjalan setengah berlari menuju taman sekolah.

Sesampainya di taman sekolah, Nagisa segera mencari-cari selembar foto yang menurutnya sangat berharga itu. "Dimana ya?" ujarnya sambil mencari di balik semak-semak namun hasilnya Nihil.

Nagisa menghela napas kecewa. "bagaimana ini?"ujarnya lirih.

Gemuruh hujan dari langit semakin terdengar diiringi oleh rintik air hujan yang semakin deras. Namun, gadis itu tidak peduli dan tetap mencari selembar foto yang penuh kenangan itu. Dia tidak menemukan apa-apa, disamping itu dia mendapatkan seragamnya basah kuyup.

Nagisa hanya bisa tertunduk sedih. Hujan membasahi sekujur tubuhnya, namun dia tetap tidak mau beranjak dan masih berada di tempat yang sama sambil menangis.

"kau bisa sakit, bodoh" ujar seorang lelaki. Dari suara itu sepertinya Nagisa sudah tidak asing lagi. Nagisa menoleh kearah pemilik suara itu; seorang lelaki bersurai merah yang sedang membawa payung dan tengah memayungi Nagisa. "lihat bajumu sekarang basah kuyup" Ujar Karma sambil melempar Cardigan hitam yang biasa dia pakai kepada gadis itu. sedang terjadi pesta dansa diatas payung yang Karma berikan, Rinai hujan adalah penarinya dan sepasang indera pendengaran menikmati ritme yang diberikan dari setiap rintik yang berdansa.

"Karma-kun…"ucap gadis itu lirih, sekonyong-konyong Nagisa mendekati Karma dan segera memeluknya erat. "bodoh"

Iris emas milik pemuda bersurai merah itu membesar ketika orang yang disukainya tiba-tiba memeluknya. "Na-Nagisa?"

"kenapa kau mengabaikanku sejak tanggal 25 desember kemarin?" Tanya Nagisa. Hujan menjadi teman keheningan mereka. Karma terdiam sesaat. Hujan lambat laun mulai mereda.

"aku mengira kau tidak menyukaiku. Soal ciuman itu, aku takut kau marah padaku" jawab Karma dengan nada serius.

"bodoh…jika aku tidak menyukaimu bagaimana bisa aku memelukmu seperti sekarang ini. Aku menyukaimu, bodoh" ujar Nagisa sembari menangis dan tetap memeluk lelaki bersurai merah itu dengan erat. "saat kau menciumku, sebetulnya aku senang namun aku hanya sedikit terkejut… dan aku belum siap untuk itu…" Nagisa menjelaskannya pada Karma dengan jujur.

Karma tersenyum pelan, dia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sapu tangan miliknya dan segera mengusap air mata gadis itu dengan sapu tangannya. "sekarang aku mengerti, aku minta maaf" ujar Karma sambil terkekeh pelan untuk mencairkan suasana. Hujan pun berhenti.

"hmm… sepertinya kita harus pulang, sebelum sekolah ditutup" ujar Karma disertai anggukan dari Nagisa.

"Minggu ini kau punya acara? Kudengar Sonico Ninja yang baru sudah ada di bioskop" ujar Karma dengan semangat. "ayo kita pergi Nonton Nagisa-chan!"

Nagisa mengangguk. "i-iya"


AKHIRNYA AUTHOR BISA NGELANJUTIN FANFICT(gaje) Ini! :3 Maaf! Author lupa lanjutin cerita ini karena tugas menumpuk. tugasnya ga abis-abis masa :'v #malahCurhat oke akhirnya Author masih tetep nulis kok pokoknya cerita ini pasti Author selesain walau nggak tau kapan bakal Publish lagi. tapi semoga secepatnya :3

ada Review dari Fanny Lim "

"cerita nya makin menarik :3 lanjutin kek,saya penasaran sama lanjutannya*paksa amat :v* kakak,ini cerita udh siap ya? :v kok dari kemaren gk dipublish :v semangat ya kak,lanjutinnya,saya tunggu di chap selanjutnya :v"

answer : terhura saya dapat Review :'3 siip nak, Author akan ngelanjutin sampai selesai kok :'3 ceritanya kemarin belum siap karena kendala tugas. siip makasih Reviewnya yang membuat saya kembali menulis fanfict ini.

Much love

Imperializa