Jeongmal Gomawo :

ressijewelll, Baby-ya, Leeyasmin, Pumpkin Ite,
Minnie Trancy, Hyeri, RAY HYUNG^^, Shion tsuzuka,
Cho Yooae, Marcia Rena, Yukihyemi, anchofishy,
Rhie sparkyu'min, Day KyuMin's Fujoshi, Thania Lee,
Cho Miku, JiYoo861015, kyurin minnie,
Momo6, S.J. 1315, Ryu, LabuManis,
Rima KyuMin Elf, Chikyumin,Bunny Ming.
Aegyo lee, Park HyunRa,
Vain Vampire, Cho Gyumin Lee,
Secret Blackheart, Mayuka57, Saeko hichoru,
Chikyumin, Kitsune Diaz isHizuka, MinnieGalz,
Ceekuchiki, CloudsomniaElf
sasa kyumineunhaeshipper, bela KMS,
Andhisa DhisaClouds, Syubidubidu
^^v~

Jeongmal mianhae untuk update yg sangat sangat lama #bow. Masih ada masalah dengan laptop soalnya ;A; sedikit sedih karena tanggapan di chap sebelumnya tak begitu ramai, ya saya ngerti, karena ga ada KyuMin momentnya. Ini, silahkan coba baca yang ini dan tolong tulis tanggapan kalian di kolom review ^^V semakin banyak review, semakin semangat untuk chap berikutnya. Hehe ^^ Di chap depan, rencananya mau buat full of KyuMin, keke~

Ada yang tanya apa Kyunamsaeng kandung Hyuk?
-Bukan bukan, itu akan di jelaskan di beberapa chapter depan. Hehe^^v

Sudahlah, baca saja. NO BASHING! RnR ^^
Enjoy ne~~

Ah, tunggu, selesai membaca ini, apa menurut kalian ini masih bisa di teruskan?

CHAP 4

Sungmin merapikan sekali lagi dasinya. Setelah mematut diri berkali-kali di cermin, dia tersenyum puas dengan penampilannya pagi ini. Dia terlihat sangat manis dengan celana kerja hitam muda dan kemeja baby blue serta dasi dengan warna biru yang lebih pekat dari kemejanya.

"Ah, aku memang manis~" gumamnya. Sedetik kemudian wajahnya bersemu malu mendengar kepercayaan dirinya sendiri itu. "Aish, sudahlah," katanya.

Sungmin melngkahkan kaki menuju ruang makan. Seluruh keluarganya sudah berkumpul disana.

"Kau sudah siap, Minnie?" tanya Mr. Lee saat melihat Sungmin yang ikut duduk bersama.

"Ne, Appa," jawabnya.

"Hankyung akan datang sebentar lagi. Kalian akan ke Gyoenggi-do hari ini," kata Mr. Lee.

"Eh, apa hari ini?" tanya Sungmin terkejut. Dia bahkan belum di beri tahu tentang jadwalnya itu.

"Hankyung belum memberi tahumu?" tanya Mr. Lee. Dia mengangguk pada pelayan yang menuangkan teh hangat dicangkirnya menandakan itu cukup untuknya.

"Appa, aku ikut," kata Sungjin tiba-tiba. Dia bahkan sedikit merengek dengan wajah cemberutnya.

"Mwo? Ada gerangan apa kau ingin ikut?" tanya Mr. Lee heran.

"Aku hanya ingin ikut. Aku juga ingin tahu tentang perusahaan kita," jawab Sungjin.

Sungmin yang mendengar itu hanya menggeleng. Tidak menyangka Sungjin serius tentang niatnya beberapa hari yang lalu itu.

"Kau harus urus dulu kuliahmu. Setelah semuanya selesai, kau akan langsung membantu hyungmu," kata Mr. Lee tenang. Sungjin memang sudah berkali-kali ingin ikut mengurus bisnis mereka.

"Aniya. Aku hanya ingin ikut ke Gyoenggi-do," bantah Sungjin.

"Kau bilang kau ingin tahu tentang perusahaan kita? Itu bukan hanya di Gyeonggi-do, Sungjin," tanya Mr. Lee lagi.

"Ummaa~" rengek Sungjin pada Mrs. Lee— sang Umma.

Mrs. Lee hanya tersenyum lembut. "Biar hyung-mu saja yang mengurus itu, Jinnie. Setelah semuanya selesai kau baru bisa ikut," katanya.

Sungjin mempoutkan bibirnya, meniru apa yang biasa Sungmin lakukan. "Hyung! Ingat apa pesanku padamu!" serunya.

Sungmin mengangguk pasrah. Sungjin sudah berulang-ulang menyampaikan tentang dia yang harus menahan perasaannya pada Cho Kyuhyun itu sejak terakhir kali mereka membicarakannya.

"Memangnya ada apa?" tanya Mrs. Lee bingung.

Sungjin melirik Sungmin sekilas, tak peduli pada tatapan Sungmin yang memohon jangan sampai orang tua mereka tahu tentang ini. Tapi sepertinya Sungjin berkhianat kali ini. "Hyung jatuh cinta pada namja beranak satu," jawabnya tenang.

"EEHH? MWOO?" seru Mr. dan Mrs. Lee bersamaan.

"Ya! Apa yang kau bicarakan, Lee Sungjin?" tanya Mr. Lee shock.

"OMO! Apa benar yang dikatakan saeng-mu itu, Minnie-ya?" tanya Mrs. Lee.

Keduanya menatap Sungmin dan Sungjin bergantian. Sungjin hanya mengangkat bahu tak peduli pada tatapan mematikan Sungmin. Siapa suruh tidak mengijinkanku untuk ikut, batin si bungsu itu licik.

"A-ah, t-tunggu. Aku akan jelaskan, Umma, Appa—" kata Sungmin tergagap.

"Hyung jatuh cinta pada Cho Kyuhyun itu. Dan Cho Kyuhyun itu sudah memiliki anak," Sungjin memotong perkataan gagap Sungmin.

Mr. dan Mrs. Lee saling berpandangan. Sepertinya mereka tidak asing dengan nama Cho itu.

"Apa Cho Kyuhyun yang mengerjakan proyek dengan Minnie, yeobo?" tanya Mrs. Lee pada Mr. Lee.

"Hanya dia Cho Kyuhyun yang ku tahu, chagi," jawab Mr. Lee.

xxXxx

"Kita berangkat menggunakan mini van ini saja," kata Kyuhyun pada Ryeowook yang sudah datang kerumahnya. Mereka memang akan melakukan survey tempat untuk proyek itu hari ini.

"Kita bisa menggunakan satu supir saja," kata Ryeowook setuju.

Kyuhyun mengangguk. "Apa kau sudah menghubungi Hankyung agar dia dan Sungmin kemari saja?" tanyanya.

Ryeowook mengangguk. "Ini pasti akal-akalanmu kan, Kyunnie? Kau ingin satu mobil dengan Sungmin-sshi kan?" tanyanya menyelidik. Jarang sekali Kyuhyun mau menggunakan fasilitas kantor seperti ini. Biasanya bos yang satu itu lebih memilih untuk memakai mobil pribadinya.

Kyuhyun hanya tersenyum sambil mengangkat bahu santai. "Eunhyuk! Bisa kau bawakan tas kecil di dalam untukku?" serunya pada Eunhyuk yang baru saja selesai memandikan Donghyuk.

Terdengar langkah kaki mendekat. "Ck, kau ini merepotkan saja," gerutu Eunhyuk yang datang sambil membawa tas yang Kyuhyun maksud dan menggendong Donghyuk.

"Gomawo," katanya. "Dongie~ Appa tinggal sebentar tidak apa-apa kan? Appa akan pulang dengan coklat yang banyak," kata Kyuhyun sambil meraih Donghyuk dari gendongan Eunhyuk.

Donghyuk hanya mengangguk seperti mengerti dan memeluk Kyuhyun. "Dongie ingin coklat yang banyak, Appa," katanya terbata.

Kyuhyun tersenyum dan mengelus rambut hitam Donghyuk. "Kau akan membawanya?" tanya Kyuhyun pada Eunhyuk.

Eunhyuk mengangguk. "Kau sudah berjanji, Kyu," kata Eunhyuk.

Kyuhyun mengangguk pasrah. "Arrasseo," katanya.

Kyuhyun beralih menatap Donghyuk yang ada dalam gendongannya. Kyuhyun tersenyum simpul menatap wajah polos bocah kesayangannya ini.

"Donghyuk, dengarkan Appa. Dongie akan pergi dengan Umma nanti untuk bertemu dengan seseorang. Bersikap baiklah padanya, arrasseo?" tanyanya. Donghyuk memiringkan kepalanya bingung. Kyuhyun hanya tertawa dan sekali lagi mengelus kepala bocah itu. Dia kembali menyerahkannya pada Eunhyuk. "Aku menyerahkan semua keputusan ditanganmu, Hyuk," kata Kyuhyun.

Eunhyuk tersenyum dan mengangguk. Direntangkannya tangannya, Kyuhyun menghambur dalam pelukan Eunhyuk. "Jeongmal gomawo, Kyunnie," bisiknya.

Di saat yang sama, terdengar suara decit rem mobil berhenti di depan kediaman itu. Ryeowook yang sadar siapa yang datang langsung memukul pelan punggung Kyuhyun yang masih terlena dalam pelukan Eunhyuk.

"Aissh, bocah ini," gerutu Ryeowook tak sabaran.

Pintu mobil terbuka. Sosok namja manis yang pendek dan seorang namja berwajah sangat oriental keluar dari dalam mobil itu. Beberapa detik kemudian, namja manis itu terdiam menatap pemandangan dihadapannya. Hey, apa kalian juga akan seremuk ini jika melihat namja yang membuat kalian jatuh cinta pada pandangan pertama, membuat kalian hanya memikirkannya, bahkan membuat dongsaeng kalian menjadi sangat overprotektif, berpelukan dengan namja lain?

"Annyeonghaseo, Ryeowook-sshi," sapa Hankyung membuyarkan suasana yang tadi sempat hening.

Ryeowook tersenyum. Berusaha mengendalikan suasana. "Annyeonghaseo, Hankyung-sshi," sahutnya.

Kyuhyun yang mendengar suara itu langsung dengan cepat melepaskan pelukan Eunhyuk. Membuat Eunhyuk sedikit terkejut. "Sungmin!" serunya.

Sungmin tersentak dan langsung membungkuk sopan. "Annyeong, Kyuhyun-sshi," katanya.

"Aku sudah memukulmu tadi," bisik Ryeowook.

Kyuhyun mendengus kesal. "Kenapa kau tidak mengatakan dia sudah disini?" Kyuhyun balas berbisik.

Sungmin tersenyum meihat Kyuhyun dan juga pada namja pirang di samping Kyuhyun yang tersenyum ramah padanya. Namja ini, gumam Sungmin dalam hati.

"Ini klienmu, Kyu? Aigoo, sungguh manis," kata Eunhyuk.

Sungmin tersenyum canggung. "Lee Sungmin imnida," katanya memperkenalkan diri.

"Lee Hyukjae imnida," sahut Eunhyuk sambil sedikit membungkuk.

Sungmin hanya mengangguk. Terlalu memikirkan hatinya yang sakit, sehingga tidak sadar ada yang mengganjal dari nama seorang Lee Hyukjae yang dia notabene dalam pikirannya adalah istri dari seorang Cho Kyuhyun.

"Aku sudah menyiapkan mobil untuk kita," kata Kyuhyun sambil terus tersenyum pada Sungmin.

"Kenapa tidak memakai mobil masing-masing saja?" tanya Sungmin.

"Tidak—" jawab Kyuhyun cepat. Menyadari semua mata kini menatapnya heran, Kyuhyun langsung berkata, "Hn, maksudku, akan lebih mudah jika kita satu mobil. Kita bisa membicarakan apa yang perlu kita bicarakan dalam perjalanan."

Sungmin hanya mengangguk. Agak sedikit malas berdebat. Moodnya sedang tidak baik.

Eunhyuk menatap Kyuhyun dengan tatapan sedikit bingung. Ada yang berbeda dari aura seorang Kyuhyun saat ini. Tatapan matanya pada Sungmin itu…

"Aku pergi dulu, Hyuk. Dongie, Appa pergi dulu, ne," kata Kyuhyun membuyarkan pengamatan Eunhyuk.

"Ah, ne. Hati-hati," sahut Eunhyuk dan membiarkan Kyuhyun yang mencium Donghyuk.

"Mari, Sungmin-sshi, Hankyung-sshi," ajak Ryewook.

"Saya permisi dulu," kata Sungmin dan sedikit membungkuk pada Eunhyuk sebelum dia masuk ke dalam mobil.

"Kyu, ada yang sedikit berbeda denganmu," kata Eunhyuk sambil tersenyum misterius saat semua sudah naik ke mobil kecuali Kyuhyun.

"Hn? Berbeda apanya?" tanya Kyuhyun.

"Ada apa dengan Sungmin?" Eunhyuk balik bertanya.

BLUSH! Wajah Kyuhyun memerah. "A-aku, aku—"

"Kau lihat appamu, Dongie~ dia tersipu~" ejek Eunhyuk sambil tertawa.

"Aissh! Sudahlah, aku pergi!" kata Kyuhyun dan melangkah pergi.

xxXxx

Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Perjalanan ke Gyeonggi-do bisa di bilang cukup jauh. Hankyung dan Ryeowook yang duduk di bangku paling belakang sejak tadi asik saling bertukar cerita. Sedangkan Kyuhyun dan Sungmin hanya diam, menatap keluar jendela masing-masing.

"Ah, jadi anda sudah menikah, Ryeowook-sshi?" tanya Hankyung menanggapi cerita Ryeowook.

"Ne, bagaimana dengan anda sendiri, Hankyung-sshi?"

"Ah, saya? Saya akan segera menikah," jawabnya sambil tersipu.

"Wah, itu berita baik. Apa kami akan di undang?" tanya Ryeowook diselingi tawa renyahnya.

"Tentu, tentu saja," jawab Hankyung ikut tertawa.

Sungmin menghela nafas pelan mendengar percakapan dua orang dibelakangnya yang sudah menjadi akrab itu. Andai saja suasananya dengan Kyuhyun tidak canggung… Ah tidak! Sungmin menghela nafas lagi. Hh~ kenapa dia mudah sekali jatuh pada Kyuhyun seperti ini. Dan lagi, semuanya tidak bisa dikendalikan! Sama seperti saat meeting di Lotte World beberapa hari lalu. Dia hanya mampu bertahan beberapa jam untuk jadi profesional.

Kyuhyun yang duduk di samping Sungmin juga menghela nafas pelan. Sepertinya aku ketahuan, batin Kyuhyun. Dia teringat kata-kata Eunhyuk tadi sebelum mereka pergi. Ah, ya, dia ketahuan. Dan lagi, Eunhyuk malah terlihat tidak mempermasalahkan itu sama sekali. Seharusnya Kyuhyun senang, berarti tidak ada halangan dari Eunhyuk seperti yang dia pikirkan. Tapi entahlah, dia hanya tidak percaya diri untuk meneruskan perasaannya. Sungmin terlalu sempurna baginya.

"Ah tidak!" seru Kyuhyun tiba-tiba.

Sungmin yang termenung kaget setengah mati mendengar teriakan Kyuhyun. Dia menatap Kyuhyun. "Ada apa, Kyuhyun-sshi? Kau baik-baik saja?" tanyanya.

Kyuhyun mengangguk canggung. Reaksi apa itu tadi, gerutunya dalam hati. "A-apa kau ingin minum sesuatu? Sepertinya ada yang bisa di minum disini," tanya Kyuhyun sambil membuka sebuah kulkas kecil di dalam mini vannya itu. Mengalihkan kecanggungan.

"Aku hanya ingin air mineral," jawab Sungmin.

Ryeowook yang melihat tingkah Kyuhyun hanya menggeleng. Betapa pabbonya tingkah namja ini, batinnya. Sedangkan Hankyung hanya memilih diam.

..

.

"Dongie, kenalkan ini—Lee Donghae—" kata Eunhyuk memperkenalkan namja berambut hitam didepannya. Donghyuk yang duduk dipangkuannya hanya menatap bingung.

Lee Donghae menatap Donghyuk dengan tatapan tak dapat diartikan. Hatinya penuh dengan rasa bersalah, sesak. Wajah namja kecil dihadapannya ini begitu membuat dadanya sakit. "Dia mirip denganku, Hyukkie," gumamnya.

Eunhyuk mengangguk. Dia menatap wajah pilu Donghae saat menatap Donghyuk. Tersirat banyak kerinduan dari tatapan sendu itu.

"Annyeong, Donghyuk. Ini pertama kali kita bertemu, ne? Aku— mianhae, jeongmal mianhae. Tidak pernah mengunjungimu selama ini," kata Donghae menatap Donghyuk. Matanya mulai berkaca-kaca. "Apa kau sehat? Apa Umma merawatmu dengan baik? Kau sudah sebesar ini, Donghyuk," sambungnya.

Segaris air mata turun membasahi pipinya. Donghae menghapus air matanya dan tersenyum.

"Bogoshipo, Donghyuk," gumamnya.

Eunhyuk menghela nafas. Dia berdiri dengan Donghyuk tetap digendongannya. Dia berpindah duduk di samping Donghae.

"Ahjuci, kenapa menangis? Kenapa melindukan Dongie?" tanya Donghyuk polos.

Donghae tak lagi dapat menahan air matanya. Sakit hatinya saat Donghyuk memanggilnya 'ahjusshi'. Bukan, bukan itu seharusnya panggilan yang dia dapat. Donghae menatap Eunhyuk, "Boleh aku memeluknya?" tanyanya.

Eunhyuk mengangguk. Diberikannya Donghyuk pada Donghae, sedangkan Donghyuk hanya menurut.

"Appa, merindukanmu—hiks," gumam Donghae saat dia merengkuh Donghyuk dalam pelukannya. "Apa kau baik-baik saja selama ini, anakku? Mianhae—hiks—jeongmal mianhae. Mianhae Appa meninggalkanmu begitu saja bahkan saat Umma masih mengandungmu. Mianhae—hiks," isaknya.

"Kenapa ahjuci bilang Appa? Appa Dongie adalah Cho Kyuhyun," kata Donghyuk.

Donghae semakin terisak. "Dia—dia memang Appamu, anakku. Karena dia yang—hiks, mengurusimu. Aku—hiks, tapi a-aku adalah Appamu yang sebenarnya," bisiknya.

Eunhyuk mengelus punggung Donghae pelan. Berusaha menenangkan. Rasanya tidak mungkin jika dia harus bersikap seolah tak peduli disaat seperti ini. Apalagi, saat ini hatinya berdebar tak menentu saat melihat Donghyuk dalam pelukan namja yang— ya, namja yang merupakan Appa biologis Donghyuk. Satu hal yang tidak bisa dia pungkiri.

"Dia belum mengerti apa-apa, Hae. Butuh waktu untuk membuatnya mengerti. Selama ini yang dia tahu Appanya hanya Kyuhyun," kata Eunhyuk.

Donghae makin mengeratkan pelukannya pada Donghyuk. "Aku—hiks, panggil aku Appa, Donghyuk. Ku mohon," bisiknya memohon.

Donghyuk hanya terdiam tak mengerti. Namja kecil berumur dua setengah tahun itu benar-benar tak mengerti.

"Hae, bersabarlah," kata Eunhyuk.

Donghae balas menatap Eunhyuk. Digenggamnya tangan Eunhyuk. "Mianhae, mianhae meninggalkanmu begitu saja. Hiks— bahkan hanya demi mimpiku. Mianhae, meninggalkanmu tanpa memikirkan anak kita," gumamnya.

Eunhyuk terdiam. Dia masih belum tahu harus menjawab apa.

xxXxx

Cho Kyuhyun meregangkan seluruh otot-ototnya. Matanya mengerjap-ngerjap. Ternyata dia masih di dalam mobil, tertidur.

"Berapa lama lagi, ahjusshi?" tanya Kyuhyun pada supirnya.

"Kita sudah di Gyoenggi-do, Kyuhyun-sshi. Hanya sepuluh menit lagi sampai di lokasi," jawab ahjusshi itu.

Kyuhyun mengangguk. Suasana mobil hening. Tak ada lagi perbincangan akrab dari Hankyung dan Ryeowook yang ternyata sudah tertidur di belakang. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada seseorang yang juga tertidur disampingnya. "Ya Tuhan—" gumamnya.

Sungmin yang sedang tertidur. Wajahnya jadi lebih imut berkali-kali lipat dibandingkan dengan saat dia terbangun. Wajahnya terlihat sangat-sangat polos! Kyuhyun menelan salivanya dengan susah payah. Sepertinya kali ini dia harus mengakui pada dirinya sendiri, dia jatuh cinta pada namja manis ini. Lihat mata foxy yang kini tertutup itu, bahkan ketika tertutup pun tetap terlihat indah. Pipi gembul dan bibir pulm itu…

Kyuhyun tanpa sadar mengangkat tangannya, mengarahkan pada wajah putih mulus milik Sungmin. Dia tak tahan ingin menyentuh wajah manis itu sedikit saja. Perlahan, tangan itu semakin mendekat. Kyuhyun ikut menggeser tubuhnya agar ikut mendekat. Hanya tinggal beberapa sentimeter lagi dan…

"Eungh~" Sungmin menggeliat dalam tidurnya dan langsung membalikkan badannya ke arah Kyuhyun. Membuat wajah mereka tiba-tiba menjadi makin dekat!

"Omo," gumam Kyuhyun pelan. Jantungnya jadi berdetak lebih cepat, wajahnya memerah, darahnya mengalir cepat ke seluruh tubuhnya. Bahkan Kyuhyun tidak bisa bergerak. Membiarkan jarak wajahnya dengan wajah Sungmin yang masih sangat dekat. Lagi-lagi Kyuhyun menelan salivanya berat.

Ya tuhan, debaran ini berhentilah sebentar, bagaiman jika Sungmin mendengarnya dan terbangun? Aigoo~, batin Kyuhyun panik.

Sungmin mengerutkan keningnya dengan mata masih terpejam. Sedetik kemudian, matanya mengerjap-ngerjap lucu. Perlahan mata foxy itu terbuka. Sungmin masih belum menyadari siapa yang ada dihadapannya saat ini. Saat matanya terbuka sepenuhnya, "K-Kyuhyun-sshi—" gumamnya.

CHU~~

Kyuhyun mencium cepat bibir merah yang ternganga itu. Dan—

"AAAAAAKKHHH!" seru Sungmin.

PLAAKKK!

..

.

"Hyukkie… Mianhae—"

"Aku bosan mendengar kau terus berkata seperti itu!" kata Eunhyuk memotong kata-kata Donghae. Die kembali menyuapi Donghyuk es krim stroberi.

"Dia menyukai stroberi sepertimu," gumam Donghae yang sejak tadi memandangi Donghyuk penuh rasa sayang.

"Dia menyukai semua yang manis, tidak sepertimu," kata Eunhyuk.

"Aku tak peduli. Wajahnya mirip denganku," balas Donghae.

Eunhyuk terdiam. Ya, itu benar. Cara tersenyum Donghyuk memang sama dengan Donghae. Walaupun Donghyuk terkadang terlihat mirip Kyuhyun. Tapi jika melihat Donghae, wajah Donghyuk jauh lebih mirip dengan Donghae. Wajah Donghyuk yang mirip dengan Kyuhyun hanya karena selama ini sosok Kyuhyun yang ada bersamanya.

Donghae menatap wajah Eunhyuk yang tertunduk. "Hyukjae, menikahlah denganku…"

..

.

"M-mianhae, Min. Jeongmal mianhae," kata Kyuhyun. Sejak mereka turun dari mobil tadi Kyuhyun tak berhenti mengucapkan itu. Wajahnya terlihat sangat menyesal. Sebelah pipinya juga memerah dengan bekas lima jari.

Sungmin yang berjalan cepat didepannya hanya menggerutu kesal dengan wajah memerah. Entah karena malu, entah karena memang marah. Dia menciumku! Apa-apan namja ini! Dia itu beristri, dan kami hanya rekan bisnis! Tidak lebih! Sungmin sibuk bermonolog dengan dirinya tentang apa yang Kyuhyun lakukan padanya tadi.

Ryeowook dan Hankyung yang kaget karena teriakan Sungmin di mobil tadi—dan memang tidak tahu apa yang terjadi—itu hanya diam tak mengerti. Tak berani bertanya.

"A-aku sungguh—s-sungguh tak sengaja!" kata Kyuhyun.

"Hankyung-sshi! Cepat bawa semua barang-barangku ke dalam hotel! Kau sudah check-in kan?" seru Sungmin.

Hankyung mengangguk gugup. Dengan cepat dia berjalan menuju hotel yang akan mereka jadikan tempat menginap hari ini. Mereka juga akan rapat disini lalu akan memeriksa proyek yang jaraknya sepuluh menit dari hotel ini.

"S-sebaiknya aku juga, Kyuhyun-sshi, Sungmin-sshi. Permisi," kata Ryeowook takut melihat dua orang yang sedang beraura gelap itu.

"Ryeowook-sshi, aku sudah memesankan satu kamar lain untukmu. Tidak enak jika kau harus satu kamar dengan salah satu di antara kami," kata Sungmin dengan nada ramah dan senyuman manis. Sangat mengerti karena Ryeowook yang sudah berkeluarga.

"Ah, gomawo, Sungmin-sshi," kata Ryeowook dan membungkuk lalu pergi.

Sungmin langsung menghilangkan senyuman manisnya dan menatap Kyuhyun tajam.

"Mencium namja lain tanpa sepengetahuan orang itu sendiri bisa disebut pelecehan seksual, Kyuhyun-sshi!" desis Sungmin geram. Sungguh dia merasa harga dirinya dilecehkan.

"Sungmin, dengarkan aku—"

"Namja beristri sepertimu seharusnya bisa menjaga sikap! Kita ini hanya sekedar rekan bisnis dan baru kenal beberapa hari! Kau pikir aku namja macam apa!" seru Sungmin penuh emosi. Dia memang menyukai Kyuhyun, bahkan ciuman itu masih terasa hangat. Dia— dia bahkan diam-diam menyukai ciuman itu. Tapi— tapi, tidak seperti ini!

"Eeeh? Namja beristri?" seru Kyuhyun terkejut mendengar pernyataan Sungmin.

"Sungmin? Minnie?" terdengar satu suara lembut dari arah belakang Sungmin, menginterupsi pertengkaran mereka yang sudah seperti pertengkaran suami istri itu.

Kyuhyun yang berhadapan dengan Sungmin memiringkan sedikit tubuhnya untuk melihat siapa namja yang memanggil Sungmin akrab seperti itu. Seorang namja tinggi, berkulit putih, dengan rambut depan yang berdiri, dan lesung pipi. Sungmin ikut berbalik.

"Omo! Kau—"

"Min, sepertinya kau salah paham. Aku belum beris—" kata Kyuhyun masih tetap mencoba menjelaskan. Tapi tiba-tiba dia terdiam saat melihat Sungmin yang saling bertatapan dengan namja itu. Ada gejolak aneh yang menyakitkan dihatinya saat melihat pandangan mata Sungmin yang berbeda saat menatap namja itu.

"Kau disini? Sedang apa? Bermeditasi?" tanya namja itu dan berjalan mendekati Sungmin.

"Ah! Tidak, aku—aku ada sedikit urusan," jawab Sungmin.

Namja itu mendekat dan langsung memeluk Sungmin. "Apa kabarmu?" tanyanya.

Kyuhyun makin terdiam. Gejolak rasa sakit dihatinya kini bertransformasi menjadi amarah. Entah karena apa.

"Ah, S-Siwon—" gumam Sungmin tertahan.

xxXxx

TBC~^^