Jeongmal Gomawo :
ressijewelll, Baby-ya, Leeyasmin, Pumpkin Ite,
Minnie Trancy, Hyeri, RAY HYUNG^^, Shion tsuzuka,
Cho Yooae, Marcia Rena, Yukihyemi, anchofishy,
Rhie sparkyu'min, Day KyuMin's Fujoshi, Thania Lee,
Cho Miku, JiYoo861015, kyurin minnie,
Momo6, S.J. 1315, Ryu, LabuManis,
Rima KyuMin Elf, Chikyumin, Bunny Ming.
Aegyo lee, Park HyunRa,
Vain Vampire, Cho Gyumin Lee,
Secret Blackheart, Mayuka57, Saeko hichoru,
Chikyumin, Kitsune Diaz isHizuka, MinnieGalz,
Ceekuchiki, CloudsomniaElf
sasa kyumineunhaeshipper, bela KMS,
Andhisa DhisaClouds, Syubidubidu, ChaChulie247
Runashine88, mhila Sungmin, mila - sungmiwon,
dan tiga guest ^^v~
saya benar-benar minta maaf untuk keterlambatan update ^^" saya sedikit sibuk dengan urusan kuliah [saya sudah jadi mahasiswi mulai dari sekarang ^o^)/] dan masih dengan masalah yang sama pada laptop saya. dan masalah lainnya, waktu itu saya yakin sudah upload chap yang ini, tapi terhapus karena masalah yang sudah jadi rahasia umum -"
Jeongmal gomawo untuk yang masih bersedia mampir dan membaca cerita ini ^^
Saya akan selesaikan cerita ini disini, tenang saja ^^v Tapi, saya masih belum bisa update cepat #bow
CHAP 5
"Ah, S-Siwon—" gumam Sungmin tertahan.
"Apa kabarmu, Min? Apa kau baik-baik saja?" tanya namja yang ternyata adalah Choi Siwon itu sambil melepaskan pelukannya.
Sungmin mundur perlahan. Menyamakan langkahnya dengan Kyuhyun yang hanya diam memperhatikan dua orang itu. "Baik, aku baik-baik saja. Kau sendiri apa kabar? Sedang apa kau di Gyeonggi-do?" tanyanya mencoba berbasa-basi. Padahal hatinya tiba-tiba terasa sangat nyeri saat melihat lagi wajah namja ini. luka masa lalu itu terkuak lagi.
"Baik," jawab Siwon sambil tersenyum dan terus menatap Sungmin. "Sedang menemani—Kibum," sambungnya. Raut wajahnya terlihat sangat berhati-hati saat mengatakan itu.
Luka di hati Sungmin berdenyut lagi. Ah ya ampun, batinnya. "Ah, apa dia baik-baik saja?" tanyanya mengalihkan perasaannya.
Siwon mengangguk. "Kau sendiri?" tanya Siwon sambil melirik Kyuhyun yang sejak tadi hanya diam.
Sungmin ikut melirik Kyuhyun. Hh~ bahkan masalah dengan namja ini belum selesai. "Ini Cho Kyuhyun, rekan bisnisku," kata Sungmin memperkenalkan Kyuhyun.
Siwon membungkuk sopan. "Choi Siwon imnida," katanya.
Kyuhyun balas membungkuk. "Ne, Cho Kyuhyun imnida," sahutnya.
"Kyuhyun-sshi, lebih baik kita ke hotel sekarang. Banyak hal yang masih perlu kita bicarakan," kata Sungmin. Dia hanya tidak betah berlama-lama disini.
Kyuhyun menatap Sungmin. "Baiklah," sahutnya. Sejujurnya dia tidak mengerti. Bukankah tadi Sungmin marah padanya?
"Aku permisi dulu, Siwon," kata Sungmin.
"Ah, aku harap kita bisa bertemu lagi nanti. Aku juga menginap di hotel yang sama denganmu," sahut Siwon masih tetap dengan senyum manisnya.
Sungmin hanya tersenyum. Dia segera berbalik dan menarik Kyuhyun yang bahkan belum sempat mengucapkan salam pada Siwon.
"Itu siapa? Kenapa kau jadi aneh?" tanya Kyuhyun.
Sungmin hanya diam tertunduk. Kenapa malah jadi rumit begini? Kenapa ada Siwon disini? Ah, dia harus fokus pada urusannya dan segera pergi dari sini! "Jangan menanyakan hal yang tidak penting. Kita bicarakan tentang urusan bisnis ini sampai selesai. Kita akan langsung cek lokasi, dan istirahat. Besok pagi aku mau kita langsung pulang," jawabnya.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Bukankah jadwal kita pulang besok sore?" tanyanya.
"Kyuhyun-sshi—"
Kyuhyun menahan Sungmin agar mereka berhenti berjalan dulu. "Berhenti berkata formal padaku. Kita ini memang rekan bisnis. Aku tahu kita baru beberapa kali bertemu. Tapi jangan buat suasana semakin canggung. Aku tidak bisa melakukan urusan ini dengan baik jika kau terus membuat batasan yang tinggi di antara kita. Jika kau sedang tidak mood untuk melakukannya sekarang, kau tidak perlu memaksakannya. Aku dan Mr. Lee saja masih bisa bersikap santai dan tetap sopan. Jangan membuat semuanya menjadi kaku," kata Kyuhyun panjang lebar memotong perkataan Sungmin.
Sungmin menatap Kyuhyun. Biasanya dia bisa bersikap santai tapi tetap sopan pada kliennya yang lain. Tapi dengan Kyuhyun? Entahlah, mengurus debaran jantungnya saja dia belum bisa.
"Maaf sebelumnya jika aku menanyakan hal yang terlalu pribadi. Tapi kita sedang tidak di forum bisnis sekarang, kita tidak sedang dalam urusan perusahaan. Apa salahnya kita bersikap sebagai teman," kata Kyuhyun lagi.
"Aissh! Sebenarnya apa yang kau mau, Kyuhyun-sshi? Apa yang kau ingin tahu?" tanya Sungmin. Hatinya masih sangat kacau! Debaran jantung untuk Kyuhyun, masalah ciuman tadi, bayangan Eunhyuk dan Donghyuk, dan sekarang Siwon!
"Siapa Siwon?" tanya Kyuhyun cepat. Dia tak peduli lagi. Dia tidak ingin ceritanya dan Sungmin menjadi terlalu lama dan berbelit. Dia sudah mengaku dia memang jatuh cinta pada namja manis ini. Apa lagi? hanya perlu memastikan Sungmin.
Sungmin menghela nafas. "Mantan kekasihku. Pacar sekaligus cinta pertamaku. Orang pertama yang menerima diriku sebagai pecinta namja. Dan—orang pertama yang mengenalkanku cinta itu punya rasa pahit dan rasa sakit," jawabnya pelan. Entah kenapa dengan mudah dia setuju dengan apa yang Kyuhyun katakan barusan. Sepertinya dia memang butuh tempat untuk menumpahkan semuanya.
Kyuhyun terdiam. Pantas saja tadi mereka seperti sudah mengenal lama. "Dia menyakitimu?" tanya Kyuhyun.
Sungmin mengangkat bahunya. "Dia meninggalkanku dan menikah dengan namja lain. Kibum yang tadi dia dia katakan adalah istrinya."
Kyuhyun mengangguk. Entah dia harus menanggapi seperti apa. "Mianhae," gumamnya.
Sungmin menghela nafas. "Sudahlah, jangan bahas itu lagi. Aku lebih ingin membahas perbuatanmu padaku tadi, Cho Kyuhyun!" katanya sinis.
"Aish, aku sudah bilang itu tidak sengaja, Min," kata Kyuhyun.
"Aissh! Kita perlu membicarakan masalah proyek itu sekarang juga! Aku ingin semuanya cepat selesai," gerutu Sungmin.
"Min—" panggil Kyuhyun pelan.
Sungmin menengadahkan kepalanya agar bisa melihat wajah namja yang memanggilnya itu.
"Jangan bersikap seolah kita hanya rekan bisnis. Bersikaplah seperti kita dua orang namja biasa. Walau baru beberapa kali bertemu denganmu dan hanya membicarakan bisnis, aku merasa kita jauh lebih dekat dari itu," sambung Kyuhyun. tatapan matanya melembut.
Sungmin mengerjap-ngerjapkan matanya. Berusaha mengendalikan debar jantungnya yang makin menjadi dan dadanya yang menghangat saat Kyuhyun mengatakan itu. Dia harus akui debaran itu adalah debaran bahagia.
"Min—"
"Pabbo, kau itu namja berisitri. Bagaimana bisa kau berkata seperti itu padaku? Aissh, laki-laki itu sama saja," gumam Sungmin. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia tak tahu kenapa kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Hey, aku tidak sama dengan laki-laki yang kau pikirkan itu!" kata Kyuhyun protes dengan apa yang Sungmin katakan.
"Buktinya memang begitu, Kyuhyun," kata Sungmin tetap pada pendiriannya.
Kyuhyun tertegun. Sungmin tidak lagi memanggilnya dengan embel-embel 'sshi'. Perlahan sebuah senyuman terpancar diwajahnya.
"Sudahlah, jangan tersenyum seperti itu. Hh~ ternyata memang lebih baik aku membawa Sungjin," kata Sungmin dan kembali berjalan menuju hotel. Meninggalkan Kyuhyun yang sekrang berjalan pelan dibelakangnya.
"Ck, kau menyangkal perasaanmu. Wajahmu yang bersemu manis sekali, Lee Sungmin…" gumam Kyuhyun pelan.
xxXxx
"Dongie mau itu, Umma~~" rengek Donghyuk sambil menunjuk sebuah boneka monyet yang bisa di gantung di leher saat mereka berjalan melewati sebuah toko boneka.
"Dongie, jangan seperti itu. Dongie sudah punya banyak boneka monyet," kata Eunhyuk.
"Dia suka boneka seperti itu?" tanya Donghae.
"Donghyuk suka dengan semua hal berbau monyet dan ikan," jawab Eunhyuk.
Donghae mengangguk. "Biar Appa belikan, ne?" tanyanya dan mengelus lembut kepala Donghyuk.
"Jinjja? Ahjuci akan membelikannya?" tanya Donghyuk bersemangat.
Donghae tersenyum sedih. Mungkin memang butuh banyak waktu agar Donghyuk mengerti. "Tunggulah disini, Appa akan belikan itu untuk Dongie," jawabnya dan berjalan masuk ke toko boneka itu.
Eunhyuk hanya menghela nafas pelan. Donghyuk memang keras kepala jika sudah ada maunya, seperti Kyuhyun. Dan selalu merengek jika tidak mendapatkannya, sangat mirip dengan Donghae. Ya ampun, kenapa anakku jadi mirip dua namja itu, batinnya.
"Ahjuci itu baik, Umma," kata Donghyuk.
Eunhyuk tersenyum lembut. "Ceptlah besar, Dongie. Banyak hal yang perlu Dongie mengerti. Hh, apa Kyuhyun setuju jika aku menerima tawaran Donghae tadi ya?" gumamnya pelan.
Tak lama Donghae datang sambil membawa boneka monyet kurus itu dan sebuah boneka ikan nemo. "Ini, Dongie. Ini Appa bawakan topi ikan," katanya dan memakaikan boneka ikan yang ternyata topi itu di kepala Donghyuk.
Donghyuk tersenyum Sumringah. "Gomawo, ahjuci," katanya.
Donghae tersenyum. Dia beralih menatap Eunhyuk. "Ayo kita buat rumah tangga impian kita, Hyuk," katanya.
Eunhyuk melengos. "Kajja kita jalan lagi, Dongie," katanya mengabaikan Donghae.
"Ya! Jangan mengacuhkanku seperti itu!"
"Berhenti mengatakan hal seperti itu lagi!"
xxXxx
Kyuhyun, Sungmin, Ryowook dan Hankyung baru saja selesai menikmati makan malam mereka di restorant hotel. Beberapa berkas terlihat memenuhi meja mereka menggantikan piring-piring yang sudah di bereskan oleh pelayan tadi. Awalnya Sungmin bersikeras ingin membicarakan proyek sore tadi, tapi Hankyung menolak melihat keadaan sang bos yang sedang dalam mood buruk. Kyuhyun pun menolak dan akhirnya mereka membicarakannya malam ini.
"Kita sudah pasti bisa membuka proyek itu disini. Proyek kita yang bergerak di bidang bisnis dan perkembangannya memang membutuhkan Gyeonggi-do sebagai tempat yang tepat" kata Sungmin sambil membolak-balik berkas dihadapannya. "Lebih cepat lebih baik, perkembangan Gyeonggi-do sangat pesat. Jika kita terlalu bertele-tele, perusahaan kita tertinggal," sambungnya.
"Saya masih sedikit tidak paham dengan bagian ini," kata Ryeowook sambil menyodorkan kertas berkas ditangannya pada Sungmin.
"Ah, ini. Jadi setelah rincian proyek ini selesai, perusahaan kita akan langsung membicarakan tentang pembagian sahamnya, Ryeowook-sshi. Itu bisa langsung anda bicarakan dengan Mr. Lee. Itu di luar tanggung jawab saya," jawab Sungmin sambil tersenyum.
"Ah, anda benar," sahut Ryeowook.
"Min, kita sudah bisa periksa lokasi kan? Membuat pusat bisnis di Gyeonggi-do ku rasa tidak membutuhkan waktu lama," kata Kyuhyun. Dia mencatat beberapa rincian lagi.
"Ne, kau benar, Kyu," sahut Sungmin.
Ryeowook saling memandang dua orang yang tadi beraura gelap dan selalu berbicara formal—terutama Sungmin—kini berbicara dengan sangat profesional dan tanpa kata-kata formal lagi. Ryeowook tersenyum kecil dan kembali sibuk dengan berkasnya. Lebih baik menunggu cerita dari Kyuhyun dari pada mengira-ngira.
"Oke, aku rasa cukup untuk hari ini. Besok pagi kita akan langsung melihat lokasi," kata Sungmin.
"Saya kembali ke kamar duluan, ne?" tanya Ryeowook sambil membereskan berkas mereka.
"Ne, Ryeowook-sshi," kata Sungmin dan tersenyum.
"Aku keluar sebentar, Sungmin-sshi. Heechul menitip beberapa barang padaku," kata Hankyung dan juga ikut berdiri.
"Ah, ne~ Hati-hati," sahut Kyuhyun sambil tersenyum. Dia terlihat senang, dia akan berdua saja dengan Sungmin lagi.
Hankyung membungkuk dan kemudian benar-benar pergi. Sungmin menyesap sekali lagi coklat hangatnya. Tak sengaja matanya menangkap wajah Kyuhyun yang terlihat sangat sumringah.
"Kenapa kau terlihat begitu senang?" tanya Sungmin.
Kyuhyun terkekeh. "Tidak. Ah, bagaimana kalau kita juga keluar? Hanya berkeliling di sekitar sini. Melihat-lihat," jawab Kyuhyun.
"Tidak," sahut Sungmin tegas. Dia meletakkan cangkir coklat panasnya dan menatap Kyuhyun datar.
"Ayolah, Min. Hanya untuk merilekskan pikiran kita sedikit saja," bujuk Kyuhyun sambil memasang puppy eyesnya yang justru terlihat aneh.
Sungmin mengerutkan keningnya. "Kemana?" tanyanya.
"Aku tak tahu. Tapi ku rasa berkekeling sebentar bagus juga," jawab Kyuhyun Sumringah.
"Aku malas jika tidak ada tujuan," kata Sungmin sambil memutar bola matanya.
"Ayolah, Min. Kenapa jadi susah sekali untuk dekat denganmu," kata Kyuhyun seraya berdiri dari duduknya dan menarik Sungmin yang tetap mempertahankan posisinya.
"Kenapa kau jadi memksa?" tanya Sungmin.
"Aku hanya ingin sedikit lebih dekat denganmu. Secara personal," jawab Kyuhyun tegas.
Sungmin bersemu malu. dia tertunduk, menatap ujung sepatunya yang tidak bersalah. Secara personal apanya, batin Sungmin.
"Kajja," kata Kyuhyun dan menarik Sungmin sekali lagi. Kali ini dia berhasil, Sungmin mengikutinya dan mereka berjalan bersamaan keluar dari hotel itu.
Sungmin memandang langit malam yang cerah. Penuh dengan bintang-bintang dan angin yang mengalun lembut. Dia masih diam saja saat Kyuhyun masih menyeretnya menyusuri deretan toko di dekat hotel.
Kyuhyun melirik Sungmin yang ada di sampingnya sambil tersenyum. Senyumamnnya semakin terkembang saat sadar tangannya terpaut dengan tangan Sungmin. Kehangatan merasuki seluruh relung hatinya. Tak pernah dia merasakan hal seperti ini, sudah sejak lama.
"Aku sudah sering kemari dan tidak pernah bosan," kata Sungmin membuka pembicaraan.
Kyuhyun terus tersenyum. Akhirnya Sungmin mau memulai duluan. "Apa hal yang kau sukai, Min?" tanyanya.
Sungmin menatap Kyuhyun. "Hn, banyak," jawabnya.
"Aku bertanya yang paling kau sukai," kata Kyuhyun balas menatap Sungmin.
Sungmin menggerak-gerakkan bibirnya lucu. "Aku suka wine. Aku sedang belajar tentang cita rasa wine akhir-akhir ini," jawabnya.
Kyuhyun mengangguk mengerti. "Moulin A Vent 1967, Red Burgundy?" tanya Kyuhyun sambil mengangkat alisnya.
Sungmin memandang Kyuhyun sambil tersenyum. "Lumayan. Kau juga suka?"
Kyuhyun mengangguk. Wajah Sungmin yang memandangnya seperti sekarang menggelitik hatinya. Terlihat jelas Sungmin mulai tertarik untuk bicara banyak padanya. Kyuhyun menarik kembali kata-katanya tentang 'susah sekali untuk dekat denganmu' pada Sungmin tadi.
"Lambersco?" tanya Sungmin lagi.
Kyuhyun mengerutkan keningnya, mengingat. "Aku pernah mencobanya saat temanku dari Itali datang berkunjung," jawabnya.
Senyuman Sungmin makin mengembang. "Aku punya sedikit itu di rumah, Kyu."
"Kau juga mengoleksi?"
Sungmin mengangguk. Tangannya melenggang bebas mengikuti irama langkah mereka. Sungmin merasa nyaman, sepertinya dia lupa bahwa tangannya sedang digenggam erat oleh rekan bisnisnya sekarang.
"Aku juga. Aku mengoleksi beberapa. Tidak hanya red wine sih. Kau suka Sparkling Wine? Champagne?"
"Tentu saja!" seru Sungmin bersemangat. "Dom Perignon," gumamnya.
Kyuhyun tertawa. "Kau pasti sangat kuat minum," katanya.
"Tidak juga. Aku tidak terlalu kuat," sahut Sungmin.
"Lalu, kau suka apa lagi selain wine?"
Sungmin berfikir lagi. "Aku suka banyak kegiatan. Saat kuliah aku mengikuti semua kegiatan di luar perkuliahan. Terutama oleha raga. Ah, aku menguasai matrial art," jawabnya.
Kyuhyun berhenti berjalan. "Pantas saja tamparanmu terasa sangat keras. Aku pikir namja manis sepertimu tidak mungkin punya kekuatan sekuat itu," katanya.
Dengan cepat ekspresi wajah Sungmin berubah. Dia merengutkan bibirnya kesal. "Kau mau meraskannya sekali lagi? Aish! Emosiku datang lagi jika teringat itu," gerutunya.
Kyuhyun tertawa dan mengacak rambut Sungmin lembut.
"Minnie?" satu suara yang sejak tadi siang sepertinya tak senang melihat kemesraan Kyuhyun dan Sungmin, menginterupsi mereka.
Sungmin menoleh ke arah suara. Begitu juga Kyuhyun.
"Minnie-ya?" satu suara yang lebih lembut menyapa telinga Sungmin.
Seorang namja berkulit putih dengan t-shir putih dan celana pendek biru tersenyum pada Sungmin. Senyuman indah yang mematikan itu begitu mempesona.
"K-Kibum," gumam Sungmin terpana.
Kyuhyun menatap Sungmin dan Kibum bergantian. Dengan cepat otaknya menyimpulkan bahwa namja inilah yang tadi sore Sungmin ceritakan padanya. 'Istri' Siwon yang sekarang menatap ke arah tangan mereka yang bertautan. Kyuhyun menyeringai dan dengan gerakan lembut semakin mengeratkan genggaman mereka.
Sungmin tersentak dan menatap Kyuhyun serta genggaman tangan mereka bergantian. "Kyu?" tanyanya. Kyuhyun hanya tersenyum manis.
"Siwon bilang kau sedang disini dan ternyata benar. Apa kabarmu, Sungmin?" tanya Kibum dan langsung menghampiri Sungmin.
Sungmin tersenyum kaku. "Baik, Kibummie. Kau sendiri?"
Kibum tersenyum. "Seperti yang kau lihat. Kau sedang apa di Gyeonggi-do?"
"Ada sedikit urusan bisnis," jawab Sungmin.
Kibum menatap Kyuhyun. "Ini kekasihmu?" tanyanya.
Sungmin menatap Kyuhyun. "B-bukan," jawabnya gugup.
"Mungkin calon kekasih, Kibummie," kata Siwon tiba-tiba sambil tersenyum sinis.
Sungmin melengos pelan melihat Siwon. "Kalian sendiri? Sedang apa disini?" tanyanya mengalihkan perkataan Siwon.
Kibum tersenyum. "Sedikit menenangkan diri. Sudah lama aku dan Woonie tidak jalan-jalan berdua," jawabnya sambil merangkul lengan Siwon manja.
Sungmin memalingkan mukanya pelan. sedangkan Kyuhyun dengan sigap merapatkan tubuh Sungmin padanya. Mencoba menenagkan Sungmin meski dia sendiri tak yakin apa itu berhasil.
"Kita belum sempat bicara banyak, Min. Bagaimana kalau kita makan malam bersama?" ajak Siwon. Matanya menatap tajam Kyuhyun.
Kyuhyun mengerutkan keningnya, menatap Siwon dengan tatapan sangat meremehkan. Bagaimana bisa Siwon berkata seperti itu? Dan, bagaimana bisa dia ingin sekali menolak ajakan Siwon? Dia menatap Sungmin dan menunggu jawaban apa yang akan di berikan namja manis yang terlihat sangat terluka itu.
"Hn—" Sungmin menggantung kata-katanya. dia tak ingin mengurusi masalah Siwon lagi. "T-tidak, Siwon. Aku sudah makan malam dan— dan lagi, aku dan K-Kyuhyun akan berkeliling malam ini. Kami ingin menghabiskan malam ini b-berdua," jawab Sungmin sambil tersenyum kaku.
Kyuhyun diam-diam tersentak kaget. tapi dengan poker face miliknya, Kyuhyun tersenyum manis. Melepaskan genggaman tangan mereka dan merangkul bahu Sungmin erat. "Mianhae, Siwon-sshi. Aku sedang dalam usaha untuk mendapatkan namja manis ini. Jadi, tolong di maklumi," kata Kyuhyun.
Sungmin tersenyum canggung pada Kyuhyun. apa-apaan anak ini, batinnya. Kyuhyun mengangguk padanya.
Siwon memutar bola matanya malas. Dia tahu dua namja dihadapannya sedang berbohong.
"Kami permisi dulu, Siwon-sshi, dan—" Kyuhyun menatap Kibum. "Kibum-sshi. Senang bertemu dengan kalian," katanya sambil tersenyum.
"Sampai jumpa, Kibummie," kata Sungmin sambil sedikit membungkuk.
Kibum tersenyum dan melambaikan tangannya pada Kyuhyun dan Sungmin yang perlahan menjauh. "Kapan-kapan kita makan bersama ne," katanya.
"Ne~" sahut Sungmin sambil balas melambai.
Sungmin menghela nafas. Tunggu— tunggu dulu! kenapa perasaan Sungmin jadi sedikit berbeda? Kenapa, kenapa sekarang dia jadi tidak terlalu merasakan sakit saat melihat Siwon dan Kibum? Sungmin menoleh ke samping kanannya. Seorang namja berwajah tampan ini terlihat sumringah. Tunggu— apa ini yang berat di bahunya? Sungmin menoleh ke kiri dan…
"Ya! Lepaskan tanganmu!" serunya sambil menghempaskan tangan Kyuhyun dari bahunya. Sungmin menngambil langkah menjarak dari tubuh kurus Kyuhyun.
Kyuhyun tersentak. "Waeyo?" tanyanya heran. Baru saja dia bisa merasakan sedekat ini dengan Sungmin dan sekarang Sungmin kembali seperti tadi siang. marah-marah lagi.
Sungmin melipat tangannya di dada. "Jangan meletakkan tanganmu dengan nyaman di bahuku seperti itu!" serunya.
"Ya! aku pikir kau suka karena kau tidak protes sejak tadi."
BLUSH! Wajah Sungmin bersemu.
"A-apa-apaan kau?" kata Sungmin pelan.
"Kau bahkan terlihat sangat nyaman saat tadi kita bergandengan. Jika kita boleh bergandengan, kenapa aku tidak boleh meletakkan tanganku di bahumu?" tanya Kyuhyun. Yah, Cho Kyuhyun kehilangan kontrol dirinya. Sekarang dia bersikap kekenakan di hadapan Sungmin tanpa dia sadari.
Sungmin menatap Kyuhyun yang cemberut dengan muka di tekuk, beberapa saat kemudian Sungmin tertawa. "Kenapa wajahmu jadi seperti serigala tak makan berbulan-bulan seperti itu?"
Kyuhyun terdiam. Sebuah pemandangan menakjubkan tersuguh didepannya. Wajah Sungmin yang bersemu dan tawa yang selama beberapa hari mereka kenal tidak pernah terlihat itu benar-benar menakjubkan. Ah, Kyuhyun bahkan kehilangan kata-katanya. suara tawa Sungmin yang terdengar indah itu mengunci kata-katanya. perlahan Kyuhyun tersenyum dan tatapannya melembut.
Sungmin menghentikan tawanya saat sadar Kyuhyun hanya diam menatapnya. "Waeyo?" tanya Sungmin sambil memeringkan kepalanya, terlihat semakin imut.
SREET! Dengan sekali hentakan, mata Sungmin membulat penuh. Jantungnya berdetak menjadi jauh lebih cepat dari sebelum-sebelumnya. Jauh lebih cepat dari pada saat pertama kali matanya dan mata Kyuhyun bertemu di swalayan dulu. Jauh lebih indah.
"Euhm~" terdengar gumaman tertahan dari bibir M Sungmin yang sekarang terkunci oleh— bibir Kyuhyun!
Sungmin memukul-mukul dada Kyuhyun agar Kyuhyun melepskan bibirnya yang menempel erat pada bibirnya. Tapi sepertinya Kyuhyun terlalu terlena menyesap rasa manis dari bibir Sungmin. Kyuhyun menarik pinggang Sungmin agar merapat padanya. Tidak memperdulikan orang yang lalu-lalang di sekitar mereka. Sungmin tak punya pilihan. Dia menyerah. Dia harus akui ciuman ini memabukkan dan— Sungmin memejamkan matanya perlahan…
"YA! LEE SUNGMIN! APA YANG KAU LAKUKAAANN!" sebuah teriakan lagi-lahi menginterupsi momen indah mereka.
Sungmin tersentak dan menodorong Kyuhyun keras sehingga ciuman mereka terlepas. Dia menoleh cepat— seperti hampir mematahkan lehernya— melihat ke arah suara yang sangat dia kenal. Bulir-bulir keringat mulai bermunculan di wajahnya.
"Su-Sungjinnie—" gumam Sungmin dan merasakan hawa mematikan dari namja yang berjakarak lima meter darinya dan menatapnya tajam penuh amarah.
TBC~
