jujur aja, yang bikin saya memutuskan untuk nerusin ini adalah review-review dari kalian. terimakasih, dan maaf :) nggak janji juga sih bisa update lebih cepat, tapi saya janji untuk nyelesaiin ini. ngomong-ngomong, saya nulis di Wattpad. judulnya Brave! kalau lagi iseng di wattpad, jangan lupa mampir. search aja uname saya : akazuma_ hehe
XXX
"YA! LEE SUNGMIN! APA YANG KAU LAKUKAAANN!" sebuah teriakan lagi-lagi menginterupsi momen indah mereka.
Sungmin tersentak dan mendorong Kyuhyun keras sehingga ciuman mereka terlepas. Dia menoleh cepat— seperti hampir mematahkan lehernya— melihat ke arah suara yang sangat dia kenal. Bulir-bulir keringat mulai bermunculan di wajahnya.
"Su-Sungjinnie—" gumam Sungmin dan merasakan hawa mematikan dari namja yang berjakarak lima meter darinya dan menatapnya tajam penuh amarah.
Part 6
Sungmin menelan salivanya berat. Ujung matanya melirik Kyuhyun yang hanya memandang Sungjin dengan wajah, yang terlihat sangat jelas, merasa terganggu dengan kedatangan namsaeng kesayangan Sungmin itu.
"YA! KAU! SIAPA NAMAMU?! APA YANG LAKUKAN PADA NAMJA INI, HUH?!" seru Sungjin pada Kyuhyun sambil berjalan mendekat seraya menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun. Kemarahan terlihat jelas di wajahnya. Dan, err… sedikit semburat merah?
"Hn, namja ini?" tanya Kyuhyun tenang sambil menunjuk Sungmin.
"KAU PIKIR SIAPA LAGI YANG KU PEDULIKAN SELAIN NAMJA INI, HUH?!" jawab Sungjin masih dengan teriak-teriakannya.
"Perkenalkan, aku Cho Kyuhyun. Mitra bisnis perusahaan Appa-mu yang sudah berkerja sama lumayan lama. Dan kau, err…" Kyuhyun menatap Sungjin, pura-pura berfikir. "Lee Sungjin, bukan? Wah, senang berkenalan denganmu. Aku dengar kau punya keinginan yang sangat besar untuk bisa masuk dan mengelola perusahaan dengan kerja kerasmu sendiri. Appa-mu berniat memberikan sedikit sahamnya padamu sepertinya," sambung Kyuhyun dengan rasa tak bersalah dan takut sedikit pun.
"Eh, jinjja? Memberikannya padaku?" tanya Sungjin. Beberapa detik kemudian dia tersadar. "LUPAKAN! Kau, Cho Kyuhyun! Kau pikir kau siapa bisa mencium hyung-ku seenaknya? Kau pikir hyung-ku lelaki yang bisa dengan mudah kau dekati, huh?! Kau itu siapa? Kalian-hanya-rekan-bisnis," katanya dengan penekanan di setiap kata terakhirnya.
"S-Sungjin-ah, apa yang kau lakukan disini?" tanya Sungmin sambil menggenggam lengan Sungjin. Berusaha menenangkan namja muda itu.
"Untung saja aku datang, kalau tidak bisa gawat!" gumanya. "Aku beritahu padamu, Cho Kyuhyun. Jangan pernah mendekati hyung-ku lagi. Aku tidak akan membawa hyung-ku pulang malam ini juga mengingat urusan kalian belum selesai. Tapi aku peringatkan sekali lagi, jika urusan bisnis ini sudah selesai, jangan pernah mencoba untuk mendekati hyung-ku dengn cara apa pun!"
"Chakkamannyeong, kenapa kau melarangku?" tanya Kyuhyun, dia terlihat sedikit panik mendengar pernyataan Sungjin terdengar sangat serius. Tidak boleh mendekati Sungmin? Jangan bercanda! Dia baru akan berhasil mendapatkan namja manis ini!
"Aku tidak pernah mengijinkan Lee Sungmin mendekati lelaki tak tahu malu sepertimu! Sudah berisitri dan seenaknya mencium namja lain disaat tugas. Jelas kau terlihat sangat tidak bertanggung jawab!" seru Sungjin.
Sungmin tertunduk. Hampir saja dia lupa namja disampingnya ini adalah namja bersitri dan seorang ayah. Sungjin benar, tidak seharusnya dia seperti ini.
"Namja beristri?" tanya Kyuhyun bingung.
"Jangan berpura-pura bodoh," kata Sungjin. "Kembali ke hotel sekarang, hyung. Aku akan menemanimu disini sampai urusanmu selesai. Begitu semuanya siap, kita akan langsung pulang. aku akan minta Appa untuk tidak membuatmu berurusan dengan namja ini lagi," perintahnya pada Sungmin.
"Sungjin-ah," gumam Sungmin.
"Kau tahu jelas alasanku berbuat seperti ini padamu, hyung. kau tahu aku orang yang paling tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali padamu. Siwon yang masih single dan berpacaran denganmu saja bisa meninggalkanmu dan menikah dengan orang lain. Apa lagi namja yang jelas-jelas berisitri seperti orang ini," kata Sungjin sambil menatap Kyuhyun tajam.
Sungmin menghela nafas. Melawan si bungsu ini tidak ada gunanya. Dia paham kekhawatiran Sungjin, tapi sudut hatinya lain— jujur saja —semakin menolak untuk menjauhi Kyuhyun.
"Urusi istrimu dan jangan dekati Sungmin!" ancam Sungjin dan membawa Sungmin pergi.
Kyuhyun menghela nafas. "Ya Tuhan, Lee Hyukjae itu bukan istriku~" gumamnya sambil mengusap wajahnya lelah.
Well, Kyu, katakan hal itu pada Lee bersaudara itu.
..
.
"Kau tidak memintaku untuk mampir?" tanya Donghae saat dia tiba di depan rumah Kyuhyun dan Eunhyuk.
Eunhyuk memutar bola matanya. Donghae sedang bertanya, menawarkan diri atau berharap Eunhyuk membawanya masuk untuk menjamunya?
"Baiklah. Jika kau tak mau aku mampir sekarang, setidaknya ajak aku mampir lain kali," kata Donghae sambil menampilkan senyuman manisnya.
Eunhyuk terdiam. Dulu sekali, senyuman Donghaelah yang memang membuatnya tak bisa memungkiri perasaanya. Semua orang tahu senyuman Donghae indah.
"Hyukkie, terimakasih sudah mempertemukan aku dengan anak kita. Sampaikan juga pada Kyuhyun," katanya. Eunhyuk mengangguk. Donghae menatap wajah Donghyuk yang tertidur dengan damai dipangkuan Eunhyuk.
"Ku mohon pikirkan lagi. Aku tidak bercanda saat mengatakan aku ingin kita menjadi keluarga kecil. Aku masih sangat mencintaimu, Hyukjae. Sejak dulu, sekarang dan ku rasa sampai kapan pun. Aku tahu, kau akan bosan mendengar permintaan maafku, tapi demi apa pun. Aku akan terus meminta maaf atas kejadian masa lalu dan akan menebusnya. Karena itu— ku mohon, Hyuk, pikirkan lagi," sambung Donghae. Manik matanya menampakkan kejujuran dan kesungguhan.
Eunhyuk mengelus kepala Donghyuk lembut. Meminta kekuatan pada aegya satu-satunya ini. Dia akan memikirkannya, dia berjanji. Hanya saja, saat ini dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Donghae.
Donghae tersenyum lebih lembut sambil menatap Eunhyuk. "Masuklah, sudah malam. Beristirahatlah, kasihan kalian lelah. Jika ada sesuatu malam nanti, hubungi aku," katanya.
Eunhyuk mengangguk. Perlahan dia melangkah menuju pintu gerbang rumahnya. "Donghae-ah, gomawo," katanya tanpa berbalik menatap Donghae. "Gomawo sudah bersikap baik pada Donghyuk."
Donghae terus tersenyum. Dia mengangguk. "Aku ini Appa-nya," sahutnya sambil tertawa pelan.
Eunhyuk tersenyum. Perlahan dia memasukin rumahnya. Membiarkan Donghae yang terus menatapnya sampai dia masuk ke rumah.
xxXxx
Kyuhyun mondar-mandir di lorong kamarnya. Dia ingin menemui Sungmin di kamar yang hanya berjarak tiga pintu dari tempatnya. Hanya saja, dia malas menghadapi Sungjin yang melihatnya saja langsung emosi. Banyak hal perlu dia jelaskan. Ada kesalah pahaman disini.
"Haahh~ Demi game-game-ku! Aku belum berisitri!" gerutunya pelan.
"Siapa yang belum berisitri?" tiba-tiba suara Ryeowook menyadarkan Kyuhyun. "Kau kenapa, Kyu? Ada apa dengan wajahmu?" tanyanya.
"Wookie! Ya Tuhan, tolong aku, hyung," jawab Kyuhyun dengan panik.
Ryeowook mengerutkan keningnya. "Apa? Ada masalah apa sampai kau memanggilku hyung begitu?"
"Lee Sungjin! Dia datang dari Seoul beberapa saat yang lalu dan melihatku mencium Sungmin di pinggir jalan saat kami pergi tadi," kata Kyuhyun menjelaskan.
"OMONA? Kau mencium Sungmin?!" seru Ryeowook terkejut sambil menutup mulutnya.
Kyuhyun mengangguk lemas. "Kau harus membantuku menjelaskan pada mereka tentang aku yang belum beristri, hyung," katanya.
"Mereka benar-benar mengira kau sudah menikah?" tanya Ryeowook.
Kyuhyun mengangguk sekali lagi. Ryeowook hanya bisa memandang Kyuhyun iba.
"Kita selesaikan urusan perusahaan dulu, ne. Setelah itu, kita urus hatimu," kata Ryeowook.
xxXxx
Hari berikutnya…
Tak pernah ada suasana secanggung ini sebelumnya dalam hidup Kyuhyun. Sejak tadi sepasang mata itu menatapnya tajam. Siapa yang tidak risih jika begini? Sesekali Kyuhyun melirik Sungmin di sampingnya, namja manis itu terlihat lelah. Moodnya sepertinya sama tidak baiknya dengan mood Kyuhyun. mereka sama-sama sedang berusaha menyamankan diri.
"Berhenti menatap kami seperti itu, Jinnie. Jika kau ingin ini cepat selesai, berhentilah seperti itu. Aku mohon kerja samamu," kata Sungmin menghela nafas sambil mengurut pelipis matanya. Bekerja di bawah tekanan namsaeng yang protektif sungguh membuat Sungmin sakit kepala.
"Sungjin-ah, lebih baik kau kembali ke hotel sekarang. Apa kau mau pekerjaan ini menjadi semakin lambat jika kau terus memberi tekanan seperti ini?" Hankyung menasehati.
"Tidak. Aku ingin disini, mengawasi. Sampai semuanya selesai," kata Sungjin dingin.
Semuanya menghela nafas. Sepertinya, Sungjin benar-benar tidak bisa di cegah.
"Sepertinya tempat ini tepat, Kyu. Kita bisa memulainya secepat yang kita bisa. Semua hal menyangkut dengan pembangunan ini, bisa kau urus dengan Hankyung-sshi dan Appaku," kata Sungmin.
"Apa kita masih perlu memeriksa tempat lainnya?" tanya Kyuhyun.
Sungmin membolak-balik berkas ditangannya sekali lagi. "Aku rasa tidak. Silahkan urus semuanya dengan Hankyung-sshi saja. Tentang penyesuaian dengan masyrakat disekitar sini biar aku yang urus setelah kita kembali dari sini," jawabnya.
Kyuhyun mengangguk. Dia melirik Sungjin sekali lagi dan hanya mampu menghela nafas pasrah.
..
.
"Biar Sungmin ikut denganku, ku mohon," kata Kyuhyun pada Sungjin saat mereka semua siap-siap kembali menuju Seoul. Kyuhyun harus bisa membujuk namja satu ini, dia harus menjelaskan semuanya pada Sungmin dulu.
"Tidak! Kau mengerti kan, Cho? Aku tidak mengijinkan Sungmin hyung bersamamu!" tolak Sungjin mentah-mentah. Namja dihadapannya ini lumayan keras kepala juga.
"Ku mohon, Sungjinnie," wajah Kyuhyun menjadi lebih memelas.
Sungjin menghela nafas. Ditatapnya Kyuhyun dalam-dalam. "Hyungku itu lelaki yang bodoh untuk urusan hati. Dia sendiri tidak bisa menjaga hatinya, karena itu aku bersikap seperti ini. Jika bukan aku yang melindunginya, siapa lagi? Aku mohon kepadamu, Cho Kyuhyun. Aku tidak ingin Sungmin hyung terluka lagi. Cukup sekali aku melihatnya menderita. Jauhi hyungku, selagi hubungan kalian masih belum terlalu jauh."
Kyuhyun terdiam. Luka seperti apa? Sesakit apa Sungmin di buat oleh Si Siwon itu? "Aku tidak akan menyakitinya."
"Sudahlah, urusi saja istri dan anakmu," kata Sungjin dan beranjak pergi meninggalkan Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafas, mengusap wajahnya kasar. Kesalah pahaman ini semakin menjadi-jadi saja. Kyuhyung harus segera menjelaskan ini. Pertama-tama, dia harus mengurus Sungjin dulu, tentu saja.
TBC~
