Butterfly 2
Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol
Pair: ChanBaek
Genre: Romace, Drama
Rating: M
Disclaimer: Ceritaku milik semua.
Summary: Baekhyun hanya anak yang terbuang, dia hidup dengan kumpulan yang sama terbuang. Dia ingat dia baru pulang dari tempat kerjanya dan seorang preman memperkosanya sampai hamil. Preman gila yang pada akhirnya benar-benar jadi ayah dari puteranya. ChanBaek!BL, YAOI, NC17, MPreg.
Warning: YAOI, NC17, BL, OOC, Typos, Author baru.
Anti-Mainstream
Baekhyun masuk ke rumahnya dengan nyawa setengah melayang entah kemana. Tangannya masih berwarna merah, bekas darah yang entah kenapa tidak hilang. Begitu juga beberapa merah membercah di beberapa bagian kaos putihnya. Bau anyir juga masih membayanginya. Membayangi setiap tapak kakinya yang melangkah lunglai.
"Oh! Kau sudah pulang Baek?"
Baekhyun menoleh ke sumber suara yang memanggilnya. Dia melihat kakaknya yang mentapnya terkejut. Pria yang lebih tua mendekat dan dengan jelas bisa mencium bau amis yang menguar dari tubuh adiknya. Pria itu menatap Baekhyun dengan pandangan yang kentara blank "Ya Tuhan, apa yang terjadi? Kenapa.. kenapa baumu..?" pria itu sedikit speechless.
Baekhyun bergeming, manik bocah itu benar-benar kosong "Baek?" bocah itu bahkan tidak berkedip membuat Seokjin─ kakak Baekhyun─ diserang rasa panik. Pria itu mengguncang bahu Baekhyun brutal "Sadarlah Baek! Tatap hyung dengan benar!" dan tiba-tiba tubuh Baekhyun merosot ke lantai membuat Seokjin dengan tak kalah panik memegangi lengannya walau akhirnya yang lebih muda benar-benar duduk di lantai rumahnya yang dingin.
"Aku.. aku membunuh, hyung" bocah itu mendongak, menatap manik mata Seokjin nanar.
Seokjin menganga, telapak tangannya yang tadinya menahan lengan Baekhyun kini terkulai lemas. Pria itu ikut merosot, menatap balik manik terluka Baekhyun dalam. Berharap ada sedikit cahaya jail dari manik adiknya, namun manik coklat itu hanya malah membuatnya ikut terluka "Baek.." pikiran pria itu sempat kosong beberapa saat ketika ia berusaha menyangkal yang didengarnya. Namun beberapa saat kemudian pria itu tersentak, untuk sedikit tertawa hambar "Mandi, lalu makanlah makan malammu, setelah itu istirahat, hyung tau kau capek sekali" pria itu beranjak dengan langkah lunglai memasuki kamarnya. Meninggalkan Baekhyun yang semakin terpuruk dan terliputi rasa bersalah.
"Maafkan aku hyung.. hiks maaf.. Aku kotor hyung.. hiks" tangis pilu Baekhyun tertahan. Nafasnya tersendat dan begitu terus sampai ia beranjak ke kamarnya. Melempar tas selempangnya sebelum melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Bocah tujuh belas tahun itu melucuti bawahannya, meninggalkan kaos putih dengan noda darahnya dan celana dalam yang masih menempel di tubuhnya. Ia lalu memasuki bathup, menghidupkan shower dan membiarkan wajahnya yang ia dongakkan ke atas tersiram titik-titik air. Dengan air mata yang mengucur pelan dari maniknya, bocah itu menyibak rambutnya ke belakang. Bibirnya ia gigit hingga berdarah dan bocah itu menarik kakinya yang semula berselonjor untuk merapat ke dadanya, memeluknya erat seakan itu akan membuatnya kembali seperti semula. Ya, andaikan dia bisa. Andaikan Tuhan mau bermurah hati untuk mencabut setiap beling di hatinya yang telah lama membuatnya remuk.
Anti-Mainstream
Chanyeol membuka matanya, sebias sinar masuk keretinanya. Sedikit mengernyitkan alisnya ketika cahaya malah terasa menusuk di matanya yang langsung membuat kepalanya entah kenapa sedikit berdenyut.
"Chan? Park Chanyeol" suara seseorang memanggilnya membuatnya berkedip sekali sebelum mengalihkan pandangannya ke sumber suara "Hey! Kau bisa mendengarku?" pria berusia duapuluh lima tahun itu berkedip lagi, berusaha mengumpulkan kesadarannya yang masih melayang-layang "Aku panggilkan Jongin dulu, jangan kemana-mana, okay!" dan Chanyeol merasa seseorang di hadapannya─ yang diketahuinya adalah adiknya─ begitu bodoh karena pada nyatanya menggerakkan jarinyapun rasanya seperti mengangkat beban yang sangat berat, apa lagi beranjak dari ranjang.
Chanyeol menghela nafas panjang, menyadarkannya bahwa ada sesuatu yang mengganjal di wajahnya. Tarikan nafasnya juga terasa berat membuatnya kembali menutup matanya, berharap bisa langsung tidur dan melupakan sakit yang menderanya. Sedikit meraba-raba kembali ingatannya, mencari tau apa yang terjadi terjadi padanya.
"Chanyeol-ah" panggilan untuknya kembali memaksanya untuk membuka mata. Paling tidak dia ingat, orang di depan matanya adalah temannya "Kau bisa mendengarku?" Chanyeol mengagguk pelan sekali, tangannya terangkat dan dia merasakan Jongin─ teman sekaligus dokter yang menanganinya─ menekan salah satu titik di pergelangan tangannya "Setidaknya keadaanmu sudah jauh lebih baik" jeda untuk menghela nafas panjang.
Jongin menyilangkan tangannya di depan dadanya lalu menatap Chanyeol dengan tatapan menyelidik "Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kau bahkan sekarat selama hampir seminggu dan membuat adikmu hampir membunuhku! Aku heran bagaimana bisa kau punya adik crewet yang mulutnya minta di sumpal kaus kaki bau, dia bilang kau tidak bangun-bangun karena aku salah memberimu obat. Astaga! Aku juga hampir gila" pria itu menarik rambutnya ke atas dengan gerakan sok frustasi yang terdramatisir.
Chanyeol mebuang mukanya. Menatap ke arah jendela yang berdiri di samping rajangnya. Menatap ke dedaunan kuning yang jatuh dari pohon yang kian meranggas. Pria itu mengernyit dan langsung menatap kembali ke arah Jongin "Sudah berapa lama aku tertidur?".
"Hah?" Jongin cengo. Suara pelan Chanyeol dan alat bantu pernafasan yang masih melekat menutupi mulut Chanyeol membuat sang dokter tidak mendengar suaranya.
Chanyeol megangkat pelan tangannya dan mengarahkannya ke alat tersebut, melepasnya dan langsung terbatuk sekali didetik selanjutnya. Percayalah, Jongin bahkan sampai terpekik histeris karena ulahnya "YAKK! KENAPA KAU MELEPASNYA!" pria yang berprofesi sebagai dokter itu berniat memasang kembali alat tersebut, namun tidak jadi karena tangannya malah ditampik oleh Chanyeol.
"Berapa lama aku tertidur?" Pria itu mengulangi lagi pertanyanya. Mentap sayu ke manik Jongin membuat temannya tersebut iba sendiri.
"Delapan hari" jeda "memangnya apa yang sudah kau lakukan sampai kau seperti itu, HAH?!"
Chanyeol hanya mengangguk beberapa kali dengan ekspresi tanpa dosa karena lagi-lagi mengabaikan pertanyaan Jongin "Ngomong-ngomong, aku seperti melihat Sehun tadi, dimana dia sekarang?"
Jongin mendengus "Di luar. Dia bilang dia tidak tega melihatmu bangun"
Chanyeol mengernyitkan dahinya heran "Tidak tega kenapa?"
"Dia pikir kau bakal kena amnesia lalu melupakannya" Jongin mendesis menatap plafon "Sebenarnya dia tidak tega dengan dirinya sendiri" Chanyeol terkekeh kecil. Adiknya yang galak dan songong itu terkadang memang minta digigit pipinya karena membuatnya nyaris mati gemas.
"Aku tau apa yang kau pikirkan, mungkin aku akan mewakilimu untuk menggigit ujung juniornya nanti" Jongin mengatakannya dengan tawa yang menggelegar namun berhenti ketika tatapan Chanyeol mengarah datar padanya "Apa?!"
"Aku bersumpah akan membuatmu menukar posisi denganku jika kau menyentuh sehunku apa lagi 'adik kecil'nya"
"Aku tidak akan menyentuhnya" tertawa hambar 'hanya holenya saja ngincip dikit' lanjutnya dalam hati.
Chanyeol mentap Jongin sinis, pria itu lalu mebalikkan tubuhnya memunggungi Jongin "Pergi sana! Ajak Sehun makan, aku mau tidur dulu"
Jongin tersenyum, pria itu menepuk pundak Chanyeol beberapa kali sampai di tampik oleh tangan yang punya pundak "Cepat sembuh kakak ipar, aku mencintaimu"
Jonginpun pergi dengan tawa menggelegar, meninggalkan Chanyeol yang menatap kosong ke luar jendela di depannya "Bocah itu.. Apa kabar ya?"
Anti-Mainstream
Baekhyun mengambil matelnya yang ia sampirkan di belakang pintu. Juga dengan syal dan beanie yang langsung ia pakai. Bocah itu lalu menyaut tas sekolahnya dan mengambil langkah keluar kamar. Pandangannya kemudian langsung tertuju pada keluarganya yang sudah duduk manis di tempatnya masing-masing dengan sarapan di depan mereka.
"Selamat pagi" sapanya dan mengambil duduk diantara Jungkook dan Taehyung.
"Pagi Baek" Seokjin menyahut dengan senyumnya yang mengembang di wajah ayunya, Baekhyun menggumam untuk membalas sapaan hyungnya itu.
Lebih dari seminggu semua berjalan seperti biasa. Dia sempat merasa paranoid beberapa kali, takut apabila tiba-tiba ada yang memencet bel rumahnya dan mengatakan bahwa dia adalah polisi yang akan membawanya karena telah membunuh om-om di pinggir jalan. Namun ya, buktinya saja semua yang terpikirkan olehnya tidak terjadi dan itu membuatnya sedikit lega 'Mungkin paman-paman kemarin pedophilia buruan polisi yang akhirnya tertangkap, jadi para polisi melupakanku karena terlalu senang' pikirnya. Ngomong-ngomong, kalau diingat lagi ya, paman-paman kemarin tidak terlihat tua juga sih. Hanya tampan dan terlihat dewasa, tapi suara beratnyalah yang membuatnya terdengar seperti om-om mesum. Sebenarnya dia tau kalau om-om kemarin juga masih berusia 25 tahun, tapi ya.. begitulah pokoknya. Baekhyun malah bergidig ngeri ketika sebuah tepukan menyadarkannya dari lamunan paginya.
"Kau tidak apa-apa, hyung?" Baekhyun menoleh kekanan dan menatap wajah imut Jungkook yang menatapnya khawatir.
"Ah! Tidak-tidak, aku tidak apa-apa. Hanya cuaca musim gugur membuatku sedikit kedinginan" dengan naturalnya Baekhyun membuat alibi. Bocah itu mengambil mantel yang tadi ia sampirkan di sandaran kursi dan langsung memakainya.
"Serius kau tidak apa-apa? Wajahmu sedikit pucat pagi ini, Baek?" Baekhyun tersenyum kecil ke arah Namjoon yang menatapnya dengan tangan yang menyuap sesendok nasi goreng.
"Mungkin karena aku kurang tidur. Semalam tugasku banyak sekali"
Sekarang ganti Seokjin yang menatap Baekhyun tak kalah khawatir "Itu karena kau selalu membangkang kalau hyung memberi nasihat. Hyung dan Namjoon sudah bekerja Baek, kau berhenti saja dan konsetrasi ke sekolahmu. Kau pikir kami tidak sanggup membiayaimu? Kau juga hampir kelas 3 dan sebentar lagi kau akan menghadapi ujian kelulusan dan tes masuk Universitas"
Baekhyun menghela nafas panjang "Bukan begitu, hyung. Aku tau kau bisa menyekolahkanku, tapi kau juga masih punya Taehyung dan Jungkook. Aku hanya tidak mau menambah beban lagi"
"Jadi aku beban?" Taehyung menyahut, menatap dalam dengan tanpa ekspresi kakaknya yang kini juga menatapnya "Jadi dimatamu aku hanya beban hyung?"
Baekhyun memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya dengan mata terpejam ketika Taehyung menyalah artikan ucapannya "Bukan begitu.. Aish! Kau maupun Jungkook bukan beban. Hanya saja, kau tau sendiri, hyung sudah dewasa. Jadi hyung hanya ingin membantu meringankan keuangan saja"
Taehyung melengos menatap sarapannya dalam diam, membuat Baekhyun merasa bersalah "Sudahlah, kalian habiskan saja sarapan kalian dan berangkat sekolah. Ini sudah siang, nanti kalian terlambat. Dan kau Tae, jangan salah paham. Cerna dulu apabila ada seseorang bicara".
Taehyung mengangguk pelan dan Baekhyun langsung menghela nafas lega. Bocah tujuh belas tahun berambut maroon itu mentap kosong ke arah nasi goreng di depannya . Dia jadi kembali mengingat kartu identitas yang kini masih tersimpan di dompetnya "Chanyeol hyung" bisiknya lirih.
Anti-Mainstream
Hari demi hari berjalan begitu saja. Baekhyun tidak menajadari bahwa semua berjalan begitu cepat. Memorinya terhadap kejadian itu sudah terkikis begitu saja. Terlupakan bagakan kejadia itu benar-benar tidak pernah terjadi bahkan untuk sekedar mebekas.
Namun, lain Baekhyun lain jga Chanyeol. Dia memang preman dan dia brengsek. Tapi dia juga punya adik berusia tujuh belas tahun. Sebenarnya juga dia baru sadar ketika ia tersentak bangun dari tidurnya dengan mimpi buruk yang belakangan menghantuinya. Sungguh, dia merasa bersalah. Lagipula KTPnya juga masih di'curi' bocah tengik itu. Dia jadi tidak leluasa menjalankan aktivitasnya. Kalian juga harus tau, dia bukan orang kaya dan dia masih punya satu adik sebagai tanggungan.
Chanyeol berjalan pelan dengan Luhan dan Minseok disampingnya. Jangan membayangkan kalau dia berada di tengah layaknya bos gangster, pada nyatanya posisinya sekarang adalah pinggir sendiri dan agak berjarak dari dua temannya yang lagi pacaran. Anggap saja dia obat nyamuk lumutan karena kelamaan jomblo.
Pria dua puluh lima tahun itu menghela nafas bosan. Apalagi suara Luhan yang cekikikan dan wajah Miseok yang sok malu membuatnya eneg setengah mati. Kalau bisa diibaratkan. Kalian tau kue tard? Manis kan? Nah kalau kebanyakan juga eneg makannya. Apalagi jomblo yang sedang melihat dua orang pacaran yang gayanya sok manis, eneg kuadrat.
Chanyeol memilih mengalihkan pendangannya ke toko-toko di samping kirinya. Semua tampak normal sampai perhatian matanya menancap pada sosok mungil yang berdiri di belakang meja kasir. Pria berambut platina itu mengerjabkan kedua mata besarnya, bahkan telinga perinya sampai bergerak-gerak aneh.
"Bocah itu.." Chanyeol menghentikan langkahnya. Berdiri di belakang kaca mini market di depannya dan menusukkan perhatiannya terus ke bocah berambut maroonyang sekarang tengah melayani pelanggan. Seringai kecil terlukis di bibirnya "I got U, little kid"
Anti-Mainstream
Baekhyun menggembungkan kedua pipinya. Menatap penuh nafsu pada ramen istant di depannya. Jam kerjanya belum berakhir dan dia entah kenapa bisa begitu menginginkan mie berkuah merah itu. Rasanya seperti ada sesuatu yang mendesaknya untuk mengambil secup tapi dirinya yang lain melarangnya dengan alasan profesionalisme kerja. Percayalah, bahkan air mata sampai menggantung di pelupuk matanya dan bocah itu siap menangis kapan saja seperti ketika kau menginginkan sesuatu yang besar tapi tidak bisa menggapainya.
"Ehm" Baekhyun mendongkan kepalanya saat deheman jutek terdengar di gendang telinganya.
Bocah tujuhbelas tahun itu langsung menampakkan senyumanya "Selamat malam" sapanya mengambil satu barang dan mulai menghitung harga barang di depannya "Ini saja? Atau ada lagi yang ingin anda beli?"
"Tidak" Baekhyun masih menampakkan senyumannya. Dia sudah biasa mendapatkan pelanggan semacam ini. Bocah itu lalu memasukkan semua barang yang sudah terhitung kedalam tas kresek "Semuanya duapuluh ribu limaratus won" setelah pelanggan memberikan uang, Baekhyun langsung menarik bon dan menyerahkannya beserta tas kresek berisi barang belanjaan kepada pelanggannya "Terimakasih sudah berkunjung".
Setelah pelanggan pergi, bocah itu kembali menggembungkan pipinya sebal. Menatap kembali pada tempat ramen yang kini tertutupi oleh seseorang. Baekhyun menaikkan pandangannya ke orang tersebut dan langsung terdiam detik itu juga, terlebih ketika orang tersebut berbalik dan mendekat ke arahnya.
Postur tubuh itu. Wajah itu. Rambut platina itu. Baekhyun sampai lupa cara mengerjabkan matanya sesaat orang itu berada tepat di depannya. Seringaian sosok itu tampak jelas di kedua mata Baekhyun "Diseduh disini".
Bocah yang lebih muda tersentak. Dengan tanpa sepotong kalimatpun, dia mengambil ramen di tangan pria dewasa itu dan berbalik mendekati dispenser. Dengan sorot setengah kosong, ia membuka tutup cup mie instant tersebut dan menyeduhnya dengan air panas. Menuangkan bumbunya sebelum mengembalikannya ke pria yang menjadi pelanggan berunya, tidak lupa dengan sumpitnya "Silahkan menikmati" lirihnya.
Pria itu melebarkan seringaiannya. Pria berambut platina tersebut mengambil cup mienya dan membawanya ke meja di belakang kaca depan. Ia menikamati ramennya, namun dengan mata yang tidak teralihkan sedetikpun dari Baekhyun yang menunduk salah tingkah. Tidak tahan, pria itu berdiri dan kembali mendekati Baekhyun. Tertawa meremehkan sekali sebelum menaikkan dagu Baekhyun dan menatap manik kecoklat di depannya "Kau masih membawa KTPku adik kecil" menyeringai lagi, membuat Baekhyun menelan ludahnya kasar.
Bocah berambut merah cengengesan "Hello paman"
TBC
Anti-Mainstream
A/N: Okay! You can Kill right now, guys. Gua tau ini lama banget updatenya. Tapi lebih beruntung dari pada ff gua satunya yang benar-benar ngadat. Gua bingung gimana nyampeinnya. Sebenernya point pentingnya Cuma di akhir cerita waktu si Baek ketemu Chan, tapi gua bingung gimana cara ceritanya bisa sampae situ dan.. bisa agak panjang #plakk
Maaf ya kalo banyak typos, alur berantakan dan ngajak perang ngeboseninnya. Maaf banget.. Gua kan author baru dan masih banya belajar lahh.. Mohon bantuannya semua.. MANSAE! MARI KITA BERGEMBIRA YEAAHH! #Plakk
Btw, gua dari awal udah niat banget bikin cerita yang serius dan bener-bener serius tapi ngga tau kenapa ceritanya melenceg banget dari bayangan gua T-T Maaf banget cerita pertama begitu serius dan sampe sini malah kayak beda genre #plakk Gua nyaris gila waktu ngusahaiin ini cerita yang bikin orang-orang nangis T-T tapi kaga bisa. Maaf juga kalau banyak kata-kata yang non formal.. Huweee dan maaf kalau lama-lama gua malah kebanyakan minta maaf #plakk
Balasan Review:
Hyunha69: Njirrr.. gua salpok sama namu lu masa.. kok baru nyadar gua kalo pen name lu ada 69nya nying :v btw, makasih buat reviewnya ya
Lussia Archery: Iya dong, pasti ya si Chanyeol _ lha iye.. sebenernya gua juga bikinnya juga iseng waktu si Chanyeol nyanyi.. hehehe.. Ini juga udah di lanjut dan chanyeol udah ketemu si baekhyun yeth :v makasih buat reviewnya ya
Vivikim406: Iya itu si Chanyeol :v makasih buat reviewnya ya
Jihan Park: Iye Chanyeol.. Om om mesum pinggir jalan :v dan Chanyeol masih idup sehat walafiat sampe sekarang soalnya kalo Chanyeol mati, abis critanya :v makasih buat reviewnya ya
Babyinsomia: Lha iya nun, bantai aja.. persedian bom kita masih ada kan? :v sama-sama noona gua cuyuungggg! Ini udah gua panjangin lhoo nun, sepanjang banananya Cahyo njiirrrrr… Mabok Yuni gua :v yang atunya Xiumin, bininya Luhan.. Jan tanya kenapa Xiumin karena gua kaga bisa ngebayangin sangnamja jadi uke #plakk hahahaha.. makasih buat reviewnya ya
Real ParkHana: Sipp! Ini udah dilanjut. makasih buat reviewnya ya
Viyomi: Hahaha.. ngenes.. dan bener-bener hamil tapi belom :v dan kalo Ceye dari keluarga kaya kah? Hahaha, kalo begitu mah terlalu biasa, bikin Ceye kere, bingung sama biaya kelahiran.. njiirrr… ngakak sendiri gua bayanginnya masa :v makasih buat reviewnya ya
Deux: Sipp! Ini udah dilanjut. makasih buat reviewnya ya
Cucunyachanbaek: Gua! :v Gua kaga bisa bikin enci, jadi maklumin aja kalo kurang greget T-T maksa banget ya adegan hongkongan yang gua buat? T-T makasih buat reviewnya ya
Neli Amelia: Sipp! Ini udah dilanjut. makasih buat reviewnya ya
Hunbaebae: Iye si Ceye.. sip udah dilanjut ini.. makasih buat reviewnya ya
Anezha21769: njirrrr atu lagi yang pen namenya ada angka 69 _ varokah vroo :v dan ini MPREG buka tipu2 walopun belum hamil beneran :v CY kaga tua, Cuma suaranya kek om-om.. kan pas diperkios si BH kaga tau muka si CY jadi dia reflek aja manggil CY paman :v makasih buat reviewnya ya
Dimple Yixing S'dlm Inti Bumi: Makasih pujiannya.. Eh eh eh.. gua terbang masa :v makasih buat reviewnya ya
Skymoebius: Iye.. tega-tega aja sihh, si CY lagi khilap :v makasih buat reviewnya ya
ECCEDENVY: Hah?! Bagian mananya yang lucu? O_o makasih buat reviewnya ya
Minwooimitasi: Kaga, omnya masih sehat walafiat :v makasih buat reviewnya ya
HD08: Sipp! Ini udah dilanjut Eonni ;) btw gua nyaris kaga ngenalin lu lho eon.. gua pikir siapa ini yang manggil gua saeng :v makasih buat reviewnya ya
SeiraCBHS: Sipp! Ini udah dilanjut ^-^ makasih buat reviewnya ya
Aa88: Hiks.. maaf buat fanst updatenya yang kaga terkabulkan.. ngaret banget gua masa.. Iye, itu si CY :v makasih buat reviewnya ya
ShaXY: Sipp! Ini udah dilanjut ^-^ makasih buat reviewnya ya
Lindahera: Beneran keren.. nyenengin gua aja kan lu :v sama-sama adekku cuyuuuung.. lu wajib baca sebelum gua kantongin sehun lu.. :v makasih buat reviewnya ya
Parklili: hahaha.. pengennya tiap chaptenya ada adegan hongkongnya biar greget tapi kaga bakat gua :v makasih buat reviewnya ya
Kimibyun: Sipp! Ini udah dilanjut ^-^ dan udah gua panjangin dikit. makasih buat reviewnya ya
Nur991fah: Kaga juga :v soalnya si Baek udah lupa duluan :v makasih buat reviewnya ya
RDRD Chanbaek: Apanya yang ngeri, chagy? :v Heeh, ini dilanjut.. makasih buat reviewnya ya
Iny: Soalnya kalo Oneshoot ya panjang banget :v maafin hayati yee bikin ceritanya nggantung di tbc :v makasih buat reviewnya ya
ReeBaby: Sipp! Ini udah dilanjut, rajin banget neng ^-^ Semangat ye ye ye.. makasih buat reviewnya ya
EternalKim: Iye.. gua buat si CY jadi pedho :v Sipp! Ini udah dilanjut ^-^ makasih buat reviewnya ya
D14napink: Sipp! Ini udah dilanjut ^-^ makasih buat reviewnya ya
Me: Heeh ini udah di lanjut beb. Ntar dulu dehh kalo di Bh hamil mahh.. Iyee, CY premannya.. hahaha.. pennya dibuat gitu aja, tapi ya begono lahh :v makasih buat reviewnya ya
Oke oke..
Ayo kita langsung saja
Eonnideul, Oppadeul, Noonadeul, Hyungdeul, Dongsaengdeul.. Review jebal juseyooooo :v :v
Jan lupa juga Follow sama Favoritenya juga ya.. I Love U, guys Yehet Yehet Yehet!
Salam
Anti-Mainstream
