Title : Power
Starring :
Kim Kibum
Lee Donghae
Siwon Choi
Kyuhyun Cho
Lee Hyukjae
Main Pair : KiHae
Genre : Supernatural, Romance, Fantasy, Yaoi
Rated : T
Summary : Permusuhan antara kelompok penyihir memaksa ia dan keluarganyaharus pergi menjauh untuk dapat selamat dari rencana pembunuhan yang akan dilakukan.
Kemanakah mereka akan pergi?
Dapatkah ia menyelamatkan keluarganya dari rencana licik itu?
On previously chapter,
Donghae dengan sigap membuka matanya dan menatap kaget kearah pria dihadapannya kini,
"Neo! Neo Nuguya!
.
.
.
.
.
Kangin yang menatap punggung kedua anaknya yang sudah menhilang dibalik Xlexo menghembuskan napasnya pelan. Ia perlahan memejamkan matanya; mungkin ia sedang bersyukur sekarang karena kedua anaknya itu berhasil lolos dari Siwon.
Sedangkan disisi lain, Siwon tampaknya tengah murka akan kegagalannya untuk menahan kedua bersaudara itu. Matanya memerah, ia kepalkan kedua tangannya lalu dengan cepat memusnahkan semua yang ada dihadapannya kini dengan tongkat sihir miliknya yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Bahkan, beberapa penyihir yang datang bersamanya tadi mendapat imbasan akan kemarahannya itu.
Kangin yang melihat itu hanya tersenyum remeh kearahnya, walaupun sebenarnya tubuhnya kini tengah terserang rasa sakit akibat serangan sihir Siwon beberapa waktu yang lalu.
"Ciih..! Kau pikir aku akan dengan mudahnya menyerah! Lihatlah Siwon Choi yang terhormat..Kau sekarang tak dapat berbuat apa-apa lagi. Terlebih untuk menyakiti salah satu diantara keduanya. Kau gagal! Dan kau memang seharusnya gagal dan memalukan!"ucap Kangin meremehkan.
"Diam kau tua Bangka! Kau pikir semua ini telah berakhir sekarang? Hahahahahaha…. Tidak ada yang akan berakhir sampai aku dengan tanganku sendiri akan melenyapkan kelemahan keluargamu itu. Baru, aku akan mengurus kalian dengan sedikit mudah akhirnya."sahut Siwon sambil menampilkan senyuman iblisnya.
Kangin yang mendengar penuturan Siwon itu menjadi geram dan hendak bangun dan menyerang, kalau saja satu perkataan dari mulut Siwon tak menghentikannya.
"Dan lagi… mereka berdua bisa saja aku musnahkan sekarang juga tanpa sisa."ucap Siwon dengan sedikit penekanan, sambil melirik kearah Heechul dan Ryeowook yang masih belum menyadarkan diri.
"Heehh..Kau… Licik!"sergah Kangin.
Dengan semakin menampilkan senyuman iblisnya itu, Siwon berbalik dan mulai berjalan,
"Bawa mereka… Mungkin mereka bisa bermanfaat untuk kita nantinya."
Suasana dalam kamar mandi kini semakin menegangkan, Donghae yang masih saja membulatkan matanya dengan tubuhnya yang masih terlihat bergetar sekarang.
"Neo! Nuguya…?"Tanya Donghae dengan nada sedikit bergetar.
Kelihatannya, ia sedang merasa takut sekarang. Bagaimana tidak? Siapapun akan bersikap sama dalam hal yang tak masuk akal seperti yang terjadi padanya sekarang.
Pria dengan jubah hitam itu pun berdiri dan mulai membuka penutup kepalanya.
Tak ada sedikitpun ekspresi yang ia perlihatkan sekarang, tatapannya datar dan dingin. Donghae yang melihat itu semakin merasa takut. Bahkan ia kini tengah bersusah payah untuk menelan ludahnya sendiri.
Disisi lain, Leeteuk yang mendengar suara jeritan anaknya tadi terbangun seketika dan berlari menaiki kamar anak satu-satunya itu.
"Hae sayang… neo gwaenchana? Ppali… buka pintunya sekarang.. Eomma khawatir.."ucap Leeteuk sambil mengetuk pintu kamar Donghae tanpa berhenti.
Donghae yang mendengar suara eomma-nya itupun tersentak seketika. Jantungnya berdegup begitu kencang sekarang. Apa yang harus ia lakukan? Bahkan hanya untuk menjawab saja, lidahnya terasa membeku bersamaan dengan aliran darahnya yang mungkin ia rasa sudah berhenti sekarang.
"Hae-ah.. Kenapa kau tidak menjawab eomma-mu ini? Apa kau baik-baik saja?"sahut Leeteuk terus menerus.
Sementara pria berjubah yang berdiri dihadapannya kini terlihat hanya menatap tanpa kedip kearah Donghae.
"Tuhan… Apa yang harus kulakukan? Aku … aku… pokoknya tolong aku sekarang."batin Donghae bergejolak.
Merasa seakan mendapat keyakinan yang kuat, Donghae dengan cepatnya berdiri dan berlari keluar kamar mandi. Ia berlari tanpa membuka matanya. Itulah yang membuat ia beberapa kali menabrak meja nakas dan kursi yang ada dalam kamarnya itu. Sedangkan pria berjubah itu hanya menatap bingung kepada sosok pria yang baru saja ia lihat.
Walau rasa sakit yang sudah menjalar dilututnya karena tabrakan yang beberapa kali ia lakukan, rupanya rasa takutnya lebih besar untuk meng-handle semua nyeri itu.
Donghae pun dengan cepatnya membuka pintu kamarnya dan memeluk erat Leeteuk yang sempat kaget akan tindakan anaknya itu.
"Aigoo… kaget aku.. Wae geureuh Hae-ah? Kau hampir saja membuatku jantungan."kata Leeteuk yang kaget akan pelukan tiba-tiba dari Donghae.
Bukan menjawab pertanyaan eomma-nya itu, Donghae malah lebih lagi memeluk erat. Leeteuk yang dipeluk begitu kini seakan tak dapat bernapas lagi.
"Hae-ah… eomma jadi tidak bisa bernapas sekarang.. Regangkan pelukanmu ini.."sahut Leeteuk.
"Shireo!"balas Donghae singkat.
Tak ingin bertanya lebih lagi, Leeteuk terdiam sambil kembali memeluk erat putra semata wayangnya itu. Ia usap pelan rambut anaknya sambil bergumam meminta Donghae untuk segera tenang. Tapi masih saja Donghae dengan deru napas yang begitu kasar terdengar terus memeluk erat ibunya.
Disisi lain, pria berjubah hitam tadi yang tiba-tiba saja muncul dari kaca kamar mandi berjalan keluar dari kamar mandi Donghae dan duduk diranjang dengan hiasan seprei bercorak nemo. Matanya menangkap sebuah kotak berisi air dengan ikan yang berenang-renang di dalamnya. Ia tersenyum sambil bermain dengan liukan ikan-ikan badut dalam aquarium tersebut. Senyuman di wajahnya hilang seketika saat bunyi derit pintu menelisik indera pendengarannya. Dia bangun seraya memakai kembali topi dijubahnya. Donghae mengendap-ngendap pelan langkah kakinya sambil memegang stick baseball.
"Apa itu? siapa dia? Mungkinkah dia adalah hantu penunggu rumah ini? Awas saja kalau ketemu lagi. Akan aku pukul kepalanya dengan tongkat ini."ucap Donghae pelan sambil terus berjalan masuk ke dalam.
Donghae yang terus saja melangkah menjadi kaku seketika untuk bergerak saat sepasang matanya menangkap sosok yang tidak mungkin salah ia kenali tadi saat muncul di kamar mandi. Jubah hitam pekat yang tertangkap dalam penglihatan Donghae membuat mental dan rencananya menjadi ciut sekejap saja.
"Oh Tuhan ku .. Siapa sebenarnya sosok ini? Kenapa tubuh ini jadi mati rasa begini?"Donghae membatin.
Sosok yang melihat Donghae yang berdiri mematung dihadapannya pun berjalan mendekatinya dan berdiri dekat dengannya. Ia tatap sosok yang sama sekali tidak bergerak dengan tangan memegang tongkat baseball dengan tatapan heran. Hingga ia berkata,
"Hei… Kamu kenapa? Apa kamu sengaja menjadi patung hidup dihadapanku sekarang? Kamu terlihat bodoh. Apa ini tingkah asli seorang manusia? Wah.. kalian benar-benar payah.
Donghae yang mendengar ucapan dari sosok itu menjadi tersadar seketika seraya menatap tajam kearah sosok didepannya. Meski masih ada rasa takut yang tertinggal, ia tetap bertahan untuk melemparkan tatapan mengerikan yang biasa ia keluarkan untuk sahabatnya Hyukjae dan Kyuhyun.
Dengan sedikit terbata-bata, Donghae berucap bagai lidahnya sedang terolesi lem yang merekat ke langit-langit mulutnya.
"O…mmoo… Ciihhh.. Siapa ka..mu berpikir seperti itu ? Apa kamu tidak tahu dimana posisimu sekarang? Kamu seenaknya saja memasuki kamarku, ah itu lebih tepatnya kamar mandiku. Omo omo! Dan sekarang kamu bertanya? Kamu masuk seperti hantu, muncul tiba-tiba dan berkata seenaknya tentang aku. Kamu mema….
Belum selesai Donghae berucap dan melampiaskan rasa kesalnya, sosok tersebut langsung membungkam mulutnya dengan satu tangannya.
Posisi mereka berdua menjadi begitu dekat sekarang, dan tatapan mata mereka menjadi semakin intens satu sama lain.
"Kau begitu cerewet eoh.. Tidak bisakah kau tutup mulutmu ini sebentar saja? Dan aku ingin memastika kalau aku bukanlah sosok hantu seperti yang kau katakan. Mana mungkin ada hantu yang bisa menyentuh tubuh manusia secara nyata bukan? Aku punya nama idiot."balas sosok tersebut seraya melepaskan tangannya dari mulut Donghae.
Donghae yang tidak terima akan perlakuan sosok itu langsung mendorongnya dan berjalan ke meja nakas untuk mengambil ponselnya.
"Kurang ajar sekali dia."gerutu Donghae seraya berbalik dan menatap kesal kepada sosok yang membelakanginya.
"Hei jubah! Kita lihat. Apa kamu masih bisa bicara lagi setelah polisi datang atau tidak" sambung Donghae dibarengi dengan jemarinya yang mulai menghubungi kantor polisi.
Belum juga ia membalas ucapan selamat dari polisi yang mengangkat panggilannya, ponselnya tiba-tiba remuk seketika. Donghae yang melihat itu membulatkan matanya seketika dan menutup mulutnya tak percaya. Tentu saja itu adalah ulah dari sosok tadi yang sudah pasti menggunakan kekuatan sihirnya.
Donghae malah tambah terperanjat saat mendapati sosok yang berada beberapa meter darinya tiba-tiba saja langsung berada dihadapannya sekarang.
"Dengarkan aku baik-baik nona. Kamu pikir dengan menghubungi polisi akan mudah menyingkirkan aku dari sini. Sekarang aku menetapkan bahwa tempat ini adalah tempat persembunyian bagiku. Apa yang coba kau lakukan tidak akan berdampak sedikitpun terhadapku. Inilah perbedaan antara aku dan kau. Manusia memang berbeda jauh dari kami. Kami bisa melakukan hal yang mustahil di mata kalian."Bisik sosok tersebut ditelinga Donghae.
Donghae yang sebenarnya takut berubah menjadi jengkel seketika, bagaimana bisa tampilan sepertiku ini dipanggil dengan sebutan Nona?
"Nona? What the hell? Apa dia tidak salah? Brengsek sekali!"sergah Donghae dalam hati.
Sosok tadi pun berbalik dan hendak menghilang, tapi keinginannya itu tertahan saat Donghae kembali membuka suaranya,
"Siapa kamu sebenarnya?
Sosok itu berbalik dan perlahan membuka penutup kepalanya dan menatap Donghae,
"Kim Kibum, penyihir golongan axus."
.
.
.
.
-POWER-
-Kalvar-
Beberapa ekor burung gagak terbang melewati pepohonan pinus diikuti dengan suara bising angin malam yang mengikuti kawanan gagak tersebut.
Perjalanan mereka berhenti di sebuah tempat dimana seorang yang mereka taati sedang menunggu kedatangan mereka. Kawanan burung gagak tersebut turun dan sekejap berubah menjadi manusia; lebih tepatnya penyihir golongan sloviar. Dan mereka semua tunduk dalam kekuasaan pemimpin penyihir; Siwon. Penguasa yang tidak kenal ampun, sadis, berwatak jahat, dan tidak mudah dipahami.
"Apa kalian berhasil menemukan mereka berdua?"tanya Siwon dengan nada ramah.
"Maafkan kami yang mulia. Kami sudah menelusuri berbagai sudut di dunia manusia, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan keduanya."jawab salah satu penyihir tadi sambil menunduk takut.
Siwon yang mendengar ucapan itu menjadi geram seketika. Bagaimana bisa mereka berhasil tak terdeteksi oleh kawanan penyihir ini. Ia berbalik menatap tajam dan wujud iblis dalam dirinya seakan dapat dirasakan oleh mereka.
"Cari dan temukan mereka dengan segera. Atau kalian akan tahu sendiri akibatnya. Cepat! Sekarang!"sergah Siwon yang membuat para penyihir tersebut kembali berubah menjadi kawanan gagak dan pergi meninggalkan tempat tersebut menuju xlexo.
Note : sedikit penjelasan tentang Kalvar. Kalvar adalah dunia kaum penyihir yang tak terbatas luasnya. Dalam dunia tersebut terdapat berbagai golongan penyihir-penyihir besar. Golongan tersebut antaranya: Sloviar, Axus, Scoffie, Ethermuz, dan Dhemerize. Penyihir dari golongan Sloviar tergolong kejam dan tak kenal ampun. Berbeda dengan 3 golongan penyihir lainnya. Golongan lainnya itu lebih ramah dan terkenal baik hati tapi tergolong kuat dan sulit terkalahkan.
.
.
.
.
-Other Side-
Sosok dengan balutan jubah hitam kini terbang kesana kemari. Ia tampak terlihat bingung dan khawatir akan sesuatu. Rasa takut dan cemas dalam dirinya menjadi satu, dan itu membuatnya semakin tak jelas arah. Sosok itu adalah Yesung; penyihir axus yang merupakan kakak dari seorang penyihir lainnya bernama Kibum. Dia bingung dan cemas karena mereka berdua terpisah setelah masuk ke dalam xlexo beberapa waktu yang lalu. Ia sampai di dunia manusia dan berdiri di depan sebuah supermarket sendirian. Tapi entah kemana adiknya pergi dan dimana ia sekarang.
"Kibum-ah… Kemana kamu? Kenapa kita jadi terpisah seperti ini? Mungkinkah karena hal itu? Aku harus menemukannya sebelum mereka. Ini akan berbahaya bagi
keselamatannya."
.
.
.
.
Donghae terus saja mondar-mandir dalam kamarnya. Padahal jam weker yang ada di meja nakas sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi. Ia masih tidak habis pikir akan semua cerita yang ia dengar dari sosok aneh yang bernama Kibum yang mengaku dirinya adalah penyihir.
"Bukankah kaum penyihir itu hanyalah fiksi semata? Lalu kenapa bisa tiba-tiba ceritanya persis dengan seri buku penyihir yang telah aku baca? Apa jangan-jangan dia sedang mempermainkanku karena dia juga adalah maniak dari serial buku itu? Tapi….? Tidak… tidak… itu tidak benar. Ada bagian yang tidak pernah aku dengar dalam seri buku itu. Mungkinkah dia mengarangnya? Arrrrrggghhh entahlah."
Donghae terus saja berpikir keras akan kejadian aneh tadi, dan tiba-tiba Kibum yang entah darimana mulai muncul kembali di depannya.
"Aku sudah melihat sekitar dan mencarinya, tapi ia tak kutemukan."ucap Kibum yang entah berbicara kepada siapa.
Donghae yang mendengar itu melihat kesamping kiri kanannya dan,
"Apa kau berbicara denganku?"tanya Donghae ingin tahu.
"Tentu saja aku berbicara denganmu. Apa kau lihat disini ada orang lain selain kita berdua?"sahut Kibum merasa heran.
"Aku hanya berpikir kamu mungkin berbicara dengan makhluk tak terlihat di kamar ini. Bukankah kamu bilang kalau kamu adalah penyihir? Mungkin saja begitu kan."balas Donghae untuk menutupi kebodohannya.
"Hei nona. Kau pikir penyihir seperti kami akan bertindak tidak masuk akal dan tidak waras? Apa-apaan kamu ini? Dengar.. Aku datang ke duniamu ini bersama saudaraku beberapa saat yang lalu. Tapi entah apa yang terjadi aku bisa sampai ke tempatmu ini dan terpisah dengannya."lanjut Kibum.
Donghae yang mendengar dirinya dipanggil nona lagi menjadi semakin tidak tahan. Ia ingin saja memukul mulut sosok aneh itu sekarang juga.
"Saudara? Lalu ada urusan apa kalian datang ke dunia kami? Apa kalian bosan tinggal disana? Hahaha tentu saja. Di dunia penyihir mana ada fasilitas-fasilitas seperti di dunia manusia. Tapi entah kenapa justru aku yang penasaran dan ingin pergi ke dunia kalian juga. Oh ya benar, jangan panggil aku dengan sebutan nona. Kau pikir aku wanita? Aku seorang namja seperti layaknya dirimu. Isssh! "jelas Donghae panjang lebar.
Kibum yang mendengar perkataan Donghae langsung balik menjawab,
"Jangan pernah… Jangan pernah kamu berpikir untuk pergi kesana. Itu cerita yang lumayan panjang untuk dijelaskan. Bahkan walaupun aku menjelaskannya, kamu juga tidak akan mengerti. Dan? Kamu bilang namja? Hahaha. Tapi suara dan gerak-gerikmu lebih kearah yeoja. Wajahmu malah menurutku tidak tampan, tapi cantik."
"Dia ini benar-benar menjengkelkan. Cantik ? Mata penyihir memang tidak jelas."batinnya membantah.
-POWER-
Yesung masih saja terbang untuk mencari dimana keberadaan Kibum. Ia terbang mengitari kota Seoul yang lumayan luas. Tiba-tiba, tanda di pergelangan tangannya mendeteksi sihir dari saudaranya. Ia tersenyum senang dan merasa lega. Tidak perlu waktu lama untuk ia dapat menemukan saudaranya.
Ia terus terbang mendekati sebuah rumah dan deteksi sinyal di pergelangan tangannya pun semakin kuat. Disisi lain, Kibum juga merasakan aura dari saudaranya. Itu karena tanda dipergelangannya juga memberi sinyal yang sama.
"Dia disini…"ucap Kibum entah kepada siapa.
Donghae yang mendengar itu membulatkan matanya saat melihat lengan jubah dari Kibum bercahaya.
"Siapa?"
"Saudaraku… Dia akhirnya menemukanku."sahut Kibum
Kibum berbalik saat sosok lain muncul dari jendela kamar Donghae. Senyuman kini tergambar di wajahnya. Tapi senyuman itu berubah menjadi hambar seketika.
"Disini ternyata kau rupanya…
Yesung masuk dan menembus dinding rumah tersebut dan membuka penutup kepalanya. Matanya menangkap sosok yang berdiri membelakanginya.
"Kau disini Kibum-ah.. Aku sudah mencari ka…..
Ucapan Yesung terputus saat sosok dihadapannya berbalik dan tersenyum kearahnya.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Yesung-ssi…
.
.
.
.
To be continued
Thanks buat yang udah ngereview
Maaf karena baru sekarang bisa ke update
Mohon berkenan untuk direview lagi
Thanks all for your support
