My little Byunie

by : BaekToYou

genre : idk ._.

main cast : BaekYeol

A/N : makasih yang udah review di chap chap sebelumnya, makasih, makasih bingit/? :***

tetap semangat buat review ya ._.


Jadi dimulailah 'Pengalaman bermalam bersama Chanyeolie'. Itu ditulis baekhyun di atas kertas gambarnya dengan gambar satu orang atau stick man—karena bentuknya sangat kurus seperti stik—dengan rambut mengembang dan dua titik besar serta senyuman lebar.

"Apa saat aku tersenyum terlihat sangat bodoh seperti gambar ini?" begitu pikir chanyeol saat ia melihatnya. Matanya juga menangkap satu gambar lagi, stick man kecil yang tengah menggenggam erat tangan kanannya. Lelaki itu tidak sadar jika ia tengah tersenyum seperti orang bodoh sekarang.


"Baekhyunie mau susu strawberry~! *o*"

"Chanyeol, baekhyunie mau permen strawberry *o*"

"Oh! Ada es krim strawberry! \( *o*)/\(*o* )/ "

"Chanyeol—"

Yang dipanggil menghentikan laju trolinya, membuat baekhyun yang tengah berdiri di dalamnya tersentak kecil. Ia berbalik, dan dengan polosnya melengkungkan bibirnya ke bawah.

Chanyeol mendengus sebal, anak ini berbahaya. Iya, sangat. Hanya dengan tatapannya, chanyeol bisa kehilangan kendali atas dirinya dan luluh begitu saja. Kejadian saat di lift, yang sebenarnya ia bisa saja pergi meninggalkan anak itu sendirian atau menurunkan baekhyun di tengah jalan saat mengantarkannya pulang saat itu.

Tapi, sayangnya chanyeol tidak sejahat itu. atau, ia tidak bisa melakukannya pada baekhyun—karena sebelum sebelumnya ia sangat tidak menyukai anak kecil.

"Ada syaratnya," ini saatnya ia mengajari anak itu sopan santun.

Baekhyun mendongak. "Panggil aku hyung. Chanyeol hyung. Aku lebih tua darimu, dan kau harus memanggilku hyung—itu sopan santun baekhyunie, arra?"

"Tapi nenek—"

"Ssst—nenekku sudah meninggal, dan membicarakan orang meninggal itu tidak baik." Jelas chanyeol. Butuh beberapa detik ketika mereka berdua malah bertatap-tatapan dengan kekanak-kanakkannya. Chanyeol berkacak pinggang dan baekhyun masih menatapnya ( ._. )

" eung—chanyeolie hyung? "

Deg.

"Chanyeolie hyung ~ hyung ~ hyung ~ kenapa melamun? =3= "

Deg.

Chanyeol merasa wajahnya memerah dan dadanya berdegup kencang. Perasaaan ini asing dan—ia menikmatinya. Ini bukan seperti ketika ibunya membelikan sepeda saat umurnya 7 tahun, tapi lebih mirip ketika—apa ini namanya—chanyeol begitu menggebu ingin berteriak senang tapi ia tidak bisa.

Tidak. Tapi perasaan membuncah di dadanya ini begitu besar.

"Dadaku rasanya ingin meledak! Luhan menerimaku! " tiba-tiba ia ingat kata kata sehun tempo hari.

Iya benar, rasanya ingin meledak dan tersenyum selebar mungkin. Tapi, apa ini namanya? Kenapa aku bisa merasakan ini? Aku kenapa sebenarnya?

Chanyeol menggelengkan kepalanya. ia mencoba mengalihkan perhatiannya pada hal lain yang mungkin akan meredakan degup jantungnya.

"Baekhyunie, eum—baekhyun, kau mau sereal rasa vanila atau coklat? Baekhyun~?" ia menilik dan mendapati mata anak itu naik turun dengan lambat. Mulutnya sedikit terbuka dan lucunya, tangannya masih menggenggam botol susu strawberry yang diambil dari etalase tadi. mungkin ia pikir, chanyeol akan mengembalikan botol itu dan tidak jadi membelinya.

"Kau mengantuk hm?" chanyeol mendekat, direngkuhnya tubuh kecil itu dan meletakkan kepala baekhyun di pundaknya. Perlahan, ia ambil botol susu itu dan ditaruhnya di troli.

"Eung~ hoamm .." baekhyun melingkarkan tangan kecilnya pada leher chanyeol. Tak butuh berapa lama, ia bisa merasakan nafas hangat baekhyun di lehernya. Geli, tapi ia menyukainya.

Kemudian chanyeol mendorong troli dengan tangannya yang bebas sementara tangan lainnya menggendong baekhyun.

Syukurlah, jantung terletak bukan di kerongkongan, jika iya—mungkin baekhyun akan mengira itu adalah bunyi mainan monyetnya yang bermain drum.


"Aku bisa sekalian membuka toko serba strawberry disini." ucapnya lirih ketika membongkar seluruh belanjaannya malam itu. Mulai dari selai, permen, roti, susu, es krim, kue, sampo dan sabun. Semuanya strawberry dan tentunya manis.

Kemudian ia menghembuskan nafasnya, ada perasaan lega dihatinya. Diliriknya kamar yang sedikit terbuka, memperlihatkan tubuh mungil itu bergelung di dalam selimut bercorak strawberry—yang dibawanya—sambil sesekali melenguh kecil.


Chanyeol merasa pendengarannya masih berfungsi dengan baik sampai suara berisik itu terdengar. Suara yang berbeda dan berat. Sama sekali bukan suara baekhyun yang menggemaskan—ia teringat ketika anak itu memanggilnya 'hyung'.

"Kris hyung?" kagetnya. Sosok yang dipanggil kris itu melambaikan satu tangannya, "Yo waddup? Aku tidak tau kau suka anak kecil, yeol." Ucapnya sambil melirik baekhyun yang tengah memainkan sebuah celana pendek berwarna kuning—itu celana sekolah miliknya sendiri.

"Kapan kau datang? Kau tau aku disini? ah—kau kenapa bisa masuk? Sandinya—kau tau sandinya?"

"Chanyeolie hyung~ gyahaha " keduanya menoleh dan didapatinya baekhyun dengan celana berada di kepalanya sehingga menutup sebagian mukanya kecuali hidung dan mulutnya. Pipinya menggembung saat tertawa, dan ia kembali berlari lari kecil.

Hap.

"Chanyeolie~?" baekhyun memeluk kaki seseorang yang diyakininya chanyeol.

"Bukan, aku kris. kris hyung, baekhyunie." Kris melepas celana di kepala baekhyun dan berjongkok untuk memaikannya pada baekhyun yang Cuma mengenakan celana dalam. "Kau lucu sekali. Sekolahmu dimana, baekhyunie?" tanya kris seraya merengkuh kedua pundak baekhyun.

"Eung, SD Pelangi, kris hyung 'o' "

"Oh, kebetulan, kantor hyung juga lewat situ, mau ikut mobil hyung? Nanti kita mampir beli roti atau susu dulu, mau?" tawar kris dengan kini mencubit gantian kedua pipi baekhyun. "Strawberry?"

"Tentu! Apapun yang disukai baekhyun!" pekik kris tak kalah semangat.

Sementara chanyeol memutar bola matanya malas, padahal ia berencana akan membuat roti panggang dengan selai yang mereka beli semalam dan oh—bukankah ia juga membelikan baekhyun susu strawberry?

Ia terduduk lemas. Teman jauhnya itu entah kenapa terlihat menyebalkan sekali pagi ini. Dengan sekali pertemuan, kris dan baekhyun langsung akrab. Chanyeol ingat, bagaimana pertemuannya dengan baekhyun dulu tidak semulus jidat kris.

"Haiiish.. =_= lalu untuk apa semalam aku membuat bekal untuk bocah itu? bodohnya kau chanyeol." Ia bangkit, tapi kemudian tersenyum ketika melihat tas koper kecil terbuka dengan seluruh pakaiannya berhamburan dimana-mana.

Itu baekhyun yang tadi pagi mencari seragam sekolahnya.


"Oh—kim yejin? Yejin-ah? kaukah itu?"

Yejin—nama wanita yang menoleh seraya menurunkan kaca mata hitamnya. Kai pun mendekat untuk mengetahui kenapa teman masa kecil antara dirinya dan chanyeol itu datang ke sekolah mereka.

"Kai? Omo, ada apa dengan kulitmu?"

"Berjemur 4 tahun di pantai." Jawabnya sarkastik. Ia terlalu jengah untuk ditanyai hal yang sama beratus ratus kali. 'Tidak semua orang korea berkulit putih! Lagipula, berbeda itu indah! ' demo kai dalam hati.

Lalu setelah mereka berbasa basi, yejin mengutarakan niatnya. Perempuan itu melihat sekelilingnya terlebih dahulu hingga membuat kai ikut-ikutan risih. Apa yejin akan membocorkan rahasia paling memalukannya? Pikir kai.

"Eum—kau bersama chanyeol akhir-akhir ini? Dia jarang ada di rumah, bawaannya emosian, ada masalah?"

Kai mendengus, tebakannya salah. sepertinya ia tahu kemana arah pembicaraan ini. Dari dulu—sewaktu kecil—kai tahu, yejin menyukai chanyeol. Jelas, hanya chanyeol yang ia beri kue—itu kalo enak, kalo gosong baru diberikan padanya. Mungkin itulah kenapa kulitnya 'agak' kecoklatan sekarang.

"Mungkin avatarnya kalah di level 60? Atau atmnya di bekukan?"

Yejin memutar matanya. "Apa ia dekat dengan seseorang? Maksudku, berhubungan—secara eum...—dekat dan terikat?"

"Oh—ada, satu."


Hari selasa sekarang, itu artinya sudah dua hari ia tinggal bersama baekhyun. ia mulai bisa menerima rak makanan di apartemennya penuh dengan berbagai bungkus rasa strawberry. Lagipula, rasanya tidak terlalu manis dan chanyeol perlahan menyukainya.

Namun ada saat dimana ia begitu kesal dengan strawberry adalah ketika ia mendapati motif strawberry di ranjangnya—dan baekhyun— berwarna kekuningan.

"BAEKHYUUUUUUN, KUBILANG JANGAN NGOMPOL LAGI!"

Atau ketika baekhyun menumpahkan cairan sabunnya terlalu banyak sehingga mau tidak mau chanyeol akan mandi dengan busa wangi strawberry. Lalu si hitam—panggilan sayang chanyeol untuk kai—akan berbicara sepanjang jam pelajaran tentang wangi tubuhnya.

Tapi pagi ini berbeda, baekhyun kecil bergelung lemah di kasur. Tidak lagi berlarian kesana kemari, atau membuat koloni.

"Baekhyunie, dokternya baik kok. Cuma di sentuh disini, disini dan disini." katanya sambil menyentuhkan jarinya pada dada baekhyun.

"Tapi—uhuk—kemarin waktu baekhyun demam juga di rawat berhari-hari di rumah sakit hyung~"

Chanyeol mendengus, kesabarannya sudah diambang batas. Kalau baekhyun tidak ditangani dokter, maka akan makin parah dan ibunya pasti akan memarahinya. Ibunya guru di sekolahnya, dan ia pasti akan mengadu pada orang tuanya. Hell—anak ini menyusahkan. Pikir chanyeol.

"Kenapa kamu susah sekali?! Kamu tahu? Ibumu akan mencekikku kalau kau tak kubawa ke rumah sakit! aku—"

"Tapi baekhyunie pasti tidak bisa makan strawberry lagi ;_; "

Sudah kuduga, batin chanyeol. Hanya strawberry yang ada di otak anak kecil ini.

"Tidak bisa bertemu teman-teman, ikan biru, ikan merah, kepiting~ T^T tidak bisa bertemu xiumin seonsaengnim, kris hyungie, tidak bertemu mongguchi~ T^T hiks..tidak bisa bertemu chanyeolie hyung~ "

Chanyeol terhenyak. Kalimatnya sederhana tapi begitu menusuk ke dalam hati nuraninya. Ia tidak tahu bahwa strawberry adalah satu dari sekian banyak hal penting yang ada di otaknya. Baekhyun memikirkan itu semua meskipun ia sedang sakit.

"Baekhyunie—hiks—nggak mau berpisah sama chanyeolie T^T hyung~ "

Deg. Deg. Deg.

Chanyeol berjongkok hingga tubuhnya sejajar dengan kasur yang tiduri baekhyun. ia mengusap lembut pucuk kepala anak kecil itu dengan sesekali baekhyun mengedipkan kelopak matanya membuat bulir-bulir air menitik dari sana.

Chanyeol menarik nafasnya, "Baekhyunie, kalau kamu tidak ke dokter, sakitmu akan makin parah. Nanti, teman-teman, ikan-ikan, kepiting, monggu, kris hyung—semuanya, takut bermain denganmu, takut tertular."

"Semakin cepat kamu ke dokter, makin cepat kamu sembuh. Makin cepat juga bermainnya, arra?" lanjutnya.

Baekhyun mengangguk. Pipi dan hidungnya memerah karena demam, matanya penuh dengan air mata yang siap mengalir. Dan dengan lembutnya chanyeol menyeka air mata itu.

"Sssh—jangan menangis, nanti cute nya hilang."

Baekhyun menggembungkan pipinya lucu. Ia menautkan kedua alisnya hingga menyatu. "Tapi chanyeolie hyung janji ya, baekhyun boleh main sama ikan kalau sudah sembuh? ;_; "

Chanyeol mengangguk pasrah. Itu artinya, setiap hari ia akan mendapati ikan-ikan malang tergeletak di lantai dan kepiting ada di bak mandinya.

"Baekhyunie tidur ya? besok kita ke dokter."

"Tapi—chanyeolie temani baekhyun ya? eomma selalu memeluk baekhyun dan menyanyikan baekhyun lagu kalau sedang sakit."

Chanyeol mengangguk, ia mengulum senyum tulus. Sebenarnya ia tak yakin, ia belum pernah memeluk atau menyanyikan seseorang sebuah lagu. Ia tak punya adik. Chanyeol tak mungkin meninabobokan kai atau sehun kan?

Lelaki jangkung itu naik dan meletakkan tubuhnya tepat di samping baekhyun. ia mengusap punggung kecil itu sayang, dan memeluknya.

"i do believe all the love you give..

all of the things you do

love you , love you..

i'll keep you safe dont u worry

i wouldnt leave wanna keep you near 'cause i feel the same way too..

love you, love you..

I want you to know that I'm with you.."

baekhyun tidak begitu mengerti bahasa apa yang chanyeol nyanyikan, yang ia tahu bahwa suara chanyeol adalah suara yang paling ia sukai setelah suara ibunya.

I will love you and love you and love you

gonna hold you and hold you and squeeze you

i will please you for all the time

i dont wanna lose you and lose you and lose you

cause i need you i need i need you

so i want u to be my lady

you've got to understand my love..

you are beauiful , beautiful, beautiful,

beautiful , beautiful, beautiful girl..

-bumkey, love song

TBC

maaf kalo ga memuaskan/? '-' ini saya ketika pas pelajaran agama. iya tau saya kafir =_=

rcl ya :****