MY LITTLE BYUNIE

Author : BaekToyou

Genre : idk

Main cast : baekyeol

a/n : Ini Cuma khayalan, dianggep canda aja. oya, kemarin aku baca manga lolita, trus agak disambung-sambungin gitu lah sama ff ini ._. ga papa ya? ga papa dong.

Trus, jujur aku agak kecewa sama yang review makin dikit. Makin absurd ya ff nya? m_m absurd absurd gini kalo masih di baca ya di review juga dong mbak~ mas~ ya yayaya '0'

Yaudah , enjoy ~


Pagi yang cerah. Awan awan bergumpal indah. Matahari menyinari, semua perasaan kita. Tapi mengapa, hanya aku yang di marahi...

Lah.

Beda cerita. Beda fandom.

...SD Pelangi.

Terlihat pada jam istirahat itu murid-murid kelas 1 dan 2 berkeliaran di halaman. Kelas 1 dan 2 memang dianggap masih belum terlalu serius sehingga pelajarannya lebih sedikit dan santai daripada kelas 3 sampai 6.

Ada yang adu kecepatan lari, berlomba naik ke atas perosotan. ada pula yang bermain ayunan dengan riangnya—eh tunggu.

"Akulah sang angin ~~~ " pekiknya seraya berayun tinggi-tinggi. "Bu guru curang! Gantian dong bu.." seru seorang anak menunjuk sang angin yang ternyata gurunya sendiri.

Lah.

"Bu guru, baekhyun ga bisa lepas~!" teriak seorang anak perempuan berkuncir kuda seraya menunjuk baekhyun dengan kedua kaki masuk ke dalam jaring-jaring. Tidak bergerak. Seolah ia nyaman menggantung disana.

Baekhyun - (・∀・)

Ternyata semua bermain dengan gembira tak terkecuali gurunya.

Terlepas dari pengawasan chanyeol, baekhyun punya teman banyak. Ada Junhong—atau zelo (kemarin saat baekhyun memanggilnya 'junhongie' anak itu menangis) , Minah—perempuan dengan jepitan strawberry di rambutnya—itulah kenapa baekhyun suka dekat dengannya dan ada juga Tao—anak kecil penggerutu.

Contohnya, kemarin saat sekolah mereka mengadakan acara mencari jejak, baekhyun dikelompokan dengan Tao.

"Sepertinya ini pos pertama, ada 4 pos lagi yang harus kita—" ia berbalik hanya untuk melihat baekhyun dengan semangatnya tengah mencap kertas berisi kolom kolom kecil yang dibagikan bu xiumin tadi.

Kakinya berjinjit untuk menyamai tubuhnya dengan meja kayu di dekat pohon dan tangan kecilnya berulang kali menumbuk kertas itu.

" =_= Stempelnya sekali aja!" kemudian ia merebut kasar kertas yang penuh dengan stempelan itu.

"Biar bagus ヾ(´^ω^)ノ"

Atau seperti ini, ketika Tao sedang berjalan-jalan sendiri di komplek dekat apartemen baekhyun, tiba-tiba anak itu keluar dan berhenti tepat di depan Tao.

"Tao? (・∀・) " panggilnya. Tao mengacuhkannya lalu kembali berjalan, hingga akhirnya ia pasrah ketika baekhyun masih terus mengikuti di belakangnya.

"Hm, yasudah, kamu boleh ikut. Tapi kamu jangan nangis atau merepotkanku ya. sekarang banyak penculik, makanya jangan jauh-jauh, dekat sama aku—" Tao memejamkan matanya sejenak, ia sudah tau, pasti baekhyun hilang atau teralihkan perhatiannya dengan objek lain. Ia pun menoleh.

"TAOO~~ BAEKHYUNIE MAU INNIIIII~~~ ヾ( ゚∀゚)ノ゙

Dilihatnya baekhyun tengah menggoyang-goyangkan mesin permen karet di sebuah toko (permen karet yang di dalem kaca bulat itu) hingga kacanya terlihat hampir retak.

"DENGERIN KALAU ORANG SEDANG NGOMONG! =_= " bentaknya seraya menarik tangan kecil baekhyun, takut juga siapa tahu kacanya pecah.

(゜∀゜) Baekhyun terdiam.

Tao menghela nafas. Ia sudah terbiasa seperti ini. Tapi untuk selalu bersabar setiap hari, rasanya ia tak sanggup. Tuhan, Tao sudah tidak sanggup. Batin Tao nelangsa.

"..Kamu dengar omonganku tadi?" suaranya pelan, tapi nafasnya bersungut-sungut menahan amarah.

"Ya, dengar kok. Baekhyun disuruh deket-deket sama Tao kan?"

Tao mengalihkan pandangannya lalu mengulum senyum. Mungkin kedai es krim di dekat taman masih berjualan sore ini. Tidak sia-sia, padahal sebelumnya ia hanya iseng lewat dekat apartemen baekhyun, tapi anak itu malah secara tidak wajar muncul di hadapannya.


Hari ini chanyeol mendapat sebuah pesan dari ibunya. Mengatakan bahwa ia rindu pada anaknya dan guru les baekhyun sudah datang.

Chanyeol sudah menceritakan tentang baekhyun dan ibunya yang pergi dinas ke luar kota tempo hari, jadi sungmin tidak keberatan malah ia berteriak di telepon ketika mengetahui akan ada tamu kecil dirumahnya.

Tapi yang diterima chanyeol ketika ia dan baekhyun sampai di rumahnya adalah Yejin dan sungmin.

"Chanyeol, guru lesnya tidak bisa datang ternyata. Eomma sudah menelpon, tapi tidak diangkat. Jadi—yejin yang akan mengajari baekhyun hari ini. Iya 'kan?" matanya melirik yejin yang tengah memperhatikan baekhyun. ia tersenyum. "Tentu."

"Cuma mengajari pelajaran dasar kan? Itung-itung latihan untuk anak kita nanti." Jawabnya lalu tertawa kecil. Chanyeol memutar bola matanya. Kemudian ia mendorong kepala baekhyun untuk mendekat pada Yejin.

Hap. Baekhyun di gendong oleh yejin. "Ayo kita mulai."

"Apa eomma yakin?"

Sungmin melirik chanyeol. "..entahlah."


Mereka duduk berhadapan sekarang. Baekhyun butuh beberapa bantal lapis di pantatnya untuk membuat tubuhnya naik dan sejajar dengan meja.

" (・ω・)"

"Gambar dikartu ini apa?" tanya yejin seraya menunjukkan selembar kartu remi bergambar strawberry.

"strawberry."

Yejin tersenyum. "Benar, ini strawberry ya. lalu, ada berapa gambar strawberry nya?"

"Ng..ng..

Ng.. baekhyun suka strawberry! (゜∀゜) "

Yejin tersenyum lagi. "Bukan itu jawabannya.."

Baekhyun mengerutkan alisnya. Ia ikut tertawa haha hehe sambil menggaruk kepalanya. " Lebih banyak strawberry lebih bagus! (´・∀・`)" pekiknya.

"Kamu nggak dengar ya?" yejin mendekat, ia tersenyum lagi. senyum yang—mengerikan.

"Dicampur susu juga enak! (´・∀・`)"

"Hihihih..baekhyun, kalau belajar itu yang serius ya? " masih dengan senyumnya, ia menepukkan ujung kipasnya pada tangannya yang satunya.

"Baekhyun nggak ngerti(´・∀・`)"

Plak.

"Sakit.. "

"makanya, belajar yang serius ya." senyum itu terkembang lagi.

"Nggak mau! Baekhyun mau strawberry!"

Plak.

"Nggak ada strawberry kalau kamu nggak mau belajar!" baekhyun menatap tajam yejin dan kipas sialan yang ada ditangannya. Kepalanya sakit dan ia tidak mendapat strawberry.

Maka ketika yejin lengah, ia dengan secepat kilat menarik kipas itu dan memukulkannya balik pada pucuk kepala yejin.

PLAK.

Amarah baekhyun sudah terkumpul, dan semua geplakan kipas pada kepalanya sedari tadi menjadi kekuatannya untuk membuat bekas memanjang merah pada kepala yejin. Ada cap kipas di dahinya.

Yejin tahu, jika ia keluar dan menyerah begitu saja, harga dirinya dimata sungmin—terutama chanyeol akan hilang begitu saja. tidak, yejin tidak mau itu terjadi, maka ia menghela nafas dan kembali tersenyum—mengerikan.

"Baiklah, maafkan aku ya karena sudah memukulmu baekhyun." baekhyun menggembungkan pipinya. "Kau belum bisa menulis namamu sendiri kan? Kalau kau bisa, kuberi sebungkus strawaberry!"

Seketika kedua mata baekhyun berbinar, bayangan sebungkus penuh strawberry merah segar yang ada di supermarket memenuhi otaknya.

"Baekhyun mau!"

Dan sret. Sret. Sret. Ia mulai mencoret di kertas.

"Itu apa?" tunjuknya pada tiga garis buatan baekhyun di kertas.

"Ng..cacing ular dan cacing pita ._. "

Beberapa menit berlalu, dan berlembar-lembar kertas sudah menumpuk karena baekhyun tak juga bisa menulis namanya sendiri dalam hangul. Anak itu menautkan kedua alisnya serius, tangan kirinya terkepal di atas meja sedangkan tangan kanannya berusaha menulis namanya.

Namun akhirnya, tulisan 'baekhyun' dalam hangul terpampang di kertas itu.

"Bagus! Akhirnya kamu bisa baekhyun!"

"Strawberry!" pekik baekhyun senang hingga kedua pipinya bersemu kemerahan.

"Nggak ada. " ucap yejin enteng.

"..."

Yejin memeriksa make upnya dari kaca kecil yang selalu dibawanya. Ia tidak mengindahkan baekhyun setelah apa yang ia ucapkan barusan.

"Besok kita belajar lagi ya."

"..."

"..Hei—"

"HUWAAAAAAA~~ HIKS HIKS... TT^TT CHA-CHANYEOL HIKS.." tangisnya pecah. Air mata itu dengan deras mengalir sampai wajahnya memerah. Dan chanyeol bersumpah, baru kali ini ia melihat baekhyun menangis sekencang ini hingga tangannya gemetaran. Ia langsung datang ke ruangan ketika mendengar baekhyun menangis, dan menemukan setumpuk kertas berceceran.

Tangan baekhyun lelah menulis demi mendapatkan sebungkus strawberry. Tapi yejin malah membohonginya.

Dan saat itu juga, chanyeol memeluk baekhyun dalam dekapannya dan membawa ke kamarnya. Meninggalkan yejin seorang diri.


"Baekhyunie..ssh, uljima. Jangan menangis terus." ucapnya pada baekhyun yang masih memeluknya erat.

"Nanti hyung belikan kau es krim, ya?" ucapnya lagi dan chanyeol bisa merasakan gelengan pelan di dadanya.

"Lalu? baekhyun mau minta apa? Strawberry? Nanti hyung belikan sampai baekhyun puas, bagaimana? Hm? " chanyeol mengangkat dagu anak itu hingga matanya bertemu dengan kedua mata memerah baekhyun.

"Uljima—baby.." tanpa sadar chanyeol memanggilnya dengan sebutan semanis itu. ia menyeka air di mata baekhyun. kemudian mengecup lembut kedua mata baekhyun. pemandangan manis di sore hari, ketika mereka berdua duduk dengan baekhyun berpangku pada paha chanyol di atas kasur.

"H-hyung, chanyeol hyung.. tidak akan berbohong kan?"

"Ani. Kapan aku berbohong padamu baek? Jadi tenanglah.." ia mengusak sayang kepala baekhyun hingga anak itu perlahan tertawa renyah. Chanyeol tak pernah bosan, ia selalu menunggu nada indah itu keluar dari mulut baekhyun. gelak tawa menggemaskan dan senyuman lebar dari baekhyun.

"Hyung.."

"Hm?"

.

.

Chuu~~p

Dan bagaimana bibir kissable itu mendarat dengan mulus di pipinya.

TBC / END ?

di atas udah dikasih tau kan kalo aku kecewa ;-; iya, soalnya kalian (siders) ga mau review, kalian gatau betapa berartinya dukungan kalian! kalian gatau itu! kalian ga pernah bisa ngerti perasaanya aku, ga ada yang ngerti! kalian..hiks.. (apa sih)

yah, jadi.. rcl lah. aku (dan semua author) pasti waktu baca review kalian itu ngerasa bangga, senyum lebar banget nyampe dikatain gila, eh ngga segitunya juga sih == tapi seneng gitu, seneng pake banget.

makanya, rcl yah :')

gomawo :'))