MY LITTLE BYUNIE
by BaekToYou
genre : idek
main cast : BaekYeoL
disclaimer : alur cerita punya saya.
A/N : makasih buat yang udah rcl dari awal nyampe akhir, kalian luar biasa '-' aku ga tau kenapa reviewnya makin kesini makin sedikit, kalo kalian tetep baca tapi ga mau rcl—itu rasanya kalian ga ngehargain (maaf) tapi serius loh :')
enjoy~
Chanyeol tak pernah tau bahwa hari-harinya cerianya—kalau hang out, berbelanja dan bermain game dengan teman-temannya bisa membuatnya ceria—bisa menjadi sesuram ini. Tak pernah terpikir olehnya bahwa hidup kai dan sehun bukan hanya untuknya—melainkan untuk mereka sendiri.
Luhan sedang membaca majalah fashion dan si bodoh sehun akan mengangguk jika ia bertanya " kau akan membelikanku ini sehun-ah?" atau si gosong yang sok tebar pesona tapi sekarang malah diam-diam memperhatikan anak kelas sebelah—do kyungsoo. dan ia sendiri—si keren park chanyeol, hanya diam dengan keren, duduk dengan keren, dan merasa bosan dengan kerennya—itu kata chanyeol sendiri.
Dan ada jeda beberapa detik untuk chanyeol menghembuskan nafas. Hari ini adalah hari terakhir baekhyun menginap di apartemennya.
Itu berarti tidak ada strawberry. Tidak ada bau ompol. Tidak ada igauan seperti puppy di malam hari. tidak ada ikan-ikan yang tergeletak di lantai. Apartemennya akan sepi. Tidak ada baekhyun.
Harusnya ia senang.
OHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA..
Haha... ha.
"Baekhyun-ah?" chanyeol masuk ke dalam kamarnya dan mendapati anak itu tengah mengemasi barang-barangnya ke dalam tas koper kecil miliknya. Ternyata baekhyun ingat kalau besok ibunya pulang, batin chanyeol.
"Um chanyeol hyung?" ia suka bagaimana kata 'yeol' terucap dari bibir baekhyun. lucu. Karena baekhyun akan mengerucutkan bibirnya ketika mengucap kata itu.
"Kau sudah selesai? Um—bagaimana kalau kita bermain?" chanyeol mengalihkan pandanganya ke arah jendela. Ia salah tingkah. Ini pertama kalinya ia meminta untuk bermain karena sebelum-sebelumnya baekhyun yang akan merengek kepadanya.
Baekhyun berbinar. Ia turun lalu mendekat ke arah pemuda lainnya. Chanyeol baru menyadari bahwa baekhyun hanya sebatas pinggangnya saja dan semua yang ada pada dirinya berukuran kecil. Mungil. Matanya, bibirnya, hidungnya, jari-jarinya, bahkan jejak kakinya. Chanyeol ingat baekhyun pernah hujan-hujanan dan apartemennya penuh dengan jejak kaki kecil.
"Rumah-rumahan? Baekhyunie sering bermain ini di sekolah! " pekiknya. Chanyeol mengangguk. "Baekhyun selalu jadi mama dan papa nya adalah Tao, trus anaknya Zelo. Tapi um—karena disini nggak ada yang lain, jadi anggap aja-um.." matanya melirik ke sana kemari. "Ah, ng.. boneka ini jadi anak baekhyun sama chanyeol hyung ya?"
Papa.
Mama.
Anak.
Chanyeol ingin peran apa?
Karena yang ia tahu adalah starcraft, super mario, point blank, digimon, yugi oh—dan lain lain, tapi.. rumah rumahan?
"chanyeol hyung jadi papa ya?" suara itu membuyarkan lamunan chanyeol. Itu artinya ia adalah suami baekhyun dan baekhyun adalah istrinya. Dan boneka panda ini—anak mereka. Dan suami itu artinya ia akan memeluk baekhyun ketika ia memasak, merayunya dan menciumnya, lalu berlanjut ke kamar dan—hell, tidak semua suami seperti ayahnya—kyuhyun.
Chanyeol merasa pipinya memanas dan jantungnya meronta ingin keluar. Tapi—ia juga ingin tersenyum.
Baekhyun adalah istrinya.
Membayangkan baekhyun menggunakan apron berwarna biru muda, naik ke atas kursi agar tubuhnya sejajar dengan dapur—chanyeol menggeleng. Bagaimana kalau baekhyun sedikit lebih besar? oke. Baekhyun tidak perlu naik ke atas kursi, jadi dia tengah membelakangi chanyeol dan mengaduk-aduk sesuatu. Lalu chanyeol memeluknya dari belakang kemudian ia melihat—ikan ikan di kolamnya ada dalam panci.
Ikan ikan merah dan biru itu? what.
Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya. dan baekhyun mengira ia tak mau, jadi anak itu menekuk bibirnya ke bawah.
"Eh—oh, bukan gitu maksudku. Aku—mau jadi...papa. ya, papa. Kita—suami istri." Ia berjongkok. "Jangan menangis, aku mau kok jadi papa :-) "
Baekhyun masih terdiam. Terlihat ragu akan tingkah chanyeol.
Chanyeol melirik ke kanan dan kekiri, ia tak mau baekhyun menangis. jadi ia memegang perutnya lalu memasang wajah memelas. "Papa lapar, bisakah mama memasak untuk papa?" ucapnya dengan lagu memohon.
Baekhyun terkikik. Pipinya bersemu merah. Kemudian ia bersedekap tangan. "Bukan seperti itu! Panggil baekhyun yeobo, ara?" jelasnya dengan nada menggurui.
"Aku tidak akan memanggilmu yeobo." Ucapnya membuat baekhyun kaget. "Eh—tunggu dulu, maksudku—ng, aku tidak akan memanggilmu yeobo karena Tao dan pasangan pasangan lain melakukannya. Aku ingin memanggilmu dengan caraku, hanya aku yang boleh memanggilmu seperti itu dan kau akan menoleh hanya jika aku yang memanggilnya." Sekarang gantian chanyeol yang merasa wajahnya memanas. Ia tak tahu kenapa—tapi ini reflek. Natural.
Baekhyun menundukkan kepalanya dengan cepat dan chanyeol kira ia salah bicara makanya ia salah tingkah. "Baekhyunie? Astaga, maafkan aku. apa aku salah bicara? Baek? Tatap aku."
"Ungg tidak mauuu! (/.\) " ia menutup wajah dengan kedua tangannya.
Chanyeol merasa tersiksa tiap baekhyun melakukan sesuatu sesuai dengan perannya. Karena itu membuat hatinya berdebar. Baekhyun selalu melayaninya seperti sungmin kepada kyuhyun—ia mungkin sering mengamati ibunya. lalu akan merengek karena anak mereka menangis—maka chanyeol akan menggendong boneka itu sementara baekhyun berusaha agar anaknya berhenti menangis.
Seperti membuat mimik lucu atau menyanyikan sebuah lagu dan chanyeol akan menimpalinya dengan ikut berkata, " jagoan appa tidak boleh cengeng."
Dan ketika ia menatap baekhyun lamat-lamat, hatinya makin berdebar. Darahnya berdesir dan chanyeol merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam dirinya.
Aku normal kan?
Aku—suka wanita dan tentunya—wanita dewasa! HAHAHAHAHAHA...haha.
'Haha' what?! =_=
Ini Cuma perasaanku yang amat bahagia karena baekhyun akan pergi dan tidak merepotkanku lagi. yeah, itu benar. Aku tidak akan menyesal dan akan hidup lebih bahagia tanpa anak itu. aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Aku tidak akan..tidak akan..tidak akan..bertemu..
Lalu sesuatu yang lain dalam dirinya berteriak.
Kau pedofil! Kau menyukai baekhyun, park fckng chanyeol! Akui itu, kau tidak mau dia pergi kan? Kau ingin memeluknya seperti kyuhyun memeluk sungmin! kau ingin terus melihat senyumnya! Kau ingin terus berada di sampingnya! Kau ingin mencium bibirnya yang mungil itu! kau ingin memiliki anak itu bodoh!
..kau menyukainya. Menyukai baekhyun. Kau, tidak normal.
Dan, mari kita sebut Si A dan kedua si B. Si A kembali menyela dan berteriak, "TIDAK! AKU NORMAL!"
Lalu si B, "KAU MENYUKAINYA! Mulutmu bisa berbohong, tapi tidak untuk hatimu chanyeol."
"TIDAK!"
" Cih, kau menyukainya."
"TIDAK!"
"Kau menyukainya."
Chanyeol menjambak rambutnya frustasi. Dadanya makin berdebar. Kemudian ia mengambil cepat ponselnya setelah mengetikkan beberapa nomor. "Halo? Sehun! Sehun!"
"Ada ap—"
"Apa aku normal?! Aku normal kan?!"
Sehun mengangkat satu alisnya. "Ng..yeah, kau berjalan dengan dua kaki—kau normal dan sehat."
"Bukan! Bukan! Maksudku—aku—normal kan?!"
"Ya—kau normal. Aku juga normal. Kita semua normal."
Lalu tut tut tut di dengar sehun. Percuma berbicara dengan sehun, pikir chanyeol. Dan selain itu, ia menutup sambungannya karena anak itu kini berdiri di hadapannya dengan wajah—so damn cute—mengantuk.
"Hyungie~ baekhyun mengantuk.." baekhyun menguap seraya mengusap matanya. Chanyeol tersenyum canggung. "Oh ng.. okay, kita—tidur."
Chanyeol menuntun baekhyun dan tanpa sadar ia sendiri ikut berbaring di samping anak itu. menaikkan selimutnya sebatas dada sementara chanyeol membuat lengannya sebagai bantalan kepala baekhyun. Ia suka bagaimana rambut halus itu menyentuh kulitnya. Ia suka apapun dari baekhyun.
Kemudian ia mengulum senyum. Perdebatan dalam dirinya sudah berakhir, kelabilan jiwanya sudah mereda dan konspirasi hatinya sudah membaik. Ketika ia menatap wajah damai baekhyun, semua beban dan kegelisahannya menguap.
"Nggh.." baekhyun menghadapkan wajahnya pada dada bidang chanyeol, dan lelaki besar itu mendekapnya lembut.
"Ini yang dilakukan suami pada istrinya, 'kan baekhyun?" ucap chanyeol lirih. Chanyeol merasa baekhyun melingkarkan tangan kecilnya pada tubuhnya. Ia mengangguk pelan.
"..saranghae nae baekhyunie."
Ia normal. Karena mencintai seseorang bukanlah sebuah kesalahan.
"..um, nado."
Ia normal.
Sesuatu dalam dirinya berbisik pelan, " cih, kubilang juga apa =-= "
"KAI!"
Kai terlonjak kaget. Ia menoleh dan mendapati yejin melambai padanya. Sial, disaat begini dia datang lagi, batin kai. Kemudian anak itu tersenyum canggung pada seseorang di hadapannya.
"Eum, kyungsoo hyung—"
Kyungsoo mengerjapkan matanya berulang kali. Ia melirik kai dan yejin bergantian. "Oh—ya, kau—dan—dia, tentu. Temui pacarmu kai. " ia tersenyum garing. "Sampai jumpa lagi—kurasa."
"Tu—tunggu kyungsoo hyung! Argh—sial sial sial!" lelaki berkulit kecoklatan itu menghentakkan kakinya kesal. Apalagi sih maunya yejin! Mengganggu saja! gerutu kai.
"Hoi, kkamjong! Anak itu menyebalkan sekali! siapa namanya? Baekhon? Baek siapa? Baekh—ah, baekhyun!"
"Kau yang menyebalkan! Kau merusak semuanya!" caci kai sedangkan yejin mengerutkan alisnya tidak terima. "Tenanglah, maaf okay?" kai mengangguk pasrah. Kemudian menatap yejin malas. "Kau mau apa?"
"Baekhyun! Baekhyun anak menyebalkan itu membuatku malu dihadapan sungmin ahjumma dan chanyeol! Ia menangis ketika aku memukulnya."
Kai memutar bola matanya. "Jelas dia menangis Yejin-ah, kau memukulnya."
"Tapi—argh, aku tidak suka anak itu. kai bantu aku ya? buat chanyeol menjauh dari baekhyun, aku mohon .."
Kai membuat mimik wajah antara mau dan tidak. Ia menelan ludahnya. Chanyeol dan yejin adalah sahabatnya, tapi baekhyun adalah anak yang manis dan baik.
"Aku—"
.
.
.
.
TBC
Sumpah ini TBC nya sok misterius banget =_=
Yaudahlah, chap ini lumayan panjang kan? ._. maaf kalo kurang memuaskan, ga sesuai harapan TT
Oya, tetep rcl ya :')) aku berharap banget kalian mau ninggalin jejak karena itu artinya masih ada yang mau dan tertarik sama ff—absurd—ini :')
See you~
