My Little Byunie

by BaekToYou

genre : idek

main cast : BaekYeol

A/N : yang minta ff ini di panjangin, bacanya pelan-pelan aja, kalo perlu satu huruf trus dieja kayak be u bu-de i- di jono/? ._. biar panjang gitu .-.

oiya, makasiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih banget yang udah nge-fav, rcl, nggosipin ff ini di socmed ._. /geer/ balasannya, aku bakal bilangin ke chanyeol biar cepet cepet ngeyadongin baekhyun /eh/ enggak ding, biar bahagia amin ._.

ok, enjoy '-'


"chanyeol hyung! *o* "

"B-baekhyunie?"

Chanyeol bangkit dari sofanya, ia tak mengira baekhyun akan datang lagi ke apartemennya. Anak itu berlari dengan cepat lalu memeluk leher chanyeol erat. Nafas baekhyun berkali-kali menerpa tengkuknya, chanyeol merinding. Perutnya serasa penuh oleh kupu-kupu.

"K-kenapa datang lagi? bukannya kamu—ng, pulang?" tanyanya setelah baekhyun melepas pelukannya.

"Jadi, chanyeol hyung nggak suka baekhyun kesini? :'( baekhyun disuruh pulang?" anak itu menunjukan tanda-tanda akan menangis. chanyeol menggeleng, tapi tak punya kata untuk disampaikan. Gengsinya terlalu tinggi. "Ng—iya.."

Hell, bukan itu yang ingin chanyeol katakan.

"... T-T huks.." sial, rutuk chanyeol. Baekhyun menangis karena ulah bodohnya. Ia tak bisa mengatakan apapun dengan jelas dan jujur dari hatinya kalau baekhyun ada di sekitarnya. Anak itu mengacaukan kerja otaknya.

"B-baekhyun.. maaf, bukan maksudku. Baekhyunie? Uljima.." chanyeol berusaha menyeka air mata itu namun terlalu banyak sehingga yang ia lakukan sia-sia. Wajah baekhyun memerah karena tangisan.

" T^T .."

Tangisnya makin deras dan yang mampu chanyeol lakukan adalah mengangkat dagu kecil itu lalu perlahan ia bisa merasakan bibir mungil hangat baekhyun menyentuh miliknya. Ia tak tahu kenapa melakukan ini, tapi itu berhasil membuat baekhyun berhenti menangis. cukup, hanya itu tujuannya.

Tapi chanyeol tidak bisa berhenti setelah itu. Ia dengan pelan melumat bibir atas baekhyun, mengecupnya lalu beralih ke bagian satunya. Bibir anak itu lembut dan—fantastis. Perutnya bergejolak. Kedua insan itu menutup matanya dengan wajah sama-sama merona.

"Nggh.. "

Chanyeol merengkuh kedua pundak kecil itu lalu membawanya ke atas pangkuannya masih dengan bibir yang bertautan. Ia masih bisa merasakan susu apa yang setiap hari baekhyun minum. Manis, manis dan manis. Semua yang ada pada baekhyun manis.

"Hyunggh.."

...

...

...

BRUK.

"Aw. Shit.."

Chanyeol mengusap kepalanya yang terantuk lantai dengan cukup keras setelah dirinya jatuh dengan tidak elit dari kasurnya. Setelah itu ia duduk di tepi ranjang dan termenung sejenak.

Perlahan wajahnya merona. Jantungnya berdebar. Dan keinginan bertemu baekhyun semakin besar. tapi—tidak, jangan bertemu baekhyun dulu.

"Apa-apaan mimpi tadi? kenapa aku bermimpi seperti itu! =_= " ia menghentakkan kakinya lalu mengusak-usak seprai kasurnya sendiri. "...ini.." ia menyentuh bibirnya dan ingatan akan mimpi itu hadir lagi.

"Jangan bilang kalau ini yang disebut.."

flashback.

pelajaran bilogi saat itu terasa membosankan hingga satu kata yang keluar dari guru Jang membuat seisi kelas riuh. chanyeol mengernyitkan alisnya lalu melihat sekeliling. kenapa semua ribut?

"Hun, kenapa? kenapa ribut?"

sehun yang sedang terkikik dengan kai balik mengangkat alisnya ke arah chanyeol.

"Jangan pura-pura nggak tahu deh! sok polos!" cibir sehun. chanyeol menjadi lebih bingung, ia benar-benar tak tahu. kenapa semua tertawa dan anak gadis di kelasnya memasang wajah 'Oh ayolah =_='

"Aku benar benar tidak tahu!"

sehun berbalik. kai ikutan diam. chanyeol yang mereka lihat adalah chanyeol yang ingin psp nya dikembalikan setelah dipinjam oleh sehun 2 minggu-plus kaset yang rusak. wajah menuntut.

"Kau benar-benar—tidak tahu? atau—oh tidak, tidak. Jangan bilang kalau kau belum mengalaminya?"

Kalau chanyeol adalah anak kucing, ia akan menjadi anak kucing paling menggemaskan dengan kedua mata besar dan kepala yang dimiringkan.

"Bagus! Ada anak SD ternyata di sini!" kai menenggelamkan kepalanya disela-sela lengannya. Sementara sehun menampar jidatnya sendiri.

"Dengarkan baik baik karena aku hanya akan menjelaskannya padamu kali ini saja, okay?"

Chanyeol mengangguk. "Mimpi basah itu—"

end of flashback.

"Tidak..mungkin.."


"BERCIUMAN?!"

Chanyeol ingin sekali menjejalkan sepatunya ke dalam mulut sehun untuk tidak berteriak di area kantin. Dan terima kasih sehun, kini semua orang melihat ke arahnya.

"Kubunuh kau Oh Sehun." Bisik chanyeol seraya tersenyum creepy pada seisi kantin lalu menekan kepala sehun agar duduk. Sehun sendiri menutup rapat mulutnya untuk tidak tertawa lalu ia mencondongkan tubuhnya mendekat chanyeol.

"Tapi yeol, apa kau serius? Kau mimpi berciuman dengan siapa? Yejin?"

Chanyeol mendengus dengan alis dinaikkan satu. "Kenapa Yejin?"

"Oh ayolah—Cuma dia perempuan satu satunya yang dekat denganmu."

"Kau tidak tahu kehidupanku yang sebenarnya." Jawab chanyeol.

Sehun mendelik, "JADI KAU—" ia ingat sesuatu, chanyeol akan membunuhnya . "ups sorry—jadi kau lelaki seperti itu?!" ucapan sehun membuat chanyeol tidak tahan untuk tidak menggeplak kepala sehun dengan buku menu. Sementara sehun mengaduh, chanyeol menyeruput jusnya.

"Lelaki seperti apa? =_= lelaki yang bermain perempuan di bar? Wtf is that! Kau anjing penjagaku, man!"

Selalu bersama chanyeol kemanapun ia pergi bukan berarti dianggap sebagai anjing penjaga kan?

Sehun gantian mendengus lalu mengambil paksa gelas jus milik chanyeol dan menenggaknya habis. Ia berdehem, "jadi—dengan siapa?"

Chanyeol menatapnya serius. Ia bimbang, konspirasi hatinya datang lagi. ia tak tahu harus mengatakan yang sejujurnya pada sehun atau mengabaikannya. Tapi—ia tak bisa membuat sehun penasaran, sehun akan terus mengejarnya sampai ia dapat apa yang ia inginkan. Sehun memang seperti anjing.

"Apa aku bisa mempercayaimu?"

"Demi nama ibuku."

Chanyeol mengangkat alisnya. Ibunya sehun adalah orang yang sangat baik, tega sekali anaknya bertaruh dengan namanya. Tapi kemudian ia menyerah, ibunya sehun orang yang dapat dipercaya—begitu juga anaknya.

"Ng..dengan..B-baekhyun."

Sehun pikir telinganya perlu di periksa.

"Rasanya—aku..menyukai baekhyun."

...

...

...

"HAHAHAHAHAHA..." tawa sehun meledak. Ia pikir ini adalah lelucon paling tidak lucu yang pernah ia dengar dari mulut seorang park chanyeol.

"HAHAHAH...ha..ha..ha...KAU GILAAAAA! KAU SINTING! KAU...BEDEBAAAAAH!"

Chanyeol memutar matanya, ia perlu palu dan beberapa paku payung untuk membuat sehun diam dan tidak berkoar-koar heboh di area kantin. Ia menundukkan kepalanya berkali-kali pada siapapun—atau semuanya—yang tengah memandangnya aneh.

"Mianhamnida.." ucapnya seraya menarik belakang kerah sehun dan menyeretnya untuk pergi dari situ dengan sehun yang masih meneriakkan namanya diikuti beberapa sumpah serapah.


Chanyeol merasa tidak nyaman, pasalnya kini sehun tengah duduk di sampingnya dengan pandangan waspada dan tatapan penuh selidik. Terkadang anak itu menggeleng-gelengkan kepalanya lalu membenturkannya pada meja.

"Sst, ada apa dengan sehun? Kau menghapus foto-foto luhan di ponselnya?"

"Buat apa aku melakukannya, kai!" semprot chanyeol.

"terus? hei sehun—jangan gila, kau kenapa?"

Sementara kai mencoba untuk berkomunikasi dengan sehun, chanyeol mendapat sebuah sms di ponselnya. Nomor baru, ia mengernyit kemudian membuka pesan tersebut.

Chanyeol ya?

Ahjumma punya permintaan, karena hanya kamu yang kenal baik dan disukai oleh baekhyun. tolong jemput baekhyun di sekolahnya ya. gomawo ^^

Eunhyuk.

Kai sweatdrop, kini dua orang di depannya saling membenturkan kepalanya pada meja.


Baekhyun memainkan ujung kemejanya dengan bingung, ia menatap chanyeol yang tengah menyetir mobil di jok depan. Chanyeol terlihat gelisah dan kacau—bahkan baekhyun tak tahu kenapa lelaki itu melarangnya berjalan berdekatan.

"Jauh jauh dariku!"

"Jangan gandeng aku!''

"Masuk dan duduk di jok belakang!"

Ia terus-terusan menjambak rambutnya dan baekhyun pikir mungkin chanyeol sedang banyak masalah.

"Chanyeol hyung..ng—kenapaa?" chanyeol meliriknya dari kaca spion. Ia menggeleng lalu fokus pada jalanan. Baekhyun sedih. Ia tak suka chanyeol mengacuhkannya. Jadi dia memilih diam dan mengemut lolipopnya.

Bahkan ketika sampai, chanyeol hanya menuntunnya lalu pergi setelah baekhyun berdiri tepat di depan pintu apartemennya. "salam untuk eomma-mu." Itu yang ia katakan. Baekhyun hanya mampu melihatnya dan mengangguk dalam diam. Suasana hatinya ikut memburuk karena ini. Ia ingin menangis.

"Eomma?"

"Hm?" anak itu berlari lalu menubrukkan tubuhnya pada pinggang eunhyuk, kemudian mereka berdua berjalan menuju kasur baekhyun.

"Eomma, chanyeol hyung bukan seperti chanyeol hyung yang biasanya.." ucapnya lirih.

"..kenapa memang?" eunhyuk mengusap sayang rambut lembut baekhyun.

"..tadi—ng, chanyeol hyung diam teruus. Baekhyun—baekhyun disuruh menjauh.." adu baekhyun , kepalanya sedikit menunduk. "baekhyun bukan— TT^TT hiks..bukan anak nakal eomma..sungguh. hiks—baekhyun tidak ngompol lagi hiks—baekhyun—diam teruus tapi—tapi chanyeol hyung.."

"Ssst, uljima. Mungkin chanyeol sedang ada pikiran? Ini bukan salah baekhyunie.. sst, uljima.."

"Tapi—tapi.. baekhyunie rasanya ingin menangis teruus eomma TT^TT air mata baekhyunie tidak mau berhenti TT^TT.. "

Eunhyuk hanya mampu membawa kepala anaknya ke dalam dekapannya dan setelah beberapa menit yang penuh dengan air mata itu, baekhyun akhirnya tertidur. Matanya sembab dan sepanjang malam ia terus menggumam 'baekhyunie bukan anak nakal..'


Lain baekhyun, lain chanyeol. Sungmin menemukan bahwa anaknya itu makin sensitif. Ia tidak nafsu makan pada jamnya tapi akan menghabiskan persediaan ramyun tengah malam. Pulang pada waktunya, karena sebelumnya chanyeol akan pulang dengan tas penuh dengan kaset game terbaru.

"Chanyeol?" panggil sungmin di depan kamar anaknya.

"Hm? Masuk saja eomma." Dan dengan itu sungmin masuk lalu menaruh pantatnya di tepi kasur. Chanyeol sedang bermain starcraft di level 5—hal aneh bagi sungmin. chanyeol dan kyuhyun adalah penggila game-dan itu artinya level 6 dapat ditaklukan dalam waktu kurang dari 5 menit.

"Channie, kau kelihatan lelah. Ada masalah?" di jawab dengan gelengan oleh chanyeol. Kemudian sungmin melihat chara-nya mati ditembak pesawat tempur. game over. "Shit!"

Sungmin menghela nafas. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ia seperti melihat kyuhyun, tipikal orang tertutup yang akan memendam semuanya sendirian dan melampiaskannya pada hal yang mereka pikir bisa melupakan beban itu. "Channie.." ia bangkit lalu menepuk pundak chanyeol. "Jawaban semua masalah ada di dirimu sendiri, jadi ikuti kata hatimu."

Setelah sungmin pergi chanyeol membanting joysticknya. Bagaimana ia bisa mendengar nasihat sungmin dan bermain game dengan tenang kalau dipikirannya hanya ada baekhyun—baekhyun dan baekhyun.

Setiap kali baekhyun ada di dekatnya, mimpi itu terngiang dan membuat dirinya merasa bersalah.

bibir itu..

"Hyunggh.."

bagaimana baekhyun duduk dipangkuannya..

"Hyunggh.."

lenguhan itu..

"Hyunggh.."

Demi apapun ia ingin masuk ke dalam game lalu mati ditembak pesawat tempur.

"Bunuuuuh akuuuu!"


Sudah beberapa hari chanyeol tidak bertemu baekhyun, bahkan ketika ia lewat sekolah baekhyun—munafik, chanyeol rela memutar jalan demi lewat sekolah itu—anak itu tidak terlihat.

Di sekolah juga tidak ada—karena gengsinya tinggi, chanyeol Cuma berani menjadi stalker eunhyuk yang berujung pada dirinya yang kena omelan karena membolos pelajaran.

kerap kali ia bertemu anak kecil di jalan, ketika chanyeol menyentuh pundaknya dan anak itu menoleh-anak itu malah menangis. "Huwaaa eomma~~" begitu. apa ada yang salah dengan senyum lebarnya? apa se-creepy itukah? darisitu chanyeol menyimpulkan bahwa tidak ada seorangpun di dunia yang mirip dengan baekhyun. baekhyun ya baekhyun.

Bodohnya ia, padahal bertemu baekhyun adalah hal mudah-datang saja ke rumahnya. tapi chanyeol menemukan itu sangat sulit-karena mimpi sialan itu.

"Kangen baekhyun?" celetuk sehun, kini ia sudah sepenuhnya menerima kenyataan akan sahabatnya itu.

Chanyeol mendelik. "Tidak!"

Munafik.

"Man, kita sudah bersama sejak kau belum setampan ini, aku tau kau berbohong." Sehun menekan kata 'tampan', ia merangkul pundak chanyeol akrab.

Mereka sedang berjalan kaki menuju gamezone terdekat—setelah cara paksa memaksa yang cukup susah chanyeol mau ikut. Sehun sebenarnya tidak mau jika bukan sungmin yang memintanya.

Brrssh.

Hujan deras.

Tanpa aba aba mereka berdua berlari. Tapi tiba-tiba saja chanyeol berhenti di tengah jalan sepi itu dan sehun ikut berhenti. "Apa yang kau lakukan bodoh? Hei—chanyeol!" sehun yang kesal mengikuti arah pandang chanyeol dan mendapati seorang anak kecil berteduh di bawah atap sebuah rumah kosong.

chanyeol terdiam. hujan membasahi seragamnya.

CTAR!

"Huwaaa TT^TT chanyeol hyung..baekhyun takut petir! hiks.. TT^TT hyung.. ..takut.."

CTAR!

"CHANYEOL HYUUUNG TT^TT..."

Baekhyun-nya takut petir.

Ctar!

Anak itu menutup kedua kupingnya erat dan bahunya bergetar. ia beringsut berjongkok di sudut bangunan.

Itu baekhyun.

.

.

TBC

seminggu ini aku lagi uts, jadi maaf kalau tambah absurd, ga jelas, lama updatenya ;-;

makasih yang udah baca, rcl ya :))

salam hangat terdahsyat/?