Title : BEAUTIFUL NAMJA 2: NO MATTER WHAT

Author : BabyXiLJoe

Cast : Xi Luhan

Oh Sehun

Kim JongIn

Do KyungSoo

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Warning : BoyLove, Boy x Boy, Yaoi, Typho, OOC, DON'T LIKE DON'T READ.

.

.

.

.

.

.

"Aku pergi duluan, aku harus pergi ke agency" Sehun tanpa rasa bersalah berjalan menuju pintu keluar meninggalkan Luhan yang masih terduduk dilantai akibat ulahnya

Luhan membenarkan posisinya dan terus menerus menatap heran kepergian Sehun

"Aduuuh, sebenarnya siapa yang meneleponnya tadi?"

.

.

.

.

.

"Hyung aku nanti pulang malam, jadi aku tidak akan makan dirumah" ucap JongIn yang mendatangi Luhan dikelasnya diikuti oleh Baekhyun dan KyungSoo

"Eh hyung kenapa rambutmu berantakan seperti itu? Ini masih pagi, lagian pelajaranpun belum dimulai kenapa rambutmu sudah berantakan seperti itu? Tanya Baekhyun yang ternyata sedari tadi memperhatikan rambut Luhan

"Oh, ini. Yaak! Apa kalian tahu, saat dirumah tadi Sehun menarik kursi yang sedang aku duduki sehingga aku terjatuh dan membuat baju serta rambutku ini berantakan" Luhan meluapkan amarahnya saat mengingat kejadian tadi

"Memangnya kau tidak sempat merapikan rambutmu itu sebelum pergi hyung?" tanya JongIn yang kali ini ikut memperhatikan rambut Luhan

"HYUNG~ SINI AKU KUCIR RAMBUTNYA" ucap KyungSoo dan Baekhyun serempak, mereka mendekati Luhan dan mulai merapikan rambut Luhan, sedangkan Luhan? Yaa dia hanya bisa mempoutkan bibirnya masih tidak menerima atas kejadian yang terjadi padanya dirumah

"Bukan seperti itu KyungSoo, kau ambil bagian sebelah sana saja" perintah Baekhyun

"Tidak hyung! Kau yang salah. Lepaskan rambutnya dan perhatikan aku" KyungSoo berusaha melepaskan tangan Baekhyun dari rambut Luhan

"Hey kalian" ucap JongIn yang mulai khawatir pada sahabatnya itu

"Aku tidak mau, kau lah yang salah. Sudah kubilang bukan begitu caranya" Baekhyun tetap tidak mau melepas rambut Luhan dan itu mengakibatkan rambut Luhan tertarik kesana-kesini

"Heeii.. heeii! Awww... hentikan! Yaak berhenti!" Luhan mencoba melepaskan kedua pasang tangan temannya itu

"KyungSoo sudah lah lepaskan" JongIn mencoba menjauhkan tangan KyungSoo dari rambut Luhan

"Tidak, baekhyun hyung yang mestinya berhenti, JongIn!" KyungSoo masih mempertahankan tangannya

"Hey kalian berhentilah" ucapan Luhan sama sekali tidak didengar oleh mereka

"Menurutlah pada pacarmu, KyungSoo!" Baekhyun berusaha membantu JongIn melepaskan tangan KyungSoo dari rambut Luhan

Akibat ulah mereka saat ini anak-anak yang berada dikelas Luhan mulai memperhatikan mereka.

"Hey sudahlah, rambutku tidak perlu dirapihkan. Lepaskan rambutku" ucap Luhan kembali

"Hyung kau dengarkan apa yang Luhan hyung katakan, kau harus lepaskan tanganmu sekarang" KyungSoo mulai menarik tangan Baekhyun supaya terlepas

"Luhan hyung bukan menyuruhku! Tapi dia menyuruhmu untuk melepaskan tanganmu itu" ucap Baekhyun yang masih saja mempertahankan tangannya dirambut Luhan

"Yaak! Kubilang hentikan! Aish!" Luhan yang tadinya sedang duduk kini berdiri mengakibatkan kedua temannya itu melepaskan tangannya saat menerima tatapan tajam dari Luhan

"Sebaiknya kalian pergi kekelas kalian, sana sanaa sana" Luhan mendorong ketiga temannya supaya keluar dari kelasnya

"Tapi hyung, rambutmu belum selesai dirapikan" ucap Baekhyun yang diangguki oleh KyungSoo

"Apa kalian tidak lihat keadaan rambutku sekarang? Bukannya menjadi rapi tapi kalian membuatnya makin terlihat seperti rambut singa" ucap Luhan yang masih terus mendorong ketiga temannya itu

"Hey aku tidak melakukan kesalahan, kenapa kau mendorongku juga" JongIn mencoba berhenti dari dorongan Luhan

"Itu karena kau yang membawa mereka kesini, sudah keluarlah kalian" setelah berhasil mendorong ketiga temannya keluar dari kelas, Luhan langsung menutup pintu kelasnya itu

"Ini semua salahmu KyungSoo, aish sebaiknya aku ke kelas saja" ucap Baekhyun dan pergi meninggalkan KyungSoo dan JongIn
"Yaak! Kenapa kau menyalahkanku, sudah jelas ini salahmu" KyungSoo mulai mengikuti Baekhyun dan mensejajarkan jalannya. JongIn yang berada dibelakang mereka hanya dapat menghembuskan nafasnya melihat kelakuan KyungSoo dan Baekhyun

"Heeii! Berhentilah mengikutiku Do KyungSoo" ucap Baekhyun yang saat ini akan masuk kedalam kelas

"Ck~ siapa yang mengikutimu hyung? Apa kau lupa kelasmu dan aku itu sama" KyungSoo memutar bola matanya bosan

"Kalau begitu carilah kelas lain saja sana" ucap Baekhyun polos

"Hey kalian, sudahlah jangan bertengkar terus" sela JongIn

"Yak! Kau ngapain lagi ada disini?! Pergi sana!" bentak KyungSoo dan Baekhyun berbarengan membuat JongIn sedikit terkejut

"Apa-apaan kalian! Ini kelasku juga! Aish!" JongIn mulai berjalan kearah tempat duduknya meninggalkan KyungSoo dan Baekhyun yang masih terdiam didepan pintu dan menatap JongIn dengan tatapan yang seakan mengatakan 'oh iya benar juga'

.

.

.

.

.

.

Luhan kini sedang berjalan mengelilingi area kampus mencari Sehun, sejak tadi dia tidak menemukan Sehun. Saat melewati halaman belakang kampus tiba-tiba Luhan menghentikan langkahnya saat melihat Sehun sedang duduk dibawah pohon.

"Sehun" panggil Luhan. Merasa namanya dipanggil akhirnya Sehun menoleh kebelakang. Luhan mulai duduk disebelah Sehun

"Sebenarnya kau kenapa? Sejak kau menerima telepon kau menjadi berubah, ceritakan padaku" ucap Luhan

Tetapi Sehun hanya diam dan berdiri berniat meninggalkan Luhan, sebelum akhirnyaa berhenti saat Luhan ikut berdiri dan memegang lengannya mencegah supaya Sehun tidak pergi

"Tunggu dulu Sehun! Kau tidak biasanya seperti ini. Kalau kau diam seperti sekarang, itu sangat aneh, sebenarnya ada apa? Ceritakan padaku" Luhan memperlihatkan wajah memelasnya

"Lepaskan! Ini bukan urusanmu! Kenapa aku harus memberitahukannya padamu haaah!" Sehun membentak Luhan dan setelahnya pergi meninggalkan Luhan tanpa melihat kalau saat ini Luhan mulai berkaca-kaca dan bibirnya bergetar menahan tangisnya supaya tidak keluar

"Baiklah terserah dirimu saja! Aku sudah tidak peduli!" teriak Luhan yang masih mencoba menahan tangisnya. Seketika itu juga Sehun menghentikan langkahnya dan berbalik, namun Luhan sudah berlari menjauhinya "Hyung" gumam Sehun

.

.

.

.

.

.

"Sudahlah kau tidak usah belajar! Lebih baik nanti kita ikut test perbaikkan saja sama-sama" ucap Baekhyun santai

"Enak saja kau, hyung!" balas JongIn

"KyungSoo lebih baik sekarang kita ke kantin saja, ayoo" KyungSoo seketika berdiri menerima ajakan Baekhyun, tetapi…

"Tidak, dia harus belajar juga. Lebih baik kau ikut belajar juga hyung" JongIn menahan tangan KyungSoo sehingga membuat dirinya kembali terduduk

"JongIn" panggil salah seorang temannya. JongIn yang merasa terpanggil menoleh kearah asal suara

"Ada yang mencarimu" lanjutnya

"KyungSoo, ayo ke kantin setelah JongIn pergi" bisik Baekhyun yang dijawab dengan anggukan dan senyum oleh KyungSoo. Akhirnya JongIn pun keluar dan menghampiri orang yang mencarinya

"Luhan hyung?" tanya JongIn pada seseorang yang sedang membelakanginya. Luhan membalikkan badannya saat mendengar suara orang yang sedang dia cari

"Hyuu...hyuung? Kauu... kau kenapa?" JongIn sweat drop saat melihat muka Luhan yang menurutnya sungguh mengkhawatirkan

"Aku tidak apa-apa" ucap Luhan

"Bagaimana wajah seperti itu bisa dibilang tidak apa-apa" ucap JongIn yang melihat Luhan sedang mengeluarkan banyak air mata, bibir yang melebar akibat menahan isakan, dan ingus yang sesekali keluar

Karena tidak mau dilihat banyak orang, akhirnya JongIn mengajak Luhan ke halaman belakang kampus. Tapi Luhan sama sekali tidak mau menceritakan apa-apa

"Pakai sapu tangan ini hyung" JongIn memberikan sapu tangan yang berada disakunya

"Terimakasih" sluuurrrkkk -anggap ini suara membuang ingus dengan sapu tangan-

'Aaaah sapu tangankuuuuuu' teriak JongIn dalam hatinya

"Maaf JongIn, apa aku mengganggumu? hiks" Luhan menoleh kearah JongIn yang sedari tadi diam

"Ahh, tidak kok hyung, kau tidak menggangguku" ucap JongIn berbohong

"Eh, itukan buku matematika? Kau ada test matematika?" ucap Luhan saat melihat buku matematika disebelah JongIn

"Iyaa, 3hari lagi aku ada test, tapi aku masih belum belajar apa-apa" jawab JongIn

"Aku, aku! Aku bisa mengajarimu!" tawar Luhan dengan wajah yang berbinar

"Tidak usah, kau saja sedang ada masalah! Aku tidak mau merepotkanmu, hyung" ucap JongIn

"Mungkin nanti akan ada orang lain yang mau mengajariku" lanjutnya

" TIDAK BISAAAA! POKOKNYA HARUS AKU YANG MENGAJARIMU! AKUUUU! KALAU TIDAK, KUPUKUL KAAAUUU" Luhan berteriak tepat didepan muka JongIn dan menarik kerah seragam JongIn mengakibatkan JongIn merasa sesak

"Uhuuk uhuuuuk" JongIn terbatuk-batuk akibat ulah Luhan

"Aaa~ maaf, aku tidak sengaja" Luhan melepaskan cengkraman tangannya dari kerah JongIn

"Ayolaaah biarkan aku yang membantumu" JongIn yang melihat Luhan memasang puppy eyes nya tidak tega menolaknya dan akhirnya terpaksa menerima tawarannya

.

.

.

.

.

.

"Oh, jadi kau pulang malam itu karena kau selalu pulang kerumahmu sendiri?" JongIn mengangguk, saat ini Luhan dan JongIn berada dirumah pribadi milik keluarga JongIn. Mereka memutuskan untuk belajar disini

"Kalau begitu kenapa kau memilih untuk tinggal bersamaku dan yang lain?" tanya Luhan

"Karena disini sangat sepi, kau bisa lihat sendiri disini tidak ada siapa-siapa, makanya aku lebih memilih untuk tinggal bersamamu dan yang lainnya, aku pulang kemari hanya untuk menyendiri saja. Hehehe" balas JongIn

-Groooook- -Fiiiuuuhhh- -Grooook- -Fiuuuhhh-

JongIn menoleh kearah Luhan saat mendengar suara aneh, JongIn terkejut saat melihat Luhan yang sudah tertidur dengan cepat di sofa rumahnya

"Apa yang seperti ini bisa disebut mengajarkan matematika?" JongIn memutar bola matanya bosan

"Apa dia sedang ada masalah dengan Sehun?" gumam JongIn

Tapi tiba-tiba saja Luhan terbangun dan mendekati JongIn yang duduk tidak jauh dari sofa tempatnya tertidur "Apa ada yang mau kau tanyakan?" tanya Luhan yang masih mencoba mendekati JongIn dengan berjalan seperti orang mabuk

"Kalau kau mengantuk sebaiknya tidak usah dipaksakan" ucap JongIn yang melihat tingkah Luhan

"Tidak! Mana yang ingin kau tanyakan?" Luhan seketika bugar kembali dan mengambil bolpen yang sedang dipegang JongIn

"Ini, ini yang nomor ini" tunjuk JongIn pada soal yang terdapat dibukunya

.

.

.

.

.

.

JongIn dan Luhan memutuskan untuk beristirahat sebentar. JongIn mengajak Luhan kebalkon yang terdapat dirumahnya

"Rumahmu keren, ada balkonnya lagi" ucap Luhan kagum saat memperhatikan rumah JongIn

"Hahahaha" JongIn hanya menanggapinya dengan tertawa

"Pantas saja kau merasa kesepian, aku mengerti~ karena dulu aku juga sempat merasa kesepian. Sampai..." Luhan menggantungkan kalimatnya

"Sampai? Sampai apa?" tanya JongIn yang penasaran

"Sampaaiiiiii... sampai dimana belajarmu?" ucap Luhan

"Aish-_- sudah 70% mengerti, kau ini mengalihkan pembicaraan saja hyung. Ck" ucap JongIn

"Hmmm, hehehe~ kalau begitu aku akan membantumu mengerjakan latihan soal supaya kau jadi 99% mengerti" ucap Luhan bersemangat

"Memangnya kau tidak capek, hyung?" tanya JongIn

"Sedikit mengantuk sih, tapi tidak apa-apa kok" ucap Luhan yang sesekali menguap

"Sebaiknya kita kembali kerumah hyung" JongIn mencoba mengajak Luhan pulang, tapi JongIn berubah pikiran saat melihat ekspresi Luhan yang seolah-olah mengatakan dia tidak ingin pulang sekarang

"Atau mungkin kita tidur disini saja" ucap JongIn

"SETUJU" Luhan kembali bersemangat

"Eh, tapi bagaimana dengan yang lain?" tanya JongIn

"Aish merekakan sudah besar" jawab Luhan enteng

"Aku tau kau dan Sehun memang sering sekali bertengkar, tapi kalau kau sampai tidak mau pulang pasti ada yang tidak beres, bener kan hyung?"

-Groooookkk- -Fiuuuhhh- "Lagi-lagi dia tertidur-_-" ucap JongIn saat melihat Luhan yang sudah tertidur disebelahnya

"Ternyata dia tidur seperti ini" sesaat JongIn memperhatikan wajah Luhan sebelum akhirnya JongIn mengangkat tubuh Luhan untuk dipindahkannya ke kamar tamu

.

.

.

.

"Hiks!" terlihat seorang namja imut sedang menangis

"Sudahlah jangan menangis, mereka memang harus pergi" ucap seorang wanita paruh baya yang berusaha menghentikan tangisan anak itu

"Ini untukmu, ini kenang-kenangan dariku! Tersenyumlah" ucap seorang namja kecil yang terlihat lebih muda darinya memberikan sebuah batu yang indah berbentuk bulat dan bila ditempat gelap akan bercahaya seperti warna galaxy yang dihiasi bintang

"Aish~ aku memimpikan anak itu lagi, tapi kenapa aku tetap tidak ingat dengan mukanya" Luhan mulai bangun dan berjalan keluar kamar

-Groooook- -Grooooook- -Grooooook-

Luhan melihat JongIn yang tertidur dimeja makan dengan banyak buku berserakan dimeja makan itu. Luhan berjinjit berusaha menghilangkan bunyi langkah kakinya dan mendekati JongIn dengan segera

'JongIn kalau dilihat dari dekat seperti ini benar-benar tampan, gak heran banyak yang suka padanya, lagi pula dia sangat baik...' pikir Luhan yang masih setia memandang wajah JongIn

Saat Luhan berbalik dia melihat sebuah batu disebuah rak yang terdapat tidak jauh dari meja makan itu, Luhan berjalan kearah rak tersebut dan mengambil batu itu. Luhan mengeluarkan batu yang selalu dia bawa dari saku celananya, Luhan terkejut saat melihat batu itu sama dengan miliknya

-Nggggggg- Luhan menoleh kearah JongIn yang sedang merebahkan badannya

"Hyung? Kau sudah bangun rupanya" Luhan dengan segera menyembunyikan batu itu

"Kenapa kau diam saja? Apa kau masih mengantuk?" tanya JongIn

"Cuci muka dulu sana, aku akan menyiapkan sarapan dulu" lanjutnya

.

.

.

.

.

.

"Terimakasih makanannya" ucap Luhan yang tersenyum lebar

"Hahaha, sama-sama" balas JongIn dengan senyuman yang tak kalah lebar terpasang dimukanya

"Biasanya kalau dirumah aku yang selalu masak, beres-beres dan cuci piring! Huuuh~" kali ini Luhan menatap JongIn tajam

"Hehehe~ oh iya hyung, apa kau sedang bertengkar lagi dengan Sehun?" tanya JongIn

"Entahlah, akhir-akhir ini dia berbeda. Dia menjadi menyebalkan" Luhan memasang ekspresi yang benar-benar susah diartikan

"Ternyata kau sabar menghadapinya! Aku pikir kau akan marah-marah dan memukulinya" ucap JongIn

Luhan membalikkan badannya, dan seketika badannya bergetar

"Kau kenapa? Apa perkataanku menyinggungmu? Maafkan aku hyung" ucap JongIn yang merasa bersalah dan berpikir kalau Luhan sedang menangis

Sedetik kemudian Luhan berbalik dan tertawa nyaring "Benar juga, kenapa aku tidak berpikir sampai kesitu? Sudah saatnya aku berbuat sesuatu. HAHAHAHAHA" Luhan tertawa makin keras seperti membuat JongIn merasa sedikit ketakutan

'Perasaanku tidak enak' pikir JongIn

"Aku pulang duluan yaa, sampai ketemu dirumah dan kampus, byeee" Luhan berlari keluar rumah

Saat dijalan Luhan teringat soal batu yang ditemukannya tadi dirumah JongIn "Sepertinya namja dimimpiku itu, JongIn" gumam Luhan

.

.

.

.

.

"Eh, Baekhyun kau mau kemana?" tanya Luhan yang melihat Baekhyun baru saja keluar dari rumah

"Hyung? Kau kemana saja? Kenapa semalam kau dan JongIn tidak pulang? Kita mengkhawatirkanmu" seketika dari belakang Baekhyun muncul KyungSoo yang memasang wajah cemberut

"Oh itu, aku..." belum sempat Luhan menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun langsung memotongnya

"Aaah sudahlah hyung, ceritanya nanti saja! Aku sudah telat, aku dan KyungSoo mau pergi bermain basket dulu. Byee" Baekhyun dan KyungSoo melambaikan tangannya pada Luhan dan berlari secepat kilat

"Aish anak itu!" gerutu Luhan

"Eh, mereka berdua saja mengkhawatirkanku! Apa jangan-jangan Sehun juga mengkhawatirkanku? Hehe" gumam Luhan

-Cklek- Luhan membuka pintu dan segera masuk kerumah, saat melewati ruang TV dia melihat Srhun yang sedang duduk sambil menonton TV

"Sehun.. maaf ya, kemarin aku tidak pulang dan tidak mengabarimu" ucap Luhan dengan wajah bersalah

"Kenapa minta maaf padaku? Aku senang kau tidak ada dirumah, sering-seringlah" ucap Sehun santai

"HAAAAH! Apa-apaan dia!" Luhan lebih memilih untuk pergi kekamarnya, saat Luhan menutup pintu kamarnya, tidak tau kenapa kepalanya teras pusing dan dia kehilangan keseimbangannya

-Bruuuk- "Kenapa kepalaku tiba-tiba pusing? Apa karena aku kurang istirahat? Sebaiknya aku istirahat"

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued...

Kalau ada kritik atau saran langsung bilang aja ya sama author.

DON'T FORGET TO REVIEW~~