INI FF YG AKU REMAKE DARI SALAH SATU NOVEL SANTHY AGATHA,SEKALI LAGI AKU CUMAN KALIAN INGIN MENCARI NOVELNYA KALIAN BISA CARI DENGAN NAMA YG JADI JUDUL FF INI KARENA AKU ENGGAK MERUBAH APAPUN KECUALI UNTUK MENDUKUNG BERJALANNYA FF INI.

CASH:

DO KYUNGSOO

KIM JONGIN

DAN AKAN BERTAMBAH KEDEPANNYA

Rate : M

Warning: INI FF GS,

SELAMAT MEMBACA

Kim jongin merasa muram malam ini, entah kenapa dia sedang ingin menghajar seseorang, atau kalau perlu membunuh seseorang. malam ini dia datang ke klub bukan untuk bersenang senang tetapi untuk mencari masalah.

Dengan dikelilingi para bodyguard yang selalu siap menjaganya, meskipun sebenarnya tidak perlu, karena jongin menguasai beberapa keahlian bela diri. tetapi ketika kau punya uang banyak, memang lebih baik jika kau membiarkan orang lain melakukan segala sesuatu untukmu.

Pemilik Klub sendiri yang menyambutnya. Tentu saja, mengingat betapa besar hutangnya kepada jongin. Dengan tergopoh-gopoh lelaki gendut itu menggiringnya ke kursi VIP tebaik.

"Anda bisa memilih siapapun untuk menemani Anda," gumam si pemilik klub dengan nada menjilat

Jongin menatap ke sekeliling dengan tak berminat, menatap semua perempuan disana yang hampir-hampir seperti semut mengelilinginya, dengan tatapan berharap untuk dipilih. terlalu murahan , gumamnya dalam hati. semua manusia di dunia ini murahan dan penjilat.

Jongin memutuskan tidak memilih siapapun, ketika tatapan matanya terpaku pada perempuan itu. perempuan yang tampak salah tempat di klub malam mewah ini. mengenakan baju luar biasa seksi, tetapi tampak tidak nyaman di dalamnya.

Tanpa sadar seulas senyum jahat muncul di bibirnya,

"Aku mau dia," gumamnya sambil menunjuk perempuan itu.

"Aku mau dia."

Kalimat itu diucapkan dengan nada malas yang tenang, tetapi gaungnya terdengar keseluruh ruangan. entah kenapa suara hiruk piruk itu menjadi hening . Dan kyungsoo merasakan semua tatapan tertuju padanya. pada dirinya yang sedang bersandar di meja bar , sibuk dengan pikirannya sendiri.

Dengan gugup kyungsoo menegakkan tubuhnya, berusaha membalas tatapan mata semua orang , lalu matanya terpaku pada mata itu. Mata cokelat pucat sehingga nyaris bening, menyababkan pupil matanya tampak begitu hitam dan tajam.

"cepat kesana. dia menginginkanmu,"

berdiri di belakangnya berbisik kepadanya, seolah takut kalau kyungsoo tidak cepat-cepat menuruti keinginan jongin, akan berakibat fatal. kyungsoo mengernyit pada jongin, mencoba menantang mata laki-laki itu, yang masih menatapnya dengan begitu tajam tanpa ekspresi.

"Apakah… apakah.." kyungsoo berdehem karena suaranya begitu serak, "Apakah Anda ingin dibawakan minuman?"jongin hanya menatapnya beberapa saat yang menegangkan, lalu menganggukkan kepalanya.

" , minumanku yang biasa"

Secepat kilat sang bartender meracik minuman kesukaan jongin, minuman yang biasa. Tangan kyungsoo gemetar ketika menerima nampan minuman itu. Sedikit lagi kyung…..,gumamnya mencoba menyamangati dirinya sendiri. sedikit lagi dan semua dendammu akan terbalaskan... sedikit lagi. kyungsoo mengucapkan kata-kata itu bagaikan doa, dengan langkah gemetar dia mendekati jongin yang duduk bagaikan sang raja , menunggunya.

Diletakkannya gelas itu di meja depan jongin, Semoga kau lekas meminumnya dan lekas mati. Doa kyungsoo

dalam hati. Tetapi sepertinya Tuhan masih menginginkan jongin hidup, karena lelaki itu terlihat tidak tertarik untuk menyentuh minumannya Matanya malahan tertuju pada kyungsoo dan memandangnya tajam.

"Duduk." Jongin menjentikkan jarinya. Melirik tempat di sebelahnya.

Sekujur tubuh kyungsoo mengejang menerima perintah yang begitu arogan. tanpa sadar matanya memancarkan kebencian. siapa lelaki ini berani beraninya memerintahnya seperti ini?

Ketika kyungsoo termenung, seorang waitress lain dengan gugup mendorongnya supaya duduk, menuruti permintaan jongin. Sehingga dengan terpaksa kyungsoo duduk di sebelah jongin.

"Siapa namamu?" , jongin menatap tajam ke arah kyungsoo, sama sekali tidak melirik gelas minuman di mejanya. ,kyungsoo sudah siap dengan pertanyaan ini, nama samarannya,

"hana." Jawabnya kaku

Jongin mengernyit menatapnya dengan seksama, lalu jemari panjang itu tiba-tiba terulur dan menarik dagu kyungsoo mendekat, supaya dia bisa mengamati wajah kyungsoo dengan cermat,

"Aku tidak pernah melihat wajahmu sebelumnya di sini"

"Eh… dia… dia pegawai baru kami, tuan jongin, maafkan ketidak sopanannya, saya belum pernah mengajarinya bagaimana membawakan minuman untuk tamu sepenting anda" sang pemilik klub menyela dengan gugup. wajahnya tampak cemas melihat kyungsoo melayani tamu pentingnya dengan setengah hati. dengan pandangan memarahi dia memperingati kyungsoo,

"Ayo hana perkenalkan dirimu kepada tuan jongin, tuan jongin telah memilihmu untuk menjadi pelayan minumannya . itu merupakan suatu kehormatan untukmu,seharusnya kau berterimakasih" Perintah itu membuat kyungsoo menegakkan dagunya dengan angkuh,

"Saya sudah memperkenalkan diri saya, dan saya sudah membawakan minuman untuk tuan jongin yang terhormat, karena itu saya akan pergi," jawab kyungsoo ketus, sambil beranjak dari tempat duduknya, toh misinya sudah tercapai.

Gelas minuman beracun itu sudah ada di meja jongin, dan sebentar lagi jongin akan mati karena sesak napas. Tetapi sebelum kyungsoo sempat berdiri, jongin meraih jemarinya dan menariknya kencang, supaya terduduk lagi. Kali ini di pangkuan jongin.

"Apa… apaaan….," Suaranya terhenti ketika bibir yang keras dan dingin itu tiba-tiba melumat bibirnya. kyungsoo memberontak ketika menyadari bahwa jongin sedang memagut bibirnya dengan ciuman yang basah dan panas.

Ciuman itu sungguh tak sopan karena bibir dingin jongin tanpa permisi langsung memangut bibirnya, melumatnya tanpa ditahan tahan . lidahnya langsung menyeruak masuk merasakan keseluruhan diri kyungsoo, menghisapnya, menikmatinya, dan menggilasnya tanpa ampun.

Sekujur tubuh kyungsoo terasa terbakar, panas karena amarah dan demam kerena gairah. Lelaki ini sudah jelas-jelas sangat ahli ketika mencumbu perempuan, sehingga kyungsoo yang belum berpengalamanpun terbawa oleh gairahnya, mengalahkan kebenciannya. Tetapi pikiran bahwa lelaki ini telah memanfaatkan begitu banyak wanita demi memuaskan rasa arogan dan kekuasaannya membuat kyungsoo merasa muak. Dan tiba-tiba muncul kekuatan dari dalam dirinya untuk mendorong laki-laki itu menjauh dan menamparnya sekuat tenaga

Plakk!

Suasana di klub itu menjadi sangat hening. Luar biasa hening. bahkan hiruk piruk itupun terhenti karena semua orang berhenti melakukan aktivitasnya dan menatap ke arah kyungsoo, yang berdiri dengan terengah-engah berhadapan dengan jongin yang membatu duduk di sofa VIPnya.

Sedetik kemudian, sebuah tangan kasar mencengkeram lengan kyungsoo. Begitu menyakitkan hingga membuat kyungsoo menjerit,

"Kurang ajar kau ! berani-beraninya memukul Tuan kim,"

teriak sebuah suara berat dan kasar. kyungsoo menoleh dan mendapati dirinya ditelikung oleh lelaki berba dan besar sepertinya salah satu bodyguard jongin.lengan lelaki itu yang besar dan kuat menahannya sampai tangannya terasa kaku dan sakit. Tapi kyungsoo tidak menyerah, dia meronta sekuat tenaga, mencakar, dan menggigit lengan yang tetap terasa sekeras batu itu. Napasnya terengah engah dan wajahnya merah padam menahan amarah dan rasa malu karena sebagai perempuan kekuatannya begitu tak berdaya menahan dominasi kekuatan laki-laki.

"Lepaskan dia," suara dingin jongin terdengar di keheningan.

Orang-orang masih diam menunggu, memusatkan perhatian kepada apa yang akan dilakukan lelaki yang terkenal luar biasa kejam itu.

Seketika itu juga, bodyguard jongin yang berbadan kekar melepaskan kyungsoo, membuatnya hampir terjatuh karena kelelahan meronta-ronta. mereka berdiri berhadap-hadapan dibawah tatapan banyak orang yang menanti. Jongin masih berdiri dengan wajah dingin tak bereksprsi sambil mengusap pipinya,bekas tamparan kyungsoo.

"Berapa hargamu?," suara jongin terdengar tenang dan dingin,

Mata Lana membelalak, harga? Apa yang dibicarakan lelaki ini? Matanya melirik ke gelas minuman jongin yang sudah diracuninya dimeja. semuanya berantakan, serunya menahan kekesalan pada dirinya sendiri. seharusnya ketika jongin melecehkannya dia bisa menahan diri dan berpura-pura menjadi perempuan gampangan,seharusnya dia mau berkorban menahan jika ia menurut, jongin mungkin akan merasa senang dan lengah, lalu meminum minumannya itu dan mati, tetapi sekarang semua sudah terlambat, jongin tampak tidak tertarik lagi pada minumannya dan tertarik sepenuhnya kepada kyungsoo. Lagipula kyungsoo tidak bisa berpura-pura menyukai jongin, kebenciannya terlalu dalam pada lelaki itu.

Ni hyae, primadona di bar ini mendekati jongin dengan tatapan merayu. Dialah yang biasanya dipilih jongin untuk menemani lelaki itu minum ketika jongin berkunjung, dan sekarang hatinya dipenuhi kecemburuan karena jongin tampak begitu tertarik kepada anak baru itu. padahal kalau dilihat dari kecantikannya, anak baru itu jauh lebih jelek dari pada dirinya.

"Sudahlah jongin," ni hyae menyentuhkan tangannya di kerah baju jongin, "Perempuan jelek itu tidak akan bisa memuaskanmu, lebih baik biarkan aku yang menemanimu,,,,,,,,,,aduhhh!"

ni hyae mengaduh karena jongin merenggut tangannya yang meraba kerah baju jongin. Jemari jongin mencengkeramnya dengan kekuatan tak ditahan-tahan lagi, menyakitinya hingga terasa menusuk ke tulang,

"Menyingkir," gumam jongin dengan tatapan membunuh pada Hi hyae, lalu menghempaskan tangan ni hyae dengan kasar sehingga tubuh ni hyae terdorong menjauh. Sambil meringis menahan nyeri dan kesakitan ni hyae lekas-lekas menjauh.

"Nah,"

jongin memusatkan mata dinginnya kembali ke kyungsoo,

"Katakan berapa hargamu, dan aku akan membayarnya"

Aku harus memiliki perempuan ini.

jongin memutuskan dalam hati. Aku harus memilikinya segera.

Tuhan tahu dia sudah berusaha menyelamatkan perempuan ini. tetapi entah kenapa perampuan satu ini mamiliki tekad yang kuat untuk mencelakainya,hingga lupa bahwa dia sudah menantang lelaki paling bebahaya.

Mata jongin melirik gelas yang diletakkan kyungsoo di mejanya,dia tahu kalau dia diracuni. kyungsoo terlalu tidak berpengalaman dalam usaha pertamanya membunuh orang. Tangannya gemetaran dan matanya gugup, berkali-kali melirik ke gelas minuman itu. Dan juga nama palsu yang menggelikan itu. kyungsoo bahkan tidak menyadari bahwa penyamarannya sudah terbongkar dari awal.

Sebenarnya tadi jongin memutuskan untuk menertawakan kyungsoo diam-diam, dengan pura-pura akan meminum minuman beracun itu. Tapi bibir ranum itu, dan penampilan kyungsoo yang luar biasa seksi memunculkan sisi iblis dalam dirinya, sisi Iblis yang kehausan.

Mungkin sudah waktunya perempuan yang satu ini menerima pelajaran atas kenekatannya.

kyungsoo tertegun marah mendengar pelecehan jongin atas harganya? Hah! dia pikir dia raja yang bisa membeli apasaja yang dia mau?

Lelaki iblis ini harus diajari, bahwa meskipun banyak perempuan yang bertekuk lutut dikakinya dan memohon-mohon untuk dimilikinya, ada perempuan yang tidak sudi disentuh olehnya. Dengan marah kyungsoo mendongakkan dagunya menantang jongin,

"Saya lebih memilih mati daripada menjual diri kepada Anda," gumamnya kasar

Suara di seluruh klub itu langsung dipenuhi dengungan gelisah menanti rekasi jongin.

Tidak disangka-sangka jongin tersenyum. Lalu melirik kearah bodyguardnya,

"Tidak ada sesuatupun yang bisa menolak kalau aku ingin memilikinya" gumamnya datar da memberikan isyarat tangannya kepada bodyguardnya

Semuanya berlangsung cepat; kyungsoo tidak sempat lari ataupun panik, karena tiba-tiba bodyguard jongin yang berbadan paling besar, merenggutnya kasar, mengangkatnya, lalu membantingnya di pundaknya seperti sekarung beras Sekejap dipenuhi rasa pusing karena posisi kepalanya dibalik mendadak, kyungsoo tersadar bahwa dia sudah diangkat keluar dari klub itu. Sekuat tenaga kyungsoo mencoba memukul-mukul punggung bodyguard itu dan kakinya menendang-nendang keras sambil berteriak-teriak menahan marah dan frustasi.

Tetapi tubuh bodyguard itu sekeras batu, tidak bereaksi atas pemberontakan kyungsoo.
Percuma meminta tolong, karena kyungsoo yakin tidak akan ada yang berani menolongnya. Semua pengunjung klub yang pengecut itu hanya menatap kejadian di depan mereka dengan muka bodohnya. Sang pemilik klub masih memandang takjub jongin yang melenggang dengan santai meninggalkan ruangan dengan kyungsoo yang meronta-ronta dan menjerit-jerit dalam gendongan bodyguardnya.

Sesampainya di tempat parkir kyungsoo diturunkan. Sedetik setelah dia diturunkan, kyungsoo berlari sekuat tenaga berusaha menjauh. Tetapi baru beberapa langkah, tangan sekeras batu itu menangkapnya lagi. kyungsoo meronta tapi tak bisa berontak, dengan frustasi dia menggigit sekuat tenaga tangan yang mendekapnya itu. Sang bodyguard mengaduh sambil mengumpat-umpat, sedangkan jongin hanya menatap kegaduhan di depannya sambil terkekeh geli. kyungsoo mencoba berontak, menggigit, dan menendang sampai kelelahan. Dia menatap jongin terengah-engah dengan pandangan penuh kebencian, masih dalam cengkeraman kuat tangan bodyguard jongin. jongin membalas tatapannya dengan senyum manis yang jahat,

"Kalau kau berjanji mau bersikap baik, mungkin aku akan menawarimu tempat yang nyaman, disebelahku di dalam mobil"

"Mati saja kau!," sembur kyungsoo penuh kemarahan jongin terkekeh lagi,

"Oke, kau yang minta," dengan isyarat anggukan kepala, jongin memberi perintah pada para bodyguardnya,

"Masukkan dia ke bagasi"

TBC

terimakasih yg udah RnR dan maafkan jika ada typo