Title: SECRET
Chapter : Chapter 6
Thanks buat komen2 yang udah masuk di Chapter2 sebelumnya atau ke inbox saya, komen kalian menguatkan saya ? :D dalam mengetik dan mencari ide lagi. Oke lanjut. .!
Maaf kalau ada typo atau kesalahan penulisan kalimat ^_^ Saya hanya manusia biasa :v
Happy Reading dan tolong tinggalkan jejak kalian :D
SECRET
Genre : Romance,Action
Boys x Boys
Cast : Infinite
R&R
Happy reading,readers ^_^
xXx
.
.
2005-
Bocah kecil itu mendekap kedua lututnya. Kepalanya menunduk dalam. Sementara kebisuan menghantui setiap sudut ruangan yang temaram. Sudah 2 tahun berlalu sejak kejadian itu, namun ia sama sekali tak bisa menghilangkan wajah putus asa ayah nya saat terakhir kali ia melihat pria itu menghembuskan nafas terakhirnya. Dan itu terjadi tepat didepan matanya. Seorang bocah berusia 10 tahun yang sama sekali tak mengerti mengapa ayahnya harus mati dengan cara mengenaskan seperti itu. selama 2 tahun itu pula, ia berkutat pada bayangan2 mengerikan dikepalanya. Perutnya sama sekali tak berselera makan. Sesekali ia hanya memakan roti tawar dan akan menangis karena ayahnya sangat menggemari roti tawar yang dicelupkan pada kopi. Kondisi itu membuat tubuhnya semakin kurus dan tak terawat. Bahkan ia tak akan mandi jika Nyonya Gong tak menarik nya dan memandikan nya. wanita paruh baya itu lah yang menggantikan posisi ayah nya. mengurus pakaian dan kebutuhan nya sehari hari. Dan Tuan Lee sang pemilik rumah juga selalu memenuhi kebutuhan2 nya. entah karena kasihan atau perasaan menyesal telah merenggut nyawa seorang ayah didepan anak nya.
Krieett.
Pintu besar berwarna cokelat kehitaman itu terbuka. Myung Soo sama sekali tak mengacuhkan nya. ia masih menundukkan kepala nya dan mengira itu adalah Nyonya Gong atau pelayan yang diutus tuan Lee.
"Hyung. . "
Myung Soo mengangkat kepala nya dengan tak percaya. Didepan nya berdiri anak pemilik rumah besar itu. Lee Sungyeol.
"Hyung. .mengapa kau mengurung diri saja? aku. .aku merindukan mu. . " ucap Sungyeol kecil. Sejak ia kembali dari sekolah 2 tahun lalu, ia kehilangan anak laki2 yang sudah seperti kakak nya itu. myung Soo sama sekali tak pernah menegur nya lagi. Tak pernah mengajak nya bermain lagi. Bahkan untuk menoleh padanya pun Myung Soo seolah enggan.
"Hyung. .hari ini aku akan berangkat sekolah. Ini tahun pertama ku masuk SD. Aku berharap Hyung mengantar ku seperti dulu. . "
"pergilah tuan Muda. .kau tak seharusnya ada disini. "
Sungyeol mengerjapkan matanya. Ia mendekat kearah Myung soo dan duduk disamping nya.
"wae? apa Hyung membenci ku? Kau tak pernah sekalipun lagi menemui ku. Apa aku melakukan kesalahan yang membuat mu marah? Wae hyung? Kenapa kau berubah.? " cecar Sungyeol dengan pertanyaan cerewet nya. tangannya menarik2 baju Myung Soo hingga bocah itu mendelik kasar. ia mengibaskan tangan nya dengan kesal.
"apa yang kau lakukan! " serunya dengan nada menghentak. Sungyeol bahkan sampai terkejut dan dengan refleks melepaskan tangannya dari Myung Soo. Ia tak pernah sekalipun melihat Myung Soo semarah itu padanya. Wajah Sungyeol memanas. Ia tak bisa menahan desakan air mata yang memaksa keluar. Myung Soo seolah tersadar dan menyesali kesalahan nya. ia tak seharusnya memarahi Sungyeol yang sama sekali tak mengetahui apa2.
"mianhae. .tapi sebaiknya tuan Muda pergi. Atau tuan muda akan terlambat. "
Sungyeol menundukkan kepalanya. Ia berdiri dan melangkah keluar. Didepan pintu ia sempat berbalik dan melihat Myung Soo yang mengekori langkah nya.
"aku berangkat dulu. .Hyung. . " ucap nya. Myung Soo hanya mengangguk tipis sebelum kemudian Sungyeol menghilang dibalik pintu.
Myung Soo kembali pada kebiasaan nya. memandangi langit dari balik jendela nya. kesepian yang ia rasa semakin menyiksa ketika ia melihat bayangan2 kenangan bersama ayah nya yang berkelebat cepat. Air matanya kembali mengalir deras. Menangisi sang nasib, yang sama sekali tanpa ampun, meremuk kan hati nya.
.
.
Kriettttt!
Pintu besar itu kembali terbuka, membuat Myung Soo yang nyaris terlelap setelah menangis beberapa jam lalu terbangun. Dia melihat Nyonya Gong berdiri disana dengan ekspresi cemas yang terlihat jelas. Belum sempat Myung Soo membuka mulutnya nyonya Gong sudah mendahului kalimat nya.
"ganti pakaian mu. Kita akan ke RS. Tuan muda dan nyonya besar mengalami kecelakaan. "
Seolah disengat ribuan volt listrik, Myung Soo lantas terbangun dari posisi nya. kepalanya nyeri. rasa cemas dan takut menghantuinya dengan hebat. Dengan tubuh gemetar ia menarik jaket nya. berlari mengikuti gerakan nyonya Gong. Dipikiran nya hanya ada rasa khawatir dengan kondisi Sungyeol.
.
.
"kondisi mereka kritis. . "
.
.
"tuan besar! Tenangkan diri anda. tuan besar saya mohon. "
.
.
"Hyung. . "
.
.
Orang pertama yang Sungyeol lihat adalah Myung Soo. Bocah laki2 itu menatapnya dengan cemas. Namun akhirnya bibirnya tersenyum lega.
"tuan Besar! Tuan muda sudah sadar! " teriaknya sambil hendak keluar. Namun Sungyeol sudah lebih dulu menarik tangan nya.
"Hyung. .aku takut. .jangan pergi Hyung. . " lirih nya. Myung Soo membalik kan tubuhnya dan kembali duduk disamping pembaringan Sungyeol. ia mengusap kepala Sungyeol dengan lembut.
"nde. .Hyung akan disini bersama tuan muda. . "
.
.
xXx
2015-
.
.
Woo Hyun melirik pada spion mobil dan melihat dua mobil type audi hitam mengikuti mereka dibelakang. Pria tampan itu mendengus kecil. Ia mendorong tubuh Sunggyu menjauh dari nya. membuat pria bermata sipit itu terhenyak.
"ada apa dengan mu? " tanya Sunggyu kesal. Ia masih belum mempercayai apa yang terjadi pada rumah nya beberapa saat lalu.
Woo Hyun berdecak kesal. Ia menarik sebuah kantung dari balik jok mobil dan membuka nya. sontak Sunggyu mendelik ngeri ketika melihat isi kantung hitam itu adalah beberapa senjata otomatis, bahkan terdapat Shot Gun disana.
"apa ini? Sejak kapan kau memiliki ini? " seru Sunggyu ketakutan. Woo Hyun mendorong dahi Sunggyu dengan jari nya.
"hentikan sandiwara ini. Sudah tidak lucu lagi. Lagipula mereka sudah tau peran mu. "
"mwo? Apa maksud mu? Aku tak mengerti dengan apa yang kau ucap kan. " balas Sunggyu dengan nada sewot nya. Woo Hyun mendesah kesal. Ia menarik pistol otomatis dan mengangsurkannya pada Sunggyu. Pria itu menggelengkan kepala nya menolak uluran Woo Hyun. Woo Hyun menepuk dahi Sunggyu sekali lagi namun kali ini cukup keras.
"hentikan itu. kau sama sekali tak manis dengan ekspresi mu itu. sekarang bantu aku atau kau mau diam saja disini. Aku juga mampu membereskan mereka sendirian. " ucap Woo Hyun sambil melirik spion lagi. Sunggyu ikut melirik kearah tatapan Woo Hyun dan mengerti dengan maksud pria itu.
"baiklah. Lagipula aku juga sudah lelah bersandiwara dengan mu. "
Woo Hyun mendengus lagi. Sunggyu menerima pistol otomatis itu.
"ahjussi. .buka atap mobil nya. " ucap Sunggyu. Pria yang menjadi supir mereka itu mengangguk paham. Ia menekan tombol untuk membuka atap mobil. Sementara Woo Hyun menurunkan kaca mobil disamping nya.
"kau siap? Hati2 atau kau akan mati sia2 "peringat Woo Hyun. Sunggyu membesarkan matanya.
"kau terlalu menyepelekan ku Nam Woo Hyun. " balas nya kesal. Dengan cepat ia membuang pistol ditangan nya dan menarik Shot Gun. Dengan gerakan kilat pula pria dengan mata sipit itu berdiri dan mengeluarkan separuh tubuhnya melalui atap mobil yang terbuka.
"anyyeongg. . " seru nya pada mobil dibelakang mereka. Dua mobil dibelakang yang melihat senjata ditangan Sunggyu bergerak melambat dan berusaha keluar dari jangkauan. Hal itu membuat Sunggyu tertawa senang. Ia membidik mobil dibelakang dengan cermat.
Duaarrrrr!
Sedetik kemudian ban mobil yang mengikuti mereka hancur. Membuat mobil audi itu oleng dan kehilangan arah dan menabrak pembatas jalan.
"sisanya untuk mu. " ujar Sunggyu malas. Woo Hyun mengangguk. Ia melihat mobil kedua melaju dengan cepat. Dan beberapa orang sudah mengeluarkan tangan mereka yang bersenjata.
Desing peluru melesat dan menghantam hancur spion depan mobil yang mereka tumpangi. Hujanan peluru juga menembus kaca belakang mobil dan membuat Woo Hyun dan Sunggyu merundukkan badan mereka agar tak terkena tembakan.
"sial! Kau terlalu lambat! "
Teriak Sunggyu. Saat itu Woo Hyun menjulurkan tubuh nya keluar.
Baku tembak terjadi seketika. Woo Hyun yang tak diduga memiliki kemampuan tembak yang hebat dalam mobil yang bergerak tak stabil. Beberapa menit kemudian mereka dapat bernafas lega setelah Woo Hyun berhasil menembak supir dan seseorang yang menjadi lawan tembak nya.
"cih. Aku kira kau sangat hebat. Nyatanya hanya segitu. " oceh Sunggyu dengan nada mengejek. Woo Hyun harus menahan emosi nya mendengar ucapan pedas dari pria sipit itu.
"terserah apa kata mu. Setidaknya aku lebih terhormat dibanding pencuri licik seperti mu. Kim Sunggyu. Oh. Atau kupanggil saja Sunshin? "
Sunggyu membeliak mendengar kode nama nya diucapkan dengan tepat oleh Woo Hyun.
"jadi dengan mengetahui julukan ku, kau merasa sudah lebih hebat dari ku, Nam Woo Hyun, agen FBI kesasar? " balas Sunggyu sengit. Kedua pria tampan itu saling memandang dengan sengit.
"hah. Aku tak pernah menyangka orang seperti mu bisa menjadi pencuri terhebat abad ini? Mungkin mereka hanya membual ketika memberikan julukan itu. "
"dasar pendek! Tata krama mu sependek tubuh mu. "
"apa kau bilang? Kau ingin mati ha? Aku bisa menjatuhkan mu dari mobil ini kalau kau mau"
"ah! Molla! " seru Sunggyu akhirnya. Mereka kemudian saling memandang kearah luar.
"sebenar nya. .sejak kapan kau mengetahui identitas ku? " tanya Sunggyu akhir nya setelah mereka terdiam beberapa lama. Woo Hyun berdehem pelan.
"saat pertama kali kerumah mu. Aku melihat mangkuk keramik tahun meiji ada di perabotan dapur mu. Apa kau gila? Benda semahal itu kau buat untuk makan ramen. "
Sunggyu nyaris terpekik geli ketika menyadari kebodohan nya.
"ya. Aku kira itu benda palsu. .jadi aku gunakan saja sebagai mangkuk ramen. " ujarnya santai, membuat Woo Hyun nyaris memukul kepala pria itu.
"lalu. .sejak kapan. .kau mengetahui identitas ku? " tanya Woo Hyun setengah berbisik.
"ehmm. .sejak masuk SMA. Saat itu aku tak sengaja mendengar mu menelpon seseorang. Sepertinya dia bos mu. "
"tunggu sebentar. .aku tak pernah menelpon bos ku kecuali aku berada. . " ucapan Woo Hyun terputus dan berganti rasa kesal yang hebat.
"jangan katakan kau mendengar ku menelpon saat aku berada dikamar ku? Dan kau sedang mncuri dirumah ku? Begitu? "
Sunggyu meringis2 ngeri melihat ekspresi Woo Hyun.
"hehe. Mian. Aku mendengar ayah mu menadah lukisan mahal, jd aku memutuskan untuk mencuri nya. dan tak sengaja melewati kamar mu dan mendengar percakapan mu. "
Wajah Woo Hyun sontak memerah.
"Kim Sunggyu. Kau dalam bahaya besar sekarang. " ucapnya berat yang disambut dengan ekspresi ngeri dari Sunggyu.
.
.
xXx
dua orang pria berpakaian serba hitam berjalan beriringan sambil mendorong sebuah Brankar mayat. Diatasnya terbaring sesosok tubuh kaku tertutup kain hitam. Pria tinggi dengan rambut pendek berwarna coklat tua itu sudah bisa dipastikan adalah Sungyeol. kepalanya yang menggunakan topi rajut nampak berbalut darah berwarna merah kehitam hitaman dan berbau amis. Sementara darah lain juga mengalir melalui luka di bahu nya. kedua pria itu mendorong brankar dengan sedikit bersiul sambil mengobrol satu sama lain. seolah tak melakukan sebuah hal yang salah.
"hei. .menurut mu apa yang dilakukan oleh orang ini hingga bos membunuh nya? " ucap pria berwajah tirus dan dingin. ada bercak putih di wajah nya. seperti luka bakar yang sudah mengelupas. Pria disamping nya menoleh. Ia membetulkan letak kacamata hitam nya.
"entahlah. Kabar yang aku dengar. Pria ini membawa sesuatu dalam tubuh nya. seperti sebuah benda yang sangat berharga. "
"menyembunyikan sesuatu didalam tubuh bukanlah pekerjaan mudah. Dan pasti mengandung resiko tinggi. Siapa pria ini? Sampai2, bos harus membayar seorang pembunuh bernama L itu. "
"entahlah. Itu bukan urusan kita. Yang pasti kita hanya bawahan yang harus melaksanakan perintah bos. "
Pria dengan luka bakar mengangguk tipis. Mereka kembali mendorong tubuh Sungyeol hingga memasuki sebuah ruangan. Didalam ruangan itu terdapat peralatan seperti dalam ruang ICU rumah sakit dan sebuah mesih pendingin.
Kedua pria itu menghentikan gerakan brankar dan mengangkat tubuh Sungyeol keatas ranjang ditengah ruangan. Setelah melakukan itu mereka bergegas keluar. Berselang beberapa saat kemudian, pintu kembali terbuka dan terlihat beberapa orang memasuki ruangan. Mereka berjumlah 5 orang dengan pakaian serba hijau dan mengenakan masker.
"persiapkan operasi nya. " ujar orang pertama yang dapat dipastikan merupakan pimpinan dari kelima orang tersebut. Keempat orang lainnya yang merupakan 2 orang laki laki dan 2 orang perempuan itu mengangguk cepat. Mereka mulai mempersiapkan alat2 untuk operasi.
"buka pakaian nya. "
Wanita yang diperintah mengangguk. Ia menggunting pakaian Sungyeol hingga tubuh pria itu terbuka. Terlihat luka berlubang dibagian bahu nya akibat peluru yang menembus nya.
"disini. Mereka menyimpan nya disini. " ucap pria pemimpin. Keempat orang lain nya memperhatikan pada garis yang ada di perut Sungyeol dan mengangguk paham. wanita dengan rambut panjang yang ditengah mengambil pisau bedah dan hendak menggores perut Sungyeol untuk membuka luka gores itu.
Tap!
Belum sempat hal itu dilakukan tiba2 tangan Sungyeol bergerak dan menangkap tangan si wanita. Membuat wanita itu terkejut dan menjatuhkan pisau nya. dengan gerakan tak terduga tangan Sungyeol menangkap pisau bedah itu dan mengayunkan nya pada paha pria disebelah nya.
Crass!
Darah membuncah dari luka yang cukup lebar itu.
"arghhhh! "
Belum habis keterkejutan mereka, Sungyeol sontak membuka matanya. Dengan gerakan melompat pria tinggi itu melompat turun dari ranjang. Bergerak seperti mamalia terluka, ia melayangkan tinju dan tendangan nya pada dua pria yang mencoba menusuk nya dengan gunting. Kedua pria itu kontan terjajar dan jatuh pingsan.
Wuss!
Sungyeol merundukkan tubuhnya dengan sigap ketika dua wanita yang sejak tadi diam memandangi pertarungan bergerak cepat dengan masing2 pisau ditangan mereka. Berkelebat cepat kearah wajah dan tubuh Sungyeol.
"ughh! Aghh! " kedua wanita itu terjajar kebelakang ketika Sungyeol tanpa ampun melayangkan pukulan keperut dan mengecoh gerakan mereka hingga kedua nya jatuh terjengkang kedepan.
"maaf. .aku tak suka melukai wanita. Tapi kalian memaksa. " desis Sungyeol ketika kedua wanita itu mengambil kuda kuda menyerang.
"jangan banyak bicara! Kali ini kami akan membuat mu mati seutuh nya! " teriak wanita dengan potongan rambut Bob dan mata bulat. Ia terlihat sangat kejam dengan suara lantang nya. wanita itu mengedipkan matanya pada rekan nya, seolah mengerti, kedua wanita itu kembali melakukan serangan mendadak dengan arah serangan yang cukup mematikan.
Brukk!
Kedua nya terjatuh dalam kondisi terjatuh ketika Sungyeol dengan santai menyemprotkan sesuatu dari botol kecil yang tiba2 ada ditangan nya.
"ah. .akhirnya semprotan bius ini berguna juga. aku harus berterimaksih pada Hoya. "
Ujar Sungyeol. setelah berkata demikian, ia mendekati pria yang sedang berusaha merangkak dengan luka lebar dipaha nya.
"aku memotong arteri mu. Kau akan kesulitan berjalan setelah ini. Mungkin juga lumpuh. " ucap Sungyeol tenang. Pria itu mendelik mendengar ucapan Sungyeol. dalam hati ia membenarkan ucapan Sungyeol.
"bagaimana bisa. .bukankah kau sudah mati? " desis pria itu. ia menyandarkan tubuh nya pada sudut ruangan. Sungyeol mendengus pelan.
"ya. Aku sudah mati. Dan sekarang sudah jadi hantu. Apa tidak boleh? "
Pria itu membeliak kesal. Kalau saja kaki nya bisa digerakkan, ia akan menyerang Sungyeol sekuat tenaga. Namun kondisi nya memaksa ia untuk tetap duduk diam.
"hei dokter gadungan. Tunjukkan pada ku dimana ruang kontrol nya? "
"cih. Aku tak akan memberitahu mu. "
"aku memaksa. " ujar Sungyeol lagi dengan nada pelan. Pria itu menunjukkan wajah beringas nya pada sikap tenang Sungyeol. ia bahkan meludah kelantai.
"mati pun aku tak akan memberitahu mu. "
Sungyeol tertawa kecil.
"baiklah kalau kau memaksa. " ucapnya. Sedetik kemudian tangan nya bergerak cepat menusuk kearah tenggorokan pria terluka itu.
"arhhhhkk! " teriak nya kesakitan. Ia hendak memaki Sungyeol, namun tak sedikit pun suara nya keluar.
"aku sudah memasukkan racun kedalam tenggorokan mu dengan jari ku. Kau akan mati dengan tenggorokan hancur beberapa menit lagi. Nikmati waktu terakhir mu. Sementara aku akan mencari dimana ruangan itu. "
Setelah berkata begitu Sungyeol menarik pakaian hijau yang digunakan pria itu. memakainya dengan santai sekaligus dengan masker nya lalu melangkah keluar dengan mulut bersiul siul.
.
.
xXx
pria dengan name tag Lee Howon itu menggigit2 kuku tangan nya. siapa pun yang melihat wajah nya akan dapat menangkap ekspresi cemas dari wajah pria yang cukup tampan itu. matanya berkali kali menatap dengan fokus pada layar komputer sejak beberapa jam lalu.
"hei. Jangan terlalu serius. Bisa2 kau pingsan didepan komputer mu. " ujar seorang pria dibelakang nya.
Tanpa menoleh pada orang tersebut Howon bahkan sudah dapat mengenali nya dengan baik.
"aku hanya cemas. Sungyeol sejak tadi belum menampakkan wujud nya. " ucap Howon sambil kembali memfokuskan matanya.
Pria berambut lebat itu mendekat pada Howon dan menepuk bahu nya.
"tenanglah. Sungyeol bukan pria selemah itu. kau bahkan tau dia sangat hebat dibanding 10 agen lain nya. " ucap pria dengan name tag Jang Dong Woo itu.
"ia hanya saja. . " Howon atau yang biasa dipanggil Hoya itu menghentikan kalimat nya. matanya melihat pada pria tampan dengan wajah cemas yang sedang berlari lari menuju mereka.
"bagaimana? Apakah sudah ada pergerakan dari Yeollie? " tanya pria yang ternyata Kim Myung Soo itu.
Hoya menggelengkan kepala nya.
"mungkin dia ketauan dan mereka membunuh nya. " ucap Dong Woo menimpali. Namun ia harus membayar kalimat iseng nya dengan jitakan mesra yang ia terima dari Myung Soo.
"signal terdeteksi! " seru Hoya semangat. Kedua pria dibelakang nya menoleh pada layar komputer dan melihat sebuah titik merah bergerak perlahan disana.
"yes! Sudah kuduga dia akan berhasil. " ujar Myung Soo.
"oh. Dia menyambungkan ke portal dan menghubungi ke markas. " ucap Hoya lagi. Sesaat kemudian ia tersenyum miris dan menyerahkan earphone nya pada myung Soo.
"ini untuk mu. . " lirih nya. Myung Soo dengan semangat menyambut earphone itu dan memakai nya dengan segera.
"yeollie. .kau ba. . "
"HYAAA! KIM MYUNG SOO! MENGAPA KAU MENEMBAK BAHU KU! APA KAU GILAA! KAU INGIN AKU MATI HA! "
"mian mian. .mianhae. .aku tak sengaja. Kau tiba2 berteriak dan melompat kearah ku. Aku jadi kaget dan tak sengaja menekan pelatuk nya. " ujar Myung Soo gugup dengan nada menyesal.
"HYAAA! KIM MYUNG SOO PAYAH! LIHAT SAJA! AKU AKAN MEMUKUL KEPALA MU SAMPAI 100 KALI SAAT AKU KEMBALI! DAN JANGAN HARAP KAU DAPAT JATAH MAKAN MALAM! "
"mian sayang. .jangan marah. Aku akan memijat kaki mu sampai rumah. Oke oke? Atau. Aku akan membelikan sepatu yang kau lihat kemarin. Jebal. Maafkan aku. " ucap Myung Soo memelas. Dong Woo dan Hoya nyaris memuntahkan isi perut mereka melihat adegan itu. Myung Soo merupakan agen nomor satu mereka dan terkenal karena sikap dingin dan kegalakan nya. pria itu bahkan beberapa kali memasuki sarang teroris di taliban dan afghanistan tanpa gentar sedikitpun dan kembali dengan selamat. Ia juga pernah menggagal kan rencana peledakan namsan tower oleh pria tua yang gila karena anak nya bunuh diri disana. Namun pria yang dikenal kejam dan galak itu akan luluh dan terlihat bodoh jika sudah berurusan dengan kekasih nya Lee Sungyeol. seorang agen intelegensi yang berada diurutan kedua setelah Myung Soo. Meskipun soal kemampuan, Myung Soo dua kali lipat dibandingkan Sungyeol. perbedaan mereka adalah, Sungyeol sangat ramah pada siapapun dan sangat cerewet pada Myung Soo. Ia bahkan berani menjewer telinga Myung Soo didepan umum. Orang2 di markas menyebutnya ibu malaikat maut.
"call! Aku mau dua pasang. Yang biru dan hitam. Juga sebuah ponsel baru. Aku menjatuhkan nya saat kau membius ku kemarin. "
"baiklah sayang. Sekarang, berhati hati lah disana. Nde. .aku mencintai mu musang kecil. "
Hoya menarik tempat sampah dan muntah dengan segera. Sementara Dong Woo berlari mencari toilet.
"pandu dia dengan baik. Jika dia gagal karena kesalahan instruksi mu. Aku akan mematahkan pergelangan tangan dan memastikan wajah mu harus operasi plastik. Kau mengerti? " ujar Myung Soo dingin, berubah 180 derajat dari beberapa detik lalu. Hoya menerima earphone yang diangsurkan Myung Soo dengan ekspresi merinding.
Myung Soo kemudian melangkah pergi dengan riang serta menyanyikan lagu2 kesukaan Sungyeol yang sontak membuat semua mata mendelik tak percaya pada nya dan kembali sibuk mencari tempat sampah masing masing.
.
.
xXx
.
.
Sunggyu berseru senang ketika melihat ibu nya duduk di sofa dan dalam kondisi baik baik saja. wanita paruh baya itu juga sama senang nya dengan anak tunggal nya itu. ia menyambut Sunggyu dengan memeluk nya dengan erat.
"aigooo. .anak ku sudah datang. Kau baik2 saja? " tanya Nyonya Kim cemas. Ia membolak balik kan tubuh Sunggyu dengan khawatir.
"eomma. .aku baik2 saja. " jawab Sunggyu menenangkan ibu nya.
"syukurlah. .eomma cemas sekali. Takut sesuatu yang buruk terjadi pada mu. "
Sunggyu menarik tangan ibu nya untuk duduk kesebuah sofa.
"eomma. Sebenar nya apa yang terjadi? Mengapa eomma disini? Ini rumah siapa? " cecar Sunggyu tak sabaran. Nyonya Kim menarik nafas nya.
"saat pulang dari pasar, dua org pria menarik eomma dengan tiba2. Untung saat itu tuan muda Woo Hyun datang, dan das das, eomma tak menyangka dia sehebat itu sampai bisa mengalahkan mereka dalam sekali pukul. " Nyonya Kim menjelaskan dengan semangat apa yang terjadi pada nya. seolah lupa nyawa nya sedang dalam bahaya beberapa waktu lalu.
"lalu. .apakah dia mengatakan mengapa mereka menghancurkan rumah kita hingga menjadi abu? "
Nyonya Kim mendekap mulutnya. Wanita itu merasa syok mendengar apa yang diucapkan anak nya itu.
"rumah kita hancur? Dasar penjahat kurang ajar. Aigoo. .dimana kita akan tinggal sekarang? "
"kalian bisa tinggal dirumah ini. . "
Ibu dan anak itu menoleh pada suara yang berasal dari belakang mereka. Nam Woo Hyun.
"maaf, aku tak punya banyak yang bisa ku sajikan. . " ucap Woo Hyun lagi sambil meletakkan nampan yang dibawa nya.
"terimakasih tuan Muda. " jawab Nyonya Kim dengan sopan. Sementara Sunggyu hanya melirik sedikit dan mengambil jus jeruk diatas nampan. Ia meminum nya dalam sekali teguk.
"jelaskan pada ku sekarang Nam Mesum. Apa yang sebenar nya terjadi? "
Woo Hyun mengerucutkan bibirnya mendengar julukan baru dari Sunggyu untuk nya. meski begitu ia tetap mengambil posisi duduk didepan kedua orang itu.
"sebelumnya. .Gyu. apa misi mu? Mengapa kau ada di sekolah itu? bukankah sebelumnya kau sekolah di Art School international? "
"he. Mengapa kau bisa tau? Jangan katakan selama ini kau memata matai ku? Hemh? "
Woo Hyun menepuk dahinya sendiri menyadari kesalahan nya.
"astaga. Jadi benar? Aish. Aku jadi benar2 yakin kalau kau serius menyukai ku. "
"lupakan soal itu. katakan pada ku. Apa sebenar nya misi mu? "
Sunggyu menatap ibunya yang kemudian mengangguk pelan.
"misi ku adalah mencuri sesuatu dari mu. Nam Woo Hyun. " ucap Sunggyu dengan nada serius.
Woo Hyun menaikkan alis nya.
"mencuri? Mencuri apa? "
"Chrystal Heart. "
Woo Hyun mengerjapkan matanya tak percaya dengan ucapan Sunggyu. Tanpa terduga ia menarik pistol dibalik pinggang nya dan menodongkan nya pada Sunggyu. Tepat pada saat itu Nyonya Kim berkelebat cepat mengarahkan kakinya ke pergelangan tangan Woo Hyun hingga pistol itu terjatuh. Sesaat Woo Hyun terkejut dengan apa yang dilakukan wanita paruh baya itu. hal itu menguntungkan Sunggyu yang dengan cepat menangkap pistol itu dan mengarahkan nya tepat didepan kepala Woo Hyun.
"kalian bukan pencuri biasa. Siapa kalian sebenar nya.? "
Dengan malas Sunggyu mengeluarkan sebuah logo yang ada didalam dompet nya.
"Harimao? "
"kami bukan anggota resmi. Kami hanya diminta melakukan tugas ini dengan imbalan kejahatan kami akan dihapus kalau kami berhasil. " Nyonya Kim menimpali.
Woo Hyun menghela nafas nya. ia tidak heran jika nama Harimao dibalik kedua orang itu. Harimao adalah kelompok rahasia bentukan president korea yang bergerak secara sembunyi2 dan sangat rahasia. Mereka jarang terlihat dan bergerak dibalik bayang2. Dan menggunakan tangan orang lain dengan imbalan serupa adalah kebiasaan kelompok itu.
"jangan salah sangka. Mereka menggunakan ku karena kebetulan aku mengenal mu dengan baik. "
"aku mengerti. Baiklah. Mari kita bicarakan ini baik2. " ucap Woo Hyun. Sunggyu mengangguk tipis. Ia menurunkan pistol nya dan mengambil posisi duduk dengan nyaman.
"baiklah. .apa kau dimana Chrystal Heart berada? "
Sunggyu tersenyum tipis.
.
.
xXx
.
.
"aku sudah di ruang kontrol. .lalu selanjut nya apa? "
"sambungkan aku dengan server mereka. Selanjutnya aku yang akan mengurus nya. "
Sungyeol mengangguk kan kepala nya. ia mengutak atik komputer didepan nya untuk beberapa saat.
"oke. Selanjutnya aku serahkan pada mu. "
"oke. Berhati hati lah keluar dari sana. Meskipun penjagaan didalam sudah kau atasi, penjagaan diluar masih cukup berbahaya. Myung Soo sudah disana menjemput mu. "
"Call! Oia sampaikan pada Dong Woo dia harus menepati janjinya membelikan ku ramyeon. "
"ck. Kalian ini, selalu bertaruh seperti anak kecil. Arasseo arasseo. Aku akan sampaikan pada nya. sebaiknya keluar sekarang. dan pastikan kau selamat. "
"nde. Dasar ibu tiri. " balas Sungyeol sambil melangkah keluar. Ia melihat tubuh2 yang berserakan dilantai. Setelah termangu sesaat Sungyeol kemudian mendekati salah satu pria yang pingsan yang mengenakan pakaian serba hitam itu. Sungyeol melucuti nya dan memakai pakaian itu untuk nya. topi rajutnya ia turunkan sedikit sebelum kemudian melangkah keluar dengan tenang.
.
.
"kau sudah menemukan nya? baiklah, perintahkan unit 2 untuk bergerak kesana. Kami akan kencan sejenak. " ucap Myung Soo santai tanpa mengetahui diseberang sana Hoya dan operator lain nya sudah sibuk memegang kantung plastik.
"baiklah. Lanjutkan pekerjaan kalian semua dasar kambing2 tua. jangan sampai ada kesalahan atau kalian akan tau akibat nya. mengerti? "
"nde. . " terdengar 10 suara ditelinga Myung Soo membuat pria itu nyaris menjatuhkan ear phone nya.
"APA KALIAN SUDAH GILA!? "
Tak!
"apa yang. .! Yeollie? " Myung Soo mengatupkan mulutnya ketika melihat Sungyeol tiba2 sudah ada disebelah nya dan memukul kepala nya dengan keras.
"wae? kau ingin memarahi ku? " ujar Sungyeol dengan pandangan membunuh andalan nya. Myung Soo beringsut dari duduk nya.
"ah. Ani. Mian mian. Aku kira bajingan mana yang memukul ku. Ternyata kau. . "
"jadi kau menganggapku bajingan? "
"ah. Ani. Aku hanya. .arhhhh! ampun yeollie ampunn. . "
Teriakan demi teriakan terdengar dari mulut Myung Soo ketika Sungyeol dengan gencar menjewer telinga nya dan memukuli tubuh nya. teriakan nya sangat jelas terdengar di markas pusat membuat seluruh operator nyaris mati tertawa. Bahkan Hoya dengan jahil nya menyambungkan nya ke speaker dan seluruh ruangan bisa mendengar teriakan Myung Soo. Hal itu adalah hiburan yang sangat menyenangkan bagi mereka.
.
.
Hoya nyaris tak bisa menahan tawa nya ketika melihat Myung Soo mengekori Sungyeol dari belakang dengan langkah beraturan menuju ruang perawatan. Seperti anak itik mengikuti induk nya. siapapun akan tertawa melihat penampilan Myung Soo yang absurd. Jas nya awut2an sementara rambutnya yang rapi sekarang seperti habis terserang topan. Semua yang ada diruangan berusaha sekeras mungkin menahan tawa mereka apalagi dengan tatapan mengerikan dari Myung Soo.
"ah. Ini karena mu. Lihat ini. Bahu ku jadi berlubang. Aku tak seksi lagi. Ck. Mengapa aku selalu bernasib sial. " ujar Sungyeol dengan nada menggerutu ketika mereka sudah masuk kedalam. Sementara Myung Soo hanya bersungut2 lirih takut Sungyeol akan memukul nya lagi.
Sekesal2nya Sungyeol, namun ketika melihat wajah muram Myung Soo ia sama sekali tak bisa menahan rasa sesal nya.
"hei. Myungie. .aku tak apa. Jangan berwajah sedih seperti itu. kau terlihat jelek. "
"mianhae. .aku memang bodoh sampai melukai mu seperti ini? "
Sungyeol tersenyum kecil. Ia menarik tubuh Myung Soo dan memeluk nya dengan erat.
"gwenchana. Tak ada yang lebih menyakitkan dibanding melihat mu muram seperti ini. Lagipula sebentar lagi dokter akan datang dan menambal luka ku dengan pengobatan laser. Jadi jangan terlalu mengkhawatirkan ku. "
Myung Soo mengangguk pelan. Ia menyusupkan kepala nya pada pundak Sungyeol. mencoba mencari ketenangan dari ucapan pria tinggi itu.
"aku menyayangi mu Myungie. .sangat menyayangi mu. . "
.
.
xXx
.
.
"bukankah kau sudah tau jawaban nya? lalu mengapa bertanya pada ku? "
Woo Hyun menghela nafas nya.
"benda itu ada disebuah tempat rahasia yang disebut pandora. Tak ada satu orang pun yang tau dimana benda itu berada, kecuali satu orang. . "
"pimpinan Black Mansion. .organisasi misterius yang selama 10 tahun ini beraksi tanpa satupun organisasi pemerintah yang bisa mengungkap jati diri pimpinan mereka. "
Woo Hyun mengangguki kalimat Sunggyu.
"namun beberapa tahun ini beredar kabar kalau pemimpin mereka juga tak mengetahui keberadaan kotak itu. .karena mereka kehilangan peta nya. "
"peta? "
"ya. Chrystal Heart adalah permata paling berharga didunia. Nilai nya bahkan mampu membeli sebuah negara dengan seluruh penghuni nya. "
Sunggyu dan Nyonya Kim menelan liur mereka mendengar nilai se fantastis itu. jumlah yang sama sekali tak pernah mereka bayangkan.
"namun benda itu juga memiliki fungsi lain. ia juga memiliki inti yang dapat menjadi sumber daya seperti baterai. Jika dipasangkan dengan alat yang tepat, ia bisa menyerap tenaga matahari dan dapat mengalirkan nya untuk menerangi satu kota besar. Itu sumber daya yang sangat hebat. "
"lalu. .apa kau tau siapa yang memegang peta itu? " tanya Sunggyu lagi. Woo Hyun mendelik pada nya hingga membuat Sunggyu beringsut tak nyaman.
"jangan mengira aku terlalu bodoh untuk tak tau apa yang ada dikepala mu Sunggyu. Sudah pasti kau mengetahui nya bukan? Dimana peta itu. "
Sunggyu mengerucutkan bibirnya.
"ya. Lee Sungyeol. makanya kau mendekati pria itu bukan? Sekaligus melecehkan nya. " ujar Sunggyu dibarengi nada jijik.
"apa kau kira aku sebejat itu? aku hanya ingin membuka baju nya agar aku bisa menempelkan pemancar yang aku pegang. "
"sekaligus menempelkan benda lain juga. " potong Nyonya Kim yang disambut tawa geli Sunggyu.
"arghh! Dasar ibu dan anak sama gila nya. "
"kau tak perlu melakukan itu. aku sudah mengecek nya. peta itu. ada padanya. Tepat nya pada bagian perut nya. "
"mwo? Bagaimana kau bisa tau? " sergah Woo Hyun. Sunggyu menyeringai senang.
"aku memasang penyadap pada bagian bawah ranjang nya saat aku menginap disana. Aku mendengar mereka melakukan operasi kecil dan memasuk kan sesuatu pada perut nya. "
"ya. dan kami juga memasang penyadap yang lebih canggih pada kalian berdua. "
Woo Hyun dan Sunggyu serta nyonya Kim sontak beralih kearah pintu. Mereka bertiga terperanjat ketika melihat Myung Soo dan Sungyeol sudah berdiri disana tanpa mereka sadari. Myung Soo sedang memegang tempat gitar yang tertutup rapat.
"bagaimana bisa. .? " desis Woo Hyun.
"Woo. katakan padaku sekarang. .darimana kau mengetahui nyawa kami terancam? " bisik Sunggyu. Woo hyun seolah tersadar dengan kecerobohan nya sendiri.
"aku mendapat informasi dari pusat kalau. .jadi itu perbuatan kalian? " tanya Woo Hyun nyaris tak percaya. Myung Soo mengangguk.
"itu ulah operator kami. Kami hanya memberitahu bahwa nyawa kalian dalam bahaya. Kemudian ia memberi tahu kalian. "
Sungyeol melangkah mendekati ketiga orang itu. ia mengambil posisi duduk dengan santai didepan ketiga orang tersebut.
"wae? mengapa kau duduk disitu saja. sini duduk didekat ku. " Myung Soo mengangguk riang. Ia seperti anak kecil yang melihat ibunya tiba2 mengeluarkan permen dari balik kantung nya.
"sebenar nya. .kalian berdua ini siapa? " Sunggyu mendahului.
"menjelaskan hal itu sangat gampang. Hanya saja. kami kesini bukan untuk berbincang2. Kami hanya memerlukan sedikit bantuan. " ucap Sungyeol dengan nada serius. Sementara Myung Soo hanya tertawa kecil disamping nya, membuat ketiga orang didepan mereka merengut heran.
"bantuan? Bantuan apa? " tanya Nyonya Kim.
"dalam 3 detik sebaiknya kalian merunduk dan kalian akan mengerti. "
Kalimat Sungyeol yang terlalu tenang membuat ketiga pria itu saling pandang dengan cemas.
"satu. . "
Sunggyu merenggangkan kaki nya. bersiap melepas tendangan kearah Myung Soo atau Sungyeol.
"dua. . "
Nyonya Kim meraba pisau yang tersembunyi dibalik kaus kaki nya dengan posisi bersiap.
"tiga. . "
Woo Hyun berteriak nyaring. Ia sudah mendahului sungyeol dan Myung Soo yang bergerak merunduk dan berguling kedepan. Tangan nya menarik kerah baju Sunggyu yang masih termangu dengan kondisi itu.
Blaaammmm!
Pintu depan hancur menjadi sebuah lubang besar. Dan sedetik kemudian puluhan peluru melesat kedalam ruangan. Membuat ke 5 orang yang ada didalam nya mati2an bergerak menghindar dibalik sofa.
"Myungiee! Sekarang! " teriak Sungyeol. Myung Soo yang paham teriakan itu menarik tempat gitar yang sejak tadi ia pegang. Ketika dibuka mata Nyonya Kim membeliak karena takjub. Didalam nya terdapat Bazoka ukuran jumbo yang biasa digunakan saat perang dunia kedua.
Clak!
Myung Soo berdiri dengan tenang nya sambil menenteng senjata itu dibahu nya.
"sampai jumpa lagi. . " desis nya. sesaat kemudian sebuah misil melesat dengan cepat kearah luar. Beberapa orang terdengar berteriak riuh sebelum letusan besar terdengar memekak kan telinga. Kemudian hening melingkupi ruangan itu.
"ap-apa. .apa yang sebenar nya sedang terjadi? " ujar Sunggyu dengan panik.
"jjajangg! Kita berhasil! Oyeah! " seru sungyeol dengan senang nya. sesaat kemudian ia memeluk Myung Soo dan mereka berdua menari2 seperti anak kecil seolah tak perduli dengan rasa syok yang dialami oleh ketiga orang lain nya yang masih memegangi kepala mereka dilantai dan melupakan mereka sudah membuat malam yang bisu menjadi riuh dengan teriakan2 panik para tetangga serta sirene polisi yang terdengar dikejauhan.
.
.
TBC-
Huahaha! Maaf kalau ceritanya malah jadi ngawur gini :v
Maklumlah author nya rada error -_- :D kalau readers kagak suka sama alur nya silahkan layangkan protes kalian, author akan dengan senang hati berusaha menyajikan nya dengan lebih baik lagi.
Akhir kata sampai jumpa di chapter depan. ^_^
