Happenstance
Cast
~ Byun Baekhyun
~ Park Chanyeol
~ Kwon Liu
~ Kwon Ailaa
~ and other
A/N : Author berusaha agar bisa post lebih cepat. Jadi maaf kalau hasilnya mungkin-sangat-tidak memuaskan.. :'(
Dan untuk Neli Amelia, mianhae mungkin permintaannya belum bisa dituruti untuk chap ini. Maybe next chap. I promise.. ^^
Previous Chapter
.
.
"Ailaa alergi kacang. Sedangkan Liu alergi seafood."
"Mereka tidak suka hewan melata. Mereka juga tidak suka rumah sakit."
"Lalu?"
"Ini yang terpenting.." Sungjong berubah lebih serius.
"Apa itu?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Liu mengidap Bipolar Disorder. Sedangkan Ailaa menderita Cloustrophobia." Jelas Sungyeol.
"Bipolar?"
.
.Chapter 2.
.
"Bipolar?" Ulang Baekhyun kaget.
"Hanya muncul saat pergantian musim gugur ke musim dingin. Dia akan sangat unmood saat itu. Jadi jangan pernah jauhkan Ailaa darinya, karena adiknya itu adalah obat yang paling mujarab agar dia lebih normal." Terang Sungjong.
"Berapa lama biasanya Liu unmood?" Tanya Baekhyun.
"Tidak lama." Sungyeol tersenyum.
"Mungkin 2 sampai 6 minggu." Lanjut Sungjong.
"Itu cukup lama.." Komentar Baekhyun.
"Baiklah. Besok kami akan mengenalkanmu pada mereka." Kata Sungjong.
"Selama kau bekerja, kau akan diwajibkan untuk menemani mereka 24 jam. Itu artinya kau harus tinggal disana." Lanjut Sungyeol.
"Baiklah, tidak masalah. Besok aku akan kesana. Tolong kirimkan alamat mereka." Kata Baekhyun.
"Baiklah, nanti akan kukirimkan. Maaf Baek, kami harus pergi. Ada sedikit urusan dengan dosen pembimbing kami." Sesal Sungyeol.
"Baiklah. Terima kasih atas bantuan kalian. Sampai bertemu besok." Baekhyun tersenyum manis.
"Sampai jumpa, Baek. Sampai bertemu besok." Pamit Sungjong dan Sungyeol.
'Sepertinya ini akan mudah'
.
.
.
"Sungjong-ah.."
"Oh? Baek? Kau sudah datang. Sungyeol sedang bersama anak-anak di dapur. Mungkin membuat kudapan untuk nonton film." Sungjong tersenyum.
Mereka berdua memasuki rumah bergaya yunani itu. Rumah itu sepertinya terlalu luas untuk ditempati 4 orang saja. Walau terlihat sederhana, desain rumah itu tetap tidak jauh dari kesan mewah. Berbeda dengan bagian luar rumah yang dominan bercat cream-putih-coklat muda, bagian dalam rumah itu terlihat sangat cerah, karena nyaris seluruh bagian samping kanan dan kiri rumah berdindingkan kaca. Memperlihatkan taman bunga di sekeliling rumah. Membuat rumah itu berkesan terang dan 'terbuka'.
"Girls.. Tamu kita sudah datang.." Teriak Sungjong.
Keributan di dapur mendadak berhenti. Beberapa saat kemudian, Sungyeol keluar dari dapur dengan mengenakan celemek berwarna biru muda. Tapi bukan itu yang membuat perhatian Baekhyun terpusat.
Melainkan dua gadis yang mengekor di belakang Sungyeol.
Yang berambut almond tampak mencengkram kaos bagian lengan yang Sungyeol kenakan. Mungkin ia tidak tebiasa dengan adanya orang baru. Sedangkan yang berambut lebih terang tampak menggenggam erat lengan kakaknya, sambil menyembunyikan tubuh mungilnya dibelakan tubuh tinggi Sungyeol.
"Eh? Ada apa ini? Kenapa kalian takut-takut begitu? Kak Baekhyun ini baik kok.." Bujuk Sungjong.
Gadis bersurai almond itu mengangkat wajahnya yang tertunduk. Menatap Baekhyun untuk yang pertama kalinya. Baekhyun terpana melihat mata hijaunya yang jernih. Mencoba memberi kesan yang baik, Baekhyun tersenyum lembut.
'Sepertinya aku pernah melihat orang dia.. Tapi dimana?'
Gadis itu tampak berkedip beberapa kali. Sedetik kemudia ia membisikkan sesuatu pada adiknya. Entah apa yang dikatakannya, namun gadis bersurai blonde itu tampak segera mengangkat wajahnya dan menatap Baekhyun penasaran. Menampakkan mata biru sebening kristal miliknya.
Liu, yang bermata hijau, tampak membuka bibirnya, sejurus kemudia terdengar suara lembut mengalun dari bibirnya.
"Kak Baekhyun ini, cantik sekali.. Apakah dia wanita?"
Dan Baekhyun menjatuhkan rahangnya...
.
.
.
"Kalian sudah membereskan kekacauan di dapur?" Tanya Sungjong saat melihat Sungyeol dan si kembar kembali dari dapur.
"Tentu saja sudah." Kata Ailaa riang.
"Baiklah. Kemari. Aku ingin memberi pelukan pada kalian." Titah Sungjong.
Tanpa dikomando dua kali, mereka langsung menghambur kepelukan Sungjong. Membuat yang lebih tua terkekeh geli melihat tingkah gadis-gadisnya.
"Bukankah mereka sangat manis?" Sungyeol menyenggol lengan Baekhyun yang tersenyum melihat tingkah dua gadis itu.
"Ya.. Mereka manis sekali." Baekhyun kelihatan setuju dengan apa yang dikatakan Sungyeol.
"Kak Yeollie.." Liu tiba-tiba duduk disamping Sungyeol. Membuat kedua pemuda yang tadinya bercakap-cakap, sedikit kaget.
"Sweetheart? Ada apa?" Tanya Sungyeol sambil membelai surai almond Liu.
"Kak Baekhyun ini, apakah kalian berteman baik? Kenapa kak Yeollie dan kak Sungjongie mengundang kak Baekhyun kemari?" Tanya Liu penasaran.
"Iya, tumben sekali.." Sahut Ailaa yang tampak nyaman bersandar pada Sungjong.
"Tanyakan sendiri saja pada kak Baekhyun." Gemas Sungjong sambil mencubit kecil pipi Ailaa.
"Uhmm.. Liu, tanyakan pada kak Baekhyun!" Ailaa mengarahkan telunjuknya pada Liu. Bukanya tampak bossy, ia malah terlihat lucu.
"KENAPA AKU?!" Liu tampak tidak terima.
"Ssstttt.. Liu, jangan berteriak pada Ailaa. Itu tidak baik, sweetheart.." Nasihat Sungyeol sambil menepuk-nepuk kecil kepala Liu.
"Tapi dia menyebalkan. Dasar kelinci!" Ledek Liu.
"Kelinci lebih baik dari kucing. Dasar kucing!" Ailaa malah ikut meledek Liu.
"Kelinci jelek!"
"Kucing galak!"
"Bayi gurita!"
"Rusa licik!"
"Singa betina!"
"Kijang bantet!"
"Dasar bekicot!"
"AKU BUKAN BEKICOT! DASAR SIPUT!"
"GIRLS! HENTIKAN?!"
Sungjong memijit pelan keningnya, sedangkan Sungyeol sudah berdiri sambil berkacak pinggang.
"Kalian berdua." Sungyeol mengarahkan telunjuknya pada kedua gadis dengan tinggi kurang dari 120 cm itu. "Segera minta maaf."
"Maafkan kami, kak Sungjong. Maafkan kami, kak Sungyeol. Maafkan kami juga, kak Baekhyun." Kompak dua gadis berwajah nyaris sama itu.
"Sekarang segera berbaikan!" Titah Sungjong.
Dua gadis itu tampak bertatapan sengit. Tapi tetap saja menimbulkan kesan lucu. Keduanya kemudian dengan kompak menyilangkan kedua tangan mereka serta menggeleng kuat-kuat.
"TIDAK MAU!" Seru mereka kompak.
"Berbaikan, atau tidak ada pudding labu dan Ice cream untuk makan malam." Ancam Sungyeol.
"Ugghhh..." Keluh dua gadis itu.
"Baiklah.." Gumam Liu.
Gadis itu berjalan menuju sofa yang diduduki oleh adiknya. Ia segera mendudukkan tubuhnya disamping adiknya. Membuat sofa yang seharusnya diduduki olah 2 orang itu terisi oleh 3 orang. Liu memeluk tubuh Ailaa dari samping, yang segera dibalas serupa oleh Ailaa.
"Ailaa maafkan aku." Gumam Liu. Mata hijaunya tampak sedikit berkaca-kaca.
"Aku juga minta maaf. Seharusnya aku tidak memerintah Liu seperti itu." Ailaa tersenyum menyesal.
"Kita tetap satu kan?" Tanya Liu.
"Tentu saja..." Sahut Ailaa.
"Kalian manis sekali. Aku jadi terharu.." Puji Baekhyun pada dua gadis muda itu.
"Terima kasih kak Baekhyun.." Sahut mereka kompak. "Dan maaf sudah mengira kau sebagai wanita. Hihihi.." Kekeh Liu.
"Uhm. Habis, kak Baekhyun sangat cantik. Kami saja, mungkin kalah.." Imbuh Ailaa.
"Kumohon, jangan gunakan kata 'cantik'. Harga diriku sebagai pria, rasanya sudah hilang." Gerutu Baekhyun, membuat seisi ruangan itu tertawa mendengarnya.
"Baiklah.." Ailaa menyatukan ibu jari dan telunjuknya, membentuk lambang OK.
"Sekali lagi maafkan kami ya.." Liu tertawa kecil sambil mengedipkan sebelah matanya.
'Sungjong dan Sungyeol benar. Walau mereka sedikit menyebalkan, tapi mereka sangat manis. Bahkan rasanya mudah sekali untuk menyayangi dua gadis ini.'
.
.
.
"Girls... Ayo turun... Makan malam sudah siap..."
Mungkin dirumah ini, yang bertugas untuk berteriak-teriak adalah Sungjong.
"Baiklaaahhhh..." Balas si kembar dengan aksen yang lucu.
"Apa menu malam ini, chef?" Tanya Ailaa sambil tertawa kecil.
"Tadaaa... Silahkan menikmati, tuan puteri..." Sungyeol tertawa mengikuti tingkah absurd si kembar.
"Pelayan.. Tolong ambilkan aku ayam." Perintah Liu sambil terkikik.
"Ah, jangan lupa berikan extra wortel pada supku." Ailaa juga ikut memerintah dengan aksen bangsawan yang dibuat-buat. Membuat semua orang diruangan itu tertawa tanpa bisa ditahan.
"Sudah.. Mari kita makan.." Ajak Baekhyun.
Mereka makan dengan cukup tenang. Membicarakan hal-hal remeh dan lucu, serta saling melempar beberapa lelucon. Sepertinya malam ini adalah malam yang menyenangkan untuk mereka semua.
"Dessert sudah siap..."
Baekhyun, Sungyeol, dan Baekhyun tampak membawa nampan berisi puding dan Ice cream. Kedatangan mereka disambut pekikan riang si kembar.
"Ice cream. Ice cream. Ice cream." Ailaa dan Liu bernyanyi dengan nada yang aneh namun terdengar lucu, membuat suasana di ruang makan makin ceria.
"Coklat untuk Ailaa, dan Stroberi untuk Liu." Baekhyun membagikan ice cream kepada dua gadis muda itu.
"Hmm.. Rasanya seperti coklat. Aku suka." Kata Ailaa sambil menggigit ujung sendok yang ia pegang.
"Itu memang rasa coklat, sayang. Tentu saja rasanya seperti coklat." Sungjong mencubit hidung Ailaa gemas.
"Tapi, bagaimana kak Baekhyun tahu kalau aku suka rasa stroberi sedangkan Ailaa suka coklat? Bukankah kita baru saja bertemu?" Tanya Liu heran, ia menggigiti ujung sendok ice cream miliknya.
"Eh? Itu..." Baekhyun terlihat bingung. Pasalnya, dua pemuda didepannya belum memberitahukan bahwa sebenarnya Baekhyun akan menggantikan tugas mereka. Entah apa respon si kembar nanti. Hanya Tuhan yang tahu.
"Ah.. Tadi kak Yeollie memberitahu Kak Baekhyun saat kita di dapur." Sahut Sungjong cepat.
"Ahaha.. Itu benar." Sungyeol tertawa hambar.
"Oh.." Ailaa tampak tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu. Tapi Liu tetap memandang mereka bertiga, curiga.
"Kalian aneh." Komentar Liu. Ia meniup poninya gusar. Lalu melanjutkan acara makan ice creamnya.
'Aku tahu ada yang tidak beres disini. Tapi apa? Mereka sedikit mencurigakan. Kenapa Ailaa tampak tenang sekali? Dasar tidak peka. Ailaa harus segera tahu hal ini.'
.
.
.
"Kak Yeollie? Kak Jongie? Kak Baekhyun?" Liu menatap sekeliling ruang bawah pagi itu. Mencari 3 pemuda yang lebih tua darinya.
"Ahh.. Mungkin di dapur, Liu. Ayo.." Ajak Ailaa.
Mereka berdua segera menuruni tangga dan merjalan melewati ruang tengah serta ruang makan, mencoba mencari pemuda-pemuda itu di dapur.
"Kaakkk.." Panggil mereka.
Benar saja. 3 pemuda dengat tinggi badan yang berbeda itu tampak mengobrol sambil membuat sarapan.
"Hai girls.. Sudah mandi? Kalian tampak cantik sekali pagi ini." Puji Sungyeol.
Liu tersenyum manis sedangkan Ailaa tertawa kecil karena pujian Sungyeol. Mereka pagi ini memang tampak cantik menggenakan dress selutut. Liu mengekan dress putih dengan aksen bunga-bunga kecil dan pita hitam, sedangkan Ailaa menggunakan dress hitam dengan aksen bunga-bunga kecil dan pita putih.
"Terima kasih. Apa sarapan pagi ini?" Tanya Ailaa.
"Pagi ini bukan kami yang membuat sarapan." Sungjong mengedipkan sebelah matanya.
"Kak Baekhyun yang membuatnya." Lanjut Sungyeol.
"Kalian sudah makan?" Tanya Liu sambil meminum susu stroberinya.
"Sudah. Kalian mandi terlalu lama. Sedangkan kak Yeollie sudah terlalu lapar. Jadi kami makan duluan." Terang Sungjong.
"Ohh.. Jadi, chef Baekhyun, apa menu pagi ini?" Tanya Ailaa sambil meletakkan gelas berisi susu coklat miliknya.
"Aku membuatkan pancake madu untuk Ailaa, dan waffle dengan sirup mapple untuk Liu." Baekhyun meletakkan masing-masing satu piring didepan dua gadis itu.
Mereka berdua makan dengan tenang. Mungkin karena sudah lapar. Sedangkan Sungjong dan Sungyeol berpamitan untuk bicara berdua sebentar di dapur.
"Jadi, bagaimana rasanya?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Ini enak." Puji Ailaa. Ia mengacungkan dua ibu jarinya pada Baekhyun. Membuat pemuda bersurai magenta itu tersenyum.
"Kalian suka sarapan kalian?" Tanya Sungjong yang baru saja kembali dari dapur.
"Yepp.. Harus kuakui, waffle buatan kak Hyunnie, lebih enak dari buatan kak Jongie." Ungkap Liu. Ia ikut mengacungkan dua ibu jarinya pada Baekhyun.
"Terima kasih." Baekhyun tersenyum manis.
"Ada satu hal yang ingin kami beritahukan kepada kalian." Sungyeol berkata serius.
"Apa itu?" Tanya Ailaa.
"Sebenarnya kami mendapat beasiswa untuk berkuliah di Jepang selama 2 tahun." Terang Sungyeol.
"Itu bagus. Kalian harus menerimanya." Dukung Liu.
"Kami memang sudah menerimanya. Dan sudah mengurus segala sesuatunya." Lanjut Sungyeol.
"Kalian pasti bercanda?! Kalian akan berangkat secepatnya?!" Tanya Ailaa kaget.
Liu mencoba menekan emosinya. "Kapan kalian berangkat?"
"Lusa. Penerbangan Sore." Jawab Sungjong.
"Selain itu, Baekhyun akan mengambil alih pekerjaan kami untuk menjaga kalian." Lanjut Sungjong.
"Semudah itu?" Tanya Liu datar.
"Bukankah kalian berjanji, tidak akan melepaskan kami pada orang lain sebelum kami yang meminta?!" Ailaa menaikkan nada bicaranya.
"Tapi kami..."
"Dari awal kedatangan Kak Baekhyun, aku sudah tahu ada yang tidak beres. Ternyata ini maksud kalian. Baiklah kalau begitu. Aku minta kalian untuk pergi. Kalian boleh pergi. Kak Baekhyun boleh menggantikan kalian untuk merawat kami."
"LIU?!" Teriak Ailaa.
"Sadarlah Ailaa. Tidak selamanya mereka merawat kita. Toh kita juga tidak pernah hidup dengan orang tua kita. Jadi semuanya sama saja kan?" Ucap Liu dengan nada yang datar.
"Tapi Liu.."
"Sudahlah Ailaa. Ayo kita ke kamar. Aku lelah." Liu begegas meninggalkan ruang makan. Ailaa tampak mengekor dibelakangnya dengan sedikit linglung.
"Liu, Ailaa.."
Liu segera berbalik dan menggenggam tangan Ailaa, menuntun adiknya yang tampak masih shock.
"Lebih baik, kak Sungjong dan kak Sungyeol segera berkemas. Bukankah kalian berangkat lusa? Dan juga, sebaiknya kak Baekhyun segera memindahkan barang-barang kemari karena kak Baekhyun akan segera menempati rumah ini. Bukan begitu?" Tanya Liu dingin.
Kedua gadis itu segera menaiki tangga. Beberapa saat kemudia, terdengar suara pintu dibanting dengan keras.
'Sepertinya, selanjutnya aku akan kurang diterima dirumah ini. Apa aku bisa mengambil hati dua gadis itu? Padahal aku sudah terlanjur menyayangi mereka. Aku harus bagaimana?'
.
To be Continue
.
Jeng-jeng.. Konflik pertama mulai muncul. Mungkin yang paling menentang keberadaan Baekhyun untuk chapter depan adalah Liu.
Well, sepertinya tugas Baek untuk membujuk si kembar ini akan author buat sedikit sulit. Karena ada alasan dibalik eratnya hubungan antara Liu-Ailaa dan Sungyeol-Sungjong.
Author rasa ini lumayan pendek untuk Chapter 2, is't it? :(
Last, thank's for all reader, karena sudah menghabiskan waktunya untuk membaca fanfict ini. ^^V
And also thanks for Neli Amelia, cause you are my first reviewer.. ^^V
Sincerely,
Joanna Liu
