Happenstance
Cast
~ Byun Baekhyun
~ Park Chanyeol
~ Kwon Liu
~ Kwon Ailaa
~ and other
A/N : Walau view-nya menurun drastis, author harap, author tetap bisa semangat melanjutkan fanfict ini..
Author berterima kasih kepada chingudeul yang udah mampir karena mau menyempatkan diri untuk membaca karya author yang mungkin -sangat- jauh dari kata sempurna. Gomawo all.. #bow
Dan author juga lebih berterima kasih sama chingudeul yang udah review/follow/fav karena mau berbaik hati untuk mengapresiasi fanfict author yang biasa-biasa ini. #big hug
.
Previous Chapter
.
.
Aku terkekeh geli. Bagaimana bisa gadis mungil ini bersikap seperti itu? Setelah menyatakan bahwa ia akan menyingkirkanku, ia malah menyemangatiku untuk berjuang dan menjabat tanganku. Lucu sekali.
Liu ikut tertawa dan dengan tiba-tiba ia mengecup pipiku.
Astaga.. Gadis ini..
"Daahhh kak Baekhyun.. Berjuanglah.." Liu tertawa riang sambil berlari masuk ke dalam kamar.
Dasar gadis nakal. Kalau dia se-imut itu, bagaimana bisa aku tidak menyayanginya?
Sial! Padahal harusnya aku yang membuat mereka berdua tidak bisa lepas dariku, tapi kenapa justru aku yang tidak bisa lepas dari mereka?!
Aigoo.. Belum apa-apa, aku sudah 'kalah' dari mereka.
Sepertinya ini akan sedikit menyulitkanku.
.
.Chapter 4.
.
Baekhyun POV
"Aku pulang..."
Ehh? Kenapa sepi sekali? Kemana si kembar?
Apakah setelah bersikeras tidak mau mengantar Sungyeol dan Sungjong ke bandara, mereka melanjutkan tidur siangnya ya?
Atau... Jangan - jangan...
MEREKA BUNUH DIRI?!
Ya tuhan..
Aku segera berlari menuju kamar milik Liu dan Ailaa. Khawatir kalau saja apa yang kufikirkan benar-benar terjadi.
Aku mengetuk pintu kamar mereka. Namun entah mengapa, tidak ada jawaban.
"Liu.. Ailaa.. Kalian di dalam?"
Tetap saja tidak ada jawaban.
Aku membuka pintu kamar dengan hati-hati. Tapi kamar mereka kosong. Bahkan mereka tidak ada di dalam kamar mandi, dikolong kasur maupun di dalam lemari.
Sebenarnya kemana mereka?!
Aku berjalan ke arah balkon. Angin sore yang sejuk langsung menerpaku saat aku melangkahkan kakiku keluar.
Pantas saja, Liu suka sekali berada disini. Langit terlihat jelas sekali dari sini. Lagipula, kita juga bisa melihat seluruh area belakang rumah dari sini.
Tunggu dulu!
Aku menajamkan pengelihatanku.
Ah?! Itu memang benar. Sebuah rumah pohon diatas pohon oak yang letaknya dua pohon dari balkon kamar ini. Dan juga... Ada dua pasang sepatu dibawahnya..
Apa jangan-jangan mereka kesana, ya?
Baekhyun POV End
.
Author POV
Baekhyun mendongak ke atas pohon. Sedikit menggerutu saat mengetahui bahwa pohon itu lebih tinggi daripada perkiraannya.
Ayolah, Baek.. Memangnya fikirmu, pohon itu hanya memiliki tinggi 3 meter? Yang benar saja..
"Girls.. Kalian disana?" Teriak Baekhyun.
Beberapa saat kemudian, Ailaa mengintip ke bawah.
Namun gadis itu tidak menjawab apa-apa, dan malah kembali masuk ke dalam rumah kayu.
Baekhyun mendesah gusar.
"Apa aku boleh naik?" Baekhyun kembali berteriak.
Tapi tetap tidak ada jawaban.
Merasa sedikit kesal, Baekhyun segera melepas sepatunya dan memanjat naik. Beruntung, mudah sekali untuk bisa naik keatas, karena sudah ada pijakan-pijakan dari kayu yang sepertinya memang sengaja dibuat se-aman mungkin.
Baekhyun melongok kedalam rumah kayu itu. Sedikit kaget saat melihat kedua gadis itu sedang menangis. Baekhyun segera masuk dan duduk didepan dua gadis itu.
"Hey.. Hey.. Ada apa ini?" Tanya Baekhyun lembut.
Tanpa diduga, kedua gadis itu langsung memeluk Baekhyun. Nyaris membuat yang labih tua terjungkal dari duduknya.
"Mengapa menangis, heumm?" Tangan Baekhyun tergerak untuk membelai lembut surai kedua gadis itu. Ia lalu sedikit menjauhkan tubuh si kembar dan menatap wajahnya bergantian.
"Apakah kalian menyesal sudah mengijikan kak Sungyeol dan kak Sungjong pergi?" Tanya Baekhyun lagi.
Ailaa menghapus kasar air matanya. "Tapi menurut kami, itu yang terbaik.."
"Lalu kenapa kalian menangisinya?" Baekhyun membantu kedua gadis itu untuk menghapus air mata mereka.
"Karena sulit untuk melepaskan mereka begitu saja.." Kali ini si sulung menjawab lirih.
"Kenapa bisa bagitu? Kalau boleh, kalian bisa bercerita pada kak Baekhyun.." Baekhyun tersenyum lembut.
"Benarkah?" Ailaa bergumam pelan.
"Tentu saja boleh. Kan, kak Baekhyun sekarang juga kakak kalian.." Baekhyun mencubit kecil pipi Ailaa.
"Juga?" Liu bertanya bingung.
"Tentu saja. Sejak awal, kak Baekhyun tidak ingin menggatikan posisi Sungyeol dan Sungjong sebagai kakak kalian. Tapi, kak Baekhyun ingin kalian menganggap kak Baekhyun sama seperti kak Sungyeol dan kak Sungjong.." Jelas Baekhyun.
"Tapi, itu tidak bisa. Kalian tidak sama." Tolak Liu.
"Ehh? Kenapa bisa begitu?" Tanya Baekhyun tidak terima.
"Karena kak Jongie dan kak Yeollie berbeda. Mereka spesial.. Karena itu tidak mudah bagi kami untuk melepaskan mereka." Terang Ailaa.
"Baiklah.. Baiklah.. Anggap saja aku satu peringkat dibawah mereka." Baekhyun mengacak surai kedua gadis itu dengan gemas. "Lalu apa yang membuat kalian berat melepaskan mereka?" Tanya Baekhyun.
Liu memulai ceritanya. "Mereka selalu ada disaat kami membutuhkan. Mereka datang saat kami sangat kesepian. Hanya mereka yang dapat mengerti kami, dan bisa memberikan kasih sayang tulus yang belum bisa kami dapatkan."
"Tapi, bukankah orang tua kalian juga menyayangi kalian?" Tanya Baekhyun heran.
"Itu memang benar. Tapi mereka jarang sekali bisa berada disamping kami. Mereka selalu pergi mengurusi perusahaan. Dan secara tidak langsung membuat kami tumbuh tanpa diiringi kasih sayang orang tua." Jawab Ailaa.
"Kami hanya hidup berdua. Melakukan segala sesuatu berdua. Hingga tanpa sadar, kami menganggap diri kami adalah satu. Itu memang sangat menyenangkan, rasa saling memiliki. Hingga akhirnya kami sadar bahwa kami juga butuh orang lain." Liu menggenggam erat tangan Ailaa.
"Saat itulah mereka muncul. Mewarnai hidup kami. Mengenalkan kami akan kasih sayang orang tua. Mendidik kami dengan baik, maksudku secara etika dan kelakuan. Merawat kami saat kami sakit. Mengajak kami keluar rumah, ke taman bermain, ke panti asuhan. Mengajarkan kami bahwa hidup bukan hanya tentang kami sendiri, tapi masih ada orang lain didalamnya. Membuat kami secara tidak langsung bergantung penuh pada mereka." Air mata kembali menggenangi krystal biru milik Ailaa.
"Dan tiba-tiba mereka meninggalkan kami. Rasanya kami masih sangat tidak percaya mereka bisa setega itu. Maksudku, mereka memang boleh saja pergi, tapi mereka bisa kan, memberi tahu kami jauh-jauh hari terlebih dahulu, setidaknya kami bisa menyiapkan mental kami.." Liu berkata dengan suara yang menyedihkan.
Baekhyun menghela nafas berat. Ia lalu merengkuh kedua gadis itu. Meberikan kata-kata penenang, dan membelai lembut surai serta punggung kedua gadis itu.
"Jangan menagis lagi.. Kan ada kak Baekhyun disini. Kalian bisa mengganggap kak Baekhyun sebagai cadangan. Kalau kak Yeollie dan kak Jongie sudah kembali, kalian bisa mendepak kak Baekhyun jauh-jauh.." Baekhyun tersenyum walau kedua gadis itu tidak bisa melihat senyumannya.
Liu tiba-tiba menjauhkan tubuhnya.
"Benarkah itu?" Tanya Liu.
"Tentu saja.." Baekhyun tersenyum geli.
"Kalau kak Baekhyun tidak bisa menggantikan kak Jongie dan kak Yeollie, bagaiman?" Tanya Ailaa.
"Pasti bisa. Kak Baekhyun ini adalah karyawan yang sudah di-trainee oleh kak Jongie dan kak Yeollie. Jadi pasti tidak akan mengecewakan.." Baekhyun memberikan hormat kepada mereka berdua.
"Baiklah, pegawai Byun.. Anda kami beri waktu trainee 2 minggu. Jika pelayanan anda memuaskan, kami akan memperpanjang masa kontrak anda, setuju?" Liu memasang wajah seserius mungkin, walau hasilnya tetap saja terlihat lucu. Terbukti karena Ailaa malah terkikik melihat wajah kakak yang lahir lebih dulu 6 menit dari dirinya itu.
"Baik, nona Kwon." Baekhyun mati-matian menahan tawanya.
"Deal?" Ailaa dan Liu mengulurkan tangan kanan mereka.
"Deal!" Baekhyun secara bergantian menjabat tangan kedua gadis itu.
"Baiklah tuan Byun, senang berbisnis dengan anda. Sekarang tolong buatkan kami makan.." Ailaa merengek kecil.
"Itu benar.. Karena ternyata, menangis itu menghabiskan tenaga.." Liu memanyunkan bibirnya lucu.
"Baiklah ayo kita turun.." Ajak Baekhyun.
"Ah, kak Baekhyun.."
"Ya, Liu.. Ada apa?"
"Bolehkah kami memanggilmu oppa?" Tanya Liu.
"Ehh? Kenapa?" Tanya Baekhyun heran.
"Karena memanggimu kak, mengingatkan kami pada kak Yeollie dan kak Jongie. Lagipula kami ingin memberi panggilan yang berbeda padamu." Jawab Liu dibarengi anggukan dari Ailaa.
Baekhyun tampak berfikir sebentar. Kemudian ia tersenyum manis.
"Itu sebuah kehormatan bagiku." Katanya sungguh-sungguh.
"Benarkah?" Tanya Ailaa.
"Benar." Baekhyun tersenyum. "Sebagai hadiah, besok kak Baekhyun-"
"Ishh.. Baekhyun oppa!" Ralat Ailaa jengkel.
"Hahaha.. Baiklah.. Besok Baek oppa akan membelikan kalian ikan untuk mengisi aquarium si ruang tengah. Bagaimana?" Tawar Baekhyun.
"Whoaaa... Benarkah?" Tanya Liu takjub.
"Tentu saja." Baekhyun mencubit gemas hidung gadis bersurai almond itu.
"Janji?" Ailaa dan Liu menyodorkan jari kelingking mereka.
"Janji." Baekhyun mengaitkan kelingkingnya pada kelingking kedua gadis itu.
.
.
.
"Baekhyun oppa..." Ailaa mengedarkan pandangannya ke halaman belakang rumah.
"Ai.. Baekkie oppa di dapur.." Teriak Liu.
Ailaa segera berlari ke arah dapur. Ia tersenyum lucu sambil mengayun-ayunkan tangan Liu.
"Ada apa ini, heum?" Tanya Baekhyun.
"Baekhyun oppa lupa?" Liu balik bertanya.
"Lupa apa?" Baekhyun bertanya ragu.
"Ikan.." Rajuk Ailaa. "Mana ikan kami?" Tanya gadis itu.
"Wahh.. Bagaimana yaa.." Baekhyun mengetukkan jarinya pada bibirnya. Pura-pura berfikir.
"Baek oppa benar-benar lupa?" Liu bergumam kecewa.
"Kemari.." Baekhyun menggandeng tangan dua gadis itu. Sedikit menarik dua gadis yang tampaknya sudah tidak bersemangat itu.
"Lihatlah.." Baekhyun mengangkat dagu kedua gadis itu. Menunjukkan beberapa ekor ikan yang sedang berenang lincah didalam aquarium ruang tengah.
"Ikaannnn..." Bereka berteriak heboh, dan segera medekati aquarium.
Baekhyun menggelengkan kepalanya heran.
'Bagaimana bisa, hanya dengan melihat ikan respon mereka bisa sesenang itu..' fikir Baekhyun.
"Kalian sepertinya suka sekali dengan ikan." Komentar Baekhyun.
"Mereka lucu.." Jawab Ailaa polos.
"Baek oppa, boleh pinjam ponsel?" Tanya Liu.
"Untuk apa?"
"Foto ikan.." Pekik Ailaa girang.
"Memang ponsel kalian kemana?" Baekhyun mengulurkan ponsel miliknya pada Ailaa.
"Diatas. Low batt." Liu meringis lucu.
"Baiklah.. Baek oppa akan buatkan kalian sarapan dulu. Kalian mau apa?" Tawar Baekhyun.
"Pancake madu." Jawab si kembar kompak.
"Tunggu sebentar, ne?" Baekhyun tersenyum manis. Lalu segera berlalu dari sana.
Kedua gadis itu menatap kepergian Baekhyun sambil tersenyum senang. Namun tiba-tiba, si bungsu sedikit mengubah senyumnya. Ia menyeringai kecil-walau tetap saja terlihat menggemaskan-.
"Liu.. Aku punya ide.." Ailaa masih tersenyum evil.
"Untuk apa?" Liu mengerutkan keningnya, bingung.
"Rencana kita.. Kau lupa?" Bisik Ailaa.
"Aku rasa itu tidak perlu. Aku mulai merasa menyukai Baekkie oppa." Liu meniup poninya gusar. "Tapi tak apa. Aku ingin menguji seberapa sabarnya dia saat menghadapi kita." Liu tersenyum miring.
"Baiklah. Ayo kita lihat apa responnya." Ailaa terkekeh kecil.
'Kumohon, Baekkie oppa.. Semoga kau bisa melewati tes dari kami..'
.
.
"Girls.. Breakfast is coming.."
Ailaa berlari kecil ke arah Baekhyun.
"Baekkie oppa. Kenapa tidak bilang kalau di ponselmu ada ikannya?" Ailaa merajuk lucu.
Baekhyun tampak berfikir sejenak, lalu tersenyum. Ia menjentikkan jari.
"Pasti wallpaper animasi ikan itu, benar?" Baekhyun tertawa kecil.
"Ne." Liu beranjak mendekati Baekhyun dan Ailaa.
"Liu? Kenapa lenganmu basah?" Tanya Baekhyun heran.
"Aku sedang membantu ikan-ikan di ponsel Baekhyun oppa.." Liu menampakkan ekspresi polos yang menggemaskan.
Tapi itu justru membuat Baekhyun tidak nyaman.
"Apa maksudnya?" Baekhyun memandang kedua gadis itu bergantian.
"Jadi begini.." Liu memandang Ailaa.
"Kami merasa kasihan dengan ikan di ponsel Baekkie oppa.."
Firasat Baekhyun sudah tidak enak.
"Dan kami berusaha membantunya.. Bukankah ikan-ikan itu juga butuh air?"
Baekhyun sepertinya sudah mendapat gambaran mengenai nasib ponselnya.
"Lihatlah.." Ailaa menggeret Baekhyun untuk mendekati aquarium.
"Sekarang ikannya jadi ada 12..." Pekik Ailaa senang.
"Aigoo..." Baekhyun menepuk keningnya.
Sepertinya Baekhyun harus merelakan dua ikan di ponselnya berenang gembira bersama sepuluh ikan di aquarium Liu dan Ailaa.
.
To Be Continue
.
Author rasa, chapter ini agak aneh. Entahlah..
Mungkin karena efek ujian-ujian. Atau karena faktor lain..
Mianhae, chapter ini nggak ada review replays.. Mungkin akan digabung barengan sama chap depan.. :D
Thanks to : ByunViBaek, Little iLaa, neli amelia.
Thank you for your review.. Tanpa review kalian, mungkin Liu udah putus asa.. #bow
And also thanks for all viewers..
Sincerely,
Joanna Liu
