Happenstance

Cast

~ Byun Baekhyun

~ Park Chanyeol

~ Kwon Liu

~ Kwon Ailaa

~ and other

A/N : Err.. Hai?

Liu tau ini sudah lama sekali. Mungkin sekitar setahun lebih sebulan? Lebih?

Well, Liu bener-bener minta maaf atas ketidak nyamanan ini.

Liu tau, mungkin ini termasuk mengecewakan. Tidak sesuai harapan. Atau apapun frase yang bermakna sama. Tapi, Liu udah berusaha sebaik mungkin. Dan inilah hasilnya. :)

Ah, sudahlah.

Selamat membaca.

.

Previous Chapter

.

.

"Teman."

"Pacar."

"Ehh?"

Chanyeol dan Baekhyun bertukar pandang gugup. Sedangkan Liu dan Ailaa hanya memandangi dua pemuda dihadapan mereka.

"Aneh sekali. Kak Chanyeollie bilang 'pacar', tapi... Kenapa Baekkie oppa menjawab 'teman'?" Gumam Ailaa.

"Bohong."

"Apa?"

Liu memandang tajam mereka berdua.

"Kalian berdua berbohong." Ucap Liu.

"Benarkah?" Ailaa ikut memandang tajam pada dua pemuda dihadapan mereka. "Aku tidak suka ini." Ailaa meniup poninya kasar.

'Astaga.. Apa respon mereka kalau tahu bahwa kami sudah bertunangan?' Baekhyun menggigit bibir bawahnya cemas.

'Kalau mereka menganggap aneh atau bahkan jijik dengan hubungan sesama namja, bagaimana?' Baekhyun menggenggam erat tangan Chanyeol yang tampak memandangnya bingung.

"Lihat cara Baekkie oppa menggenggam tangan kak Chanyeollie." Liu menekankan nama Chanyeol dengan nada yang terdengar kurang menyenangkan. "Tidakkah kau merasa ada yang aneh.." Liu berbisik cukup keras, bahkan terlalu keras untuk bisa disebut berbisik. Dan hanya ditanggapi oleh anggukan dari Ailaa.

"Aku tidak percaya bahwa yang seperti ini benar-benar ada.."

.

.Chapter 6.

.

"Baekkie oppa sudah selesai mengemasi barang-barang milik Baek oppa?"

"Apakah kalian yakin aku harus melakukan ini?"

Liu memandang kesal kearah Baekhyun. "Sudah berapa kali kami bilang?! Ini harus!"

"T-tapi.."

"Ck!" Ailaa mendecak kesal. "Cepat keluar! Sekarang!"

"Kalian tidak sabaran sekali sih." Baekhyun menggumam kesal.

"Kenapa? Tidak suka?" Ailaa mencebikkan bibirnya.

"Bukan.. Hanya saja-

Baekhyun menoleh kearah Liu yang baru saja menarik ujung kemeja miliknya.

"Bisakah oppa keluar sekarang?"

Baekhyun mendengus. "Iya.. Iya.. Kau ini, benar-benar.." Ia menggelengkan kepalanya. Lalu segera beranjak keluar diikuti si kembar.

"Nahh.. Kalau dari tadi kan, kita tidak perlu berdebat begitu.." Liu tertawa senang diikuti oleh adiknya.

"Chanyeollie oppa, sudah datang?"

Ailaa tampak menyapa Chanyeol yang baru saja memasuki ruang keluarga. Pemuda berparas tampan itu tersenyum sambil mengacak gemas surai Ailaa.

"Kalau belum, oppa pasti tidak ada disini." Jawab Chanyeol sambil tertawa. "Jadi, dimana oppa bisa meletakkan koper ini?"

"Taruh saja di kamar Baekkie oppa. Itu jadi milikmu sekarang." Jawab Liu semangat. "Aku akan mengantarmu." Lanjutnya.

Chanyeol tersenyum lembut. "Terima kasih."

Ah, apakah kalian sedikit merasa itu aneh?

Hmmm..

Baiklah.

Kita akan mundur ke beberapa jam yang lalu.

.

Flashback

"Lihat cara Baekkie oppa menggenggam tangan kak Chanyeollie." Liu menekankan nama Chanyeol dengan nada yang terdengar kurang menyenangkan. "Tidakkah kau merasa ada yang aneh.." Liu berbisik cukup keras, bahkan terlalu keras untuk bisa disebut berbisik. Dan hanya ditanggapi oleh anggukan dari Ailaa.

"Aku tidak percaya bahwa yang seperti ini benar-benar ada.."

Ailaa tampak menatap penuh selidik kearah Baekhyun dan Chanyeol. "Aku juga." Angguknya setuju.

Keadaan sempat hening beberapa saat sebelum akirnya suara terkesiap milik Ailaa terdengar. Gadis itu tiba-tiba memekik senang dan menghambur ke pangkuan Baekhyun dan Chanyeol. "Ya tuhan, Liu... Kukira hal semacam itu hanya ada di komik yang biasa kubaca!"

Liu bertepuk tangan saat mendengar nada histeris Ailaa. "Kau benar. Ya tuhan.. Itu keren sekali bukan? Mereka bahkan sudah bertunangan.." Ujarnya gembira.

"Baekkie oppa juga terlihat sangat serasi dengan kak Chanyeollie." Ailaa memekik gemas. "Oh! Haruskah kita panggil dia Chanyeollie oppa? Itu terdengar cocok dan selaras." Gadis itu kemudian kembali duduk disamping kakaknya.

"T-tunggu sebentar. Apa-

Liu tertawa saat memandang wajah kebingungan milik Baekhyun dan Chanyeol. "Ai, sepertinya kita harus menjelaskan sesuatu." Ucapnya kalem.

Ailaa mengangguk. "Jadi begini, kami ini sebenarnya penggemar hubungan sesama jenis." Ailaa menggigit bibir bawahnya sambil melirik kearah langit-langit rumah. Pose berfikir. "Apa ya istilahnya? Aku lupa.." Ucapnya lucu.

"Err.. Fujhosi? Atau Fudanshi?" Liu ikut berfikir bingung. "Ah! Pokoknya yang itu." Tandasnya.

"Dan, saat melihat kalian berdua membuat kami sangat..." Ailaa kembali memekik senang.

"Bahagia." Ucap Liu, melengkapi kalimat adiknya.

"Jadi kalian ini.. Tidak merasa.. Eh.. Jijik melihat kami?" Baekhyun tampak masih sedikit bingung. Sedangkan Chanyeol yang dari tadi menedengarkan ocehan si kembar serta mengamati respon Baekhyun tampaknya sudah mengerti perihal suasana apa yang sedang ia hadapi sebenarnya.

Mendengar kalimat Baekhyun barusan membuat si kembar tertawa terpingkal-pingkal. Seakan Baekhyun baru saja melontarkan lelucon paling lucu di dunia.

Baekhyun memandang mereka jengkel. "Yak! Aku bertanya serius, dan kalian malah tertawa! Keterlaluan." Pekiknya kesal.

"Jadi sebenarnya kalian hanya mengerjai kami, begitu?" Chanyeol yang dari tadi diam, mulai bersuara.

"Bukan begitu." Liu menggeleng pelan. "Baekhyun oppa sendiri yang berspekulasi seperti itu." Lanjutnya.

"Mungkin Baekhyun oppa menganggap tatapan menyelidik kami adalah tanda bahwa kami tidak suka. Padahal, kami hanya menganalisa apakah hubungan kalian hanya setingan atau asli." Terang Ailaa.

"Setingan? Apa-apaan itu?" Gerutu Chanyeol tidak suka. "Tentu saja hubungan kami asli."

Kalimat Chanyeol barusan tak ayal membuat si kembar kembali memekik kegirangan.

Baekhyun mendesah gusar. "Aku bisa gila!" Umpatnya.

"Jadi, kapan Chanyeol oppa akan pindah kesini?" Tanya Ailaa.

"Entahlah. Mungkin-

"Hari ini." Liu memandang penuh harap kearah Chanyeol. "Kumohon.." Pintanya.

Chanyeol mendesah pasrah. "Baiklah.."

Si kembar kembali memekik girang. Liu kemudian memberi kode berupa kedipan mata pada Ailaa. Dan dibalas anggukan singkat oleh si bungsu. Keduanya kemudian segera berdiri.

"Nah, sekarang kalian berdua harus segera berkemas." Liu menarik tangan Chanyeol dan menyeretnya ke pintu depan.

"Tunggu dulu. Apa maksudnya berkemas?" Baekhyun memandang bingung kebarah Ailaa yang sekarang mendorongnya menuju kamar miliknya.

"Tentu saja, Baek oppa akan pindah ke kamar kami. Dan kamar ini akan ditempati oleh Chanyeol oppa." Jawabnya senang.

Baekhyun menggeleng pelan. "Sepertinya kalian sudah benar-benar merencanakan ini dengan matang ya.." Desahnya lemas.

Dan Ailaa hanya tertawa senang mendengar statement Baekhyun barusan.

.

.

"Kau sepertinya senang sekali tinggal disini."

Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang tiba-tiba sudah dusuk manis disampingnya. "Chanyeollie? Sejak kapan kau ada disini?" Tanyanya bingung.

"Sejak 15 menit yang lalu." Chanyeol memandang jam tangannya. "Eh, mungkin lebih." Lanjutnya sambil tertawa kecil.

"Kenapa aku tidak tahu ya?" Gumam Baekhyun bingung.

Chanyeol tersenyum dan menarik pelan pipi Baekhyun. "Kau terlalu fokus memandang Liu dan Ailaa." Ucap Chanyeol.

Baekhyun kembali melemparkan pandangannya pada si kembar yang sedang asyik membaca. Ailaa dengan komiknya dan Liu dengan novelnya.

"Mungkin kau benar.." Baekhyun tersenyum tipis.

"Sepertinya kau sangat menyayangi mereka berdua." Chanyeol ikut memanatap kearah dua gadis mungil itu.

"Mungkin kau benar.." Baekhyun kembali melontarkan jawaban yang sama.

Chanyeol memandang Baekhyun. Ia kemudian terkekeh. "Seingatku, dulu kau tidak terlalu suka dengan anak kecil. Lalu kenapa kau bisa berubah sejauh ini?" Tanya Chanyeol bingung.

"Entahlah, Chan.." Baekhyun menyandarkan tubuhnya pada Chanyeol. "Mereka berbeda.."

Chanyeol mengusap lengan Baekhyun. "Tidakkah kau berfikir bahwa sikap mereka terlalu dewasa untuk ukuran anak seusia 12 tahun?" Tanya Chanyeol.

"Maksudmu?" Baekhyun balas bertanya bingung.

"Disaat anak-anak lain pergi ke taman bermain, mereka justru membaca berpuluh-puluh buku di perpustakaan. Saat anak seusia mereka menggambar gunung dan bunga, Ailaa justru mendesain baju. Dan juga, lihat cara bicara Liu. Dia sangat pandai berdiplomasi. Seakan usianya bukan 12 tahun, tapi 20 tahun-an." Terang Chanyeol.

"Aku tidak pernah berfikir sejauh itu.." Baekhyun sepertinya baru sadar kenapa mereka 'berbeda'.

"Dan aku juga bertanya-tanya, apa sebenarnya pekerjaan orang tua mereka? Kenapa Liu harus mempelajari bisnis diusia sedini itu?" Chanyeol memandang Liu yang sedang tenggelam dalam dunianya sendiri. "Tidakkah itu membuat masa kanak-kanak mereka tidak berjalan secara 'normal'?" Gumamnya.

"Kau benar.." Baekhyun memandang Ailaa dan Liu dengan perasaan yang campur aduk.

"Aku ingin mengajak mereka ke taman bermain, besok." Chanyeol mengalihkan pandangannya pada Baekhyun. "Bagaimana menurutmu?"

.

.

"Whooaaaa..."

"Hantu tadi benar-benar kelihatan palsu, ya?" Liu tertawa.

"Liu gila?! Aku benar-benar ketakutan, dan Liu malah tertawa seakan hantu didepan itu adalah badut lucu!" Pekik Ailaa tidak terima.

"Ai tidak mungkin tahu hantu itu menakutkan atau tidak. Bukankah Ai menutup mata sejak awal kita masuk tumah hantu sampai kita sudah ada didepan pintu keluar?" Tanya Liu.

"I-itu tidak benar!" Sanggah Ailaa.

"Sudah, girls.. Jangan berdebat disini.." Lerai Baekhyun.

"Ah, bagaimana kalau kita beli makan siang dulu?" Tawar Chanyeol.

"Aku sedang ingin makan nasi goreng." Jawab Liu senang.

"Aku juga mau.." Jawab Ailaa.

"Baiklah.. Kita ke food court sekarang?" Ajak Baekhyun.

"Ayo.."

Mereka ber-empat segera berjalan kearah food court yang letaknya tidak terlalu jauh dari sana. Setelah sampai mereka segera mencari tempat yang kosong dan memesan makanan.

"Rasanya, sudah lama sekali kita tidak pergi ke tempat seperti ini ya, Ai?" Liu tersenyum senang.

"Hmm.. Terakhir kita ke taman bermain saat ulang tahun ke-9? Atau 8 ya?" Ailaa mengetuk meja, berfikir.

"Ke-8. Aku ingat waktu itu kak Sungjongie muntah karena naik roller coster." Jawab Liu sambil tertawa.

"Ah! Benar.. Waktu itu, Liu juga nyaris memakan daging kepiting, kan?" Tanya Ailaa.

"Aku tidak bisa membayangkan kalau seandainya aku benar-benar memakan sup itu." Liu meringis takut.

"Memangnya efeknya separah itu?" Tanya Baekhyun.

"Hmm.." Ailaa mengangguk. "Liu pernah masuk rumah sakit hanya karena tidak sengaja menelan secuil udang." Lanjutnya.

"Kalau makan ikan air tawar? Apa Liu juga alergi?" Tanya Chanyeol.

"Tidak tahu. Tapi aku tidak berani mencoba. Lagipula, ayam masih jauh terasa lebih enak." Jawab Liu.

"Permisi. Ini pesanan anda."

Seorang pelayan tampak menginterupsi percakapan mereka. Ia kemudian meletakkan piring-piring berisi makanan dimeja yang mereka duduki.

"4 nasi goreng, 1 jus jeruk, 1 jus strawberry, 1 milkshake coklat dan 1 milkshake strawberry. Apakah ada yang lain?" Tanya pelayan wanita itu.

"Kurasa tidak. Terima kasih." Jawab Ailaa cepat.

Pelayan itu tampak tersenyum memandang Baekhyun lama sebelum akhirnya pergi.

"Genit!" Desis Liu.

"Senyumnya saja kelihatan dibuat-buat." Imbuh Ailaa tidak suka.

"Kenapa Chanyeollie oppa diam saja melihat Baekkie oppa dipandangi seperti itu oleh tante yang tadi? Seharusnya Chan oppa marah." Gerutu Liu tidak suka.

"Benar." Ailaa ikut berdemo. "Siram saja wajahnya."

"Kalian berdua lucu sekali." Chanyeol tertawa gemas. "Sebenarnya tanangan Baekhyun itu kalian berdua ya?" Tanyanya.

"Tidak mau!" Pekik mereka kompak.

"Yak! Kenapa?!" Tanya Baekhyun tidak terima.

"Karena Baek oppa lebih cantik dari pada kami. Tidak cocok." Jawab Ailaa terlalu jujur.

Ketiganya segera tertawa saat Baekhyun mendengus kesal.

"Sudah. Ayo kita makan." Ajak Chanyeol.

Mereka segera menyantap makanan dihadapan mereka dengan tenang. Keadaan sempat sedikit hening sebelum tiba-tiba Chanyeol tersentak kaget.

"Liu! Jangan dimakan!"

"Kenapa-

"Ada udangnya?!" Baekhyun memekik kaget.

"Y-ya tuhan. Jangan bilang kalau.." Ailaa memandang Liu yang nafasnya mulai tidak beraturan.

Liu menjatukan sendok di genggamannya. "Akhh.."

Hal terakhir yang dilihat Liu sebelum pingsan adalah wajah khawatir Baekhyun dan Chanyeol serta pekikan Ailaa yang menyerukan namanya dengan panik.

"Bangun! Liu?!"

.

.

Sudah lebih dari 1 jam. Dan sepertinya tidak ada yang berniat untuk memecah keheningan di ruang tunggu IGD itu.

Baekhyun dan Chanyeol beberapa kali bertukar pandang cemas. Antara mencemaskan si bungsu yang ada didalam sana dan si sulung yang dari tadi diam dengan pandangan kosong disebelah mereka.

Kalau seandainya Ailaa tidak berkedip, mungkin Chanyeol dan Baekhyun menganggap bahwa gadis itu berubah menjadi sebuah manekin.

Chanyeol baru saja akan memanggil Ailaa saat tiba-tiba gadis itu mengeluarkan ponsel dari tas-nya dan berjalan menjauh. Kedua pemuda itu tampak mengamati Ailaa yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang diseberang sana. Ekspresi gadis itu tetap datar. Tidak terbaca.

Beberapa menit setelahnya, Ailaa berjalan kembali. Kali ini ia memilih duduk diseberang Baekhyun dan Chanyeol. Terpaut udara kosong yang jaraknya sekitar 5 meter.

"Ai.."

Ailaa mengangkat tangan kanannya. Memberi isyarat agar Baekhyun diam. Sejurus kemudian gadis itu memandang Chanyeol dan Baekhyun dengan tatapan mata yang sulit dijelaskan.

Kecewa

Sedih

Marah

"Kalian.." Ailaa menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya. "Kalau seandainya kalian tidak mengajak kami pergi kesana, mungkin adikku masih aman. Disini, disampingku."

Gadis itu menangis. Mungkin topeng yang sebelumnya ia kenakan runtuh saat ia mulai bicara pada Chayeol dan Baekhyun.

"Liu satu-satunya harta yang berharga bagiku. Yang rela mengorbankan waktunya untuk belajar bisnis bodoh itu agar aku bisa menggambar. Yang rela bangun tengah malam saat aku merindukan Mommy. Yang sudah jadi sebagian dari hidupku. Dan kalian membuat Liu terbaring disana. Sulit bernafas. Nyaris sekarat." Ailaa menghapus kasar airmata yang membasahi pipinya.

"Kalau sampai terjadi sesuatu pada adikku.." Gadis itu melemparkan tatapan benci pada Baekhyun dan Chayeol. "Aku bersumpah tidak akan memaafkan kalian seumur hidupku!"

.

.

Long time no see, yuhuuu~ :v

Hayoloh Ai marah-marah sama ChanBaek.. T.T

Chaper ini agak jengkelin ya bacanya.. Sengaja sih.. #JanganHajarLiuJuseyo :v

Maafkan Liu yang ngilang selama lebih dari setahun.. Liu tiba-tiba stuck buat nulis gegara sibuk kuliah dan main RP (Lho apa ini? :v)

Nggak lah..

Liu beneran kena block writer. Udah banyak FF baru yang ditulis, tapi selalu mentok ditengah jalan. Kan sedih~ :""

Last, thanks buat yang review, fav, follow, nungguin (Kalau ada :v)

See you soon.. e.e

P.S : OC bakalan diupdate sesegera mungkin. Normal masih dalam penulisan, untuk Normal, mungkin sesion/? 2 akan dibagi jadi 2a dan 2b karena panjangnya melebihi perkiraan Liu.. :v (Promosi)

Sincerely,

Joanna Liu