.
Genre: Humor/Romance?
Pairing: Taoris/Kristao/Fantao with other Official Pairing EXO
Cast: Huang Zitao
Wu Yifan
The rest of EXO members
Rate: T
Summary: Dua kubu atau genk dari asrama berbeda yang memutuskan untuk mengebarkan bendera perang tepat setelah sebuah insiden (nista) terjadi. Huang Zitao. Member dari salah satu kubu itulah penyebabnya. "Mau ku antar ke asramamu? Atau mampir ke kamarku dulu? Aku sangat tidak keberatan kok."
Warning: OOC, Boyslove, school Life, mesum, typo(s) bertebaran, nista, author sableng dll
Daily Life or Love?
.
.
Silahkan tinggalkan page ini jika anda tidak berkenan
Dengan para cast dan warning-nya
.
Menerima Segala kritikan dan saran yang bersifat membangun
Tanpa menghancurkan semangat dan imajinasi author
.
Enjoy the story
.
.
.
Kelas 1-A. Suasana hening dan tenang tanpa adanya suara kegaduhan seperti kondisi kebanyakan kelas. Jelas saja, karena kelas itu saat ini sedang mengadakan responsi atau test mingguan. Seorang guru paruh baya yang terkesan bengis namun berwibawa tengah berdiri menjulang di tengah-tengah kelas. Tatapannya begitu fokus dan setajam elang. Membuat sebagian anak yang berniat untuk melakukan kecurangan (nyontek) langsung mengkeret di tempat.
Ini adalah saat-saat terpuruk bagi mereka yang sebelumnya tidak belajar menyiapkan materi yang dibutuhkan. Well terhitung bagi mereka juga yang malah lupa dengan adanya responsi rutin mingguan dan ternyata tidak sedikit pula yang masa bodoh atau pura-pura lupa dengan tekat dihati mendapatkan contekan nanti di kelas.
Tapi sepertinya itu semua hanya sebuah mimpi bolong yang sia-sia. Nyatanya banyak anak yang saat ini sedang frustasi di bangku masing-masing dengan wajah menahan tangis. Seperti yang di alami Zitao si panda kecil kesayangan. Pemuda berusia 16 tahun itu sekarang beraura suram dengan backsound alunan biola yang menyayat hati.
Ok itu terdengar konyol.
Zitao tidak henti-hentinya menatap guru di depan kelas dengan raut memelas seperti anak kucing terbuang. Yang direspon gurunya itu dengan melengoskan wajah kesamping lalu mendengus. Sudah hapal dengan taktik Zitao untuk mengambil hati para guru (dan sialnya itu selalu berhasil).
Tidak heran jika hampir semua guru yang mengajar kelas 1-A begitu menyayangi bocah itu. Dan membuat penghuni kelas lain begitu iri dan diam-diam tidak suka padanya.
Duk duk
Seseorang menendang pelan kursi yang didudukinya. Membuat Zitao melebarkan matanya lucu lalu menoleh.
Kyungsoo dengan tenangnya memberikan semua jawaban soal padanya. Yang dibalas dengan tatapan berbinar dan senyum polos yang begitu manis.
Kyungsoo mengulum senyum tipis.
"EHEM!" deheman dari arah depan tidak sekalipun membuat mereka berdua panik ataupun takut ketahuan. Sudah biasa, lagipula tidak mungkin guru itu menegur Zitao si murid kesayangan.
Seluruh penghuni kelas tahu itu.
"KIM JONGIN! Sekali lagi kau menoleh, kupastikan nilai responsimu kali ini NOL." katanya tegas.
Kai membelalak syok di bangkunya. Gila! Guru itu punya ilmu sihir apa hingga tahu gerak-geriknya? Kalau terus begini dia bisa ikut remidial jika tanpa menyontek Sehun yang duduk di belakangnya. Tuhan, ini tidak adil. Zitao saja boleh menyontek, kenapa Kai tidak?
Terkutuklah genk Cabbe beserta membernya. Mereka selalu saja diistimewakan daripada yang lain.
Kai dendam sekaligus galau!
'Mampus kau, Kkamjong. Kkk ..' inner Sehun bersorak sekaligus bahagia. Sepertinya sangat menikmati penderitaan sabahat kopinya. Dasar kurang ajar.
Brak! Brak!
Suara penggaris kayu beradu dengan papan tulis
"Ehem! Choi Minki ada apa di laci mejamu? Saya melihat tempelan kertas kecil di sana! Buang sekarang sebelum Saem memberimu soal tambahan."
Beberapa anak mendadak tegang. Tentu saja trik itu juga dijalankan oleh mereka.
Dan lagi.
"Saya tahu apa yang kau sembunyikan, Lee Taemin! Keluarkan itu sekarang atau lebih memilih untuk ikut remedial minggu depan?"
Kurang 20 menit berakhir dan suasana kelas mulai tidak kondusif. Banyak terdengar kasak-kusuk dan dengungan pelan yang mengganggu.
"DIAM!"
Krik
Krik
"Saem... Tao dan Kyungsoo-hyung sudah selesai, boleh tidak kami ke kantin? Tao sudah lapar." Zitao dengan lugunya melangkah ke depan dengan diikuti Kyungsoo di belakang. Mengabaikan banyak protesan dari berbagai penjuru.
"Baiklah, letakkan kertas jawaban kalian di meja." responnya kalem sambil menghela nafas. Sedikit bingung bagaimana menghadapi tingkah Zitao yang terkenal begitu polos.
"Nee~ terima kasih Kang-saem~"
Setelahnya mereka berdua dengan tanpa dosanya berjalan keluar tanpa pusing memikirkan nasib teman yang lain.
Hah... Hidup ini memang tidak adil.
.
.
.
"Yya, biji Cabe! Kau yang menyembunyikan baju olahragaku kan?" teriak Chanyeol dengan nafas memburu, berdiri di ambang pintu kelas 2-C. Tampilannya acak-acakan seperti habis terkena korban tabrak lari. Dengan dia sebagai tersangkanya.
"Apa maumu Dobby? Mengusik kedamaian kelasku hanya karena kehilangan baju olahraga? Mana sudi aku mengambilnya." balas Baekhyun dengan santainya. Dia saat ini duduk cantik di bangkunya sambil kutekan. Tentu saja penghuni kelas lain acuh tak acuh dengan tontonan itu, sudah biasa terjadi. Untung saja kelas mereka saat ini tengah ada jam kosong karena guru yang mengajar ada kepentingan mendadak. Kalau tidak, bisa dipastikan akan rusuh dan memperpanjang masalah yang aslinya hanya konflik sepele.
"Kau pikir aku percaya?! 2 hari lalu kan pelaku yang mengambil celana dalamku adalah kau. Buat apa, huh? Jampi-jampi ke dukun?" ujar Chanyeol tanpa sensor. Membuat penghuni Kelas C langsung heboh. Baekhyun terbelalak syok setelah itu berdiri dan menghampiri Chanyeol.
"Diam! Jangan sembarangan bicara ya? Aku bisa sial jika tertarik dengan Playboy cap pasta gigi sepertimu. Kau pikir kau tampan begitu? Cih!" cerca pemuda cantik bereyeliner tersebut. Tetap berdiri angkuh menantang Chanyeol yang tingginya tidak perlu dipertanyakan.
Sebelas duabelas dengan tiang listrik dan tiang jemuran.
"Lalu? Kenapa kau mengambilnya? Tidak mungkin kau berniat memakainya kan? Ukuranmu tidak sebesar ukuran punyaku."
"A-APA...!"
Suasana kelas mulai tambah gaduh. Mendengar obrolan mereka yang terbilang tidak cukup normal. Apalagi ini datang dari dua kubu yang terkenal tidak pernah akur satu sama lain.
"Tutup mulut kotormu itu, dobby! Aku mengambil celana dalammu hanya untuk kulelang kepada mereka, para 'korban'mu. Dan kau tahu siapa pemenangnya?" seringaian Baekhyun muncul. Membuat Chanyeol panas dingin dengan perasaan yang sangat tidak enak.
"LEE SOO-MAN!"
Krak!
Suara hati Chanyeol yang telah patah menjadi 3 bagian. Satu bagian untuk rasa syok tidak terima, sebagian lagi untuk rasa malu karena para penonton kelas 2-C yang menertawakan dirinya terang-terangan, dan bagian yang terakhir untuk rasa nano-nano yang membuatnya ingin muntah dan mandi kembang kantil.
Demi gigi tonggos Kris, kenapa harus makhluk jejadian itu? Sudah menjadi rahasia umum jika sosok magis(?) penanggung jawab asrama mereka itu terobsesi dengan Chanyeol. Tidak hanya dia sih? Semua orang tampan pasti akan jadi sasarannya juga. Tapi entah kenapa Chanyeol yang selalu mendapat sialnya.
"KAU GILA...!"
Itulah teriakan histeris terakhir dari Chanyeol sebelum dia lari pontang panting seperti dikejar sekawanan hantu. Meninggalkan Baekhyun yang tertawa ngakak sambil tepuk tangan heboh.
"Aku baru tahu kau melelangnya ke Madam Sooman." Baekhyun menoleh ke samping dan mendapati Yixing berdiri menyender di meja samping pintu.
"Siapa bilang, hyung? Aku cuma meninggalkan miliknya di depan kamar madam sooman kok. Dan aku menaruhnya di dalam kotak kecil dengan semprotan minyak bunga mawar." jelas Baekhyun dengan nada polos. Tapi seringai miring tercetak apik setelahnya.
"Kau memang tiada matinya, Baek~"
Yixing ikut menyeringai jahil.
.
.
.
Kris ngeweh. Serius, dia benar-benar membiarkan air liurnya menetes saat memandang Zitao yang saat ini lagi khusuk makan di bangku kantin bersama Kyungsoo. Dia yang masih memakai baju olahraga secara terang-terangan berada di pinggir lapangan mengamati si pujaan hati, mengabaikan teman sekelasnya yang sedang pemanasan di tengah lapangan. Aura dan raut wajahnya yang seperti om-om mesum yang tengah menemukan mangsa itu sedikit banyak membuat orang-orang di sekitarnya menjauh berjamaah. Merinding dengan perubahan atmosfir yang terjadi.
"Taozi memang selalu terlihat sexy dan menggoda." gumamnya dengan tampang mupeng yang berlebihan. Tidak peduli sekalipun guru olahraga yang berkoar-koar dari kejauhan menyuruhnya untuk kembali. Bahkan dia sampai lupa dengan Chanyeol yang masih belum hadir sedari awal dikarenakan baju olahraganya yang raib dari loker.
Wu Yifan dengan segala ke-ooc-annya jika sudah berhubungan dengan Zitao.
Dia berdehem sebentar, berdiri dari posisi jongkoknya lalu dengan wajah dibuat sedatar mungkin dia berjalan memutar dan menuju ke arah kantin sekolah. Berniat menghampiri Zitao dan Kyungsoo yang langsung jengah melihat kedatangannya.
"Hey, baby peach~" katanya kalem. Berjalan angkuh terkesan sombong dan berdiri di samping Zitao. Dengan jarak yang terlalu mepet sekali.
"Ah Gege... Kenapa ada di sini? Gege tidak ikut olahraga seperti yang lain?" respon Zitao agak kaget. Sedangkan Kyungsoo terang-terangan menatap tajam ke arah Kris. Tidak suka dengan kehadiran pemuda tinggi itu di kantin. Apalagi dengan tindakan modusnya yang sudah terkenal seantero sekolah.
"Gege sudah berolahraga kok. Melihat wajah imut baby peach sudah membuat jantung gege berdetak cepat. Apalagi mendengar suara serak-serak basahmu, tubuh gege jadi tegang." jawabnya frontal. Kris tersenyum tampan(mesum) kemudian tanpa permisi duduk di samping Zitao. Tidak lupa melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang ramping si panda.
Kyungsoo melempar death glare mematikan ke arahnya. Tapi tidak sekalipun digubris karena Kris tengah sibuk menatap intens wajah Zitao. Sedangkan bocah polos incarannya hanya berlaku wajar dengan semua perlakuan menjurus Kris.
Berpikiran jika semua tindakannya adalah hal biasa sebagai seorang teman yang sudah dianggap Gege.
"Eoh... Kenapa begitu? Apa Kris-ge sakit? Kenapa tidak ke ruang kesehatan saja?" respon Zitao. Membuat Kris mau tidak mau langsung beraura pundung dadakan.
"Aku sakit karena kau, baby." gumamnya merana.
"Berhentilah mencoba, tuan Wu. Sampai matipun kau tidak akan pernah bisa mendapatkannya jika wajah pedho-mu masih tetap eksis. Berkaca dan renungkanlah." sahut Kyungsoo kalem sok bijak tapi ngejleb. Dia mati-matian menahan tawa melihat pemandangan harian dengan tema 'mari tolak Kris dengan gaya pasaran tapi terjamin sangat sukses yang dilakukan oleh anak panda polosan'. -_-
Ck, malang nian nasibmu nak.
"Sialan kau, burung hantu." desisnya tajam. Kyungsoo balas menyeringai.
"Ahh sungguh gege benar-benar sakit, baby. Coba periksa tubuh gege." Kris yang pantang menyerah menyusun siasat baru. Zitao dengan gampangnya memutar tubuh ke samping lalu menempelkan keningnya di kening Kris.
Mati! Kris benar-benar berasa tubuhnya melayang saat Zitao melakukan hal tersebut. Apalagi dengan wajah close up yang begitu dekat memancing Kris untuk menganu Zitao detik itu juga. Yah... Minimal mengecup bibir bak kucing yang terlihat begitu menggoda di matanya. Sungguh, Kris sudah tidak tahan!
Buk!
Lemparan sepatu dari arah samping.
"Ouchh!"
"Yya tonggos! Kau apakan lagi Didiku, hah? Menjauh dari wajahnya sebelum kau kuhabisi!" teriak Luhan yang datang entah darimana bersama Xiumin. Mereka berdua juga masih mengenakan baju olahraga yang sama.
Tentu saja sama karena Kris, Chanyeol, Luhan dan Xiumin satu kelas. 2-B.
"Kalian berniat mengeroyokiku? Mentang-mentang aku sendirian disini? Kalau begitu ayo maju. Melawan makhluk setengah jantan seperti kalian sangat mudah untukku."
Brakk!
Luhan dengan emosi langsung melempar kursi ke arah Kris. Yang dengan mudah dihindari oleh sang empunya.
"Sekali lagi kau berkoar kupastikan gigi tonggosmu itu rontok." ancamnya mematikan. Dengan aura dewa kematian.
Kris menelan ludahnya paksa. Bulu kuduknya meremang tanpa komando. Trouble to the max. Dimana para antek-anteknya disaat terdesak seperti ini? Dasar tidak setia kawan mereka semua. Apalagi Chanyeol yang seharusnya di sini bersamanya. Kemana bocah tiang itu?
Bukannya dia tidak sanggup, dia hanya tidak pernah tega melukai genk golongan 'uke' seperti mereka. Menjaga mertabat sebagai seorang Seme sangat perlu. Apalagi dengan adanya Bocah panda di dalamnya. Kris bakal kalah telak!
"Sudahlah gege~ jangan seperti itu... Kris-ge sedang sakit. Jangan mengganggunya." bela Zitao dengan nada merajuk. Dia berdiri di depan Kris seolah melindungi sambil merentangkan tangannya. Tidak sekalipun keberatan saat Kris dengan entengnya memeluk pinggang rampingnya (lagi) dari belakang.
Strategi modus disaat ada kesempatan ditengah kesempitan. -_-
Luhan kalab. Dan langsung melempar sebelah sepatunya yang masih tersisa.
Buk!
"Uppsss~"
Guru olahraga mereka berdiri dengan tampang sangar disertai aura membunuh yang pekat. Membuat semua orang yang ada di sana berdiri keder di tempat.
"XI LUHANN...! KIM MINSEOK... WU YIFAN! KE KANTORKU SEKARANG!"
.
.
.
Kim Jongdae dan Kim Junmyeon. Dua orang yang sama-sama menggerutu dalam hati sejak 30 menit yang lalu. Terjebak di kelas karena kewajiban piket yang harus dilaksanakan sepulang sekolah. Dan sialnya member mereka yang lain (read : KrisYeolHunKai) langsung pulang ke asrama mereka dengan tanpa dosanya. Kris beralasan dia ada urusan mendadak yang pastinya mereka berdua tahu pasti ada kaitannya dengan bocah Panda genk sebelah. Chanyeol berkilah ingin mencari baju olahraganya yang hilang dan mempertahankan celana dalam yang katanya berada di tangan madam Sooman (Suho muntah). Sedangkan duo magnae mereka mengaku pegal dan linu karena mendapat hukuman tadi pagi akibat terlambat datang saat rapat club dance.
The hell! Mereka mikir hanya mereka saja yang pegal-pegal dan linu? Chen dan Suho juga merasakan kedua tangan mereka yang kaku dan pegal karena hukuman keterlambatan tadi pagi sebelum masuk kelas. Kenapa selalu mereka yang mendapatkan getahnya? Padahal jika dipikir-pikir banyak anak lain juga kok yang datang terlambat.
"Ini tidak adil...!" teriak Chen untuk yang kesekian kalinya. Mengelap jendela kelas 2-A dengan tampang keruh. Menghiraukan keributan yang ada di belakang kelas, dimana terdapat beberapa anak yang malah asyik bergerombol dan tertawa. Dia melirik sebentar lalu kemudian mendesis lirih. Emosi dengan tingkah mereka yang tidak kunjung pergi dan malah mengganggu pekerjaannya.
Lalu dimana Suho?
Pemuda yang mengaku bijak dan berwibawa itu saat ini dengan santainya duduk di meja guru sambil mengecheck journal harian siswa. Terlihat calm.
Sampai ada salah satu anak yang ada di belakang membuang bungkus makanan sembarangan.
Ctak!
"Pungut-sampah-itu." katanya penuh penekanan. Membuat getombolan itu menoleh dan menatapnya mengejek.
"Ini salah satu tugasmu hari ini kan, ketua asrama? Menyapu, mengepel dan membuang sampah? Sekalian saja memasak di dapur asrama dan cucikan bajuku yang ada di kamar." balas yang paling depan, terdengar menghina sekali. Menginjak-injak harga diri Suho yang terkenal juga setinggi langit.
"Kau pikir aku babu, begitu?" geramnya menahan emosi. Yang ditanggapi kekehan mengejek dari mereka.
"Jelas sekali kan? Aku pikir seluruh anggota genk-mu tidak ada yang bermental seorang Boss. Apalagi ketua kalian itu, Wu Yifan anak kelas sebelah? Cih! Sok penguasa sekali. Padahal dia hanya makhluk absurd yang menggilai seekor anak panda."
Ini memang benar adanya. Bahkan seluruh sekolah sudah hafal. Tapi Suho dan juga Chen tentu saja tidak terima bila ketua mereka dihina-hina seperti itu. Reputasi ketua genk sama pentingnya untuk kelangsungan hidup sebuah genk ke depannya.
"Kau lupa? Minggu lalu bukankah Kris sudah berhasil mematahkan tulang hidungmu? Bersyukurlah dia tidak ada di sini. Jika dia mendengar apa yang kau ucapkan tadi, kujamin tulang punggungmu juga ikut patah dan remuk." balasnya remeh.
"K-kau! Dasar brengsek...!"
Brakk!
"Sudah cukup! Mati saja kau!" Chen yang sudah tidak tahan langsung menendang meja dan berlari ke arah mereka. Dia tanpa pikir panjang melempar lap kotor ke arah gerombolan itu diikuti dengan Suho yang menyusul di belakang sambil membawa penggaris panjang.
"HYAA..."
dan gerombolan itu membawa gagang sapu sebagai senjata perlawanan.
Really?
Mereka ini... Ababil sekali.
.
.
.
.
T.B.C
Note : untuk pairing saya tidak janji akan full romance ataupun adegan manis lainnya. Fic ini diutamakan friendship dengan bumbu romance ringan disertai adegan harian yang menampilkan kehidupan sekolah khusus cowok berasrama. Tapi berfokus kepada mereka ber-12 saja dengan fokus pairing yang paling utama yaitu Taoris~ :v hahahahaha ok saya tahu ini gaje. Maafkan saya #sungkem
Silahkan tinggalkan kritik dan saran yg membangun~ terima kasih atas respon kalian sebelumnya.
Pai pai~~
