Red of the Triplets •

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part I - Nightmare ~

.

.

.

Gadis berusia 14th ini masih bersembunyi di dalam sebuah gudang, ia masih menekuk kedua kakinya dan merasakan hawa semakin mencekam. Getaran ketakutan yang merasuki tubuhnya semakin jadi, ia terus menahan tangisannya demi untuk persembunyiannya dari seseorang yang telah membunuh keluarga juga kerabat jauhnya. Ia hanya bisa memohon kepada Kamisama untuk meminta pertolongan. Yang ada di dalam pikirannya saat ini yaitu memikirkan kakak tersayangnya yang berada di amerika. Hanya itu yang sempat ia pikirkan, walau ia memikirkan kakaknya untuk segera pulang. Tetap saja kedua orangtua dan yang lainnya sudah tak ada. Gadis itu mulai berkeringat dingin, cairan liquid sedikit keluar dari pelupuk matanya. Lalu gigi-giginya sedikit bergemeletuk gemetaran karena takut. Matanya masih sedikit mengawasi pintu gudang. Di sisi lain pemuda bermasker ini menyesap dengan kuat bau aroma anyir di dalam rumah besar tersebut. Ia hanya menyeringai di balik masker miliknya, matanya yang berbeda ia tutup supaya tidak diketahui. Setelah ia puas tadi berada di lantai dua mencari gadis itu, ia pun turun kebawah dengan berjalan santai sambil mengantongi kedua tangannya ke dalam saku. Pemuda ini berjalan melewati ruang tengah menatap foto keluarga dan berhenti sejenak disana lalu sekali lagi ia hanya bisa berserk, ia pun kembali berjalan ke arah ruang belakang menuju dapur lalu membuka lemari pendingin disana.

"Ck, malam ini aku lapar sebelum ku melakukannya...setidaknya untuk mengganjal perutku" gumamnya lalu ia mengambil beberapa lembar roti tawar dan dilumuri mayonaise ia pun tak lupa mengambil beberapa daging juga keju untuk isian. Pemuda itu membuka maskernya dan melahap roti isinya sampai tandas, setelah tandas ia langsung meminum sekaleng cola dingin. Pemuda itu kembali menutup maskernya ia bisa merasakan keberadaan seseorang di dalam ruangan yang berada di belakangnya. Akhirnya pemuda itu berbalik mencoba mendekati ruangan tersebut, dengan perlahan ia membuka pintunya. Sedangkan gadis yang di dalam samar-samar ia melihat pintu di depannya seperti ada yang membuka. Tanpa hitungan waktu yang berjalan, pintu itu terbuka lebar lalu nampak seseorang di depan pintu sedang berdiri, seseorang itu memakai pakaian serba hitam ia pun mendekati gadis berambut musim semi tersebut. Segera ia menarik tangan gadis yang sedang ketakutan dengan sedikit paksaan.

"Akhirnya ku menemukanmu sayang." Ujarnya dengan suara sedikit diberatkan.

"Ma-ma-mau apa k-ka-kamu.." Jawab gadis itu dengan gemetaran.

"Aku akan melakukan yang terhebat untukmu, khekhekhe... Kau pasti akan menyukainya." Ujarnya

"Jan-jang-jangan.. Aku tidak mau ikut denganmu, hiks...hiks...kembalikan orangtuaku!" Bentaknya seketika

"Hohhh... Hmm..kau menginginkan orangtuamu? Berarti kau ingin ikut mereka ke alam lain!" Serunya

"Iya! Kalau kau mau bunuhku sekalian.. Biar kau puas!" Histeris gadis itu seketika, sedangkan pemuda itu hanya sedikit tercengang saat mendengar teriakan dari gadis itu. Ia pun mendekati gadis tersebut dan membisikkan sesuatu.

"Aku tak akan membunuh seorang gadis cantik seperti dirimu, karena kau belum waktunya mati nona sakura." Ujar pemuda itu sambil berserk.

Gadis itu tercengang saat pemuda itu menyebutkan namanya dengan jelas di telinga, aroma maskulin bercampur dengan sedikit bau anyir melekat di tubuh pemuda itu, membuat Sakura mencium bau itu dan sedikit bergidik.

"Kenapa kau mengetahui namaku? Lalu kenapa kau tak mau membunuhku! Bunuh saja aku.." Ujarnya dengan getir

"Aku mengetahui namamu karena rambutmu yang sangat indah seperti musim semi, dan kau sangat menenangkan." Jawabnya dengan menghirup bau cherry dari rambut sakura.

"Lalu, kenapa...kenapa kau membunuh orangtuaku? Apa salah mereka..hiks hiks" tanya sakura yang mulai menangis

"Kau akan tahu nanti" ucapnya berserk kembali dan menarik paksa tangan sakura untuk mengikutinya, sakura yang ditarik langsung sedikit meronta, rasanya ia ingin sekali kabur dari rumah itu. Tapi, apa daya yang dilakukan sakura hanyalah sia-sia, kekuatan dari genggaman pemuda tersebut sangat kencang, tak lupa pemuda itu mengambil sebotol minuman juice strawberry dalam kemasan dan membawanya. Pemuda itu melanjutkan langkahnya kembali dengan menarik paksa sakura untuk mengikutinya. Mereka berdua berjalan melewati hall, sakura menutup mata miliknya ia tak mau melihat mayat-mayat yang tergeletak. Berjalan menaiki tangga menuju lantai atas. Ya, pemuda tersebut masih menarik paksa sakura untuk memasuki kamar sakura sendiri, dengan keadaan yang sangat gelap. Sakura mulai bergidik ketika ia memasuki kamarnya yang gelap, sakura yang hendak akan menghidupkan lampu kamarnya, seketika pemuda itu menarik sakura dan membantingnya ke atas ranjang ukuran king size. Pemuda itu juga mulai menindih sakura.

"Jangan pernah kau menghidupkan lampu, jika kau menyayangi dirimu. Jika kau berani mungkin aku akan berubah pikiran smirk" ucap pemuda itu berserk. Sakura hanya menutup mata dan memalingkan wajahnya, sungguh di saat ini ia sangat ketakutan dan tak berani apa-apa. Lalu, pemuda itu berdiri dan mengambil gelas kosong yang berada di nakas, ia pun menuangkan isi juice strawberry ke dalam gelas tersebut dengan menuangkan serbuk putih ke dalam minuman itu. Pemuda itu menyeringai, ia kembali ke sakura dan menarik tangan sakura, dengan memaksa sakura untuk minum juice tersebut.

"Bangun! Ayo minum ini dan habiskan!" Seru pemuda itu sambil menyodorkan gelas juice ke sakura, awalnya sakura menggeleng dan menolak untuk meminumnya.

"Aku bilang Minum! Jangan membantah!" Bentaknya dan memaksa kembali sakura meminum juice tersebut. Sakura pun mengambil gelas berisi juice strawberry tersebut dan meminumnya sampai kandas, jujur sebenarnya dirinya haus, tetapi tadi ia sempat menolak dan berujung saat ini ia segera menghabiskan juice itu.

"Bagus, good girl. Smirk" ucap pemuda itu berserk dan mengelus kepala sakura dengan perlahan, pemuda itu mengambil gelas yang sudah kosong dan menaruhnya di atas nakas, setelah itu ia menutup mata sakura dengan sapu tangan berwarna putih. Sakura yang matanya mulai ditutup sedikit terkejut dengan yang dilakukan pemuda itu.

"Apa yang akan kau laku-ku-kan? Jang-jang-jangan macam-macam." Ujarnya kembali bergetar

"Diam dan jangan banyak bertanya my cherry blossom, kalo kau tidak diam aku akan kasar kepadamu." Gertaknya. Sakura terdiam akan jawaban yang diberikan pemuda tersebut, ia tak bisa melihat wajah pemuda itu karena matanya sudah tertutup. Pemuda itu menyeringai lalu ia membaringkan tubuh sakura ke atas ranjang, pemuda itu melepas jaket hoodienya, ia hanya memakai kaos berwarna abu-abu, segera ia melepas masker miliknya nampak wajahnya yang tirus nan tampan terlihat, rambutnya yang berwarna keperakan melawan gravitasi. Pemuda itu mulai menindih sakura yang berada di bawahnya, kedua tangan sakura ia letakan di atas kepalanya.

"Kau sangat cantik, sangat...sangat cantik aku ingin sekali memilikimu seutuhnya my cherry blossom." Bisik pemuda itu dengan menghembuskan nafas dengan bau mintnya di telinga sakura, sedangkan sakura ia memalingkan wajahnya ke samping.

"Ahmm...ku tak sudi denganmu, lebih baik ku mati muda daripada hidup bersama denganmu. Hahhh...hahhh...hahhh arghhh...panas..panas.." Ucapnya dengan bergetar, tubuh sakura sedikit menggeliat ia merasakan panas di sekujur tubuhnya dan merasakan hal yang aneh.

'Hn..obatnya sudah mulai beraksi dengan bertahap, sepertinya aku memulainya saja perlahan' pikir pemuda itu menyeringai

"Ap-ap-apaa yang sudah kau berikan kepadaku? Akhhh...ke-ke-kenapa tubuhku panas ghakhhh.." Ucap sakura dengan menahan rasa panas, tubuhnya semakin menggeliat ke atas dan kebawah, kaki miliknya pun mulai terangkat sedikit, dan mengenai selangkangan milik pemuda tersebut. Pemuda itu semakin menyeringai ia tak menjawab pertanyaan dari sakura. tingkah sakura yang semakin menggeliat di bawah tubuhnya, membuat junior miliknya mulai memenuhi celana boxer pemuda itu. Tak lama, pemuda itu memulai aksinya dengan menjilati leher jenjang nan putih mulus milik sakura, sampai ke daun telinga sakura ia jilati, sesekali pemuda itu mencium leher dan membuat sebuah Kissmark di leher sakura. Sakura hanya melenguh atas apa yang diberikan pemuda tersebut. Pemuda itu menarik dagu sakura, ia pun mencium bibir tipis milik sakura, sakura yang merasakan sebuah benda kenyal di bibirnya itu membuat tegang pada tubuhnya, kedua tangannya turun ke bawah dan hendak mendorong pemuda itu menjauh, tetapi ditahan oleh pemuda tersebut, pemuda itu mengarahkan tangan sakura untuk mengalung ke lehernya. Pemuda itu mendesak lebih, lidahnya mulai menjilati bibir sakura, dan menggigit bibir bawah sakura, sakura yang merasakan bibirnya digigit ia membuka akses untuk pemuda itu mencium lebih dalam. Pemuda itu mulai memasukkan lidahnya ke dalam mulut sakura menjelajahi semua rongga mulut dan menghitung barisan gigi milik sakura, ciuman yang dilakukan semakin panas dan dalam. Ciuman tersebut semakin beradu dan saling memaksa antar keduanya, saling melilitkan lidah dan saling bertukar saliva. sakura yang tadinya hanya terdiam ia membalasnya, tubuhnya sudah mulai terangsang dikarenakan obat serbuk yang dimasukkan pemuda itu ke dalam minuman dan diminum sakura. Pemuda itu melepaskan pagutannya, membutuhkan pasokan oksigen yang lebih untuk keduanya. Lagi, pemuda itu menurunkan ciuman kembali ke leher sakura, ia pun mulai meraba-raba gaun milik sakura. Pemuda itu menaruh tangannya dibelakang tubuh sakura dan membuka resleting gaun berwarna pink milik sakura ke bawah, dibukanya perlahan gaun tersebut dengan kedua tangannya, sambil ia masih mencium lembut leher jenjang sakura dan membuat beberapa kissmark disana. Setelah gaun itu lepas,pemuda itu meremas dada kecil sakura yang tertutup oleh bra ukuran sedang. Sakura hanya melenguh nikmat, ia sudah tak sadar. Pemuda itu segera melepas bra milik sakura dalam sekejap dan menarik celana dalam berwarna putih sakura.

"Nice, kau memang cantik cherry." Ujar pemuda tersebut, ia segera melahap dada sebelah kanan milik sakura, ia mulai mengulumnya dan menghisap nipple. Sakura sedikit menahan desahan itu, matanya mengerjap dan memejamkan sejenak.

"Akh~khahhh... Akhh~" lenguhan sakura akhirnya keluar akibat permainan pemuda itu semakin memuaskan. Pemuda itu mulai meremas dada kiri sakura dengan perlahan. Ia kembali menyeringai.

"Kau menyukainya cherry? Aku pun juga begitu, apa kau mau lebih?" Ucap dan tanya pemuda itu kepada sakura. Sakura tak bisa menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya, tubuhnya pun menggeliat hebat saat itu, reaksi dari obat perangsang semakin kuat. Sedangkan pemuda itu sedikit terkekeh atas jawaban dari sakura. Ia pun mulai melebarkan selangkangan milik sakura dengan menghisap kembali dada milik sakura sebelah kiri, pemuda itu memasukan satu jari ke dalam lubang kewanitaan milik sakura dan mengocoknya secara perlahan.

"Ternyata kau sudah basah sebelum aku memasukkan jariku, my cherry. Baiklah, ku akan memberikan lebih untukmu khekhe." Kekeh pemuda itu dan kembali ia menambah dua jari ke dalam lubang kewanitaan milik sakura, pemuda itu mulai meremas dada sebelah kanan. Sakura mulai melenguh nikmat ia melengkungan tubuhnya ke atas dan merasakan kenikmatan yang di dapat dari pemuda itu.

"Gakhhhh~ akhhh~ ahhhh..uhnn.. Leb-...lebih cepat! Akhhhh~ ughhh" lenguhan nya membuat pemuda itu tersenyum sinis.

"Baiklah cherry." Jawabnya lalu pemuda itu kembali mempercepat jari-jarinya ke dalam lubang kewanitaan sakura.

"Akhhhhh~ khaaakkhhh~ a-ak-aku ma-mau keluar, akhhhhh~ ahhhhhkkk~" teriaknya dengan ia mengeluarkan cairan klimaks pertamanya, pemuda itu menarik jari-jarinya dan menjilatnya dengan liar.

"Hmmm... manis, my cherry apa kau sudah siap? Aku akan melakukan lebih nikmat dari ini." Ujarnya ke sakura, lalu pemuda itu segera melepas kaosnya dan membuka celana jeans, ia buang ke bawah tempat tidur. Segera ia melepas boxernya dan terlihat juniornya yang berukuran tak terlalu besar, pemuda itu menyeringai. Kembali ia membuka selangkangan milik sakura, dan menggesekkan juniornya ke lipatan klitoris sakura, sakura yang merasakannya hanya terdiam, dia tak bisa melihat pemuda itu. Kembali sakura menengadah kepalanya ke atas, merasakan sensasi sedikit berbeda ketika pemuda itu mulai menghujamkan juniornya ke dalam lubang kewanitaan sakura.

"AKH! Nhhh~" Teriaknya tertahan. Pria itu masih memasukkan setengah juniornya ia merasakan sempit di dalam liang tersebut membuat dirinya ingin cepat-cepat mendobrak yang tertahan di dalam lubang kewanitaan itu seperti ada penghalang disana.

"Ck~ aku akan memasukkannya lebih dalam cherry. Ughh" ucapnya lalu ia memeluk sakura, begitupula sakura memeluk pria tersebut. Dalam hitungan detik, pria itu segera menerobos penghalang lubang kewanitaan sakura.

"GAKH~ AKH!" Teriak sakura seketika dengan memeluk juga menggigit bibir bawahnya. Pria itu berhasil memasuki lebih dalam lubang kewanitaan milik sakura, ia terdiam sejenak. pria itu setelah menghujam lebih dalam dan mengoyak selaput dara milik sakura merasakan ada aliran darah yang keluar dari lubang kewanitaan itu, dan mengalir sampai di seprai ranjang berukuran king size. Tanpa pikir panjang kembali pria itu bergerak kembali secara perlahan memaju mundurkan junior miliknya yang sudah tertancap di dalam liang kewanitaan sakura, ia menyeringai melihat sakura yang melenguh nikmat.

"Akhhh~ nhhh..uhnnhh leb..lebih ce..cepat.." Lenguh sakura membuat pria itu semakin mempercepat gerakannya, pria itu melingkarkan kaki sakura ke pinggangnya.

"Hnnn~ akh~ ini nikmat sekali, cherry kau menjepitku. Ughhh~" ucapnya menyeringai kembali, sedangkan sakura hanya menengadahkan kepalanya ke atas merasakan beberapa hujaman dengan cepat dari pria tersebut.

"Nhhh~ ahhh... Ahnnn~ uhmmmhh~ ahhhaahh" lenguhan sakura semakin panas, pria itu terus menghujam sampai sakura untuk kedua kalinya ia klimaks. Lagi dan lagi pria itu terus memompanya tanpa ampun membuat sakura mencengkram kedua sisi seprai karena hujaman-hujaman yang ia dapat.

"Akhhhh~ ku mau keluar nhhhh~ ahmnnn~" ucap sakura lemah, pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga sakura.

"Sebut namaku cherry, panggil aku Kashi" ujar pria itu sinis ia kembali memompa sakura dan meraup bibir ranum sakura untuk yang terakhir kalinya, mereka saling berpagutan dan beradu lidah menukar saliva mereka, pria itu semakin kasar memagut bibir sakura, akhirnya mereka kembali melepas pagutan dan menghisap sisa-sisa oksigen. Pria itu menatap sakura dan melengkungan senyuman, ia kembali memompa memaju mundurkan juniornya lebih cepat.

"Cherry, panggil namaku! Aku akan keluar, gakhhh~" ujar pria itu sakura yang mendengarnya hanya bisa melenguh hebat lalu ia pun memanggil nama pria itu."

"Nhhhh~ Kashi! Leb-lebih cepat! Gakhhh~ kelu-keluarkan saja" racaunya dengan melenguh

Pria itu pun akhirnya ia klimaks dan mengeluarkannya di dalam, cairannya memenuhi rahim sakura.

"Akhhhh~ ahmmm ini nikmat, tapi harus lebih dari ini!" Seru pria itu, kali ini ia mencabut juniornya sejenak dan membalikkan tubuh sakura mengangkat pantat sakura yang kenyal dan sintal bagi ukuran wanita berusia 14th. Lagi, pemuda berambut perak itu memasuki kembali lubang kewanitaan sakura dari arah belakang, ia kembali melakukan in out dengan cepat dengan meremas-remas pantat sakura yang kenyal itu, membuat sakura memekik hebat atas perlakuan pria itu.

"Akhhhh~ leb..lebih ce-cepat nhhhhh kashi! Kyaaaa... Nhhhh uhnnnhhh~ ce-cepat!" Pekiknya ketika merasakan hujaman itu semakin cepat, Pria itu terus memompa lebih cepat kembali, dan sakura hanya bisa melenguh nikmat beberapa kali. Pria itu sedikit menampar pantat sakura untuk lebih menikmatinya lebih dalam.

"Akhhh~ nhhhh~ ku mau kel-keluar hahhhh ahhh kashi!" Pekiknya kembali.

"Aku juga cherry! Kita keluarkan sama-sama" pekik pria itu. Dan untuk terakhir kalinya mereka berdua klimaks untuk terakhir. Cairan klimaks milik sakura terasa keluar menjalar di junior milik pria tersebut. Begitupula sperm pria itu memenuhi rahim sakura, mereka berdua terkulai lemas dengan junior pria itu masih menancap di dalam lian kewanitaan sakura, ia melepas juniornya perlahan membuat sakura sedikit kesakitan dan menelentangkan tubuhnya. pria itu memeluk sejenak dan mencium kening sakura, ia pun menyelimuti sakura yang lemas dengan selimut tebal. Ia sedikit berbisik ke sakura

"Jika kau ingin bertemu denganku kelak, sebut namaku Kashi, mungkin aku akan hadir Cherry-ku" ucapnya. Sakura sudah terdengar kalo ia terlelap terlihat dari deru nafasnya yang halus. Sedangkan pria itu memakai bajunya dengan rapi, meninggalkan sakura dengan keadaan masih telanjang dan mata yang tertutup sapu tangan.

» Red of the Triplets «

Wanita berambut musim semi itu terbangun dari mimpi buruknya, nafasnya tersengal-sengal. Seolah-olah kejadian itu terasa kembali, walaupun dirinya tak bisa melihat siapa pria di dalam mimpinya.

"Hahhh... Hahhh..." deru nafasnya semakin memburu, lalu dari arah pintunya masuk pemuda dengan rambut berwarna merah, ia menghidupkan lampu kamar itu.

"Okaa-san, apa kau baik-baik saja. Kau bermimpi buruk lagi?" Ujarnya dengan mengambil segelas air putih di nakas dan memberikannya kepada wanita di hadapannya.

"Gaara, hn.. Arigatou" ucapnya lalu meminum air putih yang sudah diberikan anaknya.

"Hn, iya okaa-san itu tak masalah. Lalu, apa okaa-san bermimpi buruk lagi?"

"Sepertinya, jam berapa sekarang? Apa kamu belum tidur dengan kakak juga adikmu?" Tanya wanita itu.

"Gaara belum ngantuk, masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan." Jawabnya

"Jangan memaksakan diri gaara, umurmu dua bulan lagi sudah 14th lalu kalian bertiga kan mau persiapan ujian akhir SMP, sebentar lagi kalian bertiga juga akan memasuki jenjang SMA. Ya, walaupun umur kalian masih muda itu sangat bagus, okaa-san bangga dengan prestasi kalian bertiga." Ujarnya dengan tersenyum hangat.

"Okaa-san tenang saja, gaara harus menyelesaikan tugas, lebih baik okaa-san tidur lagi." Ujar Gaara halus, ia pin mengambil gelas yang dipegang ibunya untuk kembali di taruh di atas nakas.

"Baiklah gaara, ibu akan istirahat kembali. Tapi, janji kamu tidak tidur malam-malam lagi" ucapnya dan ia kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Gaara janji okaa-san, kalau begitu oyasumi." Ujarnya ia pun keluar dari kamar ibunya tanpa mematikan lampu kamar.

» Red of the Triplets «

Pagi ini nampak dua pemuda dan seorang gadis, mereka bertiga memiliki rambut berwarna merah. Ketiganya saat ini sedang di meja makan, lalu ibunya sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.

"Ohayou, okaa-san. Hwaaa sarapan kali ini sepertinya enak" ucap gadis berambut merah sepundak.

"Hmm...seperti biasa masakan okaa-san itu sangat enak" ucap pemuda dengan rambut merah yang berantakan

"Sudah, Karin... Sasori segeralah kalian sarapan, setelah itu berangkat sekolah. Sebentar lagi waktu kalian masuk." Ucap ibunya kepada mereka berdua

"Ya begitulah sasori nii-. Hn, wakatta okaa-san." Balas karin dan langsung melahap sarapannya dengan cepat diikuti kedua kakaknya. Wanita yang bernama Sakura itu hanya tersenyum ketika ia melihat anak kembar tiganya melahap makanan dengan tandas, terkadang ia sangat sedih, di usianya yang masih terbilang muda ini kadang terlihat miris saat melihat anak kembar tiganya tak memiliki seorang ayah. Sakura yang mengasuh mereka dari kecil dan dibantu oleh kakaknya juga seorang pria bernama Yamato yang bekerja sebagai polisi. ketika itu menemukannya tergeletak dengan keadaan menyedihkan. Posisi seluruh tubuhnya telanjang, dan bagian kelaminnya mengalami luka akibat kasus pelecehan yang dialami Sakura. Sakura sedikit bersyukur ketika ia ditemukan oleh yamato, dan merawatnya walau tak ada guncangan jiwa pada dirinya. Sakura kembali tersadar ketika Sasori, Gaara, dan Karin menyadarkannya dari lamunan.

"Okaa-san, sedang memikirkan apa?" Ucap mereka bertiga serempak

"Ahh...uhmm gak, okaa-san gak memikirkan apa-apa. Sudah, kalian bersiap-siap lalu berangkat. Biar okaa-san yang membereskan ini." Ujar sakura lalu membereskan piring-piring kotor sehabis mereka sarapan.

Sasori, Gaara dan Karin bersiap-siap, lalu mereka akhirnya berpamitan dengan Sakura untuk berangkat sekolah di Konoha Junior High School.

"Okaa-san kita bertiga berangkat! Ittekimasu!" Sahut mereka serempak dan berangkat keluar dari apartment.

"Hai.. hai... Itterasaiii..." Ucap sakura dan ia tersenyum melihat ketiga anak kembarnya berangkat sekolah.

Mereka bertiga berangkat dengan menaiki sepeda, Sasori membonceng Karin sedangkan Gaara berangkat menaiki sepeda sendiri. Mereka bertiga bersepeda dengan tenang menuju sekolahnya.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Yoshhh! Sampai disini dulu! Baiklah para readers! Auth hanya meminta sebuah

R

E

V

I

E

W

S

!

Terima kasih banyakkkk...supaya auth lebih semangat! Yeyyyy... Arigatouuuu minna! Byeee...byeee

Tunggu next chapt!

And mohon maaf kalo lemon/lime-nya kurang Greget (~o3o)~ muehehehe... Udah duluu yaaa byeeee #plakkk #menghilang