Red of the Triplets •

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part II – Triplets ~

.

.

.

Jam pelajaran kedua pagi ini setelah mata pelajaran Matematika diisi dengan pelajaran biologi, yang diajarkan oleh Kakuzu Sensei di kelas IXA Konoha Junior High School. Nampak beberapa materi tentang penjelasan ekosistem dalam makhluk hidup. Pemuda bersurai merah dengan iris jade itu tidak terlalu memperhatikan materi yang diberikan oleh Kakuzu sensei, sedari tadi pemuda yang bernama Gaara tersebut sedang asyik menorehkan pensilnya di atas kertas kosong seolah menggambar sesuatu di kertasnya, entah dirinya memang tidak suka pelajaran biologi atau dia memang mudah bosan untuk hari ini. di sebelah meja Gaara dengan jarak yang tak terlalu jauh. Gadis bersurai merah yang memakai kacamata melempar sebuah penghapus ke arah Gaara, pemuda itu langsung menoleh ke arah gadis tersebut. ahh, lebih tepatnya adik kembarannya bernama Karin. Tampak tatapan malas dari wajah Gaara ketika ia melihat Karin, sedangkan Karin hanya tersenyum aneh ketika melihat Gaara yang menatapnya seolah berkata 'kau jangan menggangguku yang sedang tidak mood!', Karin pun menutup mulutnya ia menahan kekehannya. ia tahu kenapa Gaara terkadang cepat bosan di kelas, walau Gaara sangat cerdas di semua bidang, tetapi kebosanannya itu yang membuat Karin sedikit geram oleh tingkah laku Gaara. Rasanya ingin sekali ia menjitak kakak kembarannya itu.

"Gaara nii~ sekali lagi kau berbuat seperti itu dikelas, aku tak segan-segan mengadu kepada Okaa-san. Hihihi" ucap Karin pelan

"tsk, dasar tukang adu. Silahkan saja kau bilang ke Okaa-san. Aku tak takut." Jawab Gaara santai dan ia kembali dengan beberapa sketsa gambarnya, lalu tak memperdulikan Karin kembali juga materi yang diberikan. Karin sedikit berdecak karena ia kali ini kalah telak oleh ucapan kakaknya itu.

Lalu di sisi lain, berbeda dengan pemuda bersurai merah satunya yang bernama Sasori. ia dengan tenang mencatat semua materi dari Kakuzu Sensei, dengan wajah baby facenya yang tenang dan terkadang matanya sekilas melihat papan tulis lalu segera ia mencatat semuanya ke dalam note biologinya itu. Ia tak memperdulikan kedua adiknya yang terkadang sering adu mulut, Sasori hanya perlu mencatatnya, setelah selesai barulah ia memberikan catatan tersebut kepada kedua adiknya untuk dipelajari kembali. Akhirnya Kakuzu Sensei selesai memberikan beberapa materi untuk pelajarannya pagi ini.

"Baik, selesai materi ini. apa ada yang mau bertanya? apa sudah jelas materi yang saya berikan?" ujar Kakuzu Sensei dengan menatap seisi kelas IXA. Semua murid terdiam tak ada yang bertanya sekalipun, inilah kenapa semua guru sedikit lelah dengan kelas ini. walaupun semua guru telah memberikan materi, anak-anak kelas IXA ini rata-rata memang malas bertanya tak seperti halnya dengan kelas lainnya.

"sekali lagi, apa sudah jelas dengan materi yang saya berikan?" ujar Kakuzu Sensei sedikit mengeraskan suaranya. Lagi dan lagi murid-murid di sana hanya terdiam sejenak dan akhirnya dengan serempak mereka menjawab.

"SUDAHHHH!" seru mereka lantang. Kakuzu Sensei hanya terdiam sejenak dengan jawaban mereka semua. Ketika Kakuzu Sensei akan melanjutkan bicaranya kembali terdengar suara bel istirahat berbunyi. Membuat dirinya sedikit mendesah karena jam pelajaran Biologi hari ini telah selesai.

"Baiklah anak-anak…. Pelajaran hari ini sampai disini. Selamat Pagi!" ucap Kakuzu Sensei

"Selamat Pagi Kakuzu Sensei!" seru mereka. Lalu Kakuzu Sensei beranjak keluar kelas dengan membawa beberapa buku materi dan kembai ke ruang guru.

.

.

.

"Yoshaaa! Waktunya ke kantin!" seru Karin girang dengan segera ia menarik lengan Gaara begitu saja dan berlari keluar kelas menuju kantin.

"Karin! Pelan-pelan.. Baka~" ucap Gaara malas, lalu Karin berhenti dari larinya tadi melepas lengan Gaara, ia pun mulai memanyunkan bibirnya.

"Gaara nii~ gak asyik! Huhhh.. lihat saja nanti kalau pulang, aku bilang ke Okaa-san biar uang jajan Gaara nii~ di potong yeyyy… iyakan Sasori nii~" ujar Karin sedikit bete, Sasori yang sedari tadi hanya mengikuti mereka berdua dengan mengantongi kedua tangannya ke dalam saku dan berjalan santai, hanya menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya. Ketika Sasori tersenyum semua gadis-gadis yang berada di lorong sekolah hanya histeris melihat ketampanan dan senyuman Sasori yang manis juga mereka berteriak memanggil nama Gaara.

"KYAAAAAA~ Sasori Senpai! KYAAAA~ Gaara Senpai!" ucap para gadis-gadis itu mulai menggila, Gaara hanya memutar bola matanya malas, sedangkan Sasori masih terlihat tersenyum. Karin yang mendengar kehisterisan para Gadis di seantero sekolah, hanya berdecak kesal.

"Huhhh.. Dasar Gadis-gadis genit, bisakah tidak sehisteris itu?" gumamnya. Tak jauh beberapa langkah sekarang giliran para anak laki-laki yang histeris ketika melihat Karin.

"HWAAAAA~ Karin Senpai memang cantik!" ucap mereka serempak dengan saling mendorong untuk mensejajarkan jalannya dengan Karin.

"kalian semua mau apa? Gak lihat dibelakangku ada pengawal, hihihi.." kekehnya dengan menoleh ke belakang dan menatap kedua kembarannya.

"Tapi Karin Senpai aku menyukaimu, i-in-ini untukmu, aku membelikan coklat ini khusus." Ucap salah satu pemuda dari rombongan itu. Ia pun memberikan coklat kepada Karin, di saat itu juga Gaara lolos merebut Coklat yang akan diberikan kepada Karin.

"hanya satu yang kau berikan untuk adikku? Kau tak ingat jika kami bertiga kembar? Seharusnya kau memberikannya 3 pieces." Ucap Gaara yang mulai iseng dengan pemuda di hadapan Karin, sontak pemuda itu langsung menunduk.

"ahhh…maafkan aku senpai, aku lupa. Tapi lain kali aku akan memberikannya. Dan untuk sekarang biarkan cokelat itu untuk Karin Senpai." Ujar pemuda itu dengan menggaruk tengkuknya.

"ohhh~ tidak bisa, sekali kau memberikannya kau harus memberi kami juga. Ya, untuk kali ini aku maafkan, tapi lain kali aku perhitungkan kembali hemm.." ujar Gaara sedikit menahan tawa saat pemuda itu hendak menjawab obrolannya lagsung diputus oleh Sasori.

"sudah cukup, kami mau ke kantin. Sebaiknya lain kali kau harus bawa lebih banyak, dan maafkan tingkah Gaara yang sedikit keterlaluan, dia memang begitu. Kalo gitu Jaa~" ucap Sasori santai.

"ba-ba-baik Sasori Senpai Arigatou. Kalau begitu saya permisi." Ucap pemuda itu dan alhasil ia langsung melarikan diri entah kemana, Karin dan Gaara hanya menggelengkan kepala, di saat Gaara hendak memakan cokelat tersebut, yang ada cokelat itu direbut oleh Sasori.

"tidak baik kebanyakan makan cokelat, Gaara." Ujarnya santai dan langsung merangkul Karin.

"eeeehhh… Sasori nii~ itu harusnya jatahku!" serunya

"ini bukan jatahmu tapi jatah adik kita yang cantik ini." ucapnya lembut dan memberikan cokelat tersebut ke Karin.

"aihhhh…. Sasori nii~ selalu memahami Karin tidak seperti Gaara nii~ yang selalu beradu mulut huhhh.." cibir Karin

"Nani? Apa yang kau katakan Karin, tsk adik menyebalkan. Kenapa juga aku memiliki kembaran sepertimu." Dengus Gaara

"masih untung kau memiliki kembaran sepertiku, daripada kau nanti lahir sendiri?" kekeh Karin

"lebih baik aku lahir sendiri huhhh…" ucapnya datar

"sudahlah kalian berdua, atau aku akan telepon Okaa-san biar nanti pulang kalian berdua dihukum." Tegas Sasori dengan nada santai

"Sasori nii~! Kebiasaan buruk!" ucap mereka serempak dan Sasori hanya terkekeh mendengar ucapan mereka serempak.

Mereka bertiga sudah sampai di kantin, Karin yang duduk di salah satu bangku dan memakan cokelatnya dengan santai. Sedangkan Gaara membuka Androidnya untuk mengecek sebuah email untuk hasil lomba pembuatan game. Lalu Sasori yang memesankan makanan untuk mereka.

"Karin, jangan terlalu banyak makan cokelat, sebelum kau makan." ujar Sasori memperingati. Karin hanya mengangguk dan memasukkan cokelat yang sudah tertutup rapi ke dalam saku kemejanya. Di saat mereka sedang menunggu pesanan, tiba-tiba datang seorang gadis berambut cokelat ia dengan berani mendekati Gaara.

"Se-sel-selamat siang Gaara-san, boleh aku duduk di sebelahmu." Ucapnya sedikit gugup. Gaara menoleh dan melihat gadis berambut cokelat tersebut.

"hn, apa tidak ada bangku lain?" ucapnya datar

"anooo~ semuanya penuh Gaara-san" jawabnya lagi.

"Souka, baiklah silahkan." Ujar Gaara dan menggeser duduknya ke sebelah, gadis itupun langsung duduk di sebelah Gaara.

"hey, kamu namamu siapa dan kelas berapa?" tanya Karin tiba-tiba

"Sumimasen, Karin-san. Namaku Matsuri dan kelas IXB" ujarnya sambil makan kentang goreng.

"nama yang bagus, ahhh sudah datang. Gaara makan dulu nanti kau bisa melanjutkannya." Ujar Sasori dan memakan sosis bakarnya.

"ittadakimasu!" ucap Karin dan melahap nasi gorengnya.

"hmm.. aku tahu sasori nii~" jawb Gaara datar ia pun segera memakan spaghettinya.

"Arigatou, Sasori-san. Anoo~ jadi benar kalian bertiga kembar?" tanya Matsuri seketika

"iya, kami bertiga kembar, yaa… walaupun hanya rambut yang sama, dan wajah tak terlalu mirip. Tapi, kenyataanya kita bertiga kembar. Jangan heran ya, matsuri-chan! Gak apa-apakan aku panggil seperti itu?" jelas Karin panjang lebar

"ahhh.. gak apa-apa kok Karin-san, ohh, jadi begitu. Tapi kenapa iris mata Gaara-san saja yang berbeda? Ahhmm.. maaf kalau aku bertanya yang aneh." Ucapnya malu-malu.

"ohh..itu karena iris mata Gaara mirip dengan Okaa-san mungkin, sedangkan aku dan Karin lebih ke Otou…Otou-san." jawab Sasori yang lolos membuat dirinya sedikit terdiam, Gaara yang mendengarnya seperti biasa saja, sedangkan Karin sedikit termenung.

"Otou-san?! Hn.. kenapa dia itu sangat bodoh." Ucap Karin sedikit bergetar, Gaara yang melihat Karin hendak menangis ia langsung berdiri dan mensejajarkan dengan Karin lalu memeluknya.

"sudahlah Karin, tidak usah menangis. Kau mengerti, ada Gaara nii~ dan Sasori nii~ juga Okaa-san yang akan menyayangimu." Ucap Gaara dengan mengelus kedua pipi Karin. Karin mengangguk pelan.

"Go-Gomen aku tak mengerti ka-kalo." Ujar Matsuri terpotong oleh ucapan Sasori

"sudah itu tak masalah kok Matsuri-san, mungkin hanya Karin saja yang masih belum terbiasa. Lebih baik kau lanjutkan makanmu. Dan Karin juga." Ucap Sasori halus. Kembali Karin pun mengangguk dan memakan nasi gorengnya kembali, Gaara yang sudah terduduk mulai melanjutkan makannya.

.

.

.

.

.

.

Setelah jam istirahat selesai, Karin, Sasori, Gaara dan Matsuri kembali ke kelas IX A dan IXB. Yang pada akhirnya Matsuri tadi berbincang-bincang dengan Karin berujung membuat mereka berteman. Lalu, jam pelajaran berikutnya dimulai, seperti hal biasanya si kembar tiga ini mengikuti kembali pelajaran. Tak terasa sudah berapa kali mata pelajaran diganti dan tepat jam 1 siang jam pelajaran sudah usai. Para murid-murid segera keluar dari kelas mereka dan menuju parkiran, ada juga yang pulang dengan berjalan. Gaara, Sasori dan Karin sudah sampai di parkiran mereka mengambil sepeda, sebelum mereka hendak pulang. Gaara menyuruh Karin untuk mengendarai sepedanya.

"Karin, kau bawa pulang sepedaku ya. Aku ada urusan, dan ijinkan kepada Okaa-san kalau aku pulang telat." Ucap gaar dan memberikan sepeda ke Karin

"loh, Gaara nii~ mau kemana?" tanya Karin heran

"iya kau mau kemana Gaara?" sahut Sasori juga.

"uhn… aku mau ke kantor…"ucapnya sedikit terputus dan membuka android miliknya.

"kantor?" ucap Sasori dan Karin serempak

"iyaa.. Kantor Hatake Corp. kebetulan aku mendapat email dari mereka, bahwa hari ini juga aku harus kesana. Dan kalian tahu apa? Design Gameku terpilih, jadi aku harus kesana untuk presentasi. Aku mohon Sasori nii~ katakan kepada Okaa-san aku nanti sedikit terlambat. Okay, jaaa~" ucapnya panjang lebar dan Gaara pun terlihat ia tersenyum di saat berlari. Ia segera menaiki taxi dan menuju kantor Hatake Corp.

"ya sudah, hati-hati Gaara. Aku akan bilang kepada Okaa-san." Ujar Sasori sedangkan Karin hanya berteriak

"Ganbatte! Semoga berhasil dan menang!" teriaknya Gaara hanya tersenyum biasa dan ia sudah pergi menaiki taxi. Karin dan Sasori pun pulang ke apartemen.

.

.

.

.

.

Sasori dan Karin sudah sampai apartment, mereka berdua memarkirkan sepedanya. Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam dan menaiki tangga, karena apartmen yang mereka tempati itu ada di lantai dua. Sampainya di apartment Sasori dan Karin langsung masuk ke dalam.

"Tadaimaaaa~" ucap mereka serempak dan langsung masuk dengan melepas sepatu dan menaruhnya di rak, dilanjutkan memakai sandal dalam rumah.

"Okaeri~ loh, mana Gaara? Sasori." Tanya Okaa-sannya

"nee~ Okaa-san Gaara tadi minta ijin kepadaku bahwa ia akan pulang. Katanya sih ada urusan." Jawab Sasori dan ia langsung ke dapur untuk mengambil minuman dingin di kulkas yang langsung di tampik tangannya oleh ibunya.

"ganti baju dulu, dan bersihkan badanmu Sasori, baru setelah itu kau boleh mengambil minuman di kulkas." Ucap ibunya halus.

"Okaa-san aku haus…." Jawab Sasori dengan puppy eyes

"tidak ada alasan, sudah sna bersih-bersih dulu. Kau juga Karin-chan bersih-bersih. Uhmm memang urusan apa?" ujar dan tanya ibunya kepada Sasori.

"Gaara ada presentasi, katanya dia ikut lomba design game, dan akan terlambat pulang." Jelas Sasori sedikit berteriak, yang sudah menuju ke dalam kamarnya.

"ohh begitu. Gaara selalu saja mengikuti lomba dan tidak memberitahu kepada Okaa-san, ya sudah kalau begitu. Karin-chan jangan menonton TV ayo bersih-bersih dulu." Ujar ibunya lembut.

"Ha'i….Ha'i Okaa-san. Nee~ Okaa-san hari ini masak enak? Ada acara ya?" tanya Karin dengan memasang wajah lapar.

"iyaa.. Tayuya Oba-san dan Yamato Oji-san akan bertamu malam ini. jadi segeralah kamu bersih-bersih dan bantu Okaa-san" jawab ibunya lembut.

"Wakarishimatta!" sahutnya dan langsung berlari ke dalam kamar untuk sekalian mandi.

"dasar anak-anak.. hahhh, tak terasa mereka cepat sekali besarnya." Gumam Sakura dengan tersenyum halus. Ia pun melanjutkan memasaknya untuk malam ini. makan malam bersama Kakak dan Kakak iparnya. Ya, walaupun dulu Yamato menolong dirinya tetapi, yamato ternyata adalah Sahabat kakanya sewaktu SMA. Dan setelah kejadian itu Kakaknya berpacaran lalu enam tahun kemudian mereka menikah. Betapa bahagianya Sakura ketika melihat kakaknya menikah. Tidak seperti dirinya yang tak menikah tetapi memiliki anak kembar tiga hasil dari pelecehan 14 tahun silam, ketika dirinya tepat berumur 14 tahun. Entah siapa pria yang berani melakukan terhadap dirinya, yang Sakura ingat sewaktu itu mata sebelah kirinya tertutup dan dibalik hoodienya hanya terlihat sedikit rambutnya yang berwarna perak, sakura sama sekali tak melihat wajah pria itu. Ia hanya bisa mendesah kali ini. sakura hanya bisa membuat dirinya tegar untuk saat ini, ia sudah perlahan untuk melupakan kejadian masa lalu dirinya yang kelam. Sekarang pilihannya adalah anak-anaknya yang menyayangi dirinya.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Readerssss disini dulu yaaa… (~o3o)~ #Narinarigaje yoshhh! Pokoknya biar semangat ntar auth lanjutin nyeahaha.. apakah Sakura nanti bakal ketemu sama Kakashi, kayaknya kalo ketemu minta dihajar… ohhh yaaa Auth- hanya minta…

R

E

V

I

E

W

S

!

Okayyyy minaaaaaa~ Arigatouu semakin banyak Reviews, Auth semakin memanas dan semangat! Iyeeyyy… apakah Kakashi mengetahui Gaara dan dua lainnya adalah anaknya #plakkkk

Kakashi: Authorrrrr ini masih rahasia.. hmmm -_- *tatapan malas*

Auth: Gomen Kakashi muehehehe.. kalo gtu Readers byeeeee #kaburrdenganmobil