Red of the Triplets •

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part III - Meet with (?) ~

.

.

.

Nampak seorang pemuda bersurai merah dengan mata jade turun dari mobil taxi. Ia pun membawa tas punggungnya dan berjalan ke dalam sebuah gedung yang memang terlihat megah. Ya, gedung dengan bertuliskan nama Hatake Corp. di atas atap lobbynya. Pemuda itu segera menghampiri tempat informasi.

"Selamat sore tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Ucap wanita di bagian informasi itu.

"Ahmm...saya mau tanya ruang untuk presentasi lomba design game di mana ya?" Tanyanya ke wanita tersebut.

"Oh, anda mengikuti lomba design game yang diselenggarakan. Kalo begitu, saya data terlebih dahulu. Dengan tuan siapa." Tanyanya kembali

"Atas nama Gaara, uhmm Haruno Gaara." Ucap Gaara

"Uhmm... Oh ya ada di daftar tuan nama anda. Silahkan ke Lt.2 lalu belok ke kiri, di sana ada ruang rapat setelah anda berbelok kiri." Jelas wanita informasi itu.

"Uhmm..kalo begitu terima kasih kak, dan saya permisi." Ucap Gaara tersenyum ia pun bergegas sesuai arahan wanita tadi. Gaara mulai menaiki lift dan langsung memencet tombol menuju Lt.2, setelah lift yang dinaikinya itu sampai, Gaara langsung berjalan keluar dari lift dan menuju ruang rapat yang berada tak jauh dari lift, ia segera berbelok ke arah kiri. Terlihat ruang dengan pintu seperti kaca yang terlihat besar, Gaara sempat berdiri di depan pintu ruangan dengan sedikit kagum oleh kemewahan gedung ini.

'Hn, seandainya nanti jika aku sukses seperti ini. Aku akan membahagiakan Okaa-san.' Batinnya berbicara sejenak. Gaara menghela nafasnya sejenak sambil memegang gagang pintu ruangan, ia pun meyakini dirinya dan langsun memasuki ruangan yang diberitahukan tadi.

"Uhmm permisi, apakah ini ruangan untuk presentasi lomba design game?" Tanya Gaara perlahan, ia masih berdiri di depan pintu kaca ruangan itu. Di ruangan itu terlihat beberapa pasang mata melihat kehadiran Gaara yang masih berbalut seragam Konoha Junior High School berwarna hitam.

"Ahh...iya benar sekali nak, ini ruang untuk presentasinya. Apa kamu peserta?" Ujar salah satu pria di deretan meja tersebut. Pria yang bertanya kepada Gaara, itu terlihat masih muda dengan wajah tampannya yang tirus lalu hidung mancungnya yang mempertegas ketampanan, tak jauh dari hidung, matanya yang unik karena perbedaan warna juga rambutnya yang berwarna keperakan melawan gravitasi. Gaara sedikit terdiam ketika masih melihat pria itu.

"Nak, apa kamu pesertanya?" Tanyanya kembali yang menyadarkan lamunan Gaara sejenak.

"Uhmm, ha'i gomenasai.. Iyaaa aku peserta yang dikirimi email untuk segera mempresentasikan dan disuruh ke gedung ini." Jelasnya sambil berojigi. Disebelah pria berambut perak tadi, nampak pria dengan rambut jabrik berwarna hitam itu sedikit terkekeh.

"Obito...jangan kau menertawainya, tenanglah sedikit." Ucap pria berperak itu.

"Gomen...gomen.. Kakashi, aku hanya terkekeh sedikit melihat tingkah anak ini. Dia lucu sekali, ehemm...iya kan Pein-san, Iruka-san" ujar Obito

"Ya, begitulah Obito-san. Dia lucu tapi tak sebodoh dirimu." Ledek Pein ke Obito

"Kau mulai lagi ya, lihat saja nanti kau Pein." Dengus Obito.

"Sudah...sudah...sudah kalian berdua bertengkar terus, tak kasihan dengan anak ini sedari tadi sedang menunggu untuk presentasi?" Sahut Iruka melerai perdebatan dari Obito dan Pein.

"Ckckck...kalian berdua ini selalu saja, hahhh... Uhm... perkenalkan namaku adalah Hatake Kakashi, pemimpin perusahaan Hatake Corp. Lalu yang berambut hitam dia adalah Uchiha Obito dia bagian Produksi. disebelahnya bernama Pein bagian Managemen, dan disebelahku Iruka Umino dia adalah Sekretarisku, kami disini yang akan menilai, ya kurang lebih sebagai Juri." Ucap Kakashi sejenak ia terdiam dan menghela nafas. Lalu mengatakan sesuatu untuk Gaara supaya dimulai presentasinya.

"Baiklah, silahkan kau perkenalkan dirimu nak. Lalu setelah itu presentasikan tentang Design Game milikmu." Jelas Kakashi ke Gaara. Gaara menganggukan kepala, ia pun menuju tempat presentasinya. Segera Gaara mempersiapkan untuk presentasi, ia mengeluarkan laptop miliknya dan menyambungkan ke layar LCD di belakangnya supaya dapat dilihat oleh mereka yang menghadap ke Gaara, Ia pun memulai perkenalan diri.

"Ehemmm...baiklah, sebelumnya selamat sore bapak-bapak sekalian. Perkenalkan nama saya Gaara, Haruno Gaara. Saya bersekolah di Konoha Junior High School kelas IXA. Uhmm.. Umur saya 13 tahun 10 bulan atau lebih tepatnya sebentar lagi 14 tahun. Dan disini saya akan mempresentasikan Design Game saya kepada bapak-bapak." Ucap Gaara setelah memperkenalkan diri ia menyalakan laptopnya, di layar screen nampak sebuah foto keluarga. Gaara langsung membuka file Design Gamenya, dan ia memulai menjelaskannya di hadapan juri.

"Disini, saya membuat sebuah design game tentang petualangan dan penyelamatan dari ancaman devil. Saya memberi nama gamenya dengan judul "The Black Crow Ultimate". Menceritakan seorang pemuda dengan rambut merah kecokelatan, dengan menggunakan jubah berwarna merah darah, ia memiliki tiga buah Katana yang masing-masing bernama Love, Lust and Faith. Jika ketiganya digabungkan akan menjadi sebuah pedang berwarna hitam pekat dengan list warna merah, seperti menyerupai Excalibur Sword. Sword ini bernama Dreams karena penggabungan dari ketiga katana tadi. Misalnya saja seperti gambar yang saya buat ini, ini adalah characternya memakai jubah merah darah, dan ketiga katananya berada di sebelah kiri, memakai sepatu boot hampir sedengkul, memakai kaos jaman eropa abad 15, dan celana kulit. Lalu,sebagai contohnya seperti gambar-gambar yang saya buat. Dari gambar character pemain, musuh dan tempat." Jelas panjang lebar Gaara dengan menunjukan cuplikan gambar-gambar game yang sudah ia buat. Pein dan Obito hanya mengangguk takjub dengan gambar-gambar design yang diberikan oleh Gaara, begitupula dengan Iruka juga kagum terhadap presentasi awal dari Gaara.

"Uhmm...lalu apa hanya segitu saja? Dan permainan ini dibuat secara Online atau Offline?" Tanya kakashi tiba-tiba

"Uhmm..saya membuatnya secara keduanya. Ini bisa dimainkan secara online maupun Offline di perangkat game seperti PSP, PS, Nintendo Wii, maupun X-Box." Jawabnya santai.

"Hmm...bagus juga, apa itu gambar-gambar milikmu nak? Maksudku kau yang menggambarnya sendiri?" Tanya Kakashi kembali.

"Uhmm..iyaa saya yang menggambarnya pak. Kebetulan saya suka menggambar dan bermain game hmm.." Jawabnya kembali dengan tersenyum polos.

DEG'

Seketika Kakashi merasakan degupan aneh yang menyeruak di seluruh tubuhnya, saat melihat wajah Gaara, ia seperti melihat seseorang dari masa lalunya. Entah kenapa ia merasakan sedikit pening di kepala bagian belakangnya. Kakashi langsung menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pening.

"Begitu ya. Baiklah, untuk saat ini presentasimu saya terima. Nanti kami berempat akan menindaki lanjut apakah game ini berhasi atau tidak. Cocok dipasarkan atau tidaknya, nanti kami menyeleksinya kembali. Ahhm, Gaara-kun kau sudah mengcopy presentasi dan juga gambar-gambarmu kan ke dalam USB? Kalau iya, berikan saja kepada Iruka-san. Lalu,kira-kira game ini ditujukan berkisar untuk umur berapa?" Ujar dan tanya Kakashi lagi

"Ahmmm... Sudah saya pindahkan ke dalam USB, terima kasih sudah memilih saya untuk mempresentasikan design game saya. Untuk umur yang saya tuju adalah remaja umur 13+ pak." Jawab Gaara

"Souka... Baiklah presentasimu kali ini sampai disini Gaara-kun." Ucap Kakashi dengan tersenyum.

"Arigatou , , , ." Ujar Gaara ia pun menutup filenya dan memperlihatkan kembali screen layar laptopnya yang terlihat di LCD, segera saja Gaara mematikan laptopnya dan membereskannya, langsung dimasukkannya ke dalam tas punggung miliknya. Setelah selesai Gaara langsung menghampiri meja juri, diiringi Gaara bersalaman dengan Obito, Pein, Iruka lalu memberikan USB ke Iruka. terakhir Gaara bersalaman dengan Kakashi. di saat itulah Kakashi seperti merasakan gelenyar yang sangat aneh ketika bersalaman dengan Gaara, rasa yang kembali menyeruak pada degupan jantungnya dan juga aliran darahnya seperti terasa cepat mengalir, pening yang ia rasakan kembali mengetuk di bagian belakang kepalanya. Kakashi lagi menggelengkan kepalanya dan segera melepaskan jabatan tangannya dengan Gaara. Ia sedikit berpesan kepada Gaara.

"Gaara, jika kau tidak lolos dalam tahap berikutnya, aku harap kau tak mudah putus asa dan teruslah berjuang demi pembuatan Design Game, walau tidak ada lomba mungkin aku akan bisa menampung semua ide-idemu dan kemungkinan suatu saat kau bisa aku pekerjakan di perusahaan Hatake Corp." Ucap dan penjelasan dari Kakashi kepada Gaara, yang diterima sebuah anggukan oleh Gaara.

"Hanya sebuah anggukan nak?" Tanya Kakashi mengangkat alisnya sebelah dan ia melepas jabatan tangannya.

"Uhmm...gomen , uhmm iya saya akan terus berusaha dan akan terus menumpah ruahkan untuk ide-ide saya selanjutnya." Jawabnya dan tersenyum biasa kembali. Kakashi yang melihatnya pun iku tersenyum atas pernyataan dari Gaara.

"Baiklah.. Kalau begitu cepatlah pulang, mungkin keluargamu atau ibumu sudah menunggu. Ini sudah malam" ujar Kakashi ia pun berdiri dan menepuk pundak Gaara. sekarang giliran Gaara yang merasakan aliran aneh di desiran tubuhnya. dengan secepat mungkin ia menghilangkan rasa itu segera mungkin. Entah rasa apa yang saat ini dirasakan di dalam tubuhnya, rasa yang dekat dengan jarak yang jauh, rasa gelinyir aneh yang terpendam jauh-jauh, itulah yang saat ini Gaara rasakan, tapi ia membuangnya dan tak memperdulikannya kembali. Gaara pun berojigi ia langsung keluar dari ruang presentasi dengan membawa tas miliknya. Sesekali ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 6 sore, memang jarak sekolahnya dan Hatake Corp. lumayan jauh belum lagi tadi sempat macet di jalan. Gaara akhirnya langsung keluar dari gedung tersebut dan ia memutuskan sebelum pulang mau mencari sesuatu untuk di bawa ke rumah.

» Red of the Triplets «

Sedangkan Kakashi kembali ke ruangannya bersama Iruka, Obito dan Pein langsung berpamitan pulang.

"Kakashi, aku dan pein langsung pulang ya, sudah sore kasihan istri-istri kami sudah menunggu, ya kan pein" ucap Obito.

"Iya kau benar Obito hehe...tak apakan kami berdua duluan." timpal Pein

"Iyaaa sudah sana kalian berdua pulang, urus istri kalian masing-masing dan jangan kemana-mana.." Kekeh Kakashi

"Kau selalu pengertian Kakashi, ahhh...kenapa kau tak mencari istri? Padahal banyak sekali kita teman-teman wanita semasa SMA dan kuliah, apalagi dirimu ini yang paling tampan." Celetuk Obito

"Iya padahal kau kan banyak yang menyukainya, misal Shizune, Akane, Anko, Kurenai, Mei Terumi? Dan yang lainnya. tapi kamu memilih untuk menjadi Workaholic" tambah Pein

"Hn... Aku tak tertarik dengan mereka semua, walaupun Anko yang sudah beberapa kali mendekatiku, dan juga Shizune yang wajahnya Baik-baik tapi tetap mencari perhatian, aku tak berminat. Karena lebih baik aku bekerja Pein, Obito. Sudah kalian katanya tadi mau pulang? Aku juga mau pulang, aku lelah." Ujar Kakashi sedikit mengeluh.

"Baiklah...baiklah kita pulang... Jaaaa~ Kakashi jika saranku mau kau terima, bagaimana nanti malam kau bisa mencoba sesekali berkencan." Sarannya Obito

"Sudahlah...aku tak perlu saranmu Obito, udah sana pulang. Hahh...aku tak mau memikirkan wanita-wanita itu kawan." Ujar Kakashi yang langsung masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh iruka. Obito dan Pein hanya terkekeh mereka berdua pun beranjak keluar dari gedung dan pulang.

.

.

.

Di dalam ruangannya, Kakashi melonggarkan dasinya, ia segera melepas jasnya dan menggantungnya di lengan, tak lupa membawa tas kerjanya. Sebelum pulang pun ia sempat mengatakan sesuatu kepada Iruka.

"Iruka, kalau bisa kau lihat design game milik Gaara, dan selain tu apa kau bisa mencari informasi tentang dirinya dan siapa keluarga atau orangtuanya, kenapa perasaanku sedikit aneh ketika melihat anak laki-laki itu." Ucap Kakashi

"Baiklah, Kakashi aku akan menyuruh Asuma dan Hidan untuk mencari informasi tentang anak tersebut. Ahh, sebenarnya apa yang kau rasakan saat ini?" Tanya Iruka penasaran

"Entahlah, tetapi ketika aku melihat senyumannya dan juga saat aku menjabat tangannya seperti ada keterkaitan yang aku rasakan, tapi aku tak mengingatnya setelah apa yang terjadi 13 tahun silam, saat aku mengalami kecelakaan di Osaka. ada beberapa ingatanku hilang tapi saat aku mencoba untuk mengingatnya kepala bagian belakang pasti akan berdenyut kencang." Jelas Kakashi

"Baiklah, aku akan mencari informasi anak itu Kakashi. Ya, semoga hasilnya bagus seperti yang kau rasakan. Tapi apa kau sudah meminum obatmu?" Ujar dan tanya Iruka

"Uhmm..sudah. Ya, kalau begitu aku mohon bantuanmu kawan, kau memang sahabat terbaikku Iruka." Ucap Kakashi pelan, Iruka pun hanya mengangguk saja. lalu,Kakashi langsung beranjak dari ruangannya dan segera menuju tempat parkiran untuk menaiki mobilnya dan pulang ke rumahnya.

» Red of the Triplets «

Di sebuah apartment yang terlihat sederhana dengan nama di papan samping luar pintu bertuliskan nama Haruno Sakura. di dalam nampak terlihat ramai di bagian ruang makannya. ya, terlihat satu pemuda dengan surai warna merah, seorang gadis bersurai merah yang memakai kacamata juga anak kecil berkisar berumur 8 tahun dengan surai berwarna cokelat menatap lapar hidangan di atas meja tersebut. di lain kursi juga nampak dua wanita bersurai merah muda dan bersurai merah, juga pria dengan surai cokelat yang tersenyum. Mereka sedang mengadakan sebuah acara makan malam keluarga besar di tempat ini. terlihat dari wajah-wajah ceria yang ditampilkan oleh Sasori, Karin dan Menma,tanpa pikir panjang mereka bertiga langsung mengambil lauk pauk di hadapan mereka.

"pelan-pelan yang mengambil lauknya anak-anak" ucap pria bersurai cokelat itu kepada mereka bertiga.

"biarkan saja Yamato nii~ mungkin mereka daritadi sudah tak sabar untuk menahan lapar sedari tadi." Ujar Sakura dan juga mengambil lauknya.

"tapi, sakura ini kan tidak terlihat sopan. masih ada Gaara yang belum pulang, kalau disisakan berantakan seperti itu kan gak enak." ujar Tayuya menimpali

"Tayuya onee~chan tenang saja, aku sudah memisahkan lauk pauk untuk Gaara. Jadi yang di meja sekarang ini memang aku khususkan untuk kalian yang bertamu malam ini." jelas Sakura halus

"kau ini sudah banyak berubah ya, semenjak kelahiran anak kembar tigamu sampai saat ini kau sudah menjadi Ibu dan orangtua yang terbaik buat mereka bertiga, walaupun kau tidak ditemani sama sekali dengan orang yang melakukannya terhadapmu. Kau ini seperti ibu." ucap Tayuya tersenyum bangga atas perilaku adiknya yang benar-benar selalu menjadi wanita tegar untuk selama ini.

"hahhh…. Aku sudah melupakan masa lalu kelam itu, aku tak memperdulikannya lagi Tayuya onee~chan, sudahlah jangan bahas masa lalu yang sudah aku kubur dalam-dalam, sekarang waktunya menuju masa depan." Jawabnya dengan kembali tersenyum lembut.

Walau Sakura terlihat tersenyum, tetapi jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, rasa sakit dimana dirinya melihat kasus pembantaian dan pelecehan dirinya sendiri itu masih terasa sangat sakit, tetapi Sakura perlahan menutup luka-luka lama itu dengan cara membahagiakan anak-anaknya. Anak-anak hasil dari hubungan yang tak diinginkan semua wanita, tetapi ia dapatkan begitu saja dari Pria yang melakukan terhadap dirinya. Sakura sempat bersumpah jika ia bertemu dengan orang itu, ia hendak membalaskan perbuatan pria itu selama ini. tapi, Sakura menarik kata-kata sumpahnya ia berpikir kembali untuk tidak melakukan pembalasan dendam, karena jika ia melakukannya Sakura memikirkan nasib anak-anaknya yang selama ini hanya dia yang sebagai orangtua mereka. Walaupun ada Yamato sebagai ganti posisi seorang Ayah untuk si kembar tiga, tetapi itu tidak mungkin. Karena, yamato adalah suami kakaknya. mereka memiliki kehidupan lain, dan posisi Yamato hanyalah seorang paman bagi anak-anak Sakura tidak lebih dari itu. Dan Sakura pun kembali bertekad dari semua masa kelam yang terjadi, jika ia bertemu dengan orang itu, ia akan melupakan kesalahan dari pria tersebut dan mencoba untuk mencintainya, karena Pria itu adalah Ayah kandung dari anak-anaknya. dan Sakura harus menyatukannya, demi anak-anaknya.

"sudah hampir jam 8, kemana Gaara? Sakura." Tanya Yamato sambil melahap makanannya.

"Ahhh.. anak itu, dia tadi meminta ijin untuk mengikuti lomba Design Game, di sebuah perusahaan terbesar di kota Konoha ini sih katanya." Ucap Sakura

"apa kau tak mengkhawatirkannya Sakura? Benar kata Yamato-kun kalau sudah hampir jam 8 malam. Jangan terlalu membiasakannya." Timpal Tayuya

"Tayuya Nee~chan tenang saja, Gaara itu anak laki-laki sedangkan dia itu bisa menjaga dirinya dengan beladiri, tentunya anak itu sedikit keras kepala juga. Kalau tidak percaya tanya saja Kakaknya." Ujar Sakura lembut

"Benarkah itu Sasori? Apa yang dikatakan Okaa-sanmu." Tanya Tayuya kepada Sasori

"humm.. glekkk… itu benar Tayuya Obaa-san, Gaara memang sedikit keras kepala apaupn yang dia inginkan harus dilakukannya. Walau okaa-san yang melarangnya, tetap saja Gaara melakukan keinginanya." Jelas Sasori

"Souka, benar-benar anak yang keras kepala. Tetapi kamu Sakura, benar-benar tahan ya dengan sikap anakmu." Kekeh Tayuya

"aku sudah biasa dengan tingkah Gaara seperti itu, nee~ Tayuya Nee~chan. Menma kau sudah menyelesaikan makanmu? Kau tidak mau tambah lauknya lagi?" ujar dan tawar Sakura kepada Menma.

"Ahhhh… nanti dimarah sama Okaa-san, Sakura Obaa-san." Ucap menma polos

"hahaha… habiskan saja menma, kalau kau mau tambah silahkan saja, Obaa-san gak mempermasalahkannya." Tawa Sakura sedikit pecah

"Hountoo~ yeyyy… ahmmm enakkk.." ujar Menma senang

"Sakura, kau selalu menuruti Menma. Hahhh.. pantas saja dia selalu dekat denganmu." Gerutu Tayuya

"Tayuya Onee~chan tidak baik melarang-larang, itu yang selalu aku terapkan untuk anak-anakku. Karena aku tidak suka melarang-larang, biarkan mereka melakukan apapun tetapi harus ada batasannya, iya kan Karin-chan." Ujar Sakura

"yosh~ Okaa-san memang terbaik dan selalu pengertian kepadaku, hehe.." kekeh Karin dan melahap udang goreng tepungnya.

"hahhh.. kau sama saja dengan ayah, Sakura. Baiklah…Baiklah aku akan mencoba sesuai dengan kata-katamu. Oh, iya ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan Itachi?" ujar dan tanya Tayuya

"Itachi? Sudah aku bilang, Tayuya nee~chan aku dan dirinya itu hanyalah bersahabat. Tidak lebih sedangkan Itachi kan sebentar lagi mau menikah dengan Ayame-chan. Sudah aku tak mau membahas masalah hubungan ataupun pernikahan." Ujar Sakura

"ya ampn, apa kau mau menjadi wanita single sampai anak-anakmu menikah, Sakura?" timpal Yamato

"semua keinginan wanita sih mau menikah, tetapi untuk saat ini aku belum mampu membuka hatiku Yamato nii~" jelas Sakura

"Bagaimana, dengan Lee-san teman ku di kepolisian, atau Deidara-san?" ujar Yamato

"sekali tidak ya tidak Yamato nii~ aku mohon jangan memaksaku, pleaseee…." Ucap Sakura tenang.

"baiklah..baiklah aku tak akan membahas ini lagi… hehe.." ucap Yamato terkekeh diikuti Tayuya yang juga terkekeh. Sakura pun hanya ikut tertawa dan mereka para orang dewasa kembali berbicara tentang keseharian dan juga membuat lelucon-lelucon kecil untuk mengisi suasana supaya tidak terlalu sepi, sedangkan para anak-anak sibuk dengan lauk pauknya.

» Red of the Triplets «

Pemuda bersurai merah dengan iris jade itu nampak keluar dari sebuah toko bakery di tengah kota, ternayata sedari tadi ia berjalan dan memasuki sebuah bakery dengan berbagai macam pilihan camilan tradisional makanan jepang, seperti kue Mochi, Dango dan lain sebagainya. Ya, Gaara sempat memasuki toko bakery itu dan membeli camilan untuk kakak, adik dan juga ibunya. Di saat Gaara melanjutkan jalannya kembali dan menuju halte yang dekat dengan bakery, tanpa sadar ada bunyi klakson yang seperti memanggilnya. Sejenak gaara berhenti dan menolehkan kepalanya untuk melihat siapa yang sudi membunyikan Klakson. Terlihat sebuah mobil BMW berwarna merah darah menghampirinya, Gaara yang sadar akan mobil itu menghampirinya ia hanya menaikan alisnya sebelah dan berhenti berjalan tuk melihat siapa pengendara mobil tersebut. Mobil itupun berhenti di pinggiran jalan trotoar yang masih terlihat ramai, dan kaca mobil itu terbuka begitu saja, sedangkan Gaara sedikit membungkuk untuk melihat.

"hey, nak… masuklah biar kuantar kau pulang." Ucap pengendara mobil itu kepada Gaara.

"ehhh… Mr. Hatake, tidak terima kasih aku bisa pulang dengan naik taxi atau kereta api." Balasnya dengan tersenyum biasa.

"kau ini benar-benar anak keras kepala." Ucap Kakashi

DEG'

kembali kakashi merasakan hal aneh dengan degupannya, di saat ia mengatai Gaara dengan keras kepala. Karena dirinya pun sebenarnya tak jauh sifatnya dengan Gaara yang sama-sama keras kepala. 'rasa apa ini, kenapa aku mengatai anak ini seperti aku mengatai diriku sendiri, dan lagi saat kali pertama aku bertemu dengannya, dia mengingatkanku dengan seseorang di masa lalu. Tapi aku tak mengingatnya sama sekali.' Batin Kakashi sedikit berkecamuk

" .. kalau begitu, saya permisi sudah hampir jam delapan malam." Ujar gaara yang langsung menyadarkan Kakashi.

"tunggu..Gaara, sebaiknya jangan menolak tawaranku. Aku antarkan kau pulang, karena disini sedikit rawan." Ujar kakashi tak mau kalah

"souka, tapi aku bisa menjaga diriku Mr. Hatake, jadi anda tak perlu khawatir." Ucapnya santai

"ayolah, sebentar lagi jika kau terpilih maka aku akan menjadi atasanmu. Ya, walaupun kau masih kelas tiga smp." Ucap Kakashi.

"hahhh… baiklah Oji-san… lebih baik aku mengalah saja, daripada harus melawan orangtua. Takut berdampak buruk, hehe.." canda Gaara dengan menghela nafas. Ia pun membuka pintu mobil depan, dan masuk ke dalam lalu menutupnya kembali. Tak lupa Gaara memasang seatbeltnya.

"hei..hei..hei jangan panggil aku Oji-san, Gaara. Aku masih terlalu muda untuk kau panggil seorang paman." Dengus Kakashi dan langsung menyetir mobilnya kembali

"memangnya, umur Mr. Hatake berapa?" tanya Gaara yang masih sedikit terkekeh.

"umurku masih 33 tahun, dan lagi aku belum menikah." Jelas Kakashi santai

"ohhh… apa? 33 tahun dan belum menikah, kalau kekasih punya?" tanya Gaara sedikit heran

"aku ini seorang workaholic dan aku tidak punya kekasih, ahh.. wanita bagiku begitu-begitu sama saja. Tidak ada yang menarik." Celetuk Kakashi

"eeetttooo… jangan-jangan Mr. Hatake penyuka sesama jenis ya?" ucap Gaara tiba-tiba dirinya sedikit merinding dan sedikit melirik Kakashi.

"Enak saja! Aku ini masih normal bocah. Kau pikir kalau tidak menikah dan tak memiliki seorang kekasih apa harus di nobatkan sebagai penyuka sesama jenis?" dengus Kakashi dan melirik Gaara dengan tatapan malas.

"anoooo~ sumimasen.. ahahaha.. aku kan hanya bercanda Mr. Hatake, go-gomen kalau aku terlalu mengatakannya dengan asal." Ujar Gaara dengan rasa malu, iya dirinya sangat malu atas perkataannya yang sering kali keluar dengan sendirinya tanpa ia pikirkan.

"Huahahahaha… sudah..sudah..tak apa nak, kau bersantai saja. Oh ya, kalau di luar kantor jangan panggil aku Mr. Hatake. Panggil saja Kakashi-san mungkin." Ucap Kakashi

"ahhh… ku tak mau, aku maunya memanggil Kakashi Ji-san aja hehe…" kekeh Gaara kembali

"sudah aku katakan, jangan memanggil aku dengan sebutan Ji-san, Gaara…" dengus Kakashi

"hahahaha… iya..iya Kakashi Oujo-sama, ini mirip dengan ibuku yang pemarah." Tawa Gaara memecah

"terserah kamulah Gaara, mau panggil aku apa tapi jangan dengan sebutan paman maupun Ji-san. Uhmm.. ibumu, bolehkah aku mengetahui tentang keluargamu?" ucap dan tanya Kakashi

"uhmm.. Kakashi-san ingin mengetahui keluargaku?" tanya balik Gaara

"iya, tentu saja. Kau kan calon pegawaiku nantinya, jadi aku harus mengetahuinya." Ucap Kakashi santai

"baiklah, aku memiliki dua saudara kembar, kakakku bernama Sasori dan adikku bernama Karin. Lalu ibuku bernama Sakura, Haruno Sakura. Ehmm.. sejak bertiga lahir dari rahim Okaa-san, kami tak memiliki seorang ayah. Justru yang menjadi pengganti ayah kami hanyalah ibu. Dan dibantu juga dengan Kakaknya ibu yang bernama Tayuya Obaa-san dan suaminya yang bernama Yamato Ji-san. Ketika kami bertiga beranjak besar, tepatnya di saat umur kami menginjak delapan tahun, aku sempat bertanya kepada Okaa-san tentang keberadaan Otou-san. Tapi…." Jelas Gaara yang seketika terputus.

Kakashi yang mendengarnya, entah kenapa perasaanya sedikit terenyuh dan lagi terjadi pening di kepala bagian belakang berdenyut sedikit keras. Seperti di hantam sebongkah kayu yang berukuran sedang, tapi Kakashi kembali menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa nyeri di kepalanya.

"Tapi? Tapi kenapa Gaara apa aku boleh mengetahuinya? Ya, jika kau berkenan untuk memberitahu. Jika tidak itu tak masalah." Ujar Kakashi

"Maaf, Kakashi-san aku belum mampu untuk melanjutkannya. Aku rasa ini terlalu sakit untuk mengatakan yang sebenarnya. Uhmmm.. Gomen." lirih Gaara dan ia bisa kembali tersenyum walau senyuman itu nampak tak terbiasa bagi Kakashi yang melihatnya.

"baiklah..baiklah kalau begitu maafkan aku yang sudah ingin mengetahuinya. Maaf..Maafkan aku, hehe oh, apa kau sudah makan? aku akan mentraktirmu ke sebuah restoran." Ucap permintaan maaf dan tawar Kakashi

"tak perlu repot-repot Kakashi-san, sebentar lagi sudah terlihat kok Apartment yang aku dan keluargaku tempati. Uhmm, sekarang Kakashi-san belok kiri lalu di pertigaan itu belok kanan. Nah, disana apartmentnya." Jelas Gaara

"baiklah, kalau begitu. Lain kali jika aku mengajakmu untuk makan kau bisa kan? Ajak saja kembaranmu, aku ingin mengenalnya hehe atau sekalian ibumu." Canda Kakashi lalu seperti yang di intruksikan Gaara, Kakashi mulai bebrbelok kiri sampai di pertigaan langsung berbelok kanan akhirnya Kakashi memberhentikan mobilnya di depan Apartment sederhana yang bertingkat..

"sudah sampai Mr. Hatake… ahh maksudku Kakashi-san. Terima kasih sudah sudi mengantarku. Uhmm… kalau masalah makan sih aku selalu bisa, apalagi mengajak kembaranku tapi tidak dengan Okaa-san." Celetuk Gaara dan menatap Kakashi sediki tajam

"kenapa? Memang ada yang salah." Ujar Kakashi aneh

"aku tak akan memperbolehkan anda untuk mendekati Okaa-san atau menjadikan dia sebagai istrimu." Ucap Gaara malas

"hahahaha… aku hanya bercanda nak, mana mungkin aku mendekati Okaa-sanmu. Jangan yang aneh-aneh terkecuali kalau kau yang mengizinkannya. Hehehe…." Tawa hambar Kakashi

"astaga dasar Oji-san… memang dasar orangtua ya.. ahhh kalau begitu saya permisi!" seru gaara dan langsung melepas seatbelt ia pun keluar dari mobil Kakashi.

"Hei! Jangan panggil aku Oji-san bocah.. oh iya, aku lupa memberikan ini. ambillah kartu namaku, disana tertera nomor hpku. Kalau begitu Jaa~ Gaara." Ujar Kakashi dengan memberikan Gaara kartu nama.

"Arigatou Kakashi-san." Ucapnya yang sudah mengambil kartu nama dan memasukkannya ke dalam saku kemeja, Gaara pun berojigi, setelah berojig ia melihat mobil Kakashi telah melaju pergi dengan sedikit kencang. Gaara beranjak dari tempat dirinya berdiri, ia pun segera masuk ke dalam, naik ke lantai dua dan memasuki Apartment.

» Red of the Triplets «

"Tadaima~" sahut Gaara yang sudah melepas sepatu dan kaos kakinya, ia langsung menaruhnya di rak dan masuk ke dalam dengan menggunakan sandal rumah.

"Okaeri~ Gaara-kun. Hahh.. bagaimana dengan presentasimu nak?" tanya Sakura yang sedang mencuci piring.

"uhmm.. menegangkan, tapi aku berhasil mengikuti tahap itu Okaa-san." Ujarnya yang sudah menaruh sekotak kue tradisional dan hendak mengambil gelas untuk minum.

"Gaara-kun bersihkan dirimu dulu. Baumu itu sudah menyengat, lalu kenapa sampai malam?" ujar dan tanya Sakura

"baiklah Okaa-san. Ahhh… iya tadi Gaara mampir sebentar ke bakery terdekat disana lalu membeli beberapa camilan untuk Okaa-san, Sasori nii~ juga Karin." Jawabnya

"hwaaaaaa camilan..mana..mana..mana…" sahut Karin yang tadi sedang menonton langsung berlari ke dapur ketika Gaara menyebutkan kata Camilan.

"hmm.. kau ini Karin, itu camilannya sisakan untuk Okaa-san dan Sasori nii~ jangan kau makan sendiri." Ujar Gaara sambil menepuk-nepuk pucuk kepala Karin

"Ha'i… Ha'i…. Ha'i… Gaara nii~ hehe.." kekeh Karin yang sudah membuka kotak camilan

"sepertinya tadi habis ada tamu? Siapa yang datang." Tanya Gaara saat melihat ibunya masih mencuci piring banyak.

"ohmm… Tayuya Obaa-san, Yamato Ji-san dan Menma.. ahmm nyammm… tadi datang ke rumah." Ucap Karin dengan mulut penuh.

"Karin, telan dulu makananmu baru bicara." Ucap Sakura yang sudah selesai mencuci piring

"Souka… kalau begitu Gaara mau mandi dulu." Ucap Gaara ia pun mengambil tasnya dan menuju kamarnya di atas.

"setelah mandi makananmu ada di lemari buffet, Gaara-kun." Ujar Sakura lembut

"iyaa Okaa-san aku mengerti. Hahhh…" hela nafasnya sedikit lelah, ia pun membuka seluruh pakaiannya dan hanya melilitkan handuk di bagian bawah, segera saja Gaara keluar kamar dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelah itu dilanjutkan aktifitasnya yang lain.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

Yoshhh! Chapt 3 selesaiiii jugaaaa (~o3o)~ #narinarilagi

Ohh iyaaaa untuk readers yang sudah membaca dan mereviews terima kasih… dan juga untuk silent readers juga Arigatouuuuu… :v

Untuk Rosachi-hime, 15kakashi, dan Ade854 Arigatou udah mau mampir..

Ehemm.. karena tak bisa membalas.. gak tahu caranya sepertinya #plakk

-Rosachi-hime: iyaaa.. saya author baru soalnya, baru ini buat dan hadir di FFn gkgkgkg :3

15kakashi: ahhhh… mumpung ada paketan sih bisa saya update.. tapi kalo lagi gak ada itu yang bikin kepalaku nyutt2an… jiahahaha #alasan #plakkk iyaa bakal auth- usahain untuk always update.. pengen panjang kan? Ukur pake penggaris gkgkgk ._.v

-Ade854: penasaran ya? Sungguh mati aku jadi penasaran #lohmalahnyayidangdut #plakkk tentu saja Kakashi gak tau Gaara itu anaknya :v soalnya setelah kejadian itu dia kena kejadian lagi.. pastinya bakal terkuak deh kalo si kembar anaknya Kakashi.. dan juga siapa dalang dar semua kasus ini bakal dikasih tahu ntar.. aishh pokoknya rahasia.. nyeahahaha #tawalaknat #plakkk

Dan akhir kata ini semua bakal update sesuai keinginan Author nyeahahaha #bletakk pokoknya sekali lagi readers… Auth- minta

R

E

V

I

E

W

S

!

Okayyy..hanya segitu saja terima kasih sekali lagi sudah mampir, dan baca.. ditunggu lagi Reviews.. ingat! REVIEWS-NYA! (O3O)/ okayyy kaloo gituuu Jaaa~ #pergipakearmorIronMan