KiHyun FanFiction, GS!

.

"Frozen Bum and Kyuroura"

.

.

Pagi itu dikediaman mewah milik keluarga bangsawan Kim. Semuanya nampak seperti hari-hari biasanya, suasana dirumah itupun nampak tenang dan hening seolah tidak ada satu orangpun yang tinggal disana. Meski faktanya saat ini disalah satu ruangan yaitu ruang keluarga terdapat tiga orang yang tengah duduk-duduk santai disana. Tak ada yang bicara satu sama lain kecuali satu orang gadis, eh salah maksudku wanita yang sedari tadi menatap kedua pria beda usia yang amat disayanginya itu dengan bosan. Sampai...

"Yak! Yeobo, Bumie! Bisakah kalian tidak sibuk sendiri dan mengacuhkan keberadaanku!" Suara sang nyonya dikeluarga Kim menggelegar disetiap penjuru rumah mewah tersebut. Heran, ini hari weekend. Masa setiap hari spesial dimana setiap keluarga bisa berkumpul dan bercengkrama dengan hangat terbuang sia-sia lagi?

Kadang hal seperti inilah yang membuat sang nyonya besar Kim gampang sekali naik darah. Sedangkan kedua pria tampan tapi dengan dua aura yang sangat kontras itu secara bersamaan melayangkan pandangan mereka pada satu-satunya wanita yang ada disana yang merangkap menjadi sang nyonya sekaligus sang umma itu, tentu dengan ekspresi wajah yang kontras pula.

"Aku tidak sedang mengacuhkanmu Heecheulie" Sahut sang suami sembari menatap sang istri dengan senyum bak malaikatnya serta kehangatan yang terpancar dari senyum yang mengandung rasa cinta yang begitu besar.

"Hm" singkat dan padat. Timpal sang anak semata wayangnya yang paling tampan itu, Kim Kibum. Nyonya agung kim Heeceul memutar kedua bola matanya malas. Apanya yang tidak diacuhkan coba. Lihat saja suaminya itu terlihat begitu sibuk dengan laptopnya. Rasanya ia sedang diduakan dengan benda mati yang sialannya mengandung banyak data perusahaan yang dapat menghasilkan banyak uang untuk keluarganya.

Sedangkan lihat putranya dengan wajah dingin tak berekspresinya yang saat ini sedang membaca bukunya itu, yang demi Tuhan kadang membuat hati sang nyonya Kim ingin sekali mempermak wajah sang anak. Tapi ia tidak mau takut wajah tampan sang anak yang tanpa celanya itu berubah jelek. Sang nyonya agung Kim Heeceul jadi dilema. Tanpa sadar Heecheul jadi kembali memperhatikan suami tampan bak malaikatnya dan juga putra sematawayangnya yang sangat tampan dengan wajah dinginnya yang pastinya turunan dari sang suami Kim Leeteuk. Tapi yang Leeteuk dan Heecheul tak mengerti adalah darimana Kibum kecil mereka itu mewarisi wajah dingin yang demi puja dewa kerangnya spongebob tidak pernah berubah dari ia lahir sampai 17 tahun hidupnya.

Kim Heecheul, masih bisa ingat dengan jelas saat sang putra paling tampan sejagat rayanya itu lahir. Bayi kecil nan mungil menggemaskan itu bahkan tidak menangis sama sekali saat pertama kali melihat dunia. Saat itu Leeteuk sudah ketar-ketir akan nasib sang anak yang harusnya seperti bayi pada umumnya yang akan menangis ketika lahir. Tapi sang anak justru anteng-anteng saja, sedang istrinya Heecheul bahkan sudah meraung-raung dalam pelukannya. Sampai ketika dokter mengatakan bahwa putra mereka ternyata baik-baik saja, tidak ada masalahsama sekali. Intinya sehat wal'afiat lahir batin. Keduanya baru bisa bernafas lega. Dan diilihat dari manapun aura sang suami tercintanya itu selalu memancarkan kehangatan. Senyumannya yang bak malaikat bahkan selalu mampu melenyapkan amarah seorang Kim Heecheul yang diyakini bahwa dalam dirinya bersemayam jelmaan iblis paling sadis. Dirinya sendiripun selalu memancarkan aura persis seperti saat musim semi dimana bunga-bunga indah bermekaraan padahal ini cuma menurutnya saja sih. Karena aslinya- oh lebih baik jangan dibahas.

Nah, jadi kenapa bisa sang anak malah mewarisi sifat dan wajah dinginnya yang gak ketulungan itu? Padahal Heecheul yakin dulu saat dia masih mengandung dan ngidam Leeteuk selalu menurutinya dengan baik semua keinginannya. Mau yang paling mudah atau yang paling tersulit sekalipun suami malaikatnya itu pasti jabanin. Tentu demi sang calon anak tercinta. Heecheul juga yakin, dirinya tidak pernah ngidam yang aneh-aneh kecuali cuma satu. Yaitu ngidam es batu yang hampir tiap malam tepat jam 12 lagi. Dia yang gigitin es batunya tapi Leeteuklah yang keesokan harinya terus ngeluh sakit gigi. Ah, mengingat itu Heecheul jadi tersenyum sendiri. Sang nyonya Kim yang masih betah berkelana mengingat masa lalu sepertinya tidak menyadari dua pasang mata kini telah saling lirik sebelum sama-sama memusatkan pandangannya pada sang istri untuk Leeteuk dan umma untuk Kibum. Kedua pria ini semakin bingung melihat raut sang istri yang tiba-tiba berubah horror.

Kibum juga sebenarnya bingung tapi wajahnya entah kenapa justru semakin dingin saja kelihatannya. Kedua orang berstatus ayah dan anak itu sepertinya sudah paham betul apa yang ada dipikiran wanita yang paling dicintai oleh mereka itu. Tinggal menunggu saja sebelum ...

"ANDWAAAAAAEEEEEEEEE...!"

Teriakkan super kencang milik sang nyonya agung Kim Heecheul membahana disetiap penjuru rumah mewah mereka. Dan untungnya karena sudah paham ayah dan anak itu ternyata sudah menyumpal telinga mereka dengan earphone masing-masing.

"YEOBO, INI PASTI KARENA AKU NGIDAM ES BATU SAAT NGIDAM DULU! MAKANYA KIBUM TIDAK PUNYA EKSPRESI SELAIN WAJAH DINGIN ITU !" Dan drama pagi dikeluarga Kim itupun dimulai.

.

.

.

TBC