KiHyun FanFiction , GS!

"Frozen Bum and Kyuroura"

Chap 2.

Jika didalam keluarga bangsawan Kim yang setiap paginya selalu tenang dan damai, meski penuh dengan drama dari sang nyonya agung Kim. Maka lain lagi dengan keluarga sederhana yang berada dikalangan kompleks perumahan biasa yang tidak jauh dari tempat kediaman mewah tersebut. Rumah yang dihuni oleh keluarga Jung ini, justru setiap paginya tak pernah tenang maupun damai. Selalu saja ada teriakkan dari sang nyonya Jung yang sering kali kalap melihat tingkah sang suami yang selalu santai meski waktu masuk kerjanya kadang sudah mepet.

Asal tau saja bagi seorang nyonya Jung waktu adalah uang. Tapi lain lagi dengan sang kepala keluarga Jung, baginya hidup itu tantangan makanya ia lebih suka berangkat kerja dengan waktu yang mepet. Setidaknya itu bisa memacu adrenalin tuan Jung. Masalahnya keluarga Jung ini hampir tidak pernah memperdulikan tetangga mereka yang suka mengeluh karena mendengar teriakkan barbar yang hampir setiap pagi berkumandang dikediaman rumah keluarga mereka. Para tetangga tidak tau saja kalau motto keluarga unik itu adalah jika mengutip bahasa gaul dari negara tetangga sebelah bunyinya,

"LU YA LU, GUE YA GUE!"

Nah bagaimana mereka mau mendengarkan keluhan orang lain kalau motto mereka saja bunyinya sudah seperti itu. Seperti saat pagi ini misalnya, tapi untungnya karena ini weekend jadi teriakkan yang biasanya berkumandang dengan kekuatan penuh yang mampu membuat telinga budeg mendadak itu setidaknya sedikit berkurang. Hanya terdengar suara-suara sperti...

PRAAKKKK... . ... CEKLEKKK..., SREEEENNGGGG...

Ya,keciri sekali kalau nyonya Jung tengah memasak. Jangankan suara teriakkannya, sedang masak pun nyonya Jung tak pernah tidak ada suara tak berisik. Lagipula bagaimana caranya juga orang masak tanpa suara? Sedangkan tuan Jung tengah mencoba memperbaiki Tv butut mereka yang sudah dari beberapa bulan yang lalu suka sekali ngadat. Tidak ada gambar sama sekali kecuali acara seribu semut hitam putih yang bersiliweran yang terlihat. Sedangkan putri satu-satunya dari tuan dan nyonya Jung justru masih nyaman tertidur disofa single yang cuma ada satu-satunya dirumah mereka. Jangan salah paham, tentu setelah tuan Jung memindahkan putri paling cantiknya dari kamar keruang keluarga mereka yang merangkap jadi ruang Tv sekaligus makan tersebut. Anehnya sang anak tidak pernah terganggu sama sekali meski setiap harinya sang umma dan sang appa selalu saling berteriak. Meski pernah gadis manis nan cantik tapi tukang tidur itu bertanya, kenapa kedua orang tuannya suka sekali saling meneriaki. Jawabannya hanya membuat sang anak manggut-manggut pura-pura mengerti. Karena katanya itu tanda bahwa mereka saling mencintai. Masaiya!

"Yeobo, apa Tvnya sudah bisa digunakan? aku mau nonton episode terakhir dari sinetron kesukaanku siang ini" Tanya nyonya Jung sembari menaruh beberapa makanan yang baru saja dimasaknya. Sepertinya ia tidak menyadari raut wajah sang suami yang terlihat kentara sekali ingin membanting Tv butut itu.

"Jaejoongie, jangankan bisa digunakan. Sedari tadi saja Tvnya tidak mau menyala sama sekali meski sudah ku coba perbaiki" Sahutan itu terdengar putus asa. Tuan Jung heran kenapa istrinya suka sekali nonton sinetron.

"Huh.." Jaejoong hanya mendengus, heran kenapa Jung Yunho suaminya itu payah sekali. "Ya sudah, makan dulu cepat". Lanjutnya ketus tanpa menatap sang suami yang hanya menghela nafas pasrah. Kadang Yunho bersyukur sang putri tidak meniru kebiasaan buruk ummanya meski dalam hati juga ia menyayangkan kenapa putrinya itu suka sekali tidur.

"Kau tidak mau membangunkan Kyuhyunie dulu, Joongie?" Yunho menatap kearah sang putri yang masih tertidur pulas. Putrinya itu sangat cantik mirip sang istri meski sang anak jauh lebih manis.

"Yeobo, Kyunie hanya akan bangun jam 12 siang nanti. Ini weekend kau lupa?" Ujar Jaejoong menatap sang putri sematawayangnya sekilas sebelum duduk bersama sang suami untuk sarapan bersama.

"Ah, benar juga. Pantas saja dia tidak protes sama sekali saat aku memindahkannya tadi" Ya, biasanya putrinya akan protes jika hari-hari biasa karena itu cara untuk membuat anak mereka bisa terbangun agar bisa pergi ke sekolah. Keduanya sesaat kenatap kearah putri kecil mereka. Sekarang ia sudah beranjak remaja tapi anehnya kelakuan ajaibnya yang suka tertidur tak pernah berkurang barang sedikit saja, yang ada malah semakin parah. Yunho dan Jaejoong hanya mensyukuri meski putrinya sering tertidur tapi setidaknya sang buah hati akan memilih tempat yang layak untuk berkelana kealam mimpi. Coba bayangkan jika anak cantik mereka yang bak boneka hidup itu asal tidur saja kan bahaya. Dan dijamin Jaejoong akan membuat rumah kecil mereka banjir oleh airmata jika terjadi sesuatu yang buruk pada putri kesayangannya. Baik Yunho dan Jaejoong masih ingat dengan jelas saat putri sematawayang mereka lahir. Yang demi jenggot merlin yang katanya bisa dikepang itu, sang anak menangis dengat amat kencangnya. Itu memang pertanda bagus tapi sungguh ajaibnya suara tangisannya seolah mengomando bayi-bayi yang lain untuk ikut menangis. Mereka ingat betul saat itu juga rumah sakit jadi ramai karena penuh suara tangisan bayi. Yang untungnya tidak membuat pasien yang punya sakit jantung wafat hari itu juga. Jaejoong selalu merasa saat hamil dulu iya tidak ngidam yang macam-macam hingga membuat sang suami kelabakan. Yunho juga yakin kalau dia selalu menuruti semua apa yang diinginkan sang istri saat ngidam yangkonon katanya itu keinginan sang buah hati. Tapi keduanya melupakan satu hal, terutama Jaejoong. Dan sang nyonya Jung itu ingat. Anaknya menjadi tukang tidur memang bukan karena masalah ngidamnya yang tidak dituruti. Tapi karena ia sering sekali mengatai sang suami 'Kutub Bear', bagaimana tidak jika sejak pertama tahu bahwa dirinya hamil, Jung Yunho suaminya yang entah sejak kapan suka sekali melihat acara yang berbau binatang kutub yang suka hibernasi itu. Seketika Jaejoong menatap sang suami sadis tanpa ampun. Sedangkan Yunho menatap balik dengan tatapan heran, meski dalam hati bisa ia rasakan sang istri tercinta yang tidak ada duanya itu pasti akan ...

"JUNG YUNHO, INI PASTI KARENA MU. JIKA DULU KAU TIDAK SUKA NONTON TUH FILM BERUANG KUTUB SAAT AKU HAMIL, KYUNIE PASTI TIDAK AKAN SERING HIBERNASI SAMPAI MENDARAH DAGING!"

..., berteriak sepertinya weekend dipagi hari itu batal untuk bisa tenang dan damai barang sesaat.

.

.

.

TBC