• Red of the Triplets •
.
.
Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)
Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)
Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya
.
.
Rated: M (for Lemon and Lime/Kasar/ juga all of them)
.
Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v
Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy
.
.
(Don't like Don't Read!)
Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River
#evilgrin
.
.
.
~ Part V – Rahasia yang tak terungkap ~
.
.
.
.
.
.
.
March, 28
Terdengar sebuah suara decitan ranjang berukuran king size. Suara itu di lakukan oleh sepasang manusia yang bukan saling mengasihi ataupun saling mencintai. tubuh seorang gadis yang sudah menjadi seorang wanita terus mendesah tanpa ampun, dirinya melengkungkan punggungnya merasakan kenikmatan duniawi tanpa batas apapun. wanita bersurai musim semi itu semakin mendesah panjang atas perlakuan seorang pria yang berada di atasnya. pria bersurai keperakan melawan gravitasi, memasukkan junior miliknya lebih dalam liang kewanitaan wanita yang dibawahnya ini, walau sang wanita dengan mata tertutup sekalipun ia tersua mendesah kenikmatan. pikirannya sudah tak bisa di control, begitupula seluruh tubuhnya ia menerima berbagai hujaman-hujaman nikmat.
"akhhhh arhhhh… gakhhh leb-lebih cepat… ahmm" lenguh Sakura semakin menjadi, setelah ia sudah dua kali klimaks, yang pertama dilakukan oleh jari-jari pria itu dengan lihai, klimaks kedua akibat hujaman nikmat dari Junior sang pria. pria itu terus menghujamnya, gerakan secara in out itu semakin cepat, lenguhan-lenguhan yang dikeluarkan oleh bibir Sakura semakin jadi.
"Akhhhh… Arrhhh~ uhnnnhhh uhmmhhh ahmmhh lebi-lebih cepat." Desahannya semakin panas, pria itu menyeringai karena desahan Sakura. Pria itu masih belum mencapai klimaks pertamanya, ia terus memompa dirinya semakin gencar dan ganas membuat ranjang semakin berdecit dan peluh keringat Sakura semakin deras mengalir. Tak sampai disitu, Sakura pun ikut menaik-turunkan pinggulnya seraya akan membantu pria itu untuk terus sampai mencapai Klimaks pertamanya.
"Cherry… kau~ kau be-benar nikmat akhhh~ aku tak mengira akan senikmat ini. akhhhh Shit! Ayolah keluar…" dengus pria itu semakin jadi, Sakura sedikit mengerang kesakitan karena hujaman itu semakin ganas dan cepat.
"ahhh uhnnn.. ahmmm mhhhh~ ssshhhh~ sa-sakit… tapi leb-lebih cepat.." ucapnya yang meracau aneh, pria itu terus melakukannya, dan pria itu kembali meremas dua buah gunung di hadapan sambil menyeringai.
"Akhhhh~ ku mau keluar nhhhh~ ahmnnn~" ucap sakura lemah, pria itu mendekatkan bibirnya ke telinga sakura.
"Sebut namaku cherry, panggil aku Kashi" ujar pria itu sinis ia kembali memompa sakura dan meraup bibir ranum sakura untuk yang terakhir kalinya, mereka saling berpagutan dan beradu lidah menukar saliva mereka, pria itu semakin kasar memagut bibir sakura, akhirnya mereka kembali melepas pagutan dan menghisap sisa-sisa oksigen. Pria itu menatap sakura dan melengkungan senyuman, ia kembali memompa memaju mundurkan juniornya lebih cepat.
"Cherry, panggil namaku! Aku akan keluar, gakhhh~" ujar pria itu sakura yang mendengarnya hanya bisa melenguh hebat lalu ia pun memanggil nama pria itu."
"Nhhhh~ Kashi! Leb-lebih cepat! Gakhhh~ kelu-keluarkan saja" racaunya dengan melenguh
Pria itu pun akhirnya ia klimaks dan mengeluarkannya di dalam, cairannya memenuhi rahim sakura.
"Shit! Ini nikmat.. hahahaha…" kekehnya menyeringai setelah mengeluarkan sperm di dalam rahim sakura dengan sangat penuh.
"Akhhhh~ ahmmm ini nikmat, tapi harus lebih dari ini!" Seru pria itu, kali ini ia mencabut juniornya sejenak dan membalikkan tubuh sakura mengangkat pantat sakura yang kenyal dan sintal bagi ukuran wanita berusia 14th. Lagi, pemuda berambut perak itu memasuki kembali lubang kewanitaan sakura dari arah belakang, ia kembali melakukan in out dengan cepat dengan meremas-remas pantat sakura yang kenyal itu, membuat sakura memekik hebat atas perlakuan pria itu.
"Akhhhh~ leb..lebih ce-cepat nhhhhh kashi! Kyaaaa... Nhhhh uhnnnhhh~ ce-cepat!" Pekiknya ketika merasakan hujaman itu semakin cepat, Pria itu terus memompa lebih cepat kembali, dan sakura hanya bisa melenguh nikmat beberapa kali. Pria itu sedikit menampar pantat sakura untuk lebih menikmatinya lebih dalam.
"Akhhh~ nhhhh~ ku mau kel-keluar hahhhh ahhh kashi!" Pekiknya kembali.
"Aku juga cherry! Kita keluarkan sama-sama" pekik pria itu. Dan untuk terakhir kalinya mereka berdua klimaks untuk terakhir. Cairan klimaks milik sakura terasa keluar menjalar di junior milik pria tersebut. Begitupula sperm pria itu memenuhi rahim sakura, mereka berdua terkulai lemas dengan junior pria itu masih menancap di dalam lian kewanitaan sakura, ia melepas juniornya perlahan membuat sakura sedikit kesakitan dan menelentangkan tubuhnya. pria itu memeluk sejenak dan mencium kening sakura, ia pun menyelimuti sakura yang lemas dengan selimut tebal. Ia sedikit berbisik ke sakura
"Jika kau ingin bertemu denganku kelak, sebut namaku Kashi, mungkin aku akan hadir Cherry-ku" ucapnya. Sakura sudah terdengar kalo ia terlelap terlihat dari deru nafasnya yang halus. Sedangkan pria itu memakai bajunya dengan rapi, meninggalkan sakura dengan keadaan masih telanjang dan mata yang tertutup sapu tangan.
'My Cherry Blossom, maafkan aku. Tapi aku berjanji jika waktunya tepat aku akan kembali dan menemuimu, Maaf' batinnya yang paling dalam. Iya pria itu berjalan keluar dari rumah besar tersebut, senjata yang digunakannya dan pisau ia bawa, menyimpan semua barang bukti. Sebelum ia membunuhpun dirinya menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian serba hitam. Pria itu berjalan sedikit gontai akibat lelah yang ia dapat. Lalu sebelum ia sepenuhnya pergi dirinya berada di samping rumah kediaman Haruno, ia membersihkan dirinya dengan handuk basah pada tubuhnya, memasukkan handuk itu ke dalam plastik juga masuk ke ransel kembali. mengganti bajunya yang penuh dengan bau darah dengan baju bersih. Memasukkan pakaiannya dan perlengkapan lainnya itu ke dalam plastik bening dan plastik warna hitam setelah itu ia masukkan ke dalam ransel, lalu ia membawanya pulang ke apartment miliknya. Pria itu berlari dengan sisa tenaganya, setelah ia sampai di apartment mewah miliknya tepat tengah malam kemudian dirinya berjalan memasuki lift dan naik ke atas, sampaiinya di lantai 4 dirinya keluar dari lift dengan santai ia berjalan supaya tak ada yang mencurigainya menuju apartmentnya. Ia segera memasuki apartment itu dan mengunci. Ransel tersebut ia bawa ke belakang, mengeluarkan semua isi-isinya, memisahkan pakaian tersebut lalu mencucinya dengan mesin cuci, Kakashi memasukkan detergen agak banyak dan pewangi, dan menyalakan mesin tersebut terlihat pakaiannya yang kotor dan bau darah itu sedang tercuci. Double gun dan belati yang ia pakai tadi ia bersihkan dengan lap setengah basah, lalu ia masukkan ke dalam kotak dan menyimpannya di tempat tersembunyi, yaitu ia simpan di dalam sebuah brankas di balik foto keluarganya. Kakashi kembali ke belakang, mematikan mesin cuci dan mengeringkannya. Setelah lima belas menit, ia matikan mesin cuci tersebut, mengeluarkan pakaiannya termasuk sepatunya pun sudah ia cuci. Membungkusnya menjadi satu dan membuangnya ke tong sampah besar. Kakashi berjalan memasuki kamarnya menuju kamar mandi, ia membuka semua pakaiannya yang baru diganti dan mengguyurkan tubuhnya di bawah shower. Kakashi memukul dinding di hadapannya, ia juga menempelkan kepalanya di dinding dan membenturkannya.
"Arghhh~ semua dendamku! Sudah terbalaskan.. tapi..kenapa! kenapa! Garhhhhhh~" teriaknya histeris dan air mata mengalir begitu saja di pipinya. Setelah usai Kakashi mandi ia mengganti bajunya dengan yang baru, dan membaringkan tubuhnya di ranjang ukuran king size, Kakashi mengambil sebuah remote dan menyalakan lagu dari tape miliknya lalu tubuhnya sedikit meringkuk, ia memeluk lututnya dan menangis dalam diam.
Can you hear the silence?
Can you see the dark?
Can you fix the broken?
Can you feel... can you feel my heart?
Can you help the hopeless?
Well, I'm begging on my knees,
Can you save my bastard soul?
Will you wait for me?
I'm sorry brothers,
So sorry lover,
Forgive me father,
I love you mother.
Kakashi semakin menekuk lututnya, ia membenamkan wajahnya semakin dalam, menutupi kedua telinganya, entah apa sekarang ia pikir dan ia sesali saat ini. tetapi hatinya yang paling dalam dengan sifat sisi evilnya yang tak terkontras sama sekali, membuat dirinya sedikit frustasi saat ini. di mana dirinya melihat dengan mata kepala sendiri saat Ayahnya terbunuh, tergeletak dengan hamparan darah menggenang. Dari tragedy itu membuat dirinya menjadi memiliki dua kepribadian yang sama sekali tak diinginkan saat itu. Sisi gelapnya keluar begitu saja.
"Arghhhhhhhh~ Garrhhhhh~" teriaknya kalut. Saat ini benar-benar kepribadiannya saling bertolak dan mulai bergejolak untuk menempati tubuhnya.
Can you hear the silence?
Can you see the dark?
Can you fix the broken?
Can you feel my heart?
I'm scared to get close and I hate being alone.
I long for that feeling to not feel at all.
The higher I get, the lower I'll sink.
I can't drown my demons, they know how to swim.
Can you feel my heart?
"Arghhhhh~ keparat! Pergilah…. Garhhhh~" semakin jadi teriakannya. Apa yang dirasakan Kakashi saat ini benar-benar bergejolak, rasa sakit, kesepian, kebencian, dendam, kebahagiaan, kesenangan, maupun canda tawa menjadi satu. Pria yang masih berumur 19 tahun itu, tetap dengan posisi meringkuk di atas ranjang, kejadian yang ia perbuat. Kesalahan fatal yang ia perbuat ini benar-benar dirinya yang gelap melakukannya tanpa ampun. Ia membunuh keluarga haruno serta merta hanya membalaskan dendam atas kematian ayahnya terdahulu. Ia mengetahui orang yang membunuh ayahnya tersebut dan mencengkramnya untuk berkata jujur. Kakashi dengan mudah mendapati informasi siapa yang membunuh ayahnya dulu, dan sekaranglah ia bisa melakukannya sendiri. Terbendung dengan rasa dendam yang sangat dalam membuat dirinya berani melakukan kesalahan besar, yang mungkin tak diinginkan ayahnya yang sudah berada di alam lain. Tapi, inilah yang terjadi. Kakashi sedikit terkejut ketika melihat Sakura, gadis kecil itu tak pernah ia lupakan sama sekali. Kali pertama ia bertemu ketika Kakashi berumur 14th di sebuah toko buku. Dan akibat dendam ini membuat dirinya bertemu dan bertindak asal, melakukan pelecehan terhadap Sakura. Kakashi tertawa miris sekarang, betapa bodohnya perbuatan dirinya. Kakasshi menjerit dalam diam sekarang, ia pun terdiam dan tubuhnya lemah seketika.
Can you hear the silence?
Can you see the dark?
Can you fix the broken?
Can you feel... can you feel my heart?
Can you feel... can you feel my heart?
» Red of the Triplets «
~ Konoha Hospital ~
Terlihat seorang pria berumur 33 tahun dan memiliki rambut perak melawan gravitasinya itu sedang terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit Konoha. Ia sekarang sudah berada di ruang VVIP dengan menggunakan alat oksigen di hidungnya, dan nampak menghembuskan nafasnya perlahan. Tak jauh dari ruangan itu nampak pria berkuncir nanas dengan luka di hidungnya itu menghela nafas, saat melihat sahabatnya tiba-tiba pingsan setelah melihat foto hasil dari pengintaian. Iruka terduduk disana melihat kondisi Kakashi yang masih tertidur.
"Apa yang telah terjadi yang sebenarnya Kakashi? Kenapa kau tak bercerita kepadaku." Gumam Iruka saat melihat Kakashi dari kejauhan.
.
.
.
.
"Hatake Kakashi, apa kau masih menolak dan tak mengakui atas perbuatanmu, Huh?!" ucapnya diri sendiri. Saat ini kembali Kakashi bermimpi bertemu dengan dirinya sendiri.
"Kau yang melakukannya! Kenapa harus aku yang mengakuinya!" pekik Kakashi
"kau masih mengelak? Aku adalah kau, dan kau adalah aku… jadi kita adalah sama, satu kesatuan hanya perbedaan sifat yang kita miliki Kakashi." Jelasnya sendiri
"aku sudah mengatakannya, pergilah! Pergi dari hidupku!" teriak Kakashi
"tapi kau harus bertanggung jawab Keparat! Atas apa yang telah kau lakukan terhadap gadis yang bernama Sakura ini." ujarnya dengan menunjukkan beberapa gambaran dari Sakura ketika masih berumur 14th
"kenapa! Kenapa kau melakukannya, dan aku yang menjalaninya!" seru Kakashi
"karena aku adalah kau dan kau adalah aku! Aku sudah mengatakannya beribu kali Kakashi, jadilah seorang pria sejati, dan akui semuanya terhadap gadis yang sekarag sudah menjelma sebagai seorang wanita cantik. Temui dia dan rengkuh dia sebagaimana janjimu terdahulu dari lubuk hatimu? Kau mengatakan sebuah janji kan?" ucap dirinya dengan menghina
"Aku… Aku… Aku.. maafkan Aku Sakura! Sakura! Sakura!" histeris Kakashi
"teruslah begitu Hatake Kakashi! Teruslah begitu HAHAHAHA dasar bodoh! Bajingan dan Keparat yang menyedihkan, menangislah HAHAHAHA menangislah sampai kau mati, NYEAHAHAHAHA" tawa dirinya sendiri dan menghilang begitu saja meninggalkan Kakashi.
.
.
.
.
.
"Sakura… Sakura.. maafkan aku.. Sakura! Maafkan aku… Sakura!" serak Kakashi. Iruka yang terkejut oleh menginggaunya Kakashi, ia berdiri dan membangunkan Kakashi.
"Kakashi..bangun.. ada apa Kakashi? Kakashi bangun.." ucap Iruka. Kakashi membelalakkan matanya dan terbangun dengan terkejut.
"Sakura! Hahhh…hahhh..hahh Iruka dimana Sakura! Dimana dia." Ucap Kakashi yang membuat Iruka mengerutkan kedua alisnya tanda ia bingung.
"Sakura? Siapa yang kau maksud hahh? Bunga Sakura belum ada, ini belum musim semi." Ujar Iruka menjawab asal.
"Sakura, gadis di masa laluku. Ahhh~ maksudku wanitaku. Sakura mana dia" sahut Kakashi yang sudah terduduk dan bersandar dengan memegang lengan Iruka sambil menanyakan dimana Sakura.
"Kau sedang bergurau atau mimpi atau apasih? Kau ini di rumah sakit bung! Siapa Sakura juga aku tak mengerti." Jawab Iruka
"Arghhh~ kepalaku.. aku ingin kau membawa Sakura, bawa dia sekarang." geram Kakashi menahan kepalanya yang masih sedikit sakit.
"Kakashi! Apa kau gila Huh?! Kau menyuruhku membawa Sakura? Tapi aku tak mengerti dengan siapa yang kau maksud, dan alamatnya di mana. Sekarang lebih baik kau istirahat. Jika kau sudah sembuh atau sudah waktunya keluar dari rumah sakit baru kita mencari Sakura bersama-sama. Kau mengerti Kakashi!" bentak Iruka tiba-tiba membuat Kakashi sedikit menciut ia pun menuruti kata-kata dari sahabatnya itu, Kakashi terdiam sejenak lalu membaringkan tubuhnya kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan istirahatnya. Iruka yang melihat Kakashi kembali beristirahat, ia pun sedikit tenang. Iruka berpikir sejenak dengan perkataan Kakashi ketika memanggil nama Sakura dan mengatakan bahwa Gadis itu adalah wanitanya. Iruka hanya terdiam disana, dan kembali ke sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya. Iruka pun ikut terlelap di atas sofa ruang VVIP sekalian berjaga-jaga untuk sahabatnya itu yang sewaktu-waktu akan mengulangi hal yang sama seperti tadi.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Jiahahahahagz… update kilat-kan? Maaf ya kalau terlalu kilat, pas dapet ide segitu, tapi tenang aja chapter bakal dibanyakin buahahahagz.. and readers thanks again sudah mau mampir, lalu nyempetin review, walaupun ini cerita bahasanya sedikit ngaco atau abal ahh apalah itu.. yang penting syukurlah kalian suka. Hehee….
Thanks to: Mrs. Hatake15Kakashi, Ade854, ira quinn, and all silent readers
-ira quinn: ahhh tergantung auth- river ntar ya gimana end-nya, maunya sih Sakura n Kakashi banyakin anak buahahahag xD #digeplak
-Ade854: udah update…
-Mrs. Hatake15Kakashi: biar ente makin penasaran makanya gue updatenya dikit-dikit tapi banyak chapt buahahahagz #plakkk
Ohh sudah cukup sekian saja, satu lagi kalau mau baca fic ini, sambil dngerin lagunya "Bring Me The Horizon – Can You Feel My Heart" kyaknya sih nge feel, hahaha #pemaksaan
Ya sudahlah, sekian dari Auth-River byeeee…..
