Kim Kibum, Cho Kyuhyun

Kihyun Fanfiction (GS)

.

.

"Frozen Bum and Kyuroura"

.

.

.

Hari ini entah ada angin apa. Kim Kibum, putra paling tampan tapi dingin satu-satunya dari keluarga bangsawan Kim yang biasanya ketika berangkat sekolah selalu diantar jemput itu memutuskan untuk berangkat dan mengendarai mobil mewah miliknya sendiri mulai hari ini juga. Tentu saja langsung membuahkan reaksi penuh drama dari sang nyonya agung Kim Heecheul yang tak lain adalah ummanya sendiri.

Sedangkan sang kepala keluarga Kim Leeteuk, sang appa malaikatnya hanya memandang heran kearah sang anak, tapi tidak ada tanda-tanda larangan yang terpatri diwajah yang meski sudah lumayan berumur tapi masih tampan saja.

"Karena aku sudah 17 tahun, dan aku juga sudah punya SIM. Jadi aku ingin mengendarai mobilku sendiri kemanapun aku ingin pergi,termasuk saat sekolah". Ujar Kibum tiba-tiba saat keluarga bangsawan Kim itu tengah memulai acara sarapan pagi mereka. Mendengar penuturan Kibum yang mendadak. Kim Heecheul menatap sang anak paling tampannya itu dengan tatapan horror dan tanpa sadar menjatuhkan sendok yang ada ditangannya dengan sangat perlahan. Seolah dirinya tengah beradegan slow motion, dalam sebuah drama percintaan yang sering ditontonnya hampir setiap hari itu. Membuat sang suami dan anaknya menatap cengo kearahnya. Hanya berlaku untuk Leeteuk sih, Kibum jangan ditanya.

"Tidak, umma tidak setuju Bumie. Kau juga tidak setujukan yeobo?" Tolak Heecheul, menatap sang suami dengan ekspresi memelasnya, yang biasanya akan selalu ampuh untuk membuat sang tuan Kim Leeteuk luluh seketika. Dan akhirnya menuruti semua permintaannya. Leeteuk yang mendapat serangan mematikan yang selalu membuat imannya goyah dari sang istri paling cantiknya, hanya bisa meneguk ludah gugup. Pasalnya sang kepala keluargaKim itu ingin mengijinkan sang anak mengendarai mobilnya sendiri, karena menurutnya biar Kibum bisa belajar bertanggung jawab sendiri nantinya. Asalkan tidak melanggar peraturan lalu lintas dan tentu saja balapan atau kebut-kebutan dijalan.

"Yeobooo ...," panggil heecheul manis-manis manja. Ini, nih, yang membuat Leeteuk dulu akhirnya bertekuk lutut dihadapan seorang Cho Heecheul yang kini tentu saja sudah berganti marga mengikuti marganya, jadi Kim Heecheul.

"Appa diam. Berarti mengijinkan umma". Sela Kibum datar, tanpa melihat kearah sang umma. Ia masih sibuk dengan sarapannya, meski ia yakin sang umma kini telah mendelik tajam kearahnya.

"Yeobo, kau tidak akan mengijinkannyakan ?". Ucap Heecheul penuh ancaman dan menatap sang suami tajam, tatapan memelasnya tadi dalam sekejap menghilang entah kemana. Leeteuk yakin, jika ia tidak menuruti kemauannya itu. Istrinya pasti akan ngambek dan mendiamkannya selama seminggu penuh. 'Tapi hanya seminggu mungkin tidak apa-apa', gumam Leeteuk dalam hati.

"Hm .., ku rasa tidak apa-apa Cheulie. Dan appa harap kau bisa lebih bertanggung jawab Kibum. Jangan menyalahgunakan kebebasanmu dalam berkendaraan dengan cara ugal-ugalan atau sampai membahayakan orang lain, mengerti". Ujar Leeteuk mengijikan, sekaligus memberi petuah sang anak agar tidak melewati batasnya. Meski Kibum terlihat dingin dan seakan tidak peduli sekitar, tapi sebagai appanya tentu Leeteuk tau sang anak bahkan sudah bisa bersikap lebih dewasa dan bertanggung jawab.

"Terima kasih appa". Meski terkesanbernada dingin tapi baik Leeteuk maupun Heecheul tau benar bahwa anak mereka itu mengucapkannya dengan tulus. Membesarkan Kibum mereka selama 17 tahun membuat keduanya bisa mengenali semua tentang sang anak bahkan dengan segala sifat dan ekspresi dinginnya. Mereka bisa membedakannya. Sedangkan sang nyonya agung Kim Heecheul yang mendengar perkataan suaminya langsug memberikan deathglare terbaiknya. Karena ternyata sang suami tidak mendukung keputusannya, melainkan berkomplot dengan sang anak dan mengijinkan keinginannya. Padahal ia sudah mengeluarkan puppy eyes andalannya.

"Umma tetap tidak setuju Bumie. Dan yeobo bagaimana nanti kalau Kibum kita yang paling tampan dan cuma ada satu-satunya didunia ini kenapa-kenapa? Kau ingin buat lagi?, Kau kan tau aku sudah tidak bisa lagi untuk itu". Ratap Heecheul sembari menatap sang suami dan sang anakdengam berlinang airmata. Sesekali dengansapu tangannya Heecheul menyeka airmatayang sedikit mengalir kepipinya dengan sangat drama queen sekali. Leeteuk gelagapan, Kibum tetap diam.

"Tidak apa-apa Cheulie, Kibum sudah 17 tahun jadi ...,"

"Justru karena Kibum baru 17 tahun yeobo. Pokoknya aku tidak mau bicara denganmu sebelum kau mencabut ijin mu untuk Kibum!". Potong Heecheul cepat penuh rasa kesal, sebelum akhirnya sang nyonya agung Kim Heecheul pergi meninggalkan ruang makan dan melangkahke arah kamarnya. Sedangkan Leeteuk hanya menghela nafas pasrah, melihat tingkah istrinya yang kekanakan. Meski Leeteuk juga tau kalau Heecheul hanya terlalu hawatir pada Kibum. Kibum sudah selesai dari tadi sebenarnya tapi karena melihat aksi drama kedua orang tuanya ia jadi urung untuk pamitan. Dan sekarang ia harus segera berangkat sekolah kalau tidak ingin terlambat.

"Appa aku pergi dulu. Bilang pada umma aku berangkat appa". Setelah berpamitan Kibum pun langsung meraih kunci mobilnya dan pergi menuju sekolahnya. Meninggalkan sang appa yang masih memikirkan seribu cara untuk membujuk sang isrti. Bisa gawat juga kalau istrinya ngambek selama seminggu. Ia bisa tidak dapat jatah nanti. Sedangkan dikediaman sederhana milik keluarga Jung.

"KYUNIE!, BUKA MATAMU DAN CEPAT HABISKAN SARAPANMU!. ATAU KAU AKAN TERLAMBAT KE SEKOLAH!" Teriak Jaejoong membahana saat melihat jam sudah menunjukkan 06.30 pagi, sembari mengacung-acungkan centong nasi ke arah putri cantiknya. Tak menyadari bahwa tetangga mereka tengah pada mengeluh karena suara kencangnya itu.

"Hm..".

Hanya itu yang bisa dikeluarkan Kyuhyun, gadis manis bak boneka itu masih mengantuk gara-gara semalam ummanya terus saja marah-marah karena tv butut mereka yang tidak kunjung bisa digunakan juga. Ia bahkan mengunyah makanannya dengan sangat pelan, dan ia juga hampir saja menjatuhkan kepalanya diatas meja makan.

"YEOBO! KAU JUGA! CEPAT PERGI KERJA SEKARANG, KALAU KAU TERLAMBAT DAN DIPECAT BAGAIMANA, EOH! KAU MAU MEMBERIKU DAN KYUNIE MAKAN PAKE APA NANTI? BATU?!".

Kali ini sang suamilah yang mendapat amukan dari sang istri tercintanya. Jaejoong bahkan tak segan-segan menabok kepala sang suami, Yunho dengan penuh kasih sayang dalam artian yang sebenarnya. Ia selalu kalap jika sudahmenjelang pagi karena anak dan suaminya sama saja sulit sekali untuk diajak melakukan segala sesuatunya dengan tepatwaktu.

"Tidak mungkin dipecat Joongie, paling dapat SP". Sahut Yunho enteng. Tidak sadar bahwa sang istri sudah memunculkan dua tanduk iblisnya. Jaejoong kadang heran kenapa dua orang yang paling penting baginya itu harus selaluditeriakki setiap paginya lebih dulu hanya untuk pergi ke sekolah ataupun bekerja.

"YAK! KALIAN BERDUA CEPAT PERGI SEKARANG JUGA. ATAU KYU, TIDAK ADA JJANGEMYEON UNTUK MAKAN MALAM NANTIBUATMU! DAN KAU,JUNG YUNHO TIDUR DILUAR NANTI MALAM!".

Mendengar teriakkan yang mengandung ancaman tak termaafkan itu langsung membuat kedua orang ayah dan anak yang tadinya bermalas-malasan langsung siap siaga sudah bisa membuka matanya meski harus ia paksa sekuat tenaga. Ummanya itu kadang bisa kejam sekali dan jika sudah menyangkut makanannya Kyuhyun akan melakukan apapun untuk tetap bisa menikmatinya bahkan meski harus melawan rasa ngantuknya. Tak beda jauh Yunho pun sudah langsung berpakaianrapi dan meminum kopi paginya dengan cepat. Ia tidak ingin ancaman mengerikan sang istri terlaksanakan, bisa gawat nanti. Ia bisa mati kedinginan jika tidur diluar.

Kyuhyun dan appanya pun setelah selesai semua, keduanya langsung beranjak pergi keluar dari rumah kecil mereka. Setelah sebelumnya berpamitan dengan sang ummauntuk Kyuhyun dan istri untuk Yunho.

"Umma kyunie berangkat dulu". Pamit Kyuhyun sambil mencium pipi sang umma dengan tergesa-gesa.

"Aku pergi dulu Joongie, doakan kami, eoh". Kini giliran Yunho yang berpamitan dengan Jaejoong. Ia mencium kening istrinya sekilas sebelum pergi bersama Kyuhyun untuk mengantar sang putri tersayangnya lebih dulu ke sekolah. Sedangkan Jaejoong hanya memberikan senyuman terbaik miliknya untuk mengantar kepergian dua orang yang paling dicintainya itu. Ya, meski harusselalu mengeluarkan tenaga ekstra setiap paginya dulu sih. Kyuhyun kini sudah sampai dipintu gerbang sekolahnya. Appanya baru saja pamit padanya untuk pergi ketempat kerjanya, setelah mendaratkan ciuman dikeningnya. Iapun melangkah dengan gontai, sikap siaga satunya tadi sudah menghilang entah kemana. Sebenarnya itu untuk mengelabui sang umma saja, karena Kyuhyun tidak ingin makanan kesukaannya itu tidak ada nanti malam. Disetiap langkahnya Kyuhyunsemakin mengantuk saja. Ia tidak peduli meski semua teman-teman sekolahnya berbisik-bisik tentangnya. Hal seperti ini sudah biasa baginya apalagi sudah berlangsung dari pertama ia diterima disekolah elit tersebut. Sekolah yang memiliki nama The Dream High School dengan standar yang tinggi dan kualitas serta fasilitas terbaik ini, adalah salah satusekolah terelit diSeoul. Dan kenapa Kyuhyun yang notabenenya hanya siswi dari kalangan biasa bisa sekolah disana?. tentu karena otak jeniusnya. Jangan salah meski suka tertidur, Kyuhyun selalu bisa mengikuti pelajaran dengan baik. kenapa bisa? Biarlah hanya Kyuhyun dan Tuhan yang tau.

Kyuhyun masih berjalan terkantuk-kantuk ia tidak menyadari bahwa dari arah yang berlawanan seseorangyang tampan dengan wajah dinginnya jugatengah berjalan kearahnya sembari membaca buku yang ada ditangannya. Hingga ...,

BRUKKKK..., UHH...! ...,

Kedua bahu itu saling menabrak, dan keduamata berbeda iris itu saling bertemu. Iris sekelam malam yang menatap dingin dan iris selelehan caramel lembut yang sayu. Saat itulah keduanya merasa suara-suara disekitar mereka menghilang, waktu seolah berhenti. Ketika dua pasang mata tersebut masih saling terpaut. Dan disadari atau tidak sebuah benang merah diantara mereka mulai terbentuk.

TBC...