Red of the Triplets •

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime/Kasar/ juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part VII – My Red Triplets ~

.

.

.

.

.

Sudah lima hari Kakashi berada di rumah sakit, sekarang dirinya sudah tak memakai alat bantu pernafasan lagi seperti hari-hari kemarin, saat dirinya pertama di bawa kesini. Kakashi menghela nafas sejenak, dia menatap jendela dari dalam ruangannya. Entah kenapa wajahnya seperti kacau karena sebuah pikiran atau suatu hal lain yang sedang menunggunya saat ini. Kakashi masih menatap lemah keadaan luar, posisinya masih sama seperti tadi. hanya berdiri, tak ada kegiatan sama sekali semenjak dua minggu dan sekarang.

Bagi dirinya ini adalah hal yang paling membosankan, belum lagi tepat hari ini dirinya berulang tahun, tepat umur 33 tahun. Sudah makin bertambah tua umur Kakashi saat ini, tetap saja dirinya masih sendiri dan tak ada satupun pendamping. Ya, walau banyak wanita-wanita mengejar dirinya tetap saja Kakashi menolak mentah-mentah karena rata-rata dari para wanita itu, tak sesuai dengan kriteria Kakashi. Selain menolak para wanita, saat ini Kakashi sedang memikirkan seseorang yang mungkin akan menjadi pendampingnya kelak, yang dia pikirkan sekarang adalah Sakura.

Nama itu selalu terngiang di pikirannya semenjak ingatannya berangsur pulih, ingatan akan masa lalu yang benar-benar sangat kelam. Bahkan, jika orang-orang mengetahuinya pasti banyak yang membenci Kakashi, mungkin dirinya akan dipenjara seumur hidup atas kejahatan yang ia lakukan. Walau itu adalah sebuah dendam tapi yang namanya kejahatan tetaplah kejahatan dan apalagi ini berencana. Tidak untuk Sakura, sebenarnya ia tak sengaja ataupun tak berpikir sampai untuk melecehkan gadis yang sekarang sudah menjelma sebagai seorang wanita. Kakashi memijat-mijat pangkal hidungnya, kembali ia memandang keadaan luar yang hanya biasa-biasa saja. Kakashi sudah tak betah, sekarang ia ingin cepat-cepat pulang ke rumah, lalu kembali bekerja dan ingin ia bertemu dengan Sakura saat ini untuk menjadi hiburan dari pelipur laranya.

"Hahhh… aku terlalu banyak pikiran, apa aku harus jujur untuk mengatakannya kepada Iruka? Tapi, jika aku mengatakannya aku takut akan kehilangan dia." desah Kakashi, ia pun berbalik dan kembali duduk di atas ranjangnya. Lagi ia hanya bisa terdiam dengan menyalakan televisi di hadapannya, mencari lalu mengubah-ubah channel hari ini.

"tak ada acara yang bagus hari ini, hahhh… di mana Iruka? Sudah jam dua dia tak kunjung datang? Benar-benar sekretaris sekaligus assistant menyebalkan, awas saja nanti kau iruka! Aku akan membuat perhitungan buatmu, hehehe.." kekeh Kakashi yang sedikit aneh. Tak lama Kakashi menonton tv I-phonenya berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk, Kakashi mengambilnya di atas laci putih samping ranjangnya itu. dan menggeser tombol ke warna hijau untuk mengangkatnya.

"Hallo, Iruka kau kemana saja! Cepat kemari atau aku akan memotong gajimu 50%!" ancam Kakashi

"hei..hei..hei! seenaknya kau memotong gajiku, tidak bisa. Sekarang aku sedang dijalan, gara-gara macet. Kau tahu tadi di kantormu ada rapat. Ya, sudah aku yang menghandlenya sementara kau di Rumah sakit. Jadi, jangan seenaknya kau memotong gajiku sebelum aku menjelaskannya." jelas Iruka

"habisnya kau lama sekali, cepatlah kemari aku ingin segera pulang! Aku bosan berada di rumah sakit, kau pikir sakit dan masuk itu menyenangkan?! Tidak kan, maka cepatlah kemari sebelum keputusanku berubah Iruka!" sahut Kakashi sakratis

"iyaa…iyaaa Hatake-sama! Aku paham, dan juga jangan teriak-teriak, kau pikir aku ini tuli apa? Sudah.. sudah aku akan kesana, sebentar lagi sepertinya sampai, macet sudah tidak terlalu." Ucap Iruka dan langsung mematikan secara sepihak

"hehhh.. sialan, dia yang meneleponku? Dia juga yang mematikannya sendiri. Hahhh… dasar iruka, baiklah, apa aku harus ke kamar mandi untuk membersihkan diri?" gumamnya. Kakashi langsung menaruh I-phonenya di atas laci, di saat ia berdiri dan membuka lemari dan hendak siap-siap untuk menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Tiba-tiba saja terdengar seperti suara letupan kecil dari belakangnya, membuat Kakashi terkejut dengan suara letupan itu, Kakashi menutup lemarinya dan mendapati teman-temannya berada disana dengan sebuah cake ukuran sedang.

"Happy Birthday Kakashi-san! Yeahhhhh…" sahut Obito riang

"Kalian, mengagetkanku saja. Loh, Iruka? Bukannya tadi kau menelepon dan katamu tadi macet?" ujar Kakashi bingung

"hahahaha…. Aku menipumu, tentu saja tidak. Sedari tadi aku dan yang lainnya berada di bawah mempersiapkan ini untuk ulang tahunmu, Baka~" ujar Iruka menjitak Kakashi

"kau berani ya, menjitak kepalaku? Wahhh… benar-benar mau dipotong gajimu." Kekeh Kakashi

"memang aku tak berani huh?! Tentu saja berani, kau kan sahabatku." ujar Iruka yang kembali menjitak kepala Kakashi

"hey, sudah..sudah Iruka, sekarang giliran Kakashi.. buatlah permohonan." Ujar Rin menimpali

"hah Rin, terima kasih, kau benar-benar sahabatku. Uhmmm… ngomong-ngomong perutmu sepertinya membesar lagi?" ucap Kakashi dan mendekati Rin juga Obito

"tentu saja, ini calon anak kedua kami, hehehe…" kekeh Obito

"hebat juga kau Obito, tau-tau sudah mau punya anak kedua saja. Kau tak pernah memberitahuku?" ujar Kakashi

"ahahahaha… tentu saja ini untuk surprise, kado untuk paman Kakashi benarkan Madara." Ujar Obito yang mulai menepuk pelan kepala anak pertamanya yang sudah berumur 8 tahun.

"untuk Oji-san.. hehe.. aku punya adik loh." ucap Madara dengan senyum lima jari.

"iyaa.. terima kasih ya, paman juga senang sekarang kau sudah menjadi seorang kakak. Tapi, Madara harus ingat, kamu harus menjaga adikmu okay." Ucap Kakashi lembut dan mengelus kepala Madara

"tentu saja Oji-san, aku akan menjaga adikku nanti. Iya kan Otou-san." Ucap Madara kembali tersenyum

"sudah, sekarang buatlah permohonan, dan tiup lilinnya Kakashi-kun." Timpal Rin menyudahi obrolan Kakashi dengan anaknya.

"iya..iya Rin. Hmmm" sahut Kakashi ia pun memulai permohonan untuknya.

"jangan lupa minta istri sama Kamisama." Timpal Pein yang sukses langsung dicubit Konan istrinya

"Pein, jangan mengganggu Kakashi." Sahutnya

"adu-adu-aduduhh iya sayang.. iyaaa" ringis pein menahan sakit. Kakashi menggelengkan kepalanya lalu ia memulai kembali untuk membuat satu permohonan di hari ulang tahunnya yang ke-33 ini.

'Kamisama, aku mohon pertemukan aku dengan Sakura, satukan kami dan juga keluarga kecil kami jika Sakura telah memiliki anak dari kesalahanku, aku mohon kepadamu. Karena ini permintaan terakhirku, untukku dan juga untuknya. Semoga kami bahagia dan tak ada masalah yang akan terjadi.' Batin Kakashi ia pun langsung meniup lilinya dan terdengar tepuk tangan dari teman-temannya. Di saat mereka ingin melanjutkan acara ulang tahun Kakashi, tiba-tiba saja dari luar nampak seorang wanita yang berlari ke arah Kakashi. Wanita bersurai ungu dan dikuncir apik dengan dress yang menurut Kakashi itu terlalu sexy dan minim.

"Selamat Ulang Tahun Kakashi-koi.. cup~" ucap Anko tiba-tiba dan langsung mengecup bibir Kakashi, Obito yang mengetahuinya langsung menutup mata Madara anaknya supaya tak melihatnya. Begitupula Pein yang menutup mata Jugo dengan hal yang dilakukan Anko dan Kakashi. Kakashi sedikit terkejut ketika mendapat kecupan dari Anko secara tiba-tiba, membuat dirinya mundur dan terduduk jatuh ke kursi yang berada ddi belakangnya. Sedangkan Anko menindih tubuh Kakashi, ia seperti menuntut ciuman itu menjadi lebih panas. Kakashi yang tadi terkejut langsung mendorong tubuh Anko untuk menjauhi dirinya.

"lepaskan, apa-apaan kau ini Anko!" bentak Kakashi dan melihatnya sedikit mendelik.

"ini kan hari ulang tahunmu Kakashi, jadi wajar kalau aku memberikan sebuah ciuman. Berarti aku sangat menyayangimu dan juga mencintaimu, kalau mau lebih aku bisa melakukannya untukmu. Apapun itu." Ucapnya dengan tersenyum menggoda. Kakashi menggelengkan kepalanya, ia tak suka dengan kelakuan wanita yang terlalu agresif apalagi dengan sikap Anko, dari dulu Anko memang sudah mengejar-ngejarnya entah sudah berapa kali Kakashi ciumannya dicuri oleh anko langsung tanpa persetujuannya. Obito, Rin, Pein, Konan dan juga Iruka juga tak luput menggeleng melihat tingkah temannya yang satu ini. anko sudah terbilang terlalu jauh mencintai Kakashi, tetapi Kakashi tetap menolaknya. Dan sudah berapa kali Anko melakukannya dengan berbagai macam jalan supaya Kakashi jatuh ke dalam pelukannya, tetap saja itu tak berlaku bagi Kakashi. Apapun yang dilakukan Anko untuknya itu adalah hal yang percuma dan semakin dibenci oleh Kakashi.

"aku tak butuh ciumanmu, dan lagi apa kau tak mengerti situasi dan kondisi sekarang? Ada anak-anak disini. Dan kau mengucapkan kata-kata vulgar di depan anak-anak yang masih berumur 8 tahun? Kau benar-benar sudah terlalu extreme Anko." Ucap Kakashi tak suka

"ohhh~ jadi kalau tak ada anak-anak dan yang lainnya kau mau bermain denganku berapa ronde? Aku akan menurutimu Kakashi-koi." ujar Anko dengan nada sexy yang dipaksakan.

"ya ampun Anko... kau ini." timpal Iruka yang terputus oleh bicaranya Kakashi yang sedikit sakratis.

"Cukup! Cukup Anko, kau tak pantas untukku! Kau tahu bahwa aku sudah memiliki calon yang lebih baik darimu, sekarang pergi dari sini, kau hanya merepotkan saja. Dan ucapanmu itu sudah tak pantas! Lalu, jangan panggil namaku dengan suffix Koi, karena aku membencinya, dan kau bukan siapa-ssiapaku. Kau hanyalah teman! Tidak lebih dam jangan berharap lebih untukku!" sahut Kakashi yang dapat menohok hati Anko saat ini, yang lainnya hanya bisa terdiam. Begitupula dengan Madara juga Jugo mereka berdua sedikit memeluk erat ayah mereka masing-masing. Sedangkan Anko yang mendengarnya hanya bisa mengeluarkan sedikit linangan air mata di pelupuknya.

"Kejam, Kau kejam Kakashi kau tak pernah mengerti seberapa besarnya cintaku dan pengabdianku untukmu, lihat saja suatu saat aku akan menghancurkan apa yang kau sebut dengan cinta, kau akn merasakannya!" desis Anko ia pun berlari keluar dari kamar VVIP milik Kakashi dan menangis sejadinya. Kakashi hanya mendesah pelan akibat mendengar kata-kata anko. Jujur, sebenarnya ia sangat takut hal itu akan terjadi. hal dimana dirinya dan Sakura tak akan di satukan, di mana mereka akan menjadi saling benci, dan saling dendam. Itulah yang sekarang Kakashi pikirkan. Kakashi pun menggelengkan kepalanya, lalu membuang jauh-jauh pikiran jelek tersebut dari otaknya. Ia tak ingin itu terjadi, yang Kakashi inginkan adalah sebuah keluarga bahagia bukan sebuah keluarga tak bahagia. Kakashi mengenyahkan ancaman dari Anko dan membuat ancaman itu hanyalah sebuah angin tak berbekas. Rin mulai mendekati Kakashi dan duduk disampingnya ia mengelus tangan Kakashi supaya tak memikirkan kejadian yang barusan, kejadian yang terjadi begitu saja di saat perayaan ulang tahunnya.

"Kakashi lupakan kejadian tadi, lebih baik sekarang kita rayakan ulang tahunmu. Lupakan Anko, aku tahu itu sanagt menyakitkan tapi ini hari besarmu, jadi seharusnya kau merayakannya. Oke, ayolah kita bersenang-senang sejenak." Ucap Rin lembut dan disambut sebuah senyuman oleh Kakashi. Kakashi akhirnya memotong cakenya dan membaginya dengan rata kepada teman-temannya.

"ngomong-ngomong, tadi katamu kau sudah memiliki calon? Siapa dia Kakashi? Diam-diam kau merahasiakannya ya dari kami." ujar Pein yang sudah mencomot cakenya

"kau tak perlu tau Pein, karena itu masih lama. Aku hanya berpura-pura saja tadi. supaya Anko berhenti dengan sikap yang ku pikir itu sedikit menjijikkan." dengusnya

"ohhhh~ begitu, pura-pura atau beneran ada? Jangan-jangan beneran ada, dan kau merahasiakannya. Hehehe…." timpal Obito dengan kekehannya

"ada… namanya Saku-'' belum selesai Iruka bicara mulutnya sudah dibekap oleh Kakashi

"Kaka-Kaka… Kakashi hentikan ak-ak-aku tak bisa bernafas Baka~" ketus Iruka yang sudah melepas bekapan tangan Kakashi

"makanya jangan sok tahu jadi orang, hmmm…" ucap Kakashi malas.

"iyaa..tappi tidak seperti itu juga kali, tanganmu itu bau! Kau tak pernah mandi ya?" delik Iruka

"enak saja, aku mandi Bodoh~ kau saja, hidungmu itu yang tak pernah kau bersihkan." Dengus Kakashi dan menjitak Iruka

"Haduhhh… Sakit Baka~ kau itu yang bau." dengus Iruka

"sudah kalian ini, berantem aja terus." timpal Rin, dan diikuti suara Obito juga Pein yang tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.

"lebih baik kalian berdua menikah saja, kan sama-sama single huahahahaha" ucap Pein dengan tawanya

"iyaa itu lebih aman kan sudah single? kalian sering berantem gak jelas? bwahahahaha.." tawa obito. Alhasil Obito dan Pein kena jitakan dari istri mereka masing-masing.

"kalian berdua, ada anak kecil!" sahut Konan dan Rin barengan dan menjitak suami mereka masing-masing

"aduhhhh~ maafkan kami sayang." Ucap Pein dan Obito yang meminta maaf, sekarang giliran Kakashi, Iruka, Madara dan Jugo melihat tingkah lucu dari Obito dan Pein. Hari ini adalah hari dimana Kakashi merasakan kebahagian yang diberikan oleh teman-temannya sedari dulu sampai sekarang tak pernah putus sama sekali. Canda tawa mereka berlarut sampai sore dan pada akhirnya pulang berpamitan dari rumah sakit menuju rumah mereka masing-masing.

» Red of the Triplets «

Sasori, Gaara dan Karin hari ini mereka mengikuti Ujian Akhir untuk menunjukkan hasil mereka, bisa lulus atau tidaknya dari sekolah tingkat pertama ini, dan melanjutkan sekolah mereka ke jenjang menegah. Karin yang dengan santainya mengerjakan soal-soal matematika itu hanya bisa menghitung-hitung dengan sedikit cepat. Tentu, saja kepintarannya dalam menjawab soal ujian ini sangat mudah. Dan tinggal penentuan akhir yang menantinya dua minggu lagi, ini adalah hari terakhir mereka ujian. Mereka bertiga ada ataupun tak ada ujian hanya menyikapinya dengan santai dan tidak terlalu berpikiran berat seperti teman-temannya yang lain. Jam terus berputar, bunyi detakannya itu membuat murid-murid yang mengikuti ujian sedikit cemas, karena waktu yang semakin sempit dan juga soal-saol yang semakin lama semakin sulit untuk dihadapai. Gaara dan Sasori sama seperti Karin yang dengan santainya menjawab soal-soal tersebut. Tepat pada akhirnya bel berbunyi menandakan Ujian telah berakhir.

TEEETTTTT…

"baiklah ujian akhir telah berakhir anak-anak, segera taruh jawaban kalian ke depan. dan kalian boleh langsung pulang, karena ini adalah hari terakhir ujian yang kalian hadapi." Ucap Ibiki Sensei

"Baik sensei!" seru mereka serempak, lalu murid-murid Konoha mulai berhamburan keluar.

"Huahhhh ujian tadi benar-benar mengerikan, iya kan Karin-chan." Ucap seorang gadis berambut pirang.

"Kau benar Ino-chan, tapi bagiku itu sangat mudah hehe…" kekeh Karin

"iya mudah, kau kan pintar matematika. Aku jadi iri denganmu, oh iya setelah lulus nanti kau akan melanjutkan kemana?" tanya Ino ke Karin

"tentu saja Konoha High School, kau tak tahu ya, aku mengincar seseorang?" ucap Karin

"memang kau mengejar siapa?" tanya Ino makin penasaran

"tentu saja Sasuke-ku… ahhh, dia itu dulu senior paling keren di SMP ini. bayangkan saja, kekerenannya dia itu bisa membuat lumer para hati gadis-gadis, belum lagi kembarannya." jelas Karin

"Sasuke dan Sai? Mereka benar-benar senior paling keren. Kau tahu saja kalau ada orang keren selain kedua kembaranmu itu, Karin-chan." timpal Ino

"tentu saja, karena aku sudah bosan melihat kedua saudara kembarku itu. Masa iya aku terus-terusan menjomblo? makanya aku akan mengejar Sasuke untuk jadi pacarku hehe, kau tahu naluriku tentang laki-laki tampan itu terlahir dari naluri ibuku. Hehehe…" kekeh Karin

"aku juga mau dong, maksudku sama kembarannya Sasuke, Karin.. kau itu selalu mengerti selera yang sama ya, ahhh.. ya sudah aku duluan ya." Ujar Ino dengan mendahului Karin untuk pulang

"iyaaa… hati-hati Ino-chan. Huffttt… waktunya pulang." Sahut Karin, ketika dirinya berada di depan loker dan ia pun mendapati saudara kembarnya sudah berada di sana untuk pulang bersama.

"Gaara nii~ Sasori nii~ ayo kita pulang." ucap Karin dan merangkul lengan Sasori

"ayo Karin-chan kau ini tumben lama sekali?" tanya Gaara

"tadi, keluar ruang ujian aku jalan bareng sama Ino dan ngobrol-ngobrol sedikit sih. Maaf, kalau lama. Hehe…" kekehnya. Dan mereka bertiga menuju parkiran untuk mengambil sepeda, tetapi saat mereka hendak keluar dari gerbang seketika saja ada sebuah mobil mercedes berada di depan. lalu, dari dalam mobil tersebut keluarlah pria berumur 33 tahun, dengan rambut perak melawan gravitasi menghampiri mereka bertiga.

"Selamat Sore, Gaara-kun." Ucap Kakashi dengan senyumnya. Karin yang tak sengaja menatap senyuman Kakashi, nampak bahagia melihatnya dan seketika saja Karin memeluk Kakashi begitu saja.

"hwaaaa gantengnya… Gaara nii~ ini siapa? Kenapa dia mengenalmu?" tanya Karin

"dia…dia itu Boss-ku atau lebih tepatnya pemilik perusahaan Hatake Corp. yang kemarin aku dulu aku hampiri untuk mengikuti lomba design game, Karin." Jelas Gaara.

"wahhh… benarkah, aku tak menyangka bossmu atau lebih tepatnya paman ini sangat tampan. Seandainya aku memiliki ayah setampan tuan Hatake, aku pasti bahagia. Tapi~" ucap Karin gembira yang tiba-tiba diliputi rasa sedih dengan begitu saja, Kakashi yang masih dalam posisi dipeluk Karin langsung mengelus kepalanya, ia berdiri mensejajarkan dengan Karin dan tersenyum kepadanya.

" ada apa? Kenapa kau bersedih gadis kecil? Apa boleh paman mengetahui suatu hal? Kenapa kau tak melanjutkan ucapanmu tadi?" ujar dan tanya Kakashi dengan tersenyum, Sasori yang melihat kejadian itu hendak menarik Karin, tetapi di tahan oleh Gaara untuk tak mengganggu keadaan moment seperti ini.

"Tapi~ Otou-san Baka! Dia meninggalkan Oka-san saat ia hamil, dan tak mau kembali lagi hiks~ hiks~ hiks" ucap Karin marah dan tangisnya pun pecah. Kakashi yang mengetahuinya hanya terkejut mendengar ucapan Karin, gadis kecil di hadapannya ini. Kakashi memeluk Karin dengan sedikit erat ia mengelus rambut panjang Karin. Karin yang dipeluk semakin mengeluarkan tangisannya dan terisak-isak, Karin sesekali menghirup aroma tubuh Kakashi yang memeluknya itu. Wangi maskulin yang menenangkan.

"menangislah nak… karena jika kau pendam maka rasa sakit itu akan terus mengganjal di hatimu. Hmm… apa boleh Paman menganggapmu sebagai anak paman sendiri? Ya, kalau kau mau." Bisik Kakashi dan di jawab dengan anggukan Karin, lalu Karin melepas pelukan dai Kakashi

" benarkah? Paman mau menjadi Otou-sanku?" sahut Karin yang sudah menghapus air matanya, ia pun mulai tersenyum senang, tapi tidak dengan Sasori entah kenapa ia merasa ketidaksukaannya kepada Kakashi yang seketika hadir di sini dan seketika saja menganggap karin sebagai anaknya. sedangkan Gaara juga sedikit terkejut oleh ucapan Karin yang lolos begitu saja, antara menerima dan tidak terima atas apa yang di utarakan oleh Karin. Jujur itu terlalu cepat, bahkan Karin baru bertemu dengan kakashi dan baru beberapa menit mengenal Kakashi tetapi sudah menganggapnya sebagai seorang ayah?

"tidak..tidak..ini tidak benar, Karin kau baru mengenal Kakashi-sama. Jangan terlalu polos dan gegabah." ujar Gaara

"Tapi Nii~chan, Kakashi-sama saja tidak mempermasalahkannya." ucap Karin polos

"tapi tidak secepat ini Karin, benar kata Gaara. Maaf, tuan Hatake sebenarnya ada perlu apa kau menghampiri kami bertiga kemari, ah maksudku Gaara saja." Sahut Sasori.

"aku kemari? Tentunya aku kemari ingin mengajak kalian have fun, karena design lomba Gaara terpilih." Jelasnya dan membuat Gaara terkejut bukan kepalang

"Benarkah?! Benarkah aku menang? Aku terpilih, aku tak percaya!" serunya.

"tentu saja, Gaara.. kau menang, dan sebentar lagi kau akan bekerja denganku." Ucap Kakashi dengan tersenyum.

"lalu, Mr. Hatake kemari hanya untuk mengabarkan ini saja? Kenapa tidak mengabariku lewat via E-mail saja?" ujar dan tanya Gaara

"ahhhh… kebetulan tadi aku tak sengaja lewat jadi daripada aku susah-susah mengabari kamu dengan via E-mail jadi lebih baik aku kemari saja dan langsung mengabarimu Gaara." Jelas Kakashi.

"begitu ya, hanya itu saja Mr. Hatake? Kalau begitu bisakah kami bertiga permisi." Ucap Gaara yang hendak pergi meninggalkan Kakashi

"tu-tunggu gaara, bagaimana kalau kau, kakakmu dan adikmu menemaniku untuk makan, ya sekalian untuk merayakan hasil kemenanganmu?" sahut Kakashi sedikit menahan Gaara

"uhmm.. itu bagaimana ya? Kami takut kalau…" belum selesai Gaara berbicara sudah di ambil alih oleh Karin

"tentu saja Mr. Hatake-san, kami mau kok menemani anda makan. iya kan Sasori nii~ Gaara nii~" ucap Karin dengan riang

"Karin-chan, jangan gegabah menerima tawaran seseorang yang baru kau kenal, kau kan belum tahu Hatake-san seperti apa?" cegah Sasori

"Neee~ Sasori nii~ tenang saja, Hatake-san ini orangnya baik kok, terlihat dari wajahnya." Elak Karin

"tapi, kalau kita telat pulang, bisa-bisa Okaa-san memarahi kita. Apa kau mau?" ujar Sasori kembali

"hanya sekali ini saja, Sasori nii~ aku mohon… aku ingin seperti anak-anak yang lain, apa Sasori nii~ tidak pernah ingin merasakan di traktir makanan mewah? Sasori nii~ apa gak ingin merasakan sekali jalan dengan orang dewasa pria seperti Hatake-san, dia cocok sekali kalau jalan dengan kita seperti seorang ayah." Jawab Karin dengan sedikit gemetar

"ahhh.. aku tak memaksa kalian bertiga, jika kalian bertiga sudah mau pulang, silahkan saja. Dan hati-hati." Ucap Kakashi menimpali

"iya, sama-sama Hatake-san kalau gitu kita bertiga permisi, ayo Karin. Karin…Karin.." ucap Gaara dan langsung menarik Karin, tapi Karin masih terpaku di sana. Dia masih berdiri kaku dan tanpa disadari Sasori dan Gaara, Karin sudah mengelurakan air matanya.

"Karin gak mau! Karin gak mau pulang! Karin masih mau sama Hatake-san, Karin butuh seorang Ayah! Nii-chan!" histerisnya semakin menjadi, membuat Kakashi yang melihatnya semakin teriris hatinya.

'kenapa…kenapa aku tak kuasa melihat gadis kecil ini, gadis ini juga Sasori dan Gaara mereka adalah anak-anak Sakura, bodohnya aku kenapa aku melupakan, kenapa aku harus lupa ingatan.' Batinnya terkoyak dan Kakashi langsung memeluk Karin mengusap lembut rambutnya kembali

"sudah jangan menangis, Karin kan gadis manis, kalau menangis nanti manisnya hilang? Bagaimana kalau Karin pulang, kasihan Okaa-san." Ucap Kakashi lembut

"Karin gak mau Oji-san, Karin maunya sama Oji-san… Karin gak mau pulang hiks…hikss..hikss" isaknya semakin jadi

"Karin, jangan berulah ayo kita pulang, nanti Okaa-san marah." tegur Sasori sedikit menahan emosi

"Sasori nii~ jangan marah ke Karin, kita turuti saja Karin. Sudah, kita terima tawaranmu tuan Hatake, tapi bagaimana dengan sepeda kita?" ujar Gaara

"tapi, Gaara… bagaimana nanti kalau okaa-san?" ucap Sasori sedikit tak suka kelakuan Karin

"hahhh…. Biar nanti Gaara yang jelasin ke Okaa-san, Sasori nii~ tenang saja." Ucap Gaara

"sepeda-sepeda kalian bisa di bawa dengan temanku, Iruka. Dia yang akan mengambil sepeda kalian dan menaruhnya ke apartment." Jawab Kakashi

"jadi, kita akan makan bersama Hatak ji-san, Gaara nii~?" tanya Karin yang sudah menghapus air matanya.

"iya, tapi hapus dulu air matamu." Ucap Gaara lembut

"ini lap dengan sapu tangan ini" timpal Kakashi dan memberikan sapu tangan berwarna putih ke Karin

"terima kasih tuan Hatake, hiks.." ujar Karin dan mengelap air mata juga hidungnya yang berlumuran itu dengan sapu tangan milik Kakashi, setelah itu sapu tangan yang diberi Kakashi langsung di kantongi oleh Karin.

"baiklah kita berangkat." ucap Kakashi dan mempersilahkan si kembar tiga masuk ke dalam mobilnya, Sasori, Gaara hanya biasa saja. Berbeda dengan Karin yang sangat antusias ketika memasuki mobil milik Kakashi. Lalu, terakhir diikuti Kakashi masuk ke dalam mobil, mereka pun berangkat ke sebuah restoran mahal di Konoha. dan mobil Iruka yang tadi berada di belakang membawa sepeda-sepeda milik si kembar untuk di bawa ke apartment mereka.

» Red of the Triplets «

~ Flashback On ~

Kakashi yang sudah pulang dari rumah sakit, ia hanya menghela nafasnya dengan pelan. Ia pun turun dari mobil miliknya dan berjalan ke dalam, sesaat ia teringat beberapa hari yang lalu ketika ia membuka berkas-berkas pengintaian dari Asuma dan Hidan. Kakashi pun menuju ruang televisi, ternyata berkas-berkas itu sudah tak ada disana.

"Kisame!" panggil Kakashi

"iya, tuan besar ada apa anda memanggil saya?" tanya Kisame yang sudah menghadap Kakashi

"apa kau tahu dimana berkas-berkas sebelum aku masuk ke rumah sakit? Saat aku bersama Iruka di ruangan ini? aku taruh di meja ini." ujar Kakashi kepada Kisame

"ohhh.. berkas-berkas itu, saya menaruhnya di ruang kerja anda tuan." Jawab Kisame

"baiklah, terima kasih Kisame." Ucap Kakashi ia pun menuju ruang kerjanya, dan menemukan berkas-berkas tersebut di atas meja kerja Kakashi. Kakashi langsung duduk di kursi kerjanya dan segera ia buka lalu melihat isi-isinya. Tak percuma jika dia memiliki suruhan seperti Asuma dan Hidan, karena mereka memang sebenarnya seorang mata-mata handal dan mengetahui semua informasi itu dengan cepat. Kakashi membuka dan membacanya perlahan, ia hanya bisa mendesah sedikit kasar, Kakashi menaruh berkas-berkas itu dengan di banting. Mengusap wajahnya dengan kasar sembari mengacak-acak rambutnya.

"Kisame!" panggilnya kembali

"iya, tuan ada perlu apa lagi?" tanya Kisame

"hahhh… buatkan aku secangkir kopi." ucap Kakashi

"Ba-baik tuan, segera saya buatkan." balas Kisame ia pun keluar dari ruang kerja Kakashi dan menuju dapur, tak berapa lama Kisame kembali dengan secangkir kopi, ia meletakkannya di meja kerja Kakashi.

"silahkan tuan, ini kopinya." ujar Kisame dan ia pun pergi meninggalkan Kakashi, kembali ia menutup ruang kerja Kakashi. Kakashi yang melihat Kisame telah pergi, segera mengambil kopi tersebut dan meminumnya. setelah meminum kopi tersebut, kembali Kakashi hanya bisa mendesah dan menggeram.

"Arggghhhh~ kenapa! Kenapa aku baru tahu sekarang! Bahwa Gaara dan kedua saudara kembarnya adalah anaknyaSakura! Dan mereka bertiga… mereka bertiga… Shit! Sebenarnya aku masih meragukannya tapi dari semua informasi bahwa Sakura tak pernah menikah maupun berpacaran, berarti… apa ini balasanmu untukku Tuhan? Tidak..tidak ini bukan balasan, ini adalah takdirku bahwa aku memang harus bertemu dengan mereka.. ya, mereka bertiga.. mereka bertiga anak-anakku dengan Sakura. Bolehkah aku berharap, tidak ini bukan pengharapan. Ini adalah kenyataan bahwa mereka anak-anakku, apa yang dulu aku perbuat. Tidak salah lagi dengan feelingku ketika aku bertemu dengan Gaara. Tuhan, aku mohon satukan aku, walau pun aku sudah berbuat jahat terhadap Sakura, setidaknya aku bisa meminta maaf dan menebus semua kesalahanku. Aku mohon." Ujar Kakashi memohon, dan dia pun beranjak dari ruang kerjanya untuk bergegas menemui mereka, dan ada berbagai cara untuk melakukan hal semua ini. sedangkan di meja kerja Kakashi, nampak 4 foto yang sedang tersenyum, foto itu adalah foto Sakura, Sasori, Gaara dan Karin yang diambil dari waktu yang berbeda. Kakashi pun kembali pergi keluar untuk bertemu dengan mereka. Apapun yang akan terjadi Kakashi akan menghadapinya seberat apapun, dan secara perlahan ia akan mendekati dan berkata jujur terhadap Sakura, ia akan menembus semuanya. Semua setelah 14 tahun silam dari kesalahan yang ia perbuat terhadap gadis musim seminya.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

.

.

Langsung 2 chapter ya, auth-river benar-benar capek+kesal, ahhhh… sudahlah ini akan terus berlanjut dan akan timbul beberapa konflik nyehahahaha #tawaevil

Dan sebenarnya bakal terbukti siapa yang sebenarnya dalang di balik ini semua ahahaha.. sudah lah readers thanks udah mau mampir ke fic abal ini, yaaa begitulah aku #tabok

Ini tu aslinya buat Birthday-nya Kakashi, berhubung telat ya udah deh, biarin ajalah... Once Again Happy Birthday Kakashi my big brother :D

And thanks buat yg udah reviews… :D *happy everyday*

Bakal tetep ikutin lanjutannya, walau semakin kesini semakin tegang #plakkk

Thanks to: mrs. Hatake15Kakashi, Ade854, Lucifer99, Taskia Hatake46, ira quinn, dan para silent hill #eh maksudku silent readers :p

Udah capek mau bales reviewsny, udah pegel-pegel + ngantuk ini auth-rivernya.. kalo begitu saya permisi.. hahahahaha #kaburpakesepeda.