• Red of the Triplets •
.
.
Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)
Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)
Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya
.
.
Rated: M (for Lemon and Lime/Kasar/ juga all of them)
.
Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v
Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy
.
.
(Don't like Don't Read!)
Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River
#evilgrin
.
.
.
~ Part VIII – Pertemuan tak Terduga ~
.
.
.
.
.
Pria bersurai perak melawan gravitasi itu menatap jendela luar dari mobilnya, sedangkan di dalam mobil ia tak sendiri melainkan ada tiga orang berkisar 14 tahunan dengan rambut berwarna merah. Karin masih berdecak kagum di dalam mobil milik Kakashi, ia pun menepuk pundak Kakashi begitu saja.
"Oji-san, kau melamunkan apa?" tanyanya polos, sedangkan kedua kakaknya masih terduduk diam juga sedikit mengawasi tingkah Karin.
"ohh-uhmm tidak, hanya saja sepertinya paman sedang memikirkan seseorang yang sangat jauh." ucapnya sedikit gugup
"seseorang? Apakah dia seorang wanita?" tanya Karin sekali lagi
"ahhhh~ i-iy-iyaa dia seorang wanita, tapi paman sudah tak mengetahui kabarnya lagi. Uhmm.. Karin mau cokelat?" ujar dan tanya Kakashi
"begitu, ya.. cokelat? Huahh aku mau paman…" ucapnya dengan penuh antusias.
"baiklah, uhmm… dimana ya? Sepertinya disini." ujar Kakashi membuka laci di bawah tempat duduknya, lalu mengambil sebatang cokelat berukuran besar dan memberikannya kepada Karin
"besar sekali, uhh sepertinya enak, paman punya berapa banyak?" tanya Karin yang sudah melebarkan matanya saat di berikan sebatang cokelat.
"banyak, kebetulan paman suka dengan cokelat. Ini paman dapatkan dari swiss karena cokelat disana enak-enak sama seperti belgia. Kau suka? Gaara dan Sasori juga mau?" jelas dan tawar Kakashi
"hn.. tidak biar untuk Karin saja Mr. Hatake." Jawab Sasori dingin
"huahhhh… paman Kakashi ini enak, uhmm terima kasih cokelatnya. lain kali kasih yang banyak ya, Karin akan menerimanya dengan senang hati, hehehe… Sasori nii~ sama Gaara nii~ tumben gak mau cokelat? biasanya juga punya Karin direbut dan dimakan huhu, ini enak loh" cerocos Karin dan memamerkan cokelat di hadapan Sasori juga Gaara. Gaara langsung mengambilnya dengan cepat dan memakan bekas gigitan Karin. Karin yang melihatnya langsung memanyunkan bibirnya.
"Paman Kakashi! Gaara nii~ nakal, cokelatku direbut dan dimakan. huhhhh…. Aku minta cokelatnya lagi paman." Rajuk Karin yang sudah menggoyang-goyangkan lengan Kakashi. Kakashi yang melihatnya sedikit sweatdrop'
"salah sendiri memamerkan cokelat ke Gaara nii~ hasilnya nii-chan makan kan, hehe.. uhmm enak juga cokelatnya." sahut Gaara santai
"ahrrrgghhh! Gaara nii~ hueee… Sasori nii~ kenapa diam saja, paman Kakashi aku mau cokelatnya lagi." protes Karin sebal
"iyaaa..iyaa Karin, paman akan berikan kamu lagi. tapi, ingat jangan seperti tadi. sebenarnya berbagi lebih baik." jelas Kakashi lalu membuka laci di bawahnya dan mengambil cokelat yang berbeda, dan diberikan langsung ke Karin
"hwaaaa… terima kasih paman, kau memang terbaik. Seandainya saja aku memiliki Otou-san seperti paman, pasti Karin sangat bahagia hehehehe…. Iya kan Gaara nii~ Sasori nii~" ucap Karin dengan riang, Gaara hanya biasa saja sedangkan Sasori masih tak suka dengan keadaan saat ini.
"lebih baik tidak memiliki ayah sekalipun, jika harus memiliki ayah yang misalnya hadir setelah berpuluh tahun pergi." Celetuk Sasori yang dapat menohok hati Kakashi di saat sekarang. Bagaimana tidak, ucapan Sasori terdengar sangat pedas. Walaupun mereka bertiga belum mengetahui kalau Kakashi adalah ayah mereka yang sebenarnya.
"Sasori nii~ kenapa harus berkata seperti itu? Hiks~ hiks~ apa salahnya jika nanti ayah datang, jika nanti kita memiliki seorang ayah." ucap Karin sedikit terisak
"cukup Karin! tidak usah berulah kembali, jangan pernah kau memanggil atau memuja seorang ayah, karena dia tak lebih dari seorang keparat. Kau tahu kenapa? Karena dia tega meninggalkan kita dan juga Okaa-san." bentak Sasori tiba-tiba
"sudah…sudah..sudah hentikan Sasori, mungkin adikmu sangat merindukan sosok seorang ayah, makanya kau jaga kesabaranmu." sahut Kakashi menenangkan, Karin langsung meringkuk dan ia memeluk lengan Kakashi.
"Bukan urusan anda Mr. Hatake! karena kalau Karin tidak di peringati dia akan semakin manja!" seru Sasori yang sedari tadi menahan emosi
"tapi, adikmu ini seorang perempuan, bukan seperti dirimu yang bisa mengabaikan semua omongan ataupun cacian dari orang-orang kau paham." ujar Kakashi membela Karin
"walaupun dia perempuan tetap saja dia kembaranku dan kami sama, tidak ada yang berbeda. Jadi, kau diam saja Mr. Hatake dan jangan ikut campur urusan kami, dan kau itu bukan siapa-siapa, kau hanyalah orang lain yang baru saja hadir disini. dan mengajak kami untuk have fun? Padahal aku tak mengenal anda, sedangkan yang anda kenal hanyalah Gaara jadi diamlah." Jelas Sasori sudah meninggi suaranya.
"hentikan! Sudah cukup Sasori, kau hanya bisa menyakiti Karin." bentak Gaara tiba-tiba. Karin hanya bisa memeluk lengan Kakashi, sambil menangis sesenggukan. Kakashi yang mengetahuinya hanya terdiam di saat ia mencerna perkataan yang dilontarkan Sasori ada benarnya.
'Sasori benar, aku hanyalah orang lain, aku hanyalah ayah yang tak berguna. yang tak bertanggung jawab atas semua kejadian ini.' batin Kakashi berkecamuk. Sasori yang mendengar bentakan dari Gaara sedikit terkejut, mungkin baru ini dirinya melihat Gaara marah kepadanya, walau ia terkadang sering bertengkar tetapi ini lebih daripada, ketika mereka bertengkar.
"Maaf..Maafkan aku Gaara." ucap Sasori pelan ia hanya tertunduk lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"minta maaflah kepada Karin Sasori nii~ walau bagaimanapun juga Karin adik dan juga kembaran kita, jadi kau harus menenangkannya, jangan sampai kau membentaknya kembali, aku tak suka caramu seperti tadi. walaupun kita ditinggal oleh ayah, setidaknya jika dia kembali kepada kita bersikaplah dewasa." Ujar Gaara panjang lebar
"hn… aku mengerti Gaara, uhmm Ka-Ka-Karin maafkan Sasori nii~ ya, maaf sudah menyakitimu." ucap Sasori meminta maaf ke Karin
"hiks…hiks…hiks… Sasori nii~ jahat" dengusnya dan masih memeluk lengan Kakashi. Kakashi yang melihat Karin masih memeluk lengannya, ia pun mengelus rambut Karin dengan pelan.
"maaf udah berkata kasar kepadamu Karin, Sasori nii~ janji gak akan mengulanginya." ucap Sasori kembali kepada Karin
"hiks~ hiks~ janji? Janji Sasori nii~ tidak seperti itu kepada Karin, hiks~" ujar Karin masih sesenggukan
"sudah, Karin jangan menangis lagi, nanti cantiknya hilang hehe… cepat maafkan nii-chanmu" timpal Kakashi yang mendudukkan Karin supaya lepas dari pegangan di lengannya, ia pun mengusap air mata Karin dengan memakai ibu jarinya.
"baiklah, Karin maafin Sasori nii~, tapi sebagai gantinya baju merah kesayangan nii-chan aku ambil ya, yang gambarnya band favorit nii-chan hehe.." ucap Karin mulai terkekeh
"maksudmu Kaos nii-chan yang One Ok Rock limited edition, yang album terbaru?" ujar Sasori sedikit terkejut, dan hanya diberi anggukan oleh Karin
"ta-ta-tapi Karin, tidak ada benda yang lain? Kenapa harus kaos One Ok Rock?" ujar Sasori kembali dengan memasang mimic wajah yang tak bisa diartikan.
"soalnya aku mau kaos itu, titik. Aku mau kaos itu soalnya aku menyukai Taka hehe…" kekeh Karin dengan sedikit seringai, dan dapat dilihat oleh Gaara bahwa adiknya ini memang licik, sedangkan Sasori hanya lemas tak bertenaga sama sekali dengan apa yang diucapkan oleh Karin.
bagaimana tidak dia mendapat kaos itu dengan cara yang 'mungkin' kebetulan di saat Sasori membuka akun facebooknya lalu di berandanya lewat page One Ok Rock yang mengadakan sebuah kuis dengan hadiah 35 kaos One Ok Rock 35XXXV + tanda tangan semua personil bagi 35 orang yang beruntung. disaat itu pulalah Sasori mengikutinya tanpa berpikiran untuk mendapatkan kaos itu yang pada akhirnya ia memenangkan hadiah tersebut.
"tidak, jangan kaos itu. Ahrrghhh~ aku mohon Karin" pinta Sasori yang sekarang memohon kepada adiknya.
"Karin tidak mau tau, Sasori nii~… Karin mau kaos itu, titik dan tidak ada penolakan." Dengus Karin dengan melipat kedua tangannya di depan dada juga menyilangkan kakinya sambil ia memalingkan wajah dari Sasori.
"khuu.. baiklah…baiklah… tapi jangan sampai rusak, karena kau itu tidak bisa merawat barang, kau paham Karin." ucap Sasori yang sudah kalah dan sedikit memperingati Karin
"Sasori nii~ tenang saja, untuk yang satu itu Karin akan merawatnya, hehe.. yeyyy… terima kasih Sasori nii~" ujar Karin dengan senyum lima jari
"sepertinya kita sudah sampai di restoran, kalau begitu kita makan siang terlebih dahulu." Ucap Kakashi yang sedikit membuyarkan obrolan Karin dan Sasori. Gaara yang semenjak tadi hanya duduk dan memperhatikan kedua saudara kembarnya saja itu sambil sedikit tersenyum tipis. ketika Kakashi mengatakan mereka sudah sampai di sebuah restoran, Gaara hanya memperhatikan saja sekelebat perasaan kedekatan itu kembali hadir di relung hati Gaara. Gaara kembali membuyarkan rasa itu dan ia beranjak turun mengikuti saudara kembarnya yang sudah terlebih dahulu turun. Gaara berjalan dibelakang memperhatikan sosok Kakashi yang berjalan bergandengan dengan Karin, entah kenapa di saat Karin menggandeng Kakashi rasanya seperti seorang ayah yang berjalan-jalan dengan anak-anaknya. Gaara sedikit berdecak karena itu tak mungkin, tak mungkin jika Kakashi adalah ayah mereka tetapi jika diperhatikan kembali umur Kakashi tak jauh dari umur ibunya, yang mungkin terpaut 2-3 tahun saja. tapi Gaara kembali memalingkan rasa dan keanehan itu dari benaknya. Mereka berempat akhirnya memasuki sebuah restoran bergaya eropa, dengan bangunan yang terbilang mewah terdapat ukiran maupun patung relief bergaya eropa ketika masih jaman yunani. Karin yang melihatnya tampak merasakan kekaguman yang tinggi, dan takjub oleh relief-relief di dalam restoran itu.
"Su-sugoiii~ nee~ restoran ini paman, pasti ini sangat mahal." ujar Karin yang semakin takjub
"ahh~ tidak seberapa kok Karin-chan, lebih baik kita mencari tempat duduk ahhh dimana ya.." ucap Kakashi yang masih berjalan mencari-cari tempat duduk yang rata-rata sudah penuh
"tapi ini sudah penuh Mr. Hatake" ucap Gaara menimpali
"ahhh~ sepertinya, tapi tidak jika kau memiliki ini, Gaara" ucap Kakashi lalu mengeluarkan sebuah Card Member berwarna hitam dengan tulisan berwarna merah. Ia pun menunjukkannya kepada Gaara.
"Orang Kaya memang selalu bisa apa saja, sampai ke sebuah restoran pun dia bisa memasukinya dengan mudah." Celetuk Sasori saat melihat Kakashi mengeluarkan card member
"hahaha… apa kau menginginkannya Sasori? Sebenarnya aku sudah menjadi member di restoran ini. Jadi, ketika penuhpun di saat kau menggunakan card member akan diberikan tempat vip yang masih kosong tentunya." Jelas Kakashi
"hwaaaaa… Sugeee~ Paman Hatake, apa aku boleh memilikinya?" ucap Karin tiba-tiba dengan mata puppy eyesnya juga dia sangat antusias sekali.
"hn… Karin, jika kau punya Card Member? Memangnya kau bisa makan disini? inikan restoran mahal" balas Gaara
"tentu saja aku bisa jika aku rajin menabung, nanti aku kan bisa makan disini" dengus Karin
"ohhh.. begitu ya, boleh juga ide kamu Karin, kau memang memiliki tekad dan keinginan yang tinggi sama seperti paman" ucap Kakashi lembut dan menepuk pucuk kepala Karin
"oh ya? Wahh.. berarti kita cocok paman.. uhmm" ujar karin tersenyum lima jari, Sasori hanya terdiam dan Gaara sedikit tersenyum, mereka menuju ke tempat resepsionis lalu Kakashi menunjukkan card member miliknya. Setelah itu datang seorang pelayan dan mengajak mereka ke suatu tempat, mereka berempat menuju lantai dua, lalu nampak salah satu ruangan dengan pintu kaca, di sana tertulis bahwa ruangan itu VIP. Kakashi, Karin, Sasori dan Gaara memasuki ruangan VIP yang hanya nampak segelintir orang saja makan disana, ruangan itu cukup dingin karena di fasilitasi AC. Karin langsung menuju meja bernomor 14, ia langsung mendudukkan dirinya di kursi tersebut diikuti ketiganya, pelayan yang memberikan arahan tadi langsung memberikan empat buku menu kepada mereka berempat.
"Karin, mau pesan apa. pilih saja yang kamu sukai" ucap Kakashi dengan membuka halaman menu
"aku mau Steak Salmon with Lemon Sauce juga mash potato." ucap Karin langsung
"baiklah, Gaara dan Sasori? Mau pesan apa" tanya Kakashi
"uhmm.. aku steak tenderloin with mushroom sauce" ucap Gaara
"aku, steak wagyu blackpepper sauce" timpal Sasori
"baiklah, uhmm aku pesan steak wagyu mushroom sauce dimasak medium, yang lainnya dimasak matang ya." Ucap Kakashi kepada pelayan
"ada yang lainnya?" tanya pelayan itu
"minumnya Orange Juice untuk mereka bertiga kalau aku red wine france tahun 1806" ujar Kakashi kembali dan menutup buku menunya lalu memberikan buku menu tersebut ke pelayan
"baiklah, pesanan anda akan tiba 45 menit tuan, jika ada yang mau dipesan kembali silahkan memanggil dengan lonceng ini." jelasnya dan menaruh kotak kecil di tengah-tengah meja. pelayan tersebut meninggalkan Kakashi dan yang lainnya untuk melakukan pemesanan.
"Paman Hatake, ku lihat-lihat wajah paman dari mata dan hidung hampir seperti Sasori nii~ dan juga mata milikku" ucap Karin membuka suara membuat Sasori mengangkat alisnya sebelah
"mungkin hanya kebetulan Karin, kau ini ada-ada saja masa Sasori nii~ mirip dengan Mr. Hatake?" sahut Sasori
"aku serius Sasori nii~ kau tak percaya? Coba perhatikan saja sendiri, Gaara nii~ juga kau harus melihatnya" ucap Karin dengan menarik lengan Gaara untuk memperhatikan wajah Kakashi lebih lekat.
"Ahh… Karin yang dikatakan Sasori benar, mungkin kebetulan saja. Wajah itu kan bisa saja ada yang mirip, ada juga yang tidak." Ucap Kakashi sambil mengelus tengkuknya. Gaara yang ditarik Karin pun hanya bisa tersenyum tipis dan melihat rupa Kakashi sedikit lekat. Entah kenapa kembali seperti tadi, pkirannya mulai berkecamuk lagi. ditelitinya setiap inchi wajah dari Kakashi dan ia menoleh ke arah Sasori juga Karin, sambil sesekali di tesiknya secara seksama.
Gaara kembali duduk di bangkunya, entah kenapa yang diucapkan oleh Kakashi itu sedikit ada benarnya. Tapi, ia masih tak bisa mempercayai sepenuhnya. Bagaimanapun juga jika garis wajah yang hampir menyerupai itu sedikit berbeda dengan yang benar-benar menyerupai. Sedangkan Karin dan Sasori itu garis wajahnya bukan hampir menyerupai tapi sudah nampak mirip dengan Kakashi. ia menggelengkan kepalanya menghapus beribu-ribu pikiran aneh, jika Kakashi Hatake adalah ayahnya. Tak mungkin itu akan terjadi, karena ayahnya sudah pergi meninggalkan ibunya saat mereka di dalam kandungan. Bahkan ibunya saja tak mengenali siapa ayah mereka. bukan tak mengenali tapi sepertinya ada sesuatu yang ditutupi oleh ibunya mungkin. Itulah pikiran gaara saat ini, ia menginginkan pembuktian dan mencari tahu tentang keberadaan ayahnya. Pikiran-pikiran itu semakin berkecamuk.
"Gaara nii~ kau melamunkan sesuatu? Makanannya sudah datang" ucap Karin yang membuyarkan lamunan Gaara. Gaara langsung menggelengkan kepalanya dan menatap adik kembarannya itu.
"ohh..uhmm iya Karin ada apa?" ujarnya kini bertanya ke Karin
"Kau melamunkan sesuatu, Gaara nii~? Makanannya sudah datang." Jawab Karin yang langsung melahap steak salmonnya.
"uhmm… ohh ya, gomenne Karin-chan, hehe.. tidak Gaara nii~ tak melamun." Elaknya
"kalau tidak? Kenapa saat makanannya sudah datang Gaara nii~ masih diam dan tatapannya seperti melihat paman Hatake?" balasnya yang kembali melahap
"sudah.. nii-chan tak melamun, uhmm lebih baik kau makan, jangan banyak bicara." Ucap Gaara yang langsung melahap makanannya juga.
Karin pun hanya mengangguk paham lalu ia melanjutkan makannya dengan tersenyum, tampak wajahnya yang ceria itu terlihat. Sedangkan Gaara hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku adik kembarannya itu.
.
.
.
.
.
» Red of the Triplets «
.
.
.
.
.
~ Ichiraku Resto, 07.00 P.M ~
- Sakura POV's –
Jam sudah menunjukkan pukul tepat tujuh malam, kebetulan malam ini restoran tidak terlalu ramai seperti biasanya. Padahal hari ini sudah mau memasuki weekend day, tapi ini jarang sekali tak terlalu ramai pengunjung. Setelah aku membereskan semua piring dan lain-lain yang telah selesai dihidangkan untuk pengunjung, aku segera menuju dapur dan mencuci semua cucian kotor ini. dengan cekatan aku mencuci semua yang kotor dan membuang sisa makanan yang tak habis ke sampah di bawah bak cuci piring. Ternyata jika dihitung-hitung tidak terlalu sepi-sepi juga, hanya saja tak ramai yang berbondong-bondong pengunjung. Bahkan, jika weekend tiba itu akan menguras tenaga juga menambah pekerja tambahan untuk restoran paman teuchi ini. disaat aku tengah asyik mencuci piring, tanpa aku sadari ada seseorang yang menepuk pundakku.
"Sakura-chan, sebaiknya kau istirahat saja dan segera pulang. Kasihan anak-anak" sahut orang yang menepuk pundakku itu
"ahh… tak apa-apa kok Itachi-kun, tinggal sedikit lagi piring-piring kotor dan juga yang lainnya." Balasku dengan tersenyum ramah
"hahhh… kau ini susah juga ya dikasih tahu, aku takut kau itu kelelahan. Seteah seharian ini kau bekerja dengan menguras seluruh tenagamu, Sakura-chan" ujarnya kembali
"humm.. aku tahu tapi ini tanggung Itachi-kun. Sedikit lagi, setelah itu aku juga harus mengelap meja-meja restoran hehehe" ucapku sambil sedikit terkekeh
"kau tak usah mengelap meja, ayame sudah mengelap meja, sekarang lebih baik kau pulang dan beristirahat. Kasihan si trio merahmu itu menunggu lama, passti mereka sudah kelaparan. Dan biar aku yang melanjutkan sisa pekerjaanmu ini, Sakura-chan" balasnya itachi tak mau kalah
"itu benar, Sakura-chan. Biar Itachi yang menyelesaikan pekerjaan, sebaiknya kau pulang dan jangan lpa bawa makanan kecil juga ramen ini untuk anak-anakmu" ucap ayame yang sudah masuk ke dalam dapur dan tersenyum kepadaku
"apa aku bilang, ayame-chan saja mendukung ucapanku, kau jangan membantah sakura-chan" tambah Itachi
"ahhh… kalian berdua ini selalu saja membuat pekerjaanku tak pernah selesai. Tidak, aku akan membereskan ini ayame-chan, itachi-kun. Jadi jangan melarangku untuk tak menyelesaikan pekerjaan lagi hanya alasan anak-anak. Sebenarnya, anak-anakku sudah besar mungkin sasori atau karin sudah memasak untuk makan malam. Setidaknya kali ini aku menyelesaikan semua tugas pekerjaanku, ku mohon ya." Ujarku sedikit panjang lebar dan kembali berkutat dengan piring-piring kotor.
"kau, memang ibu yang terhebat Sakura-chan, rasanya bangga aku memiliki sahabat sepertimu. Terlebih lagi aku ingin menjadi seorang ibu sepertimu." Sahut Ayame
"hn, benar-benar di luar dugaan ya, ayame-chan. Sakura yang sekarang berbeda sekali, dia sekarang sangat gigih dan tegar demi anak-anaknya." ucap Itachi bangga
"jangan memujiku ayame, itachi. nanti aku jadi besar kepala, dan bisa-bisa aku sombong, hahaha" kekehku saat mendengar pujian dari kedua sahabatku
"iya-iya aku tahu kok Sakura-chan, ahh… sebaiknya aku harus mengepel lantai setelah tadi mengelap meja." ujarnya lalu beranjak dari sana dan mengambil perlengkapan untuk bersih-bersih lantai, ayame langsung keluar dari gudang sebelah toilet. Setelah itu ia, keluar dari dapur guna membersihkan lantai restoran. Sedangkan aku yang pada akhirnya selesai mencuci piring, dan yang lainnya. Aku segera melepas apron dan mengelap tanganku hingga kering setelah mencuci tadi.
"nee~ Itachi-kun kapan kau akan menikah dengan Ayame?" tanyaku yang telah selesai melipat apron putih dan pengikat kepala yang aku taruh di loker karyawan, jarak ruangannya bersebelahan dengan dapur.
"uhmmm… entahlah, tapi aku menginginkannya 3 atau 6 bulan lagi Sakura-chan. Memangnya ada apa?" ucapnya yang juga melepas apron dan melepas ikat kepala.
"tidak ada, aku hanya bertanya saja, hehe.." ucapku sambil terkekeh
"kau ini mencurigakan. Oh ya, bukannya hari ini, hari terakhir anak-anakmu ujian dan bulan depan masuk SMA kan?" ucap dan tanyanya kepadaku
"iya, kau benar itachi-kun. Mereka hari ini terakhir ujian, lalu dua minggu lagi pengumuman kelulusan setelah itu bulan depan mereka masuk SMA. Tapi, aku tak tahu mereka akan mengambil SMA dimana, ku harap aku memiliki biaya yang cukup untuk mereka masuk bulan depan." jelasku
"souka~. Uhn, sakura kenapa kau tak mencoba mencari informasi tentang beasiswa?" ujar Itachi memberi masukan
"Beasiswa? Maksudmu?" tanyaku sedikit heran
"maksudku, mencari informasi SMA yang memberikan beasiswa, siapa tahu kan anak-anakmu saat masuk SMA itu nantinya tertolong oleh Beasiswa, jadi kau tak perlu repot untuk membayar seluruh uang sekolah ketiga anakmu itu, Sakura-chan. Soalnya kedua adik kembarku juga masuk di SMA yang memberikan Beasiswa." Jelas Itachi dan aku hanya mengangguk paham.
"Beasiswa ya, tapi kalau misalnya…." Belum aku selesai bicara, itachi langsung menyahut lagi.
"sudah, kau tenang saja. Anak-anakmu kan genius jadi mereka bisa mendapatkan Beasiswa itu, dan lagi kalau mereka ingin mlanjutkan sekolah di KHS lebih mudah, kedua adik kembarku disana." Ujar Itachi lalu tersenyum tipis kepadaku, aku pun mengangguk kembali.
"baiklah, Itachi-kun arigato.. sudah memberi saran hmm kalau begitu aku pamit pulang, jaaa" ucapku lalu keluar dari ruangan tsb dengan menggunakan tas selempang yang aku bawa, aku pun keluar dari dapur dan juga berpamitan dengan Ayame dan paman Teuchi.
"paman teuchi, ayame-chan aku pulang duluan jaaa" ucapku lagi sambil membawa bungkus makanan yang masih ada untuk anak-anaku. dan mereka hanya melambaikan tangan, setelah keluar dari restoran aku bergegas berjalan pulang kembali ke apartment, sambil bersenandung kecil.
'kamisama, semoga saja anak-anak lulus dan mendapatkan nilai yang bagus juga memuaskan setelah itu bisa masuk ke sekolah yang mereka inginkan, dan menjadi pelajar terbaik' batinku sambil berdoa kepada sang pencipta.
Seakan malam semakin larut, aku melihat jam tangan yang kupakai. Nampak jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.25 malam. Kurang lebih lima menit lagi aku akan sampai apartment. Sampainya di apartment, aku mulai menaiki tangga menuju lantai dua, karena apartment yang aku dan anak-anak tempati berada di lantai dua. Dan disaat aku sudah memegang knop pintu yang ingin aku buka, ternyata masih terkunci? Aku pikir anak-anak sengaja menguncinya, dan segera saja aku memencet bel apartment.
Setelah semenit berlalu tak ada jawaban, maupun yang membukakan pintu apartment. Aku langsung segera mengecek di balik papan nama, dan mendapati kunc rumah masih menggantung di balik papan tersebut.
"hn? Kenapa kuncinya masih menggantung, mmang anak-anak belum pulang? Bukannya ujiannya harusnya selesai jam 1 siang tadi, kemana mereka." gumamku yang langsung mengambil kunci apartment dan langsung membuka pintu itu. Segera saja aku menghidupkan lampu depan, segera ku buka sepatu dan memakai sandal rumah untuk masuk ke dalam.
"Tadaima… kemana mereka? tumben sekali. Tidak ini sudah jam 7.40 menit, Astaga apa mereka pulang sekolah, kembali ke apartment dan bermain? Tapi, tidak seperti biasanya mereka seperti ini" gumamku lagi sembari menghidupkan lampu-lampu di ruangan. Setelah itu aku menaruh kantong makanan di meja makan. Jujur, saja aku merasakan khawatir kepada mereka, tapi disaat aku hendak menelepon, ternyata handphoneku mati. Segera saja aku ke kamarku, lalu mengecas handphone milikku, setelah itu aku menaruh tas di belakang pintu kamar, dan mengganti pakaian kerja dengan baju santai. Setelah itu aku langsung keluar dari kamar, dan menuju dapur untuk sekalian menyiapkan makan malam untuk anak-anak.
Rasa khawatir dan juga cemas semakin menyelimuti diriku, karena anak-anak tak pernah seperti ini. jika mereka pulang sekolah pasti langsung pulang ke apartment atau setidaknya jika bermain, pasti meneleponku terlebih dahulu.
"Ya ampun, Gaara, Sasori, Karin kemana kalian jangan bikin cemas ibu nak. Astaga, kalian kemana sih, apa aku harus mencari mereka? tapi, kalau aku mencari takutnya berpapasan denganku." Gumamku semakin cemas, dan kadang aku memijat pangkal hidung untuk menenangkan pikiranku sejenak, setelah selesai menyiapkan makan malam, aku langsung duduk di kursi meja makan, kaki ku topang di atas kakiku satunya. Sambil sedikit harap-harap cemas dengan anak-anak.
Sampai aku mendengar suara bel apartment yang berbunyi, aku pun langsung berdiri dan berlari ke depan. ketika bel itu berhenti dan seperti seseorang yang membuka pintu apartment.
"Tadaima, Okaasan" sahutnya. Aku tahu ini suara siapa dan menghampirinya
"Sasori! Gaara! dari mana kalian? mana Karin?" sahutku sedikit meninggikan suara satu oktaf karena kelakuan mereka yang tak biasanya.
"Gomen, Okaa-san tadi kami diajak oleh…" aku mendengar ucapan Gaara yang sedikit terputus dan ternyata ada suara lain yang menyahutinya, suara seorang pria dan dia saat ini tengah menggendong Karin anakku yang tertidur di dalam gendongan pria dengan surai perak dan mata yang berlainan warna, wajah tampannya mempertegas garis rahang juga hidung mancungnya, kalau dikira-kira umurnya sepertinya seumuran dengan Tayuya nee-chan. Siapa dia? Aku tak mengenalinya, lalu kenapa anak-anakku bisa bersama dengannya?
- End Sakura POV's –
.
.
.
» Red of the Triplets «
.
.
.
- Normal POV's –
"Maaf, apakah anda yang bernama Sakura Haruno? Ibu dari Sasori, Gaara juga Karin?" tanya Kakashi yang tersenyum walaupun dirinya sedikit keberatan dengan menggendong Karin karena tadi ia sudah kelelahan akibat bermain di game center.
"uhm..I-iya saya ibu mereka bertiga, lalu anda siapa?" balas dan tanya Sakura kepada Kakashi
"oh, maafkan saya nyonya, perkenalkan nama saya adalah Hatake Kakashi. dan saya pemilik perusahaan Hatake Corp. sekaligus calon bos dari anak anda yang bernama Gaara, dan tadi saya kebetulan melewati sekolah gaara. Jadi, sekalian saya memberitahukan kalau design game gaara terpilih dan akan kami kembangkan menjadi sebuah game. Sekaligus saya tadi mengajak gaara juga yang lainnya untuk merayakan hasil kemenangan dari perlombaan gaara yang ia ikuti." Jelas Kakashi
"Begitu ya, tapi setidaknya anda sedikit memiliki sopan santun karena mereka harusnya pulang terlebih dahulu. bukan seperti ini, pulang sekolah langsung bermain. Karena, aku sudah mengajarkan mereka tata krama juga sopan santun yang sudah semestinya." Balas Sakura
"Iya, kalau begitu sekali lagi maafkan saya yang telah lancang. Karena sudah membawa mereka langsung untuk merayakan hasil kerja Gaara, dan tidak pulang terlebih dahulu. Maaf, sekali lagi saya minta maaf nyonya Sakura. Uhmm.. kalau begitu sebelumnya apa saya bisa menaruh Karin di kamarnya, mungkin tidak sopan jika keadaanya begini. Maksud saya berada di dekat pintu depan." ujar Kakashi kembali sambil tersenyum
"Ahhh…maaf tuan Hatake saya lupa kalau anda masih menggendong Karin anak saya, bagaimana ya, saya tidak biasa memasukkan orang asing. Tapi, karena anda adalah Bos maksud saya, calon Bos anak saya, mungkin saya masih memperhitungkan itu, terlebih lagi Sasori dan Gaara mungkin juga mereka tak terlalu kuat mengangkat tubuh Karin." ucap Sakura yang kini berusaha lembut kepada Kakashi. walaupun tadi ia sedikit tak menyukai perilaku Bos Gaara yang seenaknya telah membawa anak-anaknya pulang selarut ini. Sakura pun menuntun Kakashi menuju kamar Karin yang berada di lantai dua. Kakashi yang di persilahkan masuk langsung membuka sepatunya dan masih menggunakan kaus kakinya , ia masuk ke dalam apartment sedehana tersebut dengan memakai sandal rumah dan menaiki lantai dua.
Sakura masih berjalan di depannya, entah ada rasa sedikit tak enak di hatinya. Tapi, ia masih menghiraukannya dan tetap menunjukkan kamar Karin putrinya. Sakura langsung membuka pintu kamar Karin yang diikuti Kakashi di belakangnya. Setelah, mereka masuk ke dalam kamar Karin. Kakashi langsung meletakkan Karin di ranjangnya, lalu menyelimutinya dengan selimut sampai menutupi leher. Sakura sedikit tak percaya melihat Kakashi yang bisa memerhatikan sampai seperti itu, sampai menyelimuti anaknya dengan penuh kasih sayang. Itu sedikit mencurigakan.
"hmm.. pasti anak-anak tuan hatake bangga memiliki seorang ayah seperti Hatake-san yang bisa seperhatian itu." Celetuk Sakura tiba-tiba membuat Kakasshi terkekeh atas ucapan Sakura. Sedangkan Sakura langsung merutuki kepalanya. Karena sudah berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu. namun, Sakura kaget melihat Kakashi hanya terkekeh saja. Mereka berdua pun keluar dari kamar Karin. dan menuju ke bawah kembali sambil berbincang sedikit.
"hehehe..saya tak memiliki anak nyonya, apalagi istri. Saya masih sendiri" ujarnya yang membuat Sakura semakin kaget oleh jawaban Kakashi
"Jangan bergurau Hatake-san, orang setampan dan juga sekaya anda belum menikah, juga belum memiliki anak? Aku tak mempercayainya" ucap Sakura
"iya aku serius, aku belum menikah dan juga memiliki anak. Aku seorang workaholic. dan terlebih lagi aku tak sempat untuk berpacaran, karena aku pemilik tunggal dari perusahaan ayahku." Jelas Kakashi yang membuat Sakura semakin tak percaya, entah sekarang perasaan tak enak sakura sedikit menghilang, tetapi perasaan takutnya sekarang muncul. Perasaan ketakutan dirinya 14 tahun silam dimana dia diperkosa oleh pria tak dikenal yang juga membunuh keluarganya. Perasaan takut itu muncul tiba-tiba di saat ia dan Kakashi telah berada di depan dan di saat kakashi membungkuk. Sakura mencium bau aroma mint yang sama seperti masa kelamnya. Kali ini bau mint itu tak tercampur darah seperti waktu itu, bau mint ini benar-benar bau mint yang bisa memabukkan setiap wanita jika berhadapan dengan pria di hadapan Sakura.
Sungguh pertemuan tak terduga ataukah kamisama benar-benar mempertemukan mereka dengan cara yang menyulitkan? Atau mengerikan? Sakura menggelengkan kepalanya ketika Kakashi melambaikan tangannya ke wajah sakura.
"Sakura-san apakah anda melamun? Sepertinya saya permisi karena sudah terlalu malam. Tak baik jika saya berlama-lama di apartment anda." Ujar Kakashi terkekeh dan menggaruk rambutnya yang tak gatal sambil membentuk sebuah eye smile di wajahnya
"Ahhh.. i-iya Hatake-san maaf, sudah merepotkan anda, sudah menggendong Karin dan membawanya sampai kamar. Dan terima kasih juga atas semuanya Hatake-san" ucap Sakura sambil membungkukkan badannya dan ia kembali berdiri di hadapan Kakashi.
"Paman, besok apa aku harus ke kantor?" sahut Gaara yang baru keluar dari kamar mandi
"oh masalah itu, nanti saya hubungi kamu kembali gaara. Kalau begitu saya pulang dahulu ya, selamat malam Sakura-san, Gaara-kun, Sasori-kun dan titipkan salam untuk Karin adikmu, ya Gaara." Ucap dan sahut Kakashi yang sudah memakai sepatunya kembali dan keluar dari apartmentnya. Sedangkan Sakura sedikit mematung kembali ketika ia menghirup bau yang sangat ciri khas itu. Karena, selama ia bertemu orang-orang maupun laki-laki tak ada yang memiliki bau yang sama. Apalagi kakak iparnya yamato.
Perasaan takutnya itu kembali dalam dirinya, tetapi Sakura buang jauh-jauh. Ia sudah merelakan apa yang akan terjadi ke depannya. Jika benar Hatake Kakashi yang telah melakukannya ia berharap hubungannya bisa baik. Jangan sampai ada rasa kebencian atau tak suka timbul dalam hatinya, ia tak ingin semua itu hancur begitu saja jika ia benci dengan pria yang telah menghamilinya 14 tahun silam. Biar bagaimanapun anak-anaknya juga anak-anak dari pria masa lalunya. Pria masa lalunya itu adalah ayah mereka. jika benar bau yang ia cium di tubuh Kakashi itu maka ia akan berterima kasih kepada Kamisama karena telah mempertemukan anak-anaknya dengan ayah kandung mereka.
"Okaa-san, kenapa masih berdiri disini? sebaiknya kita masuk dan sekali lagi Gaara minta maaf karena sudah lancang dan tak memberiahu Okaa-san tadi." ucap Gaara yang sudah d samping sakura yang masih berdiri didepan.
"Iya Okaa-san memaafkanmu Gaara, sebaiknya kau makan ya. Okaa-san membawakan ramen untukmu dari restoran paman teuchi." Ujar sakura lembut lalu beranjak ke dalam
"wah, padahal Gaara juga tadi bawa makanan buat Okaa-san dari kami pergi jalan-jalan. Masakan kesukaan Okaa-san steak salmon orange sauce dan juga Strawberry juice" sahut Gaara
"ternyata, Gaara-kun ingat ya makanan kesukaan okaa-san, baiklah okaa-san akan makan juga." Ucap Sakura kembali dan mereka berdua ke dapur tepatnya meja makan yang sudah ada sasori disana sedang makan ramen.
"hmm.. tidak tahunya anak sulung okaa-san sudah mengambil start ya." Ujar Sakura terkekeh, sedangkan Sasori hanya membalas terkekeh dengan ramen masih dimulutnya. Keluarga itupun makan malam tanpa Karin yang kini sudah tertidur pulas di kamarnya.
.
.
.
.
» Red of the Triplets «
.
.
.
.
Kakashi yang kini sudah berada di dalam mobilnya, ia pun langsung kembali ke rumahnya, dengan supir yang menyetir mobilnya. Tampak rona bahagia di wajahnya, ia kemudia menyandarkan tubuhnya di kursi dan menghela nafas sedikit berat. Bagaimana tidak? Ia tadi bertemu dengan ibu dari anak-anaknya, yang sebentar lagi mungkin akan menjadi istrinya. Wajah Sakura yang masih terlihat muda dan cantik itu tetap terngiang di pikiran Kakashi.
Bagaimana rupa dan juga harum cherry di tubuh juga di rambut musim seminya, sungguh tak terpikirkan jika ia akan bertemu dengan Sakura. Orang yang selama ini ia cari dan sempat kehilangan jejak akibat ia mengalami kecelakaan 13 tahun lalu saat berada di Osaka. Sungguh kuasa tuhan yang tak terbandingkan saat ini juga.
"My Cherry Blossom, I will marry you. dan aku akan menebus semua kesalahanku 14 tahun lalu, kesalahan dimana aku telah melakukan hal buruk terhadapmu. Aku akan melakukannya demi dirimu juga anak-anak dengan cara menjadikan kita ikatan sebuah keluarga, Cherry" gumam Kakashi sambil ia memejamkan matanya dan membayangkan wajah Sakura yang bagi dirinya adalah sebuah obat kebahagian juga penebus dosa baginya selama 14 tahun yang ia lewati.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Akhirnya Update setelah hampir dua bulan gak update…. (9^3^)9
Maaf ya readers, saya baru update dikarenakan paketan yang gak ada, belum lagi author river ini kena syndrome WB tau sendirilah yaa (-3-)a bagaimana rasanya, jadi jangan memburukan untuk update ya.. sekali lagi author minta maaf dan bisa update tapi tetap ya jangan lupa di Read, syukur kalau di favorite and follow. Kalau begitu saya permisi dan terima kasih yang sudah berkenan untuk membaca Fic Abal dan Gajenes saya ini huahahahahahaha #dijitakSakura
Kalau begitu yang kemarin udah review atau PM sekali lagi terima kasih sebesar-besarnya dan saya usahain kembali untuk melanjutkan Fic yang terbengkalai ini. dan akhir salam, sampai jumpa besok Saya Author River Gengs sampai jumpa… byee
Sakura: kenapa jadi ikutin gaya acara 'Katakan Putus' Thor? Elah ketahuan ini tiap harinya banyak nonton tu acara
Auth: halah situ juga kan Sakura? Kok tahu nama acaranya? *lirik sakura*
Sakura: siapa juga yang suka nonton thor.. udah ahhh..
Thor Odinson: siapa yang memanggil saya tadi ya?
Kakashi n Sakura: kagak Ada Thor Odinson.. lu beda alam sana pergi!
Thor Odinson: idih gue diusir hufftt..
Joker: Really Really Bad! *sambil nyengir psycho*
Kakashi n Sakura: ini lagi Joker.. pergi lu! Ini bukan alam lu.
Joker: *pergi masih dengan tampang nyengir psycho*
Author: Cieeeee kompakan… Sakura sama Kakashi… hati-hati Sasuke cemburu *lirik Sasuke*
Sasuke: hn… *tatapan dingin sambil gandeng sarada*
Kakashi: kaburrr sebelum gue dicincang! *Kaburrr*
Sakura: -_-' *sweatdrop liat Kakashi*
Auth: *tepok jidat*
