Red of the Triplets •

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya, OC, Dll.

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime/Kasar/ juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part IX – The Real Enemy! ~

.

.

.

.

.

Terlihat sebuah ruangan yang sangat gelap, dengan bertata cahayakan bulan. Cahaya yang menyoroti sebuah kaca ruangan itu sebagai pembatas antara ruangan dan balkon. Lalu, di dalam itu terdengar suara sepasang manusia yang saling berbagi hasrat juga kebutuhan mereka berdua.

"uhmmmhh…ahhh.. ahh.. ahh Ryu..ga..cehhpathh~ arhhh.. lehbhh chepathh~…" desah seorang wanita dengan rambut pendek berwarna ungu kehitaman. Sedangkan di bawah wanita tersebut terlihat seorang pria yang sedang duduk dengan membenamkan kejantanannya di liang kewanitaan yang mendesah tadi dengan cara dipangku oleh pria itu.

"urhhh… kau masih saja sempit seperti biasa, an..ko.. arghh shit!" decaknya yang masih terus memompa dan melakukan in out di dalam liang tersebut.

"itulah aku, ahhh..ahhh ryuga..ahhmmhh.. hatake.. ahhh I want to cum!" ucapnya yang perlahan menjadi sebuah teriakan kenikmatan. sedangkan pria bersurai putih sepundak itu semakin mempercepat gerakan in out. membuat si wanita semakin mendesah hebat di dalam ruangan gelap bertata cahayakan bulan itu.

"kelu..arghh arkan saja… shit! Anko! Arghhh… ourghh kau memang pemuasku sayang, ughh..ughh ughh.." ujar pria itu dan masih terus mempercepat gerakan. ia tak peduli dengan anko yang sudah merangkul lehernya, si pria yang telah menghujam liang miliknya. rangkulannya menjadi sebuah pelukan erat sambil ia sesekali meremas rambut ryuga yang panjang itu. Ryuga menenggelamkan kepalanya di kedua payudara milik anko, ia sekarang melumat salah satu payudara tersebut. melumat, menghisapnya dengan kuat membuat anko semakin menggelinjang hebat. Anko yang sudah beberapa kali orgasme akhirnya ia kembali orgasme, terdengar ia menengadahkan kepalanya ke atas sambil teriak akibat hujaman itu, dengan memejamkan matanya tak lupa ia menarik rambut ryuga.

"AKHHHH~ ahhh…hahhh..hahhh.." teriaknya dengan tersengal-sengal. sedangkan ryuga masih belum klimak, ia masih terus menghujamkan miliknya dan tak perduli dengan anko yang sudah mulai lelah.

"sedikit lagi, sayang.. akhh.. arghh..ughh" ucap ryuga melepas lumatan dari payudara anko. Ia pun kembali berakhir memasukkan lebih dalam miliknya sampai mengenai dinding rahim milik anko, lalu ia pun kembali klimaks untuk kedua kalinya. juga mengeluarkan seluruh cairan sperma miliknya di dalam rahim anko dengan jumlah banyak. cairan tersebut sampai keluar bibir vagina anko.

"Shit! Kau benar-benar pemuas anko, dan beruntungnya aku bisa memilikimu juga mengajakmu bekerja sama." Ucapnya yang langsung mencabut penis dari vagina anko. Anko mulai tersenyum kepada ryuga. Ryuga mulai membersihkan kejantanannya dan merapikan diri.

"hmm..hmm aku memang pemuas untukmu ryuga sayang. Lalu, apa rencana kita selanjutnya?" ucap Anko yang sudah kembali merapikan pakaiannya. Dan sisa-sisa cairan itu dibersihkan oleh ryuga dengan tissue.

"rencana selanjutnya? Sepertinya kita mulai kembali memisahkan Kakashi dengan Haruno itu, aku yakin Haruno akan percaya. Tetapi kita masih harus memantaunya terlebih dahulu untuk memastikan, apakah Kakashi bisa mendapatkan Haruno juga keluarga kecilnya. Dan dari sana kita mulai kembali permainannya." Jelas Ryuga yang mulai menampakkan seringainya, anko kembali duduk di pangkuan ryuga dan merangkul leher pria itu sambil mengecup bibirnya dengan lembut.

"begitu ya, baiklah aku bisa melakukan hal tersebut dengan mudah." Balas anko yang masih merangkul

Ryuga melihat anko sekilas, dan ia kembali menyeringai untuk melakukan rencana selanjutnya untuk menghancurkan Kakashi tentunya.

.

.

~ Flashback On ~

Terlihat pemuda berumur 14 tahunan dengan surai putih, panjang rambut sepundak itu berjalan menuju ke ruangan ayahnya. dan sampai di depan ruangan itu nampak pintu yang terbuka sedikit. Pemuda itu pun mendekatkan kepalanya seakan mendengar sebuah percakapan yang sepertinya penting.

"Jiraiya Nii~ apa kau sudah gila, untuk meninggalkan perusahaan? Kau itu adalah anak pertama di keluarga ini. jika kau keluar nanti, kau mau bekerja apa?" ucap seorang pria tersebut.

"hahh.. sudah berapa kali aku katakan kepadamu, jalanku bukan untuk meneruskan perusahaan itu. jalanku adalah sebagai seorang Polisi juga Pengacara, Sakumo. maka dari itu perusahaan Hatake Corp. aku serahkan kepadamu sepenuhnya, paham?" jawab Jiraiya santai

"tapi, aku hanyalah Direktur dan kau adalah pemimpin atau CEO-nya. Kau adalah kakakku jadi aku tak bisa seenaknya begitu nii-chan." Balas sakumo yang masih memberikan sebuah pernyataan kepada jiraiya.

"kau ini sangat payah sekali ya, otouto… sebelum aku mengatakan ini kepadamu aku sudah meminta ijin kepada otou-san, karena apa? karena aku tak bisa menguasai bidang seperti ini. aku hanya menyukai sebagai Polisi dan Pengacara itu sudah tekadku dari masa kuliah." Ujarnya yang seperti tak mau kalah oleh Sakumo adiknya. Jiraiya tersenyum akan jawabannya itu, sedangkan sakumo menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"aku bingung dengan jalan pikirmu itu nii-chan, kau lebih menyukai hukum daripada harus mengurus perusahaan. Lalu, nanti bagaimana dengan anakmu Ryuga yang juga harus ikut mengurus kelanjutan perusahaan? Dia juga berhak nii-chan" ucap dan tanya Sakumo, karena, ya Jiraiya dan dirinya sama-sama memiliki anak laki-laki yang terpaut 1 tahun.

"aku menginginkan anakku menjadi seorang pengacara juga atau dokter, karena kau tahulah aku tak suka bisnis. Jadi, sepenuhnya aku merelakan perusahaan Hatake Corp. itu kau yang mengurusnya Sakumo, dan juga Kakashi yang menjadi penerusnya kelak. Aku percaya itu kepadamu otouto-ku hehe, dan mungkin aku akan menjadi pengacara untuk perusahaan Hatake Corp. sebagai gantinya, bagaimana?" jelas dan tawar Jiraiya

"hahhh… bukannya aku merasa tak bahagia, tapi aku tak percaya dengan apa yang telah kau lakukan nii-chan. Terlebih dengan perusahaan yang di bangun oleh otou-san untuk kita berdua. Kenapa kita tak membagi menjadi dua saja?" kembali Sakumo mengusulkan idenya tapi ditolak oleh Jiraiya

"tidak, sakumo. aku lebih memilih menjadi pengacara dan seorang polisi daripada seorang pebisnis? Jadi ku mohon kepadamu dan jangan membantah ucapanku lagi. aku serahkan semuanya kepadamu juga anakmu." Ucap Jiraiya tersenyum tipis "jangan sampai aku bersujud kepadamu hanya untuk memohon dengan permintaanku." Tambahnya lagi.

"ba..ba..baiklah Jiraiya nii-chan, aku menyerah.. kau itu terlalu keras kepala, baiklah aku yang akan menggantikanmu juga menjadi penerus Hatake Corp." jawab Sakumo yang sedikit tak enak dengan apa yang telah dilakukan kakaknya demi apa yang diinginkan Jiraiya sebagai seorang polisi juga pengacara. Ya, Jiraiya saat ini adalah seorang polisi jauh sebelum dia menjadi pemimpin Hatake Corp. yang seharusnya adalah itu kewajibannya.

"jadi aku harap, kau bisa melaksanakannya dengan baik Sakumo. aku serahkan semuanya kepadamu, sebagaimana aku yang sekarang lebih memilih jalanku menjadi seorang polisi dan pengacara. Dan kau akan menjadi pemimpin baru perusahaan Hatake Corp." ujar Jiraiya sambil menepuk-nepuk pundak Sakumo. Jiraiya sudah sepenuhnya percaya kepada adik bungsunya, melanjutkan menjadi penerus Hatake Corp. yang sudah didirikan oleh Ayah mereka. dan disinilah Ryuga yang tidak sengaja mendengarkan percakapan kedua orang dewasa ini langsung mendorong pintu ruangan tersebut dengan sedikit hantaman.

BRAK!

"aku tak percaya jika otou-san melakukan hal bodoh! Apalagi menyerahkan seluruh tanggung jawab perusahaan kepada Sakumo ji-san! Aku tidak terima, aku yang akan meneruskan menjadi pemimpin Hatake Corp. juga meneruskan jalan kakek!" serunya dengan suara yang tinggi

"Ryuga! Lancang sekali kau mendengar percakapan Otou-san juga Ji-san! Dimana sopan santunmu Huh! Otou-san melakukan hal benar, karena otou-san tidak bisa memimpin perusahaan, yang bisa melakukannya adalah ji-san. Dan jika kau ingin menjadi pemimpin umurmu belum cukup! Kalau otou-san tetap melakukannya, maka perusahaan akan bangkrut." Ucap Jiraiya yang sudah berada di depan Ryuga.

"tapi, aku tetap tidak terima! Aku anak otou-san, seharusnya aku yang melakukannya bukan Ji-san apalagi Kakashi. kenapa otou-san lebih memilih menjadi seorang polisi dan pengacara?! Kenapa!" tanya Ryuga sedikit berang

PLAKKK!

Pria berumur 30 tahunan itu menampar Ryuga dan membuat pipi ryuga memerah, sedikit diujung bibirnya mengeluarkan darah akibat tamparan hebat dari jiraiya. Sakumo yang melihatnya sedikit terpaku dengan adegan di depan matanya. Bagaimana tidak? Ia melihat kakaknya menampar anaknya sendiri dan itu sedikit tidak etis, apalagi dihadapannya.

"hentikan Jiraiya nii~. Apa yang dikatakan Ryuga ada benarnya, seharusnya anakmulah yang menjadi pemimpin berikutnya terlebih lagi umurnya sebentar lagi sudah 16 tahun. Dan.." belum selesai Sakumo yang berbicara sudah dihentikan oleh Jiraiya.

"hmm.. aku tak akan melakukannya Sakumo. kau adikku jadi kau yang akan menjadi pemimpin perusahaan menggantikan diriku yang tak mengerti apa-apa tentang bisnis keluarga kita, bukan Ryuga ataupun anakku yang lain." Ucap Jiraiya dingin. Sedangkan Ryuga masih terdiam disana ia tertunduk, entah sejak kapan ia telah mengeluarkan air mata di pelupuk matanya

"hikss..hikss.. Otou-san kenapa kau menamparku? Aku berkata benar bahkan Sakumo ji-san pun mendukungku." Ucapnya sedikit terisak

Jiraiya memegang kedua pundak Ryuga dan menatapnya, sebenarnya ia juga salah atas penamparan yang dilakukannya, tetapi mau bagaimana lagi ini sudah dari cukup. Jalannya menjadi seorang Polisi yang merangkap juga sebagai seorang pengacara tak bisa diganggu gugat oleh siapapun itu, dan Jiraiya juga tidak berminat dengan sebuah bisnis. Karena, dirinya tidak sepintar adiknya yang berhasil menggeluti bidang bisnis. Ia lebih pintar menjadi seorang pengacara juga polisi karena itu adalah cita-citanya dari dulu, dan itupun sudah disetujui oleh ayahnya.

"Kau tahu Ryuga, otou-san tidak menyukai bisnis dan mengapa ayah memilih paman, karena dia pintar dengan bisnis, dan dia berhasil melakukannya. Sebelum Sakumo ji-san bekerja sebagai direktur di Hatake Corp. dia berhasil menjual semua barang-barang yang di jual oleh perusahaan. Terlebih lagi cara bekerjasamanya dengan perusahaan lain, itu lebih cekatan daripada otou-san. Jadi, otou-san sudah memutuskannya dari sekarang sebelum terlambat. Kau harus mengerti, kau juga begitukan ingin menjadi seorang dokter? Otou-san mendukungmu menjadi dokter daripada kau harus bersekolah bisnis yang belum tentu akan kau kuasai, Ryuga." Jelas Jiraiya panjang lebar ia pun memeluk anaknya sambil meminta maaf atas apa yang sudah dilakukannya. Tetapi, Ryuga hanya mengangguk saja, berbeda dengan lubuk hatinya yang sekarang sudah diliputi dengan rasa kebencian juga ketamakan. Ia pun diam-diam melakukan hal buruk terhadap semuanya. dimulai dari pamannya.

~ End Of Flashback ~

.

.

» Red of the Triplets «

.

.

Di sinilah sekarang Ryuga berada, di sebuah apartment yang jauh dari keberadaan sepupunya. Pria berumur 34 tahun ini sekarang tersenyum sinis. Terlebih ia sewaktu itu berani menyewa yakuza dari kelompok bernama "Bloody Dragon" dipimpin oleh Danzo. Ia yang telah merencanakan ini semua, awalnya berniat hanya untuk sekedar melukai pamannya. Tetapi Yakuza yang ia sewa itu justru malah membantai pamannya yang sedang mengadakan acara di rumah. Tak hanya pamannya saja yang meninggal, istri dari pamannya juga adik dari Kakashi yang berumur 8 tahun harus mati di tangan yakuza sewaan Ryuga. Dia sudah benar-benar membencinya. bahkan disaat Kakashi terpojok, Ryuga tak memerintahkan membunuh sekalian Kakashi, melainkan Ryuga hanya menyuruhnya untuk melukai Kakashi di bagian matanya dan punggungnya sebagai kebenciannya yang terdalam.

Kini, saat pria itu mendengar kabar tentang Kakashi yang justru semakin maju dengan perusahaan yang dipegangnya, membuat Ryuga semakin membenci sepupunya tersebut. Ia ingin segera melanjutkan rencana liciknya untuk menghancurkan semua dan memulai untuk mengambil alih Hatake Corp.

Ryuga menatap kaca balkon dengan tatapan mengerikan, sepertinya pria itu sudah diujung tanduknya dengan rencana-rencana busuknya, ia sudah tak tahan dan ia pun berjalan keluar dari apartmentnya menuju ke suatu tempat, lebih tepatnya menemui Danzo dan melaksanakan rencananya.

"lihat saja nanti Kakashi, aku akan menghancurkanmu berikut keluarga kecilmu itu. Sepertinya menyenangkan jika aku bermain dengan wanitamu dan anak perempuanmu, setelah itu akan membantai semuanya, Hahahahaha menyenangkan sekali bukan" ujarnya yang saat ini sudah berada di dalam mobil sambil tertawa layaknya seorang psycho.

Lalu, mobil yang dikendarai Ryuga telah keluar dari grand floor gedung apartment miliknya, dan mobil BMW putih itu melaju kencang dijalanan menuju markas Bloody Dragon, markas yakuza milik Danzo yang terkenal akan kekejamannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

All Hail Mary, jadi tahu kan siapa dalang dari semua ini... im back guys, sorry gak update lama gegara gak bisa buka dari BB T.T

tapi author River usahain update lewat warnet jadi agak lama... well, selamat membaca... hiks hiks #hilang