Maafkan Auth River Minna, kalau ROT terlalu lama update, cause auth river dalam proses memikirkan ide ceritanya, juga mood yg ku derita #halah

Jadi, baru ini update, semoga kalian betah juga tetap stay sama story ini, saya terharu jika kalian tetap menunggu episode" dari ROT, sungguh tak menyangka #pleasedeh

Ya sudah, ini untuk KakaSaku btw, saya bagi jadi 2 chapter! Ahahahaha~ semoga suka yakkk! Ini bakal panjang dan lama banget chapternya, happy read minna-san!

Salam:

- River Bloody -

.

.

Red of the Triplets •

.

.

.

Disclaimer to: Masashi Kishimoto (Naruto)

Story by: River Bloody

Pairing: KakaSaku (Kakashi x Sakura)

Cast: Sasori, Gaara, Karin, Tayuya, OC, Dll.

.

.

Rated: M (for Lemon and Lime/Kasar/ juga all of them)

.

Warning: OOC, Typo, Gaje, all of them :v

Genre: Romance, Hurt/Comfort, Humor, Tragedy, Angst (a lil bit)

.

.

(Don't like Don't Read!)

Auth River pan udah bilang, ni Fic NOT TO 18- (Under 18), TAPI BUAT 18+ (plus+) kalo masih nekat, semua ditanggung masing2 bukan sama Auth River

#evilgrin

.

.

.

~ Part XI – Kenangan di Musim Semi (Part 1)

.

.

.

.

5 tahun yang lalu sebelum tragedy!

Hembusan angin yang menerpa surai merah muda, kini mulai menerpa bunga-bunga sakura tuk jatuh berguguran. anak perempuan itu menengadahkan kepalanya melihat sakura yang jatuh, warnanya sama dengan surainya. Ia terlihat mengembangkan senyuman dan berjalan pulang ke rumahnya.

.

.

.

» Red Of The Triplets «

.

.

.

.

terlihat seorang gadis yang berlarian di sebuah rumah minimalis bertingkat dua. wajahnya nampak begitu riang, seolah ada sesuatu yang telah terjadi membuatnya bahagia tanpa sebab. Ia terus berlari masuk ke dalam menuju ke sebuah ruangan yang memiliki alat-alat masak, air mukanya masih tampak riang dan dirinya menghampiri seorang wanita paruh baya tetapi masih terlihat muda di wajahnya.

"Kaa-san, untuk makan siang, masak apa?" tanyanya kepada wanita tersebut dengan wajah yang masih tetap tersenyum.

"Masak kare kesukaan saku-chan," jawab sang ibu kepada gadis itu dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

"HOREEE! KAREE! Njaa, sakura bantu ya kaa-san," ujar gadis kecil itu dengan riang dan ia pun membantu ibunya, lalu sang ibu hanya tersenyum melihat tingkah anak keduanya yang masih berumur 9 tahun, walaupun anak bungsunya sudah menginjak kelas 5. tapi, ia masih menganggapnya seperti gadis kecil kebanyakan.

Kemudian kegiatan ibu dan anak itupun berlanjut, mereka melanjutkan acara memasak, dengan sesekali canda tawa saling terlontar di antara keduanya. Mebuki Haruno nama sang ibu, ia tak akan menyangka memiliki dua orang anak perempuan dan membuat hidupnya begitu bahagia, ia pun hanya bisa berdoa untuk tetap bersama dengan puteri-puteri mereka sampai keduanya menikah dengan pilihan masing-masing.

.

.

» Red Of The Triplets «

.

.

Tak jauh dari kediaman sang gadis kecil dengan surai merah muda, yang hanya terpaut beberapa rumah dalam kompleks tersebut. terlihat sebuah rumah yang nampak minimalis dengan halaman luas, juga rumah tersebut memiliki dua tingkat. dari dalam keluarlah seorang pemuda dengan surai keperakan melawan gravitasi, ia berjalan menuju halaman rumah yang nampak luas, halaman itu memiliki sebuah kolam ikan juga taman kecil.

tatapannya begitu malas, serta ia berhenti di dekat kursi yang berada di halaman rumahnya, segera saja ia mendudukkan diri dengan helaan nafas yang begitu kentara. sedangkan salah satu kakinya ia tekuk kemudian di naikkan ke atas kursi.

"menyebalkan, kenapa harus aku juga ikut untuk pergi ke acara pesta relasi ayah? Hahhhh, padahal kan ada Sukea yang bisa di ajak ke sana," gerutunya dengan menatap kolam ikan di hadapannya.

tanpa sepengetahuan pemuda tersebut, dari belakang kedua pundaknya ditepuk oleh seseorang dan mampu membuat si pemuda perak terkejut akan tepukan di pundaknya.

"Hoaaahhh! tsk, Iruka! kau tidak bisa ya dengan cara baik-baik, hampir saja jantungku lepas oleh ulahmu," dengusnya saat ia mengetahui siapa pelaku dari tepukan pundak yang begitu kentara.

"Huahahahaha... Kakashi, kau lucu jika wajahmu di tekuk, hora yo~ ini untukmu. hmm," ucapnya sambil menyodorkan sekaleng minuman cokelat dingin ke pemuda perak tersebut. "ada apa dengan wajahmu? ada masalahkah?" tanyanya kini kepada pemuda perak itu.

pemuda perak tersebut mengambil kaleng minuman itu kemudian di lanjut ia membuka lalu meneguknya, mendengar pertanyaan dari pemuda surai cokelat dengan kuncir kudanya itu. pemuda bernama Kakashi Hatake tersebut menghela nafasnya sejenak.

"Hahhhh~ biasa, tou-san mengajakku ke acara relasinya, padahal kan ada adikku, sukea." ucapnya dengan meneguk kembali cokelat dingin tersebut.

"Souka, bukannya bagus jika kau juga di ajak? kau kan anak pertama, sedangkan adikmu anak kedua? jadi, itu wajar Kakashi. namanya ayahmu, ingin memperkenalkan penerusnya kepada relasi-relasinya," jelas Iruka yang terdengar bijak, sedangkan Kakashi melirik ke arah sahabat kuncirnya itu dengan tatapan sedikit malas juga tak percaya akan ucapan si Iruka.

"Iruka, apakah itu kau? uuhh aku tak yakin dengan ucapanmu barusan, dan itu seperti bukan kau," sahut Kakashi dengan menggelengkan kepalanya, sedangkan Iruka hanya mendesah di tambah dirinya sedikit sweatdrop oleh penuturan Kakashi yang tak percaya oleh penjelasannya.

"aku tak percaya, soalnya kau benar-benar berbeda dengan kata-katamu itu, kawan," ujar Kakashi kembali.

"Itu hal wajar kakashi, dan ini aku. terserah, kau percaya atau tidak, yang penting aku sudah berbicara. juga, sebaiknya kau ikut karena mungkin aku pun juga ikut hehe," ucapnya di sambil kekehan, dan Kakashi pun mengangukkan kepalanya untuk mengiyakan ucapan sahabatnya itu. Ia pun akan datang ke acara ayahnya bersama adiknya.

.

.

» Red Of The Triplets «

.

.

Konoha Grand Hotel: 9 PM

Terlihat sebuah gedung megah yang menjulang tinggi di antara beberapa gedung lainnya. gedung yang nampak begitu ramai itu terlihat sedang mengadakan sebuah acara. ya, sebuah acara pesta besar yang diadakan oleh perusahaan ternama yang bernama Senju Corp. banyak relasi-relasi dari senju berdatangan, seperti Sarutobi, Uchiha, Hyuuga, Yamanaka, Hatake, Haruno juga beberapa relasi telah diundang.

Di keramaian yang terlihat, nampak sosok seorang pemuda dengan surai peraknya berbalut kemeja hitam di balut jas abu-abunya, ia kini juga sedang menggandeng seorang anak laki-laki berkisar 7th dengan memakai kemeja yang sama tetapi berbalut jas berwaran cokelat muda.

"Sukea, kau mau makan atau mencari teman main?" tanya pemuda perak itu dengan anak yang di gandengnya.

bocah itu mendongak menatap pemuda yang lebih tua darinya beberapa tahun, sambil berpose memikirkan sesuatu.

"Hn, makannya nanti saja nii-san, aku mau main sama yang lain, uh kira-kira Kurenai nee datang tidak ya?" ujarnya yang terlihat bertanya dan bergumam sendiri.

Kakashi yang mendengarnya sedikit sweatdrop oleh tingkah sukea atau lebih tepat adik kandungnya itu.

"Kau mencari Kurenai nee? tentu saja dia datang, baka. mungkin dia bersama Asuma nii," sahut Kakashi kepada adiknya itu, sedangkan sukea langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

"Jaa, kalau begitu aku akan mencarinya, byee nii-san, jangan genit-genit jika menemukan seorang gadis, hihihi~" ucapnya dengan sedikit meledek kakaknya itu, Kakashi langsung memasang tatapan malasnya kepada sang adik yang sepertinya sudah pintar menggoda walau dia baru berumur 7 tahun.

Sepeninggal adiknya yang entah kemana, Kakashi lebih memilih menuju ke tempat makanan, ya sejujurnya dia bosan dengan acara semacam ini. umurnya sudah 14 tahun, dan sudah kelas 1 SMU, tapi masih bepergian ke acara seperti ini. pemuda itu kemudian menghela nafasnya sejenak, dan ia menelusuri sekeliling ruangan mencari meja yang berisikan makanan.

sampainya di bagian hidangan pesta, Kakashi dengan segera mengambil piring kecil kemudian di telusurinya untuk mencari makanan pembuka yang patut di coba olehnya. ketika mata onyxnya sedang asyik meneliti hidangan yang ada. tanpa di sadari Kakashi, tubuhnya seperti menubruk seseorang dan membuat orang itu jatuh terduduk. pemuda perak sontak saja menoleh ke arah sesuatu yang sedikit berdebum, matanya kini melihat sosok seorang gadis kecil yang sedang meringis kesakitan, tanpa pikir panjang Kakashi mengulurkan tangannya kepada gadis kecil dengan surai merah muda.

"Maaf, aku tidak sengaja," ucapnya dengan tangan yang masih mengulurkan untuk membantu gadis itu.

"Uh, aku yang seharusnya meminta maaf, paman." Jawabnya yang meraih uluran bantuan tangan dari si pemuda perak, mendengar jawaban dari gadis pinky tersebut, Kakashi hanya terkekeh pelan sambil menarik sang gadis kecil.

"Hehehe, jangan memanggilku paman, aku masih terlalu muda untuk di panggil paman," balasnya yang masih sedikit terkekeh. sedangkan gadis pinky itu mengerjapkan matanya tak percaya oleh ucapan pria perak di hadapannya.

"Muda? memangnya umur paman berapa?" tanya gadis pinky itu yang nampak antusias berikut senyuman manisnya.

"14 tahun, horaa masih muda bukan, kau sendiri, umur berapa? juga siapa namamu?" ujar dan tanya si pemuda perak tersebut kepada gadis pinky.

"Heehhh, seumuran dengan Tayuya nee-chan! Uh, namaku Sakura, Haruno Sakura desu, umur 9 tahun kelas 5 hehe," ujarnya yang sempat terkejut oleh jawaban pemuda perak.

"Wah, kau adik dari si monster Tayuya Haruno ya? Tapi, kenapa kau lebih imut dari kakakmu?" tutur pemuda itu, yang tanpa sepengetahuan dirinya kepalanya di jitak dari belakang dengan keras.

#DHUAGGG

"Kakashi! Hatake Kakashi, siapa yang kau maksud monster huhh! dan lagi, kau apakan adikku? jangan coba-coba menggodanya ya," sahutnya begitu garang, mampu membuat si pemuda perak menunduk sambil mengelus kepalanya yang terkena imbas jitakan dari gadis seumurannya.

"Ittteee ttteee~ Tayuya, tck, kau memang beneran monster, lihat saja kau sudah memukul kepalaku dengan seenak jidatmu, lagipula siapa yang menggoda adikmu, hahhh~" gerutunya dengan masih mengelus belakang kepalanya, sedangkan Tayuya seolah tak perduli akan kesakitannya teman satu sekolahnya itu, juga sakura hanya bisa terkekeh melihat kejadian di depan matanya.

"Kakashi nii juga Tayuya nee-chan cocok, kenapa tidak kalian pacaran?" celetuk sakura yang mampu membuat kedua orang itu membelalakkan matanya kemudian menggeleng kepala dengan cepat.

"kenapa? kalian cocok, lagipula sering berantem, hati-hati nanti kalian bisa saling mencintai loh~" ucap sakura tanpa ragu-ragu.

"Sakura, jangan seenaknya itu tak akan terjadi, lagipula dia itu mesum, jangan dekat-dekat. dan sebaiknya kita menjauh saja, ikkou sakura," ucap Tayuya cuek dan menggandeng adiknya.

"Heehh, siapa juga yang mesum, kau kali yang mesum, tayuya baka, huhh" sahut Kakashi tak terima. sedang gadis surai merah muda agak tua itu tetap melangkah meninggalkan Kakashi, seolah tak perduli dengan pemuda perak tersebut.

"Nee-chan, jangan begitu dengan kakashi nii. uhh ya ku ingin makan cake nee, memangnya nee-chan mau mengajakku kemana?" Cerocosnya yang nampak menggemaskan, walau sakura sudah berumur 9 tahun sih.

"Mengobrol dengan yang lain, dan menjauhkanmu dari Kakashi. Lagipula, makan cakenya nanti saja, okay," balas Tayuya, sakura langsung menghela nafasnya di lanjut dengan mencebikkan bibirnya.

"Aku tak mau, mending tayuya nee sendiri saja, soalnya aku mau makan cake, mungkin Kakashi nii bisa menemaniku," tukasnya yang langsung melepas gandengan dari Tayuya, sedang Tayuya hanya sedikit melongo dengan sikap Sakura yang cepat akrab juga sifat adiknya yang maniak akan cake.

"Saku-chan, kau tak takut gemuk ya?" tanya Tayuya keheranan, dan sakura hanya menggelengkan kepala dan gadis kecil itu kembali ke tempat di mana ia bertemu dengan Kakashi beberapa menit lalu.

Kakashi yang mengetahui Sakura yang kembali ke hidangan makanan manis, hanya tersenyum kepada si pinky. Sakura yang melihatnya pun membalas senyuman si pemuda perak.

"Kakashi nii, maafkan nee-chan ya," ucap Sakura membuka suara terlebih dahulu usai ia mengambil piring kecil, dan ia pun menelisik cake-cake di hadapannya.

"Hn, iya, lagipula ku sudah biasa dengan Tayuya seperti itu di sekolah, walaupun dia dan aku sama-sama OSIS," ujar Kakashi yang mengambil red velvet juga choco orange cake ke atas piringnya.

"OSIS, itu apa? apakah semacam organisasi seperti Pramuka?" tukasnya bertanya-tanya akan ucapan Kakashi, dan Sakura mengambil cake choco volcano juga cake Green tea.

"Ya, semacam itu, tapi adanya hanya di SMP juga SMU, Sakura-chan," balas Kakashi mengambil segelas jus jeruk kemudian ia melangkah kakinya tuk mencari tempat, Sakura hanya ber-oh-ria, dan gadis kecil itu juga mengambil jus mix berry lalu mengikuti langkah sang pemuda perak.

.

.

» Red Of The Triplets «

.

.

Kakashi dan Sakura kini telah berada di balkon, mereka duduk di sana sambil memakan cake yang tadi mereka ambil. keduanya kini tengah mengobrol dengan serunya sambil melahap cake masing-masing, terkadang canda juga tawa nampak terlontar dari obrolan kedua orang yang berbeda umur tersebut.

Walau berbeda umur yang terpaut 5 tahun, tak memudarkan mereka yang mulai nampak dekat di antaranya. Kakashi begitu senang ia merasa memiliki adik perempuan, begitupula Sakura juga nampak senang karena merasa memiliki seorang kakak laki-laki.

"Jadi, kau di sekolah sering menjadi juara? hebat, sepertinya ku akan melihatnya kalau SD Konoha mengadakan festival, kebetulan sekali kan, karena SMU juga SD Konoha dekat," ujar Kakashi dengan menampilkan senyum eyesmilenya.

"Hehhh... tapi apa tidak apa-apa? rasanya aneh, kalau dilihat sama Kakashi nii ataupun nee-chan," tukas Sakura yang saat ini menggigit garpunya. Kakashi terkekeh mendengar penuturan dari Sakura, dan ia pun menggelengkan kepalanya.

"Tidak, tenang saja, lagipula ku ingin mengenang masa-masa waktu SD, hehe," ujarnya terkekeh lagi.

Sakura hanya mengiyakan saja sambil melanjutkan makan sisa cakenya. kemudian mereka kembali berbincang-bincang hingga cake yang di makan pun tandas juga minumannya.

tak terasa obrolan kedua orang berbeda umur itu saling menyambung, dan mereka terlihat kian akrab seusai mentandaskan cake kini mereka telah berada di dalam, bahkan gadis bernama sakura tak hentinya tersenyum berada di sebelah Kakashi. begitupula Kakashi juga menampakkan senyumannya.

"Saku-chan, mau coba dansa? lagunya enak tuh," ucap Kakashi yang mejulurkan tangannya, dan Sakura tersenyum ia menggapai tangan Kakashi sambil menganggukkan kepala.

Kedua pasang berbeda umur itu lagi-lagi melakukan hal yang kian dekat, terlebih mereka kini sudah berada di tengah hall sambil berdansa dengan yang lainnya. Pemuda juga gadis itu terlihat cocok jika di lihat, membuat para tamu undangan yang lebih tua dari mereka terkagum-kagum akan dansa keduanya.

"Kakashi nii, untung aku bertemu denganmu, ku pikir ku akan kebosanan disini, hihihi~" ucapnya dengan mendongak menatap kakashi yang begitu tinggi darinya.

"Hum, begitupula aku, Saku-chan," balasnya dengan membalas senyuman sakura.

Kegiatan mereka tak disangka di perhati oleh kedua orangtua masing-masing yang sepertinya tengah berbincang.

"Sakumo, bukankah itu anakmu Kakashi? dia sudah besar rupanya," ucap pria dengan surai merah muda agak tua.

"Hm, dia Kakashi anak pertama ku, Kizashi, bukannya itu anakmu, Sakura bukan?" tukasnya balik bertanya.

"Iya, dia Sakura, adiknya Tayuya. Jika dilihat mereka cocok juga ya, walaupun umur Sakura sekarang 9 tahun," ujar pria bernama Kizashi Haruno.

"Sakura berumur 9 tahun ya? Ahh, jarak mereka tak terlalu jauh, Kakashi umurnya 14th, sama seperti Tayuya bukan," balas pria surai putih bernama Sakumo Hatake.

"Jarak 5 tahun, ya itu dekat, Sakumo. Sepertinya pemikiran kita sama, jangan bilang kau ingin Kakashi bersama Sakura?" selidik Kizashi

"Huaahh, tebakanmu benar Kizashi, ku harap jika sudah waktunya kita bisa menjadi besan, hahahaha, kau benar-benar teman terbaik," sahut Sakumo dan Kizashi ikut tertawa kemudian merangkul teman SMUnya itu sambil menepuk-nepuk pundak Sakumo.

Sakumo mengangguk dan mereka kembali mengobrolkan tentang keduanya, untuk hubungan lebih lanjut tentunya. sedangkan Kakashi dan Sakura masih terlihat bersenang-senang di sana mengayunkan kaki-kaki mereka mengikuti irama musik. tak perduli akan sekitar, karena Kakashi sudah terhanyut dengan dansanya bersama Sakura, kenangan yang indah bagi keduanya di saat pertemuan pertama mereka yang tak terduga.

.

.

.

~ To Be Continued ~

.

.

.

Malam minna-san! AUTHOR RIVER BACK ON THE STORY! Jaaa kali ini memories KakaSaku mulai terkuak, maaf kalo makin gaje ini story, entahlah ya- uh semoga kalian menyukai episode kali ini! Ingat ini ku bagi jadi dua atau tiga part untuk masa lalu~

Btw, untuk adegan si Antagonis kita hilangkan dulu, biarkan kedua insan ini mengenang kenangan musim semi mereka, bagaimana interaksi first mereka dan blablabla~ fhuahhhhh~ so, semoga kalian masih setia dengan story ROT! Dan ini agak panjang lah, soalnya gak panjang jadi pendek-pendek tiap chapt #jduaggg

Okay, sekian sapaan saya dan sebagainya, Hahhhh~ baiklah kalau begitu, terima kasih untuk selama ini saya terharu karena cerita gaje saya masih di lirik, arigatouuuu T.T #hiks

Kalo begitu tanpa banyak sapa lagi, Happy read minna,

Okay sekian terima review, foll,fav *nyengir*

- September, 04 2016 -