Selama ini kita sangat menyukai boneka karena bentuknya yang imut dan lucu. Tapi, apa jadinya kalau yang mereka datangi adalah boneka yang memiliki sebuah keanehan?

...

...

Mystical Doll

...

SasuSaku, GaaSaku, NaruHina, SaIno

Warning : GaJe, OOC, Bad EYD, typo.

Don't like? Don't read !

Ganre : Romance, Mystery,Horor.


Chapter 3

Pukul 20.11 Malam. Siswa asal Konoha itu sedang duduk di sofa dengan raut wajah yang serius.

"Ada yang kau tahu tentang boneka itu, Sai?" Tanya Sasuke menatap Sai dengan tatapan dingin.

"Hmm, menurut cerita yang pernah kudengar. Boneka tersebut pernah di beli pada tahun 1918 oleh seorang pemuda di Sapporo. Boneka itu di beli untuk adiknya yang berusia 2 tahun yang bernama Okiku. Anak itu sangat menyayangi boneka tersebut dan memainkannya setiap hari." Jawab Sai menatap balik sehingga kedua Onyx saling bertatapan.

"Apakah nama boneka tersebut di ambil dari nama anak itu?" Tanya Hinata menatap ke arah sahabat berkulit pucat.

"Yah, begitulah. Tapi sayangnya anak itu meninggal karena demam tinggi." Jawab Sai sedih.

"Lalu apa yang terjadi dengan boneka itu setelah pemiliknya meninggal?" Tanya Sakura yang mulai penasaran dengan kisah boneka tersebut.

"Saat pemakaman Okiku, keluarganya ingin memasukkan boneka itu ke dalam peti matinya tapi entah kenapa mereka melupakannya. Keluarganya kemudian menyimpan boneka itu di altar rumah tangga dan berdoa untuk setiap hari dalam rangka memperingati Okiku." Jawab Sai mengingat cerita tentang boneka mistik itu. tak ada yang bertanya lagi Sai malah melanjutkan ceritanya.

"Beberapa waktu kemudian, mereka melihat rambut boneka itu mulai tumbuh. Menurut cerita yang beredar roh dari anak kecil yang bernama Okiku itulah yang berlindung di dalan boneka itu, dan pada saat keluarga anak kecil itu pindah ke Shakalin, boneka Okiku akhirnya di titipkan ke kuil Mannenji di kota ini, Hokkaido."

"Hmm, apa kalian memiliki ide yang sama denganku?" Lanjut Sai dengan wajah yang serius dan melihat satu per satu sahabat-sahabatnya.

"Wah, kurasa sama deh. Pasti kau mau bilang besok kita pulang ke Konoha kan? Yey." Jawab Naruto bersemangat sambil mengepalkan tangannya ke udara.

"Dasar Baka. Maksud Sai, menyelidiki tentang boneka itu, bukannya pulang dengan keadaan penasaran seperti ini." Kata Sakura sedikit menjitak kepala Naruto yang membuatnya sedikit meringis.

"UAPA? TIDAK ! AKU TIDAK SETUJU ! APA KALIAN SUDAH BOSAN HIDUP? HAH?" Tanya Naruto histeris.

"Begini saja, kita tidak boleh memaksa. Siapa yang mau ikut dan siapa yang mau pulang? Kita tentukan dari sekarang." Kata Sai tidak buang-buang waktu.

"Yang mau pulang angkat tangan." Suruh Sai.

"AKU!" dengan semangatnya Naruto berteriak, tapi saat melihat tak ada sahabatnya yang lain yang mengikuti jejaknya membuatnya sedikit bingung.

"Kenapa tak ada yang angkat tangan? Hinata-chan?" Tanya Naruto melihat ke arah wanitanya.

"Maafkan aku Naruto-kun, aku akan tinggal sehari lagi untuk memecahkan misteri itu." Jawab Hinata menundukkan kepalanya.

"Jadi, hanya kau Dobe yang tidak mau ikut?" Tanya Sasuke dengan senyum meremehkan.

"Diam kau Teme!" Bentak Naruto yang mulai kesal. Bukannya dia tidak mau memecahkan misteri itu tapi dia sangat sensitive dengan hal-hal yang berbau mistik. Tapi, dia yakin jika dia tidak ikut dia akan dicap sebagai pria penakut dan kekasih yang tidak baik. Tapi, jika Hinata kenapa-kenapa di sana siapa yang akan menjaganya? Akh ! ini tidak bisa di biarkan.

"Baiklah, aku akan ikut. Demi Hinata-chanku." Kata Naruto pasrah.

"Sudah di putuskan, kita semua akan menyelinap ke Kuil itu pukul 11 malam. Berarti tinggal 3 jam lagi. Kalian istirahatlah dulu." Kata Sai. Dan yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Hinata Pov

Sebentar lagi kami akan berangkat ke Kuil itu. Segera aku menganti pakaianku. Kuambil celana jeans berwarna ungu yang sebatas lutut, baju kaos putih dan jaket berwarna ungu berpaduan abu-abu. Kubiarkan rambutku tergerai. Setelah merasa semuanya rapi. Aku berjalan menuju ruang tamu.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Naruto Pov

Tak terduga sama sekali kalau aku akan ikut kesana dan membiarkan nyawaku begitu saja. Huh. Segera kusambar jaket orangeku dan berjalan menuju ruang tamu.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Ino Pov

Sebenarnya aku tidak ingin ikut kesana karena aku sudah melihat Okiku itu dengan mata kepalaku sendiri. Tapi, kalau aku mengangkat tanganku saat itu, aku yakin semua sahabat-sahabatku akan meremehkanku.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Sakura Pov

Aku penasaran dengan boneka itu. kenapa dia bisa tersenyum kearahku? Sambil berfikir, aku mengambil baju warna orange tanpa lengan, rok kotak-kotak beberapa centi di atas lutut berwarna hijau, dan switer coklat yang ku ikat lengannya melingkari leherku dan mengikatnya membiarkan switernya di punggungku. Kubiarkan rambut sepunggungku tergerai begitu saja. Setelah semuanya siap kulangkahkan kakiku menuju ruang tamu.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Sasuke Pov

Aku berjanji jika kami bisa lolos dan memecahkan misteri boneka Okiku itu, aku akan menyatakan cintaku ke seseorang. Dan bagaimanapun caranya aku harus bisa menjaganya di kuil nanti.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Gaara Pov

Aku sudah menyukainya sejak lama, dan banyak yang bilang kalau kami sangat serasi. Yah, menurutku juga begitu. Kalau begitu aku berjanji akan menyatakan cintaku kepadanya setelah kami pulang dari Kuil itu. yah, aku janji.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Normal Pov

Mereka memasuki mobil dengan Sasuke yang mengemudi. Di samping Sasuke ada Gaara. kursi penumpang belakang Hinata di sebelah kiri, Ino ditengah, dan Sakura di sebelah kanan. Dan di belakang ada Naruto dan Sai.

"Oh iya, tadi aku sudah membeli 7 buah senter untuk kita semua. Ini." Kata Gaara yang kemudian membagikan senter tersebut keteman-temannya yang lain.

"Untuk apa? Bukankah di sana ada lampu?" Tanya Naruto mulai bingung, yah, karena menurut pria berkulit tan itu buat apa repot-repot memakai senter kalau ada lampu. Iya kan?

"Dasar BAKA." Gumam Sasuke singkat yang masih berfokus menyetir.

"Apa katamu Teme ! " Teriak Naruto emosi karena di katai bodoh oleh sahabatnya sendiri.

"Naruto-kun, memang di kuil itu ada lampu, tapi kita semua sama saja sebagai pencuri jadi kita tidak mungkin menyalakan lampu di sana, bisa-bisa kita ketahuan. Dan misi kita akan gagal." Kata Hinata menjelaskan sambil melihat Naruto di belakang.

"Pencuri? Emangnya kita mau mencuri apa? Jangan bilang kalau kalian ingin mencuri boneka persetan itu? Akkhhhh Tidak ! Tidak ! Tidak ! " Teriak Naruto frustasi sambil menarik-narik rambut pirangnya karena ia sudah membayangkan jika boneka tersebut akan di bawah pulang dan di mainkan oleh kedua sahabat serta kekasihnya itu. dan saat mereka bertiga bermain dengan boneka tersebut tiba-tiba boneka Okiku tersenyum dan tertawa lalu membunuh sahabat-sahabat No. semoga itu tidak terjadi.

Mendengar perkataan Naruto barusan, membuat jitakan keras mendarat tepat di kepalanya.

"Dasar Baka. Mana mungkin kita mencuri boneka itu ! kita hanya ingin memecahkan misteri, kenapa boneka Okiku itu bisa hidup dan bergentayangan." Kata Ino pelaku si pemukul kepala Naruto barusan.

"Iya, iya aku tahu ! tapi tidak main pukul juga keles." Kata Naruto judes.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

5 menit berlalu dan sekarang mereka berada tepat di depan pagar kuil.

"Bagaimana caranya kita masuk?" Tanya Hinata menggerak-gerakkan pagar kuil itu.

"Bagaimana kalau kita panjat saja." Usul Naruto yang tiba-tiba muncul di sebelah Hinata.

"Iya, lagi pula pagarnya tidak terlalu tinggi." Kata Gaara setuju. Pagar itu hanya terbuat dari kayu dan ujungnya tidak runcing.

"Bagaimana caranya? Aku kan pake rok." Kata Sakura mengingatkan. Mendengar perkataan Sakura barusan membuat Sasuke tersenyum mesum.

"Kami tidak akan mengintip." Jawab Sai dengan senyuman polosnya tetapi di artikan hal aneh oleh orang yang melihat senyuman itu.

"Dasar mesum ! " Kata Sakura melihat wajah para lelaki satu per satu. Yah, Sakura tahu apa yang mereka fikirkan, bisa terbaca kok di wajah mesum mereka. Huh Dasar.

"Buat apa manjat kalau gemboknya bisa di buka dengan ini?" Kata Ino memperlihatkan sebuah jepitan hitam, dan mencoba membuka gembok itu pakai jepitan. Menurut Ino, hal ini pasti akan terjadi karena tidak mungkin Kuil itu tidak terkunci. Beberapa menit kemudian terdengar suara..

CKLEK'

gembok itupun terbuka dan mereka langsung masuk begitu saja.

"Wah, Ino-chan memang hebat." Kata Hinata memuji.

"Iya dong. Ino gitulohh." Balas Ino dengan penuh kemenangan.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Sakura Pov

Semakin lama, tempat ini semakin gelap dan suram. Segera kunyalakan senter berwarna hijau yang di berikan Gaara beberapa menit yang lalu saat perjalanan ke tempat ini. Kulihat teman-teman yang lain juga melakukan hal yang sama denganku. Kugerakkan senter itu keseluruh tempat dan perasaanku terasa tidak enak. Kutelan lidahku, kenapa jadi begini? Terakhir kali kami kesini suasana kuil itu tidak seseram ini dan kenapa rasanya kuil ini berbeda dari tadi sore.

KRIET'

kualihkan pandanganku, ternyata Sai membuka pintu Kuil itu.

"Kenapa tidak terkunci?" Tanya Ino di sebelahnya.

"Entahlah. Aku sendiri juga tidak tahu." Jawab Sai mengangkat kedua bahunya. Kulangkahkan kakiku mengikuti teman-teman yang lainnya yang sudah memasuki Kuil itu. Kami berdiri di depan pintu dan ruangan yang pertama kami lihat adalah ruangan tempat di mana boneka Okiku di simpan, dan kami melihat Okiku masih tersimpan rapi di tempatnya.

"Ke..ke..kenapa perasaanku jadi tidak enak? Di sekeliling Okiku aura kegelapannya kuat sekali." Kata Hinata menelan ludahnya dan memeluk lengan kiri Naruto dan bisa kupastikan kalau sekarang Naruto sedang gemetaran karena ketakutan.

Tap Tap Tap

Ku dengar langkah kaki Sasuke yang mendekati boneka itu, entah kenapa aku mengikutinya.

"Seperti penuh dendam." Kataku saat kami berada tepat di depan boneka Okiku.

"Hmm." Jawab Sasuke singkat. Kulirik Sasuke dengan ekor mataku, walau tidak terlalu kelihatan tapi entah kenapa jantungku berdetak lebih kencang, aduh Sakura kau bodoh sekali. Kau tidak mungkin mencintai Sasuke yang tidak mungkin mencintaimu.

"AAAKKKHHH!" tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah belakang, sontak aku dan Sasuke berbalik.

"Ada apa Ino?" Tanya Sai khawatir.

"Pi..pi..pintunya tidak bisa di buka !" Jawab Ino syok dengan wajah cemas. Sontak seluruh teman-temanku terkecuali aku berlari kearah pintu dan mencoba untuk mendobraknya.

"Tidak bisa ! Pintunya terkunci !" Teriak Sai dan Gaara bersamaan. Kulihat teman-temanku secara bergantian. Kulangkahkan kakiku tapi tiba-tiba seseorang memegang tanganku, tanganya dingin dan kecil. Jantungku berdetak lebih cepat dan keringat dingin bercucuran di sekitar badanku. Kucoba melirik dengan ekor mataku kearah tangan kananku yang di pegang secara perlahan-lahan. dan...

"AKKKHHHHH !"

...

...

...

^^Bersambung^^


Halloha semuanya~ hari ini aku update cepat karena chapter 2 pendek jadi aku mempercepat update chapter 3 nya (walau tetap pendek-_-") maaf kalau masih banyak typo di dalam cerita:D

balasan review chapter 2 :

Shiro19uzumaki : Iya, ini sudah update kok:)

Fukushu Shio : Terima kasih:)

Eysha CherryBlossom : Maafkan daku karena kurang panjang. tapi sebagai gantinya update chapter 3 kupercepat.

Aki Yuki Haru : Terima kasih. ini sudah update.

Terima kasih semua:) jangan lupa review lagi yah*plak*