Selama ini kita sangat menyukai boneka karena bentuknya yang imut dan lucu. Tapi, apa jadinya kalau yang mereka datangi adalah boneka yang memiliki sebuah keanehan?

...

...

Mystical Doll

...

SasuSaku, GaaSaku, NaruHina, SaIno

Warning : GaJe, OOC, Bad EYD, typo.

Don't like? Don't read !

Ganre : Romance, Mystery,Horor.


Chapter 5

Hinata Pov.

Saat ini aku sedang mengejar sosok wanita di hadapanku, aku ingin bertanya padanya tentang keberadaan Sakura, atau mungkin bertanya lebih dulu bahwa kenapa dia ada di tempat seperti ini malam-malam selain kami-Siswa yang berasal dari Konoha- apa mungkin dia juga ingin memecahkan permasalahan tentang Okiku itu? kalau benar sebaiknya aku mengajaknya untuk bergabung dengan kelompok kami.

"Tunggu!" Aku menangkap pergelangan tangan kanannya dan bernafas lega karena wanita di hadapanku akhirnya berhenti juga. Tapi, ada yang ganjil menurutku. Pergelangan tangannya...dingin? padahal di tempat ini hawanya lumayan panas. Namun aku tidak berfikiran negatif terhadapnya jadi segera aku bertanya,

"Maaf, aku ingin berta—" Sebelum perkataanku selesai kulihat wanita di hadapanku itu berbalik secara perlahan. Entah mengapa jantungku berdetak tak karuan.

Perlahan...

Perlahan...

Perlahan...

Mataku terbelalak kaget saat melihat wajah kriput pucat penuh darah dan rambut berwarna hitam pucat di hadapanku.

"AKHHHHHHH!" aku tidak tahu apapun yang terjadi karena aku langsung jatuh terduduk dan menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.

"KYAAA! JANGAN! JANGAN BUNUH AKU!"

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Normal Pov.

"KYAAA! JANGAN! JANGAN BUNUH AKU!" Teriak Hinata gemetaran karena ketakutan.

"Hinata? Hinata?" Hinata mendengar suara yang memanggil namanya tapi ia semakin takut dan menangis semakin kencang.

"Huaaaaa! Hiks..Hiks.. Jangan bunuh aku!" Jeritnya semakin menjadi-jadi. Hinata baru sadar jika ia bertemu dengan hantu seharusnya ia tahu dari awal tidak mungkin ada orang lain lagi yang berkeliaran di tempat seperti ini selain mereka.

"Hei.. tenangkan dirimu, oke? Ini kami. Sakura dan Sasuke." Kata Sakura yang mencoba untuk menepuk bahu Hinata dengan lembut. Mendengar suara yang tidak asik lagi di telinganya membuat gadis berambut indigo itu melepaskan kedua telapak tangannya di depan wajah dan memberanikan dirinya untuk menatap ke arah asal suara. Saat ia melihat dengan jelas wajah sahabat kecilnya itu membuat Hinata langsung memeluk erat tubuh gadis berambut merah muda itu. menurut Hinata betapa beruntungnya hari ini nasibnya karena bisa bertemu dengan seseorang pada saat nyawanya sudah di ujung tanduk.

"Kau kenapa? tadi kami mendengar suara jeritan dari sini makanya kami ke sini secepat mungkin. Ternyata kau, dan oh iya mana teman-teman yang lain?" Tanya Sakura saat ia menyadari bahwa Hinata di sini sendirian tanpa di temani siapapun. Mendengar pertanyaan Sakura perlahan pelukannya terlepas dan menceritakan semua yang terjadi dengan dirinya beberapa menit yang lalu, serta kepergian Sai dan Gaara untuk menyusul Sasuke mencari Sakura.

"Sial! Kalau begitu kita harus ke tempat dobe sekarang juga." Kata Sasuke yang sejak tadi hanya berdiam diri, dan di jawab oleh anggukan ke dua gadis manis di sana.

'Jadi, semua perkataan anak itu benar? Argh, sial!' batin seorang gadis bermata emerald geram.

...

...

^0^...Mystical Doll...^0^

...

...

Gaara Pov.

"Kita coba saja. Ayo."

"Hmm." Setelah menjawab perkataan Sai barusan, Kami akhirnya melangkahkan kaki secara perlahan menuju ruangan yang pintunya tiba-tiba terbuka sendiri. Tinggal tiga langkah lagi. Aku menolehkan kepalaku ke arah Sai dan ku lihat ia juga melakukan hal yang sama denganku sehingga mata kami pertatapan seakan bertanya –apa kau siap?- dengan sekuat tenaga entah mengapa aku menelan ludahku dengan susah payah dan menganggukkan kepalaku tanda –kapan saja aku siap- setelah melihat anggukkan kepalaku Sai juga melakukan hal yang sama yaitu menganggukkan kepalanya dan mencoba untuk melangkah lebih dekat lagi dengan ruangan itu. Entah mengapa perasaanku menjadi lebih tidak enak.

Tap Tap Tap

Langkah kaki kami menggema di seluruh ruangan. Walau sebenarnya degup jantungku lah yang lebih mendominan oleh indra pendengaranku. Saat kami sudah di depan pintu, ku picingkan mataku lebih tajam untuk melihat isi ruangan— Oh tidak, setelah ku amati lebih detail ini bukan ruangan tapi pekarangan belakang. Kulihat Sai di sebelahku, sepertinya ia sama herannya denganku saat ini.

"Kau tahu apa yang kufikirkan?" Tanyaku menatap ke wajah pria berwajah pucat di sampingku ini. Mendengar pertanyaanku membuatnya berbalik ke arahku dan menaikkan satu alisnya dan menatapku begitu lekat. Entahlah apa maksud dari raut wajahnya itu. tapi itu membuatku risih juga.

"Aku tidak bisa membaca fikiran orang lain, Gaara." Dan yah, selamat Sai kau sudah membuat amarahku muncul –lagi-.

"Cih." Padahal aku kira pria di sampingku ini memiliki otak encer yang bisa menebak begitu saja suasana, ternyata salah besar.

"Wah, dulu saat aku dan keluargaku mampir ke tempat ini aku tidak pernah melihat halaman belakangnya." Kata Sai tiba-tiba yang membuatku tersentak dari lamunanku. Tunggu dulu? katanya dia tidak pernah melihat pekarangan belakang tempat ini? jadi?

"Apa kau yakin tidak melihat pekarangan belakang tempat ini, atau kau tidak mencoba untuk berkeliling kuil?" Tanyaku memastikan.

"Hmm, aku kurang yakin. Karena saat itu ada sebagian tempat yang tidak ku datangi." Jawab Sai dengan senyum biasanya. Sial ! percuma bertanya dengan orang ini.

TUK TUK TUK

Terdengar suara aneh dari arah barat, sontak aku dan Sai melihat ke arah sana.

"Suara apa itu?" Tanya Sai.

"Entahlah, ayo coba kita ke sana." Jawabku dan melangkahkan kaki ke arah asal suara tadi. Setelah melangkah beberapa langkah, kami tidak melihat apapun yang kami rasa ganjil. Ku arahkan penglihatan ku kesegala arah dan tetap saja yang ku lihat hanya pohon sakura yang tidak berbunga berhubung ini bukan musim semi, rumput liar, daun kering di mana-mana, kayu-kayu bekas, dan...yah pokoknya tidak ada yang ganj— Wait ! bukankah itu sebuah sumur?

TUK TUK TUK

Suara itu lagi. yah, aku mendengarnya. Suara itu berasal dari dalam...sumur? akh! Tidak mungkin. Heh, sepertinya otakku sudah kegeser atau mungkin pendengaranku yang bermasalah. Pulang dari tempat ini aku harus memeriksanya ke dokter.

"Gaara? suara itu berasal dari dalam sumur." Kata Sai menginformasikan. Mendengar perkataan Sai, aku baru sadar ternyata pendengaranku tidak bermasalah.

"Bagaimana? Kau mau mengeceknya?" Tanya Sai melihat ke arahku.

"Aku?" Entah mengapa aku mulai merasa menjadi seorang...penakut? siapa saja yang berada di posisiku pasti akan merasakan apa yang kurasakan. Benarkan?

"Maksudku, Kita berdua." Kata Sai membenarkan perkataannya. Sepertinya lebih baik mengecek berdua di banding sendirian. Segera kuanggukkan kepalaku dan kami berdua melangkahkan kaki mendekat ke arah sumur tua itu.

...

...

Normal Pov.

Setelah berada di depan sumur yang tingginya hanya setinggi pinggul orang dewasa itu, Gaara dan Sai mendongakkan kepalanya ke dalam sumur.

"Tidak ada apa-apa." Kata Sai sambil memberi cahaya ke dalam sumur menggunakan senter yang sejak tadi ia pegang.

"Kurasa bukan tidak ada apa-apa. Tapi, antara cahaya senternya yang tidak sampai atau sumurnya yang terlalu dalam." Kata Gaara memberi pendapat.

"Benarkah?" Tanya Sai lagi. Gaara yang mendapat pertanyaan seperti itu dari Sai hanya menganggukkan kepalanya. Melihat jawaban isyarat dari sang sahabat berambut merah, Sai langsung saja memperdalam senter yang ia genggam sampai-sampai setengah badannya sudah masuk ke dalam sumur.

"Masih belum kelihatan, Gaara." Kata Sai. Melihat aksi nekat Sai, membuat Gaara cemas dan segera berkata,

"Kau sudah bosan hidup heh?" Sebenarnya Gaara sangat khawatir dengan aksi bodoh Sai tapi entah mengapa ia susah untuk mengeluarkan kata-kata yang lebih manis.

"Tentu saja tidak. Aku belum lulus SMA!" Jawab Sai jengkel. Bisa-bisanya Gaara bertanya hal seperti itu padanya.

...

...

Sai Pov.

Saat aku ingin mengeluarkan sebagian badanku dari dalam sumur, tiba-tiba sebuah tangan memengang tanganku yang sedang memegang senter. Keringat dingin sudah bercucuran dari seluruh tubuhku. Segera kutarik tanganku, tapi percuma. Sial ! kalau begini terus aku akan jatuh kebawah. Saat aku berusaha untuk melepaskan tanganku dari genggaman tangan itu, tiba-tiba sebuah kepala muncul dari dalam sana.

"AKKKKKHHHHHH!"

...

...

Normal Pov.

"Kalian tadi beristirahat di mana?" Tanya seorang pria bermata Onyx dan berambut raven.

"Di sini. Aku dan yang lain beristirahat di tempat ini. Suer, aku tidak bohong." Jawab gadis berambut indigo yang mulai basah karena keringat.

"Tapi, mana yang lain?" Tanya gadis berambut merah muda lagi.

"Aku juga tidak tahu. Tapi suer, saat aku pergi Ino-chan dan Naruto-kun masih ada di sini sedang tertidur." Jawab Hinata membela dirinya. Saat ini ke tiga remaja asal Konoha itu sedang berada di tempat yang tadi di pakai untuk beristirahat. Namun, saat Sasuke, Sakura dan Hinata mencoba untuk ke tempat teman-temannya beristirahat, yang mereka dapatkan adalah ruangan itu kosong. Tidak ada satupun orang di sana.

"Apa mungkin Ino dan Naruto juga di..." Sakura tidak ingin menyelesaikan perkataanya. Membuat kedua orang yang mendengarkan berfikiran yang tidak-tidak.

"SHIT! Kenapa jadi begini sih!" Kata Sasuke memijit-mijit pelipisnya karena saking pusingnya memikirkan misi mereka kali ini.

"Sebaiknya kita mencari mereka semua dulu, setelah itu kita membuat strategi memecahkan misteri sekalian keluar dari dalam sini." Usul Sakura.

"Hmm."

...

...

^0^...TO BE CONTINUED...^0^

...

...


Balasan reviews:

Febri Feven: Iya ini sudah update:) makasih^^

CherrySand1: Makasih:). iya, soalnya SasuSaku pair fav ku. maaf sudah mengecewakanmu.

Iqma96 : Makasih..makasih^^

AshleyResident : hihiw, iya, di chap3 aku memakai style Ashley utk Sakura. Bukan aku yang main gamenya tapi Oniichan.


Gomennnnnn,,,,, *sujudsujud. gomen gomen gomen karena baru update sekarang-_-"

*ngendapngendap lirik kanan lirik kiri, hufft tidak ada orang. harus kabur sekarang juga sebelum,

satu

dua

ti-

BUUUMMMM

GUBRAK GEDEBUK TWEW BAK BIK BUK BLEDAK GLONTANG YARR MEONG MBEEKK GUK GUK

-ga

#benderaPutih-_-""