Annyeonghaseyo...

Selamat tahun baru 2016 (udah bulan maret, woy!)

.

Duh Account FFn sampe tebel banget debunya gini, (yeorobun bantuin nyapu, ngepel dulu yuk) hehehe..

Maaf semaaf-maafnya, karena gak pernah lagi nongol, sekalinya nongol cuma ngeremake salah satu scene di novel "Dear Dylan" ..

Semoga di lain kesempatan aku bisa lebih kreatif dan bisa lebih menghibur teman-teman semua.

Please enjoy it!

.

.

.

Love is when my smile looks beautiful , whenever I remember his face

Love is when my eyes look amazing, since he is the only one I see

Because I think about him every second I have

Love is when strawberries taste great, after he said so

Love is when I love him, even if he never realizes it

JUNG YUNHO, I LOVE YOU.

I LOVE YOU TOO, KIM JAEJOONG! ! ! Be Mine?

.

.

.

AFTER MONTHS...

.

"EEEERRRRRR... kemana sih dia?"

Kim Jaejoong menghentak-hentakkan kaki dengan kesal sambil berjalan mondar-mandir di depan The Jin Cook café. Dengan napas setengah tertahan, Jaejoong melirik jam yang terpampang di layar ponselnya. Pukul 19.30. Sudah dua jam Jaejoong menunggu, sudah dua jam pula penerima tamu yang berdiri di dekatnya memperhatikan namja cantik itu terus menerus.

Jung Yunho selalu tidak bisa ditelepon, kalau sedang seperti ini. Benar-benar kebiasaan jelek yang baru Jaejoong tahu setelah mereka jadian.

'Ganteng-ganteng ternyata suka ngaret, huh..' gerutunya dalam hati, sekaligus menambah poin jelek yang dimiliki kekasihnya itu.

Ada begitu banyak hal yang baru disadari Jaejoong setelah satu tahun Si Namja cantik dan Si Buronan Tampan itu baikan. Ehh... Jadian. Di antaranya adalah...

1. Jung Yunho ternyata sangaaaattt cerdas. Dulu, waktu Jung Yunho masih berstatus tahanan kamar Jaejoong, dia beberapa kali membantu Jaejoong mengerjakan tugas dan belajar untuk ulangannya. Jung Yunho itu diajak ngobrol apa aja nyambung. Belum lagi otaknya yang punya daya ingat super. Wawasannya juga luas. Jadi kesimpulan Jaejoong adalah: "Kim Jaejoong harus meminimalisir kadar kelemotannya." Karena Jaejoong termasuk orang yang LoLa, omongannya suka ngawur dan melantur kemana-mana, mungkin ini efek karena berteman dengan Junsu. (mencari kambing hitam)

2. Jung Yunho itu jayus. Bener deh. Sering Jaejoong nggak nyadar kalau dia sedang bermaksud melucu, dan malah menatapnya dengan ekspresi "What-do-you-mean?" Hmm... atau mungkin itu kembali ke point pertama, karena Jaejoong yang emang LoLa?

3. Jung Yunho kalau mandi lamaaaaa banget! Entah apa saja yang dilakukannya di dalam sana. Mungkin mengenang masa-masa menjadi tahanan? Pernah Jaejoong sampai harus menunggu hampir satu jam di teras rumahnya, dan Yunho belum selesai mandi juga. Mungkinkah bercukur menghabiskan waktu lebih lama dibanding luluran?

4. Porsi makan Jung Yunho nggak jauh beda dengan kuli pelabuhan. Kalau dulu ketika jadi tahanan kamar Jaejoong, ia bisa menghabiskan 2 box strawberry dan sesisir pisang dalam sehari. Jaejoong dibuat kaget waktu makan bareng namja tampan itu di Kenny Rogers, pertama kali setelah mereka bertemu kembali, Jung Yunho sanggup menghabiskan porsi makan untuk tiga orang! Akibatnya, sekarang beratnya naik lima kilo dan perutnya membuncit.

5. Jangan pernah mengajak Jung Yunho bicara ditelefon saat dia baru bangun tidur, dalam kondisi seperti itu, kalau kamu meneleponnya untuk minta jemput di JHolic di Myeongdong, dia akan menjemputmu ke Coffee Cojjee. Jaejoong pernah mengalaminya. Jangan tertawa.

6. Jung Yunho itu orangnya sangat pengalah. Sama sekali nggak egois, sampai-sampai Jaejoong merasa nggak enak karena sering mau menang sendiri (enak aja sih sebenernya). Termasuk untuk menentukan film apa yang akan mereka tonton kalau ke bioskop. Dia berkali-kali mengalah untuk nggak nonton "The Revenant" karena Jaejoong merengek ingin menonton "Ex with benefit" yang berakhir dengan dia yang kesal sendiri.

Di luar semua itu, banyaaakk sekali yang berubah dalam hidup namja cantik itu. Keadaan Eomma dan Appanya yang kembali rujuk, kasus kriminal yang menjerat kekasihnya yang telah usai, dan gelar barunya sebagai namja tercantik di sekolah yang berstatus pacar Jung Yunho (ketenaran Jung Yunho hampir mirip dengan U-know TVXQ sekarang).

Namja cantik itu menikmati semuanya.

Kecuali saat-saat di mana gerombolan wartawan infotainment mengintil dia dan Yunho kemana pun, itu sangat menyebalkan. Bagaimana caranya pacaran kalau dilihatin begitu banyak orang, plus disorot kamera, plus bakal jadi tontonan. Belum lagi Go Ahra si ketua mading sekolah, yang sampai sekarang masih terobsesi untuk menjadikan Jaejoong headline buletin sekolahnya.

Jaejoong mencoba menarik napas dalam-dalam. Oke, there's always sunny side in everything, Joongie!

.

.

"Grrrrrr..." Jaejoong mengertakkan giginya sekali lagi. Menunggu dua jam sambil mondar-mandir seperti setrikaan begini sudah cukup membuat namja cantik itu sangat kesal, Awas nanti kalau dia DATANG!

"Boojae.."

Jaejoong menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya membalikkan tubuh. Dan dengan radar yang sudah terlatih, Jaejoong bisa merasakan orang-orang di sekitarnya sudah membeku di tempat mereka masing-masing.

"YUNHH..." geram Jaejoong jengkel melihat namja tampan itu cengengesan, tapi langsung termaafkan pada saat itu juga, karena Jung Yunho benar-benar sangat tampan dalam balutan long-sleeve putih dan celana jins abu-abunya.

Kebekuan di sekitar mereka makin terasa menusuk. Jaejoong bisa merasakan tatapan mata banyak orang menghujam pada mereka.

Yeah sudah dibilangkan, pacarnya ini setenar selebriti (Lebih tepatnya, mantan buronan tampan yang mendadak popular). Benar-benar sangat sulit jalan bareng si namja tampan kekasihnya itu, tanpa dilihatin begitu banyak orang. Tapi yah... sekarang Jaejoong sudah mulai terbiasa.

"Ah, kamu pasti udah lapar ya, sampai memanggilku kencang begitu?" tanyanya, masih sambil cengar-cengir.

"Aku nungguin kamu dua jam tau, DUA JAM."

"Iya, iya, Boo... Maaf yaa... Tadi.."

"Apa?"

"Tadi aku…"

"Tadi apa?"

"Eh..Boo.. kamu harus.."

"Aku harus apa? Harus sabar? Kuulangi ya, aku DUA JAM menunggumu di sini, dan sekarang kamu datang gak bisa ngomong apa-apa." Jaejoong, entah dapat energi dari mana, menyerocos tanpa henti.

Jung Yunho menatapnya lurus-lurus selama beberapa detik, lalu meledak tertawa. Orang-orang yang tadinya memandangi mereka karena Jung Yunho seleb, sekarang, Jaejoong yakin, mereka memandangi mereka, karena Jung Yunho yang seleb sedang bertengkar dengan pacarnya yang seorang namja kurus kecil dan overhisteris.

"Boo, kamu harus dengerin aku dulu. Dari tadi aku mau bilang sama kamu, tapi kamu motong kalimat aku terus."

"Terus apa, ha?"

Yunho tersenyum. "Mau jawaban jujur?"

"Coba saja kalau berani bohong," kata Jaejoong masih ngambek.

"Aku telat, karena tadi eomma minta bareng sama aku ke rumah temannya, jadi harus aku antar dulu. Tempatnya agak jauh dan macet. Dan aku jujur." Jelasnya.

"Hmmm…"

"kamu gak percaya? Biar aku telfon eomma, dan kamu tanya sendiri sama eomma ya." Jung Yunho hendak mengeluarkan ponsel dari celana Jeansnya.

"Oke, oke, aku percaya." Potong Jaejoong sambil menahan lengan Yunho yang mulai membuka flip ponselnya.

"Gitu dong," kata Yunho sambil mengacak rambut namja cantik itu sayang. "Kajja..."

.

Jung Yunho menggandeng Jaejoong memasuki café, dan si penerima tamu di depan sana terbengong-bengong begitu mengetahui siapa yang membuat namja cantik itu mondar-mandir di depan café tempatnya bekerja selama dua jam tadi. Mungkin dalam hatinya dia bersyukur tidak jadi menggoda Jaejoong, karena kalau iya, mungkin dia akan berurusan sama "sang mantan buronan kasus pembunuhan yang-katanya-paling-keji-tahun 2015."

"Boo, pesan apa?" Tanya Yunho begitu mereka sudah duduk di meja paling pojok yang ada di café itu.

Jaejoong membolak-balik buku menu dengan cherry lipsnya yang masih mengerucut imut.

"Ehm, chogiyo.. Anda, Jung Yunho-sshi, ya?"

Jaejoong mendongak mendengar pertanyaan itu, dan melihat seorang waitress café sedang menatap yunhonya dengan jenis tatapan omigod-ada-seleb-di-depan-ku, dan dia tampak amat sangaaattt terpesona.

Sementara itu Jung Yunho, mengangguk dengan refleks. Cara mengangguk yang kentara sekali sudah terlatih. Bukan jenis anggukan yang sombong, tapi bukan juga yang terlalu riang gembira, yang membuatnya terlihat terlalu antusias karena ada yang menyadari dia seorang selebriti (harus ku ulangi , mantan buronan tampan yang mendadak popular).

"Waaaahhh" seru waitress yeoja itu bersemangat. "Maaf kalau mengganggu, tapi apa boleh minta tanda tangannya? Boleh foto bareng?"

Namja tampan itu sekali lagi, mengangguk. Cara mengangguknya... yah, seperti yang Jaejoong jelaskan tadi.

"Tanda tangan dimana?"

Si waitress tergopoh-gopoh mencari media kosong yang bisa dipakainya untuk mendapatkan tanda tangan Yunho, dan akhirnya dia menyodorkan sehelai kertas putih dengan bolpoin. Si mantan Buronan tampan itu menandatanganinya, lalu mengembalikan kertas itu, bonus senyum.

"Hmm.. foto barengnya?"

"Boleh," kata Yunho lagi.

Si waitress, ber-name tag Bae Seulgi itu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku, lalu tampangnya berubah bingung karena tidak tahu bagaimana harus memotret dirinya dan Yunho bersama-sama.

Yunho yang seolah mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh waitress berblush on lumayan tebal itu, mengumbar senyum kepada kekasihnya yang sekarang makin merengut.

"Boojae, tolong foto-in ya." katanya, dan si yoeja waitress kelihatan seolah dia baru dikabarkan akan naik gaji.

"Aduuuhh, Jung Yunho-sshi paham sekali, apa yang saya pikirkan." katanya dengan nada puja-puji.

Padahal maksud Yunho adalah supaya acara-mari-berfoto ini cepat selesai.

"Boleh saya minta foto dua kali?" pintanya semakin menjadi-jadi.

Jaejoong mengangguk. Bonus cemberut. Dua kali flash menyala, buru-buru dikembalikannya ponsel itu kepada pemiliknya.

"Hmm.. Jeongmal kamshahamnida, Yunho-sshi. Dan juga ..."

"Jaejoong." Yunho yang menjawabnya, "Dia pacar saya." Lanjutnya dengan penuh penekanan.

Jaejoong harus mengakui bahwa sampai sekarang, dirinya masih sering merona malu saat Yunho memperkenalkannya sebagai "pacar" di depan orang lain.

Beberapa bulan lalu, mereka harus total menyembunyikan hubungan mereka karena …... Yah, sudahlah, pokoknya Jaejoong senang karena sekarang dia dan Yunho bisa go public tanpa ada ancaman dari pihak mana pun.

"Ah, Ne, Jaejoong-sshi" kata si waitress dengan nada sok ramah meskipun raut kagetnya masih terekam jelas.

"Nah.. Boo, pesan apa?" Yunho mengulangi pertanyaannya beberapa menit lalu.

Jaejoong membolak-balik buku menu sekali lagi, dan berusaha memilih satu di antara jajaran foto makanan yang kelihatannya akan oke berada dalam perutnya yang sedikit bermasalah sejak kemarin.

Aha, ini dia Salmon steak Kelihatannya enak.

"Salmon steak-nya satu," kata Jaejoong sok ahli, seolah itulah makanan yang selalu ia pesan kalau ia datang ke café tersebut.

"Salmon steak satu. Untuk minumnya?"

"Hmm... Strawberry milk shake."

"Strawberry milk shake, oke. Yunho-sshi mau pesan apa?" Dia beralih menatap Yunho dengan tatapan amat sangaaatt terpesona yang tadi lagi, dan kali ini Jaejoong terkekeh geli sendiri.

"Ginger and honey chicken stew dan minumannya sama."

Si waitress mengulangi pesanannya, dengan berlambat-lambat (mungkin dia berharap bisa selamanya mencatat pesanan Yunho, hehe), lalu pergi meninggalkan mereka berdua juga pada akhirnya.

"Aku curiga," kata Yunho.

"Apa? Kalau waitress tadi naksir kamu? Aku nggak kaget."

"Haha, Boojae, akhir-akhir ini sarkasmemu sedang tinggi, ya? Dapat tugas bahasa Inggris menulis puisi ironi lagi?" godanya.

Jaejoong cemberut. Ini karena Jaejoong kadang merasa tidak tahan dengan segala tekanan menjadi pacar orang popular, dan mood-nya sering tidak keruan ketika fans Yunho mulai menanggunya. Awalnya sedikit kesel, lalu jadi super cemburuan, terlalu curiga, dan kembali tenang lagi setelah Yunho menjelaskan. Jaejoong jadi bingung kenapa Yunho tidak mengalami hal yang sama, ya?

Ah iya, yang popular kan dia. Jelas dia nggak merasakan stressnya punya pacar orang terkenal.

"Hmm, atau kamu lagi PMS? Pengen Marah Selalu?" Dia menggoda Jaejoong lagi.

"Anniii!" seru Jaejoong malu. Ngapain sih Yunho, pakai cari-cari singkatan PMS segala. Hppftt..

"Bener nih? Tapi kok cemberut gitu? Mau aku pesankan es krim?"

Yunho selalu tahu kalau cuma es krim lah yang bisa menenangkan emosi kekasihnya itu saat PMS atau mood kacau-balau. Dia ini benar-benar pacar yang baik.

"Gak perlu, aku gak papa kok."

Yunho tersenyum geli. Entah kenapa, dia selalu menganggap Jaejoong sangat lucu. Padahal Jaejoong jelas-jelas ratunya mood swing, ambekan, cemburuan, tukang nangis, kikuk, bloon dalam pelajaran. Hanya beruntung saja jadi pacarnya.

"Kamu mau ngomong apa tadi?" Tanya Jaejoong akhirnya.

"Apa? Es krim?"

"Bukaaann. Yang soal curiga-curiga tadi itu lho. Kamu curiga apa?"

"Oohh... Aku curiga, ada orang yang lagi merhatiin kita dengan intens."

"Hah? Siapa?" Tak urung Jaejoong penasaran juga, kepingin tahu siapa yang merhatiin mereka.

"Si penerima tamu, tuh yang berdiri di depan, jangan-jangan dia naksir kamu. Biar ku congkel matanya keluar, baru tau rasa!"

Doeeenggg…

Point ke 7

Jung Yunho itu possessive dan cemburuan bangetttttttt!

.

.

.

Nah.. Sampai disini dulu~