Saat ini Tao dan Jongin sedang meng-video call melewati Skype milik seorang akun bernama 'Ase1004'. Demi Tuhan! Kenapa hyungnya sebegitu cerobohnya!? Mereka berdua menunggu dalam diam setelah rapat tadi. Jongin dan Tao tersentak mendengar nama 'Lyn'. Yeap Lyn adalah anggota dari 1004 tim dan dia bukan seorang Cyber Experts! Apalagi pemegang Database CIA! Dia seorang Forensics jadi bagaimana bisa ia mendapat profil Voclon? Setelah rapat tadi Tao dan Jongin sengaja diam sampai rapat dilanjutkan esok menunggu dalam cemas sampai tertulis tanda 'connect' dan memunculkan keadaan dimana seseorang tengah dimarahi oleh seseorang dan seseorang yang berkacak pinggang, dan dua orang yang tengah memakan kue macharon.
"Whats up Ace?Did you 'sense' it?" ujar pemuda tinggi bersurai hitam saat melihat layar iPad Air miliknya menampilkan wajah Tao dan Jongin. Sepertinya 'sense' yang dimaksud adalah bahwa Tao dan Jongin tahu bahwa Lyn menyelinap masuk kedalam.
"Why Lyn hyung can entrance Len's room, Bambi hyung!?"ujar Jongin teriak. Sontak yang ada diruangan tersebut menoleh kearah sumber suara yang berasal dari ipad sang pemuda yang dipanggil 'Bambi' tadi.
"Eh? Ace? Jay? Oh God! Tell this Gamer Boy and Nerdy Ingukie that I am not guilty!" ujar seorang pemuda berambut brunette dengan jas lab juga id card bertulis nama 'Lyn' tergantung apik di saku jas labnya menuai jitakan dari seorang pemuda berkacamata kuda berambut klimis.
"Heish! This pretty brat! How can you entrance my room! You know I get punishment from Julian!" ujar seseorang yang dijuluki 'Nerdy Ingukie'
"Hey its not my fault you know! I will search you anywhere and I didn't find you so-" ujar pemuda brunette terputus karna ucapan seorang pemuda berambut ikal dengan warna rambut yang hampir sama seperti Lyn. Mereka akan tampak kembar jika Lyn bisa setara tingginya dengan pemuda ikal tersebut.
"So you entrance Len's room and print out Voclon profile when I must to read that profile to check that profile are true or not!" ujar si pemuda ikal frustasi.
Jongin dan Tao juga sama frustasinya. Yeah orang yang dipanggil Len itu adalah Database CIA. Semua informasi vital seperti informasi kasus, profil anggota, mafia, dan lain sebagainnya adalah kepunyaan database. Sebelum mengirimkan profil kasus biasanya database akan berkerja sama dengan tim yang akan menangani kasus tersebut. Dan seharusnya Len mengirimkan profil tersebut kepada 'Ran' si pemuda ikal tersebut karna ia seorang Informan. Untuk mengecek keaslian info tersebut.
Dan Our Trouble Maker Lyn mengacaukan semuanya.
Lyn terduduk di kursi dan mem-poutkan bibirnya Lucu. Jika sudah mode ngambek begini Lyn akan susah diajak bicara. Tao dan Jongin pun menghela nafas.
"Myeonie hyung, aku tidak akan menyalahkanmu tapi aku hanya bertanya apakah kau mengeprint dari computer Len hyung?" ujar Jongin. Fyi orang yang dipangggil Lyn tersebut bernama asli Kim Joon Myeon dan merupakan kakak dari Jongin. Joon Myeon atau Lyn menghela nafas.
"Yes. I do it" cicitnya pelan.
"Oh God! Pantas saja Julian marah! Karna aku mengakses computer diluar jam kerjaku untung Ran membantuku membuatkan alibi kalau tidak habislah aku!" Len mengerang frustasi rambut yang klimis tersebut kini tampak acak – acakkan menimbulkan kesan sexy. Fyi Julian adalah atasan Len. Julian adalah ketua Database, sedangkan Len adalah Database sub Korea Selatan.
"Astaga Myeonie hyung, asal hyung tau kasus yang hyung print itu melibatkan beberapa Negara! Gosh, bagaimana kakakku seceroboh ini" Jongin mengerang frustasi melihat sang kakak dari skype miliknya. Tao pun menghela nafas dan semua orang disana juga ikutan menghela nafas
"Ada sesuatu yang ingin kau bicarakan bambi hyung?" ujar Tao memecah keheningan
"Ah, kalian mau makan macharon?" ujar pemuda tinggi berambut hitam yang mulutnya tengah belepotan yang dipanggil 'Ase' oleh Tao.
"SHIM CHANGMIN!?" ujar mereka serempak bahkan Jongin dan Tao juga, ah tidak semuanya juga, ada satu orang pemuda dengan pipi gempal dengan garis wajahnya menampilkan keorientalan China yang masih anteng dengan macharon miliknya.
"Eum….kusarankan padamu agar tim 1004 mau bekerja sama oada tim 2000, biar Ran memastikan dulu map profile tersebut." Akhirnya ia angkat bicara setelah menjilat seluruh permukaan bibirnya yang meninggalkan sisa cream dari kue tersebut.
"Akan susah hyung membujuk mereka, apalagi kami masih baru…." Ucap Tao lemas, jongin hanya bisa merutuk melihat ulah bodoh sang kakak.
"Untuk apa bekerja sama? Ini keteledoran kalian kan?" ujar seseorang dari ambang pintu. Yah itu sang Leader,co-Lead, dan sang Cyber Experts
Tao dan Jongin meneguk ludah mereka kuat – kuat.
Tak seharusnnya mereka menelpon di ruang tim mereka sendiri jika tak ingin ketahuan anak tim.
~.~
"Aku akan bertanggung jawab." Ujar Ran angkat bicara dihadapannya sekarang ada lima orang dan tiga diantaranya ber-wn JYH, ZHM, dan Double KB dan juga Tao, Jongin.
Yah meski secara tekhnis mereka hanya berhadapan melewati aplikasi yang disebut skype.
"Yah baguslah berarti aku tak perlu bekerja sama dengan tim 2000" ujar Yunho memainkan seringaiannya pada seseorang namja yang berkedip – kedip lucu mendengar ucapan Yunho.
"Memangnya apa salahnya bekerja dengan kami?" ujar orang yang menyebabkan semua masalah ini-Lyn-
"Aku tidak menyangka bahwa tim yang terkenal akan 'kerapihan kerjanya' bisa 'teledor' juga. Lagipula apa yang dilakukan sang database sampai ruangannya kosong melompong hingga bisa dimasuki seorang forensic?"
"FUC…ASDFGHJKLL! #%^*()QWERTYUIOO!" ujar Inguk terhenti karna mulutnya dibekap dengan tak berperi kemanusiaan oleh sang bambi alias Changmin-orang yang berkedip lucu tadi-.
"Ah begini tuan – tuan, kami tidak tau sebegitu terkenalnya kami dinegaramu. But this is our fault, so don't be worry, I will be 'clean' it as fast as possible, nde? Annyeong~~~" ujar pemuda oriental tadi
Tut.
Layar menghitam. Dan Tao Jongin menahan nafas. Melihat Yunho, Zhoumi dan Kibum menatap mereka 'horor'.
"Beginikah sifat asli mereka? Ck! Secara tidak langsung tim itu merendahkan kinerja kami." Ujar Zhoumi garang.
"Aku tak peduli, yang pasti keabsahan biodata sang target harus segera diluruskan. Tak pernah ada sejarah CIA Pusat ceroboh , kalaupun ada itu hanya kesalahan kecil yang langsung bisa diatasi." Ujar Kibum akhirnya angkat bicara. Membuat Yunho dan Zhoumi mendengus kasar sekaligus membuat Tao dan Jongin bernafas lega.
Intinya adalah mereka harus bergerak.
~.~
Jongin dan Baekhyun sekarang berada di depan sebuah gedung agency besar bernama Korean In Madness Entertaiment atau KIM Ent.
Nama yang aneh untuk seukuran Agency Hiburan namun cukup berprestasi.
Pencetak model dan actor berbakat, serta boyband dan sebentar lagi…
Solois pria akan debut pertama kali disini.
"Bukankah aneh mereka hanya mendebutkan dan menerima Trainee khusus untuk laki – laki? Benar – benar agensi bodoh mengingat pria lebih 'loyal' kalau untuk hal – hal pribadi atau menyangkut orang yang kita sayang. Seharusnya ia mendebutkan kaum hawa juga." – Baekhyun
"Tapi akan jauh lebih aneh melihat hyung bermesraan dengan Kyungsoo hyung tadi pagi mengingat semalam Tao menemukan hyung dengan kondisi 'mengenaskan'" ujar Jongin kalem menuai kekehan dari Baekhyun.
"Apakah kalian tidak sadar bahwa aku dan Chanyeol hyung mendengar ucapan kalian?" ujar suara yang mirip dengan suara Tao disusul kekehan Berat membuat semu merah bertebaran di pipi Jongin menuai decihan Baekhyun.
"Eww, so cheesy" ujar Baekhyun.
Yap suara itu berasal dari headset Jongin dan kacamata kuda Baekhyun.
Eung, apa aku lupa mengatakan bahwa Jongin sedang menyamar menjadi tetangga baru sang Agency yang hobi jogging di pagi dan sore hari dan Baekhyun yang bertransformasi menjadi OB baru di agency tersebut?
Bagaimana mereka bisa masuk dengan gampangnya?
Serahkan pada 'Ran' dan 'Double KB' yang mengurus semuanya.
Dan satulagi seorang tukang kebun yang tampan menggunakan alat bantu dengar dan seorang waitress cafeteria di agency tersebut yang menggunakan kacamata yang sama dipakai dengan baekhyun. Alias kacamata berframe besar membuat mereka tampak culun.
Headset,Kacamata, dan Alat bantu dengar merupakan alat komunikasi mereka sekaligus sebagai alat pengintai alias 'kamera tersembunyi'.
Thanks to Lay dengan segala ide briliantnya yang membuat tekhnologi baru.
Mereka mulai kembali keaktivitas semula. Jongin dan Chanyeol sebagai pemantau dari outdoor dan Baekhyun Tao dari Indoor. Jongin berlari pagi disekitar areal komplek yang terdiri dari beberapa rumah artis agency tersebut, agency, dan 'rumah Jongin'. Chanyeol yang memotong rumput –rumput liar di taman depan kantor sambil memantau siapa saja yang hilir mudik di perusahaan besar tersebut, oh! Apakah aku lupa mengatakan bahwa iris hitam Chanyeol telah berubah menjadi kelabu karna hardlens yang digunakan Chanyeol berfungsi sebagai 'cctv' tapi aman dipakai untuk mata.
Ini berkat campur tangan Chen. Mari kita beri tepuk tangan.
Adapun, Jongin melihat salah satu actor asuhan KIM Ent. sedang berolah raga di sore hari menggunakan pakaian yang mencetak jelas otot – otot tubuhnya. Sang eye candy, Choi Jin Hyuk.
"Aku menemukan Choi Jin Hyuk, apa dia punya hubungan dengan Voclon?" ujar Jongin berbisik menunduk seakan – akan memperbaiki tali sepatunya.
"Bisa arahkan pembakar kalorimu kemukanya, biar aku teliti" Ini suara Kibum. Yang jelas Kibum berada dicafe yang ada di kompleks tersebut.
Jongin pun melakukan gerakan stretching yang membuat lengannya diluruskan kearah kanan dan kiri, membuat gadget seperti handphone kecil yang merupakan alat penghitung kalor digital yang terpasang apik di handband lengan kanannya dapat memotret sang target yang sedang lari ditempat.
"Choi Jin Hyuk, lahir dengan nama Kim Tae Oh,lahir pada 9 Februari 1985. Tak punya kedekatan apapun dengan Voclon" – Kibum
"Kalau gitu cari target yang lain" – Chanyeol
"Anni, lakukan pendekatan. Informasi kecil sangat berarti" – Tao
"Itu hanya membuang waktu" – Sekarang suara Chanyeol terdengar dingin
"Bilang saja cemburu" Baekhyun memanas- manasi.
"Baiklah kulakukan." Ujar Jongin final. Sebagai seorang Impersonator harga diri Jongin dipertaruhkan.
Jongin lari ditempat dengan tempo cepat begitu terlihat basah dan kuyu oleh keringat, ia segera berlari cepat seolah – olah mengejar Jin Hyuk dari belakang.
PUK!
Jongin menepuk pundak Jin Hyuk ngos- ngosan menuai kebingungan dari sang actor.
"Hosh..hosh…ch..cho….chogi…." Jongin kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh jika sang target tidak menangkap ia duluan –strategi Jongin memang- membuat sang target lari kearah kursi taman dan mendudukan Jongin.
"Gweanchana?"
"Nde…hhh….gwea…cha…nahh…." ujar Jongin seperti orang kehabisan nafas.
"Atur dulu nafasmu dengan baik baru bicara" Jongin juga mengangguk.
"Naega, Kai imnida, orang baru disini dan aku tersesat. Tak ada satupun yang bisa kumintai tolong dan aku mengejarmu namun kau tidak melihatku" ujar Jongin -menuai perasaan bersalah dari sang target, sekaligus memuluskan rencana Jongin-.
"Aku Jin Hyuk maafkan aku tak mendengarmu, rumahmu di blok apa? Biar aku antarkan" see? Sangat cepat sekali Jongin.
"Di blok F kau tahu?"
"Ya aku tau"
Sepanjang perjalanan mereka terdiam canggung dan Jongin memulai pembicaraan.
"Eung, kau pemain Emergency Couple kan?" ujar Jongin dibuat ragu – ragu menuai kekehan dari Jin Hyuk.
"Ah, kupikir kau tidak mengenalku"
"Awalnya iya lalu aku melihat bahwa kau mirip dengan 'Oh Chang Min' –nama tokoh Jin Hyuk di Emergency Couple- jadi aku yakin bahwa kau Choi Jin Hyuk" ujar Ka-ups maaf- Jongin tersenyum manis, membuat Jin Hyuk terkekeh
"Ah~ sepertinya eksistensiku sebentar lagi akan menurun setelah 'mesin berjalan' itu debut?" ujar Jin Hyuk polos.
'BINGO!'
"Huh, Mesin berjalan?" – ujar Jongin dengan wajah sepolos mungkin.
Jongin sayang, kau tak perlu mengeluarkan ekspresi 'dimakan' tersebut.
"Ah kau tau? SNS sedang ramai membicarakan Voclon, si robot imutlah apalah, aku tak mengerti apa hebatnya dia"
"Eum, mungkin karna dia memang robot?" Jongin mencoba sepolos mungkin dan membuat Jin Hyuk lagi – lagi terkekeh.
"Dia memang aneh, untuk seukuran laki – laki dia sangat kemayu sekali feminimnya sangat terlihat. Dan lagi aku tak pernah melihatnya menyentuh air dan kudengar dari trainee yang lain dia punya seorang kawan laki – laki namanya Go Hee Shin, tapi setiap kali datang selalu dan tidak pernah tidak membawa peralatan mekanik, menurutmu apakah ia memang robot?" ujar Jin Hyuk yang tampak mulai nyaman berbicara dengan Jongin.
"Ah! Mungkin temannya seorang montir yang habis bekerja!? Hehehe…" ujar Jongin dengan nada kekanakan yang lucu.
'Jadi baik trainee dan artis juga tidak tau apapun mengenai Voclon?' batin Jongin.
"Nah, ini blokmu Kai" ujar Jin Hyuk.
"Ah khamsahamnida, annyeong Jin Hyuk-shi" ujar Jongin segera masuk kedalam blok tersebut sampai tanganya dicegat dan ditarik sampai kedalam rengkuhan Jin Hyuk.
'Danger!' Inner Jongin
"Ah…J-Jin…H-Hyu-Hyuk…shi… aku harus sampai ke rumah sekarang, badanku bau sek-" ujar Jongin terputus ketika Jin Hyuk mendekatkan wajahnya dan sengaja menggesekkan 'sesuatu di bawah sana'
"!" apakah untuk kedua kalinya-yang pertama saat ia diculik, ingat?- ia dilecehkan kembali?
"Jangan terburu-buru sepertinya aku tertarik padamu. One Night Stand?"
'SOMEEONEEE HELPPP MEEEE! T^T'
Kira – kira itulah inner Jongin sampai Kibum datang menyelamatkannya.
"Yo, Kai kau darimana saja? 'Hyung' mencarimu" ujar Kibum tenang ditatap tidak senang oleh Jin Hyuk.
"AH! NDE HYUNG! NDE! Ah permisi tuan Choi, saya harus pulang. Permisi" ujar Kai langsung lari terbirit –birit.
Kai maaf maksud saya Jongin menghela nafas, untung ini terjadi padanya? Bagaimana jika terjadi pada Tao? Dia pusing sendiri.
"Aku rasa dia memang positif robot, dan juga seluruh orang disana tidak tahu menahu soalnya" ujar Kai setelah memasang kembali headsetnya.
'Dan juga….aku menemukan suatu hal yang tidak terduga…' ujar Tao
'Apa?' ini suara Baekhyun
'Kim Soo Hyun…ada disini…' ujar Tao dengan bergetar, nafasnya memburu.
'Hey apa yang salah dengan 'Do Min Joon' itu? Dia memang actor asuhan Kim Ent' ujar Chanyeol
'Btw, aku telah menyelamatkan 'bottommu', Chanyeol,' ini suara Kibum dan terdengar suara kekehan Baekhyun dan decakan sebal Chanyeol.
"Kim Soo Hyun, dia kemungkinan mafia…. karna…. dia berhubungan dengan kasus Human Trafficking tahun 1999" ujar Jongin akhirnya angkat bicara.
Baik Tao dan Jongin sama – sama diam membeku ditempat, dia tidak tahu orang yang ada sangkut pautnya dengan 'masa lalu mereka' ada disini.
~.~
Tao tak bisa berkata apa – apa saat dihadapannya –hanya terhalang oleh meja kasir- ada satu sosok yang membuat tubuh Tao seakan menegang sempurna.
"Peach…?" Orang itu angkat bicara, sosok bernama Kim Soo Hyun.
"Anda mau pesan apa tuan?" ujar Tao tidak sinkron dengan wajahnya yang pucat pasi, dan Soo Hyun hanya tersenyum geli.
Senyuman mengandung sejuta kengerian.
"Americano." – Soo Hyun
"Apa setelah appamu diangkat menjadi perdana menteri, appamu tak bisa menghidupimu peach?" ujar Soo Hyun.
Tao masih terdiam selagi baristanya sedang membuat Americano yang dipesankan Soo Hyun. Posisinya membelakangi Soo Hyun menunggu kopi yang sedang dibuat sang barista dibalik dinding tersebut.
"Ah, ada baiknya jika kau memang diasuh oleh Northerdem, bukankah dia menyekolahkanmu di sekolah elite? Bahkan kudengar kau mendapat akselerasi kelas hingga langsung masuk universitas" Soo Hyun masih bermain – main dengan Tao yang sibuk bergetar membelakangi Soo Hyun.
"Hey Mr. Kim kau harus segera pergi sekarang bodoh jangan mematung!" ujar Soo Hyun sambil mendorong Jason terjun kejendela, ia tidak tahu apapun yang terjadi tapi yang pasti ia menemukan Jason dengan kondisi pucat pasi.
"Hey kucing jalang aku tak mengerti apa yang kau ucapkan tapi yang pasti…"ujar Soo Hyun lalu jalan mendekati Tao dan Jongin.
"Jasonmu akan menanamkan kengerian pada dua anak ini, dia memang monster" ujar Soo Hyun tersenyum simpul melihat kondisi Tao dan Jongin kecil.
"Ugh, jangan sentuh anakku dengan tangan kotormu!KAU DAN KIM J-"
"Huang-shi? Huang-shi?" ucapan barista menyadarkan Tao dari lamunannya.
"Ah, Nde sudah selesai ya maaf tadi aku melamun" ujar Tao dan memberikannya pada Soo Hyun
"Kau sedang melamun ya peach? Sayang sekali padahal aku membicarakan hal yang penting. Ujar Soo Hyun lesu
"Semua jadi 500 won Tuan" Tao mengabaikannya membuat Soo Hyun terkekeh kecil
"Kau mirip ibumu peach semoga kau tidak jalang sama s-"
GREP
"Maaf Tuan, ibuku bukanlah seorang Jalang dan maaf anda harus mengaca pada diri sendiri siapa yang jalang sebenarnya."
Ujar Tao setelah menarik kerah kemeja Soo Hyun kasar. Ia tersulut emosi alih – alih takut. Ia ingin segera meninju wajah yang dipuja banyak orang tersebut kalau ia tidak mengingat pesan seseorang yang sudah ia anggap seperti Kakenya sendiri, Sir Davidian Northerdem.
"Kunci seorang pemanah adalah mengontrol emosi, Jongin…Tao…" ujar seorang lelaki yang telah mencapai setengah abad di malam hari saat kedua anak yang sudah dianggapnya cucu sendiri tersebut saat ia membaca buku di perpustakaan mereka saling bermuka tembok karna hanya sepiring kue cookies dan susu strawberi.
"Waeyo, haraboeji? Apakah Tao tidak bisa menjadi pemanah hebat, hanya karna marah?" ujar anak berumur 6 tahun tersebut, membuat yang lebih tua terkekeh kecil.
"Memanah, artinya memfokuskan diri kita pada sang target, tugas seorang pemanah hanya melumpuhkan target bukan membunuh target. Jika Jongin dan Tao sedang emosi maka Jongin dan Tao dapat membunuh target" ujar sang Haraboeji
"Tao/Jongin tidak ingin jadi pembunuh….pembunuh itu jahat" ujar Jongin dan Tao berbarengan.
"Tao-nie ini cookies untuk Tao-nie"
"Ini juga buat Jonginie, susunya untuk Jonginie"
"Tapi…Tao juga ingin susu/Jongin juga ingin cookies" ujar mereka berbarengan, membuat sang kakek terkekeh kembali.
"Untuk mendapatkan sesuatu harus merelakan sesuatu, untuk mempertahankan sesuatu harus melepaskan sesuatu, untuk memperoleh sesuatu juga harus mengorbankan sesuatu yang lain juga. Itulah hidup, Jongin…Tao….. dan Keynie telah memustuskan untuk mempertahankan kalian berdua dan juga 'orang itu'" ujar sang Sir mengelus kepala mereka.
Saat itu Tao belum mengerti namun sekarang ia mengerti, ia pun melepaskan baju sang actor dan berkata.
"Saya permisi." Dan langsung menghilang kedalam dapur membuat senyum yang sangat tipis dari seorang Kim Soo Hyun.
~.~
"Tuan Jeremy, saya mohon maaf atas keteledoran saya Tuan…" ujar sang CEO KIM Ent. Kim Ki Byung.
"Ah, jangan sampai membuat uri Voclon rusak dan tercium oleh pemerintah nde Ki Byung-shi?" ujar suara dari telepon genggamnya.
"Nde, arraseumnida, Tuan Jeremy"
TUT
Dan sambungan pun terputus.
~.~
"Kau tak akan menyangka Kim, dia sudah tumbuh besar. Sesuai perkiraanmu usia 16 tahun memang 'sedang mekar-mekarnya'" ujar Soo Hyun di Samsung S6 Edgenya.
"Menyentuhnya sama dengan taruhan Nyawa Kim Soo Hyun!"
"Ck! Kau bahkan sudah punya si slut Jung tersebut" Soo Hyun mendecak sebal
"Tak ada yang bisa mengganti Keynie… hanya Peach yang bisa…" suara lelah nampak jelas disebrang sana.
"Kau tahu, aku sempat berbicara padanya bahwa kau sangat ingin bertemu dengannya, maksudku seorang mafia seperti kita benar – benar merindukannya, ah aku melupakan uri Jonginie hufft tapi dia hanya melamun dan tidak mendengarku" ujar Soo Hyun sedang berada di ruang make up sendirian.
"Apa dia sama seperti dulu, maksudku penurut dan manis?"
"Eum kalau manis memang ia tampak manis bahkan memikat meski terbalut kacamata culunnya, namun soal penurut, kurasa adrenalinku terpancing saat dia berani meninju wajahku" ujar Soo Hyun terkekeh.
"Jinjja!? Aku sudah menyuruh Jino agar mengurus secepat mungkin agar aku bisa ke Seoul sialan dia sangat lelet"
"Dia tak akan lelet jika kau tak akan 'memakannya' dengan brutal bodoh! Bagaimana bisa kau 'menghajarnya' hingga 3 hari dua malam tanpa henti!? Ckk kau benar benar…"
"Hey salah sendiri, dia tidak henti – hentinya mengatakan bahwa dia cinta padaku, cih"
"Ah sudahlah, aku ada pemotretan sebentar lagi. Bye!" ujar Soo Hyun memutuskan sepihak sambungannya. Ia yakin Jason disana menggerutu tak jelas.
"Dua anak asuh Northerdem….mawar hitam…dua dewi Aphrodite…dan dua alat…ini semakin menarik" ujar Soo Hyun bermonolog menampilkan seriangaian mengerikannya.
Seringaian yang tak pernah ia tunjukkan dibalik muka malaikatnya.
To Be Countinued
Author's Note : YEAY! OUR SPECIAL GUEST URI DO MIN JOON DAN OH CHANG MIN/? #GUBRAK ekhem. Maaf maksudnya Kim Soo Hyun dan Choi Jin Hyuk e u e.
Hufft, ada yang bisa menebak - nebak perkataan Soo Hyun? karna sumpah author juga nggak tau/? saatnya para all cast membalas review kalian secara global/? /halah bahasamu thor /bilang aja malas/ /digaplok readerss/
1. Thor seriusan ada HunTao?
Tao : eung.../blush/ /nunduk/ /curi - curi pandang liat sehun/
Sehun : /cium bibirnya kilat/ apakah ini sudah menjelaskan semuanya?
2000 Team : /siapin pistol/ /asah samurai/ /siapin katana/
1004 Team : /elus - elus dada/
2. Bahasa Inggrisnya thor...grammar thor...grammar...
Author : /pundung/
Jongin : Author sih gak mau belajar sama Jongin /pout/
Chanyeol : /nosebleed/
Tao : Maaf ya readernim authornya jelek trus dia sok - sokan nggak mau belajar sama Jongin padahal waktu di Inggris Jongin pasif banget /muka melas/
Sehun : /gotong Tao kekamar/
2000 Team : /siapin bom/ /pasang ranjau/ /aktifin bom/
1004 Team : /elus - elus dada season 2/
3. Krishonya thor...
Kris : Huh? dipasangin sama si pendek tukang emosian itu?
Suho : /siapin suntikan size jumbo/
Kris : Ah, sebenarnya sih ini fokus ke Tao sama Jongin, tapi gak apa - apalah kalau ada Krisho /alibi karna takut/
Author : disini semenya takut sama uke...
1004 Team : /asah golok/
4. D.O JADI DOMINANT!? /capslock edisi jebol/
D.O : Memangnya kenapa kalau aku jadi seme masalah? apa kamu mau liat Jrku? atau mau coba one night stand denganku? /edisi kalem/
Baekhyun : ANDWAE! Little DO hanya milik Baekkie /pout/
D.O : Ah baiklah sayang /geret kekamar/ /edisi kalem season 2/
1004 & 2000 Team : /menggeleng prihatin/
Author : sebenarnya saya terinspirasi karna di EXO Next Door aura DO dewasa banget dan Baekhyun makin cabe as usual/?
Baekhyun : /siapin pisau dapur/
Author : /kabur/
5. Sebenarnya Baekhyun sama D.O saling cinta gak sih?
Baekhyun : /tatap D.O cemas/
D.O : we are just friends with benefit /edisi kalem season 3/
Baekhyun : nde.../senyum miris/
2000 Team : /pukpuk Baekhyun/
1004 Team : /elus - elus dada season 3/
See You Soon~~~~~~~~~~
