"Apa dikeluarkan!?" suara Tao dan Jongin memecah keheningan di ruang rapat tersebut.

"Ya, kalian berdua di keluar kan dari kasus ini" ujarYunho santai.

"Tapi kenapa?" ujar Jongin tidak terima.

"Kalian bertemu dengan Kim Soo Hyun dan dia ada hubungan dengan kalian dan mungkin juga kasus ini, kami tidak ingin urusan pribadi kalian bawa – bawa kemari" ujarChanyeol –yang sebenarnya dalam hati bersyukur Jongin tidak bertemu dengan Jin Hyuk-

"Tapi itu bukan jadi alasan untuk kami dikeluarkankan? Leader kau harus tau kami sudah mencapai tahap 5% dan di keluarkan begitu saja?" kali ini Tao protes tidak menyembunyikan kekesalannya.

"Bukan hanya dikeluarkan dari kasus ini, kalian juga akan diliburkan hingga satu bulan kedepan" – Sehun.

Hell! Siapasih yang tidak kesal?Bagi seorang CIA di keluar kan dari kasus tandanya adalah dia tidak berguna, dan lagi Tao sudah menguras tenaga,pikiran, juga batin untuk memecahkan kasus ini dan dengan seenak dengkulnya ia dikeluarkan ? hanya alasan klise yang mengatakan ia akan mencampuri urusan pribadinya? Dan lagi ia diliburkan? Hei itu sama saja dinon-aktifkan secara sepihak!

"Kalian semua….ARGH!" Jongin berteriak frustasi dan membanting pintu ruangannya.

BRAK!

Dan satu helaan nafas keluar dari belahan bibir kitten tersebut.

"Saya permisi. Annyeong" dan Tao keluar dari ruangan tersebut.

"Apa tidak apa dia dikeluarkan? Jongin dan Tao adalah anak yang cukup potensial dan tidak bisa dianggap remeh" ujar Jaehyun santai sambil memakan permen karetnya.

"Habis mau bagaimana lagi. Itu juga akan mengungkit kejadian 12 tahun silam, jelas Perdana Menteri dan Presiden tidak ingin hal ini terjadi terutama pada Tao" ujar Yunho

"Tapi bagaimana pun ini sudah melanggar peraturan CIA. Bahwa tidak boleh adanya intervensi dari pemerintah. CIA adalah badan yang diurus oleh dirinya sendiri. CIA pusat jelas akan marah dengan hal ini" ujar Sehun.

"Lagipula apa benar Kim Soo Hyun terlibat oleh kasus tersebut?" – Baekhyun

"Bagaimanapun juga kedua anak itu punya bakat diluar fakta bahwa mereka 'anak bangsawan' dan korban Sexual Harassement" - Kyungsoo

"Ini bukan intervensi pemerintah Sehun-ah… ini adalah 'defense´ aku yakin suatu hari kalian akan mengerti atas putusan Yunho" ujar Zhoumi kalem.

"Kemana arah angin membawa disitulah kita berada seberusaha apapun kita menghindar… ini hanyalah masalah waktu…" ujar Yifan yang sedari tadi tidur-atau mungkin hanya sekedar tiduran dengan mata terpejam dan mendengarkan diskusi tadi-

~.~

Tao sedang termenung di ayunan. Sedaritadi Tao mencoba mencari Jongin tapi anak itu secepat angin berhembus, cepat sekali hilangnya. Meskipun secara teknis Jongin lebih tua beberapa bulan tapi Tao cenderung lebih dewasa dari Jongin. Ia khawatir anak itu membahayakan dirinya sendiri. Hingga Iphone 6 miliknya berdering pertanda bahwa ada telepon masuk.

'Dady Calling'

Tao tertegun dalam pikirannya apa appanya menelpon? Sebenarnya Tao cukup canggung akan situasi seperti ini, 17 (dikorea ditambah satu tahun umurnya) tahun hidupnnya ia hanya sesekali bertemu dengan appanya saat appanya berkunjung ke Inggris. Dan untuk gegenya, Tao sering bertemu semenjak ia bergabung dengan CIA tapi itu hanya sebentar saat kakaknya memutuskan resign dan memilih menghabiskan seluruh hidupnya dengan pujaan hatinya. Lagipula agak canggung jika seseorang yang notabenenya seorang Perdana Menteri menelponmu kan?.

"Yeobbeoseyo…?"

"Ah! Uri Baby Panda!"

"Nde…Dad?" ujar Tao sedikit sangsi saat mengucapkan kata 'Dad'

"Heish, apa kau tidak merindukan dad hm? Kamu juga tidak merindukan Lu-ge?" Tao sedikit tersenyum berkat celotehan appanya. Sifat appanya yang humoris membuat Tao sedikit nyaman dan hal itu pula diturunkan ke gege satu – satunya,

Huang Lu Han.

"Ya dad, aku merindukan kalian. Sangat. Habis mau bagaimana lagi aku ke sini juga karna pekerjaan"

"Aigo~ anak berumur 17 tahun sudah membicarakan pekerjaan? Dulu zaman dad berumur 17 tahun dad hanya memikirkan bagaimana caranya mengoleksi video yadong, gegemu diumur segitu? Dia hanya memikirkan bagaimana mencari pacar baru hahahaha" tawa renyah sang appa membuat Tao terhibur sedikit. Hey mana mungkin seorang Perdana Menteri secara blak – blakkan berbicara tentang masa lalunya yang nakal? Bagaimana jika handphone appanya disadap oleh pihak lawan? Appanya memang benar – benar ceroboh.

"Itu karna dad dan Lu-ge sama, aku kan sama seperti mom. Jadi diumurku yang sekarang aku harus memikirkan masa depan kkk" ujar Tao terkekeh ditaman yang sudah sepi tersebut, dia masih sibuk menggoyangkan ayunan yang ia duduki pelan – pelan.

"Dad senang kau kemari panda… betapa frustasinya dad dulu melihat kau lebih dekat dengan Davidian dibanding dad… dad bahkan sampai menangis didepan haraboeji dan halmoenimu"

Tao terdiam sejenak dan menghentikan aktifitasnya mengayunkan ayunannya. Pikirannya jauh ke belakang meningat pertemuan pertamanya dengan dadnya. Disaat itu dia sangat ketakutan dan bersembunyi dibelakan Sir Davidian, cuman memang tingkah dadnya yang konyol,humble serta humoris membuat Tao kelama – lamaan nyaman dekat dengan dadnya.

Bagaimanapun ikatan darah tak bisa diputus.

"Karna waktu itu muka dad mengerikan sekali untukku diumur segitu kkk" ujar Tao mencairkan suasana yang sempat membeku.

"Dad senang sekali melihatmu sekarang,jauh lebih baik dari pertama kali dad melihatmu terbaring dengan berpuluh – puluh alat medis menempel di tubuhmu. Rasanya dad gagal menjadi seorang appa sekaligus sebagai seorang suami" curhat ayahnya membuat Tao entah mengapa meneteskan air matanya mengenang pertama kalinya ia bertemu keluarganya semenjak ia lahir kedunia.

Juga untuk melihat pertama kalinya secara sadar melihat eommanya yang sudah tak bernyawa.

"Waktu itu dad bahagia sekali melihat dirimu untuk pertama kalinya. Dad melihat betapa cantiknya dirimu setelah mewarisi gen momy mu. Sekaligus kesedihan yang paling mendalam bagi dad karna kehilangan separuh jiwa dad…hiks… disaat kritis pun mom mu meminta agar kau diselematkan lebih dulu Tao, disaat ia juga mengalami pendarahan dia masih memikirkan menyumbangkan darahnya untukmu…hiks" isakan kecil yang lolos dari mulut appanya terdengar di telepon Tao membuat tangisan Tao makin deras meski anak itu membekap mulutnya kuat – kuat dengan tangan kirinya agar isakannya tak terdengar.

"Mom…adalah…eomma…yang…baik…" ujar Tao dengan jeda di tiap perkataanya untuk mengatur nafas agar tak terdengar sedang menangis.

"Aku bahagia terlahir dari keluarga yang hangat seperti keluarga dad…" ujar Tao menyudahi tangisnya dengan senyuman kecil yang tulus.

"Dad juga senang dikaruniai dua malaikat yang sangat sempurna. Dad senang permintaan dad dipenuhi oleh Presiden"

Huh?

"Oh~~ jadi dad biang keladi dari semua yang terjadi padaku dan Jongin? Dad sengaja menyuruh Presiden Kim mendeportasikan kami ke Korea Selatan dan meliburkan kami berdua ditengah kasus pertama kami disini? Yak dad! Waeyo!?~" ujar Tao kesal tanpa sadar suaranya seperti tengah merajuk dan memajukan bibirnya beberapa centi.

"Ah~ daddy ketahuan ya hahaha. Lagipula dad kesal padamu sayang, pulang bukannya bertemu keluarga malah tinggal di rumah dinas. Apa sebegitu miskinnya dad sampai kamarmu sendiri tak mau kamu tinggali huh?"

"Kkk aniya~~ nde~ nanti aku akan kesana" ujar Tao tersenyum.

"Datanglah besok kemari,haraboji dan halmoni mu benar – benar ingin melihatmu setelah 11 tahun tidak bertemu. Lu-ge mu juga ingin mengenalkan calonnya padamu, kau tahu kan setiap kali gegemu punya pacar ia akan meminta pendapatmu yang dikiranya sangat penting itu. Dan lagi kita harus mengadakan konprensi-pers untuk menyatakan kepulanganmu ke Korea. Kau tau banyak yang bertanya seberapa cantik putra bungsu Huang ke dad tau?"

"Ya dad aku akan datang kesana dan katakan pada kolega dan menteri – menteri disana bahwa anak seorang Perdana Menteri Huang Jin Ki tidak lebih dari seorang namja culun"

"Aigo~ para hati anak kolega dan menteri bawahan dad pasti akan sedih mengetahuinya kkk. Jangan lupa untuk menginap Tao-er, seminggu lagi peringatan kematian eomma-mu" Tao terdiam kebingungan dan melihat jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.

April, 26th 2015.

Eommanya wafat pas dihari ulang tahunnya. Ah benar tinggal seminggu lagi, mengapa ia sampai lupa waktu begini?

"Dad tebak pasti sekarang kau sudah pikun dengan waktu"

"Duibuiqi dad akhir – akhir ini aku banyak pikiran. Ya aku akan menginap dan mengajak Jongin"

'Mengajak untuk menyelesaikan kasus itu dengan cara kami sendiri'

"Baguslah begitu. Karna 2000 team juga akan datang saat peringatan kematian momymu"

"Ya dad, aku tutup dulu telponnya. Annyeong"

PIP
Dan sambungan pun terputus.

"Jika dengan kasus ini aku bisa bertemu dengan Soohyun hyung, berarti tidak menutup kemungkinan aku akan bertemu dengan samchon…*paman*" ujar Tao menerawang melihat wallpaper iphone 6 miliknya.

Disana seorang namja yang punya raut wajah yang mirip wajah anak kucing tengah terbaring duduk diranjang rumah sakit didampingi seorang namja dan anak laki laki berumur 9 tahun. Namja berwajah kitten tersebut tampak sedang menimang seorang bayi kecil yang sangat rapuh. Disana mereka semua tampak tersenyum bahagia. Terlihat sekali dipojok kanan bawah foto yang dijadikan wallpaper tersebut tertulis :

'May, 2nd 1999. 2nd Huang's Son'

"Mom…aku akan melaksanakan perintahmu mom… tolong doakan aku dari surga sana. Let me finish this cruel fate…" ujar Tao sayu.

Handphonenya berdering kembali dan langsung memunculkan tulisan 'Bear Jong Calling'.

Eh? Jongin?

"YAK JONGINAH! NEO EODIG-"

"Annyeong haseyo, chogi Alex Kim imnida. Saya bartender"

Ucapan Tao terputus –atau lebih tepatnya teriakannya- karna dipotong oleh suara bass khas namja dan dentuman music khas PUB.

Eh? PUB?

"Ah, geuraeyo? Waeyo?" ujar Tao

"Nde. Saya memencet speed dial asal dan di nomor 5 bahwa itu adalah nomor anda Sir, Pemilik handphone ini tengah mabuk berat. Bisakah anda menjemputnya?"

MWOYA!? MABUK!?

Setau Tao, Jongin anti minuman keras. Kenapa tiba- tiba ia bisa mabuk?

"Ah Nde bisakah kau beritahu dimana aku bisa menjemputnya?" ujar Tao sambil berlari kepinggir jalan menyetop taksi. Untung dia masih memakai pakaian penyamaran alias pakaian barista cafe –kemeja putih digulung sampai siku, celana bahan berwarna hitam dan sepatu sneakers putih- dan kacamata culun canggihnya masih terpasang apik.

"Emerald Star Club. di lantai 5 anda langsung kearah meja bartender" ujar suara yang mengaku Alex Kim itu bersamaan dengan Tao yang sudah masuk kedalam taksi, Taopun menutup handphonenya dengan tangan dan bertanya pada sang supir.

"Ahjussi, anda tahu Emerald Star Club?"

"Yang bernama seperti itu ada tiga, yang didaerah mana?" ujar sang supir membuat Tao menempelkan handphonenya kembali ke telinganya.

"Alex-shi, bisakah kau beritahu lebih terperinci alamatnya?"

"Dipesisir daerah Myeongdong, district 10 nanti anda menemukan gang kecil yang memiliki plang kecil berbentuk Emerald berwarna hijau. Jika sudah menemukannya anda tinggal masuk kegang tersebut mentok lalu belok kanan lurus terus lalu belok kiri disana anda akan menemukan penjaganya"

"Oke. Ghamsahamnida, tolong jaga teman saya sementara waktu"

"Didaerah Myeongdeong pak, District 10" seiring berjalannya mobil, Tao duduk dengan gelisah.

Kim Jong In, You Are In Trouble Now!

~.~

Tao membayar taksi dan sampai di district 10. District ini seperti district tertinggal karna jaringan sinyal internet dan telepon kacau disini, dan lagi district ini sepertinya tidak dialiri Listrik. Taksi juga hanya bisa masuk sampai depan district ini saja karna begitu masuk kedalam hanyalah gang kecil yang hanya bisa memuat 5 orang dewasa yang berjalan kaki.

Meski district ini kosong melompong di lahan parkir district ini banyak sekali jajaran mobil mewah. Ini membuat Tao semakin bingung bagaimana bisa Jongin terdampar di tempat aneh seperti ini?. Dan tidak sampai disitu saja, dia menemukan Voclon dan salah seorang namja yang tidak Tao kenal namanya. Ia pun memotret namja tersebut berharap terlihat jelas nanti. Dia pun mencari salah satu nomor dikontak handphonenya dan menelponnya sambil bersembunyi dibalik salah satu mobil sambil memperhatikan gerak gerik target.

"Yeobeoseyo hyu-"

"Yak Tao! Kau tidak lihat ini jam berapa hah!?" kini orang yang ditelpon Tao marah – marah. Tao pun melihat jamnya.

21.00 KST

"Pukul 9 malam waeyo?"

"Yak Pabbo! Kau pikir aku di Seoul hah? Aku di Washington D.C dan sekarang pukul 9 pagi! 9 pagi!"

Oh Tao sedang membangunkan macan rupanya jika hari ini hari jumat berarti disana hari sabtu. Hari libur. Hyungnya satu ini paling benci jika tidurnya diganggu kalau bisa hyungnya ini inginnya bangun pukul Sembilan malam jika dihari weekend begini

"Mianata Kyran hyung aku sedang banyak pikiran aku telah mengirimkanmu beberapa foto yang isinya terdiri dari dua orang, kau hanya perlu mencari biodata dari seseorang yang memakai kemeja hitam dan jeans biru yang mengenakan topi berwarna hitam polos. Tolong selidiki dia untukku hyung dan jangan beritahu 1004 Team"

"Foto yang kau kirim terlalu redup hanya satu yang bagus ketika mereka berdua berdiri diatas lampu jalan dan muka orang yang kau cari tidak begitu kelihatan"

Mendengar tutur sang hyung yang cukup frontal Tao pun melihat kearah mereka dan menemukan mereka berdua masih bersilat lidah, hal ini cukup membuat pipinya memanas

"Ekhem, lalu kau bisa mencari datanya?"

"Akan kuusahakan tapi kemungkinannya kecil berhasil. Kau tahu susah menganalisa berjuta – juta muka manusia di bumi ini hanya melewati sebuah muka tampak samping yang tidak begitu bagus resolusinya. Lagian kenapa di tempat gelap sih? Dan juga mengapa tidak diberitahu oleh 1004 team? Kau berencana menghianati team mu sendiri?"

Hipotesis Kyran membuat Tao memutar bola matanya bosan.

"Aku tidak berkhianat hyung. Mereka mendepakku dan Jongin dari kasus yang sempat kau cari datanya itu jika diceritakan sangat panjang, nanti saja jika kalian datang ke Korea. Oh ya bagaimana dengan keakuratan data yang di print Joonmyeon hyung?"

"Aku telah mencari seluruh data rumah sakit di seluruh Korea Utara bahkan hingga kepuskesmas maupun dukun beranak. Hasilnya tidak ada satupun bayi yang lahir tangal 1 Januari 1991 yang bernama Jung Voclon atau Voclon Jung baik laki – laki maupun perempuan. Hei jika nanti aku ke Korea panggil nama asliku. Aku tidak ingin orang tau nama asing dan W.N ku"

"Nde Cho Kyuhyun-shi~" ujar Tao kesal dihadiahi kekehan dari Ran yang bernama Kyran Cho alias Cho Kyu Hyun.

"Jadi data itu tidak akurat?"

"Tidak sepenuhnya tidak akurat. Kelemahan dari database CIA adalah mereka mengambil profile berdasarkan catatan sipil dari Negara yang mereka ambil/tuju/pegang . berdasarkan catatan sipil Korea Selatan tertera nama Voclon Jung tapi berdasarkan catatan sipil Korea Utara tidak ada yang bernama Voclon Jung"

"Ini jadi semakin rumit…" Keluh Tao dan jujur saja adegan Voclon dengan namja yang sedang dicari Infonya itu semakin 'panas' saja. Tubuh Tao entah mengapa memanas.

"Jangan panggil aku Ran jika aku tidak dapat berlari sesuai dengan W.N ku itu. Aku mencari akte kelarihan di Korea Utara atas nama Sammy Jung dan Tsunemori Hirata dan ada dua anak yang memiliki wali yang sama atas kedua nama tersebut, dua duanya sama – sama perempuan. Yang satu bernama Jung Jae Il dia lahir pada 25 Desember 1989 dan satu lagi bernama Vallerine Jung dan ia lahir tepat pada 1 Januari 1991. By the way, orang yang kau cari infonya bernama Go Hee Shin umur 25 tahun dia lahir pada tangal 10 April 1990, golongan darah AB dia merupakan seorang teknisian yang dipesan khusus oleh seseorang bernama Jeremy Kim untuk menjadi teknisian seorang Voclon Jung"

"Jadi memang benar dia seorang Robot? Lalu diantara mereka mana yang kemungkinan adalah Voclon?" ujar Tao sambil mengikuti mereka yang rupanya masuk kedalam PUB yang sama dengan tempat yang ingin Tao kunjungi. Selagi Tao mengintai dan menyimak ia mengingat – ingat nama Go Hee Shin karna Tao merasa ia familiar dengan nama itu

"Yang kemungkinan? Sama sekali tidak ada. Yang satu sudah meninggal yang satu sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak. Tapi memang aku mencurigai yang meninggal tersebut. Ia dikabarkan meninggal dalam kecelakaan lalu lintas pada 25 Desember 2009 di Seoul, Korea Selatan. Ia adalah korban tabrak lari. Selebihnya tak ada hasil visum lebih jelas dari yang lain jasadnya dimakamkan ditanah kelahirannya Pyongyang, Korea utara. Dan jika kau bertanya apakah Voclon seorang robot jangan tanya padaku karna aku tidak tertarik aku justru lebih tertarik pada siapa sebenarnya Jeremy Kim ini. Karna dia semacam tidak tersentuh tidak ada satupun database dari berbagai negara yang menyatakan atas nama Jeremy Kim"

"Ini akan semakin sulit. Tolong kirimkan profil tentang Go Hee Shin, Jung Jae Il dan keluarga, Vallerine Jung, Sammy Jung dan Tsunemori Hirata versi orang tua Vallerine Jung dan versi orang tua Voclon Jung. Dan satu lagi hyung cari tau perkembangan tentang Jeremy Kim tersebut dan beritahu aku, dan Jika kau akan melapor pada teamku cukup jawab seadanya saja untuk hal – hal yang mereka perlukan dan tanyakan, dan satu lagi jangan bocorkan apapun tentang Go Hee Sin. Gomawo hyung ghamsahamnida"

"Yak Huang Zi Tao kau berhutang penjel-"

PIP

Dan sambungan diputuskan secara sepihak oleh Tao. Ia segera masuk kedalam dan dicegat oleh dua orang penjaga berbadan kekar.

~.~

"Lima"

"Huh?" Tao kebingungan

"Un-correct. Pass. Tujuh" ujar penjaga itu membuat Tao kebingungan.

"Chogi , saya seorang driver yang ditugaskan menjemput salah satu orang didalam sana. Mohon izinkan saya masuk"

"Un-correct. Pass. Last. Satu"

"EMPAT!" ujar Tao kesal karna dia seperti bicara dengan seorang robot.

"Correct. Silahkan masuk"

Tao melongo sendiri, padahal tadi dia menyebut angkanya asal. Tapi itu bukan menjadi pikirannya sekarang ia segera masuk dan betapa pusingnya dirinya melihat khalayak umum saling bercumbu bahkan bertelanjang di pinggiran dan dipojok ruangan ini dan banyak orang yang menggerakan badannya liar di dancefloor. Langsung saja Tao kelantai lima. Situasinya tidak seramai yang dibawah tapi disini cukup ramai meski teratur. Entah bagaimana menjelaskannya yang penting disini bagi yang ingin melakukan 'intim' mereka langsung menuju bilik – bilik yang disediakan disini. Dan lagi disini khusus untuk stripease, Tao bisa melihat di pole ada sepasang penari stripease sedang bergelayut disana, yang menjadi tujuan utamanya adalah Jongin. Laki – laki itu benar hangover ketika Tao menemukannya terduduk di meja bar dan menjadi pusat perhatian.

Fyi, Tao baru menyadari ini bar khusus kalangan artis karna dari lantai 1-5 yang Tao temui hanyalah kalangan Artis yang tidak terkenal sampai terkenal. Pantas saja club ini dibuat 'se-invisible' mungkin sampai masuk harus punya kata sandi segala.

"Hik~ Ugh kau tau Alex-shi? Namja itu menyebalkan sekali! Rasanya aku sebal mendengarnya! Hik~ dia bilang aku gendut jelek dan hitam ugh~ dia tidak tau saja bahwa aku pandai menari dasar panda menyebalkan! Hik~ mentang – mentang dia lebih memikat, menggoda dan lebih seksi dariku! Padah Hik~ hal aku juga tak kalah seksinya dari dia! Dia selalu dikelilingi namja tampan meski ia berpakaian culun. Kau tahu! Diantara namja tersebut yang paling psikopat adalah Jas… sufS! $#w^#w%*e!MPFTTFT!" celotehan Jongin terhenti karna Tao langsung membekap mulutnya tersebut sebelum Jongin berbicara yang lebih jauh.

Tao tidak tau saat mabuk Jongin jauh lebih 'mengerikan'.

"Ah annyeong haseyo nan Gi Neul imnida. Saya orang yang anda telpon tadi. Maaf datang terlambat saya sedikit kesasar tadi. Kalau boleh tau dia tadi berbicara apa saja?" ujar Tao mengantisipasi jika Jongin justru membongkar semuanya.

"Ah dia berkata bahwa Albert Einstein sebenarnya hanyalah tokof fiktif belaka dan Sherlock Holmes adalah nyata, katanya dia bahkan pernah bertemu dengan Holmes, dia berkata dia punya seorang yang sudah dianggapnya adik dan dia begitu kasihan karna dia dan orang itu dipecat dari CIA. Selebihnya yang anda dengar tadi"

"Hahaha dia memang suka mengada- ngada maafkan teman saya ini. Sekali lagi neomu jeongmal khasahamnida saya pamit pulang dulu" Tao terkekeh dipaksakan dan segera ingin cepat pulang sebelum Jongin kembali berulah.

BRUK

Tiba – tiba saja tubuh Tao dihempaskan oleh Jongin hingga Tao menubruk meja bar.

"Ahh…." Rintihan kecil keluar dari bibir Tao ketika mencoba berdiri dengan kondisi pinggangnya yang mungkin saja sudah remuk.

"Jayden Kim…" desis Tao kesal.

"MWOYA! MENGADA – NGADA YAK TRACE! KITA BENAR – BENAR DIPECAT! APA KAU TIDAK TAU HUH! KITA DINONAKTIFKAN SECARA SEPIHAK ITU SAMA SAJA DIPECAT! DAN LAGI MANA BUKTINYA KALAU CIA ITU BADAN INDEPENDEN! AKU YAKIN TEAM ANGEL ITU BERNAA TEA DEVIL! KAU YANG JUSTRU MENGATAKAN BAHWA AKU HITAM JELEK DAN GENDUT! MARI KITA BUKTIKAN!" ujar Jongin teriak – teriak membuat seisi bar dilantai lima tersebut diam memperhatikan mereka berdua. Jongin berjalan sempoyongan ke arah stage dimana penari tadi berstripease ria.

'Sial' rintih Tao dalam hati. Untuk situasi urgent seperti ini Tao tidak mungkin menggunakan handphone terlalu mencurigakan. Dia panik sekarang dan tidak bisa menghubungi siapapun.

'Kacamata!' pikir Tao. Ia masih beruntung ia masih menggunakan Kacamata yang ia pakai tadi pagi untuk menyamar dia langsung mengaktifkan dial dan berharap salah satu dari Chanyeol, Kibum, dan Baekhyun masih memakai alat komunikasi mereka karna jika tidak matilah Tao.

"Ada yang mengaktifkan alat koordinasi. Yak nugu-"

"Siapapun kalian yang mendengarkan ini dengarlah baik – baik. Ini aku HZT. Aku dan KJI sedang dalam situasi darurat kami harus keluar dari sebuah tempat bernama Emerald Star Club yang berada di pinggiran Myeongdong District 10. Itu adalah club khusus untuk artis dan jika ingin masuk kalian diberi kode yang sampai sekarang belum bisa aku pecahkan. Kami hanya bisa bertahan sampai 15 menit jadi segeralah bergerak karna lewat dari pada itu HZT dan KJI akan segera berakhir" dan dalam satu tarikan nafas Tao mengucapkan itu secara cepat disaat semua orang terfokus pada Jongin yang sedang mengcover dance After School – First Love. Tao tidak tau siapa yang aktif tadi karna sedang diburu kepanikan. Tao masih menatap awas dan duduk di kursi bar tempat tadi ia menemukan Jongin dan menonton si pelaku yang masih asik dengan dunianya dan membiarkan semua yang ada dibar itu yang kesemuanya adalah namja menatap lapar dan 'liar' kearah Jongin.

'Ini akan menjadi malam yang panjang' keluh Tao sambil mengambil handphone Jongin yang terpental tadi.

~.~

"Kau belum membayar tagihannya, kitten" ujar sang Bartender tersenyum sok memikat –dimata Tao- orang itu memiliki postur tubuh yang sama dengan actor Kim Woo Bin namun bertato di lengannya dan juga tubuhnya cukup berisi dan berbentuk. Anyway karna tampilan Tao yang acak – acakan membuat ia terlihat bad boy yang seksi.

Dan Tao menyadarinya ketika sang barista memanggilnya dengan sebutan 'Kitten'. Tao benar – benar merutuk Jongin dengan sumpah serapah yang dimilikinya karna membawa Tao pada situasi yang sulit.

"Ah, namaku Gi Neul bukan kitten. Totalnya berapa?"

"Gi Neul atau Trace cantik? Anyways totalnya 100.000 won."

Tao langsung terbatuk.

Bukan karna ia dipanggil cantik, melainkan terkaget – kaget mendengar tagihannya. Ia langsung mengecek billnya dan kaget melihat daftar minuman yang sangat amat asing di telinganya.

"Tequilla, Bloody Mary,Martini,Sna ke Bite, Michelada, bla…bla…bla… what on earth!"

"Kalau kau tidak punya uang aku dan namja yang disebelah sana bisa meng-handle bill tersebut" ujar bartender yang ia ketahui bernama Alex Kim tadi memandang dirinya dari atas ke bawah dengan nakal dan menggoyangkan kepalanya kearah kumpulan namja yang Tao ketahui merupakan kumpulan Boyband yang Tao akui memiliki wajah 'High Profile' sedang mengangkat red winenya tinggi – tinggi ketika wajah Tao bertubrukan dengan mereka seakan – akan berkata 'come to your highness darl'.

Tarik nafas.

Buang.

Tao mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang 100.000 won ke atas bill meja tersebut.

"Terima kasih atas bantuannya tapi aku masih punya sedikit tabungan"

"Wow tabunganmu cukup banyak juga ya bahkan aku melihat ada 3 black card didompetmu" ujar Alex tadi jahil yang sesungguhnya penasaran dengan sosok bernama Gi Neul atau Trace ini.

Yah dia akui Tao cukup memikat meski dengan kacamata culunnya tersebut.

"Itu warisan"

"Berarti anak orang kaya ya?"

"Sederhana saja"

"Tidak percaya"

"Terserah."

"Anyway, kalian benar – benar bekerja di CIA?" mendengar pertanyaan yang meluncur dari mulut Alex membuat lidah Tao sedikit kelu dan ini terbaca oleh Alex.

Hei bagaimana mungkin Tao menjelaskan jati dirinya sedangkan peraturan mutlak seorang agen CIA adalah bahwa mereka tidak boleh membocorkan apapun tentang diri mereka?

"Wah…wah…wah sepertinya gaji di CIA benar – benar 'tebal' rupanya sayang sekali kalian dipecat dari sana. Mengapa kalian dipecat Trace? Itu pasti nama samaranmu"

"Aku bukan anggota CIA seperti yang kau lihat aku hanyalah seorang barista cafe dan namja yang mabuk tadi hanya pegawai biasa"

"Tidak percaya"

"Terserah" ujar Tao menimbulkan kekehan dari Alex.

"Kalau boleh bertanya kau kenal dengan Go Hee Shin?"

"Aku dapat apa jika aku memberikan seluruh informasiku?"

Tao memejamkan matanya erat sambil merutuki si Alex ini.

"Kau boleh bertanya apapun padaku juga"

Ucapan final Tao dihadiahi tepuk tangan riuh karna Jongin sudah selesai dengan ajang 'bakatnya' sudah lewat 15 menit dan tidak ada siapapun yang menyelamatkan mereka.

"Go Hee Shin adalah kekasih Voclon Jung. Mereka sering melakukan sex disini. Mereka berdua gay"

Fine. Bakat Tao sebagai seorang penyamar dipertaruhkan disini. Jika tak ada yang membebaskan mereka jadi ia harus membebaskan dirinya sendiri.

"Info yang menarik" ujar Tao lalu menarik Jongin dengan secepat kilat dan kasat mata ia memukul tengkuk biang masalah itu untuk mengunci seluruh pergerakannnya –antisipasi jika Tao didorong atau mungkin dibanting- dan membawa mereka keluar.

Sayangnya itu tak segampang yang Tao pikirkan. Rupanya namja – namja disini terpikat akan 'keseksian' seorang 'Kim Jong In'.

"Hey pestanya bahkan belum dimulai" ujar seseorang yang beranjak berdiri Tao kenal dia. Jun K, member 2PM. Tao hanya menghela nafas kesal.

"Maaf sekali tapi kami berdua tidak terlibat dengan pesta ini" ujar Tao kalem

"Hey kau manis juga, jangan galak – galak begitu dong temanmu yang satu ini sepertinya bersedia melewati 'malam panjang' bersama kami. Apakah kau mau juga?" ujar seseorang yang Tao kenal bernama Seungri, member Bigbang. Tao merutuk dengan lirih para 'boyband keparat' menurutnya tersebut.

Entah Dewi Fortuna dipihaknya atau tidak Chanyeol tiba – tiba datang dan mengambil Jongin dari badannya yang sudah remuk tersebut.

"Dia namjachinguku. Maaf kawan – kawan" ujar Chanyeol lalu melumat bibir Jongin lembut setelah sesaat ia mengambil badan Jongin dari rengkuhan Tao.

"Eungh…" itu erangan Jongin yang seenak jidatnya justru memeluk leher Chanyeol erat.

"See? Dia namjachinguku ayo pulang pretty"

Tao bingung harus berterima kasih atau malah mencak – mencak gak karuan ketika Chanyeol menggendong Jongin ala koala dan menariknya keluar dari tempat terkutuk itu.

Intinya dia masih Shock.

~.~

Tao mematikan keran shower kamar mandi yang berada di kamarnya dan keluar menuju arah lemari mengambil celana dalam, hotpans serta sweater rajut selutut berlengan panjang berwarna cream yang ada hooedinya ia pun memakai kaus kakinya kala dia merasa dingin ketika menyentuh lantai dan memakai sandal hangatnya yang berbulu bermotifkan panda. Dan baru beberapa langkah berjalan sambil mengeringkan rambutnya yang basah ia tak sengaja menyentuh sesuatu yang menghalangi jalannya.

Seoongak bantal tergeletak tidak elit di lantai kamarnya.

Sontak saja ia melihat kea rah kasur melihat Jongin yang sedari tadi masih hangover.

"Popohe~~popohe~~popohe~~(cium aku) hehehe…" ujar si biang keladi yang telah berguling kesana kemari sambil mengacaukan kasur Tao.

"Yak! Jeongmal! Heish Jayden Kim!" ujar Tao sambil melempari antal dan guling yang berjatuhan dilantai kearah Jongin. Sambil mencak – mencak dan mengacak rambutnya sendiri.

"MICHIN! (gila)" ujar Tao teriak.

~.~

Setelah melepas dasi,jas dan celana bahan khas jas seragam CIA, Tao membiarkan kemeja dan boxer bermotif polkadot menempel pada tubuh Jongin dan melepas dua kancing teratas kemeja Jongin dan menyelimutinya. Ia turun kebawah dan berjalan kearah pantry mengambil beberapa botol air mineral.

Dengan begini ia bisa rileks sebentar.

~.~

Tao menyilangkan kedua kakinya di sofa ruang TV sambil jari tangannya bergerak lincah diatas latopnya yang terduduk apik di meja persegi yang terbuat dari kayu yang tingginya setara dengan dudukan sofa. Ia membuka email melihat apakah ada email masuk dari kyuhyun namun ternyata belum ada. Ia menghela nafas sambil memikirkan kejadian di PUB berulang – ulang, ia ngeri sendiri membayangkannya.

"Aku akan tanya alasan Chanyeol hyung melakukannya nanti" ujar Tao ia pun menyalakan TV sambil meminum botol mineral yang ia ambil dari kulkas tadi

"Perdana Menteri Huang Jin Ki secara resmi akan memperkenalkan putra bungsunya kekhalayak umum sekaligus calon istri putra pertamanya Huang Lu Han. Menurut kabar yang beredar kali ini pesta kembalinya sang putra ke dua akan lebih meriah dari pesta penyambutan yang pertama"

Oh jadi appanya juga melakukan pesta penyambutan? Ia hanya mengganguk ria sambil meneguk airnya kembali sambil memfokuskan kearah TV menampilkan juru bicara Presiden yang diwawancarai

"Kali ini menurut ramalan para tetua adat, putra bungsu Perdana Menteri Huang adalah bulan yang ditunggu – tunggu oleh Negara. Dikalangan kerajaan (anggap saja Korea masih memakai system pemerintahan semi-presidensial) sendiri bulan identik dengan bayangannya dari itu kami sudah mempersiapkan penyambutan jauh lebih meriah kami juga mengundang seluruh artis dan rakyat Korea Selatan untuk berpesta bersama"

BRUSHHH

"Uhuk! Artis!? Itu artinya aku dan Jongin dalam masalah!" ujar Tao menyemprotkan air yang ada dimulutnya keluar bahkan menciprati laptopnya.

Ah bagaimana nanti jika salah satu artis yang datang seperti Bigbang atau 2PM?

Huang Zi Tao

Kim Jong In

Kalian dalam masalah besar.

To Be Countinued


Author's Note : Hola! lama tidak berjumpa hehehe masih kenal dengan saya? tuh di chap ini sudah diselipin momen -ekhem- menjurus -ekhem - m versi chankai. bagi yang bertanya RAN itu siapa sudah terjawab bukan bahwa dia adalah Kyuhyun yang bekerja sama dengan Kibum -soon they will be a couple- dan bagi yang bertanya Lyn adalah Joonmyeon atau Suho yap kalian benar! hehehehe. lalu yang menyangka Jason Kim adalah Jonghyun SHINee juga benar -padahal rencananya mau dibikin misterius QAQ- disini untuk pemeran figuran Alex Kim, saya benar - benar belum tau kira - kira mengimagine kan dia seperti siapa untuk sementara ini bayangkan saja Kim Woo Bin yang punya tatto dilengan yang mirip dengan tatto ala exo overdose,call me baby, dll saat tampil live/?

dan jangan lupa review! review kalian penambah semangat saya QAQ

akhir kata,

tetap lestarikan fanfiction!/?