Ten Years Ago

2nd May 2003

Seoul Hospital, South Korean

VVIP Room's

Huang Jin Ki atau yang biasa dipanggil Onew menatap lewat jendela kamar ruang inap istrinya disana terbaring dengan lemah sesosok manusia yang telah memberikannya dua malaikat untuk ia pelihara dan jaga.

Namun ia gagal.

Gagal sebagai sebagai seorang ayah dan seorang suami.

Ia masuk kedalam memperhatikan tubuh ringkih istrinya yang pucat. Bagaimana bisa orang itu melakukan hal sekeji ini kepada istri dan anak bungsunya? Dosa besar apakah yang ia buat terhadap orang itu? Sampai sekarang ia masih belum mengerti.

"Yeobeo…" suara halus membangunkan Jin Ki dari lamunan panjangnya. Dihadapannya sang istri tersenyum dengan getir.

Dalam diam keduanya sama – sama mengalirkan air mata entah karna takdir yang mempermainkan mereka atau penyesalan akan sebuah dosa.

~.~

Jongin terbangun dengan kepala cukup pening dia menemukan seisi kamar hancur seperti selimut, bantal, guling, bakan seprei kasur yang setengah tersingkap. Kamar bernuansa putih gading dan biru langit ini tampak hancur seketika namun ada satu hal yang aneh…

Jongin tidak pernah menyukai warna monokrom dan soft dan lagi kemarin kamarnya bercat coklat kayu dengan sedikit sentuhan wallpaper bertema vintage. Ini bukan kamarnya ini kamar…

"Sudah bangun Kim Jong In? bagaimana semalam tidurmu huh?" dan disana seorang laki – laki memakai jeans denim selutut berwarna biru laut dipadu dengan kaus lengan panjang berwarna putih bertuliskan 'SEOUL' dan sepatu converse berkulit jeans yang senada dengan celananya dan tak lupa kacamata berframe besar terpasang apik di kedua matanya, berdiri sambil berkacak pinggang.

Dia Huang Zi Tao.

Sang pemilik kamar yang kamarnya sudah dihancurkan oleh Kim Jong In.

Tamatlah nasibmu nak…

~.~

Jongin turun ke meja makan setelah membersihkan dirinya. Ia hanya memakai sweater berhoodie menjuntai hingga ke bawah lututnya yang berwarna coklat muda dengan gambar tokoh Rillakuma juga hoodie bertelinga tokoh tersebut yang menyatu dengan sweaternya serta sandal bertali casual.

Ia menghampiri Tao dan duduk di meja makan dengan muka murung dan kuyu. Hal yang selalu ia lakukan agar kesalahannya dimaafkan. Tao sudah hapal itu.

"Berhenti memasang muka jelek seperti itu, aku lelah melihatnya. Hari ini kita makan omelet dan segelas susu saja"

Sontak saja muka Jongin kembali berbinar.

Dan kini giliran Tao memasang muka sebal.

"Hey kita bukannya ke Istana Presiden?"

"Ralat rumah perdana menteri"

"Yah apapun itu. Kita tidak apa memakai baju seperti ini?" menyadari baju mereka kelewat santai.

"Tidak apa. Aku kan pulang kerumahku jadi wajar saja aku memakai baju santai. Masa bodo dengan wartawan" ujar Tao sambil memakan omeletnya lahap, Jongin hanya mengangguk saja.

"Oh iya, mengapa kamu bisa sampai PUB itu?" tanya Tao penasaran.

"Aku kesal dan tidak tahu mau kemana lalu aku melihat Jinhyuk yang kemarin kutemui ituloh yang-"

"Aktor dengan julukan eye candy yang sukses jatuh dalam pesonamu? Lalu" ujar Tao sebal mengingat semalam saat Jongin mabuk membawa – bawa namanya, feromon dan hal hal yang Tao anggap mengerikan. Jongin sendiri hanya menggaruk tengkuknya asal. Niatnya sih memberi tahu Tao karna anak itu benar – benar tidak mengenal apapun mengenai artis papan atas hingga papan bawah/?

"Dan akhirnya aku menemukan PUB tak terkenal dan tak masuk peta wilayah itu, karna aku sedang stress yasudah aku minum dan akhirnya hangover"

Jika Jongin sudah menagtakan Hangover percayalah dia tidak akan ingat apapun tentang ciuman, keluhannya saat ia mabuk, dan dia yang menari stripease. Jika sudah hangover ia akan lupa apa yang ia lakukan saat mabuk.

"Aku benar – benar berharap pesta perayaanku nanti mereka semua tidak mengenali aku dan terutama kau Jongin"

"Memangnya saat aku mabuk apa yang aku lak-"

"Kita harus mengepack pakaian selesaikan makananmu" ujar Tao meneguk setengah gelas susunya dan berlalu ke atas.

"Yak Huang Zi Tao! Yak! Aku ini sepupumu! Yak! Panggil aku hyung!" ujar Jongin terputus akibat sikap sang maknae yang dianggapnya tak pantas dimiliki oleh seorang anak perdana menteri.

Pada nyatanya mereka berdua masih 17 tahun…

~.~

CIA of South Korea

Sport Centre

[Fencing Hall]

Di ruang anggar terjadi pertempuran hebat antara dua pria tinggi keduanya memakai seragam yang membalut seluruh tubuh mereka terkecuali mata. Kedua pasang mata yang dimiliki oleh seorang predator yang mengintai mangsanya. Sudah empat puluh lima menit berlalu namun belum ada satupun yang mencetak nilai.

"Kau masih ingat apa kata pelatih huh?" ujar salah satu yang lebih tinggi sambil mencoba melakukan Head point kepada lawannya.

"Panggil aku hyung, bodoh!" ujar yang satunya lagi sambil mengayunkan pedangnya kayunya ke atas kepalanya sendiri untuk mencegah pedang lawan menyentuhnya kepalanya dan langsung mengayunkan kearah pinggang lawan.

"Hey kawan~ kita hanya beda setahun" jawab pemuda yang lebih tinggi, melihat mereka yang saling mengenal satu sama lain membuat pertarungan ini semakin intens.

Lalu pemuda yang lebih tinggi memutar balikkan tubuhnya berlawanan dengan arah pedang lawan dan kembali menyerang pinggang lawan. Sayangnya pemuda yang lebih tua menghalau pedangnya lebih dulu dan mencoba mengenai kepala lawan yang sayangnya lebih dulu meloncat keatas seakan – akan ingin melakukan serangan pada kepala namun begitu sampai dibawah ia memutar badannya seperti spiral dan menyelengkat kaki pemuda yang lebih tua hingga ia terjatuh.

"Oneshoot. Three point. Aku menang, Yunho…hyung" ujar sang pemuda yang lebih tinggi melepas topengnya yang tak lain dan tak bukan sang Swordsman Jaehyun dan membantu Yunho berdiri yang juga ikut melepas topengnya.

~.~

"Lain kali kita harus bertanding dengan tangan kosong" ujar Yunho. Mereka berdua jalan keluar dengan balutan seragam yang mirip dengan taekwondo dengan peluh membasahi mereka membuat semua kaum hawa yang berada disana gigit bibir.

"Akan kuusahakan jika Judoku sudah membaik" ujar Jaehyun sambil berjalan kearah mesin minuman. Ia memasukkan beberapa koin dihadiahi dengan dua kaleng bir ringan, ia pun menuju kearah tempat dimana Yunho duduk rupanya mereka berdua di taman outdoor. Mereka berdua duduk di kursi taman melihat beberapa sunbae dan hobae mereka hilir mudik masuk gedung Training.

"Hyung, apa kau pikir Tao dan Jongin akan menyerah begitu saja? Ini kasus pertama mereka di Korea jelas pasti tidak semudah itu merelakannya. Apalagi mereka masih muda jelas semangat mudanya masih kental terasa"

"Kudengar dari Chanyeol kemarin Jongin bahkan sempat mabuk. Anak itu padahal bukan tipe seorang pemabuk mungkin susah diawal tapi akan mudah seiring perjalanan. Ini demi kebaikan mereka juga. Seorang anak Presiden dan Perdana Menteri… jelas mereka berdua jauh lebih ketat dijaga"

"Anyway, 2000 Team latar belakang anggotanya adalah seorang anak bangsawan…how funny" ujar Jaehyun sambil meminum bir kalengnya sekali teguk.

"Kajja kita ke kantin aku mulai lapar" ujar Yunho disusul Jaehyun yang beriringan pergi ke cafeteria kantor

~.~

Swimming Centre

Di kolam yang luas tersebut terdapat dua orang namja yang sama – sama tinggi sedang berenang bolak – balik sejauh 15m dengan jumlah 30 kali bolak – balik keduanya sampai digaris finish dengan waktu yang bersaman mereka bangkit dari kolam renang menampilkan six pack yang dimiliki keduanya, mereka menghampiri tempat duduk di pinggir kolam renang.

Disana terdapat dua pemuda yang sibuk dengan buku dan Ipad. Pemuda yang sibuk membaca buku tersebut memperbaiki posisi kacamatanya dan melemparkan bathrobe ke arah dua pemuda tersebut yang disambut dengan tangkapan yang sempurna.

"Nice catch…" ujar sang pemuda yang memakai headshet sambil jarinya sibuk berselancar di layar Ipad miliknya tanpa melihat ke ara tiga pemuda lainnya.

"bagaimana rekor kalian berdua?" ujar pemuda berkacamata –yang sama sekali tidak mengurangi ketampanannya- sambil menutup bukunya dan melihat kearah dua pemuda tiang tersebut.

"satu menit lain kali aku dan Yifan hyung akan memecahkan dibawah satu menit" ujar pemuda tinggi lain sambil memakai bathrobenya yang tak lain adalah Chanyeol.

"Aku sendiri menargetkan tiga puluh detik, too bad" ujar pemuda yang tak lain adalah Yifan sambil mengeringkan rambutnya yang sudah di cat berwarna hitam.

"Hey hyungdeul kalian semua tampak bagus dengan rambut warna hitam" ujar Chanyeol sambil terkekeh menampilkan grin smilenya.

"Ini karna kita jadi pengawas acara penyambutan putra bungsu perdana menteri jelas harus wajib berwarna hitam" ujar Kibum kalem.

"Dan lagi kita akan reuni dengan Luhan sunbaenim" ujar Zhoumi.

"Dimana yang lain?" ujar Kris sambil menyeruput jus jeruk kesukaannya.

"Jaehyun dan Yunho sedang di Fencing Hall, Yixing dan Sehun di Firing Range, Jongdae di Cafetaria, Kyungsoo dan Baekhyun entah kemana dan sisanya disini" jawab Kibum tanpa melepas pandangannya dari layar gadget miliknya.

"Oy hyung bagaimana dengan kasus Voclon?" tanya Chanyeol

"Dia memang positif robot, dan seseorang bernama Go Hee Shin itu bukan hanya seorang mekanis dari Voclon tetapi juga kekasihnya- … hey Chanyeol kau ada affair dengan Jongin?" sontak omongan Kibum mengundang perhatian Zhoumi dan Yifan.

"Maksudmu?" tanya Chanyeol, hey dia masih dalam fase pendekatan bukan?

Lalu kibum pun menunjukka layar Ipadnya dimana foto Chanyeol dan Jongin sedang berciuman dengan sangat amat intim.

GULP

"Jelaskan ini ke Yunho nanti" ujar Yifan lalu pergi disusul Zhoumi.

"Semoga kau selamat dari bogeman mentahnya" ujar Kibum berdiri sambil menepuk bahu Chanyeol dan ikut berlalu bersama Zhoumi dan Yifan.

"Yak! Yak! Chakaman! Heish kalian salah paham! Yak!" ujar Chanyeol sambal mengejar mereka bertiga.

Ini hanya perasaanku saja atau memang pasangan Chankai suka berteriak? Entahlah…

~.~

"Tuan passport anda sudah dipersiapkan atas nama Jeremy Kim. Anda akan mendapat undangan sebagai bintang tamu dari Agency KIM Ent. untuk menghadiri penyambutan putra bungsu Perdana Menteri Huang dan pengumuman tentang pernikahan putra sulungnya"

"Siapa saja yang ada disana nanti?"

"Para pejabat,staff, anak Menteri, dan kolega lainnya serta para rakyat Nyonya Jung"

"Kalau gitu persiapkan Nona Muda"

"Baik Nyonya."

Perempuan yang duduk di kursi dengan anggunnya sambil memegang gelas champagne tadi pun beralih kearah meja kerja dimana seorang pemuda yang dinamakan sebagai Jeremy tadi sedang menengok hujan sambil memegang gelas anggurnya.

"Akhirnya keinginanmu tercapai huh? Jeremy?"

"Ya tentu saja…" ia memberi jeda.

"Tunggu tanggal mainnya"

TO BE COUNTINUED


HOLA~~~~~

Sudah lama tidak berjumpa akhirnya setelah ngupdate Are You Naruko sama Uri Congcaenim bisa Update ini juga syukurlah /sujud syukur/

seperti biasa saya selalu meninggalkan jejak misteri/? so jangan bosen - bosen nebak dan jangan bosen bosen mati penasaran hingga gantung diri di pohon toge/?

ANNYEONG~~~