Sepanjang perjalanan Tao mendengarkan suara musik dari headphonenya dan menatap kearah jendela yang sedikit gerimis. Ia akan datang ke dalam rumahnya.
Rumahnya.
Semenjak insiden mengerikan itu ia tinggal dan menetap bersama Sir Davidian. Saat kembali ke Korea ia juga tinggal di rumah dinas. Ini membuatnya sedikit gugup, ia bertemu dengan gegenya tiga kali pertama saat kelulusan Universitas, masuk kedalam CIA, dan ketika gegenya datang menemuinya untuk mengatakan bahwa ia akan pergi ke China untuk menemui seseorang yang telah ia cintai, selebihnya mereka bertatap muka lewat telepon.
Entahlah meski umurnya sudah tujuh belas tahun ia masih menggangap asing keluarga Huang. Beda dengan Jongin, semenjak insiden itu orang tua bahkan kakaknya Jongin pindah ke Inggris untuk beberapa tahun agar dekat dengan Jongin sehingga saat libur semester saat kuliah Jongin ke Korea. Tentu saja ini membuat Tao sedikit cemburu kepada Jongin. Nasibnya tak sebagus Jongin ia bertemu ibunya sekali seumur hidup ketika ibunya meregang nyawa.
Sangat tidak mengenakkan.
"Kau gugup?" ujar suara berat yang serak milik Oh Se Hun. Apa aku lupa bilang Sehun bertugas mengantar Tao dan Jongin kerumah orang tua Tao?
Tao menengok ke kursi belakang, melihat bahwa sepertinya pengaruh Hangover masih ada dalam tubuh Jongin sehingga membuat anak itu tertidur layaknya orang mati.
"Anni"
"Kau masih marah pada team?"
"Apa hakku marah? Itu sudah keputusan bulat"
"Kau bisa menolak jika kau ingin mau"
"Tidak, terima kasih tapi aku sudah tak berminat"
"Kau yakin?"
"Ya"
"Tao-ya kau tampak lebih pendiam dari sebelumnya. Ada yang menggangu pikiranmu"
"Tidak ada" percayalah padaku bahwa semua yang dikatakan Tao tidaklah benar.
"Tao.."
"Apa?"
"Neo…neomu yeoppeoseo…keuraeseo…uljimalagu."
Dan sontak itu membuat bercak bercak pink merona di kedua pipinya.
~.~
Tao masih enggan untuk melihat kedalam mobil. Gerimis membuatnya menikmati suasana di Mobil.
"Sehun hyung…"
"Apa…"
"Aku pernah mendengar sebuah mitos…"
"Mitos apa?"
"Bahwa hujan akan mengingatkan mu akan masa lalu"
"…"
"Dan sepertinya itu benar" akhir kata Tao sebelum ia terlelap tidur.
"Dia masih menyimpan semuanya sendiri, Jongin?" ujar Sehun mengetahui Jongin sudah bangun sejak Tao mengucapkan 'Sehun hyung…'.
"Anak itu tertutup namun rampuh, ia membangun dinding yang kuat yang tidak dapat ditembus orang lain demi sebuah pecahan kaca"
Sehun diam. Itu memang sifat alamiah Tao, penyendiri dan tertutup juga pemalu, dia membuat semua orang tertarik karna misteriusnya namun ternyata hanya ada kerapuhan disana.
Itu membuat naluri Sehun untuk memiliki Tao.
"Aku yakin seratus persen bahwa dia belum siap untuk kembali kerumah"
~.~
Tao tepat terbangun ketika mereka telah keluar dari TOL dan berjalan menuju kediaman Huang. Dia bersyukur ayahnya tak menempatkannya dalam kerajaan meskipun ia harus balik lagi ke Seoul untuk upacaranya besok.
Saat masuk ia melihat para pengawal mengawal mobil ini dan bisa ia lihat dengan jelas dan diantaranya adalah anggota CIA dan salah satunya 1004 Team.
Ini jelas gawat bagi kebaikan Jongin.
Setelah mobil berhenti sontak Tao segera keluar dan masuk kembali ke jok belakang dan memukul kepala Jongin hingga pingsan. Tentu perbuatannya tidak dilihat oleh siapapun karna Sehun sedang keluar mengambil barangnya. Ia keluar sambil memapah Jongin, sesuai dengan ekspetasi bahwa Chanyeol akan maju lebih dulu.
"Ia hanya tertidur Chanyeol hyung, sepertinya ia masih hangover" ujar Tao
"Aneh sekali tadi dia masih terbangun dan bercakap – cakap denganku"
"Biar aku yang tangani" ujar Chanyeol ingin menggendong Jongin namun tertahan karna suara bising.
"Yak! Jauhkan tangan mu dari tubuh dongsaengku" sontak mereka semua menengok ke gerbang depan.
Disana berdiri delapan pemuda. Yang teriak tadi Kim Joon Myeon yang paling pendek dengan kacamata tebal bertengger di hidungnya dengan jeans dan kemeja putih, disebelah kanannya laki – laki yang agak tinggi menutup kupingnya yang bernama Seo In Guk pakaiannya kelewat casual celana jeans selutut dengan sweater katun berwarna hitam dengan tulisan '2000' ditengahnya. Disebelah kiri Joon Myeon ada pemuda berambut eboni yang menguap dan mengerjapkan matanya lucu, orang yang memakai celana bahan bermotif kotak kotak berwarna hitam dipadu dengan kaus putih yang dilapisi kemeja senada yang dilepas kancingnya ia Cho Kyuhyun.
Tiga orang dibelakangnya, yang paling tinggi memakai jeans dan kaus bergambar 'bambi' adalah Shim Changmin yang berebut makanan dengan orang disampingnya bernama Henry Lau yang hanya memakai jeans denim dan kaus putih yang dilapisi oleh blazer abu – abu.
"HYUNGDEUL!" ujar Tao girang. Joon Myeon yang jalan paling depan menginjak kakinya Chanyeol, membuat Jongin yang tadi masih ditangan Chanyeol mendadak jatuh kerumput dan tersadar.
"Ack!" ujar Jongin tiba – tiba mengaduh, dan dipukul tengkuknya secara kilat oleh Tao yang membuat Jongin harus pingsan kembali
"OMONA URI JONGINE! YAK NEO NEOMU MICHEOSO!"
~.~
Mereka semua masuk kedalam ruang tamu dan disambut baik oleh Appa Tao, dan Halmoeninya Tao. Tao membaringkan Jongin dikamar tamu yang diisi oleh Joon Myeon, lalu Kyuhyun dengan Inguk, dan yang tarakhir Changmin dengan Henry.
Mereka semua masuk kekamar sementara Sehun dan Yunho-seharusnya Chanyeol- bolak balik mengambil pack barang – barang dari 2000 Team dan Jongin juga Tao sendiri. Yang lain balik kekamar masing – masing terutama Zhoumi dan Jaehyun yang memapah Chanyeol yang habis disikat oleh hyungnya Jongin.
Tersisa tinggalah Tao yang menuju ruang keluarga ketika masuk ia menemukan Halmomoeninya –ibu dari Jinki- dan Appanya serta Gegenya dan calon kakak iparnya. Tao langsung duduk dan sujud dengan tangan dilipat disejajarkan diatas kening kepalanya. Ia melakukan itu hingga tiga kali dan untuk yang terakhir ia duduk bersimpuh sampai disuruh bangun. Ini merupakan adat istiadat keluarga kerajaan apabila salah satu anggota keluarga yang datang setelah sudah lama pergi.
"Uri tao-ya…kemarilah….halmoeni tidak dapat melihatmu lebih jelas" suara lembut perempuan yang rapuh itu ialah Ibu dari appanya, orang tua Eommanya telah lama meninggal sehingga Eommanya dulu dititipkan dipanti asuhan dan diasuh oleh Sir Davidian. Halmoeninya duduk di dalam sebuah kursi roda yang membelakangi jendela. Tao patuh dan duduk menyamakan dirinya setinggi lutut halmoeninya.
"Im Here… halmoeni" ujar Tao tersenyum sambil mengecup tangan halmoeninya. Sang halmoeni menangkup wajah cucunya dengan wajah gemetar,tanpa diperintah air mata menganak sungai diwajahnya, ia terus membelah wajah sang cucu.
"Bagaimana…" ujar sang Halmoeni mengusap wajah sang cucu
"Bagaimana bisa wajah ini mirip dengan uri Kibumie hiks…hiks…hiks…" ujar Halmoeni dengan tangan gemetar mengelus surai rambut milik Tao. Tao hanya diam tersenyum menahan air mata yang siap tumpah.
"Eothoekaeyeo…neo neomu yeopeoseo kereomi neo eommaneun" dan Jinki dan Luhan tak kuasa menahan tangisnya begitu sang tertua di keluarga ini mengatakan dengan begitu tulusnya dan calon istrinya yang tak lain tak bukan adalah Kim Min Seok hanya menangis dalam diam sambil menggenggam erat tangan Luhan…
'Bagaimana bisa kamu cantik seperti ibumu'
~.~
Tao diajak masuk kedalam ruang tempat penyimpanan abu jasad dari Eommanya. Ruangan itu bernuansa putih yang dtengahnya terdapat meja besar yang dilapisi taplak berwarna putih pula. Diatas meja tersebut tepatnya didalam dingdingnya terdapat kaca yang didalamnya ada Kendi dan diatas dingding kendi tersebut tertancap foto Eommanya yang berpakaian serba putih tengah tersenyum dengan ukuran yang sangat besar dkelilingi untaian Bungan dandelion. Didalam kaca tersebut juga terdapat foto pernikahan,foto kecil sang eomma, foto kelahiran Gegenya, dan dirinya.
Entah kenapa Tao hanya menangis dalam diam, ia tak boleh menunjukkan kesedihan didepan halmoeninya, ia langsung menghapus cepat – cepat air matanya.
"Eomma mu sangat menyukai bunga Dandelion, itu sebabnya kami menghiasa sekeliling figuranya dengan bunga tersebut" ujar sang Halmoeni membuat Tao berbalik dan tersenyum, sambil mendorong kursi roda sang nenek agar mendekat ke meja tersebut.
"Eomma masih lebih cantik daripada aku halmoeni" membuat Tao dan Halmoeni terkekeh kecil.
"Kibumie…uri Taoie…telah tumbuh besar… halus rambutnya, bibirnya, lembut kulitnya,rupanya, tawanya, senyumnya… benar – benar duplikat darimu" ujar sang halmoeni sambil mengelus tangan Tao yang berada di pundaknya.
"Eomma…gomawo….jeongmal neomu gomawoyo…telah mau melahirkanku…" ujar Tao
'dan Mengorbankan nyawamu' lanjut Tao dalam hati sambil memandang foto kecil sang Eomma yang berumur empat tahun tampak malu – malu dalam pose duduknya.
'Eomma neomu….yeppeoseo' ujar Tao sungguh – sungguh melihat figura besar sang Eomma yang tersenyum lembut saat duduk di ayunan.
~.~
Kini Tao mendorong kursi roda sang halmoeni dan berhenti disebuah kamar dengan pintu berwana putih. Tao mendorong kursi sang halmoeni untuk lebih dekat agar ia bisa membuka pintunya.
Mereka masuk kedalam dan disuguhkan sebuah kasur berukuran queen size dengan seprai,bantal, dan guling bermotif panda. Dibawah kasur tersebut dilapisi oleh karpet bermotif panda pula dengan bantal besar berbentuk kepala panda. Diatas kasur tersebut berbagai macam bentuk boneka panda ada disana. Disamping kanan kasur adalah rak lemari kecil namun panjang tempat menyimpan,seprei,sarung bantal dan guling, serta selimut, juga beberapa koleksi dvd film. Diatas lemari tersebut menggantung di dingding TV berukuran 32 inch. Tao melepaskan sandal rumahnya dan memakai sandal panda yang terletak rak sepatu sebelah kanan pintun kamarnya sedangkan sebelah kiri pintu kamarnya ialah sebuah pintu lagi yang merupakan kamar mandi yang didalamnya terdapat wastafel,shower,dan bathup. Disamping kiri kasur adalah sebuah lemari besar berwarna putih polos. Terdapat tiga pintu, dua diantaranya pintu untuk menyimpan baju yang digantung dan satu pintu untuk menyimpan baju lipat, pintu lemari yang ditengah tersebut dilapisi kaca yang sebesar dan sepanjang pintu lemari tersebut. Didepan lemari ialah dua sofa yang satu untuk berisi tiga orang dan disampingnya (yang mepet kejendela) adalah untuk dua orang sofa tersebut berwarna hitam putih yang dibawahnya terdapat bed sehingga sofa tersebut dapat beralih fungsi menjadi kasur. Sedangkan setelah lemari dan sofa adalah pintu balkon.
Diatas lemari kecil yang dibawah tv tersebut terdapat foto – foto kecil sang bungsu Huang. Mulai dari lahir, tumbuh dikediaman Sir Davidian, sampai foto kelulusannya sendiri dan juga bersama Jongin serta foto 2000 team sebelum Inguk menjabat menjadi database CIA.
"Tao ini adalah kamar yang dipersiapkan Eommamu dulu" ujar sang Halmoeni. Tao hanya bisa duduk dipinggir kasur dan mengelus seprei kasur tersebut, entah kenapa ia merasa ada wangi Eommanya disana"
"Pose kamu saat mengelus kasur tersebut persis pose Eomma-mu ketika kamu masih dalam masa penculikan" ujar Halmoeni terharu seakan de javu
"Eommonim…uri panda apakah dia makan dengan enak?" ujar Kibum sambil duduk dipinggir kasur mengelus seprei kasur tersebut.
"Apakah dia tidur dengan nyenyak…?" ujar Kibum kembali menuai tangisan sang Mertua.
"Eommonim…uri Taoie…pasti akan kembali…" ujar Kibum menangis meyakinkan dirinya.
"Aku sudah kembali Halmoeni" ujar Tao tersenyum. Kali ini ia tidak kuat menahan tangisnya, karna saat ia mengelus seprei tadi ia menemukan kertas lusuh yang merupakan tulisan Eommanya.
'Tuhan , dimanapun uri panda berada pastikan ia makan dengan enak dan tidur dengan nyenyak…pastikan ia kembali kesini'
"Ya,kau sudah kembali Taoie" jawab sang Halmoeni.
~.~
Setelah mengantarkan sang Halmoeni tidur, ia masuk kedalam ruang kerja ayahnya. Ia melihat sang ayah berdiri termenung dijendelanya.
"Memikirkan sesuatu Dad?" ujar Tao tersenyum.
"Daddy hanya bersyukur kau sekarang sudah baik – baik saja Tao –ya"
"Tentu saja aku baik setelah melihat ini semua aku mulai merasa nyaman"
"Daddy lega mendengarnya"
"Tapi aku tidak lega. Katakan yang sejujurnya ada yang menggangu pikiran Dad"
"Anni-" ucapan Jinki terpotong kala sang anak memanggilnya dengan sebuatan 'Appa'
"Appa."
"Baby panda bilang apa tadi?"
"Appa. Sudah seharusnya aku memanggil Dad dengan sebutan Appa"
Ini adalah kebahagiaan kecil, sebutan khas itu menyejukkan hatinya. Kalau sudah begini Jinki tak bisa berkutik.
"Ada terror di distrik perbatasan antara Korea Utara dan Selatan. Kami mencoba untuk berfikir positif bahwa itu bukan dari Korut. Tapi tetap saja appa menyesal karna ada banyak anak yang kehilangan orang tuanya"
Tao hanya bisa mengelus pundak ayahnya dan memeluknya sambil mengelus punggung seorang pria penting tersebut.
"Jika jutaan orang bergantung pada appa, kepada siapa appa bergantung? Tao punya pundak untuk apa bergantung"
"Hei maniak ayam, jika ribuan orang akan bergantung padamu, kepada siapa kamu akan bergantung? Tentu lah kau harus bergantung padaku, aku punya punggung untuk kau bersender"
Jinki tersenyum mengingat kenangannya. Tao menang 100% mirip dengan Eommanya.
"Nde. Arraseo"
~.~
Semua anggota 2000 team termasuk Minseok sedang berkumpul, dan bergosip/? Di kamar Tao.
Semua orang tentu mengenal Minseok atau Xiumin ini. Ia adalah korban dari salah satu kasus yang ditangani oleh Luhan saat masih bergabung di CIA. 2000 team ingat betul perjuangan Luhan meyakinkan Minseok bahwa ia tulus mencintainya.
Minseok telah didoktrin menjadi binatang seks yang selalu dioper dari tuan ke tuan dan bukan hanya dia dan masih banyak lagi yang dijual antar negara. Sewaktu ia lepas dari doktrin tersebut ia kecewa dan malu pada dirinya sendiri hingga 'hampir' gila dan menjalani terapi bersama Luhan selama tiga tahun dan dinyatakan sembuh. Meski begitu Minseok masih trauma dengan hal berbau 'kekerasan'.
Ngomong – ngomong mengapa perjuangan? Karna Luhan yang jatuh hati pada Minseok yang saat itu membenci laki – laki bahkan untuk terapinya yang pertama sampai kesepuluh dokter yang menanganinya –yang sayangnya namja- harus keluar dengan sedikit 'memar'.
"Seokie hyung percaya atau tidak dulu Luhan sunbaenim adalah Sunbae paling playboy di CIA" ujar Kyuhyun semangat.
"Ya benar. Mungkin dia sudah banyak berkencan dengan yeoja dan tak dapat dihitung" ujar Changmin mengompori dan berhigh-five dengan Kyuhyun –Duo evil itu merupakan partner in crime"
"Heish, kalian berdua berhenti mengompor" ujar Inguk
"Alah, kau sendiri hampir diajak kencan olehnya kan?" membuat Inguk tersentak dan melemparkan novelnya dan tersenyum canggung pada Minseok dan melemparkan guling pada duo evil tersebut.
Hey ia paling tua, seharusnya dipanggil Hyung bukan? Dan lagi apakah mulut mereka tak bisa dijahit, MEREKA BERBICARA PADA CALON PERMAISURI!
"Aku dan Joon Myeon bahkan pernah menemukan sekotak kondom di tasnya" ujar Henry polos menuai tawa semuanya terkecuali Inguk yang memberi sinyal 'HENTIKAN STUPID DUMB BOY!'
"Sudah puas membeberkan aib gegeku kepada calon istrinya?" ujar Tao dari pintu yang ternyata sedari tadi keluar membawa cookies, hotteok-ini sejenis ayam goreng ala KFC tapi berbentuk mini dan sudah dipisahkan dari tulangnya, maccaron, serta susu hangat.
"Bibi jung membuatkan ini khusus terutama membuat hotteok" ujar Tao menyindir dua makhluk yang berbinar menatap dua mangkuk besar berisikan hotteok yang disiram dengan saus pedas dan manis.
"BIBI JUNG SARANGHAE~~~~" ujar Jongin dan Changmin berbarengan mengundang tawa.
Minseok hanya geleng –geleng kepala melihat tingkah mereka yang berebutan makanan, sementara Inguk hanya geleng – geleng kepala dan Tao membawakan tiga piring jajangmyeon kepada dua orang disofa yang tak lain dan tak bukan adalah Inguk dan Minseok dan duduk bersama mereka.
"Gege adalah pecinta Jajang, Jajangmyeon, Hammer jajang, jajang sujebi. Semuanya suka" ujar Tao. Minseok pun membenarkan tiga tahun bersama Luhan, membuatnya tahu ia tak akan pernah absen makan mie tersebut.
"Yang dikatakan mereka benar" ujar Tao tiba – tiba
"Nde?" ujar Minseok.
"Bahwa gege adalah seorang playboy, banyak berkencan dengan yeoja, meniduri banyak yeoja dan namja, bahkan sampai hampir mengencani traineenya"
"Shut up panda boy" ujar Inguk kalem sambil memakan jajangnya. Membuat Minseok dan Tao tertawa.
"Tapi melihat bagaimana ia berjuang mendapatkan hatimu, bagaimana ia berusaha untuk merubah mu agar percaya bahwa semua laki – laki tidak sama, bagaimana ia jatuh bangun membahagiakan mu. Membuatku sadar bahwa Gege ku sudah melabuhkan hati dan jiwanya padamu. Kau adalah pelabuhan terakhirnya hyung" ujar Tao sedikit tersenyum membuat Minseok sedikit tersanjung.
Dulu ia bukanlah apa – apa bahkan tidak ada harganya tapi sekarang ia merasa dirinya dibutuhkan sekarang.
~.~
Diruang TV Luhan beserta 1004 Team-terkecuali Laychen dan Baeksoo yang tidak ada entah kemana- khusus untuk Luhan yang tengah mondar – mondir layaknya setrika pakaian.
"Kau kenapa Lu?" ujar Yunho yang pusing melihat Luhan.
"My honey sweety ada dikamar dongsaengku" ujar Luhan membuat semuanya mengeluarkan ekspresi muntah terkecuali Chanyeol yang menahan sakit dan Jaehyun yang mengobati kakinya Chanyeol yang mendapat 'hadiah' gratis.
"Ya terus?" ujar Kibum memutar matanya bosan.
"Tak kusangka Leader dari Ace Team yang terkenal bisa menjadi seperti ini" puk-puk Yifan. Menimbulkan dirinya yang hampir dijotos oleh Luhan. Luhan pun pasrah duduk di ruang tamu.
"Masalahnya didalam ada 1004 Team dia adalah team binaan Ace Team, dan otomatis mereka tahu jelas betapa buruknya aku dulu"
"HAHAHAHAHAHAHAHA" suara tawa dikamar Tao membuat lemas Luhan.
"Habislah aku" ujar Luhan merana.
"Didalam ada Tao aku yakin dia akan pro kepadamu" ujar Sehun
"Halah! Karna kau suka saja pada dongsaengku" cibir Luhan
"Bukan suka, hanya tertarik" ujar Sehun main – main
"Sama saja pabbo" ujar Kibum flat face menuai kekehan.
Tak lama kemudian Nyonya besar Huang datang dengan kursi yang didorong oleh Jinki, mereka semua ingin memberi hormat namun ditahan.
"Maaf atas kebisingan kami membangunkan tidur anda Halma-mama (panggilan untuk Ibu Raja)" ujar Yunho.
"Jangan kaku begitu jika dirumah ini, panggil aku Halmoeni kkk…" ujar Halmoeni terkekeh.
"Kalian pasti bertanya – tanya menagapa namja yang dijuluki 'Best Fighter' ini bisa menjadi anak umur lima tahun yang tidak diberi permen" ujar Halmoeni membuat tawa seisi ruangan.
"Nde, Halmoeni" ujar Yifan sopan.
"Karna namja begitu memangnya" ujar Halmoeni menuai kebingungan.
"Segalak – galaknya mereka, sejahat – jahatnya mereka, se tempramen mereka. Mereka akan bertekuk lutut pada pasangan hatinya" ujar Halmoeni membungkam mereka.
"Kalian akan merasakan bagaimana nantinya jika sudah bertemu dengan orang yang memang benar – benar kalian sayangi, kalian tak ingin melepasnya, ingin melindunginya dan memberikan yang terbaik untuknya" ujar Halmoeni.
"Hingga lupa ada satu fakta hal penting, bahwa orang yang mencintaimu dengan tulus adalah orang yang mencintaimu apa adanya" ujar Halmoeni sambil mengelus Luhan. Seakan memberi sindiran halus.
"Jika Minseokie mencintaimu setulus hati maka ia menerima masa lalumu apa adanya sebagaimana kamu menerima masa lalu ia apa adanya" ujar Halmoeni memberikan senyuman hangat pada Luhan dan para laki – laki yang ada disana.
"Ucapan Halmoeni akan kami ingat selalu" ujar Sehun tulus mewakili jawaban para pemuda lajang disana.
Disaat kita buta arah terhadap cinta maka larilah kepada orang yang lebih tua, yang mempunyai pengalaman akan cinta itu sendiri.
~.~
"Mr. Jeremy, We are now arrived in Incheon"
"Thank you Catherine, where's Mr. Cho?"
"He's have business with Someone"
"Krystal?"
"I'm Here, Dad"
To Be Countinued
Author Notes : semakin kesini semakin banyak muncul intrik intrik dengan dibumbui oleh erotisme #plakk dan romantisme #dilempar
akhir kata...
MAKASIH WOY YANG MENYEMPATKAN BACA INI KARNA DIWAJIBKAN UNTUK REVIEW KALAU SUDAH BACA
MAKASIH :V
