Tao kecil begitu ketakutan ia tak bisa mencerna apapun yang ada dihadapannya. Paman yang hampir memperkosanya tadi berbalik arah memperkosa orang yang tidak ia kenal.
"J…j…j…Jong…inh…" Tao kecil menatap Jongin lesu yang telah dicambuk karna tidak mau mengulum penis para laki – laki berjas tersebut.
Tao mendadak pusing, kepalanya terbentur dingding dibanting oleh pemuda yang ia panggil samchon.
Ia pingsan.
~.~
Ia kembali membuka matanya barang sejenak, disana ia menemukan Jongin yang tak sadarkan diri dan pemuda tadi yang diperkosa oleh samchonnya. Ia sendiri melihat samchonnya dan seorang pemuda terjun ke jendela.
Dengan kekuatan seadanya ia menyeret tubuhnya yang telah lemah, ia mendekati pemuda tadi…
"C..Choh…Chogih…yo…" Tao sudah terlalu lemah untuk berbicara.
Pemuda itu merespon suaranya, ia membuka matanya perlahan air matanya menetes kala ia tersenyum getir. Ia mencoba untuk terduduk meski bagian belakang tubuh dan kepalanya sakit. Ia menggendong Tao, menyadarkan kepala penuh darah itu pada dadanya.
"Ini eomma…sayang…eomma" ujar pemuda itu sayu.
Tao terdiam sejenak, tangan mungilnya yang penuh lebam itu menyentuh muka halus yang mengaku sebagai 'eommanya'. Mungkin benar ia adalah eommanya ia merasa nyaman.
Sekarang ia tak perlu lagi takut diejek oleh teman tetangganya yang berkata bahwa ia adalah anak haram. Tao bukan anak haram. Ia punya eomma.
'Eomma pasti melindungiku'
"Eomma…aku takut bisakah kita pergi dari sini, tolong bawa Jongin juga" ujar Tao yang seperti mendapat kekuatan untuk berbicara.
"Tentu sayang, kita akan pergi dari sini dan mengajak Jongin juga, kita akan jalan – jalan ke Ayunan Impian"
"Ayunan…impian?" ujar Tao
"Huum, ayunan itu. Berada dirumah appamu, ayunan itu akan menerbangkan kita keangkasa"
"Tao mau kesana…"
"Ya sayang kita akan kesana"
"Eomma…"
"Ya…?"
"Aku benci samchon"
"Tao tidak boleh membenci Samchon"
"Kenapa…? Ia jahat pada Tao"
Pemuda lesu yang bernama Kibum itu bungkam. Ia tak akan mungkin menjelaskan kejadihan pahit itu kepada anaknya.
"Karna samchon pandai memanah"
"Memanah?"
"Ketika seorang pemuda sedang memanah ia akan terlihat keren" ujar Kibum lucu sendiri.
"Kalau begitu aku akan menjadi pemanah hebat sehingga tidak ada alasan lagi untukku membenci Samchon…." Kibum hanya tersenyum getir, mengetahui nadi anaknya semakin melemah seiring darah yang keluar dari kepala anaknya.
"Tao. Dengar hal ini baik – baik. Jika nanti engkau telah dewasa dan sudah menjadi seorang pemanah. Panahlah ia nanti Tao, panahlah dengan segenap hati dan jiwamu, panahlah ia dengan segenap tangis dan tawamu, panahlah ia dengan segala kebencian dan kebahagian yang ada dari padamu, panahlah ia sampai ia lupa untuk berpaling, panahlah ia sampai ia sadar, sampai ia telah sadar, engkau telah sadar, dan kita telah sadar bahwa kita sudah memanahkan hati kita pada suatu hal kesia – siaan"
Seiring dengan ucapan Kibum, seseorang mendobrak pintu basement ini dan kaget melihat Jongin yang tak sadarkan diri, Tao dan Kibum yang dalam keadaan mengenaskan, ialah Ahn Kangin Jenderal Militer sahabat suaminya.
"Kangin dengarkan ini baik – baik. Selamatkan Jongin dan Tao, Tao telah kehabisan darah menolongku adalah hal kesian – siaan karna aku juga mengalami pendarahan jadi pakai darahku untuknya hiks…selamatkan putraku…Kangin selamatkan ia hiks…."
Sejak dari percakapan itu Tao tidak fokus dengan apa yang ia dengar, pandangannya tampak buram, hanya kalimat terakhir yang ia dengar dari suara ibunya yang rapuh…
"Jadilah pemanah hebat Tao, jadilah pemanah untuk hati Eomma"
~.~
"EOMMA!" Tao terbangun dari keringat yang bercucuran, sepotong demi sepotong ingatan masa kecilnya melesak masuk memenuhi pikirannya.
Itu menyesakkan dadanya.
Kamarnya sepi, semua orang telah balik kekamarnya, masing – masing.
Tao sebenarnya masih belum 'sembuh' benar.
Kejadian sebelas tahun lalu masih menghantui dirinya. Di Inggris ia dan Jongin mengalami berbagai terapi, tetapi terapi Tao adalah terapi paling berat.
Ia divonis pengidap PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder atau bisa kita simpulkan Gangguan Stress pasca Trauma.
Jongin pun mengidap hal yang sama ia dinyatakan sembuh saat ia berumur tujuh tahun. Jongin jelas lebih cepat karna sepanjang kejadian 'hina' itu matanya selalu ditutup dengan kain.
Berbeda dengan Tao yang melihat semua dengan Jelas, termasuk adegan pemerkosaan Eommanya.
Maka Tao dinyatakan sembuh saat ia berumur sepuluh Tahun.
Ia mendapatkan trauma di level Superior Mass Trauma. Ini menyebabkan beberapa ingatannya hilang saat kejadian itu.
Dan itu juga menyebabkan ia sangat sulit melihat kekerasan dan perlakuan seksual.
Itu sebabnya ia sangat tertutup.
Dan mimpi itu muncul lagi mengacaukan ketenangan pribadinya. Ini pukul dua pagi satu – satunya dokter yang bisa ia ajak bicara adalah Joonmyeon hyung. Ia specialist dibidang Pshycologist.
Tao keluar dari kamarnya, dan menuju kamar Jongin dan Joonmyeon beruntung, ia tak melihat pemuda itu berarti ia berada dibawah sedang mengambil minum.
Dan ternyata benar.
"Eh Tao? Kau terbangun karena haus?" ujar Joonmyeon mengucek matanya ngantuk
"Hyung. Mimpi itu datang lagi" dan Joonmyeon terdiam.
Disaat mereka menjadi team, Tidak jarang Tao sering mendapat mimpi yang bermacam – macam dan menceritakannya terhadap Joonmyeon. Karna memang ia specialis psikologi. Tapi itu hanya terjadi awal – awal saat masa pelatihan karna Tao mesti berhadapan dengan situasi 'kekerasan'.
Tapi sekarang apa unsur utamanya memimpikan 'hal itu' lagi? Seketika tubuh Joonmyeon mendadak segar bugar.
"Apa mimpimu Tao?"
"Aku berbincang dengan Eomma saat kejadian itu"
"Jadi itu bagian dari memorimu yang hilang?"
"Tidak juga, karna sebagian aku masih mengingatnya dan sebagian lagi samar. Aku tidak bisa melihat dengan jelas awal dan akhir mimpi itu"
Bagus. Artinya Tao tidak begitu terusik psikisnya.
"Dari skala 1-7 rasa aman dan nyamanmu berapa?"
"Min tujuh"
Sekarang Joonmyeon menarik kembali perkataannya.
"Apa yang membuatmu tidak nyaman?"
"Ucapan Eomma-ku"
"Mengapa?"
"Dari semua ucapan eommamu apakah ada yang membuatmu tidak nyaman?"
"Anni?"
"Membuatmu ingin menemukan suatu hal?"
"Ya?"
"Dari skala 1-7?"
"Lima" ujar Tao sangsi.
"Kamu tidak terkena OCD (Obsessive Compulsive Disorder) Tao, syukurlah. Kupikir PTSD mu membuat mu menjadi OCD. Tapi ternyata tidak, pernah mendapat perlakuan kasar beberapa hari belakangan?"
Tao mengingat – ingat. Oh ya kejadian waktu Tubuhnya dibanting Jongin saat di PUB, jelas ia tak bisa menjelaskannya pada Joonmyeon.
Hell.
Tidak mungkin ia akan bilang. 'ya pernah. Dua hari yang lalu saat Jongin membantingku di PUB karna aku melarangnya melakukan sexy dance'
Jelas yang terjadi keesokan harinya Ia,Jongin, serta Chanyeol akan diintrogasi.
Khusus untuk Chanyeol yang sudah dapat first impression buruk dari Joonmyeon semalam.
"Ya, aku dibanting oleh seseorang dua hari yang lalu saat menjalankan tugas"
"Nah, mungkin itu berefek padamu engkau mengalami Schizophrenia atau Anxiety Disorder. Tapi melihat dirimu yang justru lebih cemas daripada takut mungkin engkau mengalami AD jangka pendek Tao. Itu disebabkan karna kekerasan yang kau alami membawa alam sadarmu pada masa lalu saat kau merasakan sakit yang sama sehingga membawa untuk masuk kembali 'kedalamnya' lewat mimpi-mu itu"
"Tapi kenapa baru berefek sekarang?"
"Mungkin ada suatu hal yang objektivitasnya memicumu untuk berfikir kesana Tao"
Tao mulai rileks, mungkin benar juga. Bantingan Jongin tidak sesakit rasa yang ia alami saat mimpi. Tapi apa pemicunya? Tao masih bertanya – tanya.
"Tentu sayang, kita akan pergi dari sini dan mengajak Jongin juga, kita akan jalan – jalan ke Ayunan Impian"
"Ayunan…impian?"
"Huum, ayunan itu. Berada dirumah appamu, ayunan itu akan menerbangkan kita keangkasa"
"Ayunan Impian…." Ujar Tao tanpa sadar.
"Ayunan Impian?" Joonmyeon kebingungan.
"Ya aku bermimpi, Eomma menceritakan tentang Ayunan Impian. Terletak dirumah ini"
"Mungkin bisa saja. Hari ini kau dibawa kerumah-mu dengan segala memori Eomma-mu yang masih melekat disini Tao itu sebabnya alam sadarmu bergerak lebih Jauh"
Benar juga. Hari ini semua ingatan tentang ibunya berlomba – lomba masuk memenuhi ingatannya.
"Tao, Terapi Eye movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) tidak akan mempan lagi padamu. Kau sudah saatnya melakukan terapi yang sepantasnya kau terima, umurmu bukan lagi kanak – kanak"
"Ya hyung. Terima kasih atas konsultasinya" dan Tao justru berjalan keruang TV.
Joonmyeon menatap punggung Tao miris, Tao sudah disarankan untuk melakukan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) tapi Tao belum siap entah untuk alasan apa.
Terapi EMDR tidak akan sepenuhnya menyembuhkan Tao. Dia hanya bersifat 'mencegah' bukan 'mengobati'.
Dia bersyukur Jongin adalah pasien PTSD ringan. Cukup dengan Expossure Therapy (ET) dan Jongin sudah dinyatakan sembuh.
"Tao masih mengalami Trauma?" suara serak khas bangun tidur yang lumayan berat itu mengagetkan Joonmyeon.
Pemuda berambut hitam, oh ralat semua pemuda disana-1004 team- berwarna hitam, tinggi, berhidung bangir dan bermata elang.
He's perfectly creatures of God
But Joonmyeon still remember hate that team for no Reason
"Oh, selamat pagi Tuan Wu." Cibir Suho, oh jelas ia kesal melihat Yifan tampak hanya mengenakan boxer berwarna hitam mengekspos seluruh otot kaki dan tangan,dada bidangnya, dan absnya.
Untuk yang bagian terakhir Joonmyeon akui memujinya.
"Pagi, Tuan Kim sepertinya pertanyaanku tidak kau jawab"
"Kau sudah dengar daritadi bukan? Kurasa aku tidak usah buang nafasku percuma untuk mengatakan hal yang sama" ujar Joonmyeon masih mengaduk – aduk susu coklatnya dengan sumpah serapah yang ia miliki. Yifan hanya duduk dipantry dan kepalanya bertopang pada tangannya menatap lucu Joonmyeon.
"You changed.. are you?" pertanyaan ambigu Yifan, menuai decakan kesal dari si pendek.
"Ck. I'm not changed at anything. Sir Wu"
"Yes you are. Before, you looks me like a hero. Now you look me like a strangers" ujar Yifan. Joonmyeon tersedak.
Ya dulu ada kisah memalukan saat mereka SMA. Mereka bersma ditempat yang sama Yifan adalah ketua ekskul basket dimana Joonmyeon ingin masuk kesana tapi tidak diterima karna alasan –ekhem- tinggi badan membuat ia di diskualifikasi dengan semburan tawa dari anak basket.
Ya saat itu Joonmyeon baru masuk dan melihat Yifan seperti melihat malaikat. Ia satu – satunya orang yang mau mengajaknya bergabung dengan ekskul basket.
Sebagai Asisten atau mungkin Jongos. Karna ia disuruh membersihkan lapangan basket, bawa air minum, bawa handuk, laundry seragam anak basket. Itu ia jalankan selama setahun.
Dan itu ia lakukan dengan senang hati, karna sejujurnya ia juga menyukai Yifan –meski mungkin hanya sebatas menggagumi seniornya-
Dan itu semua berubah kita seleksi berikutnya ia justru ditolak Yifan dengan amat sangat tidak mengenakkan
"Kamu lebih cocok jadi Janitor daripada jadi Pemain Cadangan, Joonmyeon-ya"
Dan masih membekas diingatan Joonmyeon semua orang menyiraminya dengan air mineral yang dibawa Joonmyeon tadi dan badannya ditumpuk dengan handuk berbau keringat.
Dan mereka hanya tertawa terhadap sesuatu yang mereka anggap jokes itu
Sejak saat itu Joonmyeon keluar dari ekskul basket dan memilih ekskul paduan suara disana ia bertemu dengan Chen. Memilih aksel dan lulus lebih dulu daripada angkatan Yifan.
Dan memalukan bahwa dulu ia pernah mencintai tiang berjalan ini sebagai first lovenya.
"Mind your own business. I'm changes or not that only my business" putus Joonmyeon final balik kekamar karna sesungguhnya.
Dia masih belum bisa berhenti mencintai pemuda itu seberapa besar ia membencinya.
~.~
Tao berjalan lunglai menuju ruang TV, disana masih ada Sehun yang menonton bola yang Shock melihat kedatangan Tao dalam keadaan mengerikan.
'Ini masih pukul 02.05 pagi kan?' kira kira begitulah batin Sehun
"Aku tidak bisa tidur hyung. Aku mimipi kejadian itu lagi" ujar Tao cukup membuat Sehun yang semula shock berubah menjadi iba.
"Tidurlah disini. Aku akan menjagamu"
Tao menurut. Sehun melipat kakinya dan menimpanya dengan bantal sofa, Tao mengarahkan kepalanya kepada bantal itu dan tubuhnya menghadap Sehun. Sehun menyelimutinya dengan selimut yang ada disana dan mengecilkan volume pertandingan bola yang sedari tadi ia tonton.
~.~
Jongin menguap dalam tidurnya, disampingnya hyungnya masih tertidur lelap ini jam lima pagi dan acaranya mulai jam sepuluh pagi dan pihak EO (Event Organizer) baru datang jam tujuh pagi. Ini masih pagi, tapi ia memutuskan kebawah untuk mencari udara segar.
Ia turun dari tangga dan menemukan pemandangan yang aneh seseorang sepertinya tertidur duduk di sofa ruang TV tapi kenapa ada kaki disebelahnya? Ini bukan hantu kan?
Jongin dengan segala keberaniannya mengunjugi ruang tamu dan yang terjadi adalah…
Pemandangan dimana Sehun tertidur duduk disofa, tangan kirinnya menyangga kepalanya dan tangan kanannya menggengam tangan Tao yang tidak tertutupi selimut. Dan Tao sendiri tidur dengan nyaman di bantal yang berada dibawah pangkuan kaki Sehun.
Jongin menatap miris Sehun yang pasti tidur dengan posisi yang sangat amat keram.
Tunggu dulu?
Ini bisa jadi 'Senjata Ampuh' untuk mengancam Sehun atau Tao suatu saat nanti.
'Cklik'
Oh betapa bodohnya dirinya mengaktifkan 'flashlight' kameranya. Membuat tidur Tao sedikit terusik berujung Sehun yang terbangun.
Melihat Jongin dan Handphonenya serta pose Jongin yang kaku membuat Sehun cepat nalar.
"Tolong kirim gambarnya padaku, dan aku akan diam" ujar Sehun. Penasaran juga dengan hasil jepretan Jongin.
Jongin buru – buru lari dan mengirimkannya lewat Line. Handphone Sehun langsung bergetar di meja tv tersebut.
Sehun mengambilnya dengan hati – hati takut – takut pergerakan sedikit membangunkan Tao. Dan disinilah ia melihat hasil jepretan fotonya dengan Tao.
Dengan latar Sofa panjang berwarna putih, Tao tidur dengan tenang dalam genggaman tangan Sehun. Cukup membuat Sehun senyum sendiri dan menjadikannya Wallpaper handphonenya. Dan kembali menatap wajah damai Tao.
"You are perfectly ruin my life, Huang Zi Tao"
To Be Countinued
Hola~~~~
Entah kenapa dari sekian Fanfic aku lebih dapat feel di fanfics ini. Tao yang malu - malu kucing, Sehun yang tertarik berujung cinta, kisah Chanyeol dan Jongin yang super duper berisik, Baekdo yang dengan sisi hitamnya. dan kisah absurdnya disini.
jujur khusus chap ini full ide dari Ai temen gue. dia pengen bikin sisi bahwa. seorang intelijen juga bisa punya masalah klise layaknya warga sipil biasa atau mungkin lebih dari itu.
and well~~
banyak banget edisi penyakit jiwa disini/? yang berminat ada footnotenya dibawah bagi yang penasaran.
terakhir.
saya akan menselesaikan cerita Uri Congcaenim! (Sequel Cause of Sprite) dan untuk penggantinya saya udah bikin dua cerita
1. (WANT)ED : 11 Review | 8 Favorites | 6 Followers
2. New Era : 8 Review | 7 Favorites | 3 Followers
keduanya akan saya tunggu votenya sampai fanfic saya yaitu Uri Congcaenim! (Sequel 'Cause of Sprite) selesai, jadi sampai itu selesai vote masih dibuka, dan still prolog. untuk Cast pemain utama sudah pasti Tao di dua cerita itu namun saya masih bingung mana yang harus saya pairing dengan Kris dan Sehun. di (WANT)ED atau New Era. tapi yang jelas akan ada BAEKYEOL di kedua cerita itu dan KAISOO di NEW ERA.
kalau nanya pendapat saya, jujur keduanya menggunakan kisah Fiksi bedanya (WANT)ED sci-fi dan New Era Mithology Fiction. dan saya justru lebih tertarik dengan New Era karna saya juga belum punya banyak pengalaman tapi melihat vote yang sampai dengan sekarang, ungul di (WANT)ED sepertinya saya mesti siap - siap jadi Ilmuwan Gadungan wkwkwk.
akhir kata terima kasih telah membaca karya saya, bersedia memberi saran,review, dan mengapresiasikannya dengan memfavoriteskan atau memfollow cerita saya. bagi saya itu penambah semangat saya untuk berimajinasi lebih 'liar' lagi wkwkwk.
dan yang terakhir tolong partisipasinya dalam vote kedua cerita tadi.
GHAMSAHAMNIDA /bow 90 degree/
1. PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) : Gangguan kejiwaan yang diakibatkan dari sebuah Trauma berujung stress berlebihan hingga menyebabkan penyakit lain seperti kecenderungan ingin bunuh diri/melukai diri sendiri (Anomie Suicide kalau gak salah),Sexual Abuse, Social Anxiety Disorder dll.
2. Superior Mass Trauma : Traumatik jangka panjang dan berat, jika sudah sampai tahap ini pasien benar benar ditangani intensif 1 x 24 jam. karena penangan yang salah berujung pada Gangguan Jiwa (gila) atau yang lebih parah kematian
3. OCD (Obsessive Compulsive Disorder) : Gangguan kejiwaan yang membuatnya pasiennya mendadak semua yang berada dikelilingnya tidak aman,cemas berlebihan dan menimbulkan rasa takut
4. Schizophrenia : Ganggun jiwa yang membuatnya sering berhalusinasi,delusi, atau menciptakan 'altar ego' sendiri. sehingga dia bisa melihat dirinya berbicara dengan dirinya sendiri. hal ini terjadi jika ia merasa tertekan
5. AD (Anxiety Disorder) : Kecemasan berlebihan, ini biasa terjadi pada fase terapi PTSD. ia merasa bahwa dirinya tidak bisa lepas dari trauma tersebut atau merasa ada suatu hal yang ia cemaskan tanpa alasan yang jelas.
6. EMDR (Eye movement Desensitization and Reprocessing) : Jenis terapi paling aman untuk penderita PTSD mereka diajarkan untuk mengontrol rasa takut mereka dengan gerakan motorik, Terapi ini cenderung menghilang memori - memori yang membuat pasien Trauma namun tidak sepenuhnya menyembuhkan. maka terapi ini sangat diperuntukkan untuk anak - anak yang jangka ingatannya mudah lupa.
7. CBT (Cognitive Behaviour Therapy) : Terapi ini mengajarkan kita untuk menghadapi trauma itu dengan cara pandang yang berbeda, kita akan masuk kedalam kenangan yang membuat kita Trauma dan dituntut untuk melihat dari segi positifnya. Terapi CBT ini memang sangat cocok pada penderita traumatik level tinggi/akut namun sangat berbahaya apabila salah penanganan, maka dari itu terapi benar - benar khusus sesuai anjuran dokter.
8. ET (Exposure Therapy) : Jenis terapi yang memaksa kita menghadapi kenyataan trauma itu dan membunuhnya sekaligus. terapi ini membuat kita merasa sadar bahwa dengan mengungkapkan semuanya segalanya menjadi lebih mudah, ini jenis terapi paling aman dan mudah dan cocok untuk segala usia.
