A GOOD MARRIAGE

Author/Writer : Na U-Young

Rate : T dulu aman...

Warning : No flame, No bash, No War, YAOI (MATURE), Typo, NC = Underage Not

Allow, Breastfeeding, MPREG, Alurnya ya gitu... harap sabar. Kekeke... Jangan lupa REVIEW'a..

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 4

Sudah terhitung hampir dua minggu namja cantik bersurai coklat almond Kim Jaejoong bekerja di Coffe & Tea cafe. Dengan bermodalkan kemampuannya dalam memasak ia mampu menaklukan pengunjung yang sangat menyukai masakannya yang sangat pas di lidah para pecinta makanan. Hingga membuat sang boss atau Choi Siwon begitu bangga dengan keahlian Jaejoong sebagai koki andalan.

"Jae ah... kau beristirahatlah dulu bukannya sebentar lagi kau akan bekerja di Y Club? Setidaknya kau mengisi perutmu dulu agar kau tidak mudah sakit dan lelah Jae. Urusan selanjutnya biar mereka saja yang memasak yang penting bumbu andalan sudah tersedia."

"Ahh... aniya hyuung... aku tidak bisa bermalas-malasan jika ingin mendapatkan uang. Sia-sia saja jika aku bekerja setengah-setangah." Jaejoong menghentikan pergerakan tangannya dalam menggonseng bumbu sambil sesekali menyeka keringatnya.

"Geez... orang sepertimu benar-benar keras kepala. Namun kegigihanmu lah membuatku salut Jae." Siwon terus berdiri memperhatikan Jaejoong yang masih fokus dalam memasaknya. Lalu pria tampan berlesung pipi itu mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan kertas putih nan halus atau kita sebut dengan tisu dan dengan perlahan Siwon mengelap lelehan keringat yang menetes di kening dan leher Jaejoong.

"Aakh... hyung! Kau mengganggu penglihatanku. Aiishh... sudah, aku tidak apa-apa." Keluh Jaejoong dan langsung menepis tangan Siwon yang masih ingin mengelap area wajahnya yang berkeringat.

"Tapi Jae... kau berkeringat..."

"Aiihh... arra... arra... setelah ini aku akan istirahat. Dan kumohon jangan ganggu aku dulu Hyung. Arraseoo?"

"Nee... arra... arra...!" Siwon akhirnya menyerah dan sedikit menjauh dari Jaejoong yang kembali memasak.

"Anak pintar..." Ujar Jaejoong mengusak rambut Siwon dan tertawa saat melihat reaksi Siwon yang mengerucutkan bibirnya.

"Yak! Aku bukan anak kecil lagi dan ingat jangan samakan aku dengan baby Moobin. Aku... namja dewasa. Hehee..." Jaejoong hanya memutar matanya jengah, Siwon adalah teman yang menyenangkan sekaligus usil baginya. Dan bukan rahasia lagi, Siwon juga telah mengetahui kalau Jaejoong sudah memiliki anak. Walau ia terus mendesah kecewa, namun ia tidak masalah dengan orientasi Jaejoong yang sebenarnya. Setiap orang punya jalannya masing-masing kan.

.

.

Jaejoong meringis saat ia merasakan dadanya mengencang berdenyut sakit. Pasalnya ia belum mengeluarkan cairan putih dari dadanya yang terlihat membengkak.

"Ugh..." Jaejoong terus mengusap-usap dadanya untuk meringankan nyerinya.

"Jae... gwenchanaa?" Tanya Siwon yang kebetulan melihat Jaejoong yang memasang wajah sakitnya. Dan ia mengerti saat matanya tertuju pada dada Jaejoong yang sedang diusap namja cantik itu sendiri.

"Mau ku bantu Jae..." Tanya Siwon usil.

"Kyaaa... andwae! Geez... kau gila. Apa aku pulang dulu yah menemui Moobin. Sakit sekali hyung... hiks."

"Kau tunggu disini saja Jae, biar aku menjemput bibi Jang dan Moobin. Arra... kau istirahatlah lagi. Karna 1 jam lagi kau kan harus bekerja." Ujar Siwon mencegah Jaejoong bangkit dari kasur yang disediakan untuk para pekerja yang beristirahat.

"Hmm... jika tidak merepotkan, aku mohon bantuannya Hyung." Siwon tersenyum dan mengangguk pada Jaejoong. Sungguh ia merasa sayang pada Jaejoong yang ia anggap seperti adiknya sendiri. Walau baru mengenal sosok menawan indah itu, Siwon tau jika sosok Jaejoong adalah sosok yang ingin ia lindungi.

.

.

"Aahh... leganya..." Jaejoong merasakan nyeri didadanya sudah sedikit berkurang karna Moobin telah menghabiskan asi dari dadanya hingga membuat Moobin kekenyangan.

"Moobin sudah tertidur Joongie? Sebaiknya kau siap-siap saja, beberapa menit lagi kau harus segera ke Y Club. Jangan kecewakan Seunghyun-ssi arra." Ujar bibi Jang sambil mengusap surai lembut Jaejoong yang masih menyusui Moobin dalam posisi berbaring miring.

"Ne... bibi Jang. Aku titipkan lagi Moobin padamu ya..." Jaejoong melepaskan pelan nipple yang masih dikulum Moobin dan segera mengancingkan kemeja putihnya kembali.

.

.

.

Y Club

"Hossh... hosh... akhirnya sampai juga..." Jaejoong mencoba mengatur nafasnya yang beradu ingin meminta oksigen masuk ke paru-parunya. Dan ia segera memasuki Club tempat ia bekerja.

"Jaejoong... kau terlambat! Sudah ku katakan jangan menyepelekan pekerjaan. Geez... walau Seunghyun-ssi selalu berbaik hati padamu tapi kau tidak harus terlambat setiap waktu." Cerocos seorang wanita host yang tidak suka dengan Jaejoong. Ia selalu mencari celah untuk dapat menyela namja cantik yang merupakan saingannya.

"Mianhae Boa-ssi... aku akan berusaha untuk tidak terlambat lagi. Aku permisi." Jaejoong segera memasuki ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Ia meruntuki akibat Moobin yang menangis merajuk karna sudah melepaskan benda kesayangannya dari bibir mungilnya.

"Mianhae baby... nanti akan umma belikan biskuit yang enak untuk Moobin." Ujar Jaejoong sambil mengecup foto Moobin di kalung liontinnya.

.

.

.

"Hihii... selama Seunghyun oppa tidak ada, kita bisa bebas mengganggu tukang bersih-bersih itu. Aku tidak suka saja, masa seorang laki-laki memiliki kecantikan seperti itu."

"Ne... aah... aku yakin Boa unnie... kalau Jaejoong itu gay. Mendengarnya saja aku sudah geli. Bukankah masih cantikan kita eoh?" Itulah percakapan yang terjadi oleh dua orang wanita Host di Y Club, mereka adalah Kwon Boa dan Uee yang dipekerjakan untuk menemani para pelanggan untuk minum dan mengobrol. Ketidaksukaan mereka pada Jaejoong membuat namja cantik itu harus terus bersabar menghadapi kedua wanita itu. Ia sungguh malas berdebat, lebih baik diam karna ia tidak ingin dipecat.

"Yak! Jaejoong-ah... cepat bersihkan meja ini. Kau lamban sekali eoh!" Boa cepat berdiri dari duduknya dan menyeret Jaejoong untuk segera membersihkan botol minuman keras, gelas dan lain-lain yang berserakan dimeja para tamu di klub itu.

"Sini cepat..." Uee mendorong tubuh Jaejoong dengan kuat, hingga Jaejoong terjatuh membentur gelas kaca dan botol.

PRANK...

"Aaargghh..."

.

.

.

JUNG MANSION

"Minie-ah... kau belum tidur chagi?" Tanya Mrs. Jung saat ia melihat Changmin masih memakan snack malamnya didepan ruang keluarga Jung.

"Ah... ahjumma... Minnie belum mengantuk. Lagipula perut Minnie lapar. Hehee..." Changmin tertawa menyengir karna ia belum bisa berjauhan dengan snack yang ia sukai. Ibunda dari Yunho itu sangatlah baik dan sayang pada Changmin seperti anaknya sendiri sehingga ia selalu menyiapkan makanan dan snack favorit keponakannya.

"Hnn... sudah hampir 2 minggu anak beruang itu tak pernah menelponku barang sekali. Apa ia tidak tau jika Ummanya khawatir." Mrs. Jung menghela nafas dan menyandarkan kepalanya pada pundak Changmin.

"Hmm... mola... mungkin dia sedang bersenang-senang dengan wanita, makanya Yunho hyung tidak ingat dengan ahjumma. Kekee..."

"Yak! Anak muda." Mrs. Jung menjauhkan kepalanya dari pundak Changmin dan menatap kesal Changmin yang masih santai memakan tartnya.

"Minnie kapan punya pacar? Ahjumma tidak pernah melihatmu memiliki kekasih."

"Ah... molla ahjumma... Tapi sebenarnya Min sudah jatuh cinta pada seseorang. Dia janda beranak satu." Ujar Changmin santai.

"Mwoo! Janda beranak satu. Minnie-ah... wanita cantik yang masih single banyak, kenapa kau menyukai wanita janda eoh?"

"Ah... bukan wanita janda ahjumma... tapi umm... dia namja... dia seorang male pregnancy. Aku bersungguh-sungguh menyukainya. Dia sangat cantik dan menawan..."

"Jinjja? Siapa nama namja itu Changmin-ah?" Tanya Mrs. Jung yang semakin penasaran.

"Uhhm... Namanya Kim..."

DRRTT... DRRTT...

Changmin menghentikan ucapannya saat ia mendengar sebuah panggilan masuk dari ponsel touchscreen nya.

"Yoboseyo, ada apa Kangta-ssi?"

"..."

"Mwo bukannya kita telah setuju bekerja sama dengan perusahaan elektronik Shinomiya Corp. Mengapa harus dibatalkan?"

"..."

"Geez... kau telah melakukan penelusuran untuk kasus ini eoh? Arra... aku akan segera melakukan kroscek lagi ke Jepang. Tolong siapkan tiket pesawatku untuk subuh ini. Aku akan berbicara langsung dengan Mr. Shinomiya langsung. Gumawo Kangta-ssi..."

PIP

"Ahjumma mian, Minnie harus segera pulang ke Apartement, karna Minnie harus ke Jepang subuh ini. Karna modal dana yang aku tanam di perusahaan Shinomiya dicuri oleh karyawannya. Karna rumornya karyawan itu langsung resgin dari pekerjaannya sebagai bendahara disana. Aku pulang ya Ahjumma..."

"Uhmm... ne Chagi. Hati-hati ya... cepat pulang." Kata Mrs. Jung sedikit murung, pasalnya ia ditinggal lagi oleh keponakannya.

CUP...

Changmin mengecup pipi kiri Mrs. Jung dan langsung meninggalkan kediaman Mansion Jung.

"Hnn... padahal aku belum tau siapa nama namja yang sudah mencuri hati Changminie... Lalu kapan Jung Yunho itu memiliki kekasih juga.." Ucap Mrs. Jung setelah menutup pintu mansionnya.

.

.

.

INDONESIA

"Junsu-ah, semua batu permata ini tolong segera kau urus pengirimannya ke Seoul. Aku ingin menghubungi Changmin dulu. Aku mendengar kabar bahwa terjadi penggelapan dana oleh Kwon Sojin."

"Ne... hyung."

Yunho merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya dan mendial nomor Changmin untuk dihubunginya.

"Changmin-ah, bagaimana dengan orang yang sudah menggelapkan dana mu eoh? Aku baru saja mendapat telepon dari Minho-ssi."

"..."

"Geez... aku akan membantumu mencari pencurinya Minnie-ah. Ne... tiga hari lagi aku akan pulang ke Seoul. Aku masih di Indonesia saat ini."

"..."

"Ne... hati-hati Changmin-ah. Bye."

"Bagaimana hyung?" Tanya Junsu.

"Masih ditelusuri pencuri itu Junsu-ah. Ck... wanita seperti itu haruslah diberi pelajaran. Begitu melihat uang dalam jumlah yang banyak dengan beraninya ia curi. Aku benar-benar benci wanita seperti itu."

"Hahaa... arra... dia harus diberikan efek jera Hyung."

"Hnn... benar. Fiuh... aku sudah bosan dengan pekerjaanku disini. Setelah sampai di Seoul aku ingin kita bersenang-senang sejenak. Tapi aku juga harus segera memiliki partner sebelum umma menyincangku. Kekee..." Yunho tertawa nista dan berjalan meninggalkan toko perhiasan dikota Kalimantan Selatan, kota dengan sejuta intan.

.

.

.

Y Club

"Aaakh... hiks... sakit sekali telapak tanganku. Hiks... Umma... kenapa kehidupan Joongie seberat ini." Jaejoong meringis saat ia menyongkel beberapa pecaran kaca yang menancap di telapak tangan kirinya. Entah sudah sekian lama, nama yang tak pernah ia sebut itu kembali terucap. Mrs. Kim wanita yang sangat Jaejoong cintai. Setelah meninggalnya kedua orangtua Jaejoong ia berusaha untuk kuat dan tidak akan menangis. Disamping itu ia memiliki pria yang terus berada disisinya hingga Jaejoong dan Yoochun menikah. Namun, karna sesuatu hal yang tidak bisa ditolerir ia memutuskan untuk berpisah.

"Jaejoong-ah... cepat kembali bekerja! Atau kau ku adukan pada Seunghyun-ssi atas kemalasanmu." Teriak Boa saat ia melihat Jaejoong berjongkok disamping meja dapur Y Club.

"Ne... Boa Nuna." Ujar Jaejoong saat ia bangkit dari jongkoknya dan mengikatkan perban diarea telapak tangannya dan mengenakan sarung tangan yang terbuat dari plastik lalu kembali menyuci dengan telapak tangan yang terus berdenyut sakit dan perih.

.

.

.

Kediaman Keluarga Jang

Namja cantik itu tersenyum kala ia sudah berada didepan pintu bibi Jang untuk menjemput bayi tercintanya.

"Bibi Jang... ini Joongie..." Jaejoong mengetuk pintu itu hingga muncullah sosok pria paruh baya yaitu paman Jang suami dari bibi Jang.

"Ah... Joongie, masuklah. Moobin sedang bermain dengan bibi Jang."

"Ah ne... gumawo paman. Ini Joongie bawakan makanan untuk paman dan bibi." Ujar Jaejoong menyodorkan sekotak makanan berisi kimbab.

"Gumawo, Joongie-ah. Eh... tanganmu kenapa nak?" Tanya paman Jang langsung menggapai pelan tangan Jaejoong yang sudah terbungkus perban.

"Aniya paman, Joongie hanya ceroboh saja tadi terkena pecah kaca."

"Maafkan paman ne, gara-gara ini kau mendapatkan luka seperti ini." Paman Jang bersedih dan tidak enak hati pada Jaejoong.

"Jangan khawatir paman, nan gwenchana... hehee... baiklah aku ingin mengambil Moobin dulu." Pamit Jaejoong dan berjalan menuju kamar Bibi-Paman Jang dimana Moobin biasa tidur sambil bermain dikamar itu.

.

.

Perlahan Jaejoong membaringkan tubuh gembul Moobin diatas kasur miliknya dan menaruh beberapa bungkus plastik yang berisikan biskuit pisang dan susu formula untuk Moobin. Jaejoong meletakkan beberapa bantal dan guling untuk menghalang tubuh Moobin agar tak terjatuh dari kasur seraya Jaejoong bergegas mandi dalam waktu yang singkat. Hingga setelah ia selesai membersihkan diri dan sudah mengenakan piyamanya, Jaejoong menghampiri Moobin yang tengkurap sambil memandang ummanya tersenyum senang dengan menghentak-hentakan tangannya minta digedong ummanya.

"Jja... Moobin kangen umma eoh? Saatnya kita bobo ne." Jaejoong memposisikan tubuh rampingnya menghadap Moobin dan mulai menyusui anaknya hingga mereka tertidur pulas.

.

.

.

JUNG'S HOTEL

Seorang pria tampan, gagah dan manly itu menjejakkan kakinya pada sebuah hotel mewah milik keluarganya. Setelah menempuh perjalanan dari Indonesia-Korea maka sampai lah namja bernama Jung Yunho itu ditempat pelariannya.

"Yunho hyung... aaiih... mengapa kau tak pulang saja eoh? Mrs. Jung baru saja menelponku jika sudah sampai di Seoul kau harus segera pulang. Aku takut jika umma mu tau ia akan mengamuk padaku karna berbohong." Junsu terus mengoceh sambil mengikuti langkah sang atasan yang terus berjalan menuju kamar pribadinya.

"Kau tenang saja Junsu-ah. Aku malas jika pulang kerumah karna aku sudah jengah jika umma membrondongku dengan pertanyaannya tentang pernikahan. Untuk sementara biar aku beristirahat disini. Kau pulanglah..." Ujar Yunho yang sudah memasuki kamar pribadinya.

"Geez... arra... arra... aku pulang sekarang." Junsu kembali berjalan menuju pintu, hendak meinggalkan Yunho.

"Hey... pantat bebek belikan aku makanan di Coffe & Tea Cafe ya sebelum kau pulang." Teriak Yunho saat Junsu hampir menghilang dibalik pintu. Dengan jengah Junsu memutarkan badannya dan kembali menengokkan kepalanya mencari keberadaan Yunho.

"Kau... Beruang menyebalkan... ne akan ku belikan..." Yunho hanya tertawa melihat ekspresi cemberut asistennya. Ya, Junsu tidak seperti bawahannya yang lain, ia tak segan akan mengomel dan berkata seenak pantatnya pada seorang Jung Yunho. Namun Yunho tak mengubrisnya memang sikap Junsu yang tempramen, karna dengan sikap itu Mrs. Jung sangat suka ada orang yang mampu mengomeli Jung Yunho selain dirinya. Kinerja Junsu juga tidak diragukan. Maka terpilihlah Junsu sebagai asisten pribadi Yunho.

.

.

.

Coffe & Tea Cafe

Namja bertubuh montok kini sedang duduk disalah satu kursi sembari memilih menu yang tepat untuk Boss beruangnya Jung Yunho yang kelaparan.

"Permisi tuan, apakah anda ingin memesan menu? Bisa katakan menu apa yang anda inginkan?"

"Aku ingin memesan beef steak, kimchi, white coffe masing-masing satu saja. Dan tolong semuanya..." Kata-kata Junsu terputus saat ia mendongakkan kepalanya dan melihat orang yang ingin ditemuinya semenjak beberapa minggu lalu.

"Kau..." Tunjuk Junsu sambil menelusuri wajah orang yang ada di depannya.

"..."

"Ah ye... baiklah. Aku mengerti, silahkan menunggu tuan. Saya permisi." Jaejoong yang merasa sedikit risih dengan tingkah kostumernya langsung pamit dan menuju dapur chefnya.

"Geez... kenapa orang-orang selalu menatapku dengan tatapan seperti itu eoh? Membuatku takut saja." Jaejoong menyerahkan secarik kertas yang berisi pesanan milik Junsu pada chef selain dirinya ditempat ia bekerja.

"Ada apa Jae-ah?" Tanya Siwon saat melihat Jaejoong bermonolog ria.

"Aniya... Hyung... itu menu yang dipesan. Maaf ne, aku harus pamit bekerja di Y Club." Ujar Jaejoong sambil mengemas beberapa barang dan jaketnya kedalam tas ranselnya.

"Gwenchana Jae... Yang semangat yah... hwaiting..." Ujar Siwon sambil memijat-mijat kecil pundak Jaejoong dan dibalas senyuman lega oleh namja menawan ini. Jaejoong langsung pamit dan keluar melalui pintu samping yang tersedia sebagai pintu darurat di Cafe milik pria tampan Choi Siwon. Disamping itu Junsu terlihat gelisah dan menengok kesana kemari mencari keberadaan Jaejoong yang ia yakini masih berada di dapur Chef itu.

"Tuan... ini pesanan anda." Ujar Siwon menyodorkan pesanan Junsu, namun Siwon hanya memiringkan kepalanya saja karna namja montok ini malah asik dengan dunianya sendiri.

"Eheem... maaf tuan... ini pesanannya."

"Ah... ye! Gumawo..." Ujar Junsu setelah ia mengambil bungkusan pesanannya tanpa menghiraukan teriakan Siwon.

"Aiihh... ppaboya! Aku lupa membayar mianhaeyo..." Junsu menepuk jidatnya keras dan berbalik menghadap pria tampan yang mengacak pinggangnya tersenyum.

"Gwenchanaa... sepertinya anda mencari sesuatu dan terlihat tergesa-gesa tuan?" Tanya Siwon sambil memberikan beberapa uang kembalian pada Junsu.

"Itu... bisakah aku bertanya sesuatu tentang salah satu karyawan anda disini, karyawan yeoja yang baru saja mencatat pesananku, uhmm Siwon-ssi?" Tanya Junsu sambil melirik nametag yang menempel pada kemeja soft pink milik Siwon.

"Yeoja? Ah... mian anda salah paham tuan. Disini tidak ada karyawan yeoja, semua namja termasuk orang yang anda maksud. Kekee..."

"Namja? Mwoya? Tolong ceritakan sedikit tentangnya karna aku ada keperluan dengannya."

"Baiklah..."

.

.

.

JUNG'S HOTEL

Junsu terlihat gelisah saat ia sedang memperhatikan Yunho yang begitu antusias memakan makanannya. Pasalnya ia sudah mengetahui sedikit tentang namja cantik bernama Kim Jaejoong itu. Haruskah ia mengatakan hal ini pada Bossnya?

Yunho menatap Junsu bingung sambil terus memakan kimchinya. "Ya! Kau kenapa Junsu-ah? Kau seperti habis dikejar hantu."

"Aniya Hyung... hanya saja... uhmm aku sudah menemukan orang yang kau cari."

"Nugu? Yeoja tomboy itu?" Tanya Yunho sambil mengunyah makanannya.

"Namja... dia namja Hyung..."

"Namja? Apa maksudmu?"

"Yeoja tomboy yang kau maksud itu adalah NAMJA!" Junsu sedikit berteriak hingga Yunho yang terkejut bukan main saat Junsu mengatakan yeoja tomboy itu adalah namja hingga mengakibatkan ia tersedak keras dan memuntahkan kembali makanannya kedalam piring.

"Yak! Kau menjijikan Hyuung!"

"Uhuuk... uhukk... Junsu-ah... katakan ia bekerja dimana?" Tanya Yunho sambil mengelap bibirnya yang belepotan.

"Ia bekerja sebagai cheff dari makanan yang kau makan Hyung, dan ia bekerja di tempatnya Seung Hyung-ssi di Y Club."

"Antarkan aku kesana sekarang!" Perintah Yunho pada Junsu.

.

.

.

Sebuah mobil mewah Maserati kini sudah terparkir tepat disisi Y Club. Sang master yang terlihat enggan untuk menampakkan ke aroganannya menyuruh sang asisten untuk mencari tau keberadaan namja yang sudah menyita perhatiannya.

"Junsu-ah, cari tau namja jadi-jadian itu. Aku malas untuk masuk kesana. Dan ingat dengan penawaran yang akanku berikan padanya."

"Ne... aku akan kesana Hyung." Junsu keluar dari mobil mewah Bossnya dan mulai memasuki Y Club, mencari informasi dengan menemui Choi Seunghyun si pemilik Club.

BYUUR...

Saat memasuki Y Club, Junsu dikejutkan dengan pemandangan cukup tragis. Ia melihat seseorang yah bisa dikatakan seperti OB terlihat basah kuyup karna ia melihat seorang wanita host telah menyiramkan segelas juice orange pada orang yang masih menundukkan kepala.

"Yak! Kau masih berani mencuri perhatian pelangganku eoh? Dasar tidak tau malu, kau hanya tukang bersih-bersih disini. Tugasmu hanya mengumpulkan cucian kotor!" Teriak yeoja bernama Kwon Boa.

"Mianhae nuna... ini tidak seperti yang kau lihat. Tuan ini yang telah menggangguku saat sedang membersihkan meja." Elak Jaejoong karna memamg tadinya ia cuma mengumpulkan gelas dan botol namun tak disangka seorang pria menyeret tangannya hingga ia jatuh tersungkur dipelukkan seorang namja paruh baya dengan perutnya yang buncit.

"Sudahlah Boa-ah, maafkan dia. Memang dia yang sengaja menggodaku. Tapi aku sudah tidak apa-apa, aku memaafkannya." Mendengar perkataan dari pria itu membuat Jaejoong mengernyit tidak percaya, ternyata pria ini sama busuknya. Hobby memutar balikan fakta.

"Kkaa... pergilah dari sini dan selesaikan kekacauan ini." Usir Boa dan langsung menggandeng lengan pria paruh baya itu menuju meja yang kosong.

Tes...

Dengan air mata yang tak berhenti mengalir Jaejoong membawa gelas dan botol-botol ke dapur. Junsu hanya melongo dan ingin menghampiri namja yang terlihat menyedihkan itu. Namun langkahnya terhenti saat ia menangkap suara yang ia kenal dari pintu depan Club.

"Ada apa ini? Apa semua baik-baik saja?" Tanya Choi Seunghyun saat ia baru saja tiba dan masuk di Clubnya.

"Ah... Oppa... semua baik-baik saja selama Oppa pergi." Bohong Boa menutupi kekacauan yang baru saja terjadi.

"Baguslah..." Seunghyun berjalan memasuki ruangan khusus staf Club dan ia menangkap sosok yang tidak asing baginya.

"Ah... Junsu-ah... sudah lama tidak bertemu." Sapa Seunghyun ramah dan dibalas anggukan oleh Junsu.

"Ne... senang berjumpa denganmu lagi Hyung. Uhmm... aku kesini hanya ingin bertemu dengan salah satu karyawanmu. Namanya Kim Jaejoong, apakah bisa?"

"Kalau memang perlu sekali silahkan kau menemuinya diruang staff. Aku akan memanggilkannya untukmu." Ujar Seunghyun sambil menepuk pelan sebelah kiri pundak Junsu.

.

.

.

"Masuklah Jae... dan silahkan duduk." Mendengar namanya disebut Jaejoong langsung masuk ke ruang staff dimana terdapat dua orang namja yang duduk tenang menunggunya setelah ia selesai mengganti pakaiannya.

"Maaf... ada apa tuan mencari saya?"

Junsu hanya menatap takjub pada wajah Jaejoong yang terlihat sangat-sangat mulus dan bersih. Wajahnya menunjukkan sisi lembut dan feminim. Ditambah mata doenya yang indah dan bibir yang merah segar.

"Tuan?" Tanya Jaejoong lagi.

"Ah... perkenalkan namaku Kim Junsu imnida." Junsu mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dan dibalas oleh Jaejoong ramah sedikit kikuk.

"Kim Jaejoong imnida..."

"Apa kau bekerja didua tempat Jaejoong-ssi?"

"Ne... aku bekerja di Coffe & Tea Cafe dan disini."

"Ah... pasti melelahkan ne... sangat tidak cocok untuk uhmm namja sepertimu."

Jaejoong bingung dan mengerutkan alisnya "Maksud tuan? Aku tidak mengerti."

"Begini... aku hanya ingin menawarkan pekerjaaan padamu. Kau akan mendapatkan kekayaan yang cukup untuk menghidupi keseharianmu dan juga uhmm anakmu."

DEG...

Jaejoong mendelik kesal kearah Seunghyun yang telah membongkar identitasnya sebagai seorang male pregnancy pada seseorang yang sama sekali tidak ia kenal.

"Ah Jae-ah maafkan aku, aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya tak tega melihatmu harus bekerja keras seperti ini demi kelangsungan hidupmu dan Moobin. Dan barusan aku mendengar jika kau diperlakukan tidak baik selama aku pergi. Bukankah begitu Jae?"

"Hyuungg! Aku masih sanggup, aku masih bisa bekerja seperti ini. Sekalipun aku mendapatkan luka baru pada tubuhku. Aku dapat menerimanya." Ujar Jaejoong sambil menatap wajah Seunghyun dengan tatapan sendu.

"Eheem... begini. Aku kemari hanya ingin menawarkan pekerjaan dimana kau hanya berpura-pura sebagai istri dari atasanku Jung Yunho. Kau hanya cukup menandatangani kontrak yang berlangsung sekitar 2 sampai 3 tahun saja. Kaupun akan difasilitasi harta dan rumah yang mewah. Namun ini juga ada syaratnya..." Junsu menggantungkan ucapannya.

"Apa itu Junsu-ssi."

"Jung Yunho adalah pria termapan dan juga ia adalah seorang yang bebas. Ia tidak suka dengan adanya ikatan seperti status resmi suami-istri dalam hubungan real. Ia hanya ingin memenuhi keinginan orangtuanya saja memiliki pasangan hidup entah namja atau yeoja. Namun pilihannya jatuh padamu. Dan hal yang harus kau ketahui... ia tidak menyukai anak-anak. Maka dari itu, kita harus menyembunyikan keberadaan anakmu secara diam-diam. Sebisa mungkin Yunho tidak boleh tau jika ternyata kau tidak perawan dan sudah memiliki anak. Apa kau mengerti Jaejoong-sii?"

"Maafkan aku Junsu-ssi... jika menyangkut anakku. Aku tidak bisa berjauhan dengannya. Aku tidak bisa, maafkan aku... permisi..." Jaejoong segera beranjak dari duduknya namun dengan cepat Junsu memegang tangan kanan Jaejoong untuk menghentikan langkahnya.

"Jaejoong-ssi... entah seberapa kuat kau mencoba menjauh dan menolak ajakkan ini kau tidak akan bisa lari begitu saja. Karna seorang Jung Yunho tidak akan melepeskan apa yang menarik dimatanya. Tapi ku sarankan kau menerimanya, demi anakmu dan dirimu sendiri. Tolong pikirkanlah kembali." Tanpa bicara lagi Jaejoong menepis tangan Junsu dan segera keluar meinggalkna Junsu dan Seunghyun.

.

.

.

JUNG'S HOTEL

"Hyung... sudah ku katakan padamu eoh? Dia hanya pegawai rendahan yang tidak cocok jika bersanding denganmu. Carilah namja atau yeoja lainnya." Ujar Junsu jengah.

"Aniya... dia orang yang sangat menarik. Aku hanya ingin dia menjadi partnerku apapun juga. Selama dia namja, dia tak akan pernah bisa memberikanku keturunan. Cukup menikahinya untuk beberapa waktu hingga perusahaan appa 100% akan jadi milikku, setelah itu aku akan membuangnya lagi."

"Geez... terserah kau saja hyung. Aku harus pulang sekarang juga. Cepatlah kau istirahat. Selamat malam hyung..." Pamit Junsu saat ia melihat raut lelah dari pria tampan Jung Yunho yang masih melawan kantuknya karna memikirkan strategi untuk mendapatkan Kim Jaejoong sebagai calon partnernya.

.

.

.

Jaejoong terus termenung mengingat penawaran Junsu yang memang sangat menggiurkan baginya. Namun, sungguh jika ia disuruh berpura-pura tidak memiliki Moobin ia merasakan sesak dan sedih. Namja menawan itu terus membelai pipi anaknya yang bergerak-gerak lucu saat mengisap pucuk nipplenya menyusu. Hanya helaan nafas lelahnya lah yang dikeluarkan untuk sekedar menghilangkan penatnya. Entah, skenario apa sebenarnya yang direncanakan tuhan untuknya.

.

.

Pria cantik itu menggeliat resah saat tidurnya terusik oleh tangisan Moobin. Hingga dengan terpaksa ia membukakan paksa mata indahnya yang masih sangat terasa berat lalu ia membenarkan posisi duduknya untuk menggendong Moobin.

"Cup cup... Moobin-ah kau kenapa baby..." Jaejoong berusaha menenangkan Moobin yang menangis semakin menjadi-jadi.

"Aigooo..." Jaejoong beranjak dari kasurnya dan membuka satu persatu kancing piyamanya hendak mengeluarkan dada kirinya dan dituntunnya bibir Moobin untuk segera menyusu. Namun Moobin malah menolaknya dan mengatuk bibirnya erat hingga membuat Jaejoong semakin bingung dan panik. Lalu diarahkannya tangannya untuk mengecek suhu tubuh Moobin.

DEG...

Jaejoong terkejut bukan main, ternyata anaknya sedang demam yang tak terduga. Lalu dengan cepat ia segera menuju kerumah Bibi Jang.

.

.

.

SEOUL'S HOSPITAL

Jaejoong tak berhenti meruntuki kebodohannya karna ia merasa gagal menjaga kesehatan Moobin. Ya Moobin dinyatakan terkena demam berdarah dan harus dirawat intensif karna bayi masih sangat rentan terhadap paparan penyakit ditambah sistem metabolisme bayikan sangat berbeda dengan orang dewasa.

"Bibi Jang pulang saja biar Joongie yang menjaga uri Moobin. Joongie akan izin bekerja pada Siwon hyung." Ujar Jaejoong yang masih duduk di sebuah kursi yang menghadap Moobin yang tertidur diranjang pasien.

"Ne... Bibi pulang dulu ne, setelah pekerjaan rumah selesai Bibi akan segera kemari."

"Ne... gumawo Bibi Jang." Jaejoong tersenyum menguatkan hatinya agar tidak menambah ke khawatiran yeoja paruh baya itu. Dan kembali menatap Moobin dan mengelus tangan kiri Moobin yang diinpus.

.

.

.

JUNG MANSION

Yeoja paruh baru baya yang masih terlihat cantik namun sikap kearoganannya masih tecetak jelas ala keluarga Jung duduk dengan tidak santainya. Karna ia kembali mengomeli Yunho yang baru saja pulang ke Mansionnya dengan wajah yang tidak bersalah.

"Mana calon istrimu eoh? Hampir tiga minggu kau meninggalkan umma appa dirumah. Cepat cari hari ini juga, bukankah Changmin sudah memberikan daftar calon untukmu."

"Ah... itu umma... aku masih berusaha mencarinya. Umma tenang saja..."

"Ya! Pokoknya umma tidak mau tau kau harus menentukan pilihanmu hari ini juga! Atau harta appa akan diberikan pada Changmin saja." Mrs. Jung mengancam.

"Aarrghh... arra... arra... Yunho akan mencarinya hari ini juga." Dengan kesal Yunho beranjak dari sofa diruang tengahnya dan mendial nama Changmin di ponselnya.

"Changmin-ah... dimana kau akan merencanakan pertemuanku dengan wanita-wanita itu. Biar aku yang menentukan tempatnya. Aku ingin di Y Club jam 8 malam ini karna ada seseorang yang ingin aku temui."

"..."

"Gumawo Changmin-ah..." Setelah menutup sambungan teleponnya Yunho menatap sang umma yang memasang wajah sumringahnya.

"Waeeee? Umma puas eooh?" Dengan wajah yang ditekuk Yunho langsung masuk ke kamarnya hendak membersihkan diri.

.

.

.

SEOUL'S HOSPITAL

Waktu sudah menunjukkan waktu 18.00 pm dan itu tandanya Jaejoong harus kembali bekerja. Dengan sangat berat hati Jaejoong menitipkan Moobin pada Bibi Jang.

"Bibi... kumohon jika terjadi sesuatu apapun pada Moobin, tolong segera menghubungi Joongie ne."

"Ne... kau berhati-hatilah Joongie. Bibi akan menjaga Moobin disini." Jaejoong hanya tersenyum sedikit dipaksakan dan mengecup singkat kening Moobin yang sedikit berkeringat lalu berjalan meninggalkan Seoul Hospital.

.

.

.

Y CLUB

Terjadi sedikit kericuhan di Y club, hal ini disebabkan teriakan histeris para uke maupun Yeoja yang mengelu-elukan nama Jung Yunho sang pria mapan dan gagah. Atmosfer disana seketika berubah karna pesona yang menguar dari ragawi Yunho sangatlah kuat. Begitu sempurnanya pahatan yang dibuat oleh Tuhan untuk seorang Jung Yunho. Namun berbanding tebalik dengan Jaejoong, namja cantik itu harus berkutat dengan banyaknya cucian piring dan gelas kotor tanpa mau peduli siapa yang menjadi sumber keributan di Y Club malam ini.

.

.

.

Jung Yunho menatap satu persatu wanita cantik dan seksi yang ada dihadapannya kini. Ia jengah dan muak melihat tipe wanita yang suka sekali menjilat harta. Menjajakan tubuh hanya untuk mendapatkan kekayaan. Ya... Yunho kini berada diruang VVIPnya dimana pertemuan ini sifatnya tertutup karna tujuannya adalah mencari partner disini. Namun ia pun tak kalah penasaran karna seorang Kim Jaejoong yang tidak menampakkan batang hidungnya sedari tadi.

"Bagaimana Hyung? Apakah ada yang cocok untukmu? Ayolah mereka cantik-cantik dan seksi. Lihatlah dada mereka yang besar dan montok itu..." Ujar Changmin sedikit menggoda Yunho. Namun Yunho tak bergeming masih menyilangkan kakinya angkuh dengan tangan yang melipat didepan dadanya. Ia menghela nafasnya jengah dan menatap pada luar pintu yang terbuka.

DEG...

Seolah jantungnya berhenti berdetak, sosok yang membuatnya gelisah itu telah berjalan melewati ruang VVIPnya tanpa menolehkan sedikitpun ke ruangan yang Yunho tempati. Yunho mengernyitkan dahinya ketika sosok itu mendorong beberapa bak yang berisikan gelas, piring kotor sambil sesekali menyeka keringatnya.

"Baiklah sudah kuputuskan, yang akan menjadi partnerku adalah namja yang baru saja lewat itu" Ujar Yunho santai menunjuk kearah Jaejoong dengan menggunakkan dagunya. Seketika semua orang yang ada disitu langsung melihat kearah luar dan terperangah bukan main karna seorang Jung Yunho memilih seorang tukang bersih-bersih ketimbang yeoja seksi. Lain halnya dengan Changmin ia memasang wajah shocknya dengan wajah yang memucat. Pasalnya ia mengenal siapa namja itu.

"Changmin-ah... panggil namja itu kemari."

"..."

"Yak Changmin-ah..." Yunho sedikit membentak Changmin sehingga lamunan Changmin membuyar.

"Ah... ba... baiklah Hyung..." Changmin segera berlari dan mengejar Jaejoong yang tak jauh dari hadapannya.

"Jaejoongie..." Ujar Changmin memanggil Jaejoong. Hingga langkah Jaejoong terhenti dan menoleh ke sumber suara.

"Changmin-ssi..." Jaejoong tersenyum teduh menatap Changmin yang terlihat senang namun terlihat raut kekecewaan.

"Jae..." Changmin langsung menggemgam kedua tangan Jaejoong erat namun ia dikejutkan dengan ringisan Jaejoong karna telapak tangannya yang terluka digenggam erat oleh pria jangkung ini.

"Jaejoongie... ahh... mianhae aku... tidak tau tanganmu terluka." Changmin melepaskan genggaman tangannya.

"Gwenchana Changmin-ah... ada apa?"

"Jae... aku ingin mengatakan sesuatu hal sebelum semuanya terlambat. Apapun yang terjadi aku akan selalu ada disampingmu." Jaejoong mengerutkan alisnya bingung, namun ia semakin panik saat Changmin merangkul kedua pundaknya erat dan mempersempit jarak diantara keduanya.

CUP...

Kecupan indah nan singkat bertengger dibibir Cherry Jaejoong. Jaejoong hanya mengerjap-ngerjapkan matanya ambigu.

"Aku mencintaimu Kim Jaejoong. Terserah kau anggap ini apa. Tapi satu hal yang harus kau tau aku Shim Changmin mencintaimu."

DEG...

"Yak! Shim Changmin kemari. Yunho hyung menunggu!" Junsu teriak dan mengacak pinggangnya kesal.

"Ikuti aku Jae." Ujar Changmin menuntun tangan kanan Jaejoong untuk masuk keruang dimana sang master menunggu. Jaejoong menurut saja tanpa mengerti apa sebenarnya terjadi. Dan dirinya sangat bingung ketika ia melihat banyak wanita seksi berdiri menghadap ke beberapa namja yang duduk santai disofa panjang ruang VVIP.

"Masuklah..." Suara berat terdengar dari seorang namja tampan bernama Jung Yunho dan telah membuyarkan lamunan Jaejoong yang terlihat masih sangat bingung dengan memperhatikan seluruh penghuni yang memandangnya aneh.

"Ne..." Jawab Jaejoong dan berdiri ditengah-tengah wanita seksi yang menatapnya jijik dan tidak sebanding.

"Wajahmu memang terlihat lebih natural dan cantik jika dibandingkan dengan yeoja-yeoja ini. Bentuk tubuhmu juga ramping dan ya dadamu terlihat sintal. Kau masuk dalam kriteriaku. Kau Kim Jaejoong." Sontak Jaejoong menatap Yunho yang mengacungkan jari telunjuknya kearah Jaejoong.

"Kau akan menjadi istriku dan kita akan menikah secepatnya."

"MWOOO!" Jaejoong terkejut saat Yunho mengatakan kalimat itu dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Ini gila pikir Jaejoong.

"Hyuung!" Changmin juga tak kalah terkejutnya, jika apa yang dikhawatirkannya memang benar-benar terjadi. Orang yang disukainya akan dipinang oleh sepupunya yang sok arogan.

"Wae Changmin-ah... bukannya kau pernah mengatakan padaku jika aku bebas memilih siapa saja yang menjadi partnerku. Dan apa kau tidak ingat jika aku harus segera menikah. Maka sudah kuputuskan Kim Jaejoonglah yang akan menjadi istriku. Sebagai upahnya Jaejoong akan kuberikan kekayaan dan kemewahan dariku sebagai timbal balik." Ujar Yunho santai.

"Aah... aku tidak mengerti... sebaiknya aku permisi." Jaejoong yang merasa seperti dipermainkan segera keluar dan bergegas kembali mendorong troly cuciannya.

"Jae..." Changmin mengejar Jaejoong yang berjalan tergesa-gesa hingga langkahnya terhenti karna mendengar suara ponsel yang berdering.

.

"Ne Bibi Jang. ada apa?" Tanya Jaejoong sedikit takut-takut.

"Joongie... cepat kemari, Moobin kembali demam dan ia tidak bisa berhenti menangis karna kau tidak ada. Cepat kemari Jae. Bibi khawatir."

"Ada apa Jae..." Tanya Changmin yang melihat tubuh Jaejoong bergetar menangis terisak.

"Hiks... Changmin-ssi... Moobin sakit. Aku... hiks... harus segera ke Rumah Sakit aku permisi." Jaejoong langsung berlari bak orang kesetanan menuju rumah sakit tempat Moobin dirawat.

"Changmin-ah..." Ujar Junsu mendekati Changmin. Lalu Changmin menoleh kebelakang menatap Junsu yang sedikit khawatir.

"Anaknya sedang sakit dan dirawat dirumah sakit. Dan kumohon jangan beritahu hal ini pada Yunho hyung. Bilang saja Jaejoong sudah pulang. Aku akan membujuk Jaejoong supaya mau menerima tawaran Yunho hyung dan aku akan segera mengurus pernikahan Yunho hyung dan Jaejoong secepatnya."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUE

Buat teman-teman readers, kali ini Young mau minta maaf lagi karna gak bisa nepatin janji lagi... huhuuhuu... karna jujur membuat alur ini musti perlahan. Buat scene Yunjae itu ternyata gak segampang dan semudah itu. Entahlah... aku lebih suka semuanya terlihat jelas. Ini ajah word'a nambah jadi 5.000 ternyata masih belum saatnya menampilkan YUNJAE moment, sebenarnya target tiap chapter itu 3.000 word. Mohon maafkan aku yang begini. Aku kudu eotokhe... T.T semoga kalian suka ajah yah... kekeke... Makasih ya buat yang udah Review, Fav & Follow di chap 3.^^

Dan seperti biasa REVIEW & Tinggalkan jejak'a ya di Chap ini... Gumawo^ ^

Yang mau temenan diline bisa aja add aku di rahna_indriani/FB: Na U-Young.

Young mau balas review kalian :

Nabratz : Uaaaa... Akuu mauu mintaa maaf banget sama kamu. Mohon pengertian'a... Jeongmal mianhae Nabratz. Iyeh... diusahakan chapter depan Yunjae. Gak Siwon & Seunghyun hanya nganggap Jae kek temen-sodara. Jadi Jae hanya berkutat dengan Yunho, Changmin, Yoochun.

AprilianyArdeta : Lari? Itu karna dia merasa risih dengan sikap Yunho yang sok kenal. Wkwkwk... Yup ini lanjut.^ ^

Cassienovia92 : Hehe... makasih yah udah seneng.^ ^ Yup ini dah apdet. Kekee...

Azharifaisal666 : Iya Azharifaisal aku bakal makin semangat kalau banyak yg review. Hohoho... Iyah konfliknya ntar ada ajah bermunculan...

Guest : Iya guest ini dah apdet. Makasih karna kamu senang dengan FF ini...^ ^

Nickyun : Iyah Jae pan masih gak kenal ama siapa itu Yunho. Hooh ini dah lanjut^^

Cha Yeoja Hongki : Iyah ini dah apdet cha...^ ^

RereYunjae Pegaxue : Iyah nchun paksa nikah deh. Hehe... kita lihat ajah next chap gimana kelanjutan cerita Nchun dengan Jae yang ternyata belum cere. Sip Rere ini dah lanjut...^^

Jaelous : Molaaa... aku masih belum ada bayangan Ara bakal ikut campur dalam hal ini. Nantikan next chap aja yah...^^

Jema Agassi : Iyah seperti itu... semua perhatian akan tertuju pada Jejung... Iyah masih terikat dengan Nchun. Kita lihat ajah next chap'a gimana kelanjutan Nchun & Jae yang ternyata belom cere.

KimJJ Boo : Iyah udah lanjut...^^ Semua seme yah pasti suka sama Jejung. Hehehe...

Indy : Iyah ini lanjut kok Indy... tapi tergantung yang review juga, hehee... Iya Yunho udah tertarik sama Jae.

D14napink : Udah lanjuut friend... wah kalo apdet 2 chapter kagak bisa, satu persatu dulu. Hehe... iyah inih cintanya bersegi-segi... wkwkwk. Makasih udah suka yah...^^ oya aku ada baca FF mu tapi FFN gak bisa ngomen & login akun beberapa hari maren. Ntar aku tinggalkan jejak yah.

Momo Chan : Yak! Ini haruumm Momo Chan... wkwkwk. Aiguu... haha... iyah diusahakan tetep pairingnya YUNJAE karna mereka pairing utama. Untuk Nchun & Min kita lihat ajah next chap'a kek gimana. Dan untuk Siwon & Seunghyun tenang mereka gak aku kopelin sama Jae kok. Mereka pan udah punya uke masing-masing. Wkwkwk... Hooh semoga dan semoga yah Momo Chan...^ ^

Shipper89 : Iyah berat buat Jae... T..T Siipp ini udah lanjut...^ ^

Misharutherford : Iyah udah lanjut pan...^ ^

-KALSEL, 2015-