Chapter 2

Previous in chapter 1:

"Kau...kau...lelaki yang jatuh dari ayunan?"kyungsoo menatap kai kaget.

"..."kai mencoba meng-connectkan pikirannya. Sedetik kemudian matanya membulat, "Kau, si gadis itukah?"

"Kai?"

"Kyungsoo?"

.

.

.

GoodBye, Kai!(Chapter 2)-The Tears coming down.

Cast: -Kim Jongin

-Do Kyungsoo

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Other Cast: Other member EXO adn etc.

Type: Sad, Romance, Comedy.

Rated: T

Special: GS(Gender Switch)

.

.

.

"Jadi, kau gadis 11 tahun yang lalu?"kata kai menatap kyungsoo terkejut.

"Kau juga, namja cengeng yang ada di taman itu bukan?"balas kyungsoo.

Raut wajah kai berubah. "Sial, aku kan masih kecil dan tampan, terjatuh itu sakit, lho"

"tampan apanya! Mirip seperti anjing peliharaan sehun!"

"Hah? Sehun punya anjing? Dimana ia menaruh semua hewan itu?"tanya kai.

"Abeotji membuatkan sebuah ruang yang luas seperti gudang kami, itu dijadikan tempat binatang peliharaan sehun ditempatkan,"jawab kyungsoo.

"Tapi, aku tak pernah melihat anjingnya, apa dia dikurung?"

"Tidak, tidak dikurung,"jawab kyungsoo. "Namun dikubur."

"Hah? Mati? Kenapa? Keracunan? Kepengapan?"

"Eish...ani"jawab kyungsoo. "Baekhyun kan, sering menginap di rumah kami, sewaktu itu anjingnya menarik rok baekhyun, jadinya...baekhyun bertengkar bersama anjingnya sehun hingga anjingnya sehun mati,"lanjutnya dengan muka datar.

"HAH?! Bisa-bisanya! Kuat sekali! Nenek rempong itu selain suaranya yang bisa membuat ular pingsan, bisa juga membunuh anjing!"komentar jongin kaget.

"By the way...jenis anjingnya apa?"tanya jongin. "Pasti anjing kecil ya?"

"Kau salah besar,"jawabnya dengan datar kembali. "Bulldog."

"HAH?! Bisa-bisanya ia mematikan bulldog? Cocok sekali ia jadi tim pasukan khusus unit pantai selatan di korea!"

"Memang gila, tahun kemarin saja ia bertengkar dengan kadal milik siswa kelas 12,"

"Cukup...-_- ayo kembali-.."kai menjawab pasrah.

"Tak mau, aku ingin ke toilet dulu,"balas kyungsoo.

"Tunggu, sebelum kau ke toilet, kau harus menerima pernyataan cintaku tadi malam!"

"...Pernyataan?"kyungsoo melirik kai kaget. Kai rupanya mengingatnya

"Na...nado..."kata kyungsoo dengan malu-malu.

Kai tersenyum evil. "Apanya yang nado?"

"Ish...NADO SARANGHAE! Sudah, kan?"

"Oke, artinya kau menerimaku menjadi namjachingu-mu!"

"Ya sudah, aku tidak jadi ke toilet, dah!"kyungsoo berjalan cepat. Kai menariknya dan...

Chu~

Bibirnya menempel dengan bibir kyungsoo yang pink.

"Kau! Bila..."

Chu~

"Jangan me..."

Chu~

"Tapi.."

"Kau ingin sekali kucium nona kim?"tanya kai jail.

"Yak! Ani!"

"Kalau begitu satu ciuman lagi?"

"Aku menolak!"kyungsoo segera kabur dari jongin.

"Kyaaaa~"kyungsoo terpekik ketika jongin membawa kabur dirinya ala bridal style ke sudut tembok dan melakukan kiss yang membuat kyungsoo berasa terbang di angkasa.

.

.

.

"...Jadi, kami mengharapkan partisipasi kalian untuk mengikuti wisata ke kebun binatang berjalan di seoul untuk mengetahui jenis-jenis hewan di sini, yang mengikuti, mendapatkan nilai tinggi di mata pelajaran biologi!"sahut siwon, wali kelas di kelas kyungsoo dan chen.

"Songsaenim, kapan berangkatnya?"tanya chen dengan malas. Ia ingin sekali mendengarkan ribuan lagu di rumahnya.

"Sekarang! Setelah pulang sekolah! Yang membolos, akan diikutsertakan dalam pelajar tambahan Kangin!"jawab siwon yang membuat anak-anak membelalakan matanya.

"Kangin? Si kangin yang kalau galak seperti duda beranak buaya?"bisik chen kepada kyungsoo.

"Engh...ya,"jawabnya singkat.

"Jadi...apakah kalian akan ikut?"tanya siwon kembali. Seuruh siswa mengangguk cepat.

"YA!"semuanya menjawab dengan terpaksa dan cepat.

"Baiklah, sampai bertemu di bis,"jawab siwon sambil meninggalkan kelas.

"HUUUHH..."gerutu seisi kelas.

Dasar anak-anak malas...

.

.

.

"Kau ikut kan?"tanya baekhyun kepada kyungsoo saat istirahat tiba.

"Kalau tak ada kangin ikut-ikutan dalam ancaman jika tak mengikutinya, aku memilih untuk membaca buku di perpustakaan!"

"Kau, sih, kutu buku..."dengus baekhyun kesal.

Sehun datang dengan membawa satu karung penuh entah apa isinya.

"Kau...untuk apa itu?"tanya kyungsoo dengan wajah aneh.

"Untuk konsumsi,"jawab sehun mantap.

"kau baik sekali,"tambah baekhyun.

"Ya dong!"sehun berjalan meninggalkan dua gadis yang sedang bergosip.

Tiba-tiba seorang gadis berambut pirang mengejar sehun, "Yaak sehunn!"panggilnya.

"Luhan?"sehun berbalik.

"Kau dengar? Hari ini akan ada pariwisata! Kau tentunya mengikutinya bukan?"tanya luhan antusias.

"Pasti dong! Aku juga sudah membelikan konsumsi!"

"Waah! Kau tahu buaya disana besar-besar dan bagus!"

"Aku tertarik dengan burung merak!"

"Aku suka monyet!"

"Aku suka kudanil!"

"Aku suka harimau!"

"Aku suka padamu!"

Hening...kyungsoo dan baekhyun yang mendengarnya melongo tak percaya.

"Si albino itu..."

"Hah...apa? aku tak dengar?"tanya luhan.

"Eng...aku...bilang...aku...suka...harimau juga!"

"Tadi sepertinya bukan itu..."dengus luhan.

"Iya kok!"

Luhan dan sehun kembali bercengkrama tentang hewan yang akan ditemuinya di kebun binatang berjalan itu. Kyungsoo dan baekhyun saling bertatapan.

"Apa kai juga ikut?"tanya kyungsoo kepada baekhyun.

"Ya..."jawab baekhyun singkat. Namun wajahnya seketika berubah menjadi evil.

"Hehehe..."baekhyun terkekeh.

"Apa?"kyungsoo memandang baekhyun.

"Ani, kau suka pada jongin ya?"tanya baekhyun.

"Bodoh! Tidak!"jawab Kyungsoo dengan raut wajah kesal.

Pletak! Suara botol penyok yang terlempar terdengar.

"Botol siapa?"tanya kyungsoo kepada baekhyun.

"Kukira itu botol kau, dari tadi aku tak memegang botol kan?"balas baekhyun.

"Heiiiii Guyss!"seseorang berponi dan berambut panjang menghampiri kedua gadis yang tengah bergosip. Dibelakangya terdapat chen yang sedang berjalan santai. Ya...siapa lagi kalau bukan xiumin.

"Xiu? Ada apa?"tanya kyungsoo.

"Hari ini, aku mendapat gaji hasil kerja sambilanku! Aku akan mentraktir kalian makan di kantin! Ikut yuk? Jongin juga akan ikut!"jawab xiumin dengan wajah gembiranya.

"Kau kan kaya, mengapa harus kerja sambilan segala. Kemarin saja kau sakit kan?"tanya kyungsoo.

"Ish...otakmu dongkol sekali! Belajarlah mandiri! Hehe...iya aku sakit. Cuma batuk kok,"jawabnya.

"Aku ikut!"kata baekhyun dengan antusias.

"Ehm, bolehkan aku ikut noona?"tanya sehun tiba-tiba.

"Boleh! Kau, yang dibelakang sehun, mau ikut?"tanya Xiumin kepada luhan.

"Eh...a...aku?"tanyanya balik.

"Memangnya siapa lagi yang ada di belakang sehun! Kau ini!"balas xiumin sambil terkikik.

"Ah, terima kasih eonnie, baiklah,"jawab luhan.

"CHENTONG SAYUR!"teriak seorang namja bertelinga yoda menghampiri chen. Ya siapa lagi kalau bukan chanyeol. Chanyeol segera menjewer telinga chen.

"KAU APAKAN BUKU KIMIAKU!"amuk chanyeol sambil menunjukkan halaman-halaman yang diisi dengan lirik lagu dan bahkan ada yang dirobek.

"Hyung! Aku hanya meminjamnya!"

"KAU BISA GUNAKAN BUKU TULIS LAINNYA BODOH!"rutuk chanyeol sambil melepaskan jeweran.

"Sudah-sudah, oppa, kau ingin ikut makan bersamaku dan yang lain?"tawar xiumin kepada chanyeol. Mendengar kata "Traktir" chanyeol langsung mengangguk.

"Wah, tambah rame saja ya, ayo!"ajak Xiumin disertai anggukan kepala yang lainnya.

"Tunggu,"baekhyun menarik lengan kyungsoo.

"Apa?"

"Jujur, kau menyukai jongin?"

"...""

"Ayooo! Kau suka ya?"

"...Ne..."

"Ahahaha...aigoo..tenang saja, aku akan menjadi mak comblang untukmu!"

"Apanya yang mak comblang, aku sudah menjadi pacarnya!"

Kyungsoo menutup mulutnya rapat-rapat.

"HEII! JONGIN DAN KYUNGSOO JADIAN!"teriak baekhyun kepada xiumin dan yang lainnya.

"Yak! Jangan per..yak! siapa ini! Jongin? Turunkan akuuu!"kyungsoo meronta karena jongin mengendong kyungsoo tiba-tiba.

"Salahmu, kenapa bisa sampai keceplosan! Pabo!"jongin merutuki kyungsoo.

"Manusia kan pernah melakukan kesalahan!"balas kyungsoo tak mau kalah.

"Aigoo...pasangan baru...ehm ehm..."goda xiumin dan yang lainnya.

"Yak!"jawab kai bersamaan dengan kyungsoo.

"Jodoh!"ejek yang lainnya.

"Jongin! Ayo kita serang mereka!"ucap kyungsoo sambil turun dari gendongan bridal kai, tetapi menaiki punggung kai sambil membawa sapu-_-.

"Oke! Satu dua tiga! Hiyaaaa!"kai berlari dan kyungsoo mengacungkan sapu.

Akhirnya terjadilah peperangan sengit dua lawan lima, kecuali chen yang memilih mendengarkan lagunya di ipod miliknya.

.

.

.

"Aku, pesan ramen, saja,"kata kyungsoo.

"Eh, iya,"setelah xiumin memesan, xiumin kembali dan memberikan undangan pesta ulang tahunnya.

"Kok, yang dikasih hanya yeoja?"protes chanyeol karena yang diberi hanya kyungsoo, baekhyun, dan luhan.

"Cerewet kau, aku saja yang tidak diberi diam,"chen berkomentar. Chanyeol mendengus.

"Hihi...begini, pesta ulang tahunku ini mirip seperti prom. Jadi yang merasa yeoja, harus mengajak satu laki-laki untuk mengajaknya pergi ke pesta ulang tahunku. Kalau tidak ada yaa...kau takkan bisa datang,"jelas xiumin dengan tawa di akhirnya.

"Curang! Masa aku harus mengajak namja namja bodoh di sekolah ini untuk datang ke pestamu?"protes baekhyun.

"Tapi, aku sih pengen, kudengar, pesta ulang tahun eonnie, tiap tahun, keren dan berbeda dari sebelumnya kan?"kata luhan berkomentar.

Xiumin tersenyum kecil mendengar kata "Keren". Memang, xiumin selalu dimanjakan eomma appanya. Tak heran xiumin dapat mendekorasikan pesta ulang tahunnya, sesukanya.

"Hm, yang jelas, kyungsoo akan mengajak jongin kan?"goda xiumin kepada kyungsoo yang hampir tersedak.

"Kau ini!"kyungsoo menghampiri xiumin dengan wajah malu dan segera mencubit pipi xiumin gemas.

"Jangan sentuh, yeojachingu-ku, burung hantu!"chen melepaskan tangan kyungsoo kasar.

"Yak! Kau jangan memarahi kyungsoo!"bela jongin tiba-tiba.

"Jangan membentaknya!"xiumin membela.

"Et...sudahlah, kalian ini childish sekali,"baekhyun berkomentar.

"Eh, kalian sudah dengar? Katanya, SMHS adalah sekolah paling populer di korea selatan. Tak jarang murid baru berdatangan. Katanya, di kelasku, akan ada murid baru cantiiik sekali, berasal dari HighSchool-nya DSP Ent lho! Sayang sekali, DSP Agensi yang cukup bagus,"luhan memecahkan suasana dan membuat topiknya berbeda.

"Oh, si tal, tal, itu ya?"tanya xiumin tiba-tiba.

"Yang, katanya, kakaknya itu, Jessica Jung si Miss Universal kelas 12 kan?"baekhyun ikut-ikutan.

"Maksudmu, kyrstal jung?"Jongin berkata tiba-tiba.

"Ah, ya! Benar!"luhan mengangguk. Seketika jongin berdiri dan berbalik arah tanpa mengucapkan apa-apa.

"..."hening.

"Pacarmu, kenapa?"tanya baekhyun.

"Mana kutahu, tanya saja sendiri,"jawab kyungsoo singkat jelas dan padat.

"Tsk,...ada apa dengannya?"xiumin memasang wajah bosan.

Semerbak wangi makanan menjalar mendekati meja yang mereka duduki. Raut wajah mereka berubah menjadi seperti serigala kelaparan.

"Ayo, makan!"

.

.

.

"Ibu, kau tak bercanda, bu?"jongin sedang menelepon Eommanya.

"...tapi bu! Aku tak mau seperti ini, aku bisa mencari uang!"

"Untuk apa? Demi tuhan! Aku tak melakukannya!"

"...bisakah kau mengerti aku, bu?"

"Kapan?..."

"Baiklah,"

Jongin mematikan ponselnya. Beberapa masalah menghujam otaknya yang membuat ia semakin depresi. Tiba-tiba sebuah kaleng cola dingin mendarat di jidat jongin. Senyuman jongin terpancar dari wajahnya.

"Kau, ada apa dengan dirimu?"tanya kyungsoo penasaran.

"Ani, aku hanya merasa pusing, jadi tadi aku ke uks sebentar,"jawab jongin.

"Bohong!"kyungsoo memasang tampang cemberutnya.

"Eish, kau mau kucium lagi? Jangan membuat tampang aegyeo!"

"Aku cemberut! Mana aegyeo-nya!"

"Hahaha...aku terhibur,"jongin tertawa begitu keras.

"Kau, sudah gila?"kyungsoo memasang tampang aneh.

"Ya. Gila karena-mu!"jongin menjawab dengan tampang jahil.

"Terserah, apa maksudmu dengan "terhibur"?"

"Aku punya banyak masalah sekarang, maunya sih, kuceritakan padamu, tapi, ini masalah rahasia, sangat pribadi, jadi, maaf ya, aku tak bisa menceritakannya padamu,"jelas jongin jujur.

"Begitu, ya? Tadinya aku benar-benar ingin membantumu,"

"Gwenchana, yeobo,"

"Pabo! Aku bukan yeobo-mu!"kyungsoo berlari meninggalkan jongin.

"Terima kasih, kau yang membuatku tersenyum, satu-satunya orang yang membuatku tersenyum,"gumam jongin sambil menatap kyungsoo yang menjauh.

.

.

.

Kelas 11 di kelas baekhyun, xiumin, dan jongin tengah ribut karena sebentar lagi mereka akan mengunjungi kebun binatang berjalan (11 12 sama safari :v).

Tiba-tiba, kangin datang memasuki kelas, sontak semua murid diam.

"Hari ini, wali kelas kalian, shindong, tidak hadir, maka saya diamanahkan sebagai pengganti shindong,"kata kangin berbicara kepada murid-murid yang diam seperti patung.

"Bisa dimengerti?"tanya kangin.

"Ne!"jawab murid murid dengan nada datar dan keterpaksaan.

"Baiklah, semuanya, keluar menaiki bus,"kangin memberi komando sambil keluar dari kelas.

"Haaaahh..."sekelas menghela nafas.

"Apa yang kalian lakukan! Cepat!"gertak kangin tiba-tiba yang membuat satu kelas senam jantung tiba-tiba.

.

.

.

"Disini, kelas 10, 11, dan 12 ikut serta dalam pengunjungan museum. Satu bis, ada 20 kursi, tidak termasuk kursi pak supir. Kami mengizinkan anak-anak bebas memilih teman satu bisnya. Bisa dicampur, seperti kelas 11 dengan kelas 12 atau tiga kelas dalam satu bis,"kepala sekolah SM, Lee Sooman, menjelaskan.

"Artinya, aku bisa satu bus dengan chen!"pekik xiumin.

"Dasar,"dengus baekhyun.

"Ayo, kita cari chen dan D.O,"ajak xiumin kepada baekhyun dan jongin.

"Kau mengajakku juga?"tanya jongin.

"Ya, iya lah! Kau tak mau duduk bersama kyungsoo?"tanya balik xiumin disertai cengiran kuda jongin.

"Xiumin!"panggil chen kepada xiumin.

Chen terlihat berjalan bersama chanyeol dan kyungsoo.

"Ah, chen, ayo kita duduk bersama dalam satu bis!"ajak xiumin antusias.

"Maaf, kelasku berencana untuk tidak berpencar, jadi kami sekelas menaiki satu bus yang dipandu oleh siwon songsaenim,"tolak chen.

Sinar kekecewaan terpancar dari raut wajah xiumin. Baekhyun terkikik melihat kelaukan temannya yang satu itu.

"Jadi, kau juga?"tanya baekhyun kepada kyungsoo.

"Mhm...aku tak punya pilihan lain,"jawab kyungsoo.

"Kau jangan selingkuh di bis!"goda jongin.

"Bukankah aku yang harusnya mengatakan itu kepadamu?"dengus kyungsoo.

"Perwakilan, ambil nomor bis masing-masing kelompok!"teriak taeyeon dari toa.

Xiumin berlari meninggalkan chen. "Dia kenapa, sih?"

"Kau, jadi namja tak pernah peka ya?"ejek baekhyun.

"Dia memang bodoh,"timpal chanyeol.

"Memangnya kau tahu, dia kenapa?"tanya chen sebal.

"Tahu, lah! Memangnya aku tidak pekaan sepertimu? Dia kecewa, bodoh!"

"Kecewa? Hanya karena aku tidak bisa duduk bersamanya?"

"Kau ini, seperti tidak tahu perasaan wanita, saja!"

"Ah, terserahlah!"chen memasang tampang pasrah.

Xiumin datang dengan wajah pucat. Tangannya menggengam selembar kertas. "Ada apa?"tanya chen.

"Jongin, baekhyun,...maafkan aku..."xiumin membanting kertas yang ia genggam tadi. Baekhyun memungutnya. Matanya berubah menjadi bulat sempurna.

"KANGIN? TUTOR KITA?"pekik baekhyun kaget.

"Mwoya?"jongin membelalakan matanya.

.

.

.

Suasana dalam bis nomor 4, bis yang ditempati kyungsoo dan chen, dipenuhi canda tawa sepanjang perjalanan, karena siwon membuat suasananya asik.

"Yang bisa menjawabnya, mendapatkan ini!"siwon mengacungkan satu batang cokelat.

"Hewan ini rata-rata digambar bulat, hidup malam hari, apakah itu?"tanya siwon.

"Kelelawar?"tebak salah satu murid.

"Salah!"

"Ikan gembung?"

"Salah juga,"

"Landak!"

"Kyungsoo!"tunjuk chen kepada kyungsoo yang tengah asyik melihat pemandangan dari jendela.

"Hah, ada apa?"tanya kyungsoo yang kebingungan sama seperti siswa siswi lainnya.

"Maksudku, jika kalian lihat kyungsoo, kalian akan teringat burung hantu,"jelas chen disusul dengan gelak tawa teman-teman lainnya.

"Ya, chen mendapat cokelat!"siwon menyerahkan cokelat batang kepada chen.

Kyungsoo hanya memandang chen tajam lalu mengambil handphonenya.

To: Jongin

Bagaimana suasana bis-mu?

From: Jongin

Mati. Tak ada desahan nafas yang terdengar.

Kalau boleh dibilang, jongin memang benar. Suasana bisnya yang bercampur dengan anak kelas 9 itu tenang. SANGAT TENANG. Bahkan jika diperbolehkan untuk membawa kambing, pasti kambing itu akan berbunyi "Mbeeeeek~"dengan jelas. Ya jelas lah, yang membuat keheningan ini si "Kangin" tentunya.

To: Jongin

Aigoo~ pasti karena kangin ya? Bertahanlah, aku yakin kangin sebenarnya orang yang baik.

From: Jongin

Bagaimana kau bisa seyakin itu? Kurasa aku tak akan bisa menikmati kunjungan ke kebun binatang ini.

To: Jongin

Ya, sebenarnya bisa saja dia memakai "Topeng". Ya terserahlah, aku ingin tidur saja. Perjalananya masih lama rupanya. Annyeong~

From: Jongin

Baiklah, aku percaya padamu. Ne, annyeong kyungsoonie~

Kyungsoo menatap layar handphonenya sambil tersenyum. Lalu tertidur.

.

.

.

Bis Kangin..

Tanpa disadari, ada sehun dan luhan yang duduk bersama di bis jongin, xiumin, dan baekhyun. Mereka mengobrol lewat line karena saking takutnya dengan kangin. Xiumin si nenek cerewet itu pun juga diam seribu bahasa. Sebenarnya ada untungnya bagi baekhyun karena baekhyun akan kehilangan kendali jika xiumin mengoceh.

Setelah sampai, para siswa siswi yang ada di bus itu turun dan duduk di bis yang terbuka. Fungsinya agar bisa melihat hewan-hewan dengan jelas.

Rombongan bis kangin itu menghela nafas panjang karena kangin ternyata hanya sebatas tutor perjalanan dari sekolah sampai kebun binatang.

"Tutor apanya...daritadi tidak ngapa-ngapain..."gerutu jongin dalam hati.

"Tutor? Yang galak seperti itu pantas menjadi tutor?-_-"gerutu baekhyun dalam hati.

"Aku tak bisa bercerita kepada baekhyun...bodoh!"rutuk xiumin dalam hati.

"Semoga kelas 10 nanti wali kelasku bukan dia,"batin sehun dalam hati.

"Aku bingung, ada apa sih dengan tutor bis-ku,"batin luhan dalam hati.

Tutor dari kebun binatang menaiki bis, lalu memulai dengan nada ceria kepada siswa-siswi di masing-masing bus. Karena terbuka, para siswa-siswi dari bus lainnya bisa saling berlambai tangan. Termasuk kyungsoo dan jongin.

Perjalanan pun di mulai. Dari bis satu, yaitu bis Chanyeol and the friends dan anak tak dikenal lainnya dari kelas 11, sudah mulai terdengar suara kamera, tepuk tangan, dan suara kekaguman.

Ternyata di sebelah kiri, ada seekor burung merak. Dan disitu merak jantan melebarkan sayap yang indahnya itu karena melihat seekor merak betina.

"Merak ini mempunyai suatu keistimewaan yaitu salah satunya sayapnya yang indah blablabla..."tutor menjelaskan panjang lebar tentang burung merak yang sedang mereka lihat.

Jika di bis nomor 2 suasananya tenang...di bis nomor 4 alias bis kelas kyungsoo...

"Meraknya seperti aku!"timpal yang lain.

"Merak itu kembaranku! Aku kan cantik!"balas kyungsoo jail.

"Ah, pokoknya merak itu mirip denganku!"balas yang lain.

Wah, diantara semua bis sepertinya bis nomor 4 dan nomor 40(gila panjang banget-)-lah yang paling ramai dan asik. Karena bis 40 kumpulan anak yang suka menyanyi, sambil menunggu, mereka menyanyi lagu-lagu S.E.S BoA TVXQ H.O.T LEDApple dan lain-lain.

Kedua adalah seekor monyet. Monyet itu tampak bergelantungan kesana kemari. Sehun dan luhan yang paling heboh setiap melihat hewan-hewan. Tak lupa sehun menyeret konsumsi itu ke depan dan meminta izin sang penjaga kebun binatang.

"Sehun, kau mau membagikan konsumsi untuk kami, ya? Tak usah repot-repot,"cerocos baekhyun.

"Enak saja, ini konsumsi untuk hewan-hewan disini, tahu,"kata sehun sambil menyeret karung lainnya.

"HAH?!-_-"

Tutor kebun binatang itu dengan senang hati memperbolehkan sehun turun dan memberikan makan kepada monyet itu. Tentunya sehun di atas pengawasan penjaga.

Seisi bis nomor 2 melongo melihat kelakuan sehun. Benar-benar pecinta binatang sejati. Luhan tak tinggal diam, ia memfoto sehun setiap sehun melakukan interaksi (?) kepada hewan-hewan tersebut.

Bis lainnya menatap sehun kagum karena keberaniannya menyentuh hewan-hewan yang ada di kebun binatang.

"Adikmu hebat sekali, kyungsoo-ssi,"kagum salah satu teman kyungsoo.

Kyungsoo hanya tersenyum tenang dan tertawa kecil. Adiknya itu rupanya benar-benar pecinta binatang.

Gajah, singa, harimau, burung kakaktua, dan yang lainnya telah terlewati. Tentunya setiap ada binatang baru, sehun turun dan memberikan konsumsi kepada hewan-hewan. Kini sehun menjadi pusat perhatian.

Akhirnya tibalah seekor burung hantu.

"Kyungsoo-ya! Itu kembaranmu!"ejek teman-temannya yang membuat senyumnya pudar.

Tapi kyungsoo tahu, itu hanya candaan. Jadi dia berpura-pura cemberut. Tiba-tiba sebuah pesan memasuki ponsel kyungsoo.

From: Jongin

Kau tahu? Burung hantu itu mirip sekali dengan mata bulatmu.

Kyungsoo menatap ponselnya kesal. Kenapa semua orang bilang dia jelmaan burung hantu.

Kunjungan selanjutnya, buaya...

"Aku bawakan daging segar untukmu, buaya sayang,..."ujar sehun sambil melempar daging yang ia bawa. Buaya itu melahapnya dengan rakus, sepertinya ia belum makan.

"OH SEHUN! KYA DIA PEMBERANI!"teriak para gadis yang menyaksikan. Ya walau Cuma dari deretan bis 1 sampai bis 5 kelihatannya...

Sehun melempar satu daging lagi. Buaya itu melahapnya kembali dengan rakus. Terdengar suara tepuk tangan dari bis 1 sampai dengan bis 5.

Tiba-tiba chanyeol turun dan mengampiri sehun.

"Bolehkah aku mencoba?"tanya chanyeol dengan semangat. Sehun tersenyum memperbolehkan.

"Yes!"chanyeol dengan segenap keberanian memberikan daging itu kepada buayanya. Namun bodohnya, bukannya dilempar, dagingnya malah dipegang.

"AAAAAAA"chanyeol berteriak. Tangannya digigit oleh buaya itu. Sontak para penjaga kebun binatang itu segera menolong chanyeol.

Seketika suasana berubah menjadi tegang. Sehun pun menyelamatkan diri menaiki bus lagi. Namun, chanyeol, tak bisa ditolong.

"AAAAA! TANGANKU TANGANKU!"chanyeol berteriak keras. Tangannya bak dikoyak dengan gigi buaya itu.

Semua siswa-siswi hanya melihatnya prihatin. Tak ada yang berani menolong. Kecuali, tentunya petuga kebun binatang dan tim pembantu yang segera datang. Buaya itu membuka mulutnya lalu chanyeol melepaskan tangannya. Segera saja chanyeol kabur, namun, kakinya kembali ditarik oleh buaya bahaya itu.

"Tolong! Hua...mama...!"chanyeol menangis meronta-ronta meminta dilepaskan.

Dengan pandangan mengenaskan, semuanya menatap chanyeol. Ugh...betapa menyeramkannya pemandangan yang mereka lihat.

Baekhyun, benar-benar sudah kehilangan akal, mengambil pisau milik entah siapa yang tertancap di tanah, lalu menghampiri buaya itu.

"HEI KAU PENGECUT! LAWAN AKU LAWAN!"baekhyun memancing buaya itu.

Baekhyun bergulat dengan buaya itu, hingga kaki dan tangannya bisa dibilang dipenuhi darah yang mengucur begas gigitan dan cakaran dari kuku buaya itu.

"HEII SIALAN KAU, KAU HANYA BISA BERTANDING SEPERTI ITU? AYO AYO LAWAN AKU!"baekhyun mengambil tombak punya tim penyelamat(wow...tombak-_-)lalu menusuk-nusukan ke badan buaya tersebut, menyiksanya tanpa ampun.

Chanyeol, si yoda bodoh itu ternyata benar-benar bodoh, bukannya berlari menyelamatkan diri malah mematung melihat pertarungan "Baekhyun vs Buaya".

"Kuat sekali..."gumam jongin.

"Semoga, kau selamat, pabo ya!"batin kyungsoo.

Kembalilah digigit kaki chanyeol oleh si buaya. "AAAAAAAAA!"

"MATI KAU MATIIII!"rutuk baekhyun dengan segenap kekuatan menarik ekor buaya itu yang beratnya berkilo-kilo.

Reflek, buaya itu melepaskan gigitannya lalu menggigit kaki baekhyun.

"OH RUPANYA KAU MAU BERMAIN DENGAN POSISI 69 HAH? BAIK BAIK YOSH! AYO LAKUKAN!"baekhyun menarik ekor buayaitu sambil mencoba melepaskan kakinya dari mulut buaya itu.

Baekhyun akhirnya berhasil memotong ekor buaya itu meski butuh waktu cukup lama. Kini kaki kirinya pincang dan tak bisa digerakkan.

"buaya buntung~"lagu bodoh itu mengheningkan suasana genting. Segera semuanya melihat si chen. Chen berpura-pura menerima telepon. "Yeoboseyo~"

"Argh! Perusak suasana! Yosh! Hana dul set!"baekhyun menancapkan tombak ke badan buaya buntung itu. Akhirnya, buaya itu mati.

Luhan tak terima buaya itu mati, akhirnya mengajukan protes kepada baekhyun.

"Bodoh! Mengapa kau membunuhnya! Harusnya melumpuhkannya!"

"Kau tak lihat? Chanyeol hampir mati! Buaya itu benar-benar kelaparan!"

"Tapi setidaknya jangan membuat dia mati! Dia buaya langka, bodoh!"

"Penting mana nyawa chanyeol dengan nyawa hewan ganas yang bisa membunuh ratusan orang?!"

"Aku tau tapi...AAAAAA!"luhan diseret oleh buaya itu. Ternyata buayanya masih hidup-_-.

"KAU KAU HEIII KAU BUAYA BUNTUNG! BISA BISANYA! HIYA!"baekhyun menusukkan pisau berkali-kali ke badan buaya tersebut. Akhirnya polisi datang dan menembak buaya itu hingga mati.

Desahan nafas panjang terdengar begitu kompak dari orang-orang yang menyaksikannya. Bahkan dari bis 30 ada yang datang menonton pertarungan itu.

Baekhyun menghampiri chanyeol yang tergeletak di tanah.

"Gwenchana? Mana yang sakit? Apakah tulangmu rasanya seperti retak?"tanya baekhyun sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.

"Harusnya aku yang bertanya seperti itu! Bagaimana dengan dirimu! Lihatlah! Tubuhmu bersimbah darah!"balas chanyeol histeris sambil menintikan air matanya.

"Uljima...laki-laki tak boleh menangis!"baekhyun mengusap air mata chanyeol.

"Kita kan teman, jadi saling membantu kupikir hal yang baik...akh!"baekhyun tergeletak lemas di dada chanyeol yang bidang.

Tim medis membawa chanyeol baekhyun dan luhan ke rumah sakit. Kyungsoo segera menghampiri ambulans yang membawa salah satu sahabatnya.

"Pak! Ijinkan saya ikut! Saya tak tega melihat sahabat saya seperti itu!"kyungsoo menentang kangin.

"Tidak boleh! Siswa-siswi harus menyimak kembali hewan selanjutnya!"ucap kangin tegas.

"Jika dia kenapa-napa, apa kau tahu keluarganya siapa? Tolonglah! Aku benar-benar harus ikut, songsaenim!"balas kyungsoo dengan nada sangat memaksa.

Jongin yang memperhatikan kyungsoo menghampiri kyungsoo yang tengah berdebat dengan kangin.

"Baiklah! Saya ijinkan!"

Akhirnya kyungsoo dan jongin diperbolehkan ikut menemani chanyeol baekhyun dan luhan.

.

.

.

"APA?!"kyungsoo berteriak histeris.

"Saudara baekhyun mengalami kekurangan darah. Karena stok darah O yang kami punya di rumah sakit habis, kami harus mencari pendonor darah, jika harus meminta ke rumah sakit donor darah, akan memakan waktu yang cukup lama hingga mungkin nyawa baekhyun bisa tak terselamatkan,"jelas dokter itu.

Kyungsoo kini benar-benar menangis. Kini air matanya tak bisa dibendung kembali. Jongin segera memeluk kyungsoo tenang.

"Uljima ne...gwenchana...aku yang akan menjadi pendonor darah untuk baekhyun,"hibur jongin yang membuat matanya membelalak.

"Jjinja?"tanya kyungsoo penuh harap.

"Ne, kyungsoonie~"jongin tersenyum penuh kasih sayang.

Akhirnya kyungsoo harus menunggu 4 orang yang penti bagi hidupnya sendirian di ruang tunggu. Air matanya terus mengalir. Beberapa pertanyaan menghujam pikirannya tentang jongin.

"Bagaimana jika jongin tak selamat dalam mendonor darahnya?"

"Bagaimana kalau jarum yang jongin pakai ada virusnya?"

"Dan bagaimana kalau darahnya jongin tidak mencukupi untuk tubuh baekhyun?"

"Argh! Bagaimana..."

Seketika pikirannya berhenti melihat jongin berdiri di depannya.

"Jongin! Gwenchana? Kau tak kenapa-napa kan? Tak ada yang salah kan?"kyungsoo menatap jongin cemas.

Jongin tersenyum, rupanya kyungsoo tak tahu bagaimana proses donor darah yang sebenarnya "Biasa saja".

"Tadi...kata dokter...aku..."jongin membuat ekspresi sedih.

"Apa?! apa?!"kyungsoo mengguncangkan badan jongin.

"Aku baik-baik saja. Darahku cukup untuk baekhyun."jongin memperlihatkan gigi-giginya.

Kyungsoo langsung saja memeluk jongin erat. "Syukrlah...syukurlah...hiks...syukurlah..."

.

.

.

"Permisi, boleh tahu kamar pasien yang kecelakan dari kebun binatang?"tanya xiumin ke meja resepsi.

"Oh...di kamar 1104 lantai 4 dan satu lagi di lantai 1 kamar 77."jawab suster yang ada di meja resepsi.

"Pasti kamar 77 kamar luhan,"gumam sehun.

"Noona, Hyung, mungkin aku akan ke kamar luhan terlebih dahulu, aku akan ke kamar noona baekhyun dan hyung chanyeol nanti,"kata sehun.

"Ah baiklah, kami akan sampaikan itu,"jawab xiumin sambil tersenyum.

Sehun pergi memasuki kamar 77, kamar luhan.

Dibalik tirai, terlihat luhan yang tengah memakan kue sus yang sepertinya dibawakan seseorang.

"Sehun!"pekik luhan senang.

Sehun menatap luhan. Kaki luhan sebelah kanan pincang.

"Hei, ada apaa? Sini duduk!"luhan berkata sambil menunjuk kursi yang ada di sampingnya.

Sehun duduk di sebelah ranjang luhan.

"Sudah baikan?"tanya sehun.

"Ah, ne! Sudah! Lihat? Aku bisa tersenyum!"ucap luhan sambil tertawa riang

.

.

.

"Baekhyun,ya! Kau terlalu pemberani! Lain kali kau bertengkar dengan dengan hewan, aku akan memutuskan untuk pindah ke Australia!"ancam Kyungsoo dengan mata sembap.

Kyungsoo sebenarnya mendapatkan beasiswa kuliah di australia. Karena IQ-nya tinggi, jadi kyungsoo bisa langsung kuliah. Namun kyuhyun tak memaksakan anaknya harus bersekolah disana, kyuhyun memberikan pilihan bebas kepada kyungsoo.

"Yak! Pabo! Aku hanya mencoba menolong chanyeol!"timpal baekhyun sambil manyun.

"Aigoo...lihatlah, kakimu retaak, butuh rehabilitasi, sama seperti chanyeol, tapi chanyeol dengan tangan kiri ya?"tanya xiumin.

"Ya,"jawab chanyeol singkat.

"Kalian ini, kalian akan homeschooling di rumah sakit dong?"tanya chen.

"Ya pastinyaa.."jawab baekhyun dengan nada malas.

"Semoga saja bukan kangin...atau taeyeon..."timpal chanyeol.

"Kalian! Pikirkanlah cara untuk sembuh!"tegur kyungsoo.

"Permisi, apa disini ada yang bernama jongin?"seseorang tiba-tiba muncul dari daun pintu.

Gadis itu mempunyai rambut lurus yang cantik. Matanya memakai softlens cokelat. Namun tanpa berbicara apa-apa, jongin menarik tangan gadis itu keluar.

"Dia bersama siapa?"tanya chen kepada kyungsoo yang menatap aneh dan mematung.

"Tanya saja sendiri,"kyungsoo berlalu entah kemana.

.

.

.

"Krys, untuk apa kau datang?!"tanya jongin kasar.

"Apa-apaan sih? Mengapa aku diperlakukan begini!"ujar gadis itu.

"Kau, tahu aku disini dari mana?"tanya jongin kembali.

"Aku melacakmu,"jawabnya santai sambil menunjukkan handphonenya yang menunjukan jongin berada di rumah sakit.

"Bodoh, jangan ikuti aku lagi,"jkata kai sambil berlalu.

"Tunggu,"gadis itu mencegatnya.

"Jadi, seperti ini kau bersikap kepada calon tunanganmu?"tanya gadis itu sebal.

"Kau tak suka? Batalkan pertunangan ini!"jawab jongin.

"Sayangnya, kau harus bertanggung jawab dengan anakmu yang tengah kukandung di perutku,"ujar gadis itu sinis.

"Demi tuhan! Aku tak melakukannya padamu!"jongin membentaknya.

"Calon ayah, jangan menjadi pembohong,"ucap gadis itu dengan nada sinis kembali.

Jongin pergi meninggalkan gadis itu. Wajahnya merah padam.

Kyungsoo ternyata mendengar dan menyaksikan percakapan mereka berdua.

Kini...ia tahu mengapa saat menyebut nama krystal...wajahnya muram.

Kini...ia tahu masalah yang tengah melanda jongin...

Kini...ia tahu apa yang harus ia lakukan...

"Jongin, benarkah?"

.

.

.

Hari berlalu dengan cepat. Kyungsoo dan jongin tetap berhubungan baik mesik kyungsoo sudah tau apa masalahnya. Chanyeol, baekhyun, dan luhan juga membaik.

"Aku ingin pulanhg, huahhh!"kata chanyeol sambil menghirup udara segar di lura rumah sakit. Sore itu, chanyeol dan baekhyun tengah berjalan di taman rumah sakit.

"Sembuhkan saja kakimu terlebih dahulu, bodoh!"timpal baekhyun sambil berjaan menggunakan tongkat.

"Yah, aku kangen dengan teman-teman. Makanan disini tak berasa! Belajar disini tak enak!"rengut chanyeol sambi memasang tampang bosan.

"Hahaha! Wajahmu sungguh lucu jika seperti itu!"baekhyun tertawa.

"Wajahku ini ganteng, bodoh!"balas chanyeol.

"By the way...terima kasih telah menyelamatkanku,"ucap chanyeol sambil memandang baekhyun.

"Hm...tak apa...ini bukan pertama kalinya aku bergulat dengan binatang,"jawab baekhyun sambil nyengir.

"Oh iya, besok ulang tahun kyungsoo!"ingat baekhyun.

"Jjinja? Wah! Ayo beritahu teman-teman!"kata chanyeol mengajak baekhyun pulang ke kamarnya.

"Tunggu, akh!"baekhyun meringis terjatuh. Tongkatnya patah.

"Gwenchana?!"tanya chanyeol panik.

"Gwenchana, tapi bagaimana caranya aku berjalan?"tanya baekhyun bingung.

Chanyeol tampak berfikir, lalu sebuah ide mendarat di pikirannya.

"Gandeng tanganku, kita minta tongkat baru nanti, ke suster,"chanyeol mengulurkan tangannya.

"Eh...?"baekhyun menatap chanyeol kaget.

"Cepatlah, tidak usah kebanyaka ah-eh!"

Akhirnya baekhyun dan chanyeol saling menggengam erat tangan masing-masing dan masuk ke dalam rumah sakit.

.

.

.

Kyungsoo terbangun, perasaannya mengatakan sepertinya hari ini hari yang special, namun ada firasat yang menggelisahkan.

Singkatnya, ryeowook, kyuhyun, dan sehun segera membawakan kue ulang tahun ke kamar kyungsoo.

"Saengil chukkahamnida~"

Kyungsoo yang baru bangun mengerjap-ngerjapkan mata. Ia melihat lilin dengan angka 18. Ya, kini kyungsoo berumur 18 tahun.

"Ah...gomawo, eomma, appa, sehun!"kyungsoo memeluk satu persatu keluarganya itu.

"Ayo, kita makan kue ini sebagai sarapan, sisanya akan eomma potong, lalu bawakan ke sekolahmu, ya!"kata ryeowook disusul dengan acungan jempol kyungsoo.

Kyungsoo mengecek handphonenya, tak ada pesan selamat pagi dari jongin. Kyungsoo menghela nafas pasrah.

.

.

.

"SAENGIL CHUKAHAMNIDA KYUNGSOO!"kyungsoo lagi-lagi dikejutkan dengan surprise teman sekelasnya. Ditambah ada xiumin yang ikut.

"Omo...gomapta! bagaimana kalian tahu aku sedang berulang tahun?"

"Baekhyun yang memberitahuku lewat pesan, lalu aku membuat rencana untuk membuat surprise, untukmu,"jawab salah satu temannya.

Kyungsoo terharu dengan teman-teman sekelasnya. Akhirnya kyungsoo mentraktir satu kelas ditambah xiumin makan di kedai ramen.

"Kyungsoo kau baik sekalii!"

"Yeee! Asik kita ditraktir makaan!"

Suasana kelasnya begitu ramai. Namun, kyungsoo teringat jongin seketika.

"Loh, jongin mana?"tanya kyungsoo polos kepada xiumin.

Raut wajah xiumin berubah. "Itu...anu...jongin...izin! Ya, izin. Dia pergi ke rumah neneknya,"jawab xiumin ragu-ragu.

"Oh begitu ya? Pantas saja,"jawab kyungsoo lalu berlari meninggakan kelas.

"kau tak memberitahu kyungsoo kalau jongin..."

"Tidak, aku tak memberitahunya. Jika memberitahunya hanya akan menimbulkan luka dalam untuknya,"

"Tapi,.."

"Biarkan ia tak tahu dulu..."

.

.

.

"Terima kasih kyungsoo! Gomawo!"ucap teman sekelasnya kecuali chen dan xiumin setelah keluar dari kedai ramen.

"Oh iya,"xiumin mengeluarkan sebuah kotak biru kecil lalu diberikannya kepada kyungsoo.

"Apa ini?"tanya kyungsoo sambil menatap xiumin bingung.

"Buka saja,"jawab xiumin sambil terkikik.

Kyungsoo perlahan membukanya. Ternyata sebuah kalung dengan liontin yang indah.

"Ah! Xiumin! Gomapta!"jawab kyungsoo senang.

"Ne. Oh iya ini ada hadiah dari kami berdua."chen mengeluarkan sebuah kado berpita.

"Ah terima kasih!"kyungsoo benar-benar senang.

Xiumin tersenyum.

"Ayo, baekhyun dan chanyeol sudah menunggumu,"ajak chen kepada kyungsoo yang sedang senang.

"Baiklah,"

.

.

.

"Saengil Chukahamnida!"ucap baekhyun sambil memeluk kyunsgoo.

"Gomawo,"jawab baekhyun sambil tersenyum.

"Kyungsoo, saengil chukhahamnida,"ucap chanyeol. "Maaf tak bisa memelukmu. Tangan kiriku."

"Gomawo, tak apa hihi..."

"Semoga burung hantu kita ini tambah imut dan cantik,"

"Hahaha...semoga..!"

"Aku sih, mendoakanmu terus pintar. Kalau tak ada kamu, aku tak bisa mencontek,"celetuk chen.

"YAK!"kyungsoo memukuli chen.

"Micheyosseo? Yak! Hentikan!"rutuk chen yang sedang dikejar oleh kyungsoo.

Baekhyun menatap xiumin.

"Kau memberitahunya?"tanya baekhyun menggeleng.

"Ani, aku tak memberitahunya,"jawab xiumin.

"Apa kau akan datang?"tanya baekhyun.

"Aku lebih memilih diam atau sakit daripada datang. Seperti memberi dukungan agar menyakiti hatinya lebih dalam saja kalau aku datang,"jawab xiumin.

"...Aku benar-benar bingung...kyungsoo sangatlah polos..."ujar baekhyun.

"Aku mengkhawatirkan penyakitnya kambuh,"ujar baekhyun lagi.

"Penyakit?"

"Shock, depresi, frustasi, yang masuk dalam golongan berat, akan mengakibatkan ia kehilangan ginjalnya lagi. Kalau habis...kan gawat,"

"Memangnya kyunsgoo dulu sakit, ya?"

"Tidak. Kyungsoo mendonorkan ginjalnya kepada seorang bapak baik hati yang tak dikenal karena kecelakaan. Dia benar-benar berhati mulia,"jelas baekhyun.

"Aku bersyukur, berkat kyungsoo terlambat dan salah masuk kelas, aku bisa dekat dengan kalian,"

"Hehe...namun...aku masih tak tega jika akhirnya ia tahu seharian ini jongin tak menemuinya karena...akh...sial...dasar gadis belagu itu..."rutuk baekhyun.

"Dia keganjenan!"

"Setuju!"

"Kau tahu, saat ia pindah dan menemui kyungsoo, raut wajahnya memandang kyungsoo jijik,"ujar xiumin.

"Sepertinya kyrstal punya niatan menghancurkan hubungan mereka?"tebak baekhyun.

"Entahlah,"

"Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya,"

"Kyungsoo..."lirih xiumin sambil menatap kyungsoo yang sedang tertawa dengan chen.

.

.

.

To: Jongin

Kau, kemana saja? Hari ini aku ingin mengajakmu ke kafe favoritmu. Kutunggu ya? Tak ada penolakan! Kau harus datang, kalau kau tidak datang, kuputuskan kau!

Kyungsoo menatap ponselnya sambil terkikik. Ia memakai jaket dan meminta izin keluar. Kyungsoo tersenyum, betapa senangnya ia akan bertemu jongin.

Setelah sampai di kafe, kyungsoo menuunggu jongin. Dihadapannya ada segelas cappucinno hangat miliknya.

10 menit...tak ada yang datang, pesan juga.

30 menit...sama seperti tadi.

50 menit...sama seperti tadi.

1 jam 28 menit...sama seperrti tadi.

1 jam 40 menit...sama seperti tadi.

"Apa dia benar-benar sibuk dengan neneknya?"gumam kyungsoo.

Tiga gadis memakai pakaian pesta memasuki kafe membeli minum. Kyungsoo mengenalnya, mereka adalah adik kelas kyungsoo yang pernah minta diajarkan matematika.

"Oh, sunbae!"akhirnya mereka bertiga menyadari kyungsoo disana.

"Sedang apa disini?"tanya irene, salah satunya.

"Ehm...ani...hanya menunggu seseorang,"jawab kyungsoo sambil tersenyum kecut.

"Kau tak diajak kystal ke acara pertunangannya dengan jongin sunbae, sunbae?"tanya seulgi.

"Ani...aku tak menerima undangannya...eh? Jongin? Kim jongin?"tanya kyungsoo spontan.

"Padahal, katanya semua anak di SMHS di undang, kenapa eonnie tidak ya?"kata wendy.

"Ya, pertunangannya dengan Kim Jongin,"

Kyungsoo mematung.

"Bolehkah aku ikut bersama kalian?"tanya kyungsoo.

"Oh tentu! Ayo sunbae!"

'Jongin...'jerit kyungsoo dalam hati.

.

.

.

Rumah jongin tampak dipenuhi anak-anak dari SMHS high school. Begitu mewah pesta yang di adakan krystal. Untung saja kyungsoo datang tepat waktu saat acaranya dimulai.

"Pasangan, dipersilahkan memasang cincin secara bergantian,"

Kyungsoo tersentak. Ia segera melihat ke atas panggung. Terlihat jongin dan krystal yang sedang berdiri berhadapan.

Krystal terlebih dahulu memasuki cincinnya ke dalam tangan jongin.

Kyungsoo menahan air mata dan kepedihannya. Ia menggengam bajunya kuat-kuat.

Kini, giliran kai yang memasukkan cincin tunangan krystal ke jari krystal.

"Ucapkan janji kalian,"

"Kami takkan pernah runtuh, kami akan sealu bersatu, hingga jenjang pernikahan, nanti,"

Suara tepuk tangan terdengar sangat ramai. Kai dan Krystal menunduk mengucapkan terima kasih.

Kini kyungsoo menatap jongin dengan ari mata mengucur deras.

"Oh lihat, disini ada yang menangis bahagia!"ujar sang MC menunjuk kyungsoo.

Semua, termasuk jongin dan krystal, menatap kyungsoo.

Jongin begitu kaget melihat kyungsoo menatapnya penuh air mata.

"Kau, terharu dengan mereka?"tanya MC tersebut.

Kyunsgoo menatap jongin kembali.

"Ya, aku sangat terharu"jawabnya sambil tersenyum.

'Tidak, aku sangat sedih!'teriaknya dalam hati.

"Wah, berikan tepuk tangan kepada dia!"MC itu menepuk tangannya yang disusul tepuk tangan lainnya.

"Apakah ada yang ingin kau sampaikan?"

"Berjanjilah, kau tak akan mengingkari janji yang kalian ucapkan tadi,"pesan kyungsoo sambil menahan isakannya.

Jongin benar-benartak percaya dengan apa yang dikatakan kyungsoo. Kini, raut wajah kyungsoo sembap dan suram.

Sebelum pergi, kyungsoo menundukkan kepalanya kepada jongin, lalu berlalu. Tentunya bukan jongin kalau tidak mengejar kyungsoo.

"Kyungsoo!"pangil jongin di tengah-tengah jalan.

Kyungsoo menoleh perlahan."Ya?"

"Aku mohon, tolong,"

"Aku mengerti. Aku bisa memakluminya. Namun, aku tidak mau aku dibilang seorang selingkuhan dari tunangannya krystal jung, hari ini, bisakah kau mengabulkan permintaan terakhirku?"tanya kyungsoo lirih.

"Apapun itu, akan kukabulkan,"

Kyungsoo menghela nafasnya. "Hari ini. Tepat pada hari ulang tahunku, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita,"

Jongin terbelalak. "Kyungsoo?!"

-TBC-

Maaf nde kalau pembatas atau spasi pengatur ceritanya ilang lagi-. Entah aku juga gatau, shock deh bener.

Untuk typo, mohon dimaafkan karena itu sudah alami.

Untuk cerita maaf ooc wkwk...kalau ga ooc ga dapet kesan comedynya. Tapi kayaknya disini lebih di sadnya.

Plus sebenenrya ini lagi liburan tapi bela-belain nyelesain ini ff sampe jam 01.40 pagi lah :V.

Makasih yang nungguin ff gue kalian benar benar baik. Reviewnya chingu jangan lupa.

Thanks to maghfira~

Nb: buat part chen yang baekhyunnya motong ekor buayanya kan nyetel lagu buaya bunung...gue lupa lagunya jadi gue tulis buaya buntung ae ye wkwkwk.