Previous in chapter 2:

"Kyungsoo!"pangil jongin di tengah-tengah jalan.

Kyungsoo menoleh perlahan."Ya?"

"Aku mohon, tolong,"

"Aku mengerti. Aku bisa memakluminya. Namun, aku tidak mau aku dibilang seorang selingkuhan dari tunangannya krystal jung, hari ini, bisakah kau mengabulkan permintaan terakhirku?"tanya kyungsoo lirih.

"Apapun itu, akan kukabulkan,"

Kyungsoo menghela nafasnya. "Hari ini. Tepat pada hari ulang tahunku, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita,"

Jongin terbelalak. "Kyungsoo?!"

.

.

.

GoodBye, Kai!(Chapter 3)-Bittersweet.

Cast: -Kim Jongin

-Do Kyungsoo

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Other Cast: Other member EXO adn etc.

Type: Sad, Romance, Comedy.

Rated: T

Special: GS(Gender Switch)

.

.

.

"Ya?"

"...hari ini, kau berulang tahun?"tanya jongin pelan.

"Ya,"jawabnya datar.

"...mianhae...aku..."omongan jongin terputus.

"Bukan salahmu, mengapa harus minta maaf?"potong kyungsoo.

Kyungsoo menghela nafasnya berat.

"Aku, sudah tahu, kau akan bertunangan dengan krystal, kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Besok, kau yang berulang tahun, kan?"kata kyungsoo sambi tersenyum paksa.

Jongin bisa melihat kyungsoo-nya memaksakan senyum, memaksakan untuk bersikap tenang di depan jongin.

"Saengil Chukahamnida,"ucap kyungsoo sambil memberikan sebuah kotak musik.

Jongin membelalakan matanya, dia sendiri tidak tahu kalau hari ini ulang tahun kyungsoo, namun kyungsoo tahu ulang tahun jongin besok.

"Kyungsoonie, ak..."

"Terima-lah!"potong kyungsoo sambil memberikan kotak musik kepada jongin.

"Kau tahu, aku tadi memberimu pesan, kukira kau sedang sibuk bersama nenekmu, ternyata kau sedang melaksanakan pertunangan. Kenapa kau tak mengundangku?"tanya kyungsoo dengan tawa di akhirnya.

"Eh, iya. Kan, yang mengundang krystal ya..."kata kyungsoo menyadari. Jongin hanya diam memandang kotak musik pemberian kyungsoo.

"Tadi, kau tampan sekali, percaya deh!"kata kyungsoo memuji dengan tawa.

"Nah, sekarang, kita hanyalah sebatas teman, kan?"tanya kyungsoo sambil memamerkan gigi-giginya yang putih.

Jongin membelalakan matanya kembali. Ia benar-benar belum siap kehilangan kyungsoo.

"Em...sayang ya, padahal, 2 hari lagi, kita anniversary ke satu bulan. Sayang ya, ternyata kita bukan jodoh,"ingat kyungsoo sambil tersenyum simpul.

"By the way, aku harus pulang, lihat, sudah jam 11 malam. Waktu berlalu cepat rupanya. Sampai bertemu lagi. Saengil chukkahamnida!"kyungsoo menundukan setengah badannya lalu melangkah jauh dari jongin.

Jongin menatap kotak musik pemberian kyungsoo. Dibukanya kotak musik tersebut. Namun, tak ada musik yang keluar dari kotak itu. Hanya sebuah memori handphone yang tertancap.

"Jongin, sedang apa kau di luar?"tanya seorang ahjussi sambil mendekati jongin. Buru-buru jongin menutup kotak musik yang ia pegang.

"Ani, appa, tadi ada yang memberiku hadiah ulang tahunku, dia tak bisa menyerahkannya besok,"jawab jongin kepada appanya, yesung kim.

"Masuklah, krystal dari tadi mencarimu,"kata yesung sambil membawa jongin masuk ke dalam rumahnya.

"Ne, appa,"jawab jongin datar.

Jongin dan yesung berjalan memasuki rumahnya yang mashi ramai karena pestanya masih berjalan.

Krystal berlari ke arah jongin dan yesung setelah melihat jongin dan yesung masuk.

"Omo! Kau habis kemana?"tanya krystal dengan ekspresi khwatir.

"Bukan urusanmu,"jawab jongin sinis.

"Baik-baiklah dengan tunanganmu,"kata yesung sambil meninggalkan krystal dan jongin berdua.

"Masuklah, bergabung dengan yang lainnya,"kata krystal sambil menarik tangan jongin.

"Tidak, aku akan tidur,"jawab jongin sambil melangkahkan kakinya meninggalkan krystal.

"Tunggu,"tahan krystal. "Kapan kau akan mencintaiku, sih?"

Jongin menoleh. "Takkan pernah, selamanya,"jawab jongin dengan ekspresi suram.

"Lupakan kyungsoo! Atau kyungsoo akan menderita!"ancam krystal.

"Jangan lakukan sesuatu dengannya!"bentak jongin.

"Lupakanlah, maka nyawanya selamat!"ancam krystal.

"Terserahlah!"ucap jongin sambil berlalu.

Krystal menatap jongin yang menjauh.

"Sial, aku harus membuat jongin membenci kyungsoo!"gumam krystal.

Krystal memang sudah sengaja membuat hubungan kyungsoo dan jongin rusak sejak awal. Krystal hanyalah wanita yang tak bisa mendapatkan hati sang jongin yang benar-benar susah dicapai yeoja manapun.

-flashback-

Kelas 2 SMP:Canada Street High School-Canada.

"Kai!"panggil krystal kepada jongin yang tengah berjalan di lorong.

"Yes?"sahut jongin sambil menghentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya.

"I have something for you!"kata krystal sambil mengeluarkan setangkai bunga mawar merah.

"I love you!"ucap krystal sambil menyerahkan bunga mawar itu kepada jongin.

Jongin terperangah kaget, meski ini bukan pertama kalinya ia menerima pernyataan cinta dari gadis-gadis.

"Eng...krys.."jongin bingung harus berkata apa. krystal menatap jongin penuh harap.

"Thanks, but..i'm not fall in love with you!"jawab jongin sejujurnya.

"But, you can learn to fall in love with me!"sanggah krystal.

"No...no...i can't. I'm never fall in love with somebody,"balas jongin.

Krystal memandang jongin kecewa.

"Eng,...we can be friends, krys,"jongin berkata.

"I don't wanna be your friends! Please, let me be your girlfirend!"

"Im sorry i can't kyrs,"jawab jongin sambil berlalu dari krystal.

.

.

.

"I swear, i'm never touch her!"jongin menggebrak meja orang tua krystal.

"Kai! Don't ever lie to me! You make my daughter pregnant, how i can trust you?"bentak ayah krystal.

"I'm never lie to you! I'm swear! I never do a stupid things to krystal!"jongin membalas.

"But, kystal said, the man who do that to her, its you!"

"She's lied! She didn't have a proof!"

"So, what it is?"ayah krystal menyerahkan sebuah foto kepada jongin. Jongin membelalakan matanya.

"H..how? this...this is EDITED! I never do that! Never!"

"Whatever what are you say to make me sure you never do it to my daughter, you must be responsible!".

Jongin menghela nafasnya. Ia melirik krystal yang tersenyum sinis kepadanya.

.

.

.

Jongin's seoul home:

"Kudengar, kau menginap di rumah seorang teman perempuanmu?"tanya krystal.

"Bukan urusanmu,"

"Yang bermata sipit itu apa yang bermata doe?"

"..."

"Kulihat yang bermata sipit menggandeng lelaki yang ada di sebelahnya. Apa yang bermata doe itu?"

"Diam kau,"

"Jangan-jangan...itu yeojachingu-mu?"

"..."

"Jadi, dia-lah cinta pertamamu?"

"Berisik,"

"Sayang sekali, hatinya pasti akan hancur tahu kau akan bertunangan denganku,"

"Nenek lampir,"rutuk jongin.

"Kulihat, tadi, sewaktu kau menyeretku, dia mengintip obrolan kita berdua, lho..."

"Jjinja?!"

"Haha, bercanda..."krystal tertawa terbahak-bahak.

"Lucu,"

"Dua hari lagi, aku akan pindah ke sekolahmu. Pasti seru ya?"tanya krystal sinis.

Jongin diam tak menanggapi.

.

.

.

"Annyeong, sunbae. Kystal imnida,"krystal memperkenalkan diri di depan xiumin, baekhyun, dan kyungsoo. Luhan membawa krystal berkenalan kepada sunbae-nya di rumah sakit.

"Ah, krys, kau cantik sekali,"puji kyungsoo tersenyum. "Namaku, kyungsoo,"

"Oh halo eonnie kyungsoo~"krystal menatap kyungsoo sambil tersenyum namun memandangnya dengan jijik.

"Jadi, dia yang bernama kyungsoo?"batin krystal dalam hati.

"Lu, kau sudah diperbolehkan sekolah?"tanya baekhyun iri.

"Ya, namun tetap saja harus pakai tongkat sementara,"dengus luhan.

"Kyungsoo...jadi namanya kyungsoo..."

.

.

.

"Kau, bertunangan dengan kim jongin?"tanya luhan kaget. Krystal mengangguk.

Luhan mengerinyitkan keningnya bingung sambil memandang undangan yang diberikan krystal.

"Ada apa?"tanya krystal.

"Oh, ani,"jawab luhan sambil menggeleng pelan.

"Apa kyungsoo diberi juga?"tanya xiumin memandang krystal sinis.

"Ah! Aku lupa! Aku tak bisa mengundangnya! Undangannya habis!"jawab krystal sambil menepuk dahinya.

"Mengapa baekhyun juga dapat?"tanya xiumin curiga.

"Aku lupa memasukkan nama eonnie kyungsoo!"jawab krystal dengan nada sedih.

"Oh, begitu ya..."jawab xiumin sambil menatap undangan itu aneh.

-flashback off-

"Mati, kau kyungsoo,"gumam krystal licik.

.

.

.

"Kenapa...kenapa aku harus mengalami hal keji dan menyakitkan seperti ini, hiks..."tangis baekhyun dalam ruangan baekhyun dan chanyeol.

Baekhyun hanya bisa menepuk-nepuk punggung kyungsoo dan membelai rambutnya.

"Tenanglah, masih banyak yang lebih baik dari jongin,"kata baekhyun menenangkan.

"Bagaimana, kau bersamaku, kyungsoo?"tanya chanyeol jail.

Pletak! Sebuah botol bekas minuman mendarat di jidat chanyeol.

"Bodoh!"balas baekhyun dengan tatapan tajam.

"Mengapa? Aku bisa belajar mencintainya kan? Kau cemburu?"pancing chanyeol.

"Cemburu apanya! Bisakah kau tenang? Anak orang sedang menangis malah mengatakan hal konyol!"gerutu baekhyun.

"Siapa bilang kyungsoo anak burung hantu! Aku kan hanya iseng-iseng jahil,"jawab chanyeol sambil manyun.

"Sok imut!"baekhyun melempar buah apel tepat mendarat di bibir chanyeol yang sedang manyun.

"Sakit tahu!"gerutu chanyeol sambil memegang bibirnya yang habis terlempar apel.

"Tapi lumayan, aku dapat buah apel,"kata chanyeol sambil nyengir.

"Makan sana, dasar miskin fans,"ejek baekhyun.

"Aku bukan miskin fans! Enak saja, fans ku sedang mampir dulu ke hati yang lain, nanti seteah mampir mereka akan balik kepadaku!"balas chanyeol sambil menjulurkan lidahnya.

"Ke-pede-an sekali kau, tuan yoda,"

"Cabai pasar kalau iri bilang saja,"

"Iri apanya?! Bodoh!"

"Yoda!"

"Cabai!"

"Hahahahahaha!"tawa kyungsoo akhirnya meledak.

"Syukurlah kau tertawa!"ucap chanyeol.

"Jangan bersedih lagi, kau jelek kalau cemberut!"

"Benarkah? Baiklah, aku akan belajar move on dari sekarang!"

"Coba saja kau pergi ke perpustakaan, minta xiumin menemanimu. Membaca buku hal yang baik untuk membantu porses move-on mu,"saran chanyeol.

"Tumben sekali, kau pintar, yoda!"ejek baekhyun.

"Aku kelas 12 dan kau 11. Bodoh memang,"balas chanyeol.

Kyungsoo menatap chanyeol yang berdebat dengan baekhyun lagi. Meski hatinya benar-benar belum bisa melupakan jongin, ia harus mencoba move on, dari sekarang.

.

.

.

Jongin memasukan kartu memori yang diberikan kyungsoo ke dalam handphonenya. Jongin membuka file manager. Disitu hanya ada sebuah folder "Photos" dan "Video".

Pertama dibukanya folder "Photos". Isinya semua foto-foto kyungsoo.

Foto pertama, ia memegang sebuah karton besar bersama xiumin. Bertuliskan "Saengil Chukkahamnida".

Foto kedua dan seterusnya, kyungsoo melakukan selfie. Kadang disitu ada baekhyun dan chanyeol yang sedang terbaring di kasur, xiumin dengan gaya alay-nya, luhan dan sehun, atau chen dengan headset setianya. Tak jarang ada foto kyungsoo yang melakukan aegyeo.

Kai menatap foto-foto kyungsoo sambil tersenyum. Oh jangan lupakan air matanya yang juga mengucur. Ia benar-benar rindu kepada kyungsoo.

Dalam folder "Video", ada dua video rekaman. Jongin segera membukanya.

"Annyeong! Lihat ini, kyungsoo tengah tersenyum-senyum,"ucap xiumin jahil.

"Yak! Memangnya aku orang gila!"kyungsoo merengut sebal.

"Oh daebak,"gumam sehun tiba-tiba sambil memakan snack.

"Noona, sedang melihat foto-foto jongin hyung!"rebut sehun sambil mengarahkannya ke kamera. Terlihat foto selfie jongin yang sedang ia lihat dari galerinya.

"Kyaaa!"kyungsoo merebut ponselnya.

"Sehunnie! Apa kau lihat snack untuk whity?"tanya luhan tiba-tiba.

"OMO! APA YANG KAU LAKUKAN! ITU SNACK WHITY!"teriak luhan histeris melihat sehun memegang bungkusan makanan kucing. Parahnya lagi sudah dimakan-_-.

"Snack whity?". Sehun melihat cover snacknya. Tertulis "Snack for Cats".

"Hueekkk huekkk..."sehun memuntahkan snack yang ia makan.

"Hahahaha~"spontan semuanya tertawa.

Video yang berdurasi 6 menit itu habis. Jongin tersenyum lebar.

"Hei, kedelai hitam!"panggil kyungsoo sambil mengarahkan kameranya ke arah wajahnya.

"Ini maika, kedelai hitam saya yang saya besarkan seperti anak sendiri,"suara iklan stasiun televisi indonesia terdengar(Hebat banget di seoul ada stasiun televisi indonesia-_-). Kyungsoo menatap chen. Chen mengangkat bahu dan segera mengganti channel.

"Bogoshipo,"ucap kyungsoo seraya tersenyum.

"Ne, nado..."jongin tersenyum lebar sambil menangis.

"Kau tahu, satu minggu lagi, kita akan anniversary,"ucap kyungsoo sambil tersenyum senang.

Jongin menatap kyungsoo sedih.

"Bagaimana, sewaktu kita anniv, kita pergi ke puncak bersama teman-teman?"ajak kyungsoo antusias.

Senyumannya memudar. Kini wajahnya memandang layar handphonenya dengan sendu.

"Ah, lupakanlah, haha...aku senang kita bisa bertahan, ini pertama kalinya kau pacaran juga, kan?"tanya kyungsoo.

"Ne, ini pertama kalinya,"jawab jongin sambil menangis.

"Ah, aku hanya rindu padamu, kau sering menghilang. Belakangan ini, kau tak menjawab pesanku, bahkan line-ku. Ada apa denganmu?"tanya kyungsoo kembali.

Kini jongin menangis dengan isakannya.

"Aku benar-benar khawatir. Apa kau sudah makan atau belum, apa kau baik-baik saja, sedang dimana kau, bersama siapa kau pergi,"ucap kyungsoo sambil tersenyum simpul.

"Sudahlah, bateraiku hampir habis. Aku berharap, kau muncul kembali di hadapanku, seperti dirimu yang dulu. Selesaikanlah masalahmu terlebih dahulu,"

Jongin menahan isakannya. Namun kini ia malah menangis sambil sesengukan.

"Annyeong! Wo ai ni~"kyungsoo mengakhiri video yang berdurasi hanya 4 menit itu.

Tangisnya meledak. Jongin benar-benar frustasi.

"Kyungsoo-ya!"panggilnya sambil tersedu-sedu.

.

.

.

Pagi hari ini jongin telat bangun karena semalaman menangis tanpa henti hingga jam 2 pagi.

"Kai, tunggu!"ucap eommanya, eunhyuk.

"Apa lagi sih?"tanya jongin kasar dan malas.

"Antarkan krystal juga sekolah, mobilnya sedang rusak,"pinta eommanya sambil membawa krystal.

"Ah, kau tahu kan, aku paling sebal ada orang yang ikut berangkat sekolah bersamaku,"tolak jongin.

"Ayolah nak, dia kan tunanganmu, masa kau tidak mau?"pinta eunhyuk kambali.

Jongin meng-rolling eyes matanya. Lalu mengangguk dengan malas. Akhirnya krystal dan jongin pun pergi bersama.

Begitu sepi suasana dalam mobil jongin. Tak ada yang memulai pembicaraan. Jongin terus fokus menyetir, sedangkan krystal mencoba mencuri pandang jongin.

"Turunkan aku,"ucap krystal tiba-tiba.

Mobil jongin menepi dan berhenti. "Silahkan,"

Krystal membelalakan matanya. "Kau ini! Aku bercanda!"

"Aku sedang tidak mood dengan namanya 'Bercanda'!"kata kai sambil menancapkan gasnya kembali.

Krystal melipat tangannya di dada. "Awas saja kau,"batin krystal licik.

Kai memarkirkan mobil sportnya ke parkiran sekolah.

"Turun,"kata kai dengan ekspresi datar.

Krystal keluar dari mobil kai dengan perasaan sebal. Namun tiba-tiba alis sebelah kirinya terangkat.

Jduk! Krystal menabrak kyungsoo yang tengah berjalan melewati parkiran.

"Akh...kacamataku!"teriak kyungsoo sambil menatap kacamata barunya yang retak.

"Oh, eonnie kyungsoo! Mianhae! Aku tak melihatmu!"kata krystal dengan suara dikeras-keraskan.

Mendengar kata "Kyungsoo", jongin segera menghampiri kyungsoo.

"Gwenchana?"tanya jongin khawatir.

Kyungsoo menoleh perlahan.

"Gwenchana,"jawabnya sambil menundukan kepala.

Kyungsoo segera berdiri dibantu oleh krystal.

"Mianhae, eonnie! Aku akan mengganti kacamatanya! Kau minus?"tanya krystal sok ramah.

"Tak usah dipikirkan, aku bisa membelinya kembali. Ya, tadi pagi mataku sakit, jadi appa memberikanku kacamata,"jawab kyungsoo sambil tersenyum.

Kyungsoo berjalan menjauhi krystal dan jongin.

"Ayo, kita masuk ke sekolah bersama,"kata krystal sambil mengandeng tangan jongin.

"Lepaskan,"jawabnya dingin sambil melepaskan tangan krystal kasar, lalu pergi meninggalkan krystal sendirian.

.

.

.

"...dan kau tahu, dia bahkan menuangkan satu sendok sambal ke dalam jusnya, menjijikan!"

Xiumin dan kyungsoo tengah membicarakan seseorang, lebih tepatnya lagi, gosip.

"Kukira dia baik! Ternyata hanya memakai topeng saja didepan orang-orang!"komentar kyungsoo.

"Oh, iya, kau ada masalah dengan jongin?"tanya xiumin sambil menyeruput teh lemonnya.

Kyungsoo terdiam. "Ani, tak ada, wae?"

"Tadi, kelakuannya benar-benar berubah, biasanya ia menyapaku setiap ia duduk menaruh tasnya, namun sekarang ia hanya diam dan mencueki aku! Cih, teman sebangku macam apa!"xiumin menggerutu.

Kyungsoo tersenyum kecut mendengar keluhan xiumin tentang kelakuan jongin.

"Benar, kan, kau ada masalah dengannya?"tanya xiumin sambil mencolek dagu kyungsoo.

"Tidak, bodoh, tidakkah kau tahu jongin sekarang ulang tahun?"tanya balik kyungsoo.

"Aku tahu, aku sudah mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya,"jawab xiumin.

"Em, kau mau ikut aku pergi ke perpustakaan?"ajak kyungsoo.

"Ani, aku akan mengecat kuku-ku bersama teman-teman yang lain,"tolak xiumin sambil tersenyum.

Kyungsoo dengan semangat 45 pergi ke perpustakaan, tempat kesukaannya di sekolah.

"Yuhuu, buku fisika, kimia, datanglah padakuu~"batin kyungsoo sambil berlari senang ke arah perpustakaan.

Sesampainya di perpustakaan kyungsoo dengan cekatan langsung pergi ke bagian buku-buku fisika.

"Bosan, tak ada yang baru rupanya,"dengus kyungsoo kesal.

"Sebaiknya aku baca apa, ya?"gumam kyungsoo bingung.

"Sejarah-sejarah saja, deh!"gumam kyungsoo kembali sambil berjalan menuju rak buku kumpulan sejarah-sejarah.

"Oh, ada sejarah kota korea terbentuk!"pekik kyungsoo sambil mencoba mengambil buku di perpustakaan.

"Ukhh...tak sampai,"gerutu kyungsoo sambil menjinjitkan kakinya.

Tiba-tiba tubuhnya terangkat karena seseorang menggendongnya tiba-tiba.

"Yak! Nuguya!"kyungsoo memukuli kepala orang yang menggendongnya tiba-tiba.

"Appo! Cepat ambil bukumu!"perintahnya yang membuat kyungsoo segera mengambil bukunya.

"Terima kasih,"kata kyungsoo sambil menunduk sopan. Sepertinya, yang menggendonya adalah sunbae-nya.

Pria berkacamata itu mengangguk sambil tertawa. "Sama-sama, namaku Kim Joon-Myeon. Kau bisa memangilku suho,"ajaknya berkenalan.

"Ah, namaku Cho Kyungsoo, panggil saja aku kyungsoo,"jawab kyungsoo pelan sambil tersenyum.

Namja itu sempat tergencang melihat kyungsoo tersenyum.

"Ah...itu..."kyungsoo berkata tidak jelas.

"Ada apa?"tanya suho kebingungan.

"Ani, sepertinya kau sunbae-ku?"tanya kyungsoo.

"Oh, iya, aku memang sunbae-mu. Aku kelas 12,"jawab suho.

"Pantas saja,"kata kyungsoo sambil tertawa kecil.

"Jadi, kau suka membaca buku disini? Mengapa aku tak pernah melihatmu?"tanya suho.

"Ah, aku datang hanya sepulang sekolah saja, sunbae,"jawabnya.

"Jangan memanggilku begitu! Aku ini seumuran denganmu!"tegur suho sambil tertawa.

"Baiklah, sekarang aku akan berbicara informal dengamu!"ujar kyungsoo dengan nada jail.

"Kau ini!"suho tertawa melihat kelakuan kyungsoo. "Baiklah, bicaralah informal denganku! Aku lebih nyaman kau berbicara informal."

"Bukankah waktu istirahat kelas 11 sudah berakhir sekarang?"tanya suho sambil melirik jam tangannya.

Kyungsoo melihat jam tangannya sendiri. Sial, dia akan dimarahi habis-habisan oleh kangin.

"Ah, suho-ssi, aku harus pergi, annyeong!"sapa kyungsoo sambil berlari tergesa-gesa.

"Kyungsoo, kyungsoo..."batin suho sambil tersenyum.

.

.

.

"Kalian diperbolehkan pulang, namun harus rutin melakukan terapi satu minggu sekali, jangan lupa diminum obatnya, dan memakai alat bantu,"kata dokter sambil tersenyum.

"Benarkah? Gomawo, dokter!"jawab baekhyun sambil menundukan kepalanya, begitupun dengan chanyeol.

"Ah, aku senang sekali bisa keluar dari rumah sakit!"pekik chanyeol senang.

"Benarkah? Aku juga senang!"sahut baekhyun sambil tersenyum.

"Tapi, sebenarnya, aku merasa kehilangan,entah aku kehilangan apa,"sahutnya kembali.

"Sepertinya, aku juga merasakan hal yang sama sepertimu,"balas chanyeol setuju.

"Mungkin saja, kau merasa kehilanganku kan? Kalau keluar dari rumah sakit ini, kita takkan bisa bersama kembali,"kata chanyeol jujur.

"Ya, aneh sekali, hahaha~"baekhyun tertawa.

"Jujur saja, aku juga merasa kehilangan dirimu,"kata chanyeol tersenyum jail.

"Nado,"balas baekhyun dengan senyum jail juga.

"Sudahlah! Cepat bereskan barangmu!"kata chanyeol mengalihkan pembicaraan.

"Ya, ya, yoda cerewet!"baekhyun mengiyakan.

"Cabai!"balas chanyeol sambil mendelik.

.

.

.

Kyungsoo berlari menuju kelasnya dengan panik. Oh, kalau bukan pelajaran kangin, ia tak akan berlari panik.

Brak! Kyungsoo menerobos pintu kelasnya lalu menunduk meminta maaf kepada kangin.

"Maafkan saya! Saya tadi habis dari perpustakaan! Saya berjanji tak akan telat kembali!"tunduknya sambil meminta maaf.

Hening...

"Kau ini kenapa? Tak apa, kembali duduk di bangkumu,"kata kangin.

"Eh? Ini bukan suara kangin!"batin kyungsoo dalam hati. Kyungsoo mendongak. Hah? Leeteuk?

Ia memandang sekeliling. Ini kelas xiumin!

"Pabo kau kyungsoo! Mengapa bisa salah kelas lagi,"rutuk kyungsoo sambil mengigit bibirnya.

"Sialnya lagi, kenapa aku harus duduk bersama jongin!"rutuknya kembali sambil duduk di sebelah jongin.

"Baik, buka buku sejarah kalian, halaman 77. Kita akan membahas jaman pra-sejarah di dunia,"perintah Leeteuk.

.

.

.

"Dah, xiumin!"lambai teman-temannya sehabis mengecat kuku.

Xiumin berjalan menuju kelasnya. Namun dari jendela terlihat seorang gadis yang hampir mirip dengannya duduk di bangkunya.

"Loh, siapa dia?"tanya xiumin sambil melirik seseorang yang duduk di bangkunya dari jendela.

Satu detik...dua detik...tiga detik...

"YAK!"pekik xiumin. Ia segera merogoh handphonenya. Lalu xiumin menekan keyword handphonenya dengan kesal.

Cling! Satu pesan baru masuk ke dalam handphone.

From: Kyungsoo

Maaf! Sepertinya aku salah kelas! Cepatlah masuk ke dalam kelasku! Kumohon!

Dengan berat hati Xiumin melangkah ke dalam kelas kyungsoo. Mengetuk pintu kelas masuk, dan terdengar suara berat dari dalam kelas yang berbunyi "Masuk,".

Xiumin menghela nafas panjang sebelum ia membuka gagang pintu dan membukanya. Ia menundukkan kepalanya dan ...

Duarrr! Letusan gunung berapi sukses berada di kepala xiumin. Dan jangan lupakan es batu yang sedingin kutub utara di wajahnya.

"DARIMANA SAJA KAU KYUNGSOO?"suara kangin yang begitu mengeleggar dan menggema itu memasuki telinga xiumin.

"Ma..maaf pak...anu...sa...saya..."omongan xiumin terputus.

"TIDAK ADA KATA MAAF. PERGILAH BERLARI 20 KELILING SEKOLAH,"perintah kangin.

"MWO?"spontan seisi kelas.

"Neh?!"Xiumin menatap Kangin kaget.

Tes..! sebutir air mata perlahan turun melewati pipi mulusnya.

"Nunmuri durururu.."suara lagu 4Minute-Cold Rain teralun dari handphone ya siapa lagi kalau bukan Chen.

Krik...krik...jangkrik lepas sehun menghiasi suasana kelas yang hening sedang menatap chen.

"Aaaa! Jangkrik!"tiba-tiba anak kelas 11 muncul dari jendela dan melompati jendela lalu mengejar jangkrinya yang lepas.

"Nah dapat!"sehun menatap kandangnya senang. Tiba-tiba...sebuah bayangan besar muncul dari belakang sehun. Dengan perlahan sehun menoleh.

"CHEN, KYUNGSOO, ANAK NYASAR, LARI KELILING SEKOLAH 20 KALI! SE-KA-RANG!"bentak Kangin yang membuat ketiga anak yang disebut kangin itu lari secepatnya.

Tidak terbayang...luas SMHS begitu...luas...sekali. Anak kelas kyungsoo bukannya mengerjakan soal yang diberikan kangin malah kabur melihat chen, xiumin, dan sehun berlari.

"Semangat Kyungsoo!"

"Ayo chen! 19 keliling lagi!"

Karena kegaduhan itu, kelas yang lain terganggu dan memutuskan melihat ada apa yang terjadi.

Sehun yang memang larinya cepat sudah menghabiskan 4 keliling, sementara chen 2 keiling dan xiumin...0,5 keliling(?).

"Ada apa? biasanya larimu lebih cepat dibandingkan aku?"tanya chen sambil mengambil nafas.

"Ah...chen tolong aku...hah...kakiku...hah...capek...sakit..."jawab xiumin sambil meronta kesakitan.

"Kakimu sakit? Jarang sekali kakimu sakit."komentar chen.

"Ini bukan saatnya menceramah...akh..."xiumin terserempet sehun yang berlari begitu kencang.

"Kyungsoo!"chen menangkap xiumin. Tak sengaja ia melihat nametag xiumin.

"Xiumin?"tanya chen kaget. Xiumin hanya nyengir sambil menunjukan muka lelahnya.

"Baiklah, aku akan menggendongmu. Pegangan yang erat!"kata chen sambil membopong tubuh xiumin.

"Eh? Kau akan berlari sambil menggendongku?"tanya xiumin bingung dan kaget.

"Bagaimana lagi? Aku tak bisa meninggalkanmu,"jawab chen cuek.

"Oh tuhan..."air mata xiumin mengair kembali.

"Yaakkk...aish...mengapa kau menangis..."chen mendengus kesal.

"Aku..aku...aku bersyukur dapat..menjadi..hiks..yeojachingumu,"tangis xiumin.

"Oh ini bukanlah hal besar,"kata chen.

"Tidak, ini hal besar,"timpal xiumin.

"Baiklah..baiklah, sekarang pegangan yang erat,"chen mengambil ancang-ancang lalu berlari.

"Kyaaa! Kyungsoo digendong Chen!"teriak teman-temannya.

Sedangkan...

"Berjuanglah sehun! Aku akan memberimu seekor kodok australia jika kau cepat berlari dan menyelesaikan hukman ini! Maaf tak bisa membantu!"teriak luhan menyemangati sehun.

"Wah...kodok ya?"batin sehun dalam hati seteah mendengar kata kodok.

"Baiklah! Kodok, i'll coming~"kata sehun sambil berari lebih cepat dari yang tadi.

.

.

.

"...batu ini digunakan di sebuah kota di jepang tujuannya..."leeteuk sedang memberikan penjelasan.

Kyungsoo menatap sebal buku tebal bergambar itu. Kelasnya sudah sampai pra-sejarah di china.

"Xiumin?"jongin memanggil kyungsoo. Reflek kyungsoo berbalik.

"Ya? Ya? Ada apa?"tanya kyungsoo dengan gugup setengah mati.

Bibirnya memucat, tangannya bergetar hebat, hatinya berdegup kencang, karena pangeran dalam hatinya, jongin, tengah menatapnya dengan sendu.

"A..anu...maafkan aku dengan sikapku tadi,"ucapnya sambil menggaruk kulit kepala yang tidak gatal.

"Ah! Gwenchana! Hal itu sudah biasa!"jawab kyungsoo sambil menunduk.

Jongin yang tadinya biasa saja, tiba-tiba keluar "Tanduk"-nya.

"Minseok?"panggil Jongin.

"Ne?"jawab kyungsoo sambil menolehkan badannya.

Sret! Secepat kilat jongin mengambil name tag yang tertera di baju kyungsoo.

"Sepertinya, kau tersesat masuk ke kelas lagi ya, nona?"tanya jongin jahil dengan perasaan senang di dalamnya.

"Ya, aku tersesat,puas?"jawab kyungsoo dingin.

"Oh jongin, andai kau tahu aku gugup sekali..."batin kyungsoo.

"Salahkan dirimu jika kau tak mau identitas penyamaran itu terbongkar. Xiumin jika meminta maaf gaya bicaranya seperti ini..."Ya, tak apa, selagi kuku dan rambutku tak rusak,". Dan nona kyungsoo tak akan luput dari kata "Gwenchana". Right?"jelas jongin panjang lebar sambil tersenyum puas.

Kyungsoo menghela nafas berat. "Ya, kau menang tuan kim,"

"By the way...mau ku apakan nametag ini ya?"ujar jongin sambil menatap name tag "Cho Kyungsoo" dengan santai.

"Bodoh, bodoh, jangan kau buang!"rutuk kyungsoo dalam hati.

"Mungkin kubuang saja,"jawab jongin.

"Shit T-T, jangan disimpan!"umpat kyungsoo dalam hati.

"Atau...disimpan?"tanyanya lagi.

"Jangan diberi tahu!"batin kyungsoo.

"Ah! Lebih baik kuberitahu saja!"ujar jongin sambil terkekeh pelan, menatap kyungsoo evil.

"Cium aku,"ujar jongin tiba-tiba.

"Mwo?"tatap kyungsoo dengan tatapan "Dasar Mesum, bego, bodoh!"

"Songsa..."jongin ingin memanggil nama gurunya namun sudah disela karena sesuatu yang hangat dan lembap bersentuhan dengan bibirnya.

Untung saja hari ini jongin mendapat giliran duduk di paling pojok dan belakang. Kalau ditengah-tengah atau di depan...

"Ya?"tanya leeteuk bersamaan dengan menolehnya kepala seisi kelas.

"Ani...hanya...aku hanya bertanya kapan kita akan membahas homework kita?"

Serangan tatapan khas medusa menghampiri jongin.

"Apa?"tanya jongin bingung menatap teman-temannya.

"Kita tak akan membahasnya sekarang, mungkin, minggu depan,"jawab leeteuk.

Suara helaan nafas terdengar begitu kompak. Jongin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Terima kasih,"kata jongin.

"Saeng-il chukkahamnida,"jawab kyungsoo datar dan dingin.

Jongin melirik kyungsoo cepat. Bibirnya tersenyum begitu lebar.

"Kamsahamnida, aku berharap kau datang ke pesta ulang tahunku yang diadakan oleh ibuku yang norak,"kata Jongin sambil menaruh undangan itu tepat di depan kyungsoo.

"Aku tak akan datang, aku ada janji dengan suho oppa,"jawab kyungsoo asal-asalan.

"Siapa Suho? Temanmu yang baru?"

"Bukan urusamu,"jawab kyungsoo dingin.

Bel istriahat berbunyi. Jongin beranjak dari tempat lalu tersenyum melambaikan tangannya.

Aku tak akan datang, aku ada janji dengan suho oppa

"Itu..bohong..."setetes air mata menetes.

"Jujur, aku ingin datang ke sana,"kata kyungsoo sambil menahan tangis.

Cium aku.

"Aku yang seharusnya meminta!"

Kyungsoo beranjak dari tempat duduk. Ia mengambil nametag dan...undangan yang jongin berikan. Lalu melangkah keluar kelas.

"Bagaimana ini...aku sungguh ingin datang..."gumam kyungsoo sambil berteriak.

"KYUNGSOO!"panggil seseorang dari belakang.

Kyungsoo menoleh, ternyata luhan.

"Chen, Xiumin, dan Sehun masuk UKS!"

"Mwo? Wae?"

.

.

.

"Eomma, mau ngapain sih..."rengek baekhyun.

"Antarkan ibu ke toko roti saja tak mau! Ayolah!"

"Ya ya! Baiklah!"kata baekhyun kesal.

"Nah begitu dong,"jawab eomma sambul tersenyum.

"Eh...? Eugene!"panggil eomma baekhyun kepada seseorang yang tengah berada disebrangnya.

"..Ah! Bom!"

Kedua ibu-ibu itu berpelukan sama sekali.

"Euguene, apa kabar? Ah sudah lama tak bertemu denganmu!"kata bom, eomma baekhyun.

"Baik, kau tambah tua!"ejek euguene.

"Enak saja, kau juga! Yang penting anakku cantik!"

"Anakku juga tampan! Sayang, aku tak punya anak perempuan,"

"Ini anakku, Baekhyun,"kata bom sambil mendorong baekhyun.

"Ah, anakku kutinggal berdua di sebuah rumah, kau cantik sekali,"puji euguene yang membuat baekhyun merona.

"Terima kasih, Ahjumma,"balas baekhyun. Euguene tersenyum.

"Benarkah? Siapa namanya?"

"Kim Chanyeol dan Kim Jongdae,"

"MWO?"kedua anak dan ibu itu membelalak.

"Ada apa?...kalian mengenalnya? Oh, bisa kalian antarkan ke sana? Aku baru pulang ke amsterdam, aku lupa jalan di korea!"

"Kebetulan kami bertetangga,"jawab bom.

"Ah, benarkah?"tanya euguene tak percaya.

"Ya, dan, kami bisa mengantarmu,"jawab bom.

"Terima kasih!"

.

.

.

"Ceroboh sekali! Benar-benar aku akan ke Australia!"

"Ehhhh! Jangan!"cegah xiumin.

"Sehun, kau harus cepat sembuh lalu aku akan membawakanmu seekor monyet!"kata luhan dengan mata seolah-olah berapi-api.

"Pasti!"balas sehun dengan tatapan yang sama.

"...dasar calon keluarga binatang!"ejek chen.

"Ya, menikahlah sana!"

"Belum tentu dia akan menyukaiku. Kalau cintaku bertepuk sebelah tangan bagaimana!"ceplos luhan...lalu menutup mulutnya.

Wajah sehun berubah evil. "Maksudmu...kau suka padaku?"tanya sehun sambil menunjukkan smirk.

"Astaga, aku lupa mengambi kaleng cola!"kata luhan sambil berjalan keluar menggunakan tongkat.

"Eh ya, kalian diundang ke pesta ulang tahun jongin?"tanya xiumin mengalihkan topik.

"Ya, konsepnya sama dengan konsep undangan ulang tahun-mu nanti, harus membawa pasangan,"jawab kyungsoo.

"Eh, ya? Kalian berdua akan pergi bersama?"tanya chen sambil memasangkan headset.

"Mungkin,"jawab kyungsoo.

"Apanya yang mungkin, aku akan mengajak luhan!"timpal sehun sambil menjulurkan lidahnya.

"Jadi kau pergi bersama?"

"Aku,"jawab seseorang yang berdiri di depan pintu.

"Su..ho?"tanya xiumin tak percaya.

Kyungsoo menoleh. Si laki-laki yang datang di perpustakaan.

"Ya, kau mau kan?"tanya suho sambil tersenyum.

Tanpa sadar kyungsoo mengangguk.

"Baik, sampai bertemu, aku akan menjemputmu, aku tahu alamatmu,"kata suho sambil berjalan keluar dari uks.

"Su...ho...anak pemilik sekolah ini?"tanya xiumin histeris.

"Hah? Anak pemilik?"

"Ah, pergi bersama suho itu impian anak gadis di sekolah ini! Dia kaya, pintar, dan tampan!"kata xiumin dengan mata berbinar.

Chen segera menata xiumin pedas yang membuat xiumin nyengir dan mengacungkan kedua jarinya.

"Suho..."

.

.

.

"Eommaaa!"teriak chanyeol sambil memeluk eommanya.

"Oh, yoda-chan!"euguene memeuluk anaknya.

"Chen, apa kabar?"tanya euguene sehabis memeluk chanyeol.

"Baik eomma,"jawab chen sambil tersenyum. Sungguh aneh, sifatnya bertolak belakang dari sifatnya yang ia tunjukkan di sekolah.

"Ah, bagaimana rumah ini?"tanya euguene lagi.

"Aku senang, rumah ini nyaman kok,"jawab chen.

"Ya, ya aku setuju!"jawab chanyeol sambil memakan kue sponge cake cokelat dari amsterdam yang dibawa euguene.

"Baiklah, apa kalian sudah punya yeojachingu?"tanya euguene.

Chanyeol terdiam, mengingat dirinya jomblo.

"Oh, aku sudah punya, dia pintar mandarin sama sepertiku,"jawab chen.

"Namanya?"tanya euguene.

"Xiumin, Kim Min-Seok,"jawab chen.

"Eomma yakin sepertinya wanita itu bermata sipit,"tebak euguene.

"Kok eomma tahu?!"tanya chen disusul tawaan euguene.

"Dia anak pengusaha Cokelat . Ayahnya adalah sahabat eomma. Yang kau makan (menunjuk chanyeol) adalah kue buatan perusahaannya,"jawab euguene.

"Bagaimana denganmu?"tanya euguene yang membuat chanyeol menyemburkan susu yang sedan ia minum.

"Uhuk...uhuk..."chanyeol terbatuk.

"Anu...aku suka sama seseorang..."

"Siapa?"

"Namanya..."

.

.

.

"Gaun yang ini keren tahu!"ujar kyungsoo memaksa kepada xiumin.

"Aku tak suka, lihat ini lebih mirip baju balet. Roknya bergembung ditambah ada polkadot yang jelek. Kau mau aku terlihat seperti anak kecil dihadapan chen dan yang lainnya?"tanya xiumin kesal. Sore itu xiumin dan kyungsoo tengah mencari gaun yang akan dikenakan untuk pesta jongin.

"Ya sudah, aku akan pilih gaunku,"dengus kyungsoo.

Kyungsoo memilih-milih gaunnya sendiri. Sebenarnya ini hal konyol. Ia tak mau mencari gaun. Menurutnya hanya pakai rok lalu atasan. Benar benar fashion terrorist.

"Oh, sepertinya ini indah..."kyungsoo melihat sebuah longdress berwarna biru muda berbahan sutra. Panjang gaunnya 35 cm dibawah lutut. Atasnya seperti gaun strapless tapi ada penyangganya di pinggir.

"Harganya cukup deh,"kata kyungsoo sambil melihat harga yang tercantum.

"Ya sudah,"kata kyungsoo sambi mengambil gaun dari rak lalu dibawanya ke kasir.

Setelah membayar, kyungsoo menghampiri xiumin.

"Sudah belum?"tanya kyungsoo kepada xiumin yang sedang melihat gaun.

"Oh, sudah kok, ayo, kita cari sepatu,"jawab xiumin.

"Lagi?"

.

.

.

"Hahaha! Noona seperti putri buruk rupa!"ejek sehun.

Blak! Sebuah bantal biru mendarat tepat di muka sehun.

"Sudah, sudah, aigoo~ putriku cantik sekali,"puji ryeowook.

"Sama seperti eommanya,"tambah kyuhyun sambil mengambil gambar anak-anaknya.

"Sudahlah, aku duluan, harus menjemput luhan nih!"

"Dah dongsaeng durhaka. Jangan lupa pulang berikan aku pajak jadian!"

"Enak saja,"cibir sehun sebal lalu pergi.

"Jadi...kau akan pergi bersama jongin?"tanya ryeowook.

"Eng...sepertinya aku sendiri, dia sedang sakit,"jawab kyungsoo berbohong.

"Oh baiklah, pergilah nak!"kata ryeowook sambil mencium kening kyungsoo.

"Ne, eomma. Appa, eomma aku pergi dulu,"

Kyungsoo menutuppintu. Ia mendesah pelan.

"Lama sekali, kau telat 5 menit sebenarnya,"tiba-tiba suara itu muncul.

Kyungsoo menoleh, ternyata itu suho.

"Kau benar-benar menjemputku sunbae,"kata kyungsoo.

"Panggil aku suho!"koreksi suho.

"Baik-baik, cepatlah aku tak suka berlama-lama,"serobot kyungsoo.

"Dengan senang hati kyungsoo,"balas suho sambil membuka pintu mobil untuk kyungsoo.

.

.

.

"Luhan..."tatap sehun tak percaya.

Luhan berjalan menuju sehun.

"Biasa saja, kan?"tanya luhan seraya tersenyum.

Sehun dibuat pangling dengan gaun putih yang luhan kenakan.

"Tidak, kuakui kau begitu cantik malam ini,"

Wajah luhan memerah.

"Terima kasih..."

Suasana canggung mulai menghiasi luhan dan sehun ketika di mobil. Namun, bukan sehun dan luhan jika tak bisa menghancurkan suasana.

"I need u girl wae? Honja saranghago..."luhan dan sehun bernyanyi-nyanyi lagu dari radio.

"Cause the girls bring the boys out!"

"Put your hands up! Put your hands up!"

"Cant stop me now! Cant stop me now!"

"Hey mamacita naega ayayayayaya~"

"Because i listen to my heart heart listen to my heart,"

"Just love me right aha baby love me right aha~"

.

.

.

"Sepertinya kita datang telat,"kata suho ketika sampai. Kyungsoo jadi teringat dirinya terlambat menghadiri pesta pertunangan kai dan krystal. Meski dia tak di undang...

"Tak apa, ayo masuk,"timpal kyungsoo sambil mengandeng tangan suho.

"Jadi, kau mulai menggandengku?"tanya suho jahil.

"Ah!"kyungsoo reflek melepaskan tangannya.

"Tak apa,"balas suho sambil terkikik.

"Bertingkahlah seperti pacarku, jika kau ingin menolongku dari serangan wanita-wantia yang datang sendirian,"bisik suho.

"Jadi aku harus mengaku pacarmu?"tanya kyungsoo. Suho mengangguk. Kyungsoo menghela nafas.

"Baik, baik,"ucap kyungsoo seraya menggandeng tanga suho kembali. Tanpa sadar suho tersenyum-senyum sendiri.

"Eh, kyungsoo dengan suho?"bisik orang-orang yang ada di sekitarnya ketika melihat kyungsoo datang bersama suho.

"Omo, mereka serasi ya,"

"Lalu, hubungan dia dengan jongin ternyata hanya sebatas sahabat ya,"

"Gaunnya kyungsoo pasti keren ya,"

"Aku yakin bahannya bahan dari binatang,"timpal luhan ikut-ikutan.

"Bodoh, itu sutra!"jitak xiumin.

"Jadi noona sudah jadian sama suho hyung?"tanya sehun.

"Tidak, tapi aku mengaku sebagai pacarnya,"jawab kyungsoo.

"Kenapa?"

"Sulit dijelaskan,"

"Ah, annyeong noona and oppa!"sebuah suara manis dari belakang mereka muncul.

Ternyata krystal.

"Anyyeong krystal,"jawab semuannya agak dingin.

"Kenapa? Ada yang salah?"tanya krystal.

"Tidak,"jawab semuanya singkat.

Krystal menatap satu geng (?) itu bingung.

"Oh ya, kyungsoo noona, ada yang harus aku bicarakan empat mata denganmu,"kata krystal kepada kyungsoo.

"Oh...? baiklah,"jawab kyungsoo.

"Jangan lupa bawa segelas bir, obrolan ini akan membuatmu haus,"saran krystal.

.

.

.

"Eng...ada apa krys?"tanya kyungsoo setelah 10 menit berdiam-diam-an.

"Sudah kuduga,"kata krystal sambil memasang tampang sinis.

"Kau...mengapa dekati tunanganku? Mengapa kau datang ke pesta ulang tahunnya?"

"Aku diundang jongin,"

"Mantan pacar bisa ya datang pesta mantannya?"ejek krystal.

"Lebih baik..."krystal maju mendekati kyungsoo lalu...

Gaun kyungsoo dirobek oleh krystal. Kyungsoo menatap gaunnya kaget.

"Kau tampil dihadapan jongin dan yang lain seperti ini,"lanjut krystal sambil tersenyum sinis.

"Sepertinya ada yang kurang? Baiklah, kuleng..."krystal mengambil sgelas bir yang ada di tangan kyungsoo.

"Kapi,"lanjutnya sambil mengguyur bir ke tubuh kyungsoo.

Kyungsoo menatap dirinya. Krystal benar-benar keterlaluan.

"Ini...sudah biasa,"jawab kyungsoo sambil menundukan kepala.

"Kau tampak cantik, kok,noona. Menurutku!"timpal krystal.

"Perbuatan ini...biasa...untukku,"lanjut kyungsoo sambil menyeringai.

Krystal yang menyadari kyungsoo menyeringai memandangnya aneh.

"Masih berani kau bicara dengan tampang sok keren,"balas krystal sambil menendang perut kyungsoo. Namun...

Grep! Tangan kyungsoo menahannya. Krystal kaget.

"Jadi, merah, ya?"tanya kyungsoo sambil mempertahankan seringaian.

Krystal memerah.

"Bagaimana kau tahu warna celana dalamku!"bentak krystal.

Kyungso membanting krystal ke lantai. Menimbulkan suara yang cukup keras.

"Aaakh..."rintih krystal.

"Ada apa ini?"tanya seseorang tiba-tiba. Kyungsoo dan krystal menoleh. Jongin.

"Oppa! Dia membantingku ke lantai!"adu krystal kepada jongin.

"Apa?"tanya jongin kaget siapa orang yang dimaksud krystal.

"Kenapa? Oh..."kyungsoo memasang cengirannya.

"Maaf, yeojachingumu, telah menghancurkan gaunku dan tubuhku dengan bir dan tangannya yang seperti kucing sehun itu,"kata kyungsoo.

Jongin menatap kyungsoo tidak percaya.

"Aku senang, kau datang..."ucap jongin.

"Aku datang bersama namjachingu-ku kok!"timpal kyungsoo sambil menatap jongin bosan.

"Siapa?"tanya jongin.

"Kim joon-myeon, suho,"jawab kyungsoo dingin.

"Oh...begitu..."jawab jongin canggung.

"Oppa! Perutku sakit!"rintih krystal.

"Sakit?"tanya jongin kaget lalu menghampiri krystal.

"Perutku sakit! Akh!"jawab krystal sambil mengerang keras.

"Kyungsoo! Apa yang kau lakukan!"bentak jongin yang membuat kyungsoo kaget.

"Aku hanya membantingnya!"

"Tak seharusnya kau membantingnya!"

"Aku termakan emosi!"

"Kalau begitu tahan emosimu!"

"Tahan! Tahan! Tahan! Selalu kutahan emosiku demimu tahu!"bentak kyungsoo keras.

"Aku ingin melemparimu dengan beling jika boleh!"jujur kyungsoo.

"Apalagi sewaktu kau bersama krystal! Kau tak merasakan betapa cemburunya aku!"

"Betapa sakitnya uang tahunku tanpa kehadiranmu, seenaknya kau hancurkan perasaanku!"

"Kau tak bisa jujur karena kau takut kehilanganku! Tapi kalau kau jujur, kita tak akan seperti ini!"

"Kau harus tahu, aku hanyalah boneka yang membuat namja bisa pangling meski hanya melihatku satu hari.."setetes air mata menetes.

"Aku tidak ke-geeran. Aku berbicara fakta. Jika cheon song-yi bisa menjadi wanita 15 detik karena setiap pria akan jatuh cinta dengannya ketika melihatnya selama 15 detik, aku pun bisa dijulukin "Girls of One Day" ata GOD,"

"Sejujurnya aku benci panggilan itu! Aku tak mau pria-pria jatuh cinta kepadaku hanya karena kecantikanku!"kini kyungsoo terisak.

"Aku benci kau, karena aku sulit melupakanmu!"tangis kyungsoo sambil berlari keluar.

"Kyungsoo tunggu!"jongin mengejar kyungsoo.

Kyungsoo berlari keluar rumah lalu berlari enath kemana dan terus menutupi wajahnya.

Jongin tentu saja terus mengejar kyungsoo.

"Tunggu! Tunggu!" ucap jongin sambil berlari lebih kencang lagi.

Kyungsoo berjalan menyebrangi jalan. Namun...jongin terlebih dulu memeluk kyungsoo.

Aku rindu ini...

Pelukan ini...

Kyungsoo terus menangis.

"Mianhae, jeongmal mianhae,"ujar jongin menenangkan kyungsoo.

"Aku berjanji, akan membatalkan pertunangan ini,"

"Karena aku bukanlah pelaku yang membuat krystal hamil."

"Maaf,"jongin kembali memeluk kyungsoo yang sibuk menangis.

30 menit mereka berpelukan. Tangis kyungsoo mulai mereda, namun masih belum berani menatapnya.

"Baiklah, ayo, kuantar pulang,"ucap jongin sambil mengajak kyungsoo.

Namun..

"Jongin! Awas!"kyungsoo mendorong jongin ke pinggir jalan.

"Yak, apa yang kau..."

Brakk!

"Kyungsoo!"

.

.

.

TBC

Makasih yang udah baca dan setia menunggu to be continue of this story. Maaf kalau kurang seru because otaknya plong gak ada ide sama sekali. Karena ini liburan aku nikmatin liburanku satu bulan ini sampai lupa masuk sekolah (alhasil aku izin 2 hari).

Pas buka email, banyak banget yang nungguin plus bertambah yang fav story aku, thanks, big thanks ya! Jadi setelah laptopku kembali dalam pelukanku, secepat kilat kutulis apa yang ada di pikiranku meski sempat tersendat waktu liburanku.

Oke see you at Chapter 4!

-Spoiler-

Chapter 4-Where are you?.

Jongin?

Entah kenapa..

Mataku gelap...

Terakhir yang kulihat hanya wajahmu...

Membuat aku susah melupakanmu..

Aku benci kamu.

Tidak...

Aku mencintaimu.

Where are you?