Previous in Chapter 3:

Jongin?

"Baiklah, ayo, kuantar pulang,"ucap jongin sambil mengajak kyungsoo.

Entah kenapa..

Mataku Gelap...

Namun...

Terakhir yang kulihat hanya wajahmu...

"Jongin! Awas!"kyungsoo mendorong jongin ke pinggir jalan.

Membuat aku susah melupakanmu...

"Yak, apa yang kau..."

Aku benci kamu..

Brakk!

Tidak...

Aku mencintaimu.

"Kyungsoo!"

Where are you?

.

.

.

GoodBye, Kai!(Chapter 4)-Where are You?.

Cast: -Kim Jongin

-Do Kyungsoo

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Other Cast: Other member EXO adn etc.

Type: Sad, Romance, Comedy.

Rated: T

Special: GS(Gender Switch)

.

.

.

"Detak jantung pasien menurun! 20%!"

"Segera suruh supir mengemudi lebih cepat lagi!"

"Darah berkurang sekitar 15%!"

"Tahan dengan perban! Balut dan beri obat sementara!"

"Kyungsoo~"

.

.

.

Pria itu berjalan mondar-mandir di pintu UGD. Keringat dingin bercucuran keluar dari keningnya. Raut wajahnya mengatakan kepanikan yang luar biasa.

"Tuan,"

"Bagaimana? Apa dia baik-baik saja? Apa dia mengalami gangguan fisik? Gegar otak?"

"Anu...aku datang ke sini untuk membersihkan tanganmu, tuan. Tanganmu penuh darah,"ucap suster itu.

"Oh,"jawab jongin sedikit kecewa.

Suster itu membersihkan tangan jongin dengan alkohol. Lalu memberinya antiseptic.

"Terima kasih suster,"jongin membungkuk.

"Sama-sama, tuan,"jawab suster itu sambil berjalan menjauhi jongin.

Jongin segera membuka ponselnya. Ada beberapa pesan dari teman, dan keluarganya.

From: Nenek Lampir

Bukankah kau seharusnya membelaku? Kepalaku masih pusing nih!

From: Nenek Lampir

Hei! Balas pesanku! Perutku sakit!

Jongin menekan keyword, menulis beberapa kata.

To: Nenek Lampir

Kau pusing dan sakit perut namun masih bisa meng-sms-ku? BODOH

Ia membaca pesan lain.

From: Kim Minseok

Yak! Jongin, dimana yeojachingu-mu?! Suho mencarinya! Ani, kita semua mencarinya!

To: Kim Minseok

RS Gangnam Ruang UGD atau Ruang 1990 VVIP.

From: Father

Dimana kau? Pestanya masih berlanjut!

To: Father

RS Gangnam Ruang UGD atau Ruang 1990 VVIP.

Jongin menghela nafas, ia harus mengisi formuir administrasi.

"Suster, tolong nanti pindahkan pasien ini ke kamar 1990, kamar keluarga kim,"

.

.

.

"Chen, jongin bilang dia ada di rumah sakit gangnam!"kata xiumin.

"Siapa yang sakit?"

"Mungkin saja kyungsoo atau jongin,"

"Bagaimana kalau kita menyusul?"

"Tentu, namun kita naik apa?"

"Mobil, lah!"

"Butuh 30 menit untuk memanggil supirku kembali,"

"Ya, aku setuju, rumah jongin jauh, sih,"

"Kita naik bus?"

"Dengan kostum ini?"

"Baik-baik, kita cari saja kendaraan terlebih dahulu,"

Chen, Xiumin, Luhan, Sehun, Suho, segera mencari kendaraan di sekitar rumah jongin. Namun...mereka lupa...rumah jongin masuk ke kompleks orang kaya di seoul...

"Haruskah kita keluar dari kompleks ini?"jawab luhan malas.

"lihat itu, kereta kuda!"tunjuk luhan sambil berlari ke arah kereta kuda.

"Naiklah!"teriak luhan yang sudah duduk di kursi kursir.

Yang lain akhirnya menaiki kereta kuda sesuai ajakan luhan.

"Kau mengerti cara berkuda?"tanya Xiumin agak tak percaya.

"Mengerti lah!"kata luhan sambil mengambil ancang-ancang.

"Tak diragukan lagi sih..dia pecinta hewan ini.."gumam Chen.

"Bersiap...maju!"

Tuplak...tuplak...kereta kuda itu berjalan.

"Tunggu!"

Ciiiitttt...! luhan meng-rem kuda (?) Lalu berbalik arah.

"Ada apa?"tanya luhan.

"Anu...memangnya kau hafal jalan dari sini ke rumah sakit gangnam?"tanya Suho.

"..."

Benar juga perkataan suho. Mereka semua orang-orang yang biasa di antar jemput oleh supir pribadinya.

...(tanda titik tanpa tanda petik berarti 'Singkatnya')

"Permisi, Ahjussi, apa kau tahu jalan menuju rumah sakit gangnam?"tanya luhan kepada ahjussi yang menunggu bus.

Ahjussi itu sempat tergencang. Anak-anak pengusaha dengan gaun dan tuksedo yang mahal naik kereta kuda? Dan kursirnya seorang putri kayangan?

"A...itu...kalau tidak salah..."

"Berarti benar,"jawab chen.

"Maksudnya?"

"Anda kan bilang "Kalau tidak salah" berarti "Benar" kan?"

Lagi-lagi ahjussi itu dibuat tergencang oleh perkataan chen.

"Belok kiri, lurus, dan belok kiri lagi."kata Ahjussi itu.

"Ah,Gamsahamnida Ahjussi!"

...

"Ini jalan buntu!"

"Artinya kita salah jalan!"

"Bukankah tadi ahjussi itu bilang ke kiri? Tak ada ke kanan!"

"Baik, baik aku akan memutar balik,"

Luhan memutar balik. Namun semuanya kebingungan.

"Ke mana ini?"

"Kanan?"

"Jangan Kiri!"

"Lurus saja, arah kebun binatang,"timpal sehun.

Semuanya memandang sehun sinis.

"Coba tanya lagi ke orang-orang!"

"Permisi, Ahjumma, bisa kau beritahu kami kemana arah rumah sakit gangnam?"tanya Xiumin.

"Ah...lurus, lalu belok kanan, ada perempatan, pilih lurus, lalu belok Kiri,"

"Terima kasih ahjumma!"

...

"Disini tak ada perempatan!"

"Duh kok kita nyasar sih!"

"Aduh bagaimana iniiii!"

"Tenang..."kata suho sambil mengeluarkan ponselnya. Suho memencet google maps lalu mencari alamat Rumah sakit gangnam. Ia menyalakan GPS dan...

"Tuh, jalannya ke kiri lalu lurus ikuti jalan raya!"ujar suho senang. Suho menoleh. Semua orang memandangnya datar.

"KENAPA TIDAK DARITADI BODOH?"

.

.

.

"Pasien butuh ginjal. Tabrakan tadi menabrak perut kyungsoo dimana ginjalnya berada. Kami butuh pendonor untuk mengatasi ginjal kyungsoo yang hilang,"jelas dokter.

"Baiklah, aku pendonornya. Mohon bantuannya!"

Kai mengambil tindakan tanpa basa-basi lagi. Ia dibawa ke ruang operasi.

"Tahan sedikit tuan, kau akan di suntik bius,"kata seorang perawat sambil menyiapkan obat bius.

Suara tempat tidur yang didorong terdengar begitu jelas. Rupanya tempat tidur kyungsoo. Disana terpampanglah kyungsoo bernafas dengan alat bantuan dan tubuhnya yang diselimuti.

"Kyungsoo!"panggil kai sambil berusaha meraih tangan kyungsoo.

Cus...! obat bius yang sudah perawat siapkan menancap dan memasuki kulit jongin. Perlahan, tenaga, mata, nafas jongin melemah.

.

.

.

"Naaah akhirnya sampai!"ujar xiumin senang.

"Ayo, cepatlah turun!"perintah chen.

"Untung ada Joon-Myeon,"gumam suho sambil tersenyum-senyum sendiri.

"Ada Joon-Myeon, apanya! Bukannya daritadi nyalakan GPS!"

Suho nyengir dan membuat tanda 'V' di tangannya.

"Hmpffhhh! Lphhfsh Akhfffffff,"ronta sehun yang mulutnya diplester dan tangannya diikat dengan tali. Habis...dia cerewet sekali...minta-minta mampir ke kebun binatang-_-.

"Awas saja kau minta-minta ke kebun binatang lagi!"cibir xiumin sambil membuka ikatan dan plester.

"Ish, aku hanya membujuk kalian agar mampir dulu melihat penguin yang baru datang dari kutub selatan!"

"Hei! Lihat! Ada mobil yang mendekat!"luhan menunjuk sebuah mobil sport hitam yang mendekat.

"Ya terus? Memangnya ada hubungannya sama kita!"ujar xiumin cuek.

Sayangnya, Luhan mempunyai insting yang cukup kuat. Mobil hitam itu berhenti persis di depan kuda yang dikendarai luhan. Sepasang kekasih berbaju serba hitam itu berjalan dengan wajah cool plus angkuh.

Namun...

BYUR!

Sebuah air kubangan mengguyur tubuh sang yeoja berpakaian hitam. Yeoja itu tersentak. Terlebih lagi tubuhnya menggigil karena pakaiannya yang tipis itu.

Yeoja itu mencari sumber darimana air kubangan itu berasal. Ternyata seorang ahjumma penjual kimbap di sebelah rumah sakit gangnam.

"Permisi, jika anda ingin membuang air kubangan, tolong lihat apa kau membuang pada tempatnya apa tidak,"ujar yeoja itu dengan suara menahan kesal.

"Ahahaha! Maaf, aku sibuk menonton drama orange marmalade! Drama ini katanya benar nyata loh! Di dunia ini ternyata ada vampir!"balas ahjumma itu.

Yeoja itu semakin geram. "Dasar kau ahjumma murahan! Kau tahu? Gaunku berharga berjuta-juta won dan kau merusaknya tahu! Ganti sekarang!"

"Berjuta-juta won? Ah harga itu dapat membeli satu buah rumah! Gaun ini begitu mahal sekali!"

Yeoja itu makin geram. "HEI KAU AHJUMMA, GANTI PAKAIANKU, SE KA RANG!"teriak yeoja itu.

"Kau membentak seorang ahjumma?"ahjumma itu kaget. Lalu menyiram yeoja itu dengan air kubangan lagi.

"Kyaaa! Kris! Kyaaa! Tolong aku!"yeoja itu menggigil kedinginan.

"Nih, rasakan!"ahjumma itu kembali membanjur yeoja tadi.

"Kyaa! Kyaa!"

"..."

"Perkenalkan, namaku kris, aku yang mempunyai kereta kuda ini,"ujar namja itu yang bernama kris dengan muka menahan malu karena perlakuan yeojachingu-nya.

"Dan, disana Tao, yeojachingu-ku,"

"..."tak ada respon dari luhan, xiumin, sehun, suho, chen.

"Aku ingin mengambil kereta kudaku kembali,"ujar kris.

"Ah,"luhan segera turun.

"Maaf, kami mengambilnya tanpa izin. Ini keadaan darurat, kami harus ke rumah sakit jadi kami tak sengaja melihat kereta kudamu,"jelas luhan sambil tersenyum.

Kris, tergencang dengan senyuman luhan yang indah. Ditambah lagi dengan gaun yang luhan kenakan saat ini. Membuat kris cengo. Tao yang melihat itu segera mengambil tindakan. (cinta segitiga dimulai...jeng jeng jeng jeng/?)

"Jeng jeng jeng jeng..."suara instrumen biola dan piano itu keluar dari ponsel chen. Semua orang termasuk tao dan ahjumma memandang chen.

"A...Yeoboseyo?"chen berlagak menerima telepon lalu menjauh.

"Yeoja seperti kau! Jangan coba rayu-rayu pacarku!"

"Apanya yang merayu? Kau lihat, bukan? Aku tak melakukan apa-apa!"

"Tapi karena penampilanmu, namjachingu-ku cengo tahu!"

"Memangnya aku harus berpenampilan seperti bagaimana? Seperti pengemis? Akui saja aku cantik!"

"Kau lebih jelek daripada seekor luwak!"

"Kau lebih jelek daripada seekor gorila!"

"Berhenti mengikuti kata-kataku!"

"Aku tak mengikutimu! Aku juga kan mau bicara seperti itu!"

"Alasan! Awas saja kau rebut namjachingu-ku!"

"Ish, pergilah! Aku juga punya namjachingu!"

"Hah?"spontan sehun kaget mendengar kata,"Aku juga punya namjachingu".

"Jadi kau sudah punya namjachingu?"tanya sehun tak percaya.

"Ya, benar, ada apa?"tanya luhan balik dengan ekspresi bingung.

"Siapa?"

"Kim Chanyeol,"jawab luhan sambil tersenyum.

"MWO?"

"Kenapa hyung tidak bilang ya?"tanya chen bingung.

"Oh begitu ya,"jawab sehun dengan muka datar.

"I'm ok. Baby, are u ok? nareul miwo haedo joha,"lagu 4Minute-I'm ok itu menghiasi suasana hati sehun yang sedang patah dan lesu.

Semua menoleh ke arah chen. "Yeoboseyoooo?"

Sebuah mobil diparkir di belakang mobil sport hitam milik kris. Keluarlah yesung dan eunhyuk.

"Mr. Kim!"kris yang menyadari seseorang datang pun menoleh lalu menyapa yesung.

"Oh, kris!"kedua sejoli ini berpelukan.

"Kenapa kau ada disini? Bukankah kau ada acara sambutan calon pemegang saham keluarga wu?"

"Ini, kereta kudaku tiba-tiba hilang dan ternyata dipinjam mereka,"tunjuk kris.

Yesung menoleh siapa yang ditunjuk kris.

"Kalian, kesini menyusul kai?"tanya yesung.

"Dan kyungsoo,"tambah chen. "Kami tak tahu siapa yang sakit...apa mungkin dua-duanya,"

"Baiklah, apa kau ingin ikut menjenguk kai?"ajak yesung kepada kris.

"Ani, . Mungkin besok, terima kasih atas ajakannya,"tolak kris sopan.

"Jadi kau dari SMHS?"tanya tao yang disaat itu sedang berbicara dengan luhan.

"Kau dari DSPHS?"tanya balik luhan.

"Aku ingin sekali sekolah di sekolahmu!"

"Kudengar di DSP ada murid yang namanya Han Seungyeon! Itu sahabatku!"

"Bisa-bisanya mereka akur..ckck.."komentar chen.

"Ayo, kita masuk,"ajak eunhyuk.

"Tunggu, aku ikut!"tao menyerobot.

"Kau ikut?"tanya kris.

"Ya, aku akan berbicara pada supirku untuk menjemputku,"jawab tao.

"Pakailah ini,"kris memakaikan jaket milik kris kepada tao. "Kau bisa masuk angin,"

"Ne, gomawo. Aku pergi dulu ya,"tao tersenyum kepada kris.

"Aish, jangan membuatku kangen!"kris segera memeluk erat tao.

"Wah, mataku pedas, habis makan apa ya,"ujar sehun sambil berlagak mengipas-ngipaskan matanya.

"Chagiya, ayo kita masuk sayang,"kata chen sambil memeluk xiumin dan membawanya ke dalam.

"Wah ada pesan dari yodaku. Iya sayang, aku akan membalas pesanmu sebentar lagi,"ujar luhan.

"..."yesung dan eunhyuk hanya diam menahan tawa melihat kelakuan anak-anak remaja yang disekitarnya.

.

.

.

"Memangnya pesta di rumah temannya lama sekali ya?"tanya ryeowook sambil menuangkan teh melati hangat ke dalam cangkir.

"Tenang saja, aku sudah bilang jam malam mereka sampai jam 2 malam,"jawab kyuhyun sambil membaca majalah.

"Tapi, aku takut dengan kyungsoo. Aku takut ia pulang tiba-tiba..."omomgan ryeowook terputus karena suara telepon rumah kyuhyun berbunyi.

"Halo?"tanya kyuhyun sambil melipat kembali majalah. Memang teleponnya ada di sebelah kursi kyuhyun jadi tak usah repot untuk berdiri.

"Oh, Xiumin ada apa?"

"Mm...begitu...baik kami akan kesana..."

Kyuhyun menutup telepon lalu meminum segelas teh.

"Ada apa Xiumin menelepon kemari?"tanya ryeowook.

"Itu, kyungsoo kecelakaan,"jawab kyuhyun santai sambil meminum tehnya lagi.

"APA? Kau ini bagaimana! Kyungsoo kecelakaan! Bodoh!"

Pyurrr! Kyuhyun menyembur tehnya. Kyuhyun mulai kambuh penyakit telminya.

"Ah...ah iya iya, ayo aku akan nyalakan mobil!"ujar kyuhyun mulai bergegas.

.

.

.

"Sudah kau telepon?"tanya chen.

"Sudah, nada bicaranya tenang disaat ia mengetahui kyungsoo kecelakaan,"jawab xiumin.

Sambil menunggu, Chen dan Xiumin tengah berbicara perihal masa peperangan kuwait, amerika, dan lainnya. Sedangkan tao tengah berbincang dengan luhan mengenai pakaian dalam(?) dan sehun menyendiri.

"Tidak, peperangan itu terjadi karena pihak A menyerang C duluan makanya B berada di posisi perantara,"

"Aku bodoh dalam hal sejarah sih, terus kalau Pihak C menyerang pihak B bagaimana?"

...

"Kau tahu, bra di toko xxx banyak gambar yang lucu. Ada panda jerapah banyak deh!"

"Tapi ukurannya kecil-kecil ya? Kau tahu, dadaku besar daripada dadamu!"

"Iya sih, bagaimana cara agar dadaku lebih besar darimu?"

...

"Oh luhan...betapa sakitnya hatiku...! jebal..."gumam sehun sedih

Pintu ruang operasi terbuka. Terlihat dua ranjang yang didorong ke kamar keluarga kim.

"Dokter? Apa yang terjadi?"tanya chen ketika dokter mau melangkahkan kaki keluar dari ruang operasi.

"Pasien Kyungsoo kekurangan ginjal. Ginjalnya habis akibat beberapa tahun yang lalu ia melakukan pendonoran ginjal dan sekarang ginjalnya rusak akibat tabrakan yang arahnya ke ginjal. Dan pasien jongin mendonorkan ginjalnya kepada kyungsoo. Dan kami semua berhasil,"jelas dokter itu sambil tersenyum.

"Ah, terima kasih dokter!"

.

.

.

(Jongin POV)

"Kyungsoo!"jongin mengejar kyungsoo.

Kyungsoo menoleh. Wajahnya pucat pasi.

"Gwenchana?"tanya jongin setelah memeluk kyungsoo.

"Ne, Gwenchana,"jawab kyungsoo. Lalu air mata kyungsoo menintik kembali.

"Wae?"tanya jongin bingung.

"Cepatlah bangun. Selesaikan masalahmu!"jawab kyungsoo dengan berurai air mata.

"Baik, aku akan bangun dan selesaikan masalahnya,"balas jongin tenang.

Namun jongin merasa pelukannya mengendur. Kini kyungsoo makin jauh dari jongin.

"Cepatlah! Selesaikan masalahmu!"

...

"Ah!"jongin terbangun.

"Kyungsoo!"jongin segera bangun dari tempat tidur tanpa memeduikan jarum infusnya yang lepas. Dilihatnya kyungsoo berada di balik tirai jongin.

Kyungsoo diam dengan alat bantu nafasnya. Dan selang-selang yang banyak menancap di tubuhnya.

"Kai,..."xiumin memanggil kai.

"Kenapa kyungsoo belum sadar?"

"..."

"Dia koma..."

"...Mwo? berapa lama?"

"Diperkirakan 2 Minggu,"

"Mwo?!"

"Kau yang sabar ya..."chen menepuk-nepuk punggung jongin.

"Kyungsoo! Ireona! Jebal...ireona!"kata jongin dengan ekspresi tak percaya.

"Ireona...mianhae! ireona!"jongin mengguncang-guncangkan tubuh kyungsoo.

.

.

.

"Yeah! Gomawo Tao-Ya!"sorak luhan kepada tao.

Sehun, Chen, Xiumin, Luhan, dan Suho saat itu sedang berada di rumah tao memakan chi-mek (kalau di korea itu chi-mek ayam dan bir).

"Aku hanya akan meminum setengah kaleng,"jawab xiumin dan chen.

"Aku dua kaleng!"ujar luhan penuh semangat.

"Aku bawa air mineral. Aku tak suka bir."jawab suho sambil tersenyum.

"Aku mungkin dua kaleng sama seperti luhan,"jawab tao.

"Aku sisanya..."jawab sehun lesu.

"Ayo makan!"

Suasana rooftop tao begitu ricuh karena setiap menitnya mereka saling tertawa. Membuat melupakan masalah temannya yang sedang sakit (teman macam apa ini-_-).

"Eh, kau teman masa kecilnya jongin?"tanya xiumin kaget.

"Ya, aku dan dia menjadi teman dekat disaat aku smp kelas tiga. Kudengar orangtuanya akan mejodohkannya dengan seorang gadis bangsawan,"

"Namanya Krystal jung,"tambah chen sambi meminum birnya.

"Krystal?!"spontan tao kaget.

"Hei, hei bilang ini mimpi jika jongin tunangan dengan krystal?"

"Dua hari yang lalu baru saja dilaksanakan,"

"Kenapa dia tak mengundangku!"protes tao marah.

"Jongin tak mengundang siapa-siapa. Yang mengundang itu krystal,"

"Wah...wah...apa jangan-jangan gara-gara masalah itu ya..."

"Masalah apa?"

"Hm...dulu krystal itu pernah dihamili oleh kakak kelasnya,"

"Mwoya?"

"Ya, kakak kelasnya itu bernama Lee Taemin. Namun taemin kabur dan krystal ditinggal. Krystal dinyatakan hamil ketika kelas 1 sma semester dua. Jadi pasti usia kandungannya kalau aku hitung sih...8 bulan..."

"Mwooo?"

"Krystal mencari taemin namun tak ketemu, makanya ia sepertinya menuduh jongin,"

"Jjinja?"

"Iyaaaaaa, kai dan taemin itu mirip lho..."

"Bagaimana kalau kita bantu masalah kai dengan mencari taemin?"usul sehun.

"Ide brilian! Aku akan meminta ayahku untuk mencarinya,"tanggap tao.

"Tunggu, kalau kita mencarinya secara terang-terangan, taemin akan semakin menjauh,"

"Kalau mau, kenapa kita tidak cari lewat bantuan detektif?"

"Wah kebetulan ayahku punya peerusahaan sebuah organisasi detektif, aku akan meminta ayahku!"

"Wah, terima kasih tao!"

"By the way, teman kalian yang koma itu, kyungsang?"

"Kyungsoo,"koreksi sehun.

"Ya, kyungsoo. Eh Kyungsoo? Si Girls Of One Day?"

"Hah? Apa itu?"

"Ya ampun! Masa kalian teman dekatnya tidak tahu? Cho Kyungsoo the GOD,"

"Nama panggilan apa itu?"

"Dia yeoja populer tahu. Namja yang melihatnya akan terpukau, dan kyungsoo berhasil memikat hati mereka dalam satu hari,"

"Sungguh. Bertahun-tahun aku mengenalnya dia tak pernah menceritakannya,"kata chen.

"Haha...mungkin dia malu dengan panggilan itu,"

"Eh sudah jam 2 malam lebih, tao-ya! Kami pulang dulu!"

.

.

.

Kyuhyun dan Ryeowook memasuki ruang rawat keluarga kim. Disitulah ada kyungsoo yang tengah koma dan jongin yang terus-terusan menangis.

"Jongin? Ada apa dengan anakku?"tanya ryeowook panik.

"...anakmu, ahjumma, koma selama 2 minggu,"jawab jongin dengan nada tersendat-sendat.

"Ya tuhan...kyungsoo.."ryeowook menangis sambil memeluk kyungsoo yang terbaring lemah.

Kyuhyun menatap anaknya sendu. "Terima kasih karena sudah menjaganya, jongin,"

"Ani...aku mencelakainya, aku tidak menjaganya..."tangis jongin.

Kyuhyun menatap jongin sedih. Ia tahu betapa sulitnya meneirma kenyataan orang yang dicintainya harus tidur lebih lama.

"Lalu, dimana teman-teman kyungsoo yang lain?"

"katanya ini sudah larut malam jadi mereka pulang duluan,"

.

.

.

"Ini pacarmu?"tanya Yesung sambil memasuki kamar keluarga kim.

"...ya, appa"jawab jongin dengan tatapan lesu.

"Sebaik apa dengan Krystal?"tanya Yesung sambil duduk di sebelah jongin.

"Lebih baik dengan krystal,"jawab jongin.

"Aku tahu perasaanmu nak, semoga yang menghamili krystal datang dan bertanggung jawab,"

"Andai eomma tahu appa..."kini jongin mulai terisak. "Hari ini adalah hari aku jadian dengannya. 1 month anniversary. Tapi...dia tak ada disini, dia sudah memutuskanku...disaat hari ulang tahunnya. Aku tak tahu hari ulangtahunnya kapan tapi dia tahu hari ulang tahunku,"

"Appa mengerti nak, appa akan mendukungmu,"yesung memeluk putra kesayangannya dan mengelus-elus punggung jongin agar jongin tenang.

"Nama pacarmu, siapa?"tanya Yesung.

"Eh? Wae? Appa tiba-tiba bertanya?"jongin bertanya balik.

"Memangnya salah appa bertanya namanya?"

"...namanya Cho Kyungsoo,"jawab jongin.

"Cho kyungsoo...Cho Kyungsoo..."

"Wae?"

"Ani...sepertinya appa kenal dia..."

"Dimana?"

"Tunggu..."

"Hm?"

"Dia itu..."

-flashback-

"Lihat yeoja itu cantik sekali..."

"Wah...manisnya..."

"Apakah dia seorang artis?"

Seorang gadis berjalan riang ke arah sekolahnya. Cho kyungsoo. Ia berjalan menyusuri trotoar. Kadang rambutnya itu tertiup angin. Membuat namja-namja semakin jatuh cinta.

Yesung tak sengaja melihat kyungsoo yang tanpa sadar diikuti banyak namja dari belakang.

"Siapa dia?"tanya yesung kepada supirnya.

"Namanya Cho Kyungsoo. Ia dikenal sebagai GOD, Girls of One Day,"

"Apa itu?"

"Yeoja itu dapat membuat namja jatuh cinta satu hari saja,"

"Sehebat itukah?"

"Ya, tuan,"

"Panggilannya mirip dengan G.O.D ya?"

"Ahahaha...benar..."

Yesung menatap kyungsoo kembali. Lalu akhirnya, "Aku ingin menghampiri gadis itu, tunggu sebentar,"

Yesung berlari menuju kyungsoo menyebrangi zebra cross namun...

.

.

.

"Ayah! Ayah tidak apa apa?"tanya seorang anak remaja yang tiba-tiba berada di sebelahnya.

Yesung berdiam sebentar. Menyeimbangkan penglihatannya yang buram.

"Ada apa? mengapa aku di rumah sakit?"tanya yesung bingung.

"Ayah, kau kecelakaan, ginjalmu hilang,"jawab namja itu sedih.

"...jjinja? lalu siapa yang mendonorkan ginjal? Kau jongin?"tanya yesung kembali

"Bukan appa, seorang gadis seumuran denganku,"jawab namja itu yang ternyata bernama jongin.

"...baiklah..."

.

.

.

"Pasien yang mendonorkan darah ke adalah Cho Kyungsoo,"jawab dokter saat ditanyai yesung pertanyaan.

"Cho Kyungsoo?"tanya yesung sekali lagi.

"Ya, dia yang mengantar anda sampai rumah sakit,"jawab dokter itu.

"Apa dia tahu namaku?"tanya yesung kembali.

"Tidak, dia langsung pergi,"jawab dokter itu.

-flashback off-

"Jjinja? Jadi yeoja itu...kyungsoo?"tanya jongin tak percaya.

"Sepertinya begitu, dia telah menyelamatkan nyawa appa,"jawab yesung sambil tertunduk.

"Appa sangat berhutang budi padanya,"lanjut yesung.

"...dia yeoja yang berbeda dari yang lain,"tambah jongin.

"Jongin, appa akan bantu mencari taemin,"

"Jjinja?"

"Ini demi cinta anakku dan kyungsoo,"kata yesung sambil tersenyum.

"Jeongmal Gomawo!"

.

.

.

Pagi hari yang muram. Ada 5 kendaraan yang masuk berita karena ngebut diluar batas kecepatan dan untungnya tak ada kecelakaan atau kerusuhan.

Sret! 4 mobil berjajar di depan gerbang SMHS secara bersamaan. Keluarlah dari mobil paling depan luhan, yang menyetir sendiri, lalu sehun yang disetir supirnya. Chen dan chanyeol yang memakai kursi roda yang disetir oleh chen sendiri, dan Xiumin yang disetir supirnya.

"Annyeonghaseo sunbae! Mianhae kami telat!"kelima murid yang telat itu minta maaf bersamaan tanpa aba-aba atau rencana.

"Sebagai gantinya, berjemur! Kecuali chanyeol,"

Akhirnya satu geng itu kecuali baekhyun dan chanyeol berjemur di lapangan dengan pelengkap: cekikikan orang-orang yang lewat dan teriknya panas matahari.

Sedangkan...

Sebuah mobil sport hitam terparkir rapi di depan gerbang DSPHS. Keluarlah sepasang kekasih yang memakai kacamata hitam.

"Tao, kris, betulkan genteng sekolah! Se ka rang!"

Tao dan kris akhirnya naik genteng dan membetulkan atap genteng yang sudah copot.

"Kris aku lupa pakai Sunblock!"omel tao.

"Aduh, biarlah..."kris menjawab pasrah.

"Kalau kulitku hitam kau tak akan suka padaku lagi!"rengut tao manja.

"Aku suka dengamu apa adanya,"

"Aishhh...sinar matahari tidak baik untuk kulit, tahu?"

"Dasar,"kris mencibir lalu membuka jas sekolahnya. "Pakai, tuh"

"Hehehe...gomawo ne,"tao tersenyum manis.

"Jangan tersenyum seperti itu kepadaku, mau kucium?"

"Michyeo! Kita di atas genteng!"

"Sehabis turun dari genting?"

"Yadong!"

"Kau!"

"Ah, terserah! Pulang sekolah aku akan ke SMHS,"

"Wae?"

"Aku ingin mengajak teman-teman baruku membahas masalah penting,"

"Bisakah aku ikut?"

"Tentu, lebih baik kau ikut membantu kami,"

"Baiklah, aku akan ikut,"

"Kalian! lama sekali membetulkan genteng! Cepat turun!"

.

.

.

"Omooo~ Baekhyun-ah, kau juga sama berjalan dengan kursi roda?"tanya xiumin setelah berjemur ria dengan teman-temannya.

"Sebenarnya aku pakai tongkat...luhan-chan, kau sembuh cepat ya?"jawab baekhyun dan bertanya kepada luhan.

"Ya, untung saja kakiku hanya pincang, yah, walau tak terlalu sakit,"jawab luhan.

"Ah, luhan, chukkae, aku mendukungmu dengan chanyeol!"kata baekhyun tiba-tiba.

"Trims, eonnie!"jawab luhan sambil tersenyum malu-malu.

"Dimana sehun? Kok tidak kelihatan?"tanya chanyeol.

"Tak tahu, terakhir kulihat ia ke lantai 2, sepertinya ke lapangan basket,"

Ponsel luhan berbunyi. Luhan segera mengangkatnya.

"Yeoboseyo?"

"Lu! Ini aku, tao!"

"Ah tao, wae?"

"Jadi kan siang ini membahas taemin?"

"Oh, jadi. Dimana?"

"Di rumah kris saja ya? Alamatnya sama dengan rumah jongin namun ganti saja bloknya dan nomor rumahnya, akan kukirimkan lewat pesan,"

"Ah, begitu, baiklah, kami akan kesana, annyeong!"

"Coffee!"teriak seseorang yang membuat luhan cepat cepat menaruh ponsenya di kantung.

"Woah! Gomawo Suho Sunbae!"kata baekhyun sambil mengamil segelas cup coffee.

"Sudah kubilang panggil aku suho saja!"koreksi suho.

"Tapi kami tak enak,"timpal baekhyun.

"Biarlah! Panggil saja suho. SU HO"paksa suho dengan nada sangat memaksa.

"Baiklah,"jawab baekhyun pasrah.

.

.

.

Ting-tong! Suara bel berbunyi. Kris segera membuka pintu rumahnya.

"Oh, annyeonghaseo. Masuklah, tao sudah menunggu,"

Satu geng itu masuk ke dalam rumah kris yang mewah tiada tara. Lukisan di sepanjang rumahnya yang indah itu terus membuat mulut berisik xiumin mengeluarkan kata "Woah".

Terlihat tao dan kris yang sudah menunggu satu geng itu duduk manis bersampingan (ehek ehem :v). Lalu semuanya duduk kecuali baekhyun dan chanyeol yang sedang memakai kursi roda.

"Oke, mari kita bicarakan soal taemin,"ujar tao sambil memakai kacamata hitamnya.

"Aku sudah menemukan beberapa data,"baekhyun mengeluarkan lembaran kertas kertas.

"Ini biodata Lee Taemin. Ternyata dia orang korea juga,"tunjuk baekhyun.

"Masa? Mirip kai!"pekik chanyeol.

"Dan bukti pesan chat online dengan krystal,"baekhyun mengganti kertas lagi.

"Tidak diragukan lagi eoh, mereka pacaran"timpal xiumin.

"Darimana kau dapatkan itu semua?"tanya chen.

"Hacker,"jawab baekhyun sambil menyeringai.

"Apa mungkin ia di seoul?"tanya kris bingung.

"Mungkin?"tanya chen balik.

"Lihat ini,"tao mengeluarkan beberapa fotocopy sebuah daftar pasport.

"Ada nama Lee Taemin yang sudah ke seoul 6 kali dan terakhir dia baru saja datang ke seoul 6 hari yang lalu,"tunjuk tao di beberapa bagian.

"Jadi dia di seoul?"tanya baekhyun.

"Ya, sudah pasti,"jawab tao.

"Aku tahu alamat rumahnya yang di seoul,"kata luhan tiba-tiba.

"Mwo? Dimana?"

Luhan mengeluarkan selembar kertas.

"Yang satu ada di gwanghamun, daerah pinggir seoul, dan satu lagi di sekitar jeonju high school,"

"Yeojahingu-ku pintar sekali,"puji chanyeol.

"Arra. Aku memang pintar!"cerocos luhan.

"..."

"Inget dong ada yang jomblo nih!"kata sehun keras.

"Xiu, kau tahu latihan matematikamu kemarin bagus sekali, sayang,"puji chen kepada xiumin yang melongo. Padahal kemarin latihan matematikanya mendapat 2-_-.

"Kalau begitu, besok kita kesana?"tanya baekhyun.

"oke kita kunjungi satu-satu alamat rumah lee taemin yang luhan berikan,"jawab tao.

.

.

.

"Kau tahu muka sehun begitu merah padam...aku sampai tidak kuat melihatnya...hahaha!"chanyeol tertawa.

Saat itu chanyeol dan luhan sedang memakan eskrim bersama.

"Rencana kita berhasil kkk!"pekik luhan bangga.

"Kau itu kan suka baekhyun, tapi dia kalem-kalem saja toh, dia malah menyuportku dengamu,"kata luhan sambil menjilati eskrimnya.

"Aku bingung bagaimana caranya membuat dia cemburu..."

"Kalau sehun sih gampang banget...wahahahah!"tawa luhan meledak.

"Kapan drama kita selesai?"

"Mungkin setelah kita menemukan lee taemin?"

"Baiklah...kkk"

Luhan dan Chanyeol melanjutkan perjalanan jalan kakinya. Namun luhan harus bersuka-rela mendorong kursi roda chanyeol.

"Stt! Sehun lewat,"chanyeol menunjuk sehun yang kebetulan sedang lewat.

"Ayo kita kerjai!"

"Chagiya, kau suka kan eskrimnya?"sahut chanyeol dengan suara yang sengaja dikeras-keraskan agar sehun menoleh. Benar saja sehun menoleh.

"Aniya! Aku suka eskrim-mu!"cemberut luhan.

"Kau mau? Nih aaaa!"chanyeol menyodorkan eskrimnya kepada luhan.

Sehun langsung lewat begitu saja, hahaha~

"Berhasil hahahahaha!"

.

.

.

"Hiks...aku tak rela! Tak rela! Hiks hiks!"baekhyun menjerit menangis.

"Tenanglah, kapan kita latihan ya byun cabai!"seorang namja menegurnya.

"Park Chanyeol hwaa! Mengapa kau jadian dengan luhan hwaaa...!"baekhyun mulai menangis tersedu-sedu.

"YAAA! BYUN CABAI!"

.

.

.

"Jongin, appa mau bicara sesuatu,"panggil yesung kepada jongin.

"Sebentar,"kata jongin sambil sedikit berteriak. Ia menaruh sebuah bunga segar di vas di meja sebelah kyungsoo tertidur.

"Semoga dengan ini, kau bangun,"ujar jongin.

"Ya Appa?"

"Appa sebenarnya mau kau pergi ke Irlandia untuk mengurusi saham disana, hanya 2 hari,"

"Kenapa appa tidak pergi sendiri?"

"Appa ada tugas rapat saham juga di korea, tolong ya, bisa kan?"

Jongin memandang yesung ragu-ragu.

"Tenanglah jika gadis itu bangun, aku akan meneleponmu,"

"Baiklah, appa? Kapan aku berangkat?"

"Sekarang,". Yesung memberikan sebuah tiket pesawat dan pasport milik jongin.

"Appa sudah menyiapkan kopermu, ada taksi dibawah menunggumu,"

"Baiklah appa ,aku pergi dulu,"jongin memeluk yesung dan pergi ke luar kamar.

.

.

.

"Chen, apa kau tahu lagu yang enak ya?"tanya kris sambil menyetir.

"Ada banyak di komputerku, mau?"tanya balik chen.

"Wah, artinya harus datang ke rumahmu dong!"

"Yaaa kalau tidak mau ya sudah,"

"Eh iya deh!"

Siang itu chen, kris, xiumin, dan tao sedang pergi menjenguk kyungsoo.

"Cepatlah sedikit!"tao memprotes.

"Iyaa iyaa!"kris bergumam sebal.

Akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit yang ditempati kyungsoo. Kris, chen, xiumin, tao, bergegas cepat pergi ke kamar keluarga kim.

"Buka pintunya!"perintah tao kepada kris.

"Memangnya aku pengawalmu hah?-_- aku namjachingu-mu tau!"

"Begitu saja ribut-_-", akhirnya xiumin membuka pintu kamar kyungsoo dan...

"Kyungsoo?!"

Terlihat sosok kyungsoo yang sedang duduk di ranjangnya sambil menangis.

"Kau sudah sadar?"

"Bagaimana keadaanmu?"

"Ah..hiks..a..hiks..anu...hiks.."

"Mengapa menangis?"

"Dimana jongin? Jebal, hiks,"

"Jongin baru saja pergi ke irlandia,"jawab yesung tenang.

"Aniya...aku butuh dia hiks...jebal panggilkan dia, hiks,"kyungsoo menangis kembali.

Yesung segera menelepon jongin. Namun yang ia dapatkan adalah, "Maaf, nomor yang anda hubungi tidak dapat dihubungi atau di luar jangkauan. Please try again later,"

"Jongin sudah berada di pesawat, bagaimana ini?"tanya yesung bingung.

"Aniyaa...hiks...jongin..."tangis kyungsoo mulai mengeras.

"Yak, pabo, where are you?"batin kyungsoo dalam hati.

.

.

.

-To Be Continue-

.

.

.

Spoiler:

"Lee Taemin! Tunggu!"

"Apa kau tak mau beranggung jawab?"

"Mianhae! Aku sebenarnya tak mencintai jongin!"

"Tao, kumohon!"

"Everything's gonna be alright, okay?"

"Annyeonghaseo...imnida..."

.

.

.

Apaan ya? Itu bukan spoiler bhak -_-. Ayo tebak genrenya makin romantis apa makin bikin mewek? /ketawa ngakak/. Cerita aku mah ga bagus ga sampe bikin kalian mewek yang ada ketawa katanya ~)-3-)~. Istri pcy rapopo :').

Sorry if alurnya kecepetan soalnya udah pada maksa suruh selesain chapnya-_-. Komen, following, likenya boleh dong? Kekeke~ jangan pada sider alias silent reader plis -3-. Susah tau bikin ff tuh.

Rencananya mau bikin kelanjutan cerita ini setelah goodbye kai selesai, tapi versi anak-anak bts, yay/army ngumpul/. Tapi BARU RENCANA. Goodbye kai aja belum selesai pret~

Ini kalau dibikin buku tebel nih/ga juga sih/. Apa mesti aku bikin buku ya? Wkwkwk. Oh iya bagi yang mau kasih saran atau sekedar chat sama admin, boleh lewat email ya theprincesspudding

Oke sekian thanks, peace and love from admin!